THE PACIFIER IS FRAGILE
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Rate : M
Genre : romansa, friendship, humor
Pair : nanti saja
Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin bayak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, gaje, ooc dan lain sebagainya)
.
.
CHAPTER 7
.
#Kedai Ichiraku (Malam)
.
Tap! Tap! Tap! Tap!
Dengan langkah santai Naruto menuju dapur Kedai dengan jaket berhoodie sudah berada di genggaman tangan kanannya.
Set!
Langkah Naruto terhenti tepat di bibir pintu dapur kedai dan pandangannya mengarah sosok pria paruh baya yaitu Touchi yang sedang memasak hidangan untuk pelanggan kedai.
"Paman, aku ijin pulang sekarang ya?" kata Naruto meminta ijin dengan nada sopan.
Touchi menoleh ke arah Naruto. "Tumben sekali kau minta ijin lebih awal, Naruto?" heran Touchi yang tak biasanya Naruto meminta ijin lebih awal.
"Aku sedikit tak enak badan, mungkin istirahat lebih awal bisa memulihkanku nanti," balas Naruto memberi alasan.
"Oooo, yasudah. Kau boleh pulang sekarang dan istirahatlah," kata Touchi memberikan ijin.
Naruto tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih paman," lalu Naruto berbalik badan.
"Hey Nak,"
Langkah Naruto terhenti tepat baru satu langkah dan langsung berbalik badan menoleh ke arah Touchi. "Ya Paman?"
"Apakah kau tak mau bawa makanan dari sini untuk Mirai?" tanya Tauchi.
"Ah tak perlu Paman, di Apartemen masih ada makanan kok," tolak Naruto.
"Oh yasudah kalau begitu," singkat Touchi.
Naruto mengangguk lalu berbalik badan dan kembali melangkah keluar kedai sambil memakai jaket hitam berhoodienya.
Ucapan dan tindakan memang jauh berbeda, seperti yang dilakukan Naruto saat ini. Bukannya pulang menuju Apartemennya, kini Naruto melangkah ke gang sempit sebelah Kedai dan mengambil suatu barang yang di letakan di samping tempat sampah. Dan ternyata apa yang di ambil adalah sebuah tongkat baseball yang keras.
Naruto kembali keluar dari gang tersebut dan melangkah menuju arah berlawanan dari arah menuju Apartemennya dengan tongkat baseball yang di genggam tangan kirinya dan diposisikan di atas pundak kirinya.
Sambil terus melangkah entah ke mana, tiba-tiba tangan kanan Naruto merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan bungkusan rokok. Kemudian Naruto membuka bungkusan rokok tersebut dan mengambil satu batang rokok dengan mulutnya. Lalu Naruto mengembalikan bungkusan rokok tersebut ke kantong jaketnya dan berganti mengeluarkan sebuah korek api dan langsung menyalakannya, kemudian apinya di arahkan ke ujung batang rokoknya.
Seeeeeeep... Huuuuus...
Asap tebal pun keluar dari mulut, hasil menghisap asap dari rokok dan di keluarkan kembali. Kemudian menaruh kembali koreknya di kantong jaketnya.
Sambil terus melangkah dengan tampang santai plus sebatang rokok di jepit oleh jari tangan kanannya dan sesekali menghisap kembali rokok tersebut dan hasilnya asap keluar dari mulut Naruto.
"Woy Naruto-san! Kau mau ke mana dengan pemukul baseball seperti itu?"
Langkah Naruto terhenti dan langsung menoleh ke arah samping kirinya, dan ternyata di seberang jalan ada pria paruh baya salah satu pelanggan kedai yang sudah akrab dengan Naruto.
"Ah, Biasa Paman. Mau mengusir kucing liar yang mengotori lingkungan di daerah timur," sahut Naruto memberi alasan.
"Ooo, usir semuanya Naruto-san. Memang mengganggu sekali kucing liar yang banyak berkeliaran di kota ini akhir-akhir ini," kata pria di seberang jalan mengangguk mengerti tanpa tau maksud dari ucapan Naruto.
