_ IF YOU LOVE ME MORE _
(Chap 4)
Last
By:Uqqielf Lee Minsung
Pairings : YeWook/KyuMin/KyuWook
Genre: Gender Switch/Hurt/Romance
Rate: T
Summary: Kehidupan rumah tangga YeWook yang bahagia. Ryeowook mencintai Yesung, Yesung mencintai Ryeowook, tapi ternyata takdir lebih mencintai Yesung hingga mengambilnya, lalu bagaimana Ryeowook?
Disclaimer: Super junior © God, SMEnt, ELFs, Their Parents & Themselves
_ IF YOU LOVE ME MORE _ Uqqielf a.k.a Kim Minsung
WARNING :: Death Chara! Crackpair! Jika ingin bash,bash saia aja! Jangan bash couplenya okay?
'Tidak selamanya menang atas apa yang kau inginkan adalah kebahagiaan sejatimu'
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
Before...
"Kau begitu menyayanginya?" tanya Sungmin.
"Nae..dia juga anaeku chagi" jawab Kyuhyun pasti.
"Kau begitu mencintainya?" tanya Sungmin lagi.
"Ne...aku mencintainya"
"Kau tak ingin kehilangan dia?" tanya Sungmin kali ini lebih seperti tudingan.
"Tentu saja chagi...bagaimana mungkin aku bisa kehilangan anaeku?"
"Lalu apa artinya aku bagimu...?" tanya Sungmin akhirnya, pertanyaan itu membuat Kyuhyun menatapnya heran. Tatapan Sungmin sarat akan tatapan iri, Kyuhyun melakukan sesuatu yang salah?
"Chagi...kenapa bertanya seperti itu..." tanya Kyuhyun dan menatap mata Sungmin yang sarat kesedihan.
"Dulu...aku tahu semuanya...lalu...semuanya yang aku tahu menyakitiku, Kyu..." ucap Sungmin, merobek lagi luka lama yang dulu ia alami.
"Dan kemudian, kau mencintaiku...kita saling mencintaikan? Kemudian aku berusaha menyamankan posisimu karena kematian Yesung sunbae..." ucap Sungmin lagi. Dia kini tidak bisa melawan rasa egoisnya begitu melihat rasa khawatir Kyuhyun dan membandingkan rasa bahagia Kyuhyun. Rasa khawatir Kyuhyun terlihat lebih menyakitkan di mata Sungmin, dibanding rasa bahagia Kyuhyun tadi sebelum Ryeowook pingsan.
-Back sound : T-ara Cry-cry-
"Lalu sekarang...kenapa? Apa artinya aku bagimu ketika orang yang kau cintai datang lagi Kyu? Hiksss~~~" ucap Sungmin, dia tahu kalimatnya terlalu egois karena dirinya sendiri yag memilih jalan cerita ini. Maksudnya jalan citanya dengan Kyuhyun. Andai Kyuhyun tidak terus merasa bersalah karena kematian Yesung. Semuanya akan berjalan sesuai bayangan Sungmin selama ini.
'Eonnie...jadi selama ini kau tersakiti karena keberadaanku? Kenapa tidak mengatakannya sejak awal ketika aku berada di antara kalian?' Batin yeoja yang masih terbaring di ranjangnya, mendengar pertengkaran itu.
.
=Uqqielf_If You Love Me More=
.
Kyuhyun bangun dari samping ranjang Ryeowook dan kemudian menarik bahu Sungmin kedalam pelukan eratnya. Sangat erat, bahkan sampai Sungmin mencengkeram dada Kyuhyun agar melonggarkan pelukannya. Bahu Sungmin bergetar, dia menangis. Setelah mengatakan apa yang dia kubur selama ini, dia merasa begitu egois, tapi dia tidak mungkin bersikap munafik seperti ini selamanya.
Kyuhyun memeluk anae pertamanya itu erat, rasanya seperti ditusuk dengan belati oleh orang yang kau cintai. Itu yang Kyuhyun rasakan sekarang. Sungmin memojokkannya, dan apa semuanya benar-benar dia lakukan? Entahlah. Kyuhyun justru merasa sekarang dia bersalah pada Sungmin.
*Flashback*
"Kyu...bukannya Yesung sunbae baru saja lulus hari ini? Kenapa kau tidak jalan-jalan dengannya?" tanya Sungmin di perjalanan pulang, seharusnya seorang dongsaeng turut berbahagia merayakan kesuksesan hyungnya lulus SMA bukan?.Tapi Kyuhyun malah terlihat begitu menyedihkan.
"Yah..aku bahagia kok nuna...sangat bahagia karena sekarang Yesung hyung sudah lulus" jawab Kyuhyun dan menatap jalanan lurus di depannya.
"Kyu? Kau belum ingin pulang kan?" tanya Sungmin menatap langkah Kyuhyun yang begitu pelan dan tanpa tujuan. Kyuhyun menatap yeoja aegyo di sampingnya itu. Sungmin menarik pergelangan tangan Kyuhyun membawanya menuju ke sebuah tempat.
Game Center! Tempat Favorit Kyuhyun.
"Woa~~ nuna! Darimana kau tahu tempat ini? Ayo masuk!" ajak Kyuhyun semangat, rasa semangat hidupnya naik lagi menatap tempat favorit di depannya, tapi Sungmin menahan tangannya.
