BECAUSE OF YOU
(Karena kamu aku melakukan semua ini.)
Cast : - Park Chanyeol
- Byun Baekhyun
- Byun Heechan
Support : - Temukan sendiri
.
Author : KennyPark
.
Summary:
"Semua kulakukan karena aku ingin membahagiakan mu. Ya, karena kau aku melakukan semua ini."- Park Chanyeol
.
Genre :
Romance, Hurt, School life
.
GS
.
M
.
CHAPTER 11 Jawaban dari semua keraguan ku
Aku terbangun saat cahaya matahari masuk dari sela-sela tirai jendela. Aku mengerjap pelan mengahalau sinar matahari itu dengan tangan ku. Pinggangku terasa kebas karena ada sesuatu yang menindihnya. Aku mencoba memindahkan tangan Chanyeol dari pinggangku, tapi gagal karena Chanyeol semakin memelukku. Aku menguap pelan dan mulai bergerak bangun dengan tenaga ku, melupakan tangan Chanyeol masih berada di pinggangku.
"Sshhh..." Bagian selatan ku terasa perih dan milik Chanyeol sudah terlepas. Namun aku tetap mencoba bangun tapi sekali lagi Chanyeol semakin mempererat pelukannya.
"Chan!! Ini sudah pagi. Heechan harus sekolah." Chanyeol hanya menggumam dan kembali mendengkur pelan. Aku memutar badan ku untuk melihat Chanyeol. Ku elus wajah Chanyeol pelan dan menelusuri rupa nya. Aku tersenyum melihat Chanyeol tidur seperti ini. Aku tidak menyangka dia kembali dan sekarang benar-benar ada di sampingku.
"Sudah puas mencuri kesempatan membelai wajah tampan ini?" Aku mendecih lalu mencubit hidung Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa lalu mencium kening dan bibirku. "Morning sayang."
"Bangunlah, Heechan akan telat nanti." Aku hendak bangun tapi Chanyeol menahan ku lagi. Dia memeluk pinggang ku dan membenamkan kepalanya di punggung polos ku. "Chanyeol!"
"Diamlah Baek, kau membangunkan little bad boy." Chanyeol menciumin tengkukku lalu tangannya mulai merambat keatas. Pinggangnya bergerak mengusak penisnya ke pantatku. Aku hanya mendengus pelan dan mencubit penis Chanyeol di balik selimut. Chanyeol mengadu kesakitan. "Baek! Sakit! Jika little bad boy kesakitan dia harus butuh fuppy holeynya!"
"Chanyeol!"
"Baiklah.. baiklah. Kau menang." Chanyeol melepaskan pelukannya dan mulai bangun. Dia mengambil boxernya yang berceceran di lantai lalu memakainya. Aku mencoba turun dari tempat tidur dengan selimut masih menutupi badan ku dan mencoba berjalan ke kamar mandi. Tapi rasa sakit di bagian vaginaku meruntuhkan badanku.
"Ya Tuhan Baekhyun!"
Chanyeol dengan cepat menghampiriku lalu mengangkat ku untuk duduk di tempat tidur lagi. Chanyeol lalu berjalan menuju lemari mengambil bathrobe ku dan memakainya pada ku. Setelah selesai membantu ku memakai bathrobe, Chanyeol menggendong ku menuju kamar mandi. Di dudukannya aku di bathup dan dia mulai mengisi air.
"Mandilah, aku akan mandi di kamar mandi luar. Aku yang masak sarapan pagi ini. Setelah mandi urusi Heechan, hm?" Aku mengangguk dan Chanyeol memberiku ciuman di pucuk kepala ku sebelum pergi.
Aku berjalan tertatih saat keluar dari kamar mandi. Dan kulihat Chanyeol masuk ke kamar. Dia tersenyum lalu berjalan kearahku. Dengan cepat aku di gendongnya dan di dudukannya di tempat tidur.
"Apa kau sudah memakai celana dalam?" Chanyeol bertanya sambil membuka laci nakas di sebelah tempat tidur. Aku hanya menggeleng karena saat masuk aku tidak membawa selembar kain apapun.
"Buka paha mu, aku akan mengoles ini." Chanyeol mendekat dengan sebuah salep di tangannya. Aku membuka paha ku dengan pelan. Jujur aku masih malu jika keadaan seperti ini. "Baek.." Mungkin Chanyeol tahu aku malu.
"Aku malu Chan." Chanyeol hanya terkikik pelan dan membantu untuk mengoleskan salep itu di bagian selatan ku.
"Ssshhh.." Rasa dingin mulai menyebar dan sedikit mengurangi rasa perihnya. Aku memejamkan mata ku karena tangan Chanyeol mengobati itu terasa sangat nyaman.
"Akh- Chan!" Aku terkejut saat dua jari Chanyeol masuk dengan tiba-tiba. Dan rasa dingin itu terus masih menyentuh titik terdalam vagina ku.
"Hehe.. maaf. Biar cepat sembuh." Aku hanya mendecih pelan. Tapi jika di rasakan dari gerakan tangannya yang semakin dalam penjelajahannya, ini tidak akan pernah berakhir. Aku menatap Chanyeol yang wajahnya tepat di depan vagina ku. Aku mencubit tangan Chanyeol dan dia mengaduh kesakitan.
"Baek sakitt!!" Chanyeol mengelus tangannya yang ku cubit dan meringis pelan.
