Chapter 4
Jika ada kesamaan cerita, tokoh atau karakter mohon dimaklumkan. mungkin saja otak saya sedang berkelana ke dalam otak anda.. terima kasih ^^
.
.
.
.
.
.
Setelah perkenalan mengejutkan –bagi Jaejoong. Rasa-rasanya hidup seorang Kim Jaejoong akan menjadi lebih sial lagi berkali-kali lipat, yah… setidaknya itulah yang ada dalam pemikiran pria cantik ini. Jaejoong mengacak rambutnya frustasi. "Aishh!" gumamnya kesal.
"Jaejoongie! kau kenapa?" pekik Junsu yang baru saja datang membawa beberapa makanan untuk makan siang, saat ini mereka sedang ada di kantin sekolah karna memang sudah waktunya istirahat. Sebenarnya Jaejoong enggan untuk kekantin, tapi karna Junsu yang mengajak –Memaksa– jadi Jaejoong mau tidak mau ikut, karna tidak mau mendengar ocehan si lumba-lumba terdampar.
"Aku mau pindah dari sini! Pergi dari dunia ini dan pindah keruang angkasa supaya aku tidak akan bertemu dengan beruang besar menyebalkan itu!" cerocos Jaejoong frustasi, Junsu yang tidak mengerti karna dia tidak tau siapa yang di maksud 'Beruang Besar' oleh Jaejoong, Junsu cengo dibuatnya. Apa Jaejoong sudah frustasi karna Hyunjoong makanya dia jadi setres begini, piker Junsu. Yah Junsu hanya mencoba menerka!
"Apa efek dari perselingkuhan Hyunjoong-ssi dan Tiffany-ssi begitu besar? Sampai kau jadi setres seperti ini? Aigo~ tuhan kasihanilah sahabatku yang cantik tapi lemot ini~" ucap Junsu, Jaejoong langsung menatap Junsu tajam dengan Kitty Glare (?) nya. Junsu yang melihat tatapan Jaejoong seperti itu, menutup mulutnya rapat dan memberikan tanda (V) kepada Jaejoong sambil mengeluarkan cengiran bodohnya /ditabok Susu imo/
"Aku tidak semenyedihkan itu Kim Junsu!" ucap Jaejoong tajam.
Sesaat kemudian suara gaduh terdengar dari arah pintu kantin tersebut, menampilkan sang guru baru yang seketika langsung menjadi idola. Yah.. siapa yang bisa menolak pesona seorang Jung Yunho?
"Baiklah, baiklah! Lupakan masalah Hyunjoong-ssi, bagaimana kalau kita membahas soal guru baru itu? Dia sangat tampan kan?" ucap Junsu dengan wajah berseri-seri sambil pandangannya mengarah kearah Yunho dan menatapnya kagum, membuat Jaejoong memutar bola matanya malas.
"Bisa tidak kita membicarakan hal yang lebih bermutu daripada hanya membahas guru sok kegantengan itu?!" ucap Jaejoong, argh! Rasa-rasanya Jaejoong mau menjambak rambut monyet sekarang juga (?) karna tidak mungkin dia menjambak rambutnya sendiri. Hey! Dua hari yang lalu dia baru saja melakukan perawatan rutin! Ok lupakan.
"Aish~ Joongie, kau ini sepertinya tidak suka dengan guru baru itu? Apalagi tadi sewaktu dikelas, kau sama sekali tidak sopan!" ucap Junsu, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Oh iya Jae, eumh~ siapa yang kau sebut beruang besar?" Tanya Junsu dengan wajah yang amat sangat polos, sehingga Jaejoong ingin menimpa muka polos nya dengan centong Eommanya yang sering digunakan untuk memukul kepala Changmin jika Food Monster itu sudah makan melebihi kapasitas.
"Aish~ Kim Jun…" ucapan Jaejoong terhenti dengan bunyinya nada dering yang berasal dari Handphonenya.
