_ IF YOU LOVE ME MORE _
(Chap 3)
By:Uqqielf Lee Minsung
Pairings : YeWook/KyuMin/KyuWook
Genre: Gender Switch/Hurt/Romance
Rate: T
Summary: Kehidupan rumah tangga YeWook yang bahagia. Ryeowook mencintai Yesung, Yesung mencintai Ryeowook, tapi ternyata takdir lebih mencintai Yesung hingga mengambilnya, lalu bagaimana Ryeowook?
Disclaimer: Super junior © God, SMEnt, ELFs, Their Parents & Themselves
_ IF YOU LOVE ME MORE _ Uqqielf a.k.a Kim Minsung
WARNING : (backsong : T-ara : Cry Cry)
Before...
Kyuhyun meyelipkan rambut pendek yang menutupi pipi mulus Ryeowook dan menyelipkan rambut itu di antara telinga Ryeowook. Membuat wajah damai itu makin terlihat jelas.
'Tidur yang nyenyak chagi...' batin Kyuhyun dan mengecup sekilas pipi Ryeowook.
Seseorang tersenyum miris di sisi pintu menatap Kyuhyun yang mencium pipi Ryeowook lembut.
'Semuanya...seandainya kembali seperti dulu, aku tidak akan keberatan, tapi aku percaya kau juga mencintaiku kan? Cho Kyuhyun?' batin yeoja itu dan mengerjapkan matanya yang berkaca-kaca, kemudian menutup pintu kamar Ryeowook yang ia buka pelan itu.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
Story Start!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*flashback*
"Yak Kyu! Kau belum makan siang eoh? Nanti kau kelaparan, cepat makan ini!" ucap seorang yeoja imut dengan mata cokelatnya yang berbinar dan menyuapkan sebuah kimbab dengan sumpit yang diam di hadapan Kyuhyun.
"Aniya nuna! Aku tidak mau, kimbabmu adalah makanan vegetarian, isinya sayur semua, aku tidak mau!" tolak Kyuhyun seperti anak kecil yang bandel dan mengeleng pasti. Seperti diketahui namja berkulit putih dan mata obsidian ini bukanlah seorang yang menyukai apa itu yang disebut rumput—pletak –sayuran.
Yeoja bermata cokelat yang tak lain adalah Ryeowook itu menurunkan sumpitnya, menatap Kyuhyun sebal. Apa dia tidak tahu kalau Ryeowook khawatir dia sakit lagi? Kyuhyun punya riwayat mag yang bisa kambuh kapan saja jika telat makan. Tapi sepertinya Kyuhyun sama sekali tidak peduli. Dia sengaja berbuat seperti itu, mengerjai sahabatnya—Ryeowook
Seorang namja datang ketempat Ryeowook dan Kyuhyun duduk, namja dengan sepasang mata sipit dan senyum yang tersungging di bibirnya. Namja itu adalah Yesung, kakak Kyuhyun yang kemudian segera duduk di samping Ryeowook, dan melahap kimbab di sumpit tadi yang tidak mau Kyuhyun makan.
"Sudah Ryeowookie..jika magnae setan ini tidak mau makan, kimbabnya untukku saja!" ucap Yesung dan mengunyah kimbab di mulutnya. Kyuhyun menatap kedatangan hyungnya itu sebal, hyungnya memakan jatah makan siangnya.
"Kimbabnya enak, aku boleh minta lagi?" goda Yesung pada Ryeowook yang masih siaga memegang sumpit. Ryeowook hendak memberikan sumpit di tangannya pada Yesung tapi—
"Aaa~~...suapi aku" pinta Yesung dan melirik kearah Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan kau—menyebalkan—hyung. Ryeowook menyuapkan lagi kimbab ke mulut Yesung. Ryeowook mengambilnya dari kotak bekalnya dan sebuah kotak bekal lain yang masih tertutup rapat berada di hadapan Kyuhyun. Itu adalah kimbab buatan Ryeowook juga yang Ryeowook berikan pada Kyuhyun agar magnae itu mau makan—tapi Kyuhyun tidak mau memakannya—mungkin belum mau.
"Isshh..." gumam Kyuhyun dan bangun dari tempat duduknya meninggalkan Yesung dan Ryeowook dan tak lupa membawa kotak bekal yang tadi Ryeowook berikan padanya sebelum Yesung datang. Dia pindah ketempat duduk lain, Kyuhyun duduk di samping yeoja dengan mata aegyo dan manis yang juga sedang memakan bekalnya.
"Eh Kyu? Kenapa kemari?" tanya yeoja bermata aegyo itu yang tak lain adalah Sungmin dan menatap Kyuhyun yang tiba-tiba saja duduk di sebelahnya, padahal Kyuhyun duduk satu meja dengan Ryeowook tadi. Kyuhyun mendengus kesal.
"Kau lihat siluman kura-kura di sana?" ucap Kyuhyun menatap kearah Yewook dan membuka kotak bekalnya tanpa sadar.
"Ne? Maksudmu Yesung sunbae?" tanya Sungmin dan memperhatikan Yesung serta Ryeowook yang masih saling bersuapan itu.
"Terserah apa sebutan untuk kepala besar itu...dia mengganggu waktuku dengan Ryeowook" ucap Kyuhyun kesal dan menyuapkan sebuah kimbab kemulutnya sendiri setelah dia membuka kotak bekalnya—tanpa sadar.
