Disclaimer :: Bleach Tite Kubo

Genre :: Romance, Hurt/Comfort

Rate :: T for Teen

Warning! :: Typo(s), Abal, Gaje, OOC, dll

.

.

.

Chapter 3 :: She is Liar! I need someone, Who love me.

.

.

.

BRUUUK. Ichigo menindih tubuh mungil Rukia. Rukia terkejut tiba-tiba Ichigo berada di atasnya, begitu juga Ichigo. Namun, tidak ada yang beranjak dari posisi itu. Kemudian, Rukia sadar, Ichigo masih berada di atasnya.

"Ichi...go, ming...gir," katanya seraya mendorong tubuh Ichigo agar menjauh dari tubuhnya.

"Ah! Sorry," kata Ichigo datar, menjauhkan dirinya dari tubuh Rukia. Rukia hanya mengangguk.

"Aku pergi," kata Ichigo datar,tanpa menatap Rukia.

"..."

'Ta...tadi, kami. . Rukia! Apa yang kau fikirkan? Ayolah, jangan sampai kau mengingatnya lagi! Bukankah kau ingin melupakannya?'

"Ah, sudahlah. Semakin membuatku pusing, lebih baik aku pergi ke tenda saja."

Sesampainya di tenda. Rukia merebahkan dirinya di alas tenda, dengan tas yang menyangga kepalanya. Ia mengeluarkan i-podnya, melanjutkan lagu yang tadi didengarnya. "Hufft...Kenapa mereka lama sekali? Aku, kesepian"

SREKK. Kedua teman Rukia akhirnya kembali.

" Hai, Rukia. Maaf membuatmu menunggu," kata Rangiku.

"Tadi, penjelasan dari Ukitake-sensei panjang banget, makanya lama," tambah Hinamori.

"Oh, begitu,"

"Rukia, tampaknya kau lelah sekali," ucap Hinamori, mengamati wajah Rukia.

"Memang lelah. Tadi habis memungut sampah di sekitar tenda"

"Pantas saja bersih."

"Ahh, lebih baik kita istirahat sebentar, karena kita baru akan memulai kegiatan 1 jam lagi" kata Rangiku.

"Iya." kata Rangiku dan Hinamori bersamaan.

.

.

1 Jam kemudian. . (Pukul 13.30)

Semua murid telah berbaris sesuai dengan kelasnya masing-masing. Mereka akan memulai kegiatan outbond.

"Hei, Rukia, sudahkah kau minum obat?" tanya Hinamori.

"Sudah kok,"

"Jangan paksakan dirimu," katanya lagi.

"Iya." jawab Rukia.

Outbond pun dimulai, Kelas A mendapat giliran seterusnya. Sampai seterusnya. Hingga akhirnya kelas Rukia mendapat giliran. Murid laki-laki mendapat giliran kedua setelah murid perempuan. Murid perempuan bermain 'Merayap'. Semuanya bergembira, berusaha mencapai finish. Namun, tiba-tiba Rukia terjadi sesuatu.

'Kami-sama, sakit.. Aku tidak bisa bernafas. Tolong, aku... Sakit!' Rukia akhirnya pingsan. Semua teman-temannya terlihat sangat panik, apalagi kedua teman Rukia. Hinamori sesegera memangil Kyoraku-sensei. Akhirnya Rukia dipapah oleh Kyoraku-sensei dan dibawa ke tenda pengobatan. Suasana yang tadinya panik, berangsur-angsur membaik. Hinamori dan Rangiku melanjutkan kegiatannya. Padahal hari itu hujan dan udara dingin, tidak membuat mereka patah semangat.

Di tenda pengobatan. .

Setelah siuman, Rukia diberi minuman hangat agar tubuhnya hangat. Ia tiduran di kasur yang telah dipersiapakan sebelumnya. Rukia tidak sendirian, ia ditemani Unohana-sensei.

"Kuchiki-san, sudah merasa baikan?"tanya Unohana-sensei.

"Se.. dikit.." jawabnya dengan nafas putus-putus.

"Tadi sudah minum obat?"

"Su..dah,"

"Naikan kepalamu, letakkan lebih tinggi dari tubuhmu, lalu kaki diluruskan, ambil nafas keluarkan. Lakukan berkali-kali. Santai saja." kata Unohana-sensei, Rukia pun mengikutinya, ia menarik nafas lalu mengeluarkannya lagi, seperti itu berulang-ulang. Ia melakukannya sambil memejamkan matanya. Dan bayangan Ichigo berkelebat di kepala Rukia, sehingga Rukia menitikkan air mata. Unohana yang melihatnya tersenyum dan berkata: " Menangislah sepuasnya, sampai kau merasa lega". Rukia hanya mengangguk.