Naruto mengacungkan jempol tangan kanannya. "Oke, siap paman," balas Naruto sambil cengengesan.
Pria di seberang jalan mengangguk mengerti dan Naruto kembali melangkah menuju tempat tujuannya yang di maksud tersebut dengan sebatang rokok sebagai teman perjalanannya.
.
#Markas Timur Akatsuki
.
Beda hal dengan Naruto yang sedang melangkah santai di jalanan kota. Di suatu tempat tersembunyi di kota Kuoh, tempat itu di jadikan tempat perkumpulan suatu Geng Jalanan yang disebut Akatsuki, dengan ciri khas lambang awan merah di aksesoris jaket setiap anggota Geng tersebut.
"Konan! Jam berapa sekarang?"
Tanya seorang pria dengan rambut oren jabrik serta banyaknya tindik di masing-masing telinganya, bernama Yahiko, sekaligus pemimpin Geng Akatsuki.
"22:07,"
Jawab satu-satunya wanita di ruangan tersebut yang berada tepat di samping pria yang bertanya, yang ternyata bernama Konan.
Lalu Yahiko menatap ke arah anggota Akatsuki di depannya. "Siapa yang belum berkumpul?" tanyanya.
"Itachi barusan keluar buang air," jawab pria berambut kuning yang diikat ekor kuda, si Deidara.
"Cih!"
Desis Yahiko nampaknya tak suka mendengar jawaban dari Deidara. Lalu Yahiko menoleh ke arah pria berambut merah. "Sasori! Cepat susul Itachi untuk datang kesini. Kita akan berangkat sekarang." Perintahnya.
"Baik Ketua." Balas singkat Sasori lalu melangkah ke arah pintu keluar markas tersebut.
Tiba-tiba Yahiko tersenyum menyerigai. "Dengan begini dia akan terpancing bila tempat pekerjaannya ku acak-acak." Serigai Yahiko tambah lebar. "Dan sebentar lagi juga dia akan tunduk di hadapanku. HAHAHAHAHA!" ucapnya yang di akhiri tawa senangnya.
"HAHAHAHAHAHA! SAATNYA PEMBALASAN!"
Dan diikuti para anggota Akatsuki lainnya yang ikut tertawa senang seperti sang ketuanya. Tapi tidak bagi Konan yang entah kenapa malah merasa cemas dan Khawatir entah karena apa.
BUGH!!!!
Orang-orang di dalam ruangan terdiam dan langsung menoleh ke arah pintu keluar ruangan tersebut setelah mendengar suara benturan suatu benda dari luar ruangan tersebut.
BRAAAAAK!
Yahiko serta yang lainnya di dalam ruangan tersebut langsung melebarkan mata terkejut saat mengetahui pintu ruangan tersebut jebol, dan di susul Sasori yang terpental ke dalam ruangan dengan kondisi sudah pingsan serta darah segar yang mengalir dari pelipisnya.
"Tak perlu memancingku, aku sudah datang dengan sendirinya,"
Wusssssss...
Dan yang di kejutkan oleh Yahiko dkk adalah sosok Naruto yang berada di ambang pintu dengan tongkat baseball di genggaman tangan kanannya yang ditumpangkan di atas pundaknya, serta sebatang rokok di tangan kirinya. Dengan santai mengeluarkan asap rokok yang dihisapnya dari mulutnya.
Yahiko menatap sengit Naruto. "Kau...!" desisnya.
Seakan tak takut dengan tatapan Yahiko, Naruto kembali menghisap rokoknya.
Wuusss...
Naruto kembali mengeluarkan asap rokoknya dari dalam mulutnya. "Siapa duluan?"
"Serang dia!"
4 anggota Geng Akatsuki yaitu Kisame, Kakuzu, Hidan dan Deidara bergerak ke arah Naruto dengan kepalan tangan yang sangat erat, kecuali Sasori yang sudah tak sadarkan diri, Itachi yang tak terlihat setelah keluar ruangan, Konan yang terdiam entah karena apa di samping Yahiko yang sedang menatap benci Naruto.
