Disclaimer :: Bleach is Tite Kubo's own

Kurosaki OrangeBerry

Genre :: Romance, Hurt/Comfort

Rate :: T for Teen

WARNING! :: Typo(s), AU, OC, Gaje, Ga nyambung, Jelek, Dll.

Unlike? Don't Read!

BalasaN REVIEW . . .

Shizuku Kamae :: Yo, Shizuka! Wah, jangan panggil Kuro,senpai donk! Aku masih amatiran.

Wah, apa iya mengarukan? Butuh tisu? Hehehe thanks udah review!

Zanpaku-nee :: Ya, hehe begitulah. . . Maaf kalo kurang berkesan (_ _) tetap Review yaa

nenk rukiakate :: Hehe, begitukah? Makasih. Maaf kuro kurang teliti. Hehe iya, ya kuro salah tulis

harusnya sensei. Makasih reviewnya!

Taviabeta-Primavera :: Iya, Ichigo kurang berperan soalnya dia harus beresin rumah saya #plak.

Yosh, makasih reviewnya!

Jee-zee Eunry :: Hm, terimakasih atas kritikannya! Benar-benar membangun. Kuro akan berusaha

memperbaikinya. Thanks atas reviewnya!

Hana - Kori no Akuma :: Hehehe, iya nih chapter 2 nya

aRIgaTou atas ReViEwnya!

Maaf kalo jelek ato ga menarik. . . Kuro sudah berusaha semaksimal mungkin.

Kuro harap, kalian semua menyukai fic ini.

ARIGATOU m(_ _)m

Chapter 2 :: Can I Forget Him? Love is Blossom in Camping.

#Kuro na~ na~ na #

At The Morning

"Kak, aku berangkat sekolah dulu."

"Memangnya kau sudah sembuh betul?." tanya Hisana yang sedang sibuk mencuci piring.

"Iya."

"Ya sudah. Hati-hati."

At Karakura High School

Rukia berangkat awal, karena ia ingin menikmati udara segar di pagi hari dan ia tak terlalu suka keramaian.

'Kami-sama, aku harap mulai hari ini aku bisa melupakannya. Aku harap tak akan pernah bertemu dengannya. Tapi. . . Apa mungkin aku bisa? Aku dan dia kan' sekelas. Ah sudahlah! Lupakan dia, Rukia!'

Rukia melangkahkan kakinya menuju kelas. Ia melewati lapangan basket dan tampaknya ada seseorang yang sedang bermain basket. Rupanya seseorang tersebut adalah Ichigo Kurosaki. Rukia pun menghentikan langkahnya. Ia menatap Ichigo dari kejauhan.

'Kenapa dia pagi-pagi sudah berangkat? Tak seperti biasanya. Apa karena dia sedang menunggu Inoue? Ah! Kenapa aku masih memikirkannya? Rukia, sadarlah itu bukanlah urusanmu!'

Rukia tersadar dari lamunannya tentang Ichigo. Kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju kelas 1-F. Sesampainya di kelas ia mengambil novel untuk di baca sembari menunggu kedua temannya datang, ia mendudukan dirinya di kursi yang menghadap lapangan.

"Hei, Rukia!." sapa cewe berdada besar, baru saja datang. Langsung mengambil posisi disebelah Rukia.

"Ah, hei. Rangiku." balas Rukia.

"Lho, Hinamori belum datang?." tanya Rangiku.

". . . " Rukia tidak menjawab. Ia memfokuskan pandangannya ke arah lapangan. Rupanya Inoue sudah datang dan menghampiri Ichigo yang sedang bermain basket.

"Hoi! Rukia!"

". . . "

Rangiku kemudian mengarahkan pandangannya ke arah yang sama seperti Rukia. Mereka berdua melihat Inoue menghampiri Ichigo yang sedang bermain basket. Samar-samar mereka bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Kurosaki-kun~~, ohayo." sapa Inoue senang.

"Inoue, ohayo."

"Wah, Kurosaki-kun kok sudah berkeringat? Kan masih pagi."

"Aha, iya nih. Hahaha, mumpung pagi kan, lebih baik olahraga." jawab Ichigo.

Kemudian, Inoue mengambil sapu tangan dari roknya. Lalu ia mengusap keringat Ichigo. Ichigo pun tersenyum.

"Terima kasih, Inoue."

"Iya, aku kan kekasihmu." Inoue tersenyum.

"Hahaha, Iya juga sih."