'Mengapa disetiap aku ingin merasakan bersenang-senang, pasti hal ini terjadi? Aku ini benar-benar lemah! Aku benci... Ichigo, sedang apa, kau?'

Setelah 1 setengah jam. Kegiatan sudah selesai. Rukia juga sudah merasa baikan, meninggalkan tenda pengobatan dan menuju tendanya. Rupanya kedua temannya belum datang. Ia pun menunggu dengan sabar.

"Yo! Rukia!"

"Hai, Rukia,"

"Gimana tadi?"

"Wah,. Seru banget! Tadi kami sudah mencoba semua permainan yang ada! Sayang, kamu nggak ikut~~" kata Rangiku.

"Hahaha, maaf ya? Aku ini memang menyebalkan," kata Rukia.

"Nggak kok, jangan menyalahkan diri sendiri nggak baik tahu!" katanya.

"Ah, aku ingin mandi, entar kamar mandinya keburu penuh," ucap Hinamori.

"Rukia, ayo mandi!" tanyanya.

"Iya, ayo! Keburu,"

Mereka bertiga mengambil pakaian ganti mereka, dan bergegas ke kamar mandi. Setelah itu mereka kembali untuk menaruh pakaian kotor mereka, dan menuju ke tenda penyajian makanan. Rukia mengambil makanan dengan 2 kali porsi biasanya, yah itung-itung mengganjal perut sampai malam tiba. Setelah makan selesai, mereka kembali ke tenda. Saat melewati tenda Inoue, Rukia melihat Ichigo sedang bermesraan dengan Inoue, hanya memasang wajah cuek seolah-olah tidak melihatnya.

Pukul 21.00, waktunya api unggun. Semua murid berpencar mencari kayu untuk digunakan sebagai bahan bakarnya(?). Rukia dan kedua temannya bergabung dengan kelompoknya Renji. Ichigo ingin ikut gabung dengan mereka tapi, sang pacar tidak mau.

"Inoue, ayo kita gabung dengan kelompoknya Renji?" tanya Ichigo.

"Aku, tidak mau," jawab Inoue manja sambil menggelengkan kepalanya.

"Kenapa?"

"Aku sudah janji dengan Nel dan Senna,"

"Ya, sudah. Aku ikut denganmu saja,"

"Eh, nggak perlu. Kalau Kurosaki-kun ingin bersama Renji dkk, tak apa kok! Aku mau merepotkanmu." kata Inoue sambil tersenyum #emang keliatan?#

"Ta..tapi-"

"Hm?"

"Ya, sudahlah. Kalau itu maumu."

"Jaga dirimu, baik-baik." kata Ichigo menyerah.

"Iya, dah Kurosaki-kun~~" kata Inoue mengakhiri pembicaraan, segera menuju ke tempat kedua temannya.

"Hei, Ichigo. Ayo, jadi ikut tidak?" tanya Kaien sambil menepuk pundak Ichigo.

"Ah! Ya!"

Akhirnya mereka bergerak bersama mencari kayu kering, dengan membawa senter masing-masing.

Di Kelompok Inoue dkk...

"Hai, teman-teman! Maaf membuat kalian menunggu," sapa Inoue.

"Tak apa, Inoue." ucap Nel.

"Oh, iya. Senna mana?" tanya Inoue.

"Dia sedang bersama pacarnya,"

"Hai, Nel, Inoue." sapa orang yang baru saja dibicarakan.

"Hei!" balas keduanya.

"Onna." kata Orang berkulit pucat yang dingin.

"Ulqi~~" Inoue memeluk Ulquiorra.

"Hn."

"Ayo, kita ke hutan~~" ajak Inoue kapada semua tanpa melepas kaitan tangannya di lengan Ulquiorra.

"Ayo!"

Sementara itu di kelompoknya Renji...

Setelah 10 menit mencari, mereka sudah mendapat banyak kayu kering.

"Wah~ Ini sudah banyak," kata Hinamori.

"Bagaimana kalau kita sudahi pencarian ini?" tanya Renji.

"Iya," jawab semuanya kecuali Ichigo. Renji memandang Ichigo yang sedaritadi diam saja, sepertinya Ichigo sedang memikirkan sesuatu.