Hidan dan Deidara melangkah sangat cepat, dengan kepalan tangan siap di lancarkan ke target.
""AKAN KUBALAS KAU!""
Naruto tersenyum tipis. " Baka..." desisnya saat Hidan dan Deidara semakin mendekat.
Ctik!
"Au! Mataku! Mataku!"
Rintih kesakitan Deidara setelah mendapat lemparan puntung rokok yang menyala tepat mengenai mata kirinya.
Grep!
Duagggh!
Hidan langsung terpental ke samping saat dengan cepat Naruto memukul pinggang sampingnya dengan tongkat baseballnya.
Buggggh!
Naruto langsung membungkuk dan mundur beberapa langkah, karena tak sempat menghindar pukulan Kakuzu di perutnya.
Braaak!
Sebuah kursi menghantam punggung Naruto hingga hancur berantakan, dan pelakunya adalah Kisame. Walaupun terasa sakit, Naruto belum ambruk sepenuhnya karena masih menyangga tubuhnya dengan tongkat basseballnya.
Grep! Grep!
Klontang!
Kakuzu dan Kisame memegang masing-masing tangan Naruto, sehingga tongkat baseballnya terjatuh di lantai, dan di hadapannya nampak Deidara sedang mengepalkan tangannya dengan kondisi mata sebelah kiri dipejamkan.
Buagh!
Pukulan keras mendarat tepat di pipi kanan Naruto. "Ini belum seberapa,"
Buagh!
"Ohok!"
Naruto langsung terbatuk setelah di hantam dadanya dengan keras oleh Deidara. "Giliranku." tiba-tiba Hidan berdiri di hadapan Naruto dan sudah siap melancarkan tinju tangannya.
Buagh!
Bukan Naruto yang terpental mundur, melainkan Hidan sendiri yang terjungkal ke belakang karena tendangan dari Naruto tepat di perutnya.
Brak!
Buagh!
Naruto menginjak kaki Kakuzu sehingga tangan kananya terlepas, dan dengan cepat langsung menghantam wajah Kisame.
Kini kedua tangannya telah terbebas, langsung mendekati Hidan yang membungkuk memegangi perutnya di hadapannya.
Duagh!!!!!
Hidung berdarah dan gigi Hidan tanggal sampai 2 biji, setelah tanpa perasaan, Naruto menendang wajah Hidan hingga terjungkal ke belakang.
Grep!
Kepalan tinju Deidara dari belakang Hidan langsung ditangkap dengan mudah.
Set!
Bugh! Bugh! Bugh! Bugh!
Perut Deidara menjadi sarang lutut Naruto setelah dengan cepat kepalannya di tarik paksa.
Grep!
Naruto memegang leher belakang Deidara kemudian diangkat.
"Hen..."
Buagh!!!!!!
Ucapan Deidara tak dapat diteruskan, karena langsung tergeletak tak sadarkan diri dengan dahinya yang bersimbah darah segar setelah dengan keras kepalanya di benturkan di lutut Naruto.
Bugh!!!!
Naruto langsung berlutut, setelah mendapat pukulan telak dari Kakuzu tepat di tengkuknya.
Sreeeeeek!
Dari belakang, nampak Kisame melangkah mendekati Naruto yang masih berlutut, serta pemukul baseball berada di tangannya.
Kisame menyerigai sambil mengangkat pemukul baseballnya ke atas. "Pergilah ke Neraka!"
Wush!
Buagh!!!
Kisame terpental ke samping, "Sepertinya masih sempat," Naruto langsung tersenyum saat tau siapa pemilik suara tersebut.
Brak!!!!!
Yahiko menggebrak meja dengan keras. "APA MAKSUDMU ITACHI!" Bentaknya sambil menatap tajam Itachi.
Bugh!!!
