THE PACIFIER IS FRAGILE
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Rate : M
Genre : romansa, friendship, humor
Pair : nanti saja
Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin bayak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, gaje, ooc dan lain sebagainya)
.
.
CHAPTER 5
.
# 2 hari kemudian
07:06
.
"Nii-san, Nii-san, bangun Nii-san, ini sudah pagi,"
Suara anak kecil berambut hitam khas suara perempuan yang sedang menggoyang-goyangkan sosok remaja berambut kuning jabrik yaitu Naruto yang sedang tertidur pulas seperti mayat saja.
Hingga tak berselang lama acara menggoyang-goyangkan tubuh Naruto mendapatkan hasilnya karena Naruto mulai menggeliat tanda akan terbangun dari tidurnya.
"5 menit lagi Mirai-chan,"
Gumam Naruto kembali menyelimuti dirinya dengan selimut yang tadi di tarik oleh anak kecil yang bernama Mirai. Sontak Mirai yang melihat itu pun langsung menarik dengan paksa selimut yang menyelimuti Naruto.
"NII-SAN! SEKARANG SUDAH JAM 7! NII-SAN TERLAMBAT SEKOLAH!"
Sontak Naruto langsung terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan Mirai yang menyebutkan Jam dan sekolah.
"Gawat! Aku terlambat!"
Panik Naruto langsung beranjak dari tempat tidurnya. Tapi langkannya terhenti pas akan membuka pintu kamarnya.
" Perasaan sekarang hari minggu,"
Batin Naruto sepertinya telah mengingat sesuatu yang melintas dalam pikirannya. Dan kemudian Naruto menoleh ke belangkang ke arah Mirai yang sekarang sedang cekikikan senang.
"Miiiiiiiiiraaaaaai, kau membohongi Nii-san ya,"
Dengan tampang horor dibuat-buat, Naruto langsung mendekati Mirai dan dalam sekejap langsung mengelitiki tubuh Mirai.
"Hahaha! Ampun Nii-san, Hahaha! Tadi Mirai bercanda, Hahaha!"
Kata Mirai disela-sela tawa kerasnya karena geli yang di sebabkan oleh Naruto yang sekarang sedang mengelitiki tubuh Mirai. Bahkan karena saking gelinya, Mirai tak kuasa menahan air matanya sambil tertawa keras.
"Ini hukuman karena telah berani membohongi Nii-san,"
"Hahahaha! Ampun Nii-san, Mirai tak akan mengulangi lagi Hahahaha!"
Hingga tak berselang lama acara Naruto yang menggelitiki tubuh Mirai disudahi dan Mirai sekarang sudah kembali tenang walau sensasi gelinya masih terasa sehingga dirinya kadang-kadang cekikikan sendiri.
"Huh! Sudahlah, jangan diulangi lagi ya?"
Kata Naruto setelah selesai menghukum Mirai dengan menggelitikinya dan dijawab anggukan oleh Mirai. Lalu Naruto beranjak keluar dari kamarnya dan sepertinya ke arah dapur untuk membuat sarapan pagi untuk dirinya dan Mirai.
.
TING! TONG!
.
Belum lama Naruto menyelesaikan acaranya di dapur tiba-tiba suara pintu Apartemennya berbunyi. Sontak Naruto langsung menoleh ke arah pintu.
"Mirai-chan, tolong lihat siapa yang ada di depan ya," perintah Naruto kepada Mirai yang berada di ruang tengah karena Naruto sedang sibuk dengan acaranya dan tak bisa di ganggu.
Tap! Tap! Tap!
Dan Mirai langsung melangkah ke arah pintu Apartemen untuk melihat siapa tamunya Naruto.
Cklek! Krieeeeet!
Pintu pun terbuka dan ternyata di depan pintu Apartemennya Naruto terdapat sosok wanita dewasa yang memiliki rambut putih panjang yang memakai pakaian kantoran dengan rok selutut yang kini sedang tersenyum saat melihat Mirai yang membukakan pintu yaitu Kaguya.
"Naruto-san ada?" tanya Kaguya kepada Mirai di hadapannya dan dijawab anggukan oleh Mirai. Lalu Mirai menoleh ke arah dalam Apartemen.
"NII-SAN! ADA TAMU UNTUK NII-SAN!"
Teriak Mirai memanggil Naruto yang berada di dalam. Sontak Naruto langsung melangkah menuju pintu depan dan langsung terkejut setelah sampai di pintu Apartemennya.
"Kaguya-sensei. Sedang apa disini?" kejut Naruto setelah tau siapa tamunya.
