Um... Udah chapter beapa nih? Chapter 5 ya? Ok, perjalananku masih panjang. Ganbatte!

Naruto © Masashi Kishimoto

Sweet Melody © monnaC

Warning: Typo, alur, kecepetan, lagu klassik di dalamnya, GaJe.

Pairing: SasuSaku

Sakura berjalan di koridor sekolah musik itu dengan gontai. Berpikir semalaman untuk menjawab hal yang sepele memang melelahkan dirinya. Ino sudah datang dari tadi, Sakura adalah orang yang paling lama memasuki audiotorium dengan alat yang bertanggung jawab paling besar. Guru Asuma juga sudah menasehatinya agar tak terlambat lagi. Kantung mata terlihat di mata Sakura samar-samar. Tapi herannya, permainan Sakura lebih bagus dari kemarin.

"Akhirnya kau sadar akan permainanmu." kata sensei memberikan pujian. Sakura hanya tersenyum tak ikhlas. Tentu permainannya lebih bagus, semalaman ia memainkan lagu ini seraya memikirkan apa arti dirinya bagi Sasuke.

"Ino, aku tahu bagian sulingnya susah, tapi tolong beri senyum sedikit untuk permainanmu, kau terlihat seperti sedang marah." suruh Asuma-sensei saat sedang istirahat sebentar. Sensei menghembuskan asap rokok dari mulutnya yang menyebar ke seluruh ruangan.

"Baiklah." kata Ino menurut saja.

Mereka mulai latihan lagi, terpikir pertanyaan yang lebih penting di pikiran Sakura, 'kenapa Sasuke menolaknya'. Sakura terus berpikir seraya memainkan bagian biolanya. Tak ada cacat sedikitpun. Sensei Asuma terus terusan memarahi pemain lain, selain Sakura. Sasuke... Dipikiran Sakura terngiang nama prang itu, Sasuke Uchiha. Sampai terbayang Sasuke berdiri disamping seorang perempuan di dalam bayangan. Hati Sakura seperti tersayat saat melihat -Er... membayangkan- Sasuke dengan perempjan lain itu. Sakura mulai memusatkan perhatiannya kepada permainannya.

"Nice job Sakura!" kata Ino memuji si jidat nonong dan hanya dibalas dengan senyum dan gumaman terima kasih milik jidat nonong itu. Mereka sedang membereskan alat-alat mereka. Sakura memasukkan biolaitu dengan hati-hati dan Sakura mulai menenteng biola itu keluar ruangan.

"Sepertinya Ino kesusahan dengan sulingnya." gumam Sakura terkikik sebentar.

.

.

.

.

Setiap pergantian kelas di ruang audiotorium, akan ada jeda setengah jam. Pada jeda itu, Sakura yakin bahwa Sasuke akan datang lebih cepat mengingat betapa rajinnya Sasuke. Sakura menunggu di pojok ruangan, di sisi tergelap agar Sasuke tak menyadari keberadaannya.

CKLEK...

Pintu terbuka. Seseorang dengan rambut pantat ayam dan mata onyx masuk dengan pelan-pelan. Orang itu adalah Sasuke. Sasuke langsung menaruh tasnya di samping podium konduktor. Kaki Sasuke membawanya ke depan piano. Sasuke duduk di depan piano itu. Tangannya ia lemaskan dan siap-siap bermain lagu yang pastinya akan memukau siapa saja. Dan yang akan mendengar satu-satunya di sana adalah... Sakura.

Tuts piano mulai ditekan. Dengan perlahan, Sasuke memainkan lagu itu. Lagu yang sepertinya mengungkapkan isi hatinya. Sakura lagi-lagi terpesona dengan penampilan Sasuke.

"Ini... Felix Mendelssohn, Songs Without Words." gumam Sakura dalam hati.

Apa maksud Sasuke setiap ia memainkan lagu... Ia tak menaruh seluruh hatinya di dalam lagu itu?

Atau saat ini Sasuke sedang kebingungan hingga ia memainkan kata-kata 'without words'?

Entahlah, Sakura tak bisa menebak apa yang dipikirkan orang itu.

Irama itu melantun pelan nan indah. Sakura hampir menitikkan air matanya kalau saja lagu itu tak langsung habis.

Sakura berdiri dan keluar dari sisi tergelap ia duduk dan Sasuke langsung meliriknya.

