THE PACIFIER IS FRAGILE
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Rate : M
Genre : romansa, friendship, humor
Pair : nanti saja
.
Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin banyak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, gaje, ooc dan lain sebagainya)
.
.
CHAPTER 14
.
#Pagi, Ruang kepala Sekolah...
.
Saat ini, Tsunade Senju sang kepala sekolah sedang meneliti beberapa dokumen penerimaan siswa baru untuk sekolahannya. Di hadapannya telah ada 5 siswa baru yang akan masuk mulai hari ini, dan yang paling mengejutkan bagi Tsunade adalah mereka semua itu kembar identik.
Itu cukup bagus.
Tapi bagi Tsunade sangat tak menyangka jika mereka semua adalah siswa rekomendasi dari perusahaan kosmetik Einzbern di kota Kuoh.
Yang pertama adalah Nakano Ichika, dia adalah seorang Model untuk perusahaan Einzbern. Banyak produk Kosmetik Einzbern yang berlogo dirinya, Tsunade seharusnya tak terkejut karena hal itu, dia sudah tau.
Kemudian untuk yang lainnya adalah Nakano Nino, Nakano Miku, Nakano Yotsuba dan Nakano Itsuki, mereka adalah saudara Ichika, dan mereka bukanlah Model seperti Ichika. Tsunade tak ingin tau alasan mereka bersekolah disini, karena setaunya yang direkomendasikan hannyalah Ichika.
Tapi ada hal yang membuat Tsunade sangat-sangat terkejut setelah melihat semua dokumen mereka, hanya satu pemikiran yang terlintas di kepala Tsunade.
Mereka adalah karakter siswa bodoh.
Tsunade sudah meneliti dengan cermat dokumen mereka, terutama nilai-nilai mereka. Tak akan berubah walau berapa kali Tsunade liat, nilai mereka di bawah standar.
"Ehem..." Tsunade berdehem untuk mengurangi rasa terkejutnya atas nilai mereka, dia harus tetap berwibawa layaknya seorang kepala sekolah sewajarnya, dan setelah berpikir panjang, akhirnya Tsunade menemukan kelas mana yang pantas untuk mereka.
"Baik, untuk Nakano Ichika, Nakano Nino dan Nakano Miku, kalian masuk di kelas 11b,"
"Haik," jawab mereka bertiga yang disebutkan oleh Tsunade.
"Lalu, untuk Nakano Yotsuba dan Nakano Itsuki, kalian masuk di kelas 11c,"
"Haik," jawab mereka berdua yang disebutkan oleh Tsunade.
"Setelah ini akan ada guru kelas kalian yang akan menjemput kalian," ucap Tsunade meneruskan, dan mereka berlima hanya mengangguk mengerti.
Hingga beberapa saat kemudian guru kelas yang dimaksud datang, yaitu Uzumaki Kushina wali kelas 11b dan Uchiha Mikoto wali kelas 11c yang menjemput mereka siswa baru.
.
.
.
#Kelas 11b
.
"YOOOOSSSAAAAAA! SISWA BARU MASUK KELAS KITA!"
Kegaduhan menjadi-jadi untuk kaum Adam ketika mengetahui ada siswa baru yang masuk kelas mereka, apalagi yang masuk kelas mereka adalah cewek-cewek cantik yang seketika membuat mereka semangat.
Mungkin kelas 11c juga sama hebohnya seperti kelas ini.
Ada yang aneh bagi Issei, matanya sukses membulat ketika melihat mereka, nampaknya dia mengenal mereka.
"Baik Nakano-san, kalian boleh memperkenalkan diri kalian masing-masing secara bergantian," Kushina menginstruksi mereka untuk memperkenalkan diri mereka.
"Namaku Nakano Ichika, mohon bantuannya,"
"Namaku Nakano Nino, mohon bantuannya,"
"Na-namaku Nakano Mi-Miku, mo-mohon bantuannya,"
Mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing, walau nampak jelas saat sesi perkenalan Miku terlihat putus-putus karena mungkin dia gugup.
"Ada pertanyaan?" ucap Kushina menginstruksi kembali, memberi kesempatan untuk siswanya bertanya kepada mereka.