"Apa kau lupa? kau sekarang dalam pengawasanku setelah kejadian kemarin," balas Kaguya membuat Naruto sedikit berpikir dan mengingat kejadian kemarin.
.
.
#Flashback On
.
Istirahat sekolah
.
"Baik anak-anak. Sampai disini dulu pelajaran hari ini," ucap Kaguya mengakhiri pengajarannya di kelas 11b yang memang jadwalnya untuk hari ini. Lalu Kaguya menoleh ke arah pojokan kelas ke arah Naruto. "Naruto-san, boleh Sensei minta tolong. Tolong bawakan buku tugas ini ke mejaku sekarang," sambungnya.
"Hai Sensei," singkat Naruto langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke meja guru untuk membawa tumpukan buku tugas dari siswa-siswi kelas tersebut. Lalu Naruto dan Kaguya melangkah keluar kelas bersamaan.
"Boleh Sensei bertanya sesuatu padamu, Naruto?" tanya Kaguya disela-sela langkahnya menuju ruang guru.
"Silahkan Sensei, tak ada yang melarang untuk bertanya," balas Naruto tanpa menoleh sambil terus melangkah dengan tumpukan buku di tangannya.
"Apa kau bisa merawat anak kecil yang kau tolong kemarin?" tanya Kaguya sedangkan Naruto hanya menghela nafas saja.
"Huh. Sudah kuduga, kemarin yang mengikutiku itu Sensei," kata Naruto membuat Kaguya sedikit terkejut.
"Darimana kau tau?"
"Sensei tak pandai bersembunyi, sangat terlihat jelas kemarin,"
"Ha ha masa," kikuk Kaguya karena acara Stalker di ketahui oleh orangnya. "Kau belum menjawab pertanyaanku tadi?" sambungnya bertanya lagi.
"Entahlah Sensei, aku merasa kasihan saja melihatnya, anak seumuran dengannya tidak seharusnya hidup di jalanan yang penuh kekerasan," kata Naruto tenang.
"Kau sepertinya tau karakteristik kehidupan jalanan ya?"
"Makanya aku menolongnya dari kehidupan jalanan. Karena aku sangat tau kerasnya jalanan. Yang kuat berkuasa yang lemah ditindas. Tak ada belas kasih sama sekali. Semuanya pahit tak ada manis-manisnya hidup di jalanan." Ujar Naruto tanpa sadar mengucapkan banyak hal membuat Kaguya terkejut dengan deskripsinya Naruto tentang kerasnya jalanan begitu detail seolah-olah pernah merasakannya, pikir Kaguya.
"Ka—"
"Maaf Sensei, sepertinya kita sudah sampai di ruang guru," belum sempat Kaguya bertanya sudah di potong oleh ucapan Naruto yang ternyata sudah sampai di depan pintu ruang guru.
Dan kemudian Kaguya dan Naruto memasuki ruang guru dan selang beberapa menit Naruto keluar lagi setelah menaruh tumpukan buku tugas di atas meja kerja Kaguya meninggalkan banyak tatap mata semua guru yang sekarang tertuju pada Kaguya.
.
" Sepertinya aku harus bertanya lagi, banyak sekali misteri yang tak kuketahui dari bocah itu." Batin Kaguya sambil menatap pintu ruang guru tempat Naruto keluar tak lama tadi dan menghiraukan semua pasang mata yang tertuju padanya.
.
#Kelas 11b
.
Karena Naruto sekarang sedang malas untuk pergi kemana-mana, maka Naruto kembali lagi ke kelasnya langsung duduk di kursinya dan menopang dagunya sambil melihat sisi luar sekolahan dari jendela kelasnya.
Hingga tak berselang lama acara santainya Naruto sedikit terganggu oleh kegaduhan dari luar kelasnya.
.
"LEPASKAN AKU SIRZECH! SEMUANYA TAK ADA HUBUNGANNYA DENGANNYA!"
"DIAM GRAYFIA! AKU INGIN TAU SIAPA YANG TELAH MERUBAHMU SEPERTI INI!
"LEPASKAN!"
.
BRAK!
"DIMANA YANG NAMANYA NARUTO!"
.
Tiba-tiba remaja berambut merah yang di temani 2 temannya sambil menyeret Grayfia dengan kasar langsung membuka pintu kelas 11b dengan kasar memanggil seseorang. Dan semua penghuni kelas terdiam langsung menunjuk sosok Naruto di pojokkan kelas yang masih tetap memandang luar kelas menghiraukan kegaduhan yang terjadi.
Dengan langkah angkuh sosok remaja berambut merah serta 2 temanya langsung melangkah ke tempat duduk Naruto.