"Yeoboseyo?"
"Jaejoongie~ bagaimana hari pertamamu diajar oleh guru tampan? Pasti menyenangkan bukan? Ahh eomma jadi ingin kembali kebangku sekolah~"
"Eomma? Apa yang kau katakana? Siapa yang kau maksud?"
"Aish! Babo! Jung Yunho tentu saja~"
"Eh? Bagaimana eomma bisa tau?"
"Tentu saja, kan eomma yang menyuruh nya untuk mengajar disekolahmu hihi~ Eomma pintar kan Jaejoongie~?"
"Ne~ kau sangat pintar membuat isi otak ku hampir ingin keluar eomma! Terima kasih!"
"Sama-sama sayang, nikmati harimu baby~ muachhh~"
Tut tut tut
"Aish~ Eomma! Yak!"
Ya tuhan, eommanya selalu saja bertindak semaunya. Jaejoong benar-benar ingin mengubur dirinya hidup-hidup dengan kedalaman tanah 10 meter. Aigo~ itu kurang dalam Jaejoongie! ._.v
"Hahh~ kenapa Surga harus berada ditelapak kaki ibu?" lirih Jaejoong merana (?) kemudian matanya menatap ke sekeliling kantin, tanpa sengaja mata bulat Jaejoong bertemu dengan mata tajam Yunho. Kekesalannya semakin bertambah saat Yunho melambaikan tangannya kearah Jaejoong sambil menampilkan cengiran menawan menurut siswi-siswi disekililingnya tapi terkesan idiot bagi Jaejoong. Hah~ Jaejoong menghela nafasnya berat, aigo lebih baik dia pergi dari tempat ini daripada kulitnya akan semakin keriput karna kekesalannya.
.
.
.
Sementara itu sang Eomma yang menjadi tersangka (?) puncak kekesalan seorang Kim Jaejoong sedang melebarkan cengirannya. Jemari lentiknya kembali menari-nari diatas layar datar Smarthphone nya. Setelah itu ia taruh Smarthphonenya itu dikupingnya, mencoba menelpon seseorang.
Tidak lama seseorang disebrang sana pun mengangkat panggilan dari Yang mulia Kim (?)
"Waeyo?" sahut suara di sebrang sana malas.
"Yak, kurang ajar kau! Berilah salam! Aku ini ibumu Kim Changmin!" ucap Heechul geram.
"Ya, ya aku tau. Yeoboseyo~ disini Pangeran Changmin paling Tampan!" ucap Changmin memberi salam dan errr sedikit –banyak- narsis. Aigo~ Heechul memijit pelipisnya, kepalanya berdenyut setiap kali harus berhadapan dengan anak bungsunya tersebut.
"Yah~ terserah kau saja! Eomma Cuma mau bilang kalau…" belum selesai Heechul berbicara, langsung saja Changmin memotongnya dengan seenak jidat Yoochun, aigo~ kenapa jidat Yoochun selalu dibawa-bawa? Ok lupakan.
"Aku tau aku tau, jagalah Hyungmu, dari namja-namja liar (?) diluar sana. Begitu bukan?" ujar Changmin dengan santainya.
"Ya.. dan satu lagi! Buat Hyung mu dekat dengan Jung Yunho!" Heechul menyeringai iblis, hahh betapa terobsesinya dia dengan Jung Yunho!
"Eomma! Kau terobsesi sekali dengan namja Jung itu~ kau tau kan kalau Joongie kita sangat tidak suka dengan dia?" Tanya Changmin.
"Yah.. pokoknya dengan cara apapun kau harus bisa membuat Hyungmu itu dekat dengan Yunnie~"
"Arraseo.. Sexy Lady~" ucap Changmin, dengan nada yang, meledek? Segera saja Changmin menutup sambungan telpon itu secara sepihak.
"Yak~ anak kurang ajar!"