Kakuzu terpental ke belakang setelah dengan cepat Itachi menendangnya, lalu berdiri di samping Naruto untuk mencoba membantu Naruto berdiri.
Itachi balik menatap Yahiko. "Sadarilah. dari awal aku bukan anggota Geng ini. Aku memiliki jalan kehidupan sendiri dengan caraku sendiri."
"Grrrrrrttttttt!!!!"
Bugh!!
Itachi menendang tanpa menoleh ke belakang saat tau di terjang oleh Kisame dari belakangnya.
"Biarkan ini aku yang urus,"
Naruto hanya mengangguk pelan. Lalu mengangkat kepalan tangannya ke arah Itachi. Seakan sudah tau, Itachi juga mengangkat kepalan tangannya.
Tuk.
Kepalan tangan mereka menyatu. "Thank," ucap Naruto tersenyum, dengan darah yang menghiasi bibirnya.
"Hn."
Naruto langsung menatap ke arah Yahiko yang sudah berdiri dari duduknya sedang menatap sengit mereka berdua.
Buagh!
Brakk!
Hidan yang tergeletak tapi masih sadar, langsung terseret sampai menabrak meja di hadapan Yahiko hingga hancur setelah di tendang oleh Naruto.
"Kemari kau sialan! Urusanku denganmu! Anjing!" bentak Naruto sambil menunjuk Yahiko.
Brak!
Brak!
"Mulutmu oke juga ya," ujar Yahiko sambil menyingkirkan pecahan-pecahan meja di hadapannya dan melangkah mendekati Naruto dengan tatapan sengitnya.
Tap!...Tap!
Tap! Tap! Tap! Tap!
Bruukkk! Duagh!!!!!
Yahiko berlari langsung menyeret Naruto dan di benturkan ke tembok ruangan.
Bugh! Bugh! Bugh!
Berkali-kali Yahiko menghantam perut Naruto dengan brutal. Menahan rasa sakitnya, kedua tangan Naruto terangkat dengan kepalan tangannya di satukan.
Bugh!!!!!
Yahiko sedikit membungkuk, lalu Naruto memegang tengkuk Yahiko.
Plak!
Buagh!!!
Yahiko langsung menyingkirkan tangan Naruto lalu di susul pelancaran pukulan tangannya di pipi kanan Naruto, sontak Naruto langsung sempoyongan ke samping serta darah yang keluar dari mulutnya.
Bugh!
"Au!"
Naruto langsung berjongkok dan alhasil tinju Yahiko mengenai tembok ruangan sehingga membuatnya meringis kesakitan di tangannya.
Tak ingin menyianyiakan kesempatan saat Yahiko memegangi tangannya yang kesakitan, Naruto langsung memungut balok kayu pecahan kursi di hadapannya.
Duagh!!!
"Sialan!"
Yahiko mengumpat kesal saat memblok balok kayu yang mengarah padanya dengan tangannya.
Buagh!
Belum sempat memblok balok kayu yang mengarah padanya lagi, Yahiko langsung sempoyongan ke samping saat sangat cepat balok kayunya mengenai kepala sampingnya.
Byarrr!
Balok kayu untuk memukul Yahiko langsung pecah saat cepat Yahiko menghindarinya dengan mundur ke belakang dan balok kayu tersebut mengenai lantai.
Duagh!!!
Naruto sempoyongan ke belakang setelah mendapatkan pukulan dari Yahiko tepat di wajahnya. Yahiko langsung menarik kerah jaket Naruto dan tangan kanannya mengepal ke belakang.
Duagh!
Belum sempat Yahiko menghantam Naruto kembali, Yahiko dibuat sempoyongan ke belakang setelah Naruto membenturkan kepalanya ke kepala Yahiko.
Kini kondisi mereka berdua sama-sama sempoyongan dan selanjutnya saling mendekat jual beli pukulan, entah di wajah, punggung dan anggota tubuh lainnya semua mereka lancarkan terus menerus.