"Wae nuna? Sudah ayo masuk!" ajak Kyuhyun manja. Sungmin tertawa kecil dan mengikuti tarikan Kyuhyun. Sungmin senang melihat semangat Kyuhyun kembali.
"Ayo tanding game nuna!" tantang Kyuhyun pada Sungmin.
"Eh? Ok siapa takut! Ayo kita tanding game tapi yang kalah harus dapat hukuman, setuju?" tawar Sungmin, Kyuhyun sejenak berfikir kemudian menyetujui permintaan Sungmin.
"Yang kalah harus melakukan apa?" tanya Kyuhyun lagi, bagaimanpun dia tidak ingin mendapat kerugian, karena Kyuhyun yakin dia akan menang dari Sungmin, jadi hukuman yang kalah harus menguntungkan untuknya—dasar licik bin setan—ups—maaf.
"Yang kalah harus menuruti setiap perkataan yang menang sampai besok malam, deal?" tanya Sungmin dan menyunggingkan senyum aegyonya dan membentuk sedikit senyum di mata bulatnya.
'Degg!' sesuatu seperti meyerempet hati Kyuhyun. Sejenak dia menatap Sungmin yang masih tersenyum di depannya dengan pasti.
"Kyu!" panggil Sungmin membuyarkan lamunan Kyuhyun.
"Oh ya! Ayo mulai nuna!" sahut Kyuhyun.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
1 jam kemudian...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ishh~~~ hari yang benar-benar sial!" keluh Kyuhyun frustasi dan memegang sebuah kotak di hadapannya.
"Buka dan makan!" ucap Sungmin memerintah menunjuk kotak di pangkuan Kyuhyun. Dengan pandangan memohon Kyuhyun menatap Sungmin. Tapi Sungmin hanya tertawa kecil.
"Kau lupa taruhannya tadi? Yang kalah harus menuruti setia—"
"Arraseo arraseo~~~~" jawab Kyuhyun dan membuka kotak di hadapannya.
Hijau, daun, basah, apalagi yang tidak disukai magnae ini jika bukan rumput makanan kelinci Australia—berlebihan.
"Pria sejati harus menepati janjinya~~~haha!" kata Sungmin menatap Kyuhyun. Dengan berat hati Kyuhyun memakan beberapa helai daun selada di hadapannya. Rasanya hambar, tidak enak sama sekali, dan membuat Kyuhyun mual.
"Yang kedua..." pinta Sungmin seolah bermain-main dengan magnae ini. Kyuhyun memohon menatap Sungmin tapi hanya dibalas gelengan.
Kyuhyun menyuapkan lagi selada yang baginya rumput itu ke mulutnya, salahnya sendiri kenapa kalah bermain game. Hari yang tidak menguntungkan. Dan sekarang dia harus makan rumput yang benar-benar tidak dia sukai demi taruhan dan martabatnya sebagai seorang "Pria Sejati".
"Hooeekkk~~~~!" Kyuhyun memuntahkan selada di mulutnya. Membuat Sungmin terlonjak.
"Yak kau jorok sekali Kyuuuuuuuu~~~~" ucap Sungmin dan menarik Kyuhyun pergi kekamar mandi.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Kyuhyun dan Sungmin duduk ditaman dekat game center tadi, bulan sudah lahir dan bintang-bintang kecil mulai berkelap-kelip menambah suasana cerah di malam yang cukup sunyi ini.
"Nuna, sudah malam apa kau mau kuantar pu—"
"Kyu boleh aku katakan sesuatu?" potong Sungmin dan mendongak ke atas menatap langit. Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin yang menatap langit itu dan ikut-ikutan meniru tingkah Sungmin.
"Hmm...wae nuna?" tanya Kyuhyun dan menatap jutaan bintang di atas langit.
"Aku akan pergi ke Kanada" ucap Sungmin. Membuat Kyuhyun sontak menoleh ke arahnya.
"MWO? KANADA?" tanya Kyuhyun atau lebih tepatnya seperti berteriak ke arah yeoja aegyo di hadapannya ini. Sungmin mengangguk dan menatap Kyuhyun.
"Ta-tap-tapi nuna mau apa ke sana? Itu jauh sekali!" ucap Kyuhyun masih dengan rasa terkejutnya.
"Appaku menyuruhku pindah study ke sana, yah lagi pula tak ada ruginya jika ke Kanada" jawab Sungmin, sebuah nada penyesalan terselip di ucapannya.
"Hmmm...kapan nuna akan pergi ke sana?" tanya Kyuhyun akhirnya.
"Besok..." jawab Sungmin pelan.
"MWO?" ucap Kyuhyun lagi lebih shock dari sebelumnya.
"Wae Kyu?" tanya Sungmin bingung dengan pertanyaan Kyuhyun yang lebih seperti teriakan ambigu tak bermakna itu.
"Eughh...mana bisa nuna pergi besok...kan kita belum menyelesaikan taruhannya!" jawab Kyuhyun berfikir mencari jawaban yang tepat. Sungmin tergelak.
"Haha~~~ setidaknya aku akan pergi ketika malam hari Kyu~~ jadi kau masih bisa menyelesaikan taruhan ini" jawab Sungmin. Kyuhyun menghela nafas lesu. Berharap Sungmin memundurkan keberangkatannya, tapi ternyata tidak.