Benar-benar anak bungsunya ini selalu saja membuat Kim Heechul mendapat satu buah kerutan diwajahnya karna sikap kurang ajar sang bungsu. Sebaiknya ia akan pergi kesalon untuk perawatan, karna Heechul yakin pasti di wajahnya sudah terdapat kerutan karna ulah anak bungsunya itu.
.
.
.
Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, siswa siswi dari Toho High School pun mulai berhamburan keluar dari area sekolah. Seakan terbebas dari jeruji besi selama bertahun-tahun.
Tak terkecuali Jaejoong, dia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari area sekolah. Matanya menatap kesekelilingnya mencari sesosok makhluk (?) bertubuh tinggi menyerupai tiang listrik yang harus diakuinya sebagai seorang adik!
Yah.. dia tengah mencari Changmin adik semata wayangnya yang yah walaupun Changmin sangat menyebalkan tapi Jaejoong sangat menyayanginya. Setelah beberapa saat Jaejoong mengarahkan mata bulatnya mencari sosok Changmin, akhirnya mata bulat itu menemukan sosok adiknya tersebut.
Dilihatnya Changmin berjalan kearahnya bersama dengan Kyuhyun sahabat atau bisa di bilang Partner in Crime? Ok lupakan.
"Annyeong Yeoppo~" sapa Changmin setelah berada tepat didepan kakaknya tersebut, Jaejoong mendelikkan matanya. Ingin sekali saat ini dia menjitak kepala Changmin.
"Yaa!" protes Jaejoong tidak terima. Changmin hanya menatap Jaejoong dengan cengiran bodohnya. "Ayo kita pulang!" ajak Jaejoong pada Changmin, menarik-narik lengan seragam sekolah Changmin. tapi Changmin tidak bergeming.
"Mianhae Yeoppo~ kau pulang sendiri ne? atau kau pulang saja bersama Yunho hyung! Lagipula Yunho hyung itu kan tinggal dirumah kita jadi kurasa lebih baik kalian pulang bersama!" usul Changmin yang sangat cerdaas –tapi tidak untuk Jaejoongie kita. Jaejoong langsung menekuk wajah berkali-kali lipat. Kenapa nama itu muncul di daftar utama (?) orang yang dianjurkan(?) pulang bersamanya? Aigo pikir Jaejoong pusing.
"Jung Songsaenim!" pekik Changmin dengan suara nyaringnya, Yunho yang saat itu tengah berjalan kearah parkiran untuk mengmbil mobilnya yang terpakir di parkiran sekolah itu menengokkan kepalanya keasal suara yang memanggil –atau berteriak lebih tepatnya.
Yunho yang melihat Changmin yang memanggilnya pun langsung berjalan menuju kea rah Changmin setelah sampai dihadapan Changmin Yunho pun langsung menanyakan kenapa Changmin memanggilnya dengan begitu 'bertenaga'.
"Ada apa Changmin-ah?" Tanya Yunho ramah, Jaejoong memalingkan wajah nya kearah lain. Kemana saja! Asal tidak kearah namja tampan itu.
"Begini, aku hari ini harus mengerjakan tugas kelompok bersama Kyunhyun… dan aku akan mengerjakannya di rumah Kyuhyun. Jadi apakah Jung Songsaem bisa pulang bersama Jaejoongie ku ini?" seru Changmin, Jaejoong sudah mendelikkan mata bulatnya. Mendeathglare Changmin! Yunho hanya diam saja belum merespon permintaan Changmin tersebut.
"Tidak! Eh.. mmm mak-sudku, aku bisa pulang sendiri hehehe yah.. yah aku bisa pulang sendiri." Sahut Jaejoong, disertai cengiran polosnya. Jaejoong baru sadar bahwa iya tadi menggunakan kata-kata tidak sopan kepada gurunya –Yunho. Yah walaupun Jaejoong tidak menyukai Yunho tapi dia harus tetap menjaga sopan santunnya bukan? Apalagi ini masih di lingkungan sekolah. Tapi kalau sudah di luar lingkungan sekolah ceritanya akan berbeda (?)