Rukia menatap kedua insan tersebut. Mengalihkan pandangannya, raut muka Rukia berubah menjadi sedih. Rangiku tidak heran jika Rukia sedih. Rukia melihat orang yang disukainya telah bermesraan dengan wanita lain, lebih tepatnya dengan kekasihnya.

"Haaah, Rukia. Sudahlah, kalau kau melihatnya, nanti hatimu bertambah sakit lho."

"Ya aku tahu itu, tapi apa daya? Hatiku tidak bisa berbohong dan aku tak bisa mengelak, bahwa aku masih mencintainya." ujar Rukia sedih.

"Sudahlah. . . Kau seperti bukan Rukia saja yang suka heboh plus aneh." canda Rangiku

"Hah? Apa kau bilang! Aku aneh plus heboh. Ku hajar kau!." kata Rukia mencekik leher Rangiku

"Aduhh! Rukia. . . Aku tidak bisa. . . ber . . nafas!." ujar Rangiku

"Salah sendiri mengejekku tadi." balas Rukia.

"Iya.. . Iya . . Maaf dehh!." pinta Rangiku.

Akhirnya, Rukia melepaskan tangannya dari leher Rangiku.

"Uhuk, uhuk!."

"Hahaha, rasakan!" kata Rukia sambil senyum nista.

"Tapi, dengan begitu kau jadi Rukia yang biasanya." ujar Rangiku.

"Ohayo, Rangiku, Rukia" sapa seseorang bermata hazel violet #bener ga sih?#

"Ohayo, Hinamori!." balas Rangiku dan Rukia.

"Hinamori, tadi diantar siapa?." tanya Rukia.

"Ah. . . Tadi. . .Aku-."

"Hei! Hinamori! Kenapa kau meninggalkanku?." ujar seseorang bertubuh pendek dari kejauhan menuju tempat Hinamori. Mereka bertiga pun menengok ke tempat suara berasal.

"Ah, maaf, Shiro-kun."

"Oh, jadi tadi kalian berangkat bersama ya?." goda Rangiku.

"Ehem. . . Ehem. ." tambah Rukia

"Eh. . Engg. . . Enggak kok."

"Halah,ngaku aja deh." desak Rangiku.

"Hei kalian ini! Sudahlah, jangan menggoda Hinamori terus!." bela Toushiro.

"Iya deh, duh. . . pacarnya dibelain." goda Rukia dan Rangiku.

"Heh kalian! Sudahlah aku mau ke kelas dulu!." kata Toushiro.

"Ya. Sampai nanti!." ujar Hinamori.

"Ya!."

Setelah Toushiro pergi ke kelasnya. Rukia dan Rangiku memulai pembicaraan dengan topik terbaru.

"Wah, kaya'nya ada yang habis jadian nih?." goda Rukia.

"Yoi, Rangiku! Ga bilang-bilang lagi!." tambah Rukia.

"Apaan sih, kalian itu?." tanya Hinamori dengan muka memerah.

"Haha, ayolah mengaku saja" bujuk Rukia.

"Haaah. . . Iya-iya aku akui aku memang jadian dengan Toushiro. Puas!." aku Hinamori.

"Hahaha, akhirnya si manis teman kita punya pacar!."

"Berarti. . . waktunya traktiran!." ucap Rangiku

"Iya, iya tapi nanti ya. . ."

"SEEEP!." ujar Rukia dan Rangiku kompak.

TAP. . . TAP. . . TAP. Terdengar suara langkah kaki seseorang. Dan rupanya orang itu Ichigo Kurosaki dan Inoue Orihime. Rukia dkk, melihat mereka berdua terlihat sangat mesra.

"Ohayo, Matsumoto-san, Hinamori-san, Kuchiki-san.!"sapa Inoue.

"Ohayo." balas mereka kecuali Rukia.

"Hm? Wah, udah jadian nih?." tanya Rangiku.

"Ehehe, iya." jawab Ioue malu-malu.

Mereka bertiga berbincang-bincang dengan asik, Hinamori hanya berbicara seperlunya.

"Ah, Kuchiki-san kok diam saja? Apa Kuchiki-san sakit?." tanya Inoue yang sedari tadi memperhatikan Rukia yang diam saja. Ichigo menunggu sang pacar sambi duduk bersender tak jauh di tempat sang pacar berbicara.

"Ah, nggak." jawab Rukia simpel.

"Hmm, ya sudah."