"Ichigo, ada apa?" tanya Renji sambil memegang pundak Ichigo.

"Ah! Tidak apa-apa," jawab Ichigo cepat.

'Kenapa, aku merasa ada sesuatu yang...'

Rukia memandang Ichigo, ia merasa ada yang salah dengan Ichigo.

'Ichigo...Apa yang sedang kau pikirkan?'

Kemudian mereka menuju ke tempat semula. Senda gurau pun mewarnai perjalanan mereka.

Kembali ke Inoue dkk.

"Grimmy sayang~~" sudah dapat belum?" tanya Nel dengan nada seksi.

"Sudah, sayangku." jawabnya.

"Aku semakin sayang padamu, Grimm." tambah Nel sambil mendekatkan dirinya pada Grimmjow. Jarak di antara mereka tinggal 1 cm lagi, tapi sang pengganggu muncul.

"Hei, hei kalian itu, masih sempat-sempatnya bermesraan" ucap Senna sambil melipat tangan di dadanya.

"Sudahlah, Senna sayang. Jangan mengurusi orang lain." kata Aizen.

"Tapi-"

"Apa ciuman yang kuberikan itu kurang, Senna-chan?" tanyanya sambil mencium leher Senna.

"Ai... Ugh... Jang..an" Senna terlena.

"Hei, hei! Lebih baik kita cepat-cepat kembali sebelum semuanya mencari." kata Inoue.

"Ya!" kata mereka bersamaan.

Di perjalanan, ketiga pasangan tersebut saling bermesraan. Inoue berjalan paling belakang bersama Ulquiorra. Rupanya mereka sangat menikmati hal ini, sampai-sampai Inoue lupa akan Ichigo pacar keduanya.

"Onna, bagaimana dengan kekasihmu itu?"

"Ah, dia? Biarkan saja. Aku sedang tidak ingin memikirkannya. Lupakan dia, aku ingin menikmati malam bersamamu, Ulqi~~" Inoue dengan nada manja nan seksi.

"Hn"

Akhirnya mereka sudah sampai, sebelumya mereka berpisah di tengah jalan agar tidak dicurigai.

"Hai, semuanya." sapa Inoue riang.

"Hai!"

"Inoue..." ucap Ichigo lirih.

"Ada apa, Kurosaki-kun?"

"Tidak"

Akhirnya api unggun pun dimulai! Semua murid duduk melingkari api unggunnya, sambil berdendang riang. Tak lupa meminum coklat hangat yang sudah diberikan sebelumnya. Sambil ditemani malam gelap yang mendung tanpa bintang dan udara yang dingin.

Pukul 23.00 Acara api unggun sudah berakhir, semuanya bersiap untuk tidur. Karena besok pagi mereka harus kembali ke sekolah.

At the Morning...

Setelah membersihkan diri, sarapan pagi lalu membereskan tenda, semuanya menuju bus masing-masing-masing. Di dalam bus, mereka semua merasakan lelah, dan tertidur. Kecuali Rukia dan Ichigo. Mereka berdua sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

Next Day... At Karakura High School.

Sekolah sudah tampak ramai, ada yang bermain basket, ada yang bergosip dan ada juga yang pacaran, yah yang seperti iyu sudahlah biasa. Bel pun berbunyi, semuanya bergegas masuk ke kelas masing-masing.

[SKIP]

Saat ini, Ichigo sedang menuju ke kelas Inoue, melewati koridor yang sepi. Ia melihat laki-laki berkulit pucat sedang menghadap dinding. Entah apa yang sedang dilakukannya, Ichigo tak peduli. Ia melanjutkan langkahnya, dan sepertinya laki-laki itu tidak tahu keberadaannya. Kemudian ia mendengar suara perempuan mendesah.

"Ul...qi... su..dah-" desah sang perempuan.

'Kok suaranya mirip Inoue? Apa jangan-jangan itu Inoue?"

"Sssst...diamlah..Hime... nanti yang ada yang dengar.."

Rambut orange-kecoklatan perempuan itu terlihat, hal itu membuat Ichigo tambah yakin kalau perempuan itu adalah pacarnya. Ia mencoba mendekat dan memanggil nama Inoue, untuk memastikan.

"Inoue?"

Kedua pasangan tersebut sontak menoleh kearah suara tersebut. Ichigo memandang keduanya dengan tatapan penuh amarah.