Sedangkan untuk Itachi telah membuat Kisame dan Kakuzu tergeletak tak sadarkan diri, walau bibirnya sedikit bekas darah mengalir. Tak ada niatan bagi Itachi untuk membantu Naruto, karena itu urusan yang harus di selesaikan oleh mereka berdua.
Sedangkan di sisi ruangan, Konan dibuat terdiam tak bisa berbuat apa-apa. Tangannya mengepal sangat erat sambil menggigit bibir bawahnya dengan perasaan bercampur aduk tak tentu melihat perkelahian Naruto dan Yahiko di hadapannya.
15 menit berlalu, Naruto dan Yahiko benar-benar sempoyongan, bangkah untuk bergerak saja sepertinya tak mampu lagi, tapi tekad untuk saling mengalahkan telah merasuki mereka, sehingga melupakan rasa sakit pada tubuhnya.
Mereka berdua sedang mencoba bangking berdiri dengan luka yang menghiasi wajahnya dan darah yang menghiasi pakaiannya.
Dan nampaknya Naruto bangkit terlebih dahulu langsung melangkah sempoyongan mendekati Yahiko.
Duagh!!
Yahiko langsung terpental dan ambruk lagi setelah di tendang kepalanya oleh Naruto.
"Ohok!"
Yahiko berbatuk darah, saat kaki kanan Naruto menginjak dadanya dan ditekan.
"Jangan pernah mengusik orang-orang di sekitarku,"
Set!
Duagh!
Dengan cepat Naruto langsung menendang kembali kepala Yahiko setelah mengeluarkan ancamannya, dan kali ini Yahiko benar-benar tak sadarkan diri.
"Hoek!"
Naruto memuntahkan darah, sambil menahan sakit sekujur tubuhnya, Naruto berbalik badan dan mencoba melangkah sempoyongan menuju ke arah Itachi di ambang pintu keluar.
Duagh!
Naruto tiba-tiba membungkuk, tanpa tak terduga Konan memukul Naruto dengan tongkat basseball yang Naruto bawa tadi.
Klontang!
Tiba-tiba Konan menjatuhkan tongkat baseballnya sambil melangkah mundur saat Naruto berbalik badan dan mendekatinya dengan tatapan tajamnya.
Hingga langkah mundur Konan terpojok oleh tembok, menatap takut sosok Naruto di hadapannya.
Konan memejamkan matanya saat melihat Naruto mengepalkan tangannya ke belakang. "Maafkan aku," batin Konan.
Buagh!!!!!
Lama Konan tak merasakan pukulan Naruto, dengan perlahan ia membuka mata dan langsung melebarkan mata tak percaya karena pukulan Naruto di arahkan ke tembok tepat di samping kepalanya.
"Jadilah seorang wanita yang patut di anggap wanita, Konan,"
Konan langsung tersimpuh di hadapan Naruto dengan mata yang sudah berkaca-kaca akan mengeluarkan air matanya.
"Haik Naru-kun, maafkan aku,"
Naruto langsung berbalik badan dan melangkah sempoyongan menghampiri Itachi,
Grep!
Dengan sigap, Itachi merangkul tangan Naruto sekedar membatunya untuk berjalan dan mereka berdua melangkah keluar markas Akatsuki bersamaan dengan Itachi yang membantu Naruto berjalan.
Dan kini di ruangan tersebut hanya Konan saja yang tak tergeletak seperti yang lainnya sedang terisak sedih di ujung tembok.
"Maafkan aku Naru-kun, maafkan aku yang tak mendengar nasehatmu dulu, hiks, hiks,"
.
Sedangkan Naruto yang di bantu berjalan oleh Itachi sedang melangkah menuju Apartemen Naruto, untung saja jalanan sepi, jadi kondisi mereka berdua tak mendapat kecurigaan orang-orang.
"Kenapa kau tak memukul Konan?" tanya Itachi.
"Huh," Naruto menghela nafas. "Buat apa?"
