THE PACIFIER IS FRAGILE
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Rate : M
Genre : romansa, friendship, humor
Pair : nanti saja
Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin bayak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, geje, ooc dan lain sebagainya)
.
.
CHAPTER 3
.
#Di Atap Sekolahan
.
Waktu istirahat adalah waktu yang pas untuk bersantai dan menenangkan pikiran yang penuh materi pelajaran yang diterangkan oleh seorang guru.
Dapat dilihat di atap sekolah salah satu gedung Kuoh Gakuen terdapat 2 remaja berbeda warna surai rambut yaitu milik Naruto dan Issei. Dengan Naruto yang menyeder di pagar besi pembatas sambil menerawang langit cerah di atas langit dan Issei sedang berjongkok di samping Naruto yang juga menyenderkan punggungnya di pagar besi pembatas.
"Jadi, ada apa dengan keanehan sekolahan ini Issei?" tanya Naruto tanpa menoleh ke arah Issei dan masih tetap menerawang langit.
"Huh, itu semua karena tindakanmu kemarin Naruto-san," balas Issei menghela nafas membuat Naruto menaikan sebelah alisnya dan langsung menoleh ke arah Issei.
"Kemarin? La memangnya diriku ngapain kemarin?" tanya Naruto bingung.
"Bukannya kau kemarin menghajar 3 anggota Geng Akatsuki di gang depan sekolahan," balas Issei memberi tau membuat Naruto kembali menerawang langit.
"Ooo masalah itu, bukannya seharusnya tak ada kaitannya dengan para murid di sekolah ini? Kan urusan Geng Akatsuki hanya kepadaku," kata Naruto santai membuat Issei kembali menghela nafas.
"Justru itu yang bikin masalahnya, kau menghajar anggota Akatsuki dan dilihat oleh banyak siswa-siswi disini, otomatis mereka jadi takut denganmu, Naruto-san," balas Issei memberi alasannya.
"Huh, dengan begini aku jadi sulit untuk mendapatkan teman ya," gumam Naruto pelan tapi terdengar oleh Issei.
"Jangan berpendapat seperti itu Naruto-san, kau masih memiliki teman yaitu aku," balas Issei dan entah kenapa Naruto malah tersenyum tipis.
"Terima kasih Issei,"
"Sama-sama,"
Dan selanjutnya di atap sekolah hanya diisi percakapan biasa Naruto dan Issei seperti biasanya. Dengan Issei yang terus mengoceh tentang Oppai sedangkan Naruto hanya cuek bebek menanggapi ocehan Issei, hingga bel masuk pun berbunyi.
.
.
#Pulang Sekolah
.
"NARUUUUUU!"
Tiba-tiba dari arah pintu kelas milik Naruto terdengar suara perempuan yang memanggil namanya dan Naruto hanya menghela nafas karena sudah tau siapa yang memanggilnya yaitu Ayame yang sedang melambaikan tangan di bibir pintu kelas Naruto dengan seyum semringah tercetak jelas di wajahnya.
Bukan hal mengejutkan bagi semua murid di kelasnya Naruto apabila Ayame bertingkah seperti itu kepada Naruto. karena tingkah Ayame menghampiri Naruto di kelasnya sudah sering terjadi dari dulu saat Naruto baru kelas 10, bahkan banyak rumor yang beredar kalau Naruto dan Ayame adalah sepasang kekasih, tapi nyatanya rumor itu salah.
SREK!
Seketika Naruto langsung beranjak dari duduknya langsung melangkah ke arah pintu dengan tas yang ditenteng di tangan kanannya yang diposisikan di belakang pundaknya langsung menghampiri Ayame di bibir pintu.
"Bisa tidak aya-nee, kalau mau memanggilku jangan teriak-teriak," kata Naruto setelah berhadapan dengan Ayame.
"Hehe, kan biar kedengaran olehmu, Naru," balas Ayame cengengesan tak jelas.
"Huh, kau itu ya," kata singkat Naruto dan seketika Ayame langsung menggaet tangan kiri Naruto.
"Ayo pulang," kata Ayame langsung menyeret Naruto keluar kelas meninggaklan murid yang masih betah di dalam kelas.
.
TAP, TAP, TAP,
.
"Ne Issei-san, aku boleh tanya sesuatu padamu," tiba-tiba Shion melangkah ke tempat Issei duduk dan langsung bertanya setelah Naruto keluar kelas bersama Ayame. Sontak Issei menoleh ke arahnya yang memang sedang berdiri di hadapannya.
"Mau tanya apa? Shion-san ," tanya Issei dan tiba-tiba gelagat Shion berubah menjadi malu-malu memainkan jarinya.
