BECAUSE OF YOU
(Karena kamu aku melakukan semua ini.)
Cast : - Park Chanyeol
- Byun Baekhyun
- Byun Heechan
Support : - Temukan sendiri
.
Author : KennyPark
.
Summary:
"Semua kulakukan karena aku ingin membahagiakan mu. Ya, karena kau aku melakukan semua ini."- Park Chanyeol
.
Genre :
Romance, Hurt, School life
.
GS
.
M
.
CHAPTER 10 Hal yang kita rindukan
"Sayang.."
"Astaga Chan!" Aku terkejut karena saat aku memasak Chanyeol tiba-tiba memeluk ku dari belakang. "Untung aku tidak mengiris jari ku." Chanyeol hanya terkekeh pelan dan menyandarkan dagu nya di bahu ku.
Aku kembali melanjutkan acara mari memotong sayuran untuk sarapan pagi ini. Chanyeol benar-benar tidak melepaskan pelukannya dan aku biarkan saja. Tapi saat akan memasak semua potongan sayur ini, aku benar-benar tidak bisa bergerak.
"Chan.." Chanyeol hanya menggumam kecil. Aku putar badan untuk melihat Chanyeol. Tangan nya masih setia di pinggangku dan aku menjulurkan tangan ku untuk mengelus pipinya. Masih terlihat jika dia mengantuk. Tapi setelah itu dia memasukkan aku di pelukannya dan Chanyeol menaruh dagunya lagi di bahuku. Aku hanya tertawa melihat Chanyeol seperti ini. Aku teringat akan saat aku ditinggal orang tua ku untuk perjalanan bisnisnya. Dan Chanyeol menginap di rumah. Setiap pagi dia akan selalu seperti ini.
"Kembalilah tidur jika masih mengantuk Chan. Atau bangunkan Heechan dan kalian mandilah. Heechan harus sekolah. Sudah jam 6." Chanyeol hanya mengangguk pelan tapi sama sekali tidak beranjak.
"Chan.. ayolah. Nanti Heechan bisa terlambat dan dia tidak akan memakan sarapannya." Chanyeol hanya berdecak pelan dan melonggarkan pelukannya, tanpa melepas kedua tangannya di pinggang ku. Di menatap ku sebentar dengan wajah cemberutnya lalu dengan cepat dia mencium bibir ku dan pergi berlari keluar dapur.
Aku tertawa kecil mengingat dia manja setiap pagi hanya untuk mencuri morning kiss ku.
Aku melanjutkan acara memasak ku hingga tahap menyajikannya di meja makan. Tak lama suara Heechan yang tertawa mengalihkan perhatian ku. Kulihat Heechan di gendongan Chanyeol tertawa karena Chanyeol menggelitiknya.
"Hyuuung geliii.. hahahahaha." Heechan masih tertawa dan Chanyeol tidak berniat untuk berhenti menggoda Heechan. Aku hanya menggeleng pelan dan kembali menyiapkan sarapan untuk mereka.
Lalu Heechan duduk manis di kursi meja makan dan Chanyeol di sisi lain. Mereka makan dengan lahap semua masakan ku seperti biasa. Chanyeol dan Heechan sekali-sekali berebut daging yang memang aku hanya memasaknya porsi sedikit.
"Hyuuuung.. itu punya ku! Hyung sudah makan banyak!" Heechan menancapkan garpunya ke daging di piring Chanyeol, tapi Chanyeol menahannya dengan sumpitnya.
"Siapa bilang ini punya Heechan? Hyung juga ingin masakan nya Baekhyun noona." Chanyeol dan Heechan masih bertengkar dengan daging terakhir yang sudah terdampar di piring Chanyeol.
"Hyuuuuuuungggg!!!!!!!!" Bisa gawat kalau ini akan berlanjut. Aku cuma mendekatkan diri ke telinga Heechan dan membisiki sesuatu.
"Berikan dagingnya pada hyung. Nanti makan siang akan noona masakkan seafood, tanpa sepengetahuan Chanyeol hyung."
"Janji?!" Heechan dengan semangat mengacungkan jari kelingkingnya. Aku langsung mengaitkan jari kelingking ku dan mengatakan janji.
"Hei hei.. kalian bersengkongkol?" Chanyeol melerai kami dan memasang wajah tak suka. "Waaahh.."