"Bukannya Yesung sunbae memang kekasihnya? Bukannya itu wajar?" ucap Sungmin lagi dan menengok kearah Kyuhyun yang sibuk mengunyah kimbab dengan kesal.
"Tapi bagaimanapun tadi Ryeowook nuna sedang membujukku untuk makan, dan semuanya kacau gara-gara dia datang!" ucap Kyuhyun dan mengunyah kimbabnya dengan ganas.
"Loh~~ memangnya kau tidak mau makan tadi?" tanya Sungmin lagi masih menatap Kyuhyun yang makan kimbab seperti orang yang tidak makan tiga hari—karena Kyuhyun mengunyahnya dengan cepat dan mengambil kimbab lainnya lagi dan menelannya bulat-bulat.
"Kimbabnya isi sayur semua, aku kan tidak suka sayur...dan seandainya Ryeowook nuna membujukku tadi aku pasti mau makan..isshh" ucap Kyuhyun. Membuat Sungmin terkekeh dalam hatinya, sifat Kyuhyun begitu kekanakan.
Kyuhyun mengambil potongan kimbab terakhir di dalam kotak bekalnya, tapi belum sempat dia memakan kimbab terakhir itu tawa Sungmin yang tertahan itu disadari oleh Kyuhyun.
"Kalau kau tidak suka kimbab isi sayur itu, lalu kimbab sayur di hadapnmu sekarang habis dimakan siapa?" tanya Sungmin dan membuat Kyuhyun sadar—jika yang dimakannya sejak tadi adalah kimbab sayur. Rasa kesalnya mampu mengubah rasa sayur menjadi daging sapi yang jelas-jelas sudah dia makan sejak tadi.
"Asssshhh~~~" ucap Kyuhyun menyadari kebodohan dan kekesalannya. Sementara Sungmin terus tertawa tertahan di sampingnya.
"Yak nuna...berhenti tertawa" ucap Kyuhyun pada sahabatnya itu. Meski nyatanya Sungmin terus saja terkekeh pelan.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
"Kyu, Ryeowook kemana?" tanya Sungmin pada Kyuhyun yang duduk tenang.
"Pergi dengan Yesung hyung...wae?" jawab Kyuhyun datar tanpa minat bicara. Sungmin tersenyum tipis mendengar jawaban Kyuhyun dan kemudian duduk disamping Kyuhyun.
"Kau ini kenapa? Lesu sekali seperti kehilangan semangat hidup" canda Sungmin pada magnae itu, seseorang yang lama ia sukai, meski Sungmin tak pernah mengutarakannya.
"Memang...semangatku hilang nuna" jawab Kyuhyun lesu dan menyandarkan punggungnya di kursi kelas.
"Kenapa?" tanya Sungmin.
"Kau tahu rasanya mencintai kekasih orang lain?" tanya Kyuhyun yang langsung membuat Sungmin tertohok, mengetahui Kyuhyun menyukai orang lain.
"Ehmm...itu bukan hal yang baik Kyu" nasihat Sungmin.
"Tapi bagaimana jika kau terus mencintainya meski dia jadi milik orang lain?" tanya Kyuhyun lagi, membuat pukulan di hati Sungmin, seseorang telah berada di hati Kyuhyun.
"Kau hanya akan menyakiti perasaanmu jika terus mengharapkannya" jawab Sungmin lagi.
"Lalu bagaimana jika orang lain itu adalah sahabat atau saudaramu sendiri?" tanya Sungmin dan kini sebuah luka terasa di hati Sungmin.
"K-ky-kyu..." panggil Sungmin, sekarang Sungmin menerka apa orang itu adalah saudara atau sahabat adalah orang-orang di sekitarnya. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin.
"Ne...kau tahu? Mungkin karena aku dan Yesung hyung kakak beradik, kami punya tipe orang yang sama untuk dicintai" kata Kyuhyun.
'Jleb!' serasa sekarang belati tajam menusuk dada Sungmin, jadi? Maksudnya Kyuhyun juga menyukai Ryeowook yang notabene adalah sahabat mereka dan kekasih dari Yesung sunbae yang juga tak lain adalah kakak Kyuhyun?
Sungmin tersenyum kaku, dia berusaha agar terlihat normal di hadapan Kyuhyun.
"Bukankah mencintai seseorang yang belum menjadi milik orang lain itu lebih baik? Lagipula merebut kekasih saudaramu sendiri itu..." potong Sungmin.
"Hmm...itu adalah penghianatan di antara kami jika aku melakukannya" jawab Kyuhyun.
"Pikirkan baik-baik Kyu..bukan berarti menang atas apa yang kau inginkan adalah kebahagiaan sejatimu" ucap Sungmin dan berlalu dari meja Kyuhyun.
*Flashback off*
.
.
.
.
'Seandainya semua kembali seperti dulu,aku tahu kau juga mencintaiku kan? Kau sudah mencintaiku setelah hyungmu menikah dengannya' batin Sungmin miris mengingat masa SMAnya ketika mereka berempat—Yesung,Kyuhyun ,Ryeowook serta dirinya masih remaja dan mengalami apa yang disebut mencintai dan berselisih.