"Ano, apakah rumor tentang kedekatan Naruto-san dan Ayame-senpai itu benar," Tanya Shion dengan gelagat anehnya membuat Issei mengangkat salah satu alisnya, bahkan murid-murid yang masih di kelas pun juga terheran-heran dengan gelagat Shion yang jarang diperlihatkan kepada siapa pun.
"Hmm, rumor itu salah Shion-san . Naruto-san dan Ayame-senpai itu Cuma teman dekat, bahkan Naruto-san memangil Ayame-senpai adalah kakak," balas Issei memberi tau dan entah kenapa Shion mengangguk sangat cepat.
"Terima kasih ya Issei-san, atas infonya," kata Shion langsung melangkah cepat menyambar tasnya yang ada di meja depan langsung keluar kelas meninggalkan siswa-siswi lainya yang masih di dalam kelas.
.
" Lagi kena apa ya Shion-san, aneh banget tadi?" batin Issei tak mengerti dengan tingkah Shion tadi.
.
"Ne Kiba, tadi aku ngak salah liat kan, Shion bertingkah seperti itu," kata Menma yang tadi melihat gelagat Shion.
"Kau benar Menma, tak kusangka Shion punya sisi manisnya juga," timpal Kiba dan didukung anggukan Menma.
" Hmm, si anak ngak jelas kah," batin Sasuke yang tadi mendengar percakapan Shion dan Issei.
Dan tak berselang lama siswa-siswi yang ada di kelas tersebut pun membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing, bagi yang begitu.
.
.
"Ne, Aya-nee, bisa kau lepaskan tanganmu ini, aku bisa jalan sendiri," kata Naruto yang risih diseret-seret oleh Ayane yang sekarang sudah dekat dengan gerbang keluar sekolah yang dihiasi tatapan aneh para siswa-siswi yang hendak keluar gerbang sekolah memandang mereka berdua.
"Ayolah Naru, kamu jangan seperti itu," balas Ayame menghiraukan keluhan Naruto sambil terus menyeret Naruto keluar gerbang sekolah.
"Aku tidak enak saja, mereka jadi memandang kita aneh," kata Naruto mencoba memberikan alasan agar Ayame mau melepaskan rangkulan tangannya di tangan kiri Naruto.
"Biarin saja, mereka itu hanya iri saja Naru, jadi kau tenang saja," balas Ayame santai dan entah kenapa Naruto menghela nafas pasrah.
"Huh, kau memang keras kepala ya," kata Naruto pasrah.
"Hehe hanya kepadamu, Naru," balas Ayame cengengesan membuat Naruto menaikan sebelah alisnya.
"Maksudmu?" bingung Naruto dengan ucapan yang dilontarkan dari mulut Ayame.
"Tidak apa-apa, tak usah kau pikirkan," balas cepat Ayame langsung menyeret Naruto dengan cepat keluar gerbang sekolahan.
.
" Hampir saja keceplosan, dasar mulut ngak bisa diam," batin Ayame disetiap langkah cepatnya sambil menggandeng Naruto alias menyeret, pikir Naruto.
.
.
#Sisi lain
.
Disalah satu gedung sekolahan, lebih tepatnya di lantai 2 salah satu ruang kelas 12 ada 2 perempuan yang berbeda warna rambut, yaitu rambut putih perak milik Grayfia dan rambut hitam twin tail yaitu Serafall. Mereka sedang mengobrol entah apa di dalam kelas, dengan Grayfia yang berada di dekat jendela sedang memandang arah gerbang sekolah terus memperhatikan sosok remaja berambut kuning sedang digandeng alias diseret oleh wanita yang memang teman sekelasnya.
" Apakah mereka sepasang kekasih ya, kelihatannya sangat dekat," batin Grayfia terus memperhatikan sosok tersebut hingga sampai sosok yang diperhatikan meghilang setelah melewati gerbang, karena sosok yang diperhatikan berbelok ke sebuah gang, jadi pandangan Grayfia tertutup oleh bangunan diantara gang tersebut.
"Hey! Fia-tan," tiba-tiba suara panggilan dari Serafall membuyarkan lamuan Grayfia, sontak Grayfia langsung menoleh ke arah Serafall.
"Ah maaf Sera-chan, aku melamun barusan," kata Grayfia kikuk membuat Serafall menghela nafas.
"Jika keputusanmu putus dengan Sirzech membuatmu sering ngelamun kayak gini, mending kau pertimbangkan lagi keputusanmu itu, Fia-tan," kata Serafall dan entah kenapa wajah Grayfia malah berubah menjadi datar.
"Keputusanku sudah bulat, Sera! Aku tidak sudi memiliki kekasih yang main meninggalkan pasangannya disaat pasangannya hendak diperkosa orang lain," balas Grayfia datar membuat Serafall mengangguk mengerti.