"Aku dan dia itu sama-sama orang yang di selamatkan olehmu saat menghadapi kerasnya jalanan, tapi dia tidak berterima kasih padamu dan malah memukulmu tadi," ujar Itachi.
"Biarkan saja, semua orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,"
"Baiklah kalau menurutmu begitu,"
Tiba-tiba Naruto menoleh ke arah Itachi. "Ngomong-ngomong kau akan tinggal di mana? Tak mungkin kan kau kembali ke keluargamu yang tak memperdulikanmu," tanya Naruto memastikan sesuatu.
"Aku sudah nyaman menjalani kehidupanku seperti ini," balas santai Itachi lalu tersenyum tipis membuat Naruto curiga dengan senyumannya. "Apartemenmu masih ada kamar kosong kan?"
"Sudah kuduga," Naruto menghela nafas sudah tau maksud ucapan Itachi. "Baiklah, kau boleh tinggal di Apartemenku dan sekalian untuk menjaga adik angkatku saat kutinggal sekolah,"
Itachi hanya mengangguk, dan sepertinya Itachi tak terkejut sama sekali saat mendengarnya, karena Itachi sudah tau sebenarnya siapa adik angkat yang di maksud Naruto.
.
#Keesokan harinya
.
"Pagi anak-anak!"
"Pagi Sensei!"
Kaguya langsung melangkah ke meja mengajarnya dan membuka buku absen kelas.
"Apakah ada yang tidak masuk kelas hari ini?"
Tiba-tiba Issei mengangkat tangannya. "Naruto sedang sakit Sensei,"
Kaguya terdiam. "Sakit?" bingung Kaguya dan Shion bersamaan.
Tiba-tiba salah satu murid perempuan angkat tangan, sontak Kaguya menoleh ke arahnya. "Menma- kun juga tidak berangkat hari ini Sensei,"
"Menma katanya pindah sekolah di Tokyo," jelas Kaguya memberitau.
Para murid di kelas tersebut mengangguk mengerti, tapi tidak bagi fans girl Menma yang terlihat kecewa atas pindahnya Menma.
"Yahh..." pasrah para fans girl Menma.
"Baik anak-anak, kita mulai pelajaran hari ini,"
Dan pelajaran di kelas tersebut di mulai, entah kenapa Kaguya mengajar terasa begitu lama, padahal perasaannya ingin cepat-cepat menyelesaikan jadwal mengajarnya untuk hari ini.
.
#Skip Istirahat
.
"Baik anak-anak. Pelajaran hari ini selesai sampai disini,"
"Baik Sensei,"
Tanpa permisi seperti terburu-buru, Kaguya langsung keluar kelas tersebut langsung menuju ruang guru dengan cepat. Sontak kebiasaan Kaguya yang tak biasa membuat murid-murid di kelas terheran-heran, bahkan Grayfia dan Serafall yang berpapasan dengan Kaguya di karidor juga merasa heran melihat kebiasaan tak biasa Kaguya yang sedang terburu-buru melangkahnya.
"Fia-tan. Kaguya- Sensei sedang kena apa ya?" Bingung Serafall di samping Grayfia.
"Aku tidak tau Sera- Chan," balas singkat Grayfia. "Aneh?"
Tidak mau memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Kaguya. Grayfia dan Serafall kembali melangkah dan ternyata tujuannya adalah kelas yang tadi Kaguya mengajar.
Grayfia langsung tolah-toleh seperti mencari sesuatu yang berada di kelas tersebut, nampaknya apa yang di cari tak ketemu sehingga membuat Grayfia terus tolah-toleh menerus.
"Naru-kun tidak berangkat hari ini, Senpai,"
Grayfia menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa bisa begitu?" bingung Grayfia.
"Katanya sakit,"
"Apa kau tau alamat rumahnya?"
"Kalaupun aku tau alamatnya, mana mungkin akan memberitaumu Senpai. Mending buatku sendiri,"
"Cih!" Grayfia mendesis kesal, langsung berbalik badan dan menyeret Serafall keluar dari kelas tersebut.
