THE PACIFIER IS FRAGILE
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Rate : M
Genre : romansa, friendship, humor
Pair : nanti saja
.
Peringatan sebelum membaca, ffn ini mungkin banyak typo, kata yang kurang dan kesalahan ketik banyak terjadi (alur berantakan, typo, gaje, ooc dan lain sebagainya)
.
.
CHAPTER 16
.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh Miku saat tiba-tiba Ichika menyeretnya keluar kelas, dia hanya bisa pasrah sambil berpikir untuk menjelaskan apa yang seharusnya nanti dia jelaskan.
Hal itu membuat saudari-saudari yang lainnya merasa heran dengan mereka, Yotsuba yang ingin menyapa juga terlihat bingung mendadak melihat Miku diseret oleh Ichika.
Dengan pemikiran yang sama, Nino, Yotsuba, dan Itsuki memilih untuk mengikuti mereka untuk menghilangkan rasa penasaran mereka. Walau begitu, Nino sedikit mengerti permasalahannya, cuman dia masih belum paham sepenuhnya sehingga dia ikut mengikuti mereka.
Hingga pada akhirnya tujuan mereka adalah toilet perempuan, hanya tempat itu yang sepintas Ichika pikirkan karena dia belum tau seluk beluk tempat-tempat tertentu di sekolahannya.
Saat ini, Ichika sedang menatap Miku di depannya yang menunduk, dan di belakang Ichika sudah ada Nino, Yotsuba dan Itsuki yang memasang wajah penuh tanya saat menangkap situasi saat ini.
"Jadi, bisa kamu jelaskan yang tadi, Miku?"
Perlahan, Miku menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan ketegangannya, serasa sudah yakin, Miku pun mulai menjelaskan apa yang harus dia jelaskan.
Dari awal penjelasannya, Miku menceritakan bahwa waktu dia masih berumur 10 tahun yang masih di Tokyo, dia pernah berteman baik dengan seorang pengamen jalanan yang memiliki tampang berandalan yang bernama Naruto. Pertemanan waktu itu cukup dekat, bahkan Miku dan Naruto waktu itu pernah membuat sebuah janji jika kelak dewasa nanti mereka akan selalu hidup bersama dan saling melengkapi.
Setidaknya itu semua sudah Miku ceritakan tanpa ada yang dia tutup-tutupi. Rasanya sangat percuma untuk menutupi karangannya karena dia yakin suatu saat nanti saudari-saudarinya akan mengetahuinya.
Miku hanya bisa menunduk untuk saat ini, bersamaan dengan ucapan "Maaf," yang mampu keluar dari mulutnya. Merasa bersalah karena tak menceritakan masa lalunya dari dulu kepada saudari-saudarinya.
"Huh..." hanya helaan nafas yang akhirnya sukses keluar dari mulut Ichika, dia dan Nino nampaknya cukup memahami semua penjelasan dari Miku, tapi nampaknya berbeda dengan Yotsuba dan Itsuki yang sukses menganga lebar mendengarnya.
Mereka berdua terkejut atas pengakuan yang tak terduga dari mulut pendiam Miku.
"Jadi namanya Naruto ya..." kata Ichika yang akhirnya dijawab anggukan pelan oleh Miku. Hingga tiba-tiba Ichika tersenyum. "Miku," panggilnya
Miku pun mengangkat wajahnya, ada rasa heran yang terbesit di benak Miku ketika melihat senyuman Ichika yang di arahkan kepadanya.
"Aku tidak akan kalah darimu," ucap Ichika yang seketika langsung beranjak keluar, meninggalkan keheningan sesaat yang tiba-tiba terjadi.
"""Eeeeeeeeeeeeeehhhhh!!!!!!!"""
Keempat saudari Ichika terkejut bersamaan setelah berhasil mencerna ucapan Ichika barusan.
.
.
Sedangkan disisi lain, Naruto melangkah di lorong-lorong sekolahan menuju kantin. Dia melangkah santai dengan dihiasi tatapan tajam yang seperti biasanya yang dapat membuat siapa saja menggidik ngeri melihatnya, bagi para cowok.
Tapi berbeda dengan pandangan para perempuan sekarang, banyak para cewek yang melihatnya kagum dan terpesona melihat tampang Naruto akhir-akhir ini, karena bagi mereka tampang Naruto malah terlihat cool dan keren, mereka seolah-olah tersedot ke dalam tatapan tajamnya, menggugah mereka untuk menggali lebih dalam tentang sosok Naruto secara diam-diam karena mereka sadar bahwa saingan mereka terlalu berat untuk dilawan secara terang-terangan.