BRAK!
"HEY BOCAH SIALAN! APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP GRAYFIA HA!"
Bentak sosok remaja berambut merah yang ternyata bernama Sirzech langsung mengebrak meja di hadapan Naruto. Dan Naruto tak bergeming sama sekali seolah-olah bentakkan Sirzech tak terdengar di telinga Naruto.
Karena merasa di acuhkan, tiba-tiba Sirzech mengepalkan tangannya dan melancarkan tinjunya kepada Naruto.
GREP!
Dan dengan mudah pukulan super cepat dan keras Sirzech ditangkap oleh Naruto.
"Tolong, biarkan aku menikmati kehidupan damaiku saat ini," ucap Naruto tanpa menoleh. Dan dengan cepat Sirzech melepaskan kepalannya dari gemgaman Naruto.
"Ajuka! Riser!" ucap Sirzech kepada kedua temannya. Seolah-olah tau maksud dari Sirzech. Ajuka dan Riser langsung menyeret Naruto dan memojokkannya di tembok. Dengan Ajuka memegang tangan kiri dan Riser memegang tangan kanan, sehingga Naruto terkunci pergerakannya. Tapi Naruto hanya memasang wajah biasa saja saat diperlakukan seperti itu.
BUGH!
Satu pukulan tangan Sirzech mendarat tepat di pipi Naruto sehingga wajah Naruto menoleh kesamping dengan sedikit darah di sudut bibirnya karena kerasnya tinju Sirzech.
BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!
seolah-olah belum puas meninju wajah Naruto. Kini tinjunya di arahkan ke perut Naruto berulang-ulang tanpa henti. Sehingga membuat murid-murid di kelas tersebut tak berani untuk menghentikan apa yang dilakukan Sirzech. karena mereka Senpai, mereka jadi lebih berkuasa terhadap Kohainya.
Hingga merasa bahwa Naruto sudah tak berdaya lagi. Sirzech mengakhiri pukulannya dan kedua temannya melepaskan kunciannya sehingga Naruto kini tersimpuh bersujud di di hadapan Sirzech sambil memegang perutnya.
.
"APA YANG KAU LAKUKAN! SIRZECH!/NII-SAMA!"
.
Tiba-tiba teriakan dari Grayfia dan Rias dari pintu kelas membuat Sirzech menoleh ke sumber suara.
"Jangan menggangguku! Kau tidak lihat apa! Aku sedang menghajar bocah sialan yang berani menghancurkan hubungan orang lain!" balas datar Sirzech menyahuti teriakan Grayfia dan Rias.
"Masalah kita tidak ada hubunganya denganya Sirzech!" kesal Grayfia dengan sifat Sirzech yang main hakim sendiri.
"Apa kau bilang Grayfia! Sudah jelas 2 hari belakangan ini kau dekat dengannya, apa maksudnya itu ha!" balas Sirzech menolak kenyataan.
"Apa hak mu mengurusi kehidupanku ha! Kita sudah putus 2 hari yang lalu! Kau tak punya hak lagi mengurusi kehidupanku!" balas sengit Grayfia!
"Apa kau bila--"
"Apa sudah selesai dramanya."
Tanpa disadari Sirzech dan kedua temannya tiba-tiba Naruto sudah berdiri dari ambruknya sambil menatap tajam Sirzech dengan darah dari sudut bibirnya masih membekas.
BUGH! BUGH!
Ajuka dan Riser langsung tersungkur ke belakang setelah tadi mencoba memegang Naruto kembali tapi di tinju dengan cepat oleh Naruto di wajahnya. Sontak Sirzech yang melihat itu langsung menggeratkan giginya sangat marah langsung menerjang Naruto.
BUGH!
Sirzech langsung membungkuk setelah ditinju dibagian perutnya dengan keras. Tiba-tiba Naruto memegang tengkuk Sirzech langsung menyeret ke arah mejanya dan seketika langsung mengangkat kepala Sirzech.
BRAK!
Tanpa berperasaan Naruto langsung membenturkan kepala Sirzech di meja tepat di hadapannya sehingga mejanya hancur setelah benturan keras kepala Sirzech. Dan Sirzech langsung pingsan seketika dengan darah yang keluar dari dahinya.
Lalu Naruto menoleh ke belakang tempat Ajuka dan Riser berada yang kini sedang mencoba berdiri karena tinju Naruto cukup keras di wajahnya.
BRUK!