"Aku pergi dulu ya! Ah! Kurosaki-kun, ayo!." ajak Inoue.

"Iya." jawabnya sambil tersenyum.

Ichigo menatap Rukia dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Rukia juga menatap Ichigo, namun sesegera ia alihkan pandangannya. Karena ia tak ingin terjerat oleh pesona Ichigo, yang sanggup meruntuhkan dinding kokoh yang telah ia bangun di hatinya demi melupakan Ichigo, sang cinta pertama.

'Apa-apaan sih? Kenapa ia memandangku?. Apa ada yang salah?'

TENG. . . TENG. . . TENG. Bel berbunyi, waktunya memulai pelajaran.

"Eh, bukannya ini waktunya perubahan posisi tempat duduk ya?." kata Homura

"Hei, Rukia kau seharusnya duduk di belakang!." kata Shizuka.

"Ah, iya."

Dan ternyata tempat duduk Rukia tersebut bersebelahan dengan temapat duduk Ichigo. Sungguh ironis, ingin melupakan secepatnya justru orang itu ada di sebelahnya.

'Kenapa dia ada di sampingku? '

Sesegera ia menuju meja Hinamori. Ia memintanya untuk duduk di kursinya, dan ia duduk di kursi Hinamori.

"Hinamori, aku ingin kita bertukar tempat duduk."

"Hah? Kenapa?."

"Kau lihat saja sendiri."

Hinamori kemudian menengok ke tempat duduk Rukia. Rupanya ia sudah tahu jawabannya.

"Ya, baiklah."

"Arigatou, Hinamori."

"Douita, Rukia." ujar Hinamori sambil tersenyum.

Akhirnya, mereka bertukar tempat duduk. Sehingga Rukia tak perlu melihat Ichigo dan dapat secepatnya melupakannya.

.

.

Break Time. . .

"Huah . . . Tugas dari Mayuri-sensei benar-benar menguras otak!."

"Dasar kau, Rangiku."

"Gimana, kalau kita ke kantin? Laper nih." ajak Rangiku

"Oke!."

At Canteen. . .

"Hei! Kalian, ke sini!." ajak seseorang dari kejauhan.

Mereka betiga yang merasa dipanggil menoleh ke arah sumber suara. Rupanya yang memanggil mereka adalah Renji Abarai yang saat ini sedang berkumpul dengan teman-teman yang lain. Mereka kemudian menuju tempat Ranji dkk berada.

"Kenapa kau mengajak kami duduk disini?." tanya Rangiku.

"Ya, tidak apa-apa kan? Lagipula kita kan jarang kumpul."

"Oh. Ngomong-ngomong, kok yang kumpul sedikit?."

"Ah, iya lagi pada sibuk sama pacar masing-masing sih."

"Hahaha menjomblo itu tidak enak ya."

Sedari tadi Rangiku yang terus berbicara, Hinamori sibuk memikirkan pacarnya, sedangkan Rukia sibuk memperhatikan sekelilingnya kalau-kalau Ichigo datang.

"Yo!." sapa seseorang berambut orange jabrik. Rukia tersentak mendengar suara tersebut.

"Yo, Bro!." balas Renji.

"Mana pacarmu?." lanjutnya.

"Oh, dia." kata Ichigo menggeser tubuhnya. Kemudian sang pacar muncul.

"Hai, semuannya!." sapanya gembira.

"Hai." balas semuannya kecuali, Rukia. Ia hanya memasang ekspresi biasa.

"Hai, Kuchiki-san." sapa Inoue seraya menarik kursi disebelah Ichigo yang tempat duduknya menghadap Rukia. Sungguh pemandangan yang memuakan, sekaligus menyakitkan. Ia mencoba bertahan dalam keadaan ini, bersikap setenang mungkin. Bila ada yang bertanya ia hanya menjawab 'iya' atau 'tidak' tak lupa senyumannya, agar terlihat ia baik-baik saja.

"Hei, yo!." sapa seseorang berambut perak

"Wah, kau telat." tanya Ichigo.

"Hn."

"Hai, apa kabar semuanya?." sapa seseorang disamping Toushiro.

"Yo! Wah, tetap kompak ya?."

"Jelaslah, Oh iya dengar-dengar kau memenangkan kompetisi kendo ya, Ichimaru?." ucap Renji.

"Hm, ya begitu." jawab orang yang bernama Ichimaru.