Heechan hanya menjulurkan lidahnya mengejek Chanyeol lalu tertawa. "Chanyeol hyung makan saja dagingnya, aku sama noona akan makan sesuatu, wleee.."
Aku hanya tersenyum dan mengusak rambut Heechan, "Nanti jangan lama keluar dari kelas, hm?" Heechan mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Baek.." Aku hanya menyuruh Chanyeol diam. Dia bahkan memasang wajah cemberutnya. Aku mengulurkan tanganku dan mengelus tangannya yabg terletak diatas meja. Aku memasang raut "mengalah lah.." agar Chanyeol memaklumi apa yang Heechan ingin kan.
Setelah sarapan, aku membantu Heechan bersiap ke sekolah. Memakaikannya sepatu, menata bajunya yang sedikit tetekuk dan terakhir mencium pipinya. Lalu aku beralih ke Chanyeol dan melipat kedua tangan ku di depan dadanya. "Sudah kan?"
"Baekk.." Chanyeol memasang wajah cemberutnya lagi. Aku hanya terkikik pelan. Aku sedikit berjinjit lalu mencium pipi nya dan memeluknya. Aku tahu dia tersenyum dan dia menghujani ku ciuman di kepala ku.
Tak lama aku melepaskan pelukan ku dan memandang Chanyeol. "Kau yang menjemput Heechan atau aku?"
"Aku saja. Aku nanti juga akan makan siang di rumah. Dan awas, aku akan tahu apa yang kalian rencana kan."
"Baiklah.. aku tunggu kalian di rumah." Aku mengantar Heechan dan Chanyeol kedepan rumah. Mereka melambaikan tangan dari dalam mobil dan aku membalasnya. Lalu mobil Chanyeol berlalu menjauh dari rumah.
.
.
"Kami pulaaang.." Kudengar suara Chanyeol dan Heechan dari pintu depan. Aku langsung berjalan kedepan menghampiri mereka. Aku tersenyum lalu menggendong Heechan dan berjalan menuju ruang makan.
"Huwaaaaa... Noona banyak sekalii!" Aku mendudukkan Heechan di kursi nya dan mengambil alih tas sekolah nya.
"Ahh.. seafood ternyata." Aku dan Heechan tertawa mendengar reaksi Chanyeol. "Aku pikir kalian bersengkongkol mengerjai ku."
"Jika aku dan noona mngerjai Chanyeol hyung, aku tidak akan makan pasta enak lagi hyuung." Chanyeol tertawa sangat kerasa kali ini. Dia mengusak rambut Heechan dan mencium pipi nya.
"Bagaimana kalau nanti malam kita masak pasta untuk makan malam? Hyung yang masak."
"Eung!" Heechan mengangguk cepat dengan mulut penuh makan. "Pawsta crabbhie (Pasta Crabbie)."
"Hei, jagoan.. telan dulu sayang." Chanyeol mengelus pipi tembam Heechan. Heechan hanya tersenyum menunjukkan giginya dan kembali mengunyah makanannya.
"Kau tidak kerja?" Di sela makan Chanyeol bertanya pada ku dan aku menjawab dengan gelengan.
"Aku sudah mengundurkan diri. Dan mungkin mulai besok aku akan membuat beberapa kue. Luhan membuka bisnis online dan ingin mengajak ku untuk bekerjasama."
Chanyeol hanya mencubit pipi ku dan tersenyum. Dia mulai memakan masakan ku dan sesekali menjahili Heechan.
.
.
"Kau belum tidur?" Hari sudah malam dan kulihat Chanyeol masih menatap laptopnya meskipun badannya sudah masuk kedalam selimut. Chanyeol menjawab dengan gelengan dan sama sekali tidak menatap ku.
Aku menyusulnya masuk kedalam selimut, duduk bersender di sampingnya. Kulihat apa yang dia kerjakan di laptopnya. Yah.. hanya ada grafik dan angka yang tidak aku ketahui.
Aku mengdengus kecil dan merubah posisi ku menjadi tidur memunggungi Chanyeol.
Tapi tak lama sebuah pelukan di pinggangku merecoki alam mimpi yang hampir membuat ku tertidur.
"Baek, kau sudah tidur?" Aku hanya diam tidak menjawab. Tapi tangan Chanyeol malah bergerak lebih.
