Chapter 3
.
.
.
.
.
.
Didalam sebuah ruang makan yang sederhana ini tampak begitu ramai, tampak sesekali candaan-candaan ringan terlontar dari sibungsu Kim. Semua tampak tertawa dan berbahagia tapi tidak dengan sisulung yang cantik ini. Jaejoong tampak mengaduk-aduk makanannya dengan malas tanpa berminat untuk memakan masakan eommanya tersebut, memanyunkan bibir cherry nya. Oh yah! Jaejoong tengah kesal! Amat sangat!
Kejutan?
Kejutan macam apa? Kim Jaejoong malah menganggap semua kejadian hari ini adalah sebuah kutukan! Didepannya kini tengah duduk seorang namja tampan bemata tajam tersebut tengah menikmati makan malam nya dengan khidmat. Tak menyadari sepasang mata doe itu menatapnya penuh dengan kesinisan, bahkan mungkin kebencian?
Tapi jika kalian melihatnya lebih dalam dan lebih menelusuri lagi, ada sepercik rasa rindu yang amat sangat disetiap tatapan matanya kepada sang namja tampan yang adalah Jung Yunho itu. Jika egonya mau mengalah sedikit saja, bisa di pastikan saat pertama kali Jaejoong bertemu dengan Yunho pemuda cantik itu akan segera berlari dan memeluk Yunnie Hyung nya dengan erat! Tapi sayang ego seorang Kim Jaejoong mampu mengalahkan segalanya!
"Hentikan tatapan seolah kau ingin menelanjangi Yunho hyung!" desis Changmin, tapi Jaejoong tak mengindahkan perkataan Changmin dan malah tetap pada posisinya –menatap tajam kearah Yunho.
"Kalau kau rindu kenapa tidak kau peluk saja Yunnie~" ucap sang Eomma dengan nada menggoda, dan mampu membuat Kim Jaejoong melebarkan mata bulatnya.
"Mwo? Aku? Rindu? Menggelikan!" ucap Jaejoong sarkastik. Jaejoong membenci namja di depannya ini. Jaejoong benci karna merasa dibohongi oleh Yunho dulu. Walaupun dihati kecil nya dia masih menyayangi namja bermata tajam tersebut.
Yunho bilang kepadanya kalau ia akan tetap bersama Jaejoong menjaga melindunginya dan akan terus berada disisinya, Jaejoong hanya anak berusia 10 tahun yang akan dengan polos nya mempercanyai apa yang sudah dijanjikan, tapi nyatanya? Yunnie Hyung nya membohonginya begitu saja? Pergi meninggalkannya dan membuat dirinya menjadi kesepian karna kehilangan!
"Menggelikan? Oh jadi suara siapa yang ada dikamarmu setiap malam yang memanggil-manggil nama Yunnie~ yunnie~ Joongie rindu~" ucap Heechul dengan gesture yang sangat didramatisir. Jaejoong membulatkan mata doenya, aish! Benarkah ia mengigau seperti itu? Memalukan!
"Yak! Umma.. aku tidak seperti itu!" ucap Jaejoong kesal malu dan ahh.. Jaejoong tak tau lagi, ingin rasanya ia menyumpal bibir ibunya yang sexy itu –menurut appanya. Mukanya sudah memerah, malu atau marah? Sama saja!
"Yang bilang itu kau siapa Jaejoongie? Umma kan bilang ada seseorang dikamarmu yang mengucapkan kata-kata itu." Damn! Jaejoong tertohok dengan perkataan ummanya. Jaejoong merutuki dirinya karna bisa-bisanya ia terjebak dalam mulut berbisa sang umma. Aigo Jaejoongie pabo TuT
Ingin rasanya Jaejoong mengubur dirinya hidup-hidup sekarang juga, Jaejoong mengalihkan tatapannya kearah namja tampan tersebut, sekarang Yunho mentapnya dengan senyum meremehkan tercetak diwajah tampannya yang menyebalkan –menurut Jaejoong.
"Ehem… pelukanku yang tadi masih berlaku Jaejoongie~" ucap Yunho menggoda Jaejoong, Jaejoong mendengus kesal. "Huh! Aku tak sudi." Kata Jaejoong, masih keras kepala rupanya.
"Kau yakin tidak akan menyesal Joongie sayang?" ucap ummanya
"Ani!" sahut Jaejoong tegas. Lalu Jaejoong bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan ruang makan.
"Joongie baby~ kau mau kemana?" tidak ada sahutan dari Jaejoong, malah Jaejoong terus melanjutkan langkahnya semakin menjauhi ruang makan.
.
.
.