"Tapi aku juga ingin mengatakan sesuatu sekarang" ucap Sungmin kali ini nadanya terdengar serius dan Kyuhyun menatap Sungmin dalam-dalam. Entah apa yang Kyuhyun cari dan rasakan, tapi sesuatu yang membuat Kyuhyun tenang ada di mata Sungmin. Sebuah senyum tulus terukir di wajah Sungmin membuat Kyuhyun semakin serius menatapnya.
"Saranghae...Kyu...Hyun...ah..." jawab Sungmin dan masih terus menatap Kyuhyun yang juga menatapnya.
*Flashback end*
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
"Aniya chagi...kau sangat berarti bagiku, jangan berfikir kau tidak ada artinya bagiku...kau sangat berarti, lebih dari siapapun yang pernah aku cintai Minnie chagiya..." ucap Kyuhyun dan masih menahan tubuh Sungmin di dalam pelukannya. Dan mengelus rambut pendek Sungmin yang sudah menangis dalam pelukannya itu.
"Hikkss...bagaimana aku bisa percaya..." desis Sungmin pelan, nafasnya masih sesegukkan dan memukul-pukul dada Kyuhyun pelan, tak bermaksud menyakiti magnae ini.
Sementara seseorang yang sejak tadi menyaksikan bak putaran film drama di hadapannya ini dengan mata seolah tertutup tapi mengetahui semuanya menangis dalam diam. Merasakan setiap sakit yang terlontarkan dari yang ia dengar sejak tadi, menyadari betapa seorang Sungmin sudah terlalu banyak terluka. Apa ini salahnya? Ryeowook, apa ini salahmu?. Semua itu terus berputar di benak Ryeowook. Tapi dia tetap memejamkan matanya, seolah dia tidak mengetahui apapun.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
"Pagi Ryeowookie...kau sudah baikkan eoh?" tanya Sungmin dan tersenyum tipis di hadapan yeoja yang masih terbaring di ruang rawatnya itu. Ryeowook menatap ke arah Sungmin dan tersenyum dengan bibir pucatnya.
"Baik eonnie, bagaimana dengan eonnie? Dan apa aegy dalam perut eonnie baik-baik saja?" tanya Ryeowook. Sungmin mengangguk pasti.
"Kuharap iya...karena dokter spesialis kandungan itu bilang janin yang masih muda itu begitu lemah, jadi kuharap kau juga menjaga kesehatanmu Ryeowook-ah" nasehat Sungmin. Dan dibalas anggukan oleh Ryeowook.
"Humm...kalian berdua disini? Selamat pagii~~~" sapa Kyuhyun yang tiba-tiba saja membuka ruang rawat Ryeowook. Sebuah kecupan hangat mendarat dikening Sungmin, Kyuhyun melakukan rutinitasnya lagi.
"Pagi Kyu~~" jawab Sungmin setelah Kyuhyun mendaratkan ciuman terakhirnya di bibir Sungmin. Kyuhyun tersenyum dan kemudian beralih ke arah Ryeowook yang masih terbaring di ranjang rawat itu.
"Pagi chagi" ucap Kyuhyun dan memeluk Ryeowook yang masih berbaring, Ryeowook memilih tak membalas pelukan Kyuhyun dan tersenyum sambil memastikan Sungmin baik-baik saja. Dia sudah mendengar yang kemarin bukan? Jadi akan lebih baik jika dia menjauh sedemikian yang ia bisa agar Sungmin tidak akan terluka sedikitpun lagi karena perasaannya.
Sungmin mengalihkan pandangannya ke arah jendela ketika Kyuhyun mulai mencium kening Ryeowook, sayang gerakan itu disadari oleh tatapan mata Ryeowook. Meninggalkan sebuah pertanyaan menyayat.
'Eonnie kau terluka karena aku?' pikir Ryeowook.
"Chagi...kau harus cepat sembuh ne? Bagaimanapun hyung juga aku akan marah jika aegy ini terluka karena nuna yang kelelahan" ucap Kyuhyun dan mengelus pelan perut Ryeowook yang sedikit mengelembung itu.
"Hmmm ne..." jawab Ryeowook dan menghentikan gerakan tangan Kyuhyun dan meletakannya di samping ranjang.
"Semuanya pasti baik-baik saja...yah setidaknya aku tidak akan selemah itu" bela Ryeowook membuat cengiran tipis di bibir Kyuhyun.
"Oh ya...kenapa tidak menamani Sungmin eonnie saja untuk check up?" usul Ryeowook mengingat Sungmin ada di ruangan itu.
"Eh..." gumam Sungmin begitu mendengar usul Ryeowook.
"Eumm, tapi aku—"
"Minnie chagiya sudah check up tadi pagi, dan dia baik-baik saja. Kau mau jalan-jalan?" tawar Kyuhyun. Karena memang tadi pagi Sungmin sudah memeriksa keadaan calon aegynya.
'Kyu~~~' panggil Sungmin dalam hati, lagi perasaan egois itu menghampirinya, semenajak seorang aegy bersemayam dalam rahimnya perasan egois itu selalu datang dan tak bisa ditahannya.
"Aniya Kyu~~ aku masih tidak enak badan, ajak Sungmin eonnie jalan-jalan saja" tolak Ryeowook dengan halus meski sebenarnya mungkin jika jalan-jalan bisa menghilangkan mood buruknya seharian di rumah sakit,karena eternal magnae ini tidak menyukai apa itu yang disebut 'Rumah Sakit'.