Salah satu siswi mengangkat tangannya.
"Apakah kau seorang model? Aku sering membeli beberapa produk kosmetik Einzbern, dan disitu ada gambarmu," tanyanya yang ditunjukkan kepada Ichika.
"haik," angguk Ichika, dan itu sukses membuat para siswi kagum dengannya.
Salah satu siswa mengangkat tangannya.
"Apa kalian sudah punya kekasih?"
"Huuuuuuuuu...!"
Pertanyaan yang terdengar aneh dari siswa tersebut, dan seketika langsung mendapati sorakan dari para siswi. Tapi walau begitu para siswa ingin mendengar jawaban dari mereka.
Cukup dengan gelengan kompak membuat para siswa tersenyum sumringah menandakan mereka cukup senang dengan jawabannya.
"Tapi," seketika ruangan kelas terdiam ketika Ichika menggantung ucapannya, dia memasang senyum yang tak biasa dilihat oleh saudari-saudarinya. "Ada seorang Delivery Ramen-kun yang telah mengisi hatiku," ucapnya dengan mudahnya.
Walaupun ucapan itu bisa membuat seisi kelas mengeluh karena Ichika telah menyukai orang lain, tapi ucapan itu cukup mengejutkan bagi kedua saudarinya yang berada di situ, mereka tak menyangka jika seorang Ichika yang tak kenal dengan laki-laki memiliki perasaan kepada seseorang.
Setelah ini mereka akan cari tau siapa yang telah merebut hati seorang Ichika.
Dan bukan Cuma Nino dan Miku yang terkejut, Issei dan Shion nampaknya juga terkejut mendengar pengakuan Ichika. Dalam kepala Shion sangat jelas tergambar seseorang sesuai deskripsi Ichika, tapi karena dia tak ingin berpikiran yang tidak-tidak, dia buang pemikiran itu, berharap pemikirannya tak sesuai dengan apa yang seharusnya tidak dia pikirkan, karena apa bila itu terjadi, maka dia akan menyatakan bahwa Ichika adalah ancaman lain untuknya.
Dan Issei, dia bereaksi aneh mendengar pengakuan Ichika, dia memegang dadanya dan merasa terharu entah apa sebab. "Itu pasti aku, soalnya aku yang mengantarkan ramen kepadanya tadi malam," batinnya percaya diri. "Huhu... Aku tak menyangka jika aku disukai oleh cewek secantik dirinya... selamat tinggal jonesku!"
Motohama dan Matsuda yang melihat reaksi lebay Issei malah memandangnya aneh. "Stres lagi kah?" batin mereka berdua.
"Baiklah, kita akhiri sesi tanya jawabnya," Kushina kembali bersuara membuat kelas terdiam, dia kemudian menoleh ke arah siswa barunya. "Baiklah, kalian bisa duduk di tempat kosong di belakang,"
Mereka bertiga mengangguk, kemudian mereka melangkah ke tempat duduk yang kosong di belakang yang ternyata ada 4 tempat duduk yang kosong.
Entah mengapa Miku ditarik untuk melangkah ke sempat duduk yang berada di dekat jendela tepat di belakang Issei, tapi saat dia ingin menggeser tempat duduk tersebut, Issei mencegahnya sehingga Miku mengurungkan niatnya.
"Maaf, tempat ini sudah ada pemiliknya," kata Issei.
"Ah, maaf kalau begitu, aku cari tempat duduk yang lain," walau agak berat Miku pun melangkah ke tempat duduk yang berada di ujung dekat koridor.
Entah apa sebabnya, rasanya Miku ingin duduk disana.
"Memangnya siapa yang duduk disana?"
"Baik anak-anak, sebelum memulai pelajaran hari ini, ibu akan mengabsen kalian terlebih dahulu," sebuah buku Absen sudah berada di tangan Kushina. "Siapa yang tidak berangkat hari ini?"
Inuzuka Kiba mengangkat tangannya.
"Naruto tidak berangkat, Sensei," ucapnya memberitahu.
Bisikan-bisikan para siswa pun terdengar di kelas tersebut, mereka baru menyadari jika kelas tersebut kurang satu kehadiran murid.