Tangannya menyelusup kebalik baju piyama ku namun segera ku tahan dengan kedua tangan ku. "Ayolahh aku tahu kau belum tidur."
Aku hanya berdecih dan membalikkan badanku. Kulihat Chanyeol tersenyum miring dan mencium bibir ku cepat. "Aku rindu Baek."
"Chann.. kita sudah hidup bersama apa yang kau rindukan?" Aku ingin kembali memunggunginya namun Chanyeol menahan pergerakan ku.
"Kau lupa dengan little bad boy? Apa kau lupa yang kita lakukan saat fifth anniv kita?"
Astaga! Apa yang dia bicarakan?!
"Chan!"
"Ayolah Baek.. kau tahu maksud ku." Chanyeol menggerutu dan memasang wajah memohon. Bibir tebalnya di mancungkan dan mata nya membulat lucu.
"Chan, haruskah?" Kalian pasti tahu apa yang di bicarakan oleh Chanyeol saat ini. Yah.. Chanyeol yang mesum dan imut di saat bersamaan adalah peringatan yang berbahaya.
"Harus dan aku merindukan my fuppy holey."
Dengan cepat Chanyeol menindih ku dan mencium bibir ku. Dan senang hati aku mengalungkan tanganku di tengkuknya. Chanyeol semakin memperdalam ciumannya. Tangannya dengan gesit melepaskan piyama ku dan juga berhasil membuka pengait bra ku.
Chanyeol menggigit kecil bibir ku, otomatis aku membuka mulutku. Lidah Chanyeol langsung melesak mengabsen rongga mulut ku. Aku sempat kewalahan dengan ciuman ini. Hingga kurasa oksigen ku mulai menipis, aku memukul dada Chanyeol untuk berhenti.
Chanyeol menyadarinya dan dia berhenti menciumi bibir ku. Tapi dia tidak langsung diam, bibir nya bergerak turun ke leher ku dan mencecap disana. Akan kupastikan itu meninggalkan jejak kemerahan. Aku meremas rambut Chanyeol karena semua sensasi ini. Terlebih setelah dari leher, dia turun ke payudara ku.
"Channnnhh.."
Langsung saja payudara ku dihisap nya dengan kuat. Sesekali lidahnya menggoda puting ku. Tangan nya pun tidak tinggal diam. Satu payudara ku di hisap, payudara ku yang lain di remas dan memilin putingnya dengan tangannya yang kosong.
"Chan- Ahhh..."
Aku hanya bisa menggeleng ke kanan dan ke kiri mendapatkan sensasi yang selalu Chanyeol berikan dulu. Lalu setelah selesai dengan payudara ku, bibir Chanyeol turun menuju vagina ku. Aku tidak tahu kapan Chanyeol melepas celana piyama ku dan celana dalam ku. Yang aku tahu sekarang bibirnya memberikan sejuta sensasi yang ku ingin kan.
Bibir nya sangat lihai memmbelai bibir vagina ku. Sesekali ia menggoda biji kecil di sana yang sukses membuatku melengkungkan badan ku. Lidah nya juga berhasil lolos memutari lubang yang membuatku nikmat.
Salah satu jari nya mulai masuk dan membelai lembut dinding vagina ku. Lalu dia menambahkan jarinya yang lain dan berhasil membuatku mengerang keenakan.
"Kau masih sempit seperti dulu." Lalu jari-jarinya berhenti mengobrak-abrik lubangku. Aku menatap nya cemberut dan Chanyeol hanya terkikik pelan. "Kau akan mendapati gantinya."
Chanyeol langsung melesakkan miliknya yang besar. Aku hanya merintih kecil karena sudah lama aku tidak melakukan ini. Chanyeol menatapku dan kembali mencium bibir ku. Mengerti jika vagina ku sedikit sakit, Chanyeol mencoba mengalihkan rasa sakit nya dengan menciumku dan meremas kembali payudara ku.
"Apa masih sakit?"
Aku mengangguk kecil, "Sedikit."
"Apa aku terlalu kasar?" Aku menggeleng dan mengelus pipinya. Dia menoleh dan menciumi tanganku yang berada di pipinya.
"Bergeraklah Chan."
"Aku akan bergerak pelan." Chanyeol mulai menggerakkan pinggulnya. Dan penis nya semakin masuk dan mengerjai vagina ku. Ini sungguh hebat. Chanyeol tahu segala titik sensitif ku.
