THE PACIFIER IS FRAGILE

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Rate : M

Genre : romansa, friendship, humor

Pair : nanti saja

Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin bayak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, geje, ooc dan lain sebagainya)

.

.

CHAPTER 4

.

#Pagi 06:35

.

KRIEEET,

.

Pintu Apartemen Naruto terbuka dan menampakkan Naruto dengan seragam sekolah yang sudah melekat rapi di tubuhnya. Dengan cepat Naruto mengunci kamar Apartemenya dan melangkah santai menuju tangga yang ada di ujung Apartemen lantai 2.

" Begini ni, aku dibuat ribet sama Aya-nee, kalau ngak dijemput nanti di sekolah ngomel-ngomel ngak jelas," batin Naruto disetiap langkahnya menuruni tangga menuju rumah si bos Teuchi untuk menjemput Ayame.

.

CKLEK!

.

Tak berselang lama setelah Naruto turun, kamar di sebelah Naruto terdengar suara orang sedang mengunci pintu, yaitu Kushina yang baru saja keluar dari kamarnya dengan seragam gurunya melangkah malas menuju tangga. Dapat dilihat di wajah lesu bosan hidup Kushina serta kantung mata yang terlihat jelas seperti kurang tidur tercetak jelas di wajah cantiknya.

"Aku akan ijin setengah hari saja lah, kuharap Naruko berangkat sekolah," gumam Kushina di setiap langkah lemasnya menuju tempat mengajarnya.

Dengan langkah tenangnya Kushina berpura-pura tegar di hadapan para muridnya yang menyapa saat di jalanan menuju Kuoh Gakuen, hingga akhirnya langkah Kushina sampai di gerbang sekolahan.

"Pagi Sensei," sapa Sona dan Grayfia bersamaan di gerbang sekolahan, karena sudah menjadi kewajiban bagi ketua Osis terus berpatroli di setiap paginya di gerbang sekolah, tapi anehnya kenapa Grayfia ada disitu juga, padahal bukan anggota Osis serta dengan gelagat seperti menunggu seseorang entah siapa Kushina tak tau.

"Pagi," balas Kushina tenang terus melangkah ke kantor guru tapi tujuannya keruang kepala sekolah meninggalkan Sona dan Grayfia yang bingung dengan kondisi Kushina saat ini.

.

"Aduh Aya-nee, pelan-pelan napa jalannya," suara Naruto tak jauh dari gerbang sekolah sedang diseret oleh Ayame membuat Sona dan Grayfia yang berada di gerbang menoleh ke arahnya.

"Kita sudah telat Naru," balas Ayame disela-sela seretannya.

"Lagian pake ada acara lupa menaruh buku tugas, jadi begini kan acaranya," sahut Naruto.

"Ah bawel amat si Naru," balas Ayame menghiraukan keluhan Naruto yang diseret paksa oleh dirinya.

"Pagi Ayame-san, Naruto-kun," sapa Grayfia setelah Ayame dan Naruto sampai di gerbang sekolah langsung terhenti langkahnya sedangkan Sona hanya diam saja.

"Pagi Fia-san/Senpai," balas Ayame dan Naruto bersamaan. Dengan tampang Ayame menyipitkan mata menatap Grayfia curiga setelah mendengar kata-kun yang ditambahkan pada panggilan Naruto, sedangkan Naruto hanya biasa saja.

"Mau masuk bareng, kebetulan aku juga baru sampai disini," kata Grayfia mengajak dan dijawab anggukan Ayame dan Naruto bersama, lalu mereka bertiga melangkah bersama memasuki sekolahan meninggalkan Sona yang terbengon setelah mendengarkan ucapan yang terlontar dari mulut Grayfia.

.

" Apa! Tadi Grayfia-senpai bilang baru sampai? Padahal dia sudah dari tadi disini,"

.

Batin Sona tak habis pikir dengan alasan Grayfia yang tak sesuai kenyataannya. Lalu Sona melanjutkan lagi patrolinya memastikan ada murid yang telat atau tidak hari ini.

.

.

#Ruang kepala sekolah

.

Kini di dalam ruangan khusus milik kepala sekolah terdapat 2 wanita dewasa berbeda warna rambut. Dengan rambut warna kuning pucat milik Tsunade sang kepala sekolah dan di hadapannya memiliki pemilik warna rambut merah yaitu Kushina. Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu entah apa itu.