Tapi di balik pandangan berbeda siswa-siswi yang melihatnya, sebenarnya Naruto sekarang sedang mengalami sebuah tekanan yang cukup berat sampai membuatnya tak bisa berpikir. Saat ini kepalanya penuh dengan pemikiran dengan kejadian yang tiba-tiba menimpanya saat ini.
Dari tiba-tiba masuk sosok Miku yang masuk ke kepalanya yang seketika membuatnya harus menggali ingatan lama. Dia masih sangat ingat jelas bahwa dulu saat dia masih berkelana membaur dengan kerasnya hidup jalanan, ada sosok yang pernah menghiasi hari-harinya waktu dulu. Sosok yang menyemangatinya ketika dia berada di posisi terendah, sosok yang telah merubah cara pikirnya untuk bangkit dari segalanya yang pada akhirnya membuat Naruto menemukan cara hidupnya dan memutuskan untuk pergi mencari jati dirinya.
"Huh..." satu helaan nafas berhasil keluar dari mulut Naruto, dia benar-benar pusing untuk memikirkan kenapa tiba-tiba hadir 2 sosok Miku, benar-benar aneh menurutnya. Bahkan otak kecilnya sempat berpikir. 'Apa Miku membuat Bunshin seperti di film-film fantasy?' dan pemikiran itu langsung dibuang jauh-jauh karena itu sangat tidak mungkin.
Dan pada akhirnya Naruto memutuskan untuk pergi ke perpustakaan setelah membeli roti dan minuman untuk mendinginkan kepalanya, dia butuh ketenangan untuk saat ini dan perpustakaan adalah pilihan yang tepat.
Menyusuri beberapa rak buku, berharap menemukan sebuah buku bacaan yang dapat mengalihkan segala yang ada di kepalanya. Matanya melihat sebuah buku yang tersusun di bagian atas rak buku di ujung dan di situ pula Naruto mendapati seorang siswi berambut hitam panjang dan berwajah anggun yang terlihat kesusahan untuk mengambil sebuah buku di bagian rak atas.
"Huh..." Naruto menghela nafas, dan pada akhirnya menghampirinya karena buku yang ingin dia ambil juga nampaknya di sebelah buku yang ingin diambil perempuan tersebut.
"Ini,"
Perempuan tersebut nampak terkejut ketika mendapati sebuah tangan yang tiba-tiba mengambil buku yang ingin dia ambil. Wajahnya dia tolehkan ke samping untuk melihat siapa yang mengambilkan bukunya.
Tapi sesaat kemudian perempuan itu terdiam mematung, tubuhnya bergetar dengan dihiasi suara detakan jantung yang begitu keras sampai terdengar di telinga Naruto, dia terlihat gugup dan tegang.
Dan Naruto merasa bingung, setelah dia amati perempuan tersebut, Naruto tak mengenalinya, mata Naruto dialihkan ke dada perempuan tersebut ke arah Taxt name yang bertulis 'Komi Shouko' dan itu sudah diduga bahwa Naruto benar-benar tak mengenalinya karena jarang melihatnya.
"Cewek aneh," batin Naruto saat melihat perempuan itu menerima buku yang diambilkan oleh Naruto dengan gugup dan tegang yang seketika langsung melangkah pergi dengan cepat setelah menerimanya.
Daripada memikirkan hal aneh itu, Naruto langsung mengambil buku yang ingin dia ambil lalu melangkah ke tempat duduk yang sudah tersedia di perpustakaan tersebut untuk membaca buku yang dia ambil tadi, tak lupa juga sambil makan makanan yang tadi dia beli untuk mengisi perutnya.
Sedangkan perempuan yang bernama 'Komi Shouko' tadi sedang mencoba meredakan ketegangannya, sambil memeluk bukunya berharap agar deru detak jantungnya bisa cepat mereda.
.
.
#Oya Kohkoh
.
"Murayama!"
Teriak seseorang remaja di antara rombongan yang memasuki sebuah kelas yang terdapat sosok remaja yang tertidur di sana. Rombongan tersebut dengan kompak menghampiri remaja yang sedang rebahan tersebut.
"Murayama-san!"