"Pelan-pelan Fia-tan,"
Ucap Serafall yang terus ditarik pasak oleh Grayfia. Tapi Grayfia terus menghiraukannya, malah semakin cepat menyeretnya.
Grayfia kembali ke kelas dan langsung tolah-toleh seperti sedang mencari sesuatu. Akhirnya apa yang di cari ketemu dan arah matanya tertuju pada sosok Ayame yang sedang menggosip dengan Yugou di deretan bangku kedua dari depan sebelah kanan. Grayfia melangkah mendekati tempat Ayame, dan masih menyeret Serafall.
"Ayame-san, apa kau tau alamat rumahnya Naru-kun?"
Ayame dan Yugou menaikkan sebelah alisnya, mereka melirik ke arah Grayfia. "Untuk apa kau menanyakannya?"
"Huh," Grayfia menghela nafas. "Katanya Naru-kun sakit, jadi aku ingin mengunjunginya,"
"Tidak usah." Ucap dingin Ayame.
"Ayolah Ayame-san, aku ingin mengun--"
BRAK!
Semua siswa-siswi yang berada di kelas tersebut terkejut setelah Ayame menggebrak mejanya, dan semua pasang mata sekarang tertuju padanya.
Ayame berdiri lalu menghadap Grayfia dengan wajah datarnya. "Kukatakan padamu, Grayfia! Jangan pernah mencampuri kehidupan Naru lagi!" Ucapnya membentak.
Grayfia terdiam, tapi tidak bagi Serafall yang malah menatap tajam Ayame. "Jaga ucapanmu!" bentak Serafall tak suka Grayfia di bentak oleh Ayame.
Ayame menoleh ke arah Serafall. "Katakan kepada temanmu ini. Untuk jangan ikut campur kehidupan orang lain." Ucapnya sambil menunjuk Grayfia.
"Kau--"
"Maaf,"
Grayfia berucap lirih, memotong ucapan Serafall yang ingin membalas bentakan Ayame.
Grayfia menunduk langsung berbalik badan melangkah keluar kelas tersebut dan langsung di ikuti Serafall di belakangnya.
Sudah menjadi hal biasa jika Ayame akan berlaku kasar kepada siapa pun jika menyangkut Naruto. Semua murid sudah tak heran lagi karena sudah tau kedekatan antara Ayame dan Naruto di sekolahan itu.
"Huh." Ayame menghela nafas, kemudian duduk kembali. Hening, tak ada yang bersuara di kelas tersebut. Bahkan Yugou, teman sebangku Ayame terdiam karena heran dengan kejadian barusan.
.
#Skip Apartemen Naruto (Sore)
.
Mummi, mungkin pantas disebutkan untuk Naruto dan Itachi saat ini.
Mereka berdua duduk rebahan di sofa empuk sedang menonton acara di Tv, dengan tubuh mereka yang di balut perban di sekujur tubuhnya. tak tanggung-tanggung, perban yang melilit kepala mereka hanya menyisakan area mulut dan matanya saja yang tak di perban.
"Nii-san kecelakaannya seperti apa si? Bisa-bisa Nii-san seperti ini, Mirai khawatir tau saat tadi malam Nii-san pulang dengan luka sebanyak itu,"
Tanya Mirai, ia sedang menyuapi bubur untuk Naruto karena tangannya tak bisa bergerak, mungkin sakit. Sedangkan Itachi bisa memakan bubur sendiri tanpa bantuan suapan. Dan pastinya bubur buatan Mirai.
"Mirai tak perlu Khawatir, Nii-san akan sembuh kok sebentar lagi,"
Ucap Naruto, sedangkan Mirai hanya terdiam. Naruto tau ucapan Mirai penuh kekhawatiran dan ketakutan. Bukan ketakutan melihat Naruto penuh luka tadi malam, melainkan takut kehilangan sosok dirinya.
Ting! Tong!