"Jadi Jaejoongie.. kau mau pulang bersamaku?" ucap Yunho menatap Jaejoong yang dibalas dengan delikan lucu dari namja cantik tersebut, ok Jaejoongie berapa kali harus aku katakan bahwa delikan matamu tidak bisa mengintimidasi seseorang! Araseo?
"Sebelumnya terima kasih Songsaenim, aku pulang sendiri saja naik bus!" ucap Jaejoong sopan lalu membungkuk kearah Yunho, dan pamit untuk pulang.
Yunho menghela nafasnya berat, susah sekali membuat Boo Jaejoongienya ini percaya padanya lagi. Changmin yang melihat kesedihan di wajah tampan Yunho dengan sok dewasanya menepuk pundak Yunho dan memeberi tatapan prihatin, mencoba menguatkan Yunho. Yunho hanya membalas dengan senyum tipis, dan mengangguk kecil lalu pamit meninggalkan Changmin dan Kyunhyun berdua di lapangan sekolah tersebut.
"Ayo Kyu! Kita harus cepat ke rumahmu!" ucap Changmin dan menarik lengan Kyuhyun pelan, tapi Kyuhyun tidak bergeming dia malah mematung di tempatnya berdiri.
"Kyu! Hey! Kau baik-baik saja?" Tanya Changmin sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kyuhyun pelan.
Kyuhyun pun tersadar dari lamunannya dan menatap Changmin intens (?) aigo apakah Kyuhyun kesambet hantu penjaga sekolahnya ? pikir Changmin horror.
"Min… apakah benar Yunho Saenim tinggal dirumahmu?" Tanya Kyuhyun tatapannya lurus kedepan, seperti jiwanya melayang diawang-awang.
"Ne… waeyo? Aish cepatlah kita kerumahmu, aku tidak mau pulang terlalu malam! Game ku yang kemarin belum selesai kutamatkan!" ucap Changmin jengah.
Kyuhyun menatap Changmin, dan dibalas Changmin pula…
1 detik
2 detik
3 detik
4 det…..
"Kyaaaaaa~ min kita kerjakan tugasnya di rumahmu ne? aku ingin melihat Yunho saenim lebih dekat lagi.. kyaaaa!" Changmin menatap datar kearah sahabatnya itu, aigo kyuhyun benar-benar kesurupan.
Kyuhyun yang menyadari tatapan datar Changmin menghentikan sikap fanboying Yunho Saenim itu lalu menundukkan kepala kearah Changmin lalu meminta maaf, Changmin sangat menyeramkan ketika marah. Kalian harus tau itu!
"Bisakah kita kerumahmu sekarang Cho Kyuhyun?" ucap Changmin dingin.
"N-ne~" cicit Kyuhyun, lalu mereka berdua berjalan beriringan kearah Rumah Kyuhyun dengan saling berdiam diri, aigo.
.
.
.
Saat ini Jaejoong tengah berjalan kearah halte bus yang akan mengantarkannya sampai rumah. Kakinya menendang-nendang kerikil kerikil yang di lewatinya, aigo Jaejoong sangat bosan! Sebenarnya Jaejoong sangat membenci pulang sendirian seperti ini. Tidak ada teman berbicara atau bercanda seperti saat ia pulang bersama Changmin.
Hahhh tapi mau bagaimana lagi? Jaejoong hanya memiliki dua pilihan pulang sendiri atau bersama namja beruang (?) itu. Hahhh sudah jelas Jaejoong lebih memilih pulang sendiri.