Tapi selama itu pula Sungmin berusaha membuat Kyuhyun mencintainya, dan setelah itu berhasil kenapa justru sekarang cinta lama suaminya itu justru mulai bersemi kembali?. Tapi ini adalah keputusan yang dia putuskan sendiri, setidaknya dia tidak boleh egois sekarang. Karena itu adalah jalan yang dia setujui sendiri. Meski terasa sakit, pasti Sungmin tahu, Kyuhyun juga sekarang mencintainya, dan dia pasti mampu berbuat adil.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
"Pagi Sungmin eonnie...kau sudah bangun? Duduklah aku sudah selesai mamasak sarapan" ucap Ryeowook dan melepas celemek dapurnya. Sungmin menatap kearah meja makan, sudah ada nasi goreng kimchi yang tertata rapi di sana dan segelas susu yang berjejer rapi di tiap sisi piring. Sebenarnya Sungmin berniat memasak tadi, tapi sepertinya dia tinggal makan saja karena Ryeowook ternyata sudah masak.
"Pagi chagiya..." ucap Kyuhyun dan memeluk pinggang ramping Swungmin dari belakang ketika Sungmin masih berdiri di depan meja makan. Ryeowook masih menata celemeknya ketempat semula dan tersenyum menatap Sungmin.
"Eumm..Kyu..baru bangun?" ucap Sungmin dan meringis geli karena sekarang Kyuhyun sedang menyenderkan kepalanya di lekuk lehernya dan deru nafas Kyuhyun terdengar di telinga Sungmin. Suaminya sedang menciumnya atau lebih tepat mengodanya meski masih pagi.
Ryeowook duduk di meja makan, menunggu kegiatan Sungmin dan Kyuhyun. Dia menunggu di sana tanpa menatap Sungmin maupun Kyuhyun, karena ia yakini hal itu kurang sopan, atau mungkin dia tidak nyaman harus melihat kemesraan mereka.
"Uhmm..Kyu habiskan sarapanmu dulu, kaja" desis Sungmin karena Kyuhyun terus saja menggodanya. Dan menarik tangan Kyuhyun membawanya ke arah meja makan.
"Mian membuatmu menunggu Ryeowook-ah" ucap Sungmin dan duduk di hadapan Ryeowook, sementara Kyuhyun duduk di antara mereka berdua membentuk vormasi Kyuhyun yang diapit kedua anaenya itu.
"A-a-anio...gwaenchana..." jawab Ryeowook pada eonnie aegyonya.
Mereka sarapan dengan santai, Ryeowook makan dengan pelan karena perutnya lagi-lagi terasa nyeri, mungkin calon aegynya itu ikut merasakan,apa yang disebut tidak nyaman. Ryeowook menutup mulutnya, dia mual, kandungannya yang baru menginjak dua bulan itu, memaksanya untuk mengalami apa yang disebut 'nyidam'.
Ryeowook pergi dari meja makan masih sambil menutup mulutnya karena rasa mualnya membuatnya ingin muntah.
"Ryeowook-ah..." panggil Sungmin ketika Ryeowook tiba-tiba saja pergi dari meja makan. Kyuhyun ikut menatapnya yang berlari menuju kamar mandi. Sungmin hendak bangun mengejar Ryeowook dan disusul Kyuhyun.
Suara gemericik air yang Ryeowook gunakan untuk membersihkan bibirnya terdengar. Kyuhyun dan Sungmin masuk. Ryeowook terlihat sakit dan Kyuhyun mendekat kearahnya dan memijat bagian leher belakang Ryeowook agar rasa mual yang dialami anaenya itu berkurang. Sementara Sungmin berada di dekatnya.
Kyuhyun terlihat begitu mengkhawatirkannya, dan dan menepuk pelan pundak Ryeowook agar rasa mualnya segera berakhir. Kyuhyun tahu pasti mual itu berasa dari aegy yang dikandung bagaimanapun tidak boleh terjadi sesuatu yang buruk pada aegy itu.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
"Chagi kau sudah makan?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook yang berada di dapur. Kyuhyun pulang cepat dari kantor hari ini, dan Sungmin ada keperluan di luar rumah, dan di sini hanya ada Ryeowook yang ditemani Kyuhyun.
"Ani...jika makan perutku tambah mual Kyu..." jawab Ryeowook dan tersenyum sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya—dia sedang membuat sesuatu. Makan siang untuk Kyuhyun.
Ryeowook menggulung nori itu dan memotongnya seukuran, Ryeowook membuat kimbab—lagi.
"Sudahlah chagi, kau tidak harus membuat makan siang untukku jika kau masih mual, aku bisa membuatnya sendiri" saran Kyuhyun, karena tahu kondisi anaenya itu belum sembuh benar. Kyuhyun menghentikan gerakan tangan Ryeowok dan mengenggamnya erat agar Ryeowook menatap matanya.
"Kua pikir aku percaya? Kau tak bisa membuat makanan untukmu sendiri Kyu, duduklah" jawab Ryeowook dan menatap mata Kyuhyun yang membujuknya itu. Dalam hati Ryeowook sedikit terhibur. Kyuhyun memperlakukannya dengan baik seperti seorang anae, bukan kakak iparnya lagi, juga bersikap manis. Tapi disisi lain Ryeowook takut jika nanti hatinya akan tersentuh dengan sikap Kyuhyun, sementara dia tahu Sungmin juga membutuhkan Kyuhyun.