Suara bel Apartemen Naruto berbunyi, nampaknya ada seseorang yang memencet bel Apartemennya.
"Mirai- Chan, bisa kau lihat siapa tamu Nii-san,"
Mirai mengangguk, ia meletakkan mangkuk buburnya di atas meja kecil, kemudian beranjak dari duduknya menuju pintu Apartemen.
Cklek!
Krieeeeet!
Pintu Apartemen terbuka. "Hello Mirai- chan," ucap Kaguya sambil tersenyum menyapa Mirai.
"Tante Kaguya."
Twich!
Perempatan muncul di kepala Kaguya. "Sialan ini bocah!" batin Kaguya kesal, mencoba mempertahankan ekspresi senyumannya agar kekesalannya tak diketahui oleh Mirai.
"Naruto-kun ada?"
"Ada tante, masuk saja," ucap Mirai mempersilahkan Kaguya masuk.
Kaguya langsung masuk, mengikuti Mirai yang melangkah di depannya. Hingga tak berselang lama langkah mereka sampai di ruang tengah Apartemen Naruto, seketika Kaguya langsung membulatkan mata terkejut.
"Na-Naruto-kun. Kau kenapa?"
Panik dan cemas menyelimuti perasaan Kaguya saat melihat kondisi seluruh tubuh Naruto yang di balut oleh perban.
"Tidak apa-apa Sensei. Hanya kecelakaan tadi malam,"
Tanpa sadar Kaguya mendekati Naruto dan langsung duduk di samping kiri Naruto. "Mana yang sakit? Apa sudah di obati?" cemas Kaguya sambil mencoba mengecek tubuh Naruto.
Sedangkan Itachi di samping kanan Naruto di buat heran dan tercengang melihat kepanikan Kaguya terhadap muridnya yang terbilang berlebihan menurutnya.
"Aku dilupakan,"
Batin Itachi, padahal ia adalah siswa Kuoh Gakuen kelas 12 yang jarang masuk sejak 1 bulan yang lalu karena masalah keluarga. Tapi sekarang ia merasa dihiraukan oleh Naruto dan Kaguya yang seharusnya tau kalau ada dirinya di situ.
Sedangkan Naruto yang diperlakukan seperti itu oleh Kaguya merasa heran. "Ada yang aneh dengan Kaguya-Sensei," batinya bingung.
Tiba-tiba Kaguya terdiam, ia berpikir atas apa yang sedang ia lakukan sekarang ini.
.
.
.
"Kenapa aku melakukan hal seperti ini ya?"
.
.
.
Next...
.
Yo! Kembali dengan Fict saya, karya dari Author gila sepertiku yang seenak jidatnya asal buat Fict, wkwkwkwk..
.
PEMBERITAHUAN! Saya mau Hiatus sementara sampai akhir bulan Februari. Kenapa saya Hiatus? Begini, saya asli orang Jawa, khususnya Wonosobo, Jawa tengah. Dan sekarang saya sedang di Jambi untuk menghadiri pernikahan sepupu saya dan akan kembali akhir bulan Februari. Dan alasan saya Hiatus Cuma 1, Sinyal di tempat saya sekarang berada sangat susah, ini saja saya Update selagi pergi ke kota besarnya yang jaraknya membutuhkan 1 jam agar bisa sampai ke kotanya.
Dan nanti setelah saya kembali ke Jawa, STRONG FATHER akan Update lebih dari 4 Chapter sekaligus, dan Fict-Fict yang lainnya termasuk yang ini juga hanya Update 1 Chapter saja di masing-masing Fict selain STRONG FATHER.
Jangan banyak protes kenapa cuam STRONG FATHER nanti yang bakal Update banyak. Itu karena ide saya mengalir di Fict story itu, yang lainnya Cuma sisa-sisa ide.
.
Dan tolong ingatkan saya saat nanti sudah bulan Maret jika kelupaan Updatenya, Oke.
.
Oke itu saja pemberitahuan dari saya... Bye.