Ada yang aneh, mata Miku sukses membulat ketika dia mendengar nama yang disebutkan oleh Kiba, entah kenapa memori lama di kepalanya masuk dengan cepat ke kepalanya, dia dengan cepat langsung menoleh ke tempat duduk yang sempat ingin dia dudukku.
"Ah, dia sakit, Itachi dari kelas 12b telah memberitahu ibu tadi,"
"Dia berangkat, Sensei," Issei menyangkal pernyataan Kushina. "Horaa, dia sedang berdiri di bawah tiang bendera bersama Sairaorg-Senpai," ucapnya sambil menunjuk luar jendela.
Kushina pun melihatnya untuk memastikan. Dia pun menyimpulkan jika satu muridnya itu pasti terlambat masuk sekolah sehingga mendapat hukuman berdiri di bawah tiang bendera.
Cukup menggelikan, dia telah ditipu oleh muridnya sendiri. Setelah pelajaran ini selesai, Kushina akan menegur Itachi karena telah membohonginya.
Tubuh Miku bergetar, dia benar-benar ingin sekali melangkah ke jendela untuk melihat siapa yang berada di luar jendela. Dia ingin memastikan apa orang yang berada di luar jendela sama dengan dia di masa lalunya dulu di Tokyo.
Tapi niat itu terpaksa di urungkan ketika tiba-tiba pelajaran di mulai, rasa penasarannya harus ditunda untuk saat ini.
.
.
.
#Halaman sekolah
.
Saat ini, Naruto sedang kesal, rasanya dia ingin mengutuk yang namanya Uchiha Itachi karena tak membangunkannya tadi pagi.
Dia memang sedikit tak enak badan, tapi bukan berarti dia tak ingin masuk sekolah. Walau sedikit rumit tadi di Apartemennya yang harus meyakinkan Kurenai yang terlihat khawatir dengan kondisinya, tapi akhirnya Naruto bisa melewati semuanya dan bisa berangkat sekolah.
Walau disayangkan dia malah telat karena kesiangan.
"Hoaaaammm..." Naruto menguap, mungkin ini yang namanya tidak enak badan bagi Naruto, yaitu mengantuk. Ada banyak pikiran yang membuat Naruto tak bisa tidur tadi malam, dan nampaknya sudah dia lupakan sekarang.
Hal itu membuat Sairaorg, teman berdiri Naruto sedikit meliriknya.
"Hey,"
Naruto menaikkan sebelah alisnya ketika Sairaorg bersuara, atau yang Naruto dengar memanggilnya.
"Hmm..."
"Apakah kau Naruto dari kelas 11b?"
"Kalau iya, kenapa?"
Sairaorg hanya bisa tertawa kikuk saat mendapati jawaban Naruto yang terkesan Masalah untukmu.
"Ah, tidak apa-apa, soalnya aku sering melihatmu bersama Itachi,"
"Apakah kau temannya, Itachi?"
"Yah... Bisa dibilang seperti itu, soalnya kami sekelas,"
"Souka..."
Naruto paham, dia dapat menyimpulkan kenapa Sairaorg bisa mengetahui namanya, bukan masalah baginya jika Sairaorg adalah temannya Itachi.
"Btw... Namaku Sairaorg Bael, sekelas dengan Itachi di kelas 12b,"
"Dan kau tak perlu tau namaku bukan? Karena kau sudah tau,"
"Haha... Ya,"
Suasananya terasa Cakung, Naruto hanya acuh tak acuh mendapati suasana sekarang, dia tak terlalu memikirkannya karena dalam pikirannya hanya ingin cepat masuk kelas dan tidur disana sudah cukup.
Beda hal dengan Sairaorg, ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Dia tau jika Naruto adalah motivasi bagi Itachi untuk bekerja sambilan, termasuk dirinya.
"Ne Naruto-san, apa kau mempunyai alasan untuk bekerja sambilan?"
"Huh..." hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Naruto ketika mendapati pertanyaan seperti itu dari Sairaorg, dia bisa menyimpulkan bahwa Sairaorg juga bekerja sambilan. "Apa hal seperti itu perlu sebuah alasan?"