"Aniya~~ aku tahu kau tidak suka rumah sakit kan? Kalau begitu kita bertiga jalan-jalan bersama arrachi?" ajak Kyuhyun dan kemudian menarik sebuah kursi roda lipat di bawah ranjang Ryeowook. Kemudian Kyuhyun membantu Ryeowook duduk di kursi itu setelah membopongnya.
"Kajja Minnie chagiya" ajak Kyuhyun juga pada Sungmin dan mereka keluar bertiga, dengan Kyuhyun yang mendorong kursi roda Ryeowook.
'Kenapa semuanya datang di saat yang salah? Kenapa aku harus mencintai seseorang yang sudah jadi milik orang lain? Kenapa aku justru menjadi orang ketiga di antara kalian? Kenapa aku harus membuat Sungmin eonnie menderita karena aku? Lalu kenapa aku terus bertahan di sini? Seharusnya aku pergi saja' batin Ryeowook, sekarang posisinya tak berbeda dengan Kyuhyun dulu. Mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Karena dunia ini berputar, kejadian yang orang lain alami karena kau, percayalah suatu hari kejadian itu akan kau dapatkan juga. Seperti putaran kejadian yang bisa terjadi kapanpun dan pada siapapun.
Lalu ketika kau mulai mencintai tapi seseorang terluka karena cintamu bisakah kau berdiam diri dan meneruskan cintamu? Sementara kau sadar jika dirimu orang ketiga? Dan mereka yang tersakiti adalah mereka yang seharusnya mendapat cinta itu? Seseorang yang mengerti arti cinta tidak akan seegois itu.
Karena bukan berarti menang atas apa yang kau inginkan adalah kebahagiaan sejatimu.
Meski senyum dan tawa riang berada di antara mereka bertiga selama ini, tapi sekarang adalah sebuah rasa sakit yang entah siapa yang mau menerimanya. Karena keduanya akan mencoba saling mengalah, tapi juga tak mau selamanya terluka.
Jadi siapa yang sebenarnya terluka?
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Sinar matahari menerobos ke sebuah ranjang putih di sebuah kamar rawat. Spreinya masih tertata rapi dan tidak ada seorangpun di sana.
"Ryeowook-ah...kau sudah ba—" ucap Sungmin masuk keruangan itu tapi menghentikan ucapannya ketika menatap sekelilingnya yang kosong.
"Ryeowook-ah kau di mana?" tanya Sungmin dan membuka kamar mandi di ruangan itu.
Kosong.
Kemudian dia keluar ke bagian informasi menanyakan pasien di kamar yang ditempati Ryeowook. Nihil, suster rumah sakit itu begitu tledor karena bahkan tidak tahu kemana pasiennya pergi.
"Chagi? Ryeowook nuna pergi tanpa meninggalkan apapun di kamarnya?" tanya Kyuhyun khawatir dan memegang kedua pundak Sungmin erat, jelas sekali raut khawatir di wajahnya. Ryeowook masih sakit dan dia kabur dari rumah sakit. Tidak mungkin jika hanya karena dia benci rumah sakit dia sampai kabur, pasti ada alasan lain yang belum Kyuhyun ketahui.
Sungmin menggeleng ragu dan menundukkan wajahnya.
"Dia juga tak membawa satupun pakaiannya Kyu.." jawab Sungmin.
"MWO? Asshh, chagi...kau pulanglah ke rumah aku akan mencari Ryeowook nuna dulu ne?!" ucap Kyuhyun dan segera pergi.
'Benar bukan? Bagaimana bisa aku mempercayaimu? Sementara kau begitu mengkhawatirkannya?' batin Sungmin menatap Kyuhyun yang semakin jauh pergi.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Langit mulai mendung, sepertinya hujan akan segera turun, sementara Ryeowook masih berjalan pelan entah hendak kemana.
'Hufftt hujan...Yesung oppa bisakah aku memintamu untuk melindungiku dari hujan sebelum aku menemukan tempat untuk berteduh?' batin Ryeowook dan menatap langit dengan awan kelabu di atasnya. Ryeowook membetulkan kemejanya yang kedodoran, dia sengaja memakainya untuk menyamarkan perutnya yang menggelembung. Sehingga dia terlihat normal-normal saja dan suster tidak akan mencurigainya
'Kyu mencintaimu meski hanya sesaat tapi aku tahu, kau telah menghiburku, mungkin perasaan in hanya pelampiasan, tapi setelah kupikir lagi ini adalah nyata, aku memang mencintaimu, tapi seberapa inginpun aku mencintaimu, aku tidak boleh, karena hatimu hanya pantas untuk Sungmin eonnie yang akan memilikinya sampai akhir' batin Ryeowook dan masih terus menyusuri jalan tanpa arah.
'Sungmin eonnie semoga kau akan selalu sehat, begitu juga calon aegymu, jaga dirimu dengan baik~~~ aku akan baik-baik saja di manapun aku berada ^_^' Sungmin menggenggam erat kertas di tangannya, itu jelas-jelas tulisan tangan Ryeowook. Tapi surat pendek itu untukknya bukan? Jelas-jelas di sana tertulis nama Sungmin. Bukan Kyuhyun atau siapapun itu. Jadi hanya dia yang boleh membacanya kan?
