Teman Sakura, Sabaku Temari, yang biasa dipanggil Temari juga menyukai Namikaze Naruto. Temari menyukai Naruto saat masih berada di kelas X. Temari sudah sering kali menunjukkan cintanya di depan Naruto namun Naruto hanya menganggap Temari adalah teman seangkatannya, tidak lebih. Namun Temari bukan gadis yang mudah menyerah. Meskipun ia sudah sering kali ditolak oleh Naruto, ia masih terus saja berusaha untuk mencari perhatian Naruto. Entah dengan alasan jatuh di depan Naruto ataupun dengan alasan meminjam catatan Naruto. Sakura yang melihat hal itu juga merasa cemburu. Namun Sakura berusaha menutupinya agar sahabatnya, Temari tidak sakit hati dan tidak merasa kalau Sakura adalah teman yang berkhianat. Sakura sudah sering kali mencoba untuk menghilangkan rasa cintanya kepada Naruto demi persahabatannya dengan Temari. Namun ternyata Sakura tidak bisa melakukan hal itu. Hatinya tidak bisa dibohongi oleh sandiwara yang dibuat olehnya sendiri. Akhirnya Sakura mengorbankan rasa cintanya itu meskipun hatinya merasa sakit.

.

.

.

UNIMAGINABLE LOVE

(Chapter 2)

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto ; Cerita milik RainHug :D

Warning : Cerita abal, typo, etc

Rated : T

Genre : Romance, Family

DLDR, Mohon review'nya ya…

This is my story… Enjoy please:D

Sedikit revisi ya yg buat chap 1..

Ibu tiri Sakura itu Mikoto.. Trs Sakura itu sekolah di SMA Aradale kelas XI

.

.

.

.

Suatu hari Sakura jatuh sakit. Sakura merasa tidak enak badan dan dadanya terasa sesak. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahui hal itu termasuk kakak dan ibu tirinya. Lalu sepulang sekolah, Sakura pergi ke rumah sakit sendirian. Ia pergi kesana dengan niat untuk memeriksakan diri kepada dokter keluarganya, Dokter Tsunade. Setelah diperiksa beberapa menit, Dr. Tsunade mengatakan kalau ia masih belum yakin dengan diagnosanya. Sehingga ia tidak bisa memberitahu Sakura tentang penyakit yang saat ini dialami oleh Sakura. Dr. Tsunade menganjurkan kepada Sakura untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengikuti test laboratorium. Sakura yang penasaran dengan penyakitnya akhirnya mengikuti anjuran Dr. Tsunade.

"Dokter… Aku mau ikut test laboratorium, tapi tolong berjanjilah untuk tidak memberitahukan hal ini ke keluargaku…"

"Kenapa Sakura? Saya tidak bisa merahasiakan ini, apalagi jika nanti penyakitmu parah… Itu sangat berbahaya bagimu, Sakura…"

"Tidak dokter… Aku bisa menanggung ini semua sendirian… Tou-san sedang mengalami krisis keuangan, aku tidak bisa membebaninya lagi dengan penyakitku ini… Tolong mengertilah, Dokter…"

"Tapi Sakura…"

"Tidak, Dokter… Jika dokter tidak mau merahasiakan ini semua, aku tidak akan pernah memeriksakan penyakitku lagi…"

"Baiklah, Sakura… Aku berjanji, tapi jika kondisimu terus memburuk, kamu harus segera memberitahukannya ke keluargamu…"

"Baik, Dokter…"

.

.

Keesokan harinya, sepulang sekolah…

"Dokter Tsunade…"

"Ya, masuklah…"

"Dokter, bagaimana hasil test laboratoriumnya?"

"Sakura… Kamu harus bisa menerima semua ini… Ini sudah menjadi kehendak Tuhan…"

"Apa maksud, Dokter? Apa penyakitku sangat parah?"

"Ini hasilnya dan ternyata kamu positif mengidap kanker darah."

"Tidak mungkin!" kata Sakura sambil mengambil surat yang ada di tangan Dokter Tsunade. Sakura membaca hasil test itu dengan cepat. Dan pada saat ia selesai membaca surat itu, Sakura jatuh terduduk. Ia menangis di dalam ruangan itu. Dokter Tsunade berjalan mendekati Sakura,

"Sabarlah, Sakura… Aku tahu apa yang kamu rasakan, tapi kamu harus berusaha untuk sembuh, Sakura… Cepatlah beritahukan hal ini ke keluargamu…"

"Tidak, Dokter… Dokter sudah berjanji untuk merahasiakan hal ini… Jadi biarkan aku saja yang memberitahukan hal ini ke keluargaku…"

"Baiklah, tapi cepatlah beritahu mereka tentang hal ini… Kamu perlu dukungan dari mereka…"

Setelah itu, Sakura pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Sakura langsung mengunci diri di kamar seperti biasanya. Namun kali ini, alasan Sakura mengunci diri dalam kamarnya berbeda. Ia mengunci diri dalam kamarnya karena tidak ingin ditanya-tanya tentang mengapa ia menangis. Sakura tidak ingin kakak dan ibu tirinya tahu tentang penyakitnya. Karena pasti mereka akan memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Sakura bingung harus berbuat apa, karena ia merasa terlalu berat penyakit yang dideritanya saat ini.