Walau sebenarnya Jaejoong agak menyesal juga, walaupun Jaejoong tidak akan mau berbicara dengan Yunho tapi setidaknya Jaejoong tidak pulang sendiri… aigo! -_-
Yah nasi sudah menjadi lontong (?) Jaejoong mau kembali lagi dan meminta pulang bersama Yunho itu sangat tidak mungkin! Hell NO! egonya terlalu tinggi! Jadi dengan malas-malas ia berjalan kearah halte bus. Sedang asik-asiknya berjalan tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.
"Jaejoongie~" sapa seseorang si pelaku penepukan pundak tersebut, Jaejoong menghentikan langkahnya menengok kearah belakangnya dan melihat seorang namja, seorang namja yang telah membuatnya menangis kemarin, yah dia adalah Kim Hyunjoong.
Yah mau apalagi dia? Pikir Jaejoong bingung. "Ada apa Hyunjoong-ssi?" Tanya Jaejong, Hyunjoong tersenyum miris mendengar panggilan Jaejoong kepadanya dengan akhiran 'ssi' ia suda dianggap orang asing.
Yah hyunjoong sangat tau kalau dia sudah menyakiti hati Jaejoong, tapi masih adakah kesempatan untuknya? Hyunjoong sangat berharap kesempatan itu akan dating kepadanya.
"Ani~ eumm~ mau pulang bersama?" Tanya Hyunjoong, membuat namja cantik di hadapannya ini mengernyitkan alisnya bingung. "Aniyo~ aku ingin pulang sendiri~" tolak Jaejoong dengan halus, membuat Hyunjoong kembali terpuruk. Aigo tapi dia tidak boleh menyerah! Yoss Hyun hwaiting! Batinnya menyemangati.
"Eumm~ kalau begitu, boleh aku berjalan disebelahmu?" Tanya Hyunjoong lagi semangat, Jaejoong makin bingung dengan sikap Hyunjoong. Jaejoong menghentikan langkahnya, menatap Hyunjoong.
"Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Jaejoong malas "Kau berselingkuh dibelakangku aku terima, lagi pula hubungan kita sudah berakhir! jadi untuk apa kau mendekatiku lagi?" sahut Jaejoong lagi, jujur sebenarnya Jaejoong malas harus membahas masalah ini, membuang-buang waktunya saja!
"Jaejoongie, maafkan aku. Kembalilah padaku Joongie!" ucap Hyunjoong memohon, "Aku tahu aku salah! Jadi maukah kau memberi aku kesempatan sekali lagi Joongie?" sahutnya lagi, Hyunjoong masih tetap berharap.
Jaejoong menghembuskan nafasnya berat, ia bingung apa yang harus ia katakan pada Hyunjoong? "Mian Hyun~ sulit bagiku untuk kembali lagi bersamamu~"
"Aku akan berusaha membuatmu yakin kembali kepadaku Jaejoongie!" ucap Hyunjoong penuh dengan keyakinan.
Selagi mereka berdua mengobrol, mereka tak menyadari ada segerombolan preman tengah memperhatikan keduanya, sepertinya hal yang buruk akan terjadinya.
Segerombolan itu dengan perlahan mengikuti Hyunjoong dan Jaejoong berjalan mengelilingi keduanya dan perlahan-lahan mengepung mereka berdua.
"Hey! Serahkan uang kalian!" sahut si preman yang mempunya kepala botak tersebut, wajahnya sangat menyeramkan dengan banyaknya bekas luka gores dari pisau atau mungkin samurai (karna korea tidak mengenal golok(?)
Jaejoong memandang takut kearah preman-preman tersebut, bagaimana ini eomma? Lirih Jaejoong. "Yah kalian jangan mengganggu kami, hadapi aku kalau berani!" ucap Hyunjoong sok berani, aigo padahal dia sendiri sudah ingin pipis di celana (?) -_-
"Yak! Bocah ingusan, jangan sok mau melawan kami! Lebih baik kau pulang saja menyusu pada ibumu!" ejek si preman berambut panjang dan brewokan itu. "Yak kau kurang ajar!" Hyunjoong tidak terima dengan ejekan tersebut lalu ia pun mulai menyerang preman-preman tersebut
BUGH
BUGH
BUGH
DUAGH
ARGH(?)