'Mianhae eonnie jika membuatmu menderita selama ini, semoga eonnie akan lebih bahagia mulai sekarang, saranghae ^_^' lanjut Sungmin menatap lanjutan memo itu. Rasa perih menghampirinya, jadi yang terlalu baik itu siapa? Yang paling terluka siapa?
"Ryeowookkie..." gumam Sungmin.
Kyuhyun memarkirkan mobilnya di depan rumah lama hyungnya yang sudah mendiang itu. Berharap Ryeowook ada di dalam sana, tapi nihil, tidak ada satupun orang di rumah besar tak berpenghuni ini.
Kyuhyun melanjutkan menyetir mobilnya ke area pemakaman, berharap setidaknya mungkin Ryeowook sedang berkunjung ke sana. Tapi sesampainya di depan makam hyungnya dia tidak melihat Ryeowook ada di sana. Jatuhlah dia di tempat itu.
"Hyung...beritahu aku jika kau tahu di mana Ryeowook nuna sekarang" ucap Kyuhyun frustasi, dia khawatir terjadi sesuatu dengan Ryeowook yang masih sakit, atau yang lebih membahayakan terjadi sesuatu pada aegy itu yang nantinya juga akan berbahaya pada Ryeowook. Buliran air mata menuruni mata obsidian Kyuhyun di hadapan hyungnya.
'Lindungi aku dari hujan sebelum aku menemukan tempat untuk berteduh'
Meski gemuruh pertanda hujan masih terdengar sejak tadi, beruntung air hujan itu belum membasahi setitikpun pakaian Ryeowook. Tapi sepertinya karena terlalu lama tidak menemukan tempat berteduh, hujan benar-benar akan mengguyur tubuhnya.
'Oppa...setidaknya lindungi aegymu jika kau tidak bisa melindungiku...' batin Ryeowook, dia hanya bisa berharap, untuk menghibur hatinya sekarang.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Hujan turun dengan deras, butiran air langit tak hentinya turun membuat pepohonan dan jalan dibasahi oleh air dan udara dingin menusuk mulai terasa. Sungmin menatap ke jendela rumahnya, dia khawatir dengan orang-orang yang meninggalkannya sendirian sekarang di rumah. Kyuhyun suaminya...dan tak bisa dipungkiri sekarang dia juga mengkhawatirkan Ryeowook.
Sungmin mengambil kunci mobilnya, menghidupkannya, kemudian melaju menembus derasnya hujan.
'Kurasa aku memang salah berlaku seperti ini, mungkinkah Ryeowook tahu? Aku benar-benar minta maaf padamu karena membuatmu sulit seperti ini, maafkan aku yang begitu egois ini, Ryeowook, Kyuhyun...'
Kyuhyun masih mencari-cari di mana Ryeowook sekarang, di semua tempat yang memungkinkan dan biasa Ryeowook datangi, tapi nihil, tidak ada di manapun. Sebenarnya di mana dia? Hujan semakin deras, apa Ryeowook tidak kehujanan? Apa Ryeowook tidak kedinginan? Apa Ryeowook tidak sendirian? Apa Ryeowook tidak kesepian? Pertanyaan itu, ingin sekali Kyuhyun mengetahui jawabannyanya dengan pasti. Bahwa anae keduanya itu baik-baik saja.
Sementara di bawah guyuran hujan, poni Ryeowook yang basah menutupi sebagian wajahnya, tangannya sudah mulai kedinginan, tapi apa mau dikata, tidak ada temapt berteduh kecuali sebuah pohon di sisi Ryeowook yang juga masih membuatnya basah sekalipun untuk berteduh. Sepertinya pohon besar ini tak mampu lagi melindunginya.
Kyuhyun menegok kekanan-kiri jalan berharap siapa tahu dia melihat sosok Ryeowook. Dan pandangannya tertuju pada seorang yeojaja dengan kemeja ungu yang kebesaran dan celana jeans panjangnya yang basah kuyup dan berteduh di bawah pohon besar di seberang jalan.
"Ryeowook hyung!~~~" panggil Kyuhyun, tapi derasnya hujan jelas menyamarkan panggilannya, apalagi ketika diperhatikannya Ryeowook hendak pergi dari bawah pohon besar itu entah mau ke mana. Kyuhyun turun dari mobilnya dan air hujan mulai membasahi kemejanya. Jarak Ryeowook masih ada tiga belas meter di depannya karena Ryeowook berdiri di seberang jalan yang lebih jauh dari perkiraan Kyuhyun.
Kyuhyun terus mencoba berteriak memanggil nama Ryeowook meski hujan jelas-jelas menghapus suaranya. Sampai dia lupa kalau dia sedang menyeberang jalan dan apa saja bisa lewat disana.
Dan sebuah mobil tank melaju kearahnya.
"KYUUUUUUUUU!" jerit seseorang dengan suara tenornya yang menggelegar seperti sebuah suara yang bertarung dengan cahaya kilat dan suara petir. Dan kemudian seseorang mendorong Kyuhyun.
"Srreeeettt!"
"Drrraakkkk!"
Seseorang terguling di aspal basah jalanan dengan seorang namja yang tersungkur di sisi jalanan. Mobil yang barusan menabrak seseorang itu berhenti diam. Kyuhyun mencoba bagun dan menahan rasa nyerinya akibat seseorang yang mendorongnya dan matanya terbelalak menatap siapa yang terbaring di aspal dengan kepala dan kaki yang berlumuran darah tersamarkan air hujan.