"Baiklah, kau boleh ijin setelah jam istirahat jika keperluanmu itu benar-benar penting sekali," kata Tsunade setelah mendengar alasan dari Kushina yang meminta ijin hanya mengajar sampai tengah hari.

"Terima kasih Kocho atas pengertiannya, aku permisi dulu," kata Kushina dan dijawab anggukan oleh Tsunade, kemudian Kushina melangkah keluar dari ruangan kepala sekolah langsung ke kelas pengajarannya sesuai jadwal paginya dengan buku-buku materi sudah ada di tangannya dan seketika Tsunade langsung menyenderkan punggungnya di kursi empuknya sambil menghela nafas.

.

" Maafkan keponakaanku Kushina,"

.

Batin Tsunade sebenarnya tau apa yang terjadi di keluarganya Kushina karena memang suami Kushina adalah keponakan Tsunade sebenarnya.

.

.

#Kelas 11b

.

SREK!

.

"Pagi anak-anak," sapa Kushina setelah memasuki kelas 11b yang murid-muridnya yang tadinya ribut dalam sekejap langsung terdiam.

"Pagi Sensei," jawab para murid semuanya yang ada di kelas tersebut.

"Baik, sebelum memulai pelajaran pagi ini, apakah ada yang tidak masuk hari ini," kata Kushina berdiri di samping mejanya dengan buku absen sudah terbuka untuk mengabsen para murid di kelas tersebut.

Tiba-tiba Shion mengangkat tangan kanannya membuat Kushina menoleh ke arahnya.

"Menma tidak masuk Sensei," kata Shion memberitau membuat Kushina menghela nafas mengerti.

"Masih ada lagi," ucap Kushina menanyakan lagi tapi tak ada yang bersuara. "Baiklah jika sudah tak ada, kita lanjutkan pelajarannya, buka halaman 105," sambung Kushina memulai pengajarannya dan semua murid pun melaksanakan perintah Kushina langsung membuka buku materi yang diucapkan Kushina. Dan akhirnya pelajaran pun dimulai.

.

#Istirahat

.

"Baik anak-anak, pelajaran kita sudahi sampai disini, untuk tugas harap dikerjakan di rumah dan kumpulkan besok keruanganku," kata Kushina mengahiri pengajarannya untuk hari ini.

"Hai Sensei," balas semua murid lalu Kushina melangkah keluar kelas tersebut langsung keruang guru.

SREK!

"Mau ke kantin Naruto-san?" tanya Issek ketika melihat Naruto beranjak dari duduknya dan dijawab anggukan Naruto. "Ah aku ikut juga lah," sambung Issei beranjak dari duduknya juga. Kemudian Naruto dan Issei pergi ke kantin bersama-sama dan ternyata di kantin sudah ramai oleh murid-murid yang mengantre untuk memesan makanan.

"Selalu saja begini ya," gumam Naruto ketika melihat ramainya kantin yang seperti biasanya.

"Bagaimana jika aku yang pesan makanan saja, kau cari tempat duduk yang kosong saja Naruto-san," balas Issei menawarkan diri untuk mengantri.

"Baiklah, aku pesan seperti biasa ya, kutunggu di sana," kata Naruto menunjuk bangku kosong di pojokkan yang tersedia di area kantin tersebut dan dibalas anggukan Issei mengerti, lalu Naruto melangkah tempat duduk yang kosong tersebut.

"Boleh aku duduk disini?" tiba-tiba setelah Naruto duduk ada suara perempuan yang masuk ketelinga Naruto, sontak Naruto langsung menoleh ke arahnya dan terlihat jelas sekarang di hadapannya ada 2 perempuan berbeda warna rambut yaitu merah Crismon yaitu Rias Gremory dan dark blue yaitu Akeno Himejima dengan nampan berisi makanan di masing-masing tangan mereka berdua.

"Silahkan, toh tak ada yang melarangnya," kata Naruto santai dan kedua perempuan tersebut langsung duduk di hadapan Naruto, dengan Rias berada tepat di hadapan Naruto sambil menunduk entah kenapa dan Akeno tepat berada di samping Rias.

"Perkenalkan, aku Himejima Akeno dari kelas 11a dan di sampingku ini Rias Gremory, teman sekelasku, kau pasti Naruto dari kelas 11b kan?" kata Akeno tiba-tiba memperkenalkan diri.

"Ya," singkat Naruto biasa saja.

Dan entah kenapa Akeno menyenggol Rias memberikan kode tertentu dan entah kenapa Rias tambah menunduk dengan gelagat malunya yang terlihat jelas tapi dihiraukan oleh Naruto.