Teriakan tersebut berasal dari seorang Kim Hyunjoong yang tengah tumbang akibat di keroyok para preman tersebut, Jaejoong menatap miris. Hyunjoong lalu berdiri dari tersungkurnya tadi lalu langsung berlari meninggalkan jaejoong yang masih disana dengan di kelilingi para preman yang tengah melemparkan senyuman khas ajhussi mesum!
"Nah! Cantik! Sekarang tidak ada yang melindungimu~" ucap sang preman berkepala botak itu lalu menarik Jaejoong kesebuah gang sempit di antara gedung-gedung yang tinggi menjulang itu. "Yak! Ajhussi, mau kau bawa kemana aku? Yak! Lepaskan!" Jaejoong terus saja meronta-ronta air mata nya sudah menggenang di pelupuk matanya, siap meluncur kapan saja saat ia menggerakkan kepalanya.
Preman-prema tersebut tidak mendengarkan rintihan Jaejoong dan permohonan Jaejoong, mereka malah semakin menguatkan cengkraman pada lengan kecil Jaejoong dan menariknya dengan kuat. Membuat si empunya tangan meringis kesakitan.
Tuhan, tolong aku. Aku sangat takut. umma appa Changminnie~ lirih jaejoong dalam hati, kini wajah cantiknya telah basah oleh air mata. Yang Jaejoong harapkan saat ini seseorang entah siapa saja dating dan menyelamatkannya! Itu saja, Jaejoong tidak meminta yang lain.
"Mari adik manis, kita bermain-main sebentar ne?" ucap preman berambut panjang dengan tampang mesumnya tersebut, Jaejoong masih berusaha meronta dalam kukungan para preman tersebut. Hatinya tetap memanjatkan doa kepada tuhan agar mengirimkan sosok malaikat dalam bentuk apapun untuk menyelamatkannya.
Preman berambut panjang tersebut yang kesal dengan perlawanan yang Jaejoong lakukan dengan tidak ada belas kasihannya menampar pipi putih Jaejoong, Jaejoong langsung terdiam dan tangisannya lebih keras dari sebelumnya, para preman itu mulai membuka kancing kemeja sekolah Jaejoong satu per satu, dada putih mulus dan berisi milik jaejoong pun sudah terlihat (?) membuat para preman tersebut meneguk air liur nya susah payah, saat para preman akan meraup dada Jaejoong tiba-tiba
BUGH
BUGH
BUGH
BRAKK
DUAGH
DOR(?) = abaikan
"Pergi kalian dari hadapanku, dan jangan mengganggunya lagi!" ucap sebuah suara bass itu dengan lantang, para preman yang sudah babak belur di hajar olehnya pun lari terbirit-birit dari hadapan pria bermata tajam itu.
Jung Yunho si pria penyelamat namja cantik kita ini, memang sedari tadi sengaja mengikuti namja cantik tersebut. Entah mengapa dia sangat khawatir dengan Jaejoong yang berjalan sendirian. Dan terbukti bukan kekhawatirannya itu?
.
.
.
Yunho berjalan menghampiri Jaejoong yang saat ini masih terdiam di tempatnya, mungkin dia masih shock dengan kejadian tadi. Yunho pun berjongkok dihadapan Jaejoong melihat wajah malaikatnya yang sudah berlinang air mata, lalu ia memeluk Jaejoong dengan erat detik itu juga tangisan Jaejoong tumpah, isakannya pun bertambah keras "Tenang lah, ada aku disini!" ucap Yunho sambil mengelus lembut punggung Jaejoong.
.
Tangisan Jaejoong pun sudah mereda, sekarang mereka –Yunho dan Jaejoong– berada dalam mobil Yunho. Hening… tidak ada yang berbicara diantara mereka. Cukup bingung untuk memulai darimana pembicaraan diantara keduanya.