Seseorang lain sudah menyangga kepala seseorang tadi yang terbaring di aspal tadi sambil menagis meski air matanya terhapus air hujan.
"Eonnie~ jebal ireonayo...eonnie..." panggil seseorang lain yang menyangga kepala seorang yeoja di pangkuannya, kemeja ungunya sudah penuh bercak darah tersamarkan air akibat luka dari seseorang dalam pangkuannya.
"..." Kyuhyun kehabisan kata-kata melihat dua orang di hadapannya, kedua orang yang begitu ia cintai baik sekarang maupun masa lalu.
"Kyuu! Cepat bawa Sungmin eonnie ken rumah sakit! Kepalanya terluka begitu juga dengan aegynya, kakinya berlumuran darah Kyu!" teriak Ryeowook dan dengan tergesa Kyuhyun membopong tubuh Sungmin erat dan tanpa ba-bi-bu langsung membawanya ke mobil orang yang tadi menabraknya menyurunya untuk segera mengantar mereka ke rumah sakit.
"Kyuu~~" gumam Sungmin lemah melihat seseorang yang memangkunya di dalam mobil seseorang dengan air mata yang tak henti keluar dari mata obsidian itu.
*Flashback*
"Saranghae...Kyu...Hyun...ah..." ucap Sungmin dan menatap Kyuhyun dalam. Semantara Kyuhyun menatap mata Sungmin tak kalah dalam seolah mencoba mengetahui setiap isi hati masing-masing melalui kontak mata.
"Kau tidak harus menjawabnya jika jawabannya adalah maaf," ucap Sungmin dan kemudian bangun dari kursi taman.
"Sampai jumpa besok Kyu~~" ucap Sungmin ringan tanpa emnunggu jawaban magnae ini.
'Kau tidak menahanku kan? Ya untuk apa kau menahanku, benar-benar harapan percuma' batin Sungmin miris dan pergi meninggalkan Kyuhyun.
'Nuna? Kenapa kau membuatku merasa seperti ini? Sungmin nuna, sebenarnya kau membuatku seperti merasakan apa ini? Cintamu? Kau membuatku merasakan ketulusan cintamu nuna?' batin Kyuhyun bertanya-tanya.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
"Nuna? Kau benar-benar hamil?" tanya Kyuhyun ketika pagi hari dan Ryeowook seperti biasa duduk di sampingnya.
"MWO? Siapa bilang?" tanya Ryeowook.
"Jadi kau pingsan bukan karena kau hamil?" tanya Kyuhyun seolah tanpa dosa.
"Mana ada...aku memang sering pusing akhir-akhir ini, kau pikir aku gila? Hamil ketika aku masih duduk di bangku sekolah seperti ini? Ckckck," ucap Ryeowook.
"Tapi kau akan segera hamil setelah aku menikahimu," balas Yesung yang lagi-lagi datang tanpa diundang.
"Terserah hyunglah~~~" jawab Kyuhyun malas, mengetahui dia dibohongi sekarang. Dia menengok ke arah meja kosong Sungmin. Yeoja aegyo itu tidak berangkat hari ini, bagaimana bisa dia menyelesaikan taruhan jika Sungmin tidak berangkat.
Kyuhyun baru menuruti satu permintaan Sungmin, untuk makan sayur, tapi itupun gagal karena dia memuntahkannya. Entah kenapa sekarang di justru memikirkan Sungmin dan seolah tidak terlalu peduli lagi pada Yesung-Ryeowook maupun hubungan mereka.
"Sungmin tidak berangkat Kyu~~ kau merindukannya?" tebak Yesung asal tapi langsung membuat Kyuhyun merona malu karena tertangkap basah.
"Me-mem-memangnya hyung tahu Sungmin nuna kemana?" tanya Kyuhyun sok-gak-tahu.
"Dia kan akan ke Kanada kau tidak tahu? Pagi ini dia berangkat" jawab Yesung.
"Humm? Jinjja? Kenapa dia tidak berpamitan ya?" ucap Ryeowook bertanya-tanya.
"Sudah kok!~~ dia menitipkan salam pada kalian berdua agar baik-baik saja, penerbangannya dipindah waktu dan dipercepat pagi ini bukan nati malam" jelas Yesung pada Ryeowook, dan membuat Kyuhyun membulatkan sempurna matanya.
"Jam berapa hyung?" tanya Kyuhyun pada Yesung.
"Sekarang? Jam tujuh, waeyo?" jawab Yesung setelah emlirik jam dinding.
"Maksudku, jam berapa Sungmin nuna lepas landas?" tanya Kyuhyun lagi tidak sabar.
"Jam delapan tigapuluh pagi ini" jawab Yesung pendek kemudian Kyuhyun berlari meningalkan YeWook tanpa pamit. Dia akan melunasi taruhannya dengan Sungmin
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
"Sungmin Nuna!" teriak Kyuhyun pada seseorang yang dia yakini adalah Sungmin, dan orang itu menoleh. Benar itu adalah Sungmin.
"Kenapa kemari Kyu?" jawab Sungmin, pesawatnya akan berangkat tigapuluh menit lagi, dan beberapa penumpang sudah masuk.
"Huffttt~~~ aku masih berhutang padamu nuna!" jawab Kyuhyun.
"Kau simpan saja hutang itu, aku akan menagihnya lain waktu" jawab Sungmin.