Ryeowook berjalan kearah meja makan dan membawa satu piring kimbab dan meletakannya di meja. Kyuhyun berjalan mengikutinya dan menghela nafas. Kyuhyun memeluk pinggang ramping Ryeowook dari belakang, membuat Ryeowook kaget dengan tingkahnya. Kyuhyun memeluk tubuh yeoja yang tak lain anaenya itu dengan erat.
"Aku suamimu,tapi kenapa kau masih memperlakukanku seperti seorang adik ipar?" desis Kyuhyun membuat Ryeowook tercengang.
"A-a-apa maksudmu Kyu?" tanya Ryeowook masih sulit bernafas karena Kyuhyun memeluknya amat erat. Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ryeowook dan menghela nafas pelan.
"Saranghae..." ucap Kyuhyun dan masih memeluk Ryeowook erat. Ryeowook tersenyum tipis mendengar perkataan Kyuhyun.
'Persis seperti Yesung oppa...' batin Ryeowook miris.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
*flashback*
"Nuna kau tak mau pulang? Sudah sore loh" ucap Kyuhyun pada Ryeowook yang masih di depan gerbang SMA. Ryeowook menoleh kearah Kyuhyun dan tersenyum ringan, dia sedang menunggu seseorang.
"Aniyo Kyu, kau pulanglah dulu, aku sedang menunggu seseorang" jawab Ryeowook dengan tatapan senang, berbeda dengan tatapan datar Kyuhyun.
"Yesung hyung?" gumam Kyuhyun sedih. Hari ini adalah hari kelulusan Yesung dari SMA, sementara Ryeowook dan dia yang baru kelas dua masih berada di depan SMA meski hari sudah petang dan matahari mulai berpamitan pulang.
"Nuna...sebentar lagi malam, nanti kau sendirian di si—"
"Ryeowookie!" panggil seorang namja berseragam SMA dengan coretan di sana sini. Namja bermata sipit itu membuka lebar kedua tangannya dan memeluk yeoja imut yang ia hampiri.
"Yesung oppa!" balas Ryeowook dan membalas pelukan kekasihnya itu. Kyuhyun menatap hyungnya datar, dia tidak jadi melanjutkan kalimatnya yang terpotong.
"Kyu? Kau di sini rupannya? Kau mau ikut acara kencan hyung eoh?" tuding Yesung pada dongsaengnya itu dan tersenyum jahil. Kyuhyun memalingkan wajahnya dan menghela nafas berat.
"Aniya hyung...aku akan pulang" jawab Kyuhyun datar. Kebetulan di seberang jalan lewatlah Sungmin yang berjalan sendirian.
"Sungmin nuna! Tunggu aku!" teriak Kyuhyun begitu melihat Sungmin lewat mencoba menjauh dari Yewook.
"Eh...yak!" gumam Yesung memanggil Kyuhyun yang berlari kearah Sungmin itu.
Kyuhyun hanya bisa menghala nafas mendengar panggilan hyungnya, dia tidak ingin berlama-lama ada di sana—atau tak mau lama-lama melihat kemesraan hyungnya dengan orang yang dia cintai?
"Nuna, pulang denganku ya?" pinta Kyuhyun di hadapan yeoja aegyo di hadapannya. Sungmin mengangguk pertanda setuju dan mereka berjalan bersama ke arah yang berlawanan di mana Yewook juga pergi dari gerbang SMA.
"Eumm...Kyu gwaenchanayo?" tanya Sungmin pada Kyuhyun yang terus saja menghela nafas sepanjang perjalanan. Sungmin tahu apa yang membuat Kyuhyun seprti itu.
"Ahh...ne gwaenchana nuna, huftt~" jawab Kyuhyun dan Sungmin tahu itu hanya alih-alih Kyuhyun saja. Sungmin tidak melanjutkan pertanyaannya. Dia tahu apa yang sedang Kyuhyun rasakan sekarang, pasti karena Ryeowook dan Yesung.
'Kyu...di dunia ini masih ada yang mencintaimu, seandainya kau menyadarinya itu adalah aku' batin Sungmin miris.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
Ryeowook berjalan ke arah sebuah bukit kecil, matahari tenggelam terlihat dari atas bukit begitu unik dan semburat oranye membuat suasana begitu klasik. Ryeowook menatap matahari tenggelam itu dengan senang.
"Whooaa~~ oppa! Ini tempat yang bagus sekali" kagum Ryeowook, sementara Yesung yang berada di belakangnya ikut tersenyum menatap ekspresi kagum kekasihnya.
"Nee~~ Ryeowookie" jawab Yesung dan memeluk pinggang ramping Ryeowook dari belakang. Dan mengelitik beberapa kali menggoda Ryeowook.
"Yak oppa hentikan, apa yang kau lakukan eoh..." keluh Ryeowook karena Yesung mengelitikinya.
"Hihi..kau itu sangat imut ketika marah" jawab Yesung dan menenggelamkan wajahnya di leher Ryeowook. Dan mengelitiknya lagi dengan hembusan nafasnya.
Ryeowook tertawa geli merasakan nafas Yesung di lehernya. Oppanya sangat suka bermain-main, seperti sekarang, dan Ryeowook tidak terlalu keberatan, karena Yesung selalu memperlakukannya dengan lembut dan hanya menggelitiknya sampai saat ini.
"Saranghaeyo..." ucap Yesung setelah merasakan tubuh Ryeowook melemas karena terlalu lama tertawa akibat ulahnya. Mendengar perkataan Yesung dia tersenyum tipis.