Kemudian Toushiro mengambil posisi disamping Hinamori dan Ichimaru disamping Rangiku. Dan langsung melanjutkan cerita kembali.

"Eh, ganti topik yuk, jangan tentang anime terus." protes Rangiku.

"Hm, kalau begitu, gimana kalau tentang asmara sekarang?." ucap Renji.

"Oke!." ucap Rangiku semangat.

"Dimulai dari Ichigo!." suruh Renji.

"A. . Apa?."

"Kok 'apa' ayo ceritakan pada kami bagaimana kau menembak Inoue." kata Kaien.

"Hah? Tidak mau!."

"Kok gitu.. Mentang-mentang sudah punya pacar."

"Biarin"

Kaien terus mendesak Ichigo hingga akhirnya Ichigo menyerah dan mau menceritakannya. Wajah Inoue memerah mendengar cerita tentangnya dan Ichigo. Ichigo menceritakan hal itu dengan wajah yang berseri-seri. Sepertinya ia sama sekali tidak memikirkan perasaan Rukia yang saat ini merasa sakit hati plus sedih. Betapa kejamnya Ichigo, merasakan bahagia diatas penderitaan Rukia. Waktu pun semakin berlalu, waktu istirahat berakhir. Semuanya beranjak dari tempat duduk dan menuju kelas masing-masing. Rukia dan kedua temannya berjalan beriringan, tanpa ada canda tawa yang menyertainya.

TET . . . TET. . . TET. Akhirnya, pelajaran hari ini telah berakhir. Para murid segera memasukkan buku, langsung menuju keluar. Sama seperti halnya Rukia dab kedua temannya yang saat ini sudah berada di gerbang sekolah. Sembari menunggu, mereka berbincang-bincang. Tak lama kemudian terdengar bunyi motor mendekat.

BRUM. . . BRUM . . BRUM. Seseorang memberhentikan motornya tepat didepan Hinamori, dan melepas helm yang dipakainya, sehingga terlihatlah rambut peraknya.

"Hei, Hinamori. Ayo, pulang." suruhnya.

"Ah, iya." jawab Hinamori.

"Rukia, Rangiku aku pulang duluan, ya."

"Iya, hati-hati!."

BRUM. . .BRUM. . .BRUM. . . NGUONGGG. Motor pun bergerak menjauh. Kini tinggal mereka berdua yang belum di jemput, namun sekolah belum sepi masih ada beberapa anak. 10 menit kemudian ada motor mulai mendekati mereka.

BRUM. . . BRUM. . . BRUM

"Hai."

"Ng. . Siapa kau?." tanya Rangiku.

Kemudian sang pengendara melepas helmnya.

"K. . . Ka. . . Kau. ." ucap Rangiku terbata-bata.

"Hai, sudah tahu kan?"

"Gin. . ."

"Ya?."

"Kenapa ke sini?." tanya Rangiku.

"Oh, aku ingin menjemputmu."

"Hah?."

"Kenapa? Ayo kita pulang." ajaknya.

"I. . . Iya. Tapi, Rukia?."

"Tenanglah, walaupun kecil, aku ini pandai bela diri." ucap Rukia.

"Hm, begitu. Ya sudah. Jaga dirimu, dari laki-laki nakal!."

"Ya. Hati-hati!."

"DAHHH!." NGUONGGG. Motor bergerak menjauhi Rukia yang kini sendirian.

DRT. . . DRT. . DRT. Hp Rukia bergetar, sepertinya ada pesan masuk.

From :: Nii-sama

To :: Rukia

Rukia. . Maaf aku tidak bisa menjemputmu, karena aku ada rapat penting.

'Ahh, kenapa tiba-tiba begini sih? Padahal ingin pulang cepat, kalau begini, harus jalan kaki. Hufft tambah pegal deh'

Rukia kemudian memutuskan untuk jalan kaki, lagipula rumahnya dekat.

"Kuchiki-san?." sapa seseorang.

"Ah, iya. Oh, kau Inoue." jawab Rukia.

"Ada apa?." tambahnya.

"Kuchiki-san maukah kau pulang bersamaku?."

"Oh, ok." jawab Rukia mengiyakan.

Akhirnya Rukia pulang bersama Inoue. Sedari tadi Inoue yang terus bercerita, membuat Rukia jenuh dan agak jengkel. Jelas saja yang sedang diceritakan Inoue adalah pacar barunya, Ichigo. Orang yang ingin dilupakan Rukia. Rukia hanya menjawab 'iya' atau 'tidak' dengan senyum manis yang dibuat-buat. Setelah 15 menit berjalan, mereka sampai dirumah masing-masing. Rukia belok ke kanan sedangkan Inoue belok ke arah kiri.