"Apakah ini akhir hidupku? Kenapa Tuhan memberikan penyakit yang sangat berat ini bagiku? Apa salahku? Kenapa dunia ini tidak adil denganku? Kebahagianku telah direnggut dan sekarang kesehatanku direnggut? Aku sudah tidak berguna lagi…" kata Sakura dalam hatinya.

"Mungkin ini adalah surat terakhirku untuk Tou-san… Gomen, Tou-san…" kata Sakura lirih.

.

Tou-san, mungkin ini adalah surat terakhirku untukmu. Mungkin juga saat Tou-san membaca surat ini, aku telah tiada. Gomen, Tou-san... Aku tidak memberitahukan kepadamu tentang penyakit yang selama ini kuderita. Aku tidak ingin hal ini membebani pikiran Tou-san. Penyakit ini telah kulalui sendiri... Selama ini aku sudah banyak menerima kasih sayang dari Tou-san. Terima kasih Tou-san atas segala hal & kasih sayang yang telah Tou-san berikan kepadaku. Aku ingin Tou-san selalu mengingatku meskipun aku sudah tidak berada di sisi Tou-san lagi…

.

Lalu Sakura berhenti sejenak.

"Apakah aku perlu meminta maaf pada mereka? Tapi mereka telah mengambil kebahagiaanku… Mereka jahat, tapi akupun juga sama… Aku telah menyakiti hati mereka… Aku tidak ingin dibenci oleh mereka, meskipun aku tahu jika mereka tidak akan membenciku… Kasih sayang mereka tulus kepadaku…" batin Sakura.

.

Kaa-san… Maafkan aku jika selama ini aku telah menyakiti hatimu... Aku telah berbohong kepadamu mengenai penyakit kanker yang kuderita ini... Sebenarnya aku tidak ingin berbuat demikian... Namun aku sangat terpukul dengan meninggalnya ibuku, Sakura Mebuki... Ibuku adalah sosok yang sempurna sepertimu... Namun ia adalah ibu kandungku sehingga aku sangat menyayanginya... Sebelum kamu berada di hidup ayahku, hidupku dan keluargaku sangatlah bahagia. Itulah sebabnya aku tidak bisa menerimamu di keluargaku... Maafkan aku, Kaa-san...

Sasuke... Maafkan aku jika selama ini aku telah menyakiti hatimu... Maafkan aku karena aku selalu membentak dan tidak menerimamu di keluargaku ini... Sebenarnya jika aku jujur, aku sangat bahagia memiliki kakak sepertimu... Namun karena aku tidak bisa melupakan kematian ibuku yang disebabkan oleh ibumu, Mikoto… Maka aku juga ikut membencimu... Maafkan aku Sasuke... Dan terima kasih atas perhatianmu selama ini…

.

Setelah menulis surat itu, Sakura memasukan surat-surat itu dalam dua buah amplop. Warna amplop itu adalah merah muda. Warna kesukaan Sakura. Warna yang sama dengan rambut panjang Sakura. Sakura merasa lega karena ia bisa mengungkapkan isi hatinya lewat surat untuk Kaa-san (Mikoto) dan untuk Sasuke. Namun saat Sakura ingin berjalan menuju tempat tidurnya, Sakura merasakan sakit pada tubuhnya. Seketika itu juga Sakura jatuh terduduk karena tulang-tulang kaki Sakura terasa lemas dan tidak dapat menopang berat badan Sakura.

"Tolong! Tolong!" kata Sakura. Teriakan Sakura tidak terlalu keras karena ia merasa kalau kekuatannya berangsur-angsur hilang. Dan akhirnya Sakura pingsan.

Di lantai bawah, Sasuke mendengar suara Sakura samar-samar. Sasuke mendengar Sakura berteriak minta tolong. Dan Sasuke yang mendengar hal itu langsung berlari menuju tangga dan langsung mengetuk pintu kamar Sakura.

"Sakura! Ada apa? Cepat buka pintunya!"

"Sakura! Cepat buka pintu ini!"

Karena tidak ada jawaban dari Sakura, Sasuke memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Sakura. Dan akhirnya pintu kamar itu terbuka. Saat pintu itu terbuka, terlihatlah Sakura yang telah pingsan di depan meja belajarnya.

"Sakura!" Sasuke yang sudah sangat khawatir akan keadaan Sakura, langsung membawa Sakura ke mobil. Sasuke mengemudikan mobil itu dengan cepat agar adiknya, Sakura dapat tertolong.

.

.

.

.

To Be Continue

Maaf reader….

Dikarenakan aku habis cedera dan masih tahap pemulihan, chapter 3 akan agak dipending karena masih dalam tahap pengerjaan..

Moga para reader masih tetap setia sama cerita ini..

Balasan review chap 1 :

Eysha 'CherryBlossom

Gomen.. Udah aku revisi kok..

Arigatou…

Hanazono yuri

Ok :D

Racchan Cherry-desu

Gomen..

Ini udh update kok:D