"Gomawo~" ucap Jaejoong lirih, membuka pembicaraan.
"Ne.. cheonman." Sahut Yunho, lalu hening kembali menyelimuti mereka berdua. Mereka malah asik dengan pikiran masing-masing. Tak sengaja mata tajam Yunho jatuh kepergelangan tangan Jaejoong yang memerah. "Jae~ tanganmu terluka!" ucap Yunho lalu mengangkat tangan Jaejoong untuk melihat seberapa besar luka di pergelangan tangan Jaejoong.
"tidak apa-apa, ini… hanya…" ucapan Jaejoong terhenti karna terpotong oleh Yunho. "Tidak aku akan membeli obat untuk lukamu, baru kita pulang! Ajhumma akan khawatir jika melihat lukamu!" ucap Yunho lalu ia keluar dari dalam mobil dan pergi ke apotik terdekat di sekitar sana.
"Jadi… karna umma kau peduli padaku?" lirih Jaejoong.
.
.
.
Tidak lama Yunho pun kembali kedalam mobil lalu dengan perlahan mengoleskan salep luka di sekitar pergelangan tangan Jaejoong. Jaejoong hanya dapat meringis, merasakan perih di pergelangan tangannya.
Yunho yang melihat wajah meringis Jaejoong pun dengan lembut meniup-niup luka Jaejoong, ada perasaan hangat menyelimuti hati Jaejoong atas sikap lembut Yunho. "Mengapa kau peduli padaku?" Tanya Jaejoong, mata bulatnya memandang Yunho lekat.
"Karna aku ingin!" ucap Yunho, masih focus dengan lengan Jaejoong yang tengah diobatinya. Jaejoong mendecih pelan, lalu menarik lengannya yang sedari tadi berada di genggaman Jaejoong.
Yunho yang melihat sikap Jaejoong, tersenyum geli karenanya. Dihadapkannya wajah Jaejoong untuk menghadap kearahnya, menatap lembut manik kelam Jaejoong. "Kalau, aku bilang karena aku mencintaimu! Apa jawabanmu?" tantang Yunho, Jaejoong membisu kepalanya tertunduk tak berani memandang Yunho. Dengan lembut Yunho menarik dagu Jaejoong, dengan perlahan namun pasti Yunho mempertemukan bibir hatinya dengan bibir plum Jaejoong, menyalurkan rasa cintanya lewat sebuah ciuman manis nan lembut, Jaejoong terkejut dengan tindakan Yunho kepadanya. Jaejoong diam tidak memberontak ataupun membalas setiap lumatan-lumatan lembut Yunho.
Karna tidak ada nya balasan dari Jaejoong Yunho pun menghentikan ciumannya "Kau, masih belum bisa menerimaku Joongie-yah~" Tanya Yunho.
"Mian~ bagaimana kalau kita… berteman saja?" ucap Jaejoong.
Hahhh, kecewa, itulah kata pertama yang hinggap (?) di hati Yunho, tapi bukankah ini kemajuan Yunho-yah? Setidaknya kalian bisa dekat dengan status pertemanan kalian?
.
.
.
.
.
TIPOK
BANG
CHANGMIN
MAKIN ANEH YAH? :"D
WOHOOOO SAYA HADIR LAGI KEHADAPAN ANDA SEMUA, LAMAYAH? MAAF YAH SODARA SETANAH AIR :"D ADA BANYAK KENDALA SELAMA BEBERAPA MINGGU INI, SAYA SIBUK DI REAL /ALESAN/PLOK
GOMAWO YANG MASIH NUNGGU FICT INI, SAYA SANGAT CINTA SAMA KALIAN YANG RESPON SAMA FICT INI GOMAWO NE GOMAWO /CIUM SATU-SATU/PLOK
Jakarta, 20/01/2014
Rieyun~