Jaejoong pergi kearah halaman belakang rumahnya, sambil menggerutu ia duduk disebuah pohon maple yang memang tertanam dihalaman belakang rumahnya tersebut.
"Ish, kenapa umma berbicara yang aneh-aneh. Aku kan jadi malu hueee~" ucapnya entah pada siapa. "Ish! Menyebalkan, memangnya aku pernah mengigau seperti itu?!" gerutunya lagi.
Sedang asyik-asyiknya (?) Jaejoong menggerutu sendiri dibawah pohon maple itu, tanpa sadar seorang namja tampan bermata tajam itu sedari tadi memperhatikannya yang bertingkah sedikit aneh.
Yah.. Jung Yunho sengaja mengikuti Jaejoongienya saat Jaejoongienya ini meninggalkan meja makan tadi, sesekali Yunho harus menahan tawa nya agar tidak meledak karna kelakuan Jaejoong yang lucu dan menggemaskan. Aigo ingin sekali dirinya membanting Jaejoong keatas ranjang empuknya, Oh stop it Jung! Khayalanmu bisa merusak rated cerita ini!
Seketika pikiran jahil menghampiri Yunho, ahh pasti seru menjahili sang Tuan Putri penakut ini kkk~
Yunho jalan mengendap-endap kearah belakang pohon maple –dan membelakangi Jaejoong tentunya. Bersembunyi dibalik semak-semak dan dengan jahilnya menggoyangkan semak-semak tersebut dengan kencang.
Srekk… sreekk… sreekkk
Jaejoong terkesiap mendengar suara yang berada di belakangnya tersebut, rasa takut menjalar keseluruh tubuhnya, bergetar dan keringat dingin mulai muncul dari pelipisnya.
"Yak! S-siapa itu?" katanya dengan suara bergetar. Kepalanya menengok kearah kanan dan kiri tapi tak menemukan apapun, Jaejoong semakin takut. 'Umma, Appa, Changminnie tolong Joongie' lirihnya
.
Jaejoongie~
.
Sebuah suara bisikan memanggil namanya, bulu kuduknya kini mulai berdiri, ketakutan Jaejoong semakin bertambah! Jaejoong ingin lari, tapi kakinya seakan tertancap paku sehingga ia tidak dapat bergerak. Mungkin karna ketakutan membuat Jaejoong tidak tau harus mulai dari mana melangkahkan kakinya (?)
Yang dilakukannya saat ini hanya berdoa dan berdoa agar mahkluk halus yang menggangunya pergi meninggalkannya 'Ya tuhan, selamatkan Joongie~ Joongie janji setelah ini akan rajin kegereja setiap minggu~' doanya dalam hati.
.
Jaejoongie~
.
Lagi, suara itu mengalun dengan begitu nistanya di telinga Jaejoong. Jaejoong menundukkan tubuhnya –posisi berjongkok. Tangannya ia taruh di telinga kanan dan kirinya, air matanya sudah ingin jatuh.
Tiba-tiba
Pluk~
Sebuah tangan memegang bahunya tanpa pikir panjang Jaejoong langsung berteriak kencang dan mencoba berlari
AAAAAAA~
Teriaknya, dan kakinya sudah akan melangkah pergi meninggalkan tempat angker tersebut tapi… tiba-tiba terdengar gelak tawa dari arah belakangnya.
Merasa aneh, Jaejoong menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya melihat keasal ledakan (?) tawa itu. Dan dia melihat seseorang yang sangat menyebalkan tengah tertawa sambil memegangi perutnya. Ck jadi Pria gendut (?) ini yang mengerjainya? dasar menyebalkan!
Dengan raut wajah kesal dan jangan luba bibir plum pink cerah itu mengerucut imut, dan juga mata doenya yang memicing. Mencoba membuat sang lawan takut! oh ayolah -_-
Setelah sampai dihadapan Yunho, dengan tanpa belas kasihnya Jaejoong menginjak kaki Yunho dengan segenap jiwa dan raga (?) membuat sang korban mengaduh kesakitan sambil melompat-lompat memegangi kakinya yang baru saja mendapat 'injakan sayang' Jaejoongienya.
"Yah! Appo~" ucap Yunho memelas (?) berharap Jaejoong mau memberikan perhatiannya, tapi nihil! Jaejoong malah memalingkan mukanya tak ingin menatap Yunho.