Dengan wajah datar tanpa ekspresi. Naruto langsung membenturkan kepala Riser dengan tembok menggunakan kakinya dan seketika Riser langsung pingsan dengan darah keluar dari pelipisnya. Lalu Naruto langsung menoleh ke arah Ajuka yang sedang gemetar ketakutan melihat kesadisan Naruto.
"Ja-jangan mendekat!"
Tanpa memperdulikan ucapan ketakutan Ajuka. Naruto malah mendekati Ajuka dan langsung meraih kepala Ajuka.
BRUK!
Dan lagi-lagi Naruto membenturkan kepala Ajuka ke tembok sehingga membuat dahi Ajuka keluar darah dan pingsan di tempat.
"Di jalanan tak ada yang namanya belas kasih, sekali mengusik maka hancur."
Ucap dingin Naruto memandang ketiga remaja yang tergeletak pingsan dengan darah di kepala mereka masing-masing.
Tak ada yang berucap di kelas tersebut. Semuanya terdiam dengan mata yang terbuka lebar sambil menutup mulutnya karena terkejut sebab menyaksikan sisi terpendam Naruto yang jarang diperlihatkan kepada siapa pun.
"APA YANG TERJADI!"
Tiba-tiba tiga guru memasuki kelas tersebut setelah tadi diberi kabar oleh salah satu murid bahwa ada perkelahian di kelas 11b. Yaitu Kaguya, Kushina dan Jiraiya selaku wakil kepala sekolah.
Dengan cepat ketiga guru tersebut langsung melangkah menuju tempat kejadian dan langsung terkejut setelah melihat tiga murid kelas 12 yang tergeletak dengan kepala bersimbah darah dan Naruto berdiri di dekat mereka tanpa takut sama sekali melihat kehadiran guru disitu.
"Kau ikut aku ke ruang BK. Sekarang!" bentak Jiraiya kepada Naruto lalu Naruto melangkah mengikuti Jiraiya dengan darah di sudut bibirnya masih ada sehingga terlihat menakutkan di mata para murid lainnya yang melihat Naruto melintas di karidor.
.
#Skip time
.
Dan kini di ruang BK terdapat banyak orang. Di antaranya Tsunade dan Jiraiya selaku kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Kaguya dan Kushina selaku wali kelas 12a dan 11b. Serta Grayfia dan Shion selaku saksi yang melihat kejadiannya dan pastinya ada Naruto yang menjadi pelakunya saat ini. Sedangkan korban pukulannya sudah dibawa ke UKS untuk pemeriksaan.
"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi? Sehingga kau memukul 3 murid kelas 12 hingga pingsan." Tanya Tsunade mengintrogasi Naruto.
"Banyak yang melihat Kocho. Aku tau, apapun alasanku kau tak akan mempercayainya. Karena aku disini adalah pelakunya saat ini." Balas tenang Naruto membuat Tsunade menoleh ke arah Grayfia san Shion.
"Bisa kalian jelaskan kronologinya?" tanya Tsunade kepada 2 siswi disitu.
"Hai Kocho." Balas mereka berdua.
.
#Skip time
.
15 menit lamanya Grayfia dan Shion menjelaskan kronologi kejadian perkelahian di kelas 11b dan semua guru mengangguk mengerti atas apa yang dijelaskan oleh Grayfia dan Shion.
"Semuanya sudah dijelaskan oleh mereka. Jadi terserah, mau aku di skors kek, atau langsung dikeluarkan dari sekolahan ini juga tak masalah bagiku," ujar Naruto setelah Grayfia dan Shion menjelaskannya dan membuat semua pasang mata tertuju padanya.
"Di penjelasan tadi kau memang tidak bersalah karena tak memulai duluan. Tapi kau tetap salah karena membuat mereka seperti itu," kata Tsunade tenang. "Maka keputusanku selama 1 bulan kau dalam pengawasan guru agar tak terjadi kejadian ini terulang lagi," sambung Tsunade.
"Terserah." Singkat Naruto.
"Nanti sepulang sekolah ada guru yang akan menghampirimu sebagai pengawas dirimu mulai sekarang. Sekarang kalian kembali ke kelas kalian masing-masing," kata Tsunade memberitau kepada Naruto dan menyuruh ketiga murid di ruangan tersebut untuk kembali ke kelas masing-masing.
Tanpa basa-basi Naruto, Grayfia dan Shion langsung keluar dari ruangan dengan sopan.
"Na Naruto-kun, kau tak apa-apa kan, mana yang sakit biar ku obati," tiba-tiba Grayfia berucap penuh kekhawatiran kepada Naruto setelah keluar dari ruangan BK membuat Shion memiringkan kepala karena terheran dengan sikap peduli Grayfia dengan Naruto.