At Rukia's Home – Rukia's Bedroom.

'Haaaah. . Benar-benar hari yang melelahkan dan membosankan. Ingin hati untuk melupakan malah semakin teringat saja. Menyebalkan sekali. Kenapa hari ini penuh dengan Ichigo sih? Tadi curhat tentang Ichigo lalu, curhat Inoue tentang Ichigo. Tak bisakah mereka mengerti sekarang aku sedang patah hati?'

"Kami-sama, sampai kapan aku harus begini?."

Hari berganti, Bulan berganti. Sudah 5 bulan lamanya Rukia melupakan Ichigo, cinta pertamanya. Walaupun terkadang Rukia masih sedikit mengingatnya. Tak bisa dipungkiri, wajah Ichigo masih tersimpan dibenak Rukia.

Karakura High School, Class 1-F

Break Time. .

"Anak-anak, sekolah kita akan mengadakan kegiatan camping yang akan dilaksanakan minggu depan. Tempatnya di Karakura Green Forest. Semua harus mengikuti kegiatan ini, bila ada yang tidak ikut, akan mendapat sanksi. Ada yang ingin bertanya?." jelas Ukitake-sensei.

"Tidak, sensei."

"Hm, ya sudah. Silakan lanjutkan istirahat kalian."

Setelah Ukitake-sensei keluar, Rukia dan kedua temannya, berkumpul untuk membicarakan tentang kegiatan kamping yang tadi dijelaskan Ukitake-sensei.

"Hey, apa kau dengar? Kita akan mengadakan camping!." kata Rangiku.

"Iya, aku dengar." ucap Rukia.

"Ku dengar, Karakura Green Forest, mempunyai pemandangan yang indah loh, juga udara yang bersih dan sejuk." jelas Hinamori.

"Wah, kedengarannya seru."

"Ya, begitulah."

"Hm, bisa dijadiin tempat buat pacaran gak ya?."

"Dasar, Rangiku!."

"Hehehehe."

Waktu pun cepat berlalu, waktunya camping pun tiba. Semua murid sudah berkumpul sesuai dengan kelas masing-masing sambil membawa barang bawaan yang berisi keperluan penting untuk camping. Sebelum berangkat, semua anak harus mengikuti bimbingan dari kepala sekolah, tentang aturan-aturan yang harus dilaksanakan pada saat camping.

Kemudian, setelah itu, semua murid menuju bus masing-masing yang telah diberitahukankan sebelumnya. Murid dari kelas 1-F, kelas Rukia. Mendapat bus di urutan ke 6. Ia satu bus dengan kedua temannya dan juga Ichigo. Di dalam bus, mereka bernyanyi dengan riang, mengusir jenuh di perjalanan. Ada yang menyanyi sambil memetik gitar, mendengar musik di i-pod nya , ada juga yang malah pacaran. Rukia duduk di bagian belakang dekat jendela, dimana ia bisa menikmati musik di i-podnya tanpa kebisingan. Ia duduk bersama Hinamori, sedangkan Rangiku duduk bersama anak yang lainnya.

Rupanya, Ichigo juga duduk di belakang tapi disebelah kiri dekat jendela, sama dengan Rukia sedang mendengarkan musik di i-podnya bersama beberapa anak cowok yang lain. Sesampainya di tempat camping, Semua murid turun dari bus dan berkumpul dengan teman satu kelasnya beserta wali kelasnya.

Setelah mengikuti upacara, mereka begegas menuju tempat yang akan digunakan untuk mendirikan tenda. Saat ini, Rukia dan kedua temannya yang saat ini sedang sibuk mendirikan tenda.

"Huh! Kenapa harus susah-susah begini sih?."

"Ini kan kaping, Rangiku. Jadi kita harus mandiri."

"Rangiku, jangan mengeluh terus, nggak baik tahu!."

"Hhh, iya, iya."

Tiba-tiba genknya Renji datang.

"Yo! Butuh bantuan?."

"Ah! Renji! Kau datang tepat waktu."

"Bantu kami mendirikan tenda ini."

"Oke! C'mon guys!."

Kemudian genknya Renji membantu Rukia dan kedua temannya mendirikan tenda. Setelah beberapa menit mendirikan tenda, akhirnya selesai juga.