"Rasakan! Weee~" kata Jaejoong diakhiri dengan menjulurkan lidahnya kearah Yunho, mengejek -_- aigo kekanakan sekali! Jaejoong membalikkan tubuhnya dan berjalan hendak menjauh dari tempat Yunho berdiri, tapi…
Srett~
Grep~
Dirasakannya sebuah tangan kokoh mengelilingi tubuhnya –lebih tepatnya daerah pinggang. Memeluknya dengan begitu erat. Hangat dan nyaman, sebuah pelukan yang amat sangat ia rindukan sebuah pelukan yang dulu selalu ia dapat dari…
Eh? Tunggu dulu…
Jaejoong mendongakkan kepalanya melihat kepada seseorang yang tengah memeluknya ini, mata bulat Jaejoong melotot kaget melihat kepada namja tampan yang adalah Yunho. Dirinya mulai gusar dalam pelukan Yunho mencoba terlepas dari kukungan posesive seorang Jung Yunho.
"Yunho-ssi~ tolong lepaskan aku~" pintanya pada Yunho.
Nyuttt~
Hatinya terasangilu saat Jaejoong memanggilnya dengan kata formal. Kemana Jaejoong yang selalu bermanja disaat bersamanya? Memanggilnya Yunnie Hyung dengan begitu manis!
Yunho tau itu memang salah nya, tidak seharusnya ia meninggalkan Jaejoongienya. Bahkan dalam waktu yang cukup lama. Kalau tau akhirnya akan seperti ini Yunho lebih memilih tetap berada di Korea daripada ikut ayahnya ke Jepang waktu itu.
Yah.. tapi nasi sudah menjadi bubur beras sudah menjadi lontong (?) yang terjadi biarlah terjadi sekarang lah saat nya ia memperbaiki kesalahannya dimasa lalu.
.
.
Jaejoong menggeliat resah dalam pelukan Yunho, dirinya berusaha terlepas dari kukungan Yunho yang begitu erat. "Yunho-ssi~ kumohon~ lepaskan aku!" ucap Jaejoong memohon, Jaejoong tidak sanggup lagi dalam posisi seperti ini. Matanya sudah mulai memanas dan siap menjatuhkan tetesan-tetesan bening itu dari matanya.
Yunho tidak mendengarkan kata-kata Jaejoong yang memohon itu malah semakin erat ia memeluk Jaejoong. Yunho tau saat ini Jaejoong tengah berperang dalam keegoisannya, maka dari itu yang harus dilakukannya sekarang adalah meyakinkan hati Jaejoong untuk bisa mempercayainya lagi.
Yunho meletakkan dagunya pada bahu Jaejoong sebelah kanan, menyesap aroma shampoo Jaejoong yang mebuatnya nyaman.
"Aku merindukanmu~" ucap Yunho lirih, hati Jaejoong berdesir mendengar kata-kata Yunho yang tepat menyapu telinganya. Dalam hati Jaejoong merapalkan 'aku juga merindukanmu' berulang-ulang.
Tapi tidak!
Jaejoong tidak ingin begitu saja kembali mempercayai Yunho, perasaan takut masih menyelimutinya. Dengan segenap kekuatannya Jaejoong mendorong Yunho agar menjauhinya.
"Menyingkirlah! Kau menghalangi jalanku!" setelah itu Jaejoong langsung belalu dari hadapan Yunho dengan langkah yang cepat.
Yunho menatapnya dengan tatapan sendu, Jung Yunho kau harus extra berjuang untuk mendapatkan Jaejoongiemu kembali… Hwaiting! ( '-')9
.
.
.
.
Pagi hari di TOHO Senior High School, nampak para siswa dan siswi yang tampak gaduh. Hey ini sudah pukul 07.30 pagi dan sekolah sudah dimulai saat pukul 07.00 itu berarti acara belajar mengajar sudah dimulai sejak 30 menit yang lalu. Tapi nampak di kelas yang bertuliskan 3 – C tampak gaduh.
Mari kita liat apa yang sedang dilakukan pemeran utama kita. Jaejoong tengah bermalas-malasan di bangku tempatnya duduk, kepalanya ditarus diatas meja. Tak dihiraukannya Junsu yang sedari tadi berbicara disebelahnya –mereka satu kelas.
"Joongie Joongie.. bagaimana menurutmu?" Tanya Junsu sembari menggoyang-goyangkan tubuh Jaejoong.
"Bagaimana apa Junsu-ya?" jawab Jaejoong malas, kepalanya masih setia berada diatas meja. Junsu merasa kesal karna Jaejoong tidak menghiraukannya.
"Ish~ kau dari tadi tidak mendengar aku bicara yah?" ucap Junsu merengut
"Mianhae~ aku sedang tidak ingin bicara apapun saat ini!" ucap Jaejoong malas, Junsu melihat ada keanehan dalam diri Jaejoong. Pasti Jaejoong sedang ada masalah, berteman hamper 3 tahun dengan Jaejoong membuat Junsu tau apa yang tengah dirasakan Namja cantik disebelahnya ini, begitu juga sebaliknya.