"Hei Murayama-san!"
"Bagaimana?"
"Jangan bertindak terlalu lambat, sialan!"
"Benar Murayama-san!"
Sedangkan remaja yang serang rebahan yang dipanggil Murayama atau nama lengkapnya Yoshiki Murayama hanya bisa terdiam, dia tau apa yang mereka maksud yaitu pembalasan untuk sekelompok Organisasi yang bernama Mighty Warrior yang telah mengacak-acak markas mereka kemarin.
"Tapi..." Murayama mulai angkat suara. "Walaupun kita memiliki anggota yang banyak, bukankah kalian terlalu lemah,"
Remaja gendut bernama Kotaro Seki seketika langsung berdiri dengan cepat. "Woy kalian, jadilah lebih kuat sedikit Napa!" Bentak Saki sambil menggampar kepala beberapa anggota rombongan di dekatnya.
"Woy!" Murayama membentak, sedikit menegakkan kepalanya menatap Seki. "Seki-chan,"
"Itu kau," timpal remaja di samping Murayama yang bernama Hideto Furuya yang juga menatap Seki.
Seki pun terdiam, dia pun kembali duduk di samping Murayama sambil menunduk, dan Murayama juga kembali rebahan.
"Huh..." helaan nafas panjang pun akhirnya keluar dari mulut Murayama. "Jika saja Garou ada di sini, dia pasti bisa menutupi kelemahan kalian,"
Entah kenapa semua rombongan di sekitar Murayama menunduk sangat dalam, mereka semua tau siapa orang yang dimaksud oleh Murayama. Siapa lagi kalau bukan orang terkuat nomor 2 di Oya Kohkoh yang dijuluki Serigala Neraka, dan dia menjadi Wakil ketua.
Murayama rasanya ingin sekali menghajar orang yang bernama Garou itu karena menghilang tanpa memberi penjelasan sedikit pun kepadanya. Dalam hati Murayama bersumpah untuk merontokkan gigi-gigi Garou jika melihat batang hidungnya lagi.
*Srek!*
Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka, memecahkan keheningan di ruangan tersebut yang seketika membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.
"Todoroki," kata Furuya setelah menyadari siapa yang datang. "Apa yang kau lakukan datang kesini?"
Mereka semua langsung bangkit berdiri kecuali Murayama. Menatap diam Yosuke Todoroki dan 2 pengikutnya yang melangkah dan langsung berdiri di hadapan Murayama yang masih rebahan.
Mengabaikan pertanyaan dari Furuya, Todoroki malah menatap Murayama. "Jika kau terus seperti itu, Oya Kohkoh akan berakhir," ucap Todoroki kepada Murayama, sedangkan Murayama masih tetap terdiam karena malas menjawabnya. "Kau ketuanya bukan?"
Murayama pun akhirnya merespons, dia bangkit perlahan dan berdiri, kemudian menatap Todoroki. Murayama menyentil jidat Todoroki dengan dihiasi sebuah senyuman di wajahnya, yang selanjutnya Murayama melangkah keluar ruangan tanpa sepatah kata pun, dan diikuti rombongannya di belakangnya.
Todoroki hanya bisa tersenyum sebelum pada akhirnya dia juga melangkah keluar ruangan itu disusul 2 pengikutnya.
.
.
.
#Kuoh Gakuen
.
Waktu pulang sekolah sudah saatnya, banyak hal kejadian yang membuat seorang Naruto merasa tak mengerti dengan berbagai hal yang menimpa dirinya selama di sekolah. Hal itu membuat Naruto sedikit tak bisa berpikir untuk sesaat. Saat dia ingin memikirkannya, dia teringat sebuah janji tadi siang dengan Garau, hal ini harus diutamakan karena mungkin hal ini yang Naruto inginkan.
Menghilangkan pemikiran lain untuk sesaat, Naruto melangkah menuju gedung tua di belakang sekolah. Tanpa dia sadari hal itu, Itachi melihatnya.
Karena penasaran, Itachi pun membuntuti Naruto.
"Sesuai perkataanmu, aku menepati janjimu," kata Naruto setelah berada di belakang gedung tua, melihat Garou yang menyenderkan punggungnya pada tembok tua, 5 meter di hadapan Naruto.
"Itulah dirimu," Garau menyudahi menyendernya, dia menatap Naruto.