"Ne Naruto-san, katanya Rias ingin mengucapkan sesuatu padamu," kata Akeno membuat Naruto menaikan sebelah alisnya tak mengerti.

"Apa?" singkat Naruto.

"Be-begini Naruto-san, aku mau mengucapkan terima kasih padamu atas pertolonganmu 1 bulan yang lalu," kata Rias gagap membuat Naruto terbayang kejadian 1 bulan yang lalu saat dirinya menolong Rias yang hampir tertabrak oleh truk yang sedang melaju cepat.

"Oh itu, tak masalah, toh kebetulan aku hanya sedang lewat situ saja," balas Naruto santai.

"Ta-tapi kalau tak a—"

"Sudahlah, aku iklas menolongmu," potong Naruto ucapan Rias. Sontak Rias langsung terdiam.

Tak berselang lama akhirnya Issei datang dengan nampan yang berisi 2 mangkuk yang satunya adalah pesanan milik Naruto, sontak Issei langsung terkejut pasalnya di hadapan Naruto ada siswi terpopuler angkatan kelas 11. Dengan cepat Issei duduk di samping Naruto dan berbisik pelan di telingan Naruto.

"Naruto-san, kau kenal akrab dengan mereka?" bisik Issei pelan.

"Entahlah, aku tak tau," balas Naruto langsung mengambil pesanannya yang ada di hadapan Issei.

.

" Cih! Bisa kenal cewek populer dan tersexy di sekolah ini kenapa tak bagi-bagi denganku," batin Issei kesal karena tak tau jika Rias dan Akeno mengenal Naruto.

Dan akhirnya mereka berempat melanjutkan acara makannya tanpa suara, dengan Issei yang memasang wajah aneh sambil melirik perempuan di hadapannya, sontak Akeno jadi risih dengan tatapan aneh Issei sedangkan Rias terus menunduk dan sesekali melirik ke arah Naruto yang cuek bebek tampa terganggu suasana disekitarnya.

.

GREP!

.

" Seharusnya aku yang ada di posisi itu," batin 4 wanita yang memiliki warna rambut yang berbeda di sisi berbeda-beda tapi masih di area kantin, menatap tak suka kepada 2 wanita yang duduk di hadapan Naruto dengan mengeratkan genggamannya pada nanpan berisi makanan.

.

.

#Skip Sekolah Dasar di sudut kota Kuoh

.

Setelah mendapatkan ijin dari kepala sekolah, kini Kushina sedang berada tepat di depan gerbang Sekolah Dasar bersama 1 maid milik keluarga Namikaze. Mereka sedang menunggu anaknya Kushina yang berada di kelas 2 Sekolah Dasar.

"Sudah kau pulang saja, biar Naruko aku yang jemput," kata Kushina kepada maid di hadapannya.

"Tapi Kushina-sama, ini sudah menjadi tugasku," sangkal maid tersebut.

"Tidak apa-apa, anggap saja hari bebasmu," kata Kushina meyakinkan membuat Maid tersebut mengangguk mengerti.

"Baik Kushina-sama, saya undur diri," pamit Maid tersebut dan dijawab anggukan Kushina.

"Tolong suruh Menma untuk bersekolah, aku tak ingin masalahku berdampak padanya," kata Kushina menghentikan langkah Maid tersebut yang hendak berajak dari situ.

"Hai! Kushina-sama," balas Maid tersebut kemudian melangkah meninggalkan Kushina sendirian di depan gerbang sekolahan.

.

" Aku harus bagaimana sekarang ya? jika aku berhenti jadi guru, apakah ada pekerjaan lain untukku ya?" batin Kushina terus memikirkan rencana-rencana kedepannya yang penuh pertimbangan.

.

.

#Skip pulang sekolah

.

"MINNA! Aku pulang duluan ya!" kata Kaguya setelah selesai merapihkan buku-buku tugas dari para muridnya yang dikumpulkan di atas mejanya dan dibalas anggukan guru-guru yang ada di ruangan tersebut.

Dengan langkah tenang, Kaguya melangkah keluar ruangan tersebut langsung menuju gerbang sekolahan dengan tas gurunya. Sambil terus melangkah keluar sekolahan Kaguya sesekali melihat sekeliling sekolahan yang ternyata sudah sepi, itu berarti murid-murid sekolahan sudah pulang ke rumah masing-masing, yah walaupun ada sebagian murid yang ada di sekolahan yang kebetulan sedang melakukan kegiatan Klubnya.