"Nado saranghae ..." jawab Ryeowook, dan Yesung segera membalikkan posisi Ryeowook menatapnya. Menatap wajah innocent yeoja di hadapannya itu membuatnya gemas. Perlahan Yesung menundukkan wajahnya kearah wajah Ryeowook, menautkan bibirnya dengan yeoja di hapannya itu. Membawanya kedalam sebuah kecupan lembut yang diiringi matahari tenggelam.
Udara dingin bukit berhembus seiring berlalunya matahari dan Yesung memeluk Ryeowook meski dia masih menautkan bibirnya. Membawanya kedalam dekapan hangat dan lindungan angin bukit yang dingin. Seolah tak ada satupun yang ingin melepaskan hingga membawa mereka terjatuh kererumputan hijau bukit yang lembut dan masih mencoba tetap menyatukann diri, menghapus jarak dan membuat suhu menghangat di sekitar mereka.
*flashback off*
Kyuhyun memeluk tubuh Ryeowook erat yang menghadap kearahnya. Tubuh Kyuhyun yang terlau tinggi memaksanya untuk menunduk mengimbangi tinggi Ryeowook di hadapannya. Bibir mereka masih bertaut dan tanpa sadar Ryeowook memejamkan matanya, merasakan sentuhan Kyuhyun di bibirnya. Kyuhyun mengecup bibir Ryeowook lembut dan membuat gerakan sensual dan menyapu bibir bawah Ryeowook yang merona merah dengan lidahnya pelan.
Ryeowook menguakkan bibirnya perlahan menerima sinyal Kyuhyun terhadap bibirnya. Ciuman Kyuhyun yang begitu hangat dan lembut itu tak mampu membawa mereka berdua kedalam suasana romantic.
Kyuhyun menekan bagian belakang leher Ryeowook, mempererat ciuman hangat mereka dan lidah Kyuhyun mulai menjamah dan membelai setiap bagian yang ada di mulut anaenya itu. Perlahan Kyuhyun mulai ikut memejamkan matanya merasakan gerakan Ryeowook yang mulai membalas ciumannya. Ryeowook memeluk leher Kyuhyun erat seolah tak ingin melepaskannya. Keduanya begitu menikmati ciuman ini. Ciuman yang pada awalnya hangat dan berubah panas karena semakin lama tak ada satupun yang ingin melepaskan.
Kyuhyun melonggarkan cengkeramannya pada leher Ryeowook melepas tautan bibirnya perlahan karena mulai merasakan nafas Ryeowook yang memendek, tak ingin menyiksa anaenya yang sedang mengandung itu. Kyuhyun menatap mata cokelat Ryeowook yang perlahan terbuka setelah Kyuhyun melepas ciumannya. Wajah mereka masih cukup dekat.
Dalam ciuman yang cukup lama itu, Ryeowook bisa merasakan sesuatu yang aneh yang pernah dia rasakan dulu mulai datang. Dia merasakan sesuatu yang hilang padanya telah kembali—cinta—tapi di mana dia pernah merasakan cinta itu—berbeda.
"Jeongmal saranghae nuna..." ucap Kyuhyun lagi, karena sejak awal Ryeowook belum menjawabnya. Kyuhyun menatapnya dalam berharap mencari jawaban di mata cokelat Ryeowook yang bersinar itu.
"K-k-kyu..." panggil Ryeowook pelan dan menundukkan pandangannya dari Kyuhyun. Tapi Kyuhyun memeluknya lembut.
"Gwaenchanayo, aku mencintai nuna, menyayangi nuna, dan aku tidak akan membuat nuna menangis karena sesuatu yang telah pergi" ucap Kyuhyun. Tanpa menyebut nama Yesung karena tak ingin membuat Ryeowook mengigatnya di saat seperti ini.
Sementara seseorang terisak pelan di balik pintu rumah dan menepuk dadanya menahan isakkan. Rambut poni pirangnya terlihat menutupi matanya yang menangis. Wajahnya menyiratkan kesedihan tapi dia mencoba menghapus itu—Lee Sungmin, berapa lamakah lagi kau sanggup untuk terluka?
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
Dua bulan berlalu...
Usia kandungan Ryeowook yang kini menginjak empat bulan itu sudah cukup membuatnya kesulitan. Perutnya mulai membesar seperti seorang yeoja yang mengandung pada umumnya. Ryeowook memeluk perutnya pelan dan tersenyum lembut. Aegynya baik-baik saja.
"Anyeong? Ya...appa sudah pulang ada yang merindukanku?" celetuk sebuah suara bass lembut dan mencium sekilas perut yang sudah menggelembung tersenyum kecil melihat tingkah Kyuhyun yang baru pulang.
"Ya aku sudah pulang...bogoshipeo.." ucap Kyuhyun dan berbalik memeluk Ryeowook.
Dua bulan waktu yang lama? Kurasa tidak, karena hanya dua bulan Ryeowook mampu mencintai Kyuhyun. Sebegitu mudahkah hatinya berpaling?
Lalu apa akan lebih baik jika dia mencintai seseorang yang sudah tiada dan terus menangisinya ketika dia sendirian?. Hidup itu tidak selalu berjalan sesuai harapanmu, jalani apa yang ada di depanmu sekarang, karena kita hidup di masa depan bukan di masa lalu. Bukan berarti kita harus mengabaikan masa lalu. Tapi mengingat masa lalu sebagai kenangan manis dan pelajaran yang berharga, bukan menyesalinya.