"Kau ada masalah Joongie?" ucap Junsu khawatir.
"Aku tidak ingin membahasnya sekarang~" sahut Jaejoong. Ditaruhnya lagi kepalanya diatas meja, Jaejoong sedang tidak bersemangat hari ini.
.
Cklek
.
Pintu kayu kelas 3 – C itu terbuka, membuat kegaduhan dari ruang kelas tersebut hening seketika. Dari sana nampak dua orang pria berbeda usia tengah masuk kedalam ruang kelas tersebut! yang satu nampak berwibawa walau diusianya yang sudah tua itu dan yang satu lagi nampak gagah dan tampan.
"Annyeonghaseyo haksaeng, saya disini akan memperkenalkan guru pengganti Mrs. Yoon." Ucap sang pria paruh baya yang adalah sang Kepala sekolah TOHO Senior High School.
Sang guru baru itu pun mengembangkan senyumnya membuat para Yeoja dan Namja berstatus uke mimisan seketika, bahkan ada yang dilarikan Ke Rumah Sakit, oh tidak aku hanya bercanda.
"Annyeonghaseyo, Jung Yunho imnida mohon bantuannya~" ucap sang guru baru itu nampak memperkenalkan dirinya formal.
Nampak dari sisi jaejoong sang namja cantik itu menggeleng-geleng kan kepalanya, memukul-mukul kepalanya pelan. 'Aish suara jelek itu kenapa sepertinya dekat sekali? Apa aku sedang bermimpi? Aigo Jung menyingkirlah dari mimpiku!' gerutu Jaejoong dalam hati. Posisinya masih sama tertidur di atas meja.
Kepala Sekolah sudah pergi meninggalkan ruang kelas tersebut, dan sekarang Yunho tengah menatap murid-muridnya satu per satu, dan tatapannya berhenti pada salah satu meja yang terdapat seorang namja yang tengah tertidur –menurut penglihatan Yunho. Dia yakin pasti itu Jaejoongienya.
"Yah~ karna tadi aku terlambat cukup lama, maka hari ini pelajaran diisi dengan perkenalan bagaimana? Kalian setuju?" ucap Yunho, dan kelas serempak mengiyakan. Bahkan samapai ada yang berhighfive dan menari pom-pom, abaikan yang terakhir.
"Kalau begitu kita mulai dari, kau! Yang menaruh kepala diatas meja itu." Sahut Yunho, yang ditunjuk tidak bereaksi apa-apa.
Junsu yang berada disebelah Jaejoong sudah menyenggol lengan Jaejoong, "Apalagi su? Kau tidak tau aku tadi bermimpi mendengar suara aneh beruang jelek itu eoh?!" ucap Jaejoong marah, dia merasa terganggu. Junsu yang mendengar ocehan Jaejoong menatap horror kearah Jaejoong.
"Joongie… i-itu a-aada.." Junsu tidak dapat melanjutkan kata-kata nya lidahnya terasa kelu. "Mwoya? Ada apa su? Katakan dengan jelas?" Jaejoong masih menatap Junsu, dan disadari nya semua mata tertuju padanya, Jaejoong merasa risih dengan tatapan teman sekelasnya. "Yak kenapa kalian melihat ku seperti itu?" ucap Jaejoong heran.
"Ehem~ jadi kau tadi tertidur Tuan Kim?" ucap sebuah suara, membuat Jaejoong mengok keasala suara tersebut seketika.
"Neo!" ucap Jaejoong dan menunjuk muka Yunho dengan jari telunjukknya, tidak sopan! "Apa yang kau lakukan disini?" lanjut Jaejoong lagi.
"Aku? Tentu saja menjadi guru pengganti Mrs. Yoon!" ucap Yunho di iringin seringaian.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
Loading
Please
Connect!
"MWOYA?!"
Tipok
Bang
Changmin
SAMPAI JUMPA DI CHAP SELANJUTNYA.. HAPPY NEW YEAR :**** AKU CINTA KALIAN
sebelumnya maaf banget buat semuanya atas ketidak nyamanan waktu siang tadi karna saya salah post :"D tadi siang saya di kejar waktu pos sama berangkat kerja, itupun saya hampir telat kkk~ (gak ada yang nanya).. dan inet yang lola dan karna FF Yunho dan Jaejoong sama-sama udah chap 3 nama dokumennya hampir mirip :"D
jadi saya mohon maaf yah semuanya... pas saya mau ngapus post'nnya waktunya udah gak keburu :"D akhirnya saya langsung ngibrit gitu aja.. sekali lagi maaf :"D
semoga chap ini memuaskan kalian :"D
Jakarta, 03/01/2014
Rieyun~