"Hufttt...nuna!" panggil Kyuhyun lagi padahal sejak tadi sudah ada panggilan nama Sungmin berkali-kali karena pesawat menuju Kanada akan segera berangkat.
"Wae?"
"Nado saranghae...Sung...Min...nuna" ucap Kyuhyun, dan sebuah senyum seperti tangisan menghias wajah Sungmin.
"Aku akan menunggu nuna berapa lamapun itu! Jangan pernah melupakanku...aku juga mencintaimu...nuna!" ucap Kyuhyun dan memeluk Sungmin erat.
"Pasti! Aku tidak akan bisa melupakanmu. Segera! Aku pasti akan segera kembali" jawab Sungmin, padahal dia di Kanada kira-kira dua-tiga-empat tahun bahkan mungkin lebih.
"Jangan lupa untuk selalu menghubungiku nuna! Aku akan menghubungimu juga!" teriak Kyuhyun dan melembai kearah Sungmin yang sudah hendak memasauki jalan masuk ke pesawat yang akan membawanya ke Kanada. Sungmin balas melambai dan kemudian menyeret kopernya masuk ke jalan menuju pesawat.
'Nuna~~aku akan sabar menunggumu, kurasa aku akan sangat merindukanmu nuna...'
'Kau benar nuna...tidak selamanya menang atas apa yang kau inginkan adalah kebahagiaan sejatimu'
'Karena sebenarnya kau bisa mendapat sesuatu yang lebih bahagia ketika kau kalah dari sesuatu yang yang kau ambisikan'
'Karena ketika kau melepas sesuatu demi orang lain yang lebih pantas mendapatkannya, sesuatu yang lain akan datang lebih banyak lagi untukmu'
*Flashback off*
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Sungmin tertidur tenang di sebuah ruang putih yang dipenuhi cahaya.
'Apa aku sudah mati?' batin Sungmin. Lalu dia melihat seseorang. Namja berbaju putih dan mata sipitnya berkedip menatap Sungmin.
'Ye-ye-yesung sunbae?' tanya Sungmin tercekat.
Benarkah dia sudah mati?
"Kenapa ada di sini? Kau belum saatnya ada di Sungmin-ah! Kembali!" sebuah kalimat terlontar dari bibir Yesung. Membuat kepala Sungmin berputar-putar pusing.
"Kembali Sungmin-ah...kembali...kembali...kembali...kembali...~~~~" suara itu bagai gema yang mengubur Sungmin.
"Aarrrhghhhhh~~~" jerit Sungmin frustasi dalam alam bawah sadarnya.
"Kyu! Sungmin eonnie sudah sadar!" pekik Ryeowook yang menggenggam tangan Sungmin sejak dia di bawa kerumah sakit.
"Ye-yesung sunbae~" panggil Sungmin ketika dia membuka matanya.
"Mwo? Yesung oppa? Apa maksudmu eonnie?" tanya Ryeowook dan menatap kesebuah arah di mana Sungmin menatap kesana—arah jendela kaca ruang rawat.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC?
.
.
.
.
.
.
.
NO!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
"Bagaimana bisa aku membiarkan kau sendirian di sana nuna? Di tempat sedingin ini?" ucap Kyuhyun dan lagi air mata itu keluar.
"Nuna...kenapa begitu mudahnya kau meninggalkanku tanpa meninggalkan apapun?" teriak Kyuhyun.
"Mengapa nuna begitu tega...hiks...Sungmin nuna!" teriak Kyuhyun lagi. Sementara Ryeowook yang berdiri di belakangnya terisak.
"Kau begitu menyayanginya?" tanya Sungmin.
"Nae..dia juga anaeku chagi" jawab Kyuhyun pasti.
"Kau begitu mencintainya?" tanya Sungmin lagi.
"Ne...aku mencintainya"
"Kau tak ingin kehilangan dia?" tanya Sungmin kali ini lebih seprti tudingan.
"Tentu saja chagi...bagaimana mungkin aku bisa kehilangan anaeku?"
'Kenapa kau tidak pernah bertanya bagaimana jika aku kehilanganmu Sungmin nuna?'
Karena dunia ini berputar, kejadian yang orang lain alami karena kau, percayalah suatu hari kejadian itu akan kau dapatkan juga. Seperti putaran kejadian yang bisa terjadi kapanpun dan pada siapapun.
Jadi seperti ini kehilangan? Bahkan lebih sakit dibanding dikhianati. Jadi seperti ini ketika kau kehilangan Yesung hyung? Dan sekarang?...
*Flashback*
"Kuharap kau akan baik-baik saja Ryeowook-ah...jaga Kyuhyun...jangan buat dia menangis karena mengingatku...tapi buat dia tersenyum" pesan Sungmin.
"Eonnieapa yang kau katakan? Kau akan tetap di sini bersama Kyuhyun" sangkal Ryeowook.
"Aku ingin tidur" jawab Sungmin.
"Tapi Kyuhyun sedang memanggilkan dokter untukmu eonnie..."
"Aku benar-benar mengantuk...ada yang menemanimu di sini kok selain aku, Yesung sunbae ada di sini..." ucap Sungmin lemah. Ryeowook menatap kesegala penjuru ruangan—tak ada siapapun kecuali dirinya dan Sungmin.
"Dia ada di hatimu..." jawab Sungmin agar Ryeowook tak bingung mencari sososk Yesung. Ryeowook tersenyum simpul kemudian Sungmin mulai memejamkan matanya lelah.