Ryeowook membalas pelukan Kyuhyun dan tersenyum senang. Dia mengakui perasaannya sekarang, dia menyukai suaminya itu. Mencintainya sama seperti Kyuhyun. Dan semenjak kandungan Ryeowook makin membesar, Kyuhyun makin memperhatikannya. Ryeowook melihat ketulusan di mata Kyuhyun yang juga menyayangi aegynya itu, meski dia tahu itu adalah anak dari mendiang hyungnya sendiri.
Dan Yesung, meski terkadang Ryeowook mengingatnya, tapi kini dia mengingatnya sambil tersenyum, bukan menangis lagi. Seorang Cho Kyuhyun yang menyembuhkan hatinya, tapi terkadang ketika hati seseorang telah sembuh dari kepedihannya, luka baru akan muncul di hati orang lain. Terlebih jika orang yang memberi penyembuhan dan luka itu adalah orang yang sama Cho Kyuhyun.
Dia menyembuhkan kepedihan hati Ryeowook karena kehilangan Yesung, lalu kemudian? Tanpa dia sadari hati seseorang juga terluka, seseorang yang selalu berusaha membuang rasa egoisnya.
Sungmin hendak masuk keruang makan di mana Ryeowook dan Kyuhyun masih berpelukan di sana. Dan lagi, dia berbalik menyembunyikan tubuhnya di balik pintu. Dan sesekali menatap Kyuhyun yang mengelus pelan perut Ryeowook, seolah kebahagian selalu bersemayam di sana. Senyum yang terkembang di bibir Ryeowook maupun Kyuhyun. Sungmin mencoba mengerti, dia sudah cukup lama mengerti, dan dia hanya perlu mengendalikan rasa egoisnya—lagi.
Sungmin mencengkeram erat kertas putih di tangannya dan memasukkannya kedalam saku kemejanya. Dan kemudian menghampiri Ryeowook juga Kyuhyun.
"Minnie chagiya...kau sudah pulang eoh? Eotteokhae? Kau baik-baik saja kan?" ucap Kyuhyun dan mencium puncak kepala Sungmin lembut, Ryeowook tersenyum menatapnya. Sungmin mendongak dan tersenyum lembut.
"Aku baik-baik saja Kyu...hanya dokternya bilang aku butuh istirahat saja," jawab Sungmin. Kyuhyun merengkuh bahu Sungmin dan memeluknya.
"Syukurlah...aku senang kau baik-baik saja chagi. Tidurlah jika kau lelah sekarang" ucap Kyuhyun.
Tubuh Sungmin terlihat sedikit pucat, hari ini dia sakit, dan dia baru saja pulang dari dokter. Sungmin pergi sendirian karena ketika dia berangkat ke dokter Kyuhyun belum pulang.
Dan apa kalian tahu apa isi kertas putih yang di genggam Sungmin tadi?—Surat dari dokter tentang kandungannya.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
'Kyu...kau terlihat begitu senang karena kau akan menjadi appa dari anak Ryeowook?' batin Sungmin ketika beberapa hari kemudian dia melihat lagi Kyuhyun yang makin hari makin mesra dengan anae keduanya itu.
Seperti yang orang katakan, kebahagiaan seorang namja adalah ketika menanti kehadiran anaknya yang akan lahir ke dunia. Sungmin tercekat, bahkan sampai tak sanggup memberi tahu jika dirinya juga sedang mengandung anaknya—anak Kyuhyun.
'Lalu apa jika kau tahu aku juga mengandung anakmu, apa kau akan sebahagia itu? Sementara yang kau cintai adalah Ryeowook' batin Sungmin miris. Dia mulai mengingat masa remajanya lagi. Dia lupa jika dia telah membuat Kyuhyun juga mencintainya. Tapi semakin Sungmin mencoba membuang perasan egoisnya, dia justru merasa sakit, karena mengetahui Ryeowook adalah cinta pertama dari Kyuhyun.
Apa magnae ini tidak berbuat adil pada kedua anenya?
Rasa takut di hati Sungmin sebagai seorang yeoja yang dulu begitu tanpa lelah agar Kyuhyun mencintainya takut kehilangan. Sungmin takut, Kyuhyun tidak mencintainya lagi. Dia takut Kyuhyun melupakannya, dia takut Kyuhyun meninggalkannya. Betapa pikiran itu memprovokasi Sungmin.
Dan semua itu karena kasih sayang Kyuhyun yang terus bertambah kian hari kepada Ryeowook. Membuat Sungmin iri? Sebagai yeoja yang juga mencintai Kyuhyun itu adalah sangat wajar. Tapi tak sadarkah jika Kyuhyun justru merasa Sungminlah yang menjauh darinya?.
"Chagiya...apa sesuatu yang aneh terjadi pada Sungmin nuna ketika aku pergi?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook ketika dia baru saja pulang dari kantor dan mendapati Sungmin sedang pergi keluar.
"Dia pergi ke dokter hampir dua hari sekali Kyu...dia bilang tubuhnya sedikit tidak enak badan" jawab Ryeowook, karena itu adalah jawaban Sungmin ketika Ryeowook hendak menemaninya pergi ke dokter—dan Sungmin menolak tawaran Ryeowook.