"Sasuke," Sakura dengan cepat berada di depan Sasuke, "kenapa kau menolakku? Siapa orang yang kau maksud? Apa akau bisa menggantikan orang itu? Jawab aku Sasuke, SEKARANG!" kata-kata Sakura lama-lama nadanya menjadi tinggi dan diakhiri dengan teriakkan.

"A... Sakura... Aku-" ucapan Sasuke terputus saat melihat banyaknya orang yang mulai masuk. Sakura langsung berlari keluar, takut mengganggu latihan Sasuke. Sasuke hanya menatap punggung Sakura yang lama-lama pergi dan menghilang.

"Aku yakin kau tak akan bisa menggantikannya Sakura, karena..." gumam Sasuke entah untuk siapa.

.

.

.

.

Sakura pergi ke kantin dan melihat penjual sandwich dan pasta di sebelah yang menjual sandwich. Sakura menatap keduanya bergantian lalu ia berjalan ke penjual sandwich. Memilih makanan saja susah, apalagi memilih orang yang kita cintai... seperti yang sedang dipikirkan Sasuke sekarang, mungkin.

"Ara.. Sakura mau membeli sandwichku kagi? Bahagianya..." seru penjual sandwich kepada Sakura seraya membuatkan dua sandwich yang Sakura pesan. Biasanya, Sakura akan memberikan satu sandwich keoada Ino. Ah! Mana Ino? Sakura baru teringat itu sekarang. Ino sudah pulang dan sandwich itu akan diberikan kepada siapa?

Sakura berjalan keluar gedung sekolah dan sekarang berada di halaman depan yang biasanya disebut taman depan. Sakura duduk di salah satu bangku taman dan mulai memakan satu sandwichnya. Dari jauh, terlihat Sasuke yang sudah selesai latihan dengan tangan memegang perut seperti... lapar?

Sakura dengan ragu mendekati Sasuke. Akhirnya Sakura memberikan makanan itu kepadanya.

"Kau terlihat lapar, makanlah." kata Sakura pelan. Sasuke menatap Sakura ragu dan menerima sandwich itu.

"Arigatou." kata Sasuke mengusap kepala Sakura hingga membuatnya berantakkan.

"Ah! Sasuke, jangan merusak rambutku!" jerit Sakura histeris sambil merapikan rambut pinknya dengan tangan. Sasuke hanya tersenyum jahil.

"Sasuke ya?" seseorang menepuk pundak Sasuke dengan pelan dengan seorang laki-laki di sebelahnya. Sasuke berbalik dan terbelalak.

"Wah... Lama tak bertemu ya!" orang itu memiliki rambut merah yang panjang. Wanita itu cantik. Di sebelahnya berdiri seorang laki-laki dengan rambut sewarna dengan Sasuke tapia lebih rapi.

"K-Karin..." gumam Sasuke mematung. Sakura mulai berpikir bahwa orang yang Sasuke sebut sebagai Karin itu adalah oranb yang disukai Sasuke.

"Ya, lama tak bertemu." kata Sasuke memasang senyum palsunya. Kenapa palsu? Karena ada seorang laki-laki di sebelah Karin.

"Oh, iya. Kenalkan, ini Sai," kata Karin tersenyum lalu memeluk lengan Sai, "pacarku." lanjutnya yang diikuti membulatnyamata Sasuke.

A/N: Whiuh! Saya buru-buru... Maaf ya, pendek ya? Om ku mainin Songs Without Words... Jadi kepikiran mau dimasukkin. Gimana? Gimana? Sudah ada yang pernah dengar lagunya? Keren deh... Beneran seperti ada lagu tapi tak ada yang nyanyi *ngebayangin sih...

ichi yukaiyun: Saya tetep seneng kok walau jarang review tapi sering baca. Soalnya kebanyakan orang kayak reviewnya!

blue sakuchan: Arigatou... mau review. Silahkan ditungu!

Laura Pyordova: Iya, Karin. Saya bingung siapa lagi.. Hehe. Thx for the review!

Salamanca Tree Hiddle: Thx lagireviewnya! Saya memang berpikir untuk masukin Sasuke solo di pertunjukkannya. Gomen pendek... Thx lagi ya reviewnya!

Kalau ada typo mohon dimaklumi, saya males ngebenerin *plak!

RnR please...