'Tak selamanya menang atas apa yang kau inginkan adalah kebahagiaan sejatimu'
Akhirnya itu...perkataanku sendiri aku juga memahaminya...
Tak selamanya aku harus menang dan mendapatkan seluruh cintamu Kyu...aku akan bahagia jika mendapat cintamu...tapi itu bukan kebahagiaan sejatiku,karena akan ada yang kemudian biarkan kau bahagia dengan yang lain...aku tidak akan tersakiti lagi jika Ryeowook yang mendapatkan cintamu.
Karena dikehidupan yang akan datang—jikapun ada. Aku tahu aku pasti akan mendapatkan cinta yang memang seharusnya untukku.
"Kyu...hyun...ah...saranghae..."
"Nado saranghae...Sung...Min..."
.
=Uqqielf_ If You Love Me More=
.
Kita hidup dimasa depan bukan di masa lalu, tapi bukan berarti kita melupakan masa lalu. Menggingat masa lalu sebagai pelajaran yang berharga adalah yang paling benar.
"Appa~~!" panggil seorang anak namja berumur empat tahun dan berlari ke arah Kyuhyun. Lalu dia memeluk kaki Kyuhyun erat dan menatap Kyuhyun dengan kedua mata lucunya yang sipit.
"Ya~~~ anak appa si mata sipit ini ada apa?" jawab Kyuhyun dan jongkok di hadapan anak itu dan mengelus pelan pipi chubby anak itu.
"Umma bilang kau bukan appaku!" ucap namja kecil itu seolah tanpa dosa dan menyengir lebar. Kyuhyun merasa tertohok tapi kemudian tertawa.
"Yak! Kyumin! Apa yang kau katakan pada appamu eoh?" ucap seorang yeoja dengan mata bulat cokelatnya yang berbinar dan menghampiri Kyuhyun dengan bocah kecil yang tak lain adalah anaknya itu. Yeoja bermata cokelat binar itu segera mengambil bocah yang dipanggilnya Kyumin tadi dan menggendongnya erat dalam dekapannya.
"Mianhae Kyu~ yak! Kyumin-ah! Umma tidak pernah bilang seperti itu!" sangkal yeoja bermata cokelat binar itu dan mencubit pelan pipi chubby anak yang digendongnya ini.
"Hue~ umma jahat...appa sepertinya aku bukan anak umma~" tangis namja kecil itu manja dan mencoba meraih Kyuhyun di hadapannya.
"Cup..cupp...Kyumin-ah...kau saja punya kulit seputih appa, jadi kau ini anak appa, okay?" ucap Kyuhyun dan sepertinya sedikit kesulitan ketika menggendong anaknya itu.
Kyuhyun mengerling kearah Ryeowook seolah berkata.
'Kyumin-lebih-mirip-aku-dibanding-kau-nuna' membuat Ryeowook menghela nafas. Jelas-jelas itu anaknya dengan Yesung dan Kyuhyun adalah adik Yesung. Wajar jika Kyumin agak mirip dengannya—punya kulit yang hampir sama putihnya.
'Lima tahun...eonnie apa kau nasih bahagia di sana? Eonnie, akankah aku membuat kau sedih melihatku di sini?' batin Ryeowook setelah Kyuhyun membawa Kyumin pergi.
"Umma!" pekik Kyumin memanggil Ryeowook, dia sedang diayun oleh Kyuhyun. Ryeowook menoleh dan menatap kebahagiaan Kyuhyun di sana bersama putranya, sekalipun itu adalah putra Yesung.
"Kyumin-ah~ ayo gantian main dengan umma saja," jawab Ryeowook dan menghampiri Kyumin di ayunan.
"Shireo! Umma tidak tinggi dan pasti ayunannku nanti tidak tinggi juga, jadi aku tidak mau main dengan umma" jawab Kyumin nakal, sepertinya benih-benih sifat evil mulai menurun kepada Kyumin—Ryeowook langsung tertohok kesal tapi tersenyum tipis.
"Lalu appa ini tinggi ia kan?" tanya Kyuhyun pede pada Kyumin di hadapannya.
"Aniya! appa juga pendek! Yang tinggi hanya Kyumin! Kan appa tidak naik ayunan!" jawab Kyumin membuat Kyuhyun mencubit pipinya gemas.
'Ya aku bahagia, dan semoga kalian bahagia selamanya'
~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END
~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END~~THE END
A/N :
Huaaa! Apa ini masih update kilat? '-' /muka polos/
Thanks for all readers yang sudah mau menyumbangkan reviewnya ^^
Thanks buat readers yang mengikuti FF ini dari awal sampai akhir dan review selalu, aww kalian semua membuat saya terharu T^T
Thanks buat readers yang sudah mengingatkan penyakit typo saya ini yang amat akut dan sulit disembuhkan T^T
Salam kenal untuk semua readers ^^
Review kalian adalah penyemangat yang sangat berarti ^^ [Love sign]
Mohon maaf untuk ending yang tidak sesuai harapan readers .-.
Mohon maaf bila typo di sini makin parah, semoga ada yang mau mengingatkan lagi '-'a /muka polos/
Big Thanks to : bluerose, yunip, adeismaya , PaboGirl , ryeohyun09, Key yoshi, sushimakipark , UMeWookie, MimiTao, Byun Hyerin , ghaldabalqies, mie2ryeosom, ^^