"Huh," langkah Naruto terhenti bahkan Grayfia dan Shion pun juga ikut terhenti langkahnya. "Kusarankan kau jangan mengganggu kehidupanku lagi Senpai. Ku akui, aku paling tidak suka hidupku diganggu oleh masalah-masalahmu yang melibatkanku," sambungnya membuat Grayfia diam mematung seolah-olah kata-kata Naruto adalah sebuah peringatan untuknya.
Tanpa pikir panjang Naruto kembali melangkah meninggalkan Grayfia yang diam mematung dengan ekspresi datar tercetak jelas di wajahnya.
"Hehe, jangan pernah mendekati Narutoku lagi ya Senpai," bisik Shion tepat di telinga Grayfia dan langsung pergi mengejar Naruto yang sudah melangkah jauh meninggalkan Grayfia yang berubah ekspresi menjadi kesal.
" Awas kau Kohai sialan! Jangan mimpi jika aku akan menyerah,"
batin Grayfia kesal terhadap Shion. Seolah-olah bisikan Shion sebuah tantangan untuknya.
.
#Kembali ke ruang BK
.
" Kocho, biarkan aku menjadi guru pengawas Naruto," tiba-tiba Kaguya menawarkan diri ketika melihat Tsunade dan Jiraiya sedang berunding siapa yang akan menjadi guru pengawas untuk Naruto. Sontak membuat semua pasang mata di ruangan tersebut menoleh ke arahnya.
"Apa kau yakin?" tanya Tsunade dan dijawab anggukan oleh Kaguya.
"Wow, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba seorang Kaguya-Sensei menawarkan diri dalam hal-hal merepotkan seperti ini. Kalau aku si ogah banget." Suara Kushina yang merasa heran dengan prilaku Kaguya saat ini.
"Jangan seperti itu Kushina-sensei, lagian jadwal mengajarku untuk setahun ini tak terlalu berat. Yah itung-itung pekerjaan tambahan untukku," sahut Kaguya tenang.
"Mencurigakan," dan dibalas tatapan aneh oleh Kushina tapi dihiraukan oleh Kaguya.
"Baiklah jika itu keputusanmu, nanti pulang sekolah mintalah alamat padanya dan kau bisa menghubungi wali muridnya," ujar Tsunade memberi keputusan dan dijawab anggukan oleh Kaguya.
Dan selanjutnya Kaguya dan Kushina keluar ruangan tersebut karena bel tanda istirahat telah berakhir dan langsung menuju kelas pengajaran mereka masing-masing hingga bel pulang sekolah.
Dan Kaguya pun menghampiri Naruto di kelasnya ketika pulang sekolah dan meminta alamat rumahnya. Tanpa menolak Naruto langsung menulis alamat tempat tinggalnya di secarik kertas dan diberikan kepada Kaguya dan langsung pulang untuk melanjutkan lagi rutinitasnya yaitu bekerja di Kedai Ichiraku.
.
#Flashback off
.
"Ini hari minggu Sensei. Bukannya pengawasannya hanya di sekolahan saja," kata Naruto setelah mengingat kejadian kemarin.
"Jangan membantah. Kau itu dalam pengawasan penuh, jadi mau hari libur atau ngaknya tetap dalam pengawasanku," sangkal Kaguya menolak pendapat Naruto.
"Huh, terserah dirimulah Sensei," balas singkat Naruto lalu kembali masuk Apartemennya dan melanjutkan lagi acara membuat sarapan untuk Mirai dan dirinya.
" Hmm, untuk seukuran bocah yang tinggal sendirian tanpa orang tua cukup rapih juga tempat tinggalnya,"
Batin Kaguya kagum setelah memasuki Apartemen Naruto sambil melihat sekeliling ruangan yang terlihat rapih dan bersih sejauh mata melihatnya.
.
CKLEK!
.
Tiba-tiba pintu di sebelah Apartemen Naruto terbuka dan menampakkan sosok Kushina yang tolah-toleh seperti mencari sesuatu.
"Perasaan tadi aku mendengar suara Kaguya-sensei disini? Ah, hanya perasaanku saja kali ya?" gumam Kushina lalu kembali lagi masuk Apartemennya.
Dan tanpa diketahui oleh Kushina, sosok yang dicari ternyata telah masuk ke Apartemen sebelah yang kini sedang terkagum-kagum melihat keterampilan sosok yang sedang berada di dapur Apartemen tersebut.
.
.
Next...
.
Yo! Kembali lagi dengan fic sederhana buatanku...
See you next chap...