'Aku hanya pergi sebentar, aku sedikit tidak enak badan, kau jaga rumah saja ne? Katakan itu jika nanti Kyuhyun menanyakanku' pesan Sungmin ketika dia hendak pergi—selalu.
"Hufftt...dia aneh beberapa minggu ini, apa aku berbuat kesalahan?" tanya Kyuhyun dan memeluk pinggang Ryeowook dari samping. Sekarang magnae itu sama sekali tidak canggung jika harus memeluk Ryeowook.
"Uhmm kurasa iya...kau harus lebih memperhatikannya lagi Kyu...sepertinya terjadi sesuatu pada Sungmin eonnie..." nasehat Ryeowook. Kyuhyun mengangguk mengerti dan mengecup pelan pipi Ryeowook. Membuat Ryeowook memegangi pipinya.
"Ya...magnae ini genit eoh? Ku adukan pada Yesung oppa nanti..." canda Ryeowook.
"Adukan saja...aku akan bilang padanya jika kau adalah istriku juga sekarang..dia bisa bilang apa? Hehe" jawab Kyuhyun menyeringai, sebuah candaan garing.
.
.
.
.
.
.
.
"Hooeekk~~~" Sungmin menutup mulutnya ketika dia, Kyuhyun, dan Ryeowook ada di meja makan. Rasa mual menghinggapi Sungmin, dan dia menutup mulutnya menahan rasa mual itu.
"Chagi gwaenchana?" tanya Kyuhyun panik melihat raut wajah Sungmin yang memucat. Sungmin mengangguk, padahal jelas-jelas dia tidak terlihat baik.
Sungmin masuk kedalam kamar mandi, dan mengeluarkan unek-unek mualnya di sana. Kyuhyun dan Ryeowook mengikutinya, seperti yang pernah dia lakukan pada Ryeowook, Kyuhyun memijat tengkuk Sungmin pelan. Raut wajah Kyuhyun begitu khawatir. Dia takut sesuatu yang salah terjadi pada Sungmin-nya.
"Chagi...kau tidak baik-baik saja...jangan bohong padaku..." ucap Kyuhyun, dan Sungmin menghela nafas, Ryeowook yang berada di dekat mereka diam menatap Sungmin yang memberikan sebuah kertas pada Kyuhyun. Seperti surat pemeriksaan dari dokter.
Kyuhyun membukanya ragu, takut-takut hal buruk terjadi. Tapi setelah dia membuka surat cek up yang di berikannya, dan membacanya, dia membelalakkan matanya.
"Chagi...kau..." ucap Kyuhyun dan mendongak menatap Sungmin senang, lalu spontan memeluk Sungmin dengan erat seolah dunia hanya berisi mereka.
"Chagi...kau mengandung anakku? Kenapa menyembunyikannya? Aku sudah menunggu ini lama, kenapa baru bilang sekarang eoh?" ucap Kyuhyun senang dan berkali mengecup puncak kepala Sungmin.
Senyum terkembang di wajah Kyuhyun begitu pula Sungmin yang dipeluk begitu erat oleh Kyuhyun. Sekarang sebuah perasaan lega menghinggapi hati Sungmin. Kyuhyun senang karena hal ini, cukup membuatnya lega. Sementara Ryeowook ikut senang karena sekarang eonnienya juga sama sepertinya—hamil.
Sungmin terus tersenyum dalam pelukan Kyuhyun, entah bagaimana Sungmin harus mengatakan perasaanya sekarang. Dia benar-benar bahagia, sangat bahagia, karena Kyuhyun juga senang. Semua yang Sungmin pikirkan salah. Kyuhyun mencintainya, masih mencintainya.
~~Min bagaimana kau bisa berfikir Kyuhyun tidak mencintaimu?*tanya author (?)
~~Karena kau membuatnya terlihat lebih menyayangi Ryeowook *ucap Sungmin bawa golok *pletak (abaikan adegan balik layar ini)
"A-a-ahhh~~~~" ringis Ryeowook memegangi perutnya, membuat adegan Kyumin terhenti. Kyuhyun balik menatap panik kearah Ryeowook yang kesakitan. Darah segar merembes dari celananya dan menjalar ke kaki Ryeowook.
"Ryeowook-ah~!" panggil Sungmin dan berlari kearah Ryeowook. Kyuhyun menyangga kepala Ryeowook.
"Chagi...kau kenapa? Jangan pingsan dulu...chagi apa yang terjadi padamu!" panggil Kyuhyun, Sungmin di sampingnya juga tak kalah khawatir dan mencoba membuat Ryeowook sadar. Tapi kedua mata Ryeowook terlebih dahulu terkatup, membuat pertanyaan terus berkecamuk di benak Kyumin.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
"Kandungannya lemah tuan Cho...sudah kukatakan ketika usianya baru dua bulan jika kandungannya benar-benar lemah bukan? Maklumlah, ini adalah kandungan seorang yeoja yang mengalami tekanan batin setelah mengalami stress di usia muda kandungannya sehingga begitu rapuh, tidak seperti perempuan normal pada umumnya, dan kandungannya juga masih muda, ada banyak kemungkinan dia bisa keguguran" jelas dokter kandungan di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun mengenggam tangan Ryeowook erat berharap anaenya itu segera bangun. Sementara Sungmin ikut menunggui di sampingnya.