Sairaorg hanya bisa terdiam, dia tak menemukan sebuah jawaban yang harus dia jawab.
"Semua orang akan melewati proses kemandirian, tidak ada salahnya untuk memulai jika sudah memiliki kemauan sendiri," sambung Naruto.
Sairaorg masih terdiam, sekarang dia terdiam berpikir untuk mencerna ucapan Naruto barusan. Hingga lama dia berpikir, terlintas sebuah pertanyaan yang tiba-tiba muncul di benaknya.
"Apa kau tak merasa malu dengan mereka jika mengetahui kau bekerja sambilan?" tanya Sairaorg ragu-ragu.
"Buat apa malu, aku justru bangga karena aku berani untuk memulai lebih awal dari pada mereka yang memandangku dari atas tapi takut untuk memulainya,"
"Souka..." Sairaorg tersenyum, nampaknya dia merasa lega mendapati jawaban dari Naruto seperti itu.
Sairaorg memang bekerja sambilan sebagai satpam malam di perusahaan DaiTanshin, tapi dia memiliki sebuah alasan untuk itu. Dia membutuhkan uang yang cukup banyak untuk sesuatu yang memang membutuhkan uang banyak.
Dan sekarang dia yakin, dia tak perlu malu dengan teman-temannya jika melihat dirinya bekerja sambilan, dia juga tak perlu malu dengan kekasihnya yang bernama Kuisha Abaddon dari kelas 12a jika melihatnya bekerja sambilan. Rasa gengsi telah dia hancurkan sekarang, yang perlu dia lakukan adalah menatap ke depan, buang spion agar tak melihat ke belakang.
"Terima kasih, Naruto,"
Naruto hanya bisa memiringkan kepalanya ketika Sairaorg berterima kasih kepadanya, cukup bingung baginya karena tak tau tanda terima kasih Sairaorg untuk apa. Tapi ya sudahlah, bukan type Naruto untuk memikirkan hal-hal yang berat.
"Aku ingin tidur lagi, hoaaaaam..."
.
.
.
#Jam Istirahat sekolah pertama
.
Melangkah gontai bagaikan mayat hidup di lorong-lorong koridor sekolahan, rasa kantuknya sudah tak tertahankan lagi setelah dia tahan berjam-jam sambil di jemur di bawah tiang bendera.
Saat dia melihat punggung Itachi yang berjalan di koridor tersebut, rasanya tangannya ingin mengepal, dia terlihat kesal melihat Itachi.
*Ctak!*
"Brengsek! Kau tak membangunkanku!" luapan kekesalan Naruto akhirnya di keluarkan setelah dengan sukses memukul kepala Itachi dari belakang.
Hal itu membuat Itachi sedikit meringis sakit dan langsung menoleh ke belakang.
"Sialan! Bukannya kau sendiri yang ingin tidur seharian,"
"Bukan berarti aku tak ingin berangkat sekolah, brengsek!"
"Mana aku tau!"
"hah... Sudahlah, aku ingin tidur," Naruto tak ingin melanjutkan debat dengan Itachi, dia lebih memilih langsung melangkah ke kelasnya. Meninggalkan Itachi yang terlihat heran melihat kondisi Naruto saat ini yang tiba-tiba terlihat marah kepadanya.
Masa bodo.
Ada urusan yang jauh lebih penting dari pada memikirkan kondisi aneh Naruto, Itachi pun langsung melangkah pergi ke sisi sekolahan yang lain.
Kembali ke Naruto, saat rasa kantuknya sudah di ujung taraf maksimal, samar-samar dia melihat sosok yang tak asing berdiri menyender di tembok dekat dengan pintu kelasnya.
Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan rasa bencinya ketika melihat Garou berada di depan pintu, rasa kantuk lebih diutamakan sehingga dia dengan santai melangkah ke kelasnya.
Tapi saat akan melewati pintu kelasnya, Naruto menghentikan langkahnya tepat di samping Garou, dia cukup yakin jika Garou ada urusan dengannya.
"Lebih baik cepat katakan apa urusanmu?"