"Kau-!" geram Ichigo, tangannya mengepal erat sampai memutih.

"..."

"Jawab aku, Brengsek!" Ichigo mendekati Ulqiorra. Ia mencengkram kerah Ulqiorra bersiap untuk memukul wajah laki-laki yang berani mendekati pacarnya. Ia melayangkan tinjunya, namun belum sempat ia mengenai wajah Ulqiorra, Inoue menghalanginya.

"Jangan!" cegah Inoue. Ichigo pun menjauhkan tangannya dari Ulqiorra, dan berbalik menatap tajam Inoue.

"Kenapa kau melarangku? Apa kau mencintainya?" bentak Ichigo.

"..."

"Jawab aku, Inoue!"

"..."

"Jawab! Apa benar begitu? Kenapa kau diam saja, hah?"

"YA! Aku mencintainya!"

"Kenapa? Apa cintanya padamu lebih besar dariku?" tanya Ichigo.

"Bukan! Maafkan aku... Sebenarnya, dia mantan pacarku, aku masih mencintainya."

"Ap..Apa.." kata Ichigo tak percaya.

"Kumohon maafkan aku, Kurosaki-kun" pinta Inoue lirih.,

Ichigo melangkahkan kakinya menuju keluar. Ia merasa dipermainkan oleh Inoue. Padahal ia pikir Inoue mencintainya. Ichigo berjalan dengan langkah gontai menuju kelas, tak peduli dengan orang-orang yang melihatnya. Ichigo tak sadar bahwa Rukia saat ini sedang menatapnya cemas.

'Ichigo... Ada apa?'

Tak terasa waktu cepat berlalu, kini waktunya untuk pulang. Ichigo dengan langkah cepat menuju parkiran motornya. Kemudian ia menyalakan mesin, dan melesat pergi. Ia mengebut tanpa memperdulikan orang-orang yang meneriakinya.

At Ichigo's Home.

"Tadaima"

"Okaeri, Ichi-nii" kata adik Ichigo yang paling manis, Yuzu.

"Ichi-nii, kenapa wajahmu terlihat lesu?" tanya adik Ichigo yang paling tomboy, Karin yang sedang menonton sepak bola. Ichigo tidak menjawab ia langsung menuju kamarnya.

BRUK. Ichigo menghempaskan tubuhnya, melepas penat yang ada. Ia masih memikirkan perkataan Inoue tadi. Ia benar-benar membenci Inoue, karena selama ini ia telah dibohongi oleh pacarnya sendiri. Ia benar-benar frustasi.

"ARGGGGH!"

.

.

.

Morning. At Karakura High School. Break Time...

Kabar tentang Inoue yang menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, tersebar luas sampai ke penjuru sekolahan. Hal itu membuat Ichigo semakin benci, setiap ia pergi selalu ditanyai bagaimana hubungannya dengan Inoue. Ichigo hanya diam, baginya pertanyaan itu tidak penting.

"Aku tak menyangka Inoue berbuat seperti itu." kata Kaien.

"Padahal, tampaknya ia mencintai Ichigo." sambung Rangiku.

"Tak bisakah kalian tidak membicarakanku?" bentak Ichigo.

"Ya, ya. Maafkan kami. Oke lupakan." kata Kaien.

"Ichigo, tenangkan dirimu. Masih banyak perempuan disana yang menunggumu, perempuan itu banyak." ucap Renji menenangkan Ichigo.

"Kau benar, aku bisa mencari yang lebih baik daripada dia," kata Ichigo sambil tersenyum.

"Nah, gitu dong!" kata Renji.

Semenjak Ichigo putus, ia sering menghabiskan waktunya di perpustakaan,. Saat ini ia berjalan di antara rak-rak buku. Sambil membaca buku. Ia tidak menyadari bahwa didepannya ada Rukia yang sedang membawa banyak buku samapi menutupi wajahnya dan Rukia juga tidak menyadarinya. Lalu BRUKK! Ichigo menabrak Rukia.

"Aw.. Sakit..." rintih Rukia.

"Kalau jalan lihat-lihat-"

"Maafkan aku," kata Ichigo, memotong ucapan Rukia.

"Ichigo?" gumam Rukia.

"Ah, rupanya kau, Rukia. Maaf tadi aku tidak melihatmu. Sini aku bantu membereskan." kata Ichigo sambil tersenyum dan sukses membuat Rukia blushing.

"I...iya."