"Channhh ahh ahh emhh yeah disituuhh"
"Kau menyukai nya?" Aku hanya mengangguk. Mata ku sudah terpejam dari tadi karena hentakan yang dibuat Chanyeol semakin menjadi.
"Chann.. aku-"
"Tahan sayang. Sebentar lagi." Chanyeol semakin cepat menggerakkan pinggulnya. Penisnya semakin cepat menumbuk dinding vagina ku. Aku tidak bisa menahan semua ini. Ini terlalu nikmat. Dan jebol lah pertahanan ku. Badan ku bergetar hebat. Dan tak lama Chanyeol menyusul dan menghentakkan penisnya semakin dalam.
Aku bisa merasakan cairan hangatnya memenuhi vagina ku dan ad yang meluber keluar. Aku masih mengambil napas setelah adegan panas ini. Kulihat Chanyeol menatap ku dengan senyumannya. Tangannya berada di samping kepala ku untuk menumpu badannya. Miliknya masih bertahan di tempatnya dan dia sama sekali tidak ingin mengeluarkannya.
"Lelah?" Aku mengangguk dan ikut menatapnya. Tangannya terulur untuk membenahi anak rambutku yang basah oleh keringat. Kulihat dahinya juga basah oleh keringat.
Chanyeol mencium bibir ku dan melumat nya. Hanya sebentar. Lalu di kembali menatap ku. "Kau bahagia?"
Aku mengangguk, "Kau kembali aku sangat bahagia Chan."
"Aku memiliki mu kembali merupakan tujuan ku selama ini. Semua kulakukan karena aku ingin membahagiakan mu. Ya, karena kau aku melakukan semua ini. Maafkan aku sayang. Maafkan aku. Aku-"
"Hei.." Jari telunjukku berhasil membuatnya terdiam. "Semua itu hanya salah paham. Kau kembali itu cukup untuk Chan." Chanyeol hanya membalas dengan tersenyum. Dia merebahkan badannya di sampingku. Jika aku boleh jujur Chanyeol belum melepaskan penisnya. Dan aku tidak terbebani dengan itu. Aku tidur menyamping memunggunginya. Tangannya memeluk pinggangnya dengan erat dan tangan lainnya dijadikan bantal untuk kepala ku.
"Ayo tidur. Jika telat tidur, kau tidak bisa bangun besok." Aku menoleh sebentar ke arah Chanyeol. Dia sudah memejamkan matanya. Aku tersenyum dan mencium bibir nya dengan cepat. Chanyeol kembali membuka matanya dan menggelitik pinggang ku.
"Berani nya mencuri ciuman ku hmm?" Chanyeol menggesekkan hidung nya ke hidungku. "Ayo tidur."
Tapi aku kembali menciumnya dengan lembut. "Aku sangat mencintai mu Chan."
Dan Chanyeol mencium kening ku, "Aku lebih lebih mencintai mu Baek."
END/TBC?
Hallo halloo..
Adakah yang masih yang mengingat cerita ini?
Yang sudah membaca bagian encehnya, sorry kalau engga hot yaahh..
Inilah alasan keterlambatan ku menguploud cerita ini..
Butuh banyak referensi untuk enceh nyaa:'((
Ini end atau mau lanjut?
Kalau mau lanjut, mungkin aku bakal bikin dengan beda work..
Tapi dengan konflik yang lebih menyayat mungkin?
Oh ya, Ken mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ken menjadi author minta maaf sebesar-besarnya ya..
Mungkin telat update, typo yang bertebaran dan ada adegan enceh padahal ini hari raya suci *senyumevil:v
Akhirnya aku sudah melewati tahap enceh, wkwk. Meskipun butuh waktu sedikit lama buat update nya..
Tengkyu yang udah review di chap kemarin ya..
SFA30, kim. jin.9047, wandapcy614, spektrofotometri, Arum364, BaekHill, tctbcxx, Hanachoi, ssuhoshnet, Riskaa, rly, ChanBaekGay, inspirit7starlight, cicifu, zenbaek, rizypau16, Channies616, floivy, guguhay, Fu, rini kim, pongpongi, afrilany pashya, Jxxpinkmilk, peaceable04
Tengkyu banget yang masih penasaran sama cerita ini..
Tengkyu yang udah ndukung buat nerusin juga..
Regards, Ken.