'Hyung? Bagaimana jika aku tidak bisa melindungi Ryeowook kita, melindungi aegymu?' adu Kyuhyun membatin. Sungmin mengusap punggung Kyuhyun lembut.
"Kyu...kau begitu mengkhawatirkan Ryeowook?" tanya Sungmin, nada aneh terdengar dari perkataannya. Kyuhyun menatap mata Sungmin, tatapan mata yang begitu membingungkan.
"Aku jadi teringat dulu ketika kita masih SMA Kyu..." ucap Sungmin. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan apa-maksud-mu?.
*flashback*
"Nuna...jebal ireona..kau kenapa nuna?" tanya Kyuhyun dan menggenggam erat tangan Ryeowook yang pingsan di UKS. Sehabis kegiatan lari olahraga pagi ini, tiba-tiba saja Ryeowook pingsan tanpa sebab. Kyuhyun sangat mengkhawatirkannya dan menungguinya sejak pagi. Tak heran, yang orang ketahui adalah—mereka sahabat dekat.
"Tenang Kyu...calon kakak iparmu ini baik-baik saja" ucap Yesung yang langsung masuk keruang UKS tanpa mengetuk pintu.
"Mwo? Ka-kakak ipar?" tanya Kyuhyun frustasi. Yesung tersenyum simpul kemudian merebut tangan Ryeowook yang digenggam Kyuhyun tadi.
"Dia pingsan karena kelelahan...kau tahu? Kurasa calon sepupumu yang membuatnya seperti ini" jawab Yesung dengan makna tersirat.
"MWO?!" kaget Kyuhyuntak percaya. Bagaimana hyungnya bisa...
"Tenang...hyung akan segera menikahinya" jawab Yesung, membuat Kyuhyun mengepalkan tangannya erat. Dalam hati Kyuhyun benar-benar ingin memukul hyungnya rasa perih dimata Kyuhyun membuatnya sakit.
*flashback off*
"Yesung hyung membohongiku kalau Ryeowook nuna hamil saat itu...tapi sekarang adalah nyata chagi..." jawab Kyuhyun setelah mengetahui apa yang dimaksudkan Sungmin.
"Kau begitu menyayanginya?" tanya Sungmin.
"Nae..dia juga anaeku chagi" jawab Kyuhyun pasti.
"Kau begitu mencintainya?" tanya Sungmin lagi.
"Ne...aku mencintainya"
"Kau tak ingin kehilangan dia?" tanya Sungmin kali ini lebih seperti tudingan.
"Tentu saja chagi...bagaimana mungkin aku bisa kehilangan anaeku?"
"Lalu apa artinya aku bagimu?" tanya Sungmin akhirnya, pertanyaan itu membuat Kyuhyun menatapnya heran. Tatapan Sungmin sarat akan tatapan iri, Kyuhyun melakukan sesuatu yang salah?
"Chagi...kenapa bertanya seperti itu..." tanya Kyuhyun dan menatap mata Sungmin yang sarat kesedihan.
"Dulu...aku tahu semuanya...lalu...semuanya yang aku tahu menyakiti ku Kyu..." ucap Sungmin, merobek luka lama yang dulu ia alami.
"Dan kemudian, kau mencintaiku...kita saling mencintai kan? Kemudian aku berusaha menyamankan posisimu karena kematian Yesung hyung..." ucap Sungmin lagi. Dia kini tidak bisa melawan rasa egoisnya begitu melihat rasa khawatir Kyuhyun dan membandingkan rasa bahagia Kyuhyun. Rasa khawatir Kyuhyun terlihat lebih menyakitkan di mata Sungmin, dibanding rasa bahagia Kyuhyun tadi sebelum Ryeowook pingsan.
"Lalu sekarang...kenapa? Apa artinya aku bagimu ketika orang yang kau cintai datang lagi Kyu? Hiksss~~~" ucap Sungmin, dia tahu kalimatnya terlalu egois karena dirinya sendiri yag memilih jalan cerita ini. Maksudnya jalan citanya dengan Kyuhyun. Andai Kyuhyun tidak terus merasa bersalah karena kematian Yesung. Semuanya akan berjalan sesuai bayangan Sungmin selama ini.
'Eonnie...jadi selama ini kau tersakiti karena keberadaanku? Kenapa tidak mengatakannya sejak awal ketika aku berada di antara kalian?' Batin yeoja yang masih terbaring di ranjangnya, mendengar pertengkaran itu.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
.
.
.
.
.
~~TBC~~ TBC ~~TBC ~~TBC ~~ ~~TBC~~ TBC ~~TBC ~~TBC ~~
~~TBC~~ TBC ~~TBC ~~TBC ~~ ~~TBC~~ TBC ~~TBC ~~TBC ~~
Alohaa 'O')/ s
Big thanks to reviewers \^^/
Kalian adalah bintang bersinar yang membuat saya bertahan dan semangat di dunia FFN kejam ini (?) /plok/
Segala bentuk typos dan EYD amburadul mohon dimaafkan dan apabila berkenan mohon dibenarkan ketika anda review ^^ jadi saya jadi tahu dan bisa memperbaiki kesalahan saya nantinya \^^/
Thanks to : MimiTao, Byun Hyerin, , FikaClouds, UMeWookie, sayangsemuamembersuju, sushimakipark, hanazawa kay ,
Salam kenal buat semua reviewers ^^