Garou nampak terlihat tegang, dan itu disadari oleh Naruto sehingga dia menghela nafas. "Kau tak perlu mengatakan apa-apa," kemudian Naruto menunjukkan kepalan tangannya sambil tersenyum. "Kita bicara lewat ini saja,"
Garou cukup tau arti itu, hal itu membuat ketegangan dalam diri Garou menghilang, di ganti sebuah senyuman.
Garou pun langsung mengepal, dia sudah siap untuk melakukan pembicaraan yang mereka maksud.
Begitu juga Naruto, dia juga bersiap seperti Garou, dan kemudian berkata. "Kau yang meminta, datanglah,"
*Set!*
Garou menerjang dengan semangatnya, dengan pukulan kuat yang di arahkan ke kepala Naruto. Tapi hal itu mudah untuk dihindari oleh Naruto dengan memiringkan sedikit kepalanya.
*Bugh!*
Naruto menghantam pinggang Garou, yang seketika membuat Garou langsung oleng ke samping, rasanya lumayan sakit terkena pukulan Naruto yang lumayan keras.
*Set!*
Naruto ingin mencekal tengkuk Garou, tapi hal itu disadari oleh Garou yang seketika langsung memutar tubuhnya untuk menepis tangan Naruto, tapi bukan Cuma itu saja, Garou juga memegang tangan Naruto yang digunakan untuk memegang tengkuknya itu.
*Bugh!*
Dengan cepat Garou menghantam wajah Naruto sampai mendongkrak ke belakang, dan Garou masih memegang tangan Naruto.
Tapi saat Garou mencoba menariknya kembali, Naruto tertahan. Justru sebaliknya, Naruto malah menarik Garou.
*Bugh!*
Hantaman lutut dari Naruto sukses mengenai perut Garou sampai membuat Garou membungkuk.
*Grep!*
Dengan tindakan cepat, Naruto langsung mengunci leher Garou dengan erat sampai membuat Garou kesulitan untuk bergerak.
*Bugh!*
Naruto menghantam perut Garou dengan lututnya lagi.
*Bugh!*
Lagi...
*Bugh!*
Lagi...
*Bagh!*
Garou menepis dan menahan hantaman lutut Naruto dengan kedua tangannya, Naruto tak menyangka akan hal itu.
Dengan cepat, Garou langsung merangkul perut Naruto, mendorongnya sekuat tenaga.
*Duagh!*
Dan langsung membenturkannya ke tembok sehingga Garou terlepas, dia dengan gontai mundur ke belakang, tapi sesaat kemudian dia dengan sekuat tenaga mengepal dan melancarkan pukulan yang di arahkan ke kepala Naruto.
*Duagh!*
Tapi Naruto malah menendang perutnya yang seketika membuatnya mundur ke belakang, dia membungkuk memegangi perutnya yang lumayan sakit.
Saat melihat itu, Naruto dengan cepat menghampiri Garou, dia menegakkan tubuh Garou dan memegang kerah baju Garou.
*Bugh!*
Naruto menghantam wajah Garou sampai membuat Garou menoleh ke samping, tapi hal itu tak membuat Naruto melepas kerah baju Garou, dia kembali bersiap untuk memukul. Tapi tanpa disadari, Garou juga mengepal sangat kuat.
*Bugh! Bugh!*
Mereka berdua saling menghantam wajah mereka, hal itu membuat cengkeraman di kerah baju Garou terlepas dan saling mundur ke belakang dengan gontai.
Beberapa saat kemudian mereka berdua mencoba menegakkan tubuhnya kembali. Dengan Garou yang sekuat tenaga untuk mencoba bertahan, disisi lain Naruto menegakkan tubuhnya sambil mengusap wajahnya yang kemudian menampilkan senyum senang menatap Garou.
"Kau... lumayan juga,"
"Kau juga,"
Mereka berdua terdiam sesaat, hingga tiba-tiba mereka saling menerjang dengan kepalan tangan yang sudah siap untuk saling diadukan.
*Bugh!*
.
.
.
Next...
.
.
Oke... cukup segitu dulu untuk chapter ini, semoga kalian tak kecewa...
Oke... Untuk yang meminta crossover ama Fast and Furious sebentar lagi akan masuk, karena ane akan gabungin juga dengan High and Low the Movie 1 untuk chapter kedepannya setelah masalah Garou selesai. Jadi sabar aje... Oke...
Oke... Sekian kata dari ane...
See you Next Chapter...