"Hufft. . . Akhirnya selesai juga!."

"Dengan bekerja sama, kerja jadi cepat selesai, kan?."

"Yup! Betulll!."

"Oke, deh!"

"Hahahaha"

Sementara di samping tenda Rukia, rupanya Inoue juga sedang memasang tenda.

"Kurosaki-kun, tolong pasangkan ini."

"Ah, iya."

"Hufft, sudah selesai."

"Terima kasih, Kurosaki-kun."

"Ya"

"Wah, wah, wah. Walaupun camping, tetap dekat ya." ejek Ranji.

"Diam kau!."

"Ngambek nii yee."

"Aha, Orange jabrik ngambek!." tambah Rangiku.

"Cup, cup, cup" ejek mereka berdua.

GRRRR Ichigo mendeathglare mereka berdua.

"Huwoooo, ampuuuun!."

Kemudian datanglah Gin Ichimaru dan Toushiro Hitsugaya.

"Wah, ternyata di sini, toh."

"Hei, Gin!"

"Shiro-kun. . ."

"Kami ada perlu dengan kalian berdua." kata Toushiro.

"Ada perlu apa?."

"Kalian di panggil Ukitake-sensei."

"Oh. Baiklah,"

"Rukia, kami tinggal dulu ya"

"Ya."

Akhirnya mereka berempat meninggalkan Rukia sendirian, yah tidak sendirian juga sih. Masih ada Ichigo dan Inoue.

"Wah, Rukia kau jadi sendiri. Mau kami temani?." tanya Kaien.

"Ah-"

"HEI, KALIAN! JANGAN KABUR!." teriak seseorang dari kejauhan.

"O. . .OCHI SENSEI!." kata mereka kaget.

"Wah, rupanya kami tidak bisa menemanimu. . "

"GUYS! AYO KABUR!"

"HEI! JANGAN KABURR!." teriak Ochi-sensei sambil berlari membawa tongkat.

Renji dkk kabur karena melalaikan tugas dari Ochi-sensei. Sehingga, mereka harus mendapat hukuman. Rukia mengambil i-pod dari sakunya, menekan tombol play Sen no Yoru wo Koete – Aqua Timez.

"Inoue, kamu dipanggil Unohana-sensei."

"Ah, iya."

"Kurosaki-kun, kamu tunggu di sini ya."

"Oh, iya."

Dan sekarang tinggal Rukia dan Ichigo sendirian yang bersebelahan. Rukia yang mendengarkan musik, Ichigo sedang memandangi sekelilingnya.

PUK. . . PUK. . PUK. "Kuchiki-san" Rukia yang merasa pundaknya disentuh seseorang langsung melepas headsetnya.

"Ya?"

"Kuchiki, di sekitar tendamu kotor sekali, tolong dibersihkan"

"Oh, iya."

"Ng, Kurosaki, tolong bantu Kuchiki-san."

"Kenapa harus aku?."

"Tuh, ada Nel."

"KU-RO-SA-KI. . "

"Haaah, yaa."

Mereka pun membersihkan sekeliling tenda yang kotor, dalam keadaan diam, tidak ada pembicaraan antar teman. Mereka memunguti sampah-sampah yang berserakan. Ada sampah di dekat pohon. Rukia memungut sampah itu. Tiba-tiba tangannya bersentuhan dengan Ichigo. Mereka berdua saling bertatapan. Hazel bertemu Violet. Pandangan hazel Ichigo seakan-akan menghipnotis Rukia, kedalam pesonanya. Rukia pun sadar dari pesona Ichigo, langsung berdiri, begitu juga Ichigo. Mereka berdiri berhadapan, masih dalam diam. Tiba-tiba ada anak lain yang menyenggol tubuh Ichigo dari belakang. Sehingga membuat Ichigo terhuyung ke depan. Dan. . .

BRUUUK. Tubuh Ichigo menindih tubuh mungil Rukia.

To Be Continued

Hufft, akhirnya selese juga. Kuro ngetik fic ini sambil lihat sepak bola lho. INDONESIA vs IRAN.

Wah, sumpah pertandingannya seru banget lho. Iran udah 5 x lebih mencoba membobol gawang Indo. Sampe-sampe Kuro teriak gaje gitulah. Seru lho.

Hm. . . segitu aja dulu ya. Mohon maaf bila ada tanda baca atau apalah yang mengganggu.

ARIGATOU!

Review