"Ya ya, aku juga akan berpikiran seperti itu, terus jika kau tak memikirkan Sirzech, lalu apa yang kau lamunkan tadi?" kata Serafall balik bertanya.
"Tidak apa-apa, ayo pulang," balas Grayfia langsung menyeret Serafall keluar kelas.
.
" Cih! Pintar sekali mengalihkan topik," batin Serafall yang terus diseret keluar kelas oleh Grayfia.
.
.
#Sore hari
.
Kini Naruto sudah berganti pakaian santainya, dengan kaos hitam bergambar kepala rubah di bagian depan dan dibalut jaket berhoodie dengan resleting jaket dibiarkan terbuka serta celana hitam pendek selutut dan hanya memakai sandal jepit biasa (anggap saja Swallow). Kini Naruto sedang berjalan menuju sebuah supermarket yang sudah dekat di pandangannya.
" Untung saja Kedai tutup hari ini, jadi aku bisa belanja kebutuhanku hari ini," batin Naruto ketika sedang memasuki supermarket tersebut dan langsung menuju tempat tersedianya bahan-bahan kebutuhannya yang ada disisi lain di dalam supermarket.
Sambil terus mencari apa yang dibutuhkan oleh Naruto, dirinya tak menyadari ada sesosok wanita berambut putih panjang yang juga sedang mencari sesuatu yang dibutuhkan. Hingga pandangan Naruto dan si wanita tertuju pada salah satu barang yang hanya tersisa satu diantara banyaknya barang yang ada di supermarket. Sontak secara bersamaan mereka berdua ingin mengambil barang tersebut, tapi sebelum menyentuh barang tersebut tangan mereka saling bersentuhan sehingga membuat mereka saling menoleh.
"Kaguya-sensei/Naruto," kejut mereka berdua bersamaan setelah saling menoleh dan tau siapa yang dilihatnya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Kaguya yang terkejut bahwa yang di hadapannya adalah muridnya.
"Ah aku sedang belanja kebutuhanku," kata Naruto sambil memperlihatkan isi keranjang belanjaannya yang isinya kebanyakan makanan instan, roti, susu dan lain sebagainya. "La Sensei sendiri sedang ngapain disini?" sambung Naruto balik bertanya.
"Sama seperti dirimu," balas Kaguya. "Kau juga mau mengambil sabun ini," sambung Kaguya menunjuk sabun yang tadi hendak diambilnya.
"Sebenarnya si iya, tapi kalau Sensei suka sabun itu, ambil Sensei saja," kata Naruto tenang.
"Hee, apa sabun ini favoritmu? sehingga kau tak ambil sabun yang lain," kata Kaguya setelah mengambil sabun mandi tersebut dan ditunjukkan kepada Naruto.
"Gimana ya, aku memang suka dengan sabun itu karena beraroma jeruk," balas Naruto kikuk. "Tapi kalau Sensei juga menyukai sabun itu, ya untuk Sensei saja, sabun di Apartemenku juga masih ada kok," sambung Naruto dan entah kenapa Kaguya menaikkan sebelah alisnya.
"Apartemen? Bukannya kau tak memiliki orang tua, bagaimana bisa kau menyewa Apartemen? sedangkan kau saja masih sekolah," kata Kaguya penasaran dan tiba-tiba wajah Naruto berubah menjadi datar tapi tak disadari Kaguya karena Naruto langsung berbalik badan berpura-pura memilih barang.
"Aku sudah bekerja Sensei, jadi aku bisa membayarnya," balas Naruto tanpa menoleh. "Maaf Sensei, kurasa barang kebutuhanku sudah terpenuhi, aku pamit dulu," sambung Naruto langsung melangkah menuju kasir meninggalkan Kaguya yang terkejut dengan ucapan yang terlontar dari mulut Naruto.
.
" Diusia semuda itu dia sudah bekerja," batin Kaguya terkejut. " Hmm, aku jadi penasaran dengan bocah itu," sambung batinnya langsung meletakan sabun yang diambil tadi ke keranjang bawaannya lalu melangkah menuju kasir. Dan ternyata Naruto sudah keluar dari supermarket.
.
.
#Malam hari di Mansion Namikaze
.
"TADAIMA,"
.
Dari arah pintu Mansion besar di sudut kota Kuoh. Pintu tersebut terbuka dan menampakkan sosok pria dewasa dengan rambut kuningnya serta pakaian kantor yang masih melekat di tubuhnya dan tas kantor ditenteng di tangan kananya langsung melangkah santai memasuki Mansion tersebut.
TAP! TAP! TAP! TAP!
Tak ada jawaban seseorang dari dalam Mansion tersebut, melainkan suara langkah kaki wanita berambut merah panjang yang begitu cepat dari ruang tengah menuju ke arah pria yang masuk tadi.