Dan kini Kaguya telah di luar gerbang sekolahan terus melangkah ke arah selatan yaitu arah rumahnya yang membutuhkan 30 menit perjalanan dari tempat mengajarnya.

Selang 10 menit perjalanannya tiba-tiba Kaguya terhenti langkahnya melihat ke seberang jalan. Dapat dilihat apa yang ditangkap oleh mata Kaguya ialah sosok muridnya yaitu Naruto dengan baju putih bertulisan Ichiraku sedang mengetuk pintu rumah seseorang

.

" Bukannya itu Naruto, sedang apa di sana?" batin Kaguya ketika melihat Naruto berada di seberang jalan.

.

Hingga tak berselang lama pintu yang diketuk Naruto terbuka dan menampakkan seorang ibu-ibu dan seketika pula Naruto langsung memberikan 1 kantong plastik berisi entah apa diberikan kepada ibu-ibu tersebut dan ditukarkan dengan uang oleh ibu-ibu tersebut dan langsung diterima oleh Naruto.

" Ah, mungkin itu pekerjaannya, hm apa kuikuti saja ya? Aku penasaran dengan pekerjaanya?" karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Kaguya memutuskan untuk mengikuti Naruto dan pastinya tak terlihat oleh Narutonya.

Dan lagi-lagi Kaguya dibuat terkejut setelah 5 menit mengikuti Naruto. Kini di pandangan Kaguya melihat Naruto sedang menghampiri seorang anak kecil yang kondisinya seperti anak-anak yang tersesat dan putus asa.

.

#Dengan Naruto

.

"Hey adik kecil, kamu sedang apa di sini?" tanya Naruto tersenyum sambil berjongkok di hadapan anak kecil bergender perempuan berambut hitam yang terlihat sedang kebingungan.

"Aku tersesat Nii-san," balas anak kecil tersebut.

KRIIIUUUK!

Tiba-tiba suara dari perut anak kecil berbunyi, sontak anak kecil tersebut menunduk malu.

"Maaf Nii-san, aku sudah 2 hari tersesat," kata anak kecil tersebut membuat Naruto melebarkan mata.

"Ya ampun, terus kamu tidur di mana jika sudah 2 hari tersesat," kata Naruto terkejut dengan pengakuan anak kecil tersebut.

"Aku tidur di bawah jembatan yang ada disana Nii-san," kata anak kecil tersebut sambil menunjuk jembatan yang berjarak 20 meter dari posisi Naruto.

"Huh, bagaimana jika Nii-san bantu mencarikan orang tuamu, tapi sebagai gantinya kamu jangan tidur lagi di bawah jembatan itu, kamu tinggal bersama Nii-san selagi Nii-san mencari orang tuamu," kata Naruto menghela nafas, Sontak anak kecil tersebut langsung menatap Naruto dengan mata yang berkaca-kaca.

"Sungguh?" kata anak kecil tersebut memastikan lagi ucapan Naruto, dan dibalas anggukan serta senyuman tulus Naruto membuat anak kecil itu senang.

"Yos! Sebelum pulang ketempat Nii-san, sekarang kita makan ditempat kerja Nii-san," kata Naruto dan dijawab anggukan cepat anak kecil tersebut. Dan kemudian Naruto melangkah ketempat kerjanya sambil menuntun anak kecil tersebut.

.

"Kuharap aku menemukan orang tuanya dengan cepat, sungguh kasihan anak kecil ini," batin Naruto disetiap langkahnya menuju tempat kerjanya.

.

.

#Kembali ke tempat Kaguya

.

" Ternyata dia memiliki sifat peduli ya," batin Kaguya yang tadi mendengarkan percakapan Naruto dengan anak kecil tersebut walau samar tapi terdengar jelas di telinga Kaguya.

Dan selanjutnya Kaguya terus mengikuti Naruto dari jarak aman, hingga 10 menit kemudian tujuan Naruto adalah di kedai ramen Ichiraku membuat Kaguya tersenyum

.

" Mungkin akan kutanyakan besok tentang prihal tadi," batin Kaguya tersenyum puas lalu melangkah menjauh dari kedai Ichiraku untuk pulang ke rumahnya.

.

.

Next

.

Sedikit pemberitauan kalau jadwal up tak tentu.

.

Oke itu ja,

.

See you next chap,