"Seperti biasa kau tak berubah sama sekali sejak dulu yang tak suka basa-basi," Garou menyudahi menyendernya. "Aku tunggu di gedung tua belakang sekolah sepulang sekolah, kita selesaikan semua kesalahpahaman ini," sambungnya dan setelah itu Garou melangkah pergi, dia yakin Naruto pasti mengerti maksud ucapannya itu.
Naruto memang cukup tau maksud ucapan Garau. Itu adalah ungkapan Klasik sejarah masa lalunya saat masih berada di jalanan, maksud simpel yang mengarah pada Baku Hantam untuk menyelesaikan sebuah pertentangan.
Naruto hanya tersenyum menanggapi ucapan Garou.
"Sepertinya kau sudah memiliki keputusan sendiri," batinnya.
Dan setelah itu Naruto pun memasuki kelasnya. Cukup aneh si saat melihat situasi kelasnya yang nampak berbeda yang terdiam ketika dia memasuki kelasnya, hanya ada satu suara berisik yang mengganggu telinganya, yaitu suara tangis lebay Issei di pojokkan yang nampaknya telah terkena tusukan pada jantungnya.
Tak perlu dipikirkan, itu palingan efek karena ditolak mentah-mentah oleh cewek, Naruto sangat yakin itu.
Naruto lebih memilih menghiraukan semuanya dan langsung melangkah ke tempat duduknya, kemudian tidur dengan tenang untuk menambah jadwal tidurnya yang kurang nyenyak.
Tanpa menyadari jika dirinya menjadi tatapan dengan arti berbeda oleh Ichika dan Miku, mata mereka sukses membulat sempurna untuk reaksi keterkejutan mereka atas apa yang mereka tatap dan di pandang.
Tatapan dengan maksud yang berbeda jauh untuk keduanya. Seperti Miku dengan tatapan seolah hal itu telah membuka memori lamanya yang harus dia buka, dan tatapan Ichika yang menggambarkan sebuah kekaguman menentu.
Walau sangat jelas bahwa hal itu semua terkait erat dengan sosok yang mereka tatap, hanya tinggal menunggu waktu sebentar untuk membongkar semuanya yang ada dalam benak mereka dengan masalah yang terkait dengan mereka.
Dan Naruto sendiri tertidur dengan nyenyak seolah tak terganggu oleh suasana sekitar, benar-benar sangat damai walau menjadi bahan tatapan mereka.
.
.
.
Next...
.
.
*@Nizamul : untuk story ini target Cuma 2,5 k word, untuk Strong Father sedang masa perbaikan, nanti kalo udah beres akan langsung di Update.
*Guest (Arama) : Oke, ini sedang mencoba bangkit .
*@Namikaze Kurnia 2 : nunggu perbaikan selesai, sabar ya bro...
*@Dimas Kurosaki : ini udah lanjut bro...
*@mdani0838 : Oke, terima kasih atas dukungannya bro :v
*Guest (Ibad) : ini udah bro...
*Gues : mungkin karena akhir-akhir ini banyak kesibukan RL buat saya, jadi beberapa aktivitas harus terganggu.
*@nusantaraadip: Oke, akan saya usahakan.
*Guest (Madun) : terima kasih atas dukungannya bro :v
*@Fandli-kun : Oke, :v
*@Azkia291 : ini saya kasih update lagi buat nemenin malammu :v
*Guest : saya jadi merasa bersalah... baiklah, akan saya usahakan untuk tetap update walau tak bisa diprediksi cepat atau lambatnya.
*@Grand560 : Hu,um udah sepi... Yah untuk Story yang lain saya tidak bisa menjaminnya, tapi akan saya usahakan sebisa saya.
*@Brynhildr Rose : ini saya kasih Update lagi :v
*Guest : terima kasih bro dukungan semangatnya.
*Guest : ...?
*Guest : ini sedang saya lakukan.
*Guest : siapa cewek itu? Yang jelas dia adalah anaknya si Azazel, namanya akan saya sebutkan untuk chapter-chapter ke depan. Lalu alasannya dia seperti itu? Alasannya cukup sederhana, yaitu Kesenjangan Keluarga, itu saja si.
.
.
Oke... See.. you Next chapter.