Kemudian mereka membereskan buku itu. Setelah semuanya beres Rukia berterima kasih pada Ichigo sebelum kembali ke ruang guru.

"Terima kasih, ya Ichigo. Aku pergi dulu." kata Rukia. Baru beberapa langkah Ichigo memegang tangannya.

"Hei, siapa suruh kau membawa semuanya sendirian? Kau itu perempuan tidak baik membawa yang berat-berat." kata Ichigo seraya mengambil alih buku itu dari tangan Rukia.

"Ah!"

"Hei, kok bengong? Ayo ikut!" kata Ichigo yang sudah berada di depan Rukia.

"I... Iya!"

Semenjak saat itu, Ichigo menjadi lebih dekat dengan Rukia., Ia sudah lupa dengan patah hatinya. Ia sudah membuka hatinya untuk Rukia. Di setiap ia punya masalah, pasti Rukia menjadi tempat curhatnya. Hal itu memberi Rukia kenyamanan tersendiri. Hari ini adalah hari minggu. Ichigo dan Rukia berencana pergi ke taman Karakura. Ichigo yang mengajak Rukia pergi, katanya ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan.

At Rukia's Home. Rukia's Room.

"Pakai baju yang mana ya?" tanya Rukia pada dirinya sendiri.

"Yang ini... tidak cocok."

"Yang ini... norak!"

Akhirnya Rukia memilih pakaian berwarna ungu selutut dan dipadu dengan legging, tak lupa jaket krem, dan juga sepatu yang tak terlalu tinggi haknya. Ia sudah siap. Tak lama kemudian ia mendengar suara klakson motor milik Ichigo.

"Kak, aku berangkat!"

"Iya! Hati-hati!"

Ichigo tampak keren hari ini. Ia memakai baju lengan pendek berwarna biru dipadu dengan jaket putih bergaris merah, putih, biru di kedua lengannya, jeans hitam dan juga sepatu sneakers berwarna putih. Rukia tamapak terpesona, dengan penampilan Ichigo sampai-sampai ia tak berkedip sedikitpun.

"Sudah siap?" tanya Ichigo membuat Rukia sadar.

"Ah, iya" Rukia segera menggunakan helm yang diberikan Ichigo. Motorpun melesat pergi menuju ke tempat tujuan.

To Be Continued

[A/N] : Maaf ya kalo kalimatnya terbelit-belit and ga rapi dan Typo masih bertebaran dimana-mana. Jujur, waktu nulis tentang pakaian yang akan digunakan Rukia sama Ichigo, agak bingung. Coz Kuro ga tau. Ajarin Kuro donk! Yah, walaupun Kuro nii perempuan, Kuro ga pernah pake Rok, kecuali kalo ke sekolah(curhat dikitlah~~) Mungkin ada banyak Typo yang mengganggu mata, karena Kuro paling ga bisa ngilangin Typo(Kuro males neliti) Hehehe ^^''.

BaLasan ReViEw!

Rukia Yagami :: Ehehe, banyak amat salahnya ya? Yah begitulah Kuro ^^. Untuk fic ini, Kuro sudah mengikuti apa yang disarankan Rukia, maafkan Kuro kalau masih banyak yang salah. Terima kasih atas reviewnya. Baca terus ya ^^

Hana – Kori no Akuma :: Hehehe IchiRukinya baru separo nih! Besok Insyaallah full deh. Wak kok kompornya dilempar ke Kuro? Eh ga papa dink, kebetulan Kuro lagi butuh kompor. Hehehe tetep Review ya!

RiruzawaStrife Hiru15 :: Hahaha ga apa kok! Yang penting ada yang review(?). Soal itu rupanya Kuro salah pengertian = ='' (ketauan bego aja ngeles!#plak!). Wah Ginnya udah dibooking sama Rangiku tuh! Hehehe arigatou! Review lagi eah!

Taviabeta-Primavera :: Tenang! IchiRukia sudah kembali!Yosh, terimakasih! Review lagi ya!

Zanpaku-nee :: Tenang! Itu baru permulaan! Tunggu aja, oke. Nih dah update! Thanks!

Shizuku Kamae :: Hehehe begitukah? Nii chapter 3 sampun update! Arigatou!

Terimakasih semuanya! Jangan bosan sama fic Kuro ya? Kuro butuh Review kalian semua, tanpa review, Fic ini bagai Ichigo tanpa Rukia (Halah!).

Arigatou

Review