.
PLAK!
"APA MAKSUDNYA INI MINATO!"
.
Tiba-tiba wanita yang dikenal bernama Kushina langsung menampar wajah pria dewasa yang bernama Minato sambil menunjukkan sebuah gambar Minato sedang bergandengan dengan seorang wanita di depan sebuah hotel yang ada di layar Hpnya.
"Aku bisa je--"
"AKU TIDAK BUTUH LAGI PENJELASANMU! KAU SUDAH SERING MELAKUKAN INI DAN KUMAAFKAN, TAPI SEKARANG TIDAK! AKU SUDAH MUAK DENGAN KELAKUANMU! KITA CERAI!" potong Kushina membentak langsung menuju kamarnya meninggalkan Minato yang terkejut dengan bentakkan Kushina.
Tak berselang lama Kushina keluar dari kamarnya dengan koper besar entah apa isinya melangkah menuju pintu keluar Mansion.
"KUSHINA! KAU MAU KE MANA!" bentak Minato menghalangi langkah Kushina yang hendak keluar Mansion. Sontak Kushina langsung mendorong Minato hingga terjunggal ke samping.
"BUKAN URUSANMU! AKU MUAK DENGANMU!" sahut Kushina sambil melangkah menuju gerbang Mansionya. Dan entah kenapa Minato langsung berdiri dan menatap tajam punggung Kushina yang semakin jauh.
"SEHARUSNYA KAU BERSYUKUR KUSHINA! KAU BISA HIDUP ENAK KARENA DIRIKU! KAU TIDAK MEMILIKI APA-APA! APA KAU AKAN NGEMIS DI JALANAN LAGI HA!" teriak Minato karena emosi tapi dihiraukan oleh Kushina yang sudah keluar Mansionya entah menuju ke mana.
Sedangkan di dalam salah satu kamar yang berada di dalam Mansion Namikaze, terdapat remaja laki-laki berambut merah jabrik yang sedang meringkuk memeluk kedua lututnya di atas tempat tidurnya yaitu Menma
"hiks, hiks, hiks, hiks,"
Dan hanya dihiasi suara isakkan Menma di dalam kamar tersebut sebagai melodi memecah keheningan kamar tersebut.
.
#Dengan Kushina
.
Kini Kushina sudah berjalan sangat jauh dari Mansion Namikaze. Sekarang dia sedang melangkah sambil mencari sebuah penginapan atau Apartemen di sesekitar kota Kuoh, lebih tepatnya yang dekat dengan sekolahan tempat dia mengajar. Dengan linangan air mata yang masih membekas di kedua pipinya, Kushina terus mencari Apartemen yang masih terdapat kamar kosongnnya dan akhirnya dia menemukan sebuah Apartemen yang tak jauh dari tempat mengajarnya.
Tampa pinggir panjang Kushina langsung menemui pemilik Apartemen dan langsung membayar uang sewa selama 1 bulan. Dan akhirnya Kushina mendapatkan kamar Apartemen nomor 43 di lantai 2. dengan cepat Kushina menuju kamar tersebut dan memasukinya langsung mengunci rapat pintu kamar Apartemennya dan selanjutnya hanya diisi isakkan dirinya di dalam Apartemennya.
"Huh, malam ini dingin sekali," tiba-tiba setelah Kushina masuk Apartemennya, dari arah tangga terdengar suara Naruto yang sedang melangkah menuju kamar Apartemennya sambil mengelus-elus bahunya karena kedinginan.
"hiks, hiks, hiks, hiks,"
Tiba-tiba Naruto mendengar suara isak saat melewati kamar nomor 43 yang memang berada di sebelah kamarnya yang bernomor 44. Sontak Naruto langsung merinding dengan cepat langsung masuk kamar Apartemennya dan mengunci rapat-rapat.
" HIIIII! Setauku kamar sebelah tak ada yang menempati, jangan-jangan," batin Naruto setelah masuk Apartemennya sambil merinding ngeri di balik pintunya.
"HANTUUUU!"
Teriak Naruto langsung meluncur dengan kecepatan tinggi menuju kamarnya dan langsung meringkuk dengan ditutupi oleh selimutnya.
.
Sedangkan di kamar sebelah yang menurut Naruto adalah sumber suara isak, tak terganggu karena masih terisak sedih seolah-olah suara disekitar tak terdengar olehnya.
.
.
.
.
Next...
.
.
Yo kembali lagi dengan ffn sederhana buatanku...hehe
Yang nunggu Story STRONG FATHER diharap menunggu dengan sabar ya, karena diriku baru menyelesaikan seperempat wordnya untuk chap 15 yang kemungkinan besar wordnya bisa seperti chap 7 strong father, karena story tersebut ffn utamaku...
.
.
See you next chapter...