"Sudah Chan. Berhenti menggodaku atau aku tidak mau mengurusi burung nakal mu itu." Kulihat wajah Chanyeol hanya tersenyum idiot menatap ku. Aku mencubit hidungnya dan berdiri dari tempat tidur. Dengan pelan aku berjalan menuju lemari untuk berpakaian. Chanyeol sedang membereskan obat tadi.
"Setelah ini bantu Heechan bersiap Baek, tadi dia sudah ku suruh mandi. Aku sudah memasak untuk sarapan. Kutunggu di bawah,hmm?" Chanyeol mencium pipi ku dan pergi keluar dari kamar.
Aku berjalan menuju kamar Heechan. Aku mengetuk pintu kamar Heechan dan di jawab Heechan dari dalam. Kubuka pintu itu dan kulihat Heechan hanya memakai celana seragam nya dan masih berlari kesana kemari.
"Pagi jagoan."
"Pagi noona." Heechan tidak menghiraukan keberadaanku dia masih sibuk memasukkan segala macam barang ke dalam tasnya.
"Kenapa sangat sibuk? Kemarin malam Heechan lupa menyiapkannya?" Aku berjalan pelan menghampiri meja belajar Heechan. Melihat kedalam tas nya, barang apa saja yang di masukkan ke sana.
"Aku lupa noona jika hari ini ada penilaian kelas. Dan Heechan di suruh membawa ini." Aku hanya tersenyum dan membantu Heechan menata barang-barang itu di tasnya.
"Sudah semua?" Heechan mengangguk semangat dan menutup zipper tas punggungnya. Aku berjalan kearah lemari dan mengambil baju seragam Heechan, membantu nya bersiap. Setelah Heechan rapi, aku membantu Heechan membawa tas nya dan berjalan keluar dari kamar. Tapi saat melewati depan kamar mandi di sebelah kamar Heechan aku terpeleset dan jatuh.
Brukk!!
"Awww/Noona!"
Aku meringis pelan, mengingat bagian selatan ku masih sakit dan sekarang aku terjatuh pula. Heechan dengan sigap mengambil alih tas punggungnya yang terlempar. Lalu dia mendekati ku dan duduk bersimpuh di sebelah ku.
"Noona baik-baik saja?" Aku mengangguk meskipun masih menahan rasa nyeri nya. Aku mendengar langkah kaki yang cepat naik ke lantai dua.
"Astaga Baekhyun!" Dengan cepat Chanyeol berlari kearah ku dan menggendong ku lagi. Kali ini dia berjalan turun ke lantai bawah dan mendudukkan ku di kursi meja makan. Heechan menyusul setelah menaruh tas punggungnya di sofa ruang tengah.
"Hari ini Chanyeol hyung yang memasak?" Chanyeol dengan telaten memberikan sarapan ke piring Heechan. Dan Heechan memakan semua itu dengan lahap.
"Iya jagoan. Kaki Baekhyun noona sakit dan tidak bisa berjalan sesering mungkin." Heechan langsung menatap ku sedih. Dan aku hanya bisa mengelus kepalanya dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
"Sayang.. hari ini kau punya rencana?" Chanyeol bertanya padaku meskipun perhatiannya tertuju pada sarapan nya.
"Aku harus pergi ke flat Luhan. Mengantarkan beberapa kue. Dan akan sedikit lama karena urusan bisnis onlinenya. Kenapa Chan?" Chanyeol hanya mengangguk dan meneruskan makannya.
"Jangan terlalu banyak beraktifitas. Bagian itu mu masih sakit dan kau tadi juga baru jatuh." Aku mencubit tangan Chanyeol pelan. Dia meringis dan menggerutu kepadaku. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu di hadapan Heechan.
.
.
"Baekhyun! Kau tahu, banyak sekali yang suka kue mu! Teman kuliah ku meminta orderan lagi. Wahhh.. tapi itu beneran lezat! Bisnis kue mu lebih maju daripada bisnis baju ku." Aku turut senang mendengarkan penjelasan Luhan. Yah.. meskipun tidak banyak tapi cukup membantu Luhan.
"Kau bisa mengambil bagian mu sedikit lebih banyak Lu." Luhan hanya mendecih tidak suka jika obrolan kami selalu seperti ini.
"Kau juga butuh uang Baek, tidak mungkin aku mengambil bagian mu. Hasil dari bisnis ini saja sudah banyak. Kau bisa menabung itu untuk keperluan mu."
"Tapi kau juga bu-"
"Ck! Sudahlah Baek. Kita sudah sepakat dengan keputusan kemarin!"
"Baiklah Lu kau menang!" Kami lalu tertawa bersama. Aku mengambil cangkir teh yang sudah di siapkan oleh Luhan. Ada beberapa kotak kue yang aku berikan untuk Luhan karena suksesnya bisnis online nya.
"Oh ya Baek, bagaimana hubungan mu dengan Chanyeol?" Aku hanya tersenyum sambil meletakkan cangkir teh ke meja.
"Tidak ada yang spesial. Dia kembali, ingatan ku kembali, kita bahagia."
"Apakah ini happy ending?" Aku hanya mengendikkan bahu ku pelan dan membuang napas.
"Aku tidak tahu Lu. Aku merasa belum sepenuhnya percaya pada Chanyeol."
"Apalagi sekarang?" Luhan menatap ku curiga kali ini.
Aku menggeleng lagi dan pandangan ku terasa kosong. "Aku hanya khawatir, suatu saat nanti aku kehilangan dia lagi."
Tiba-tiba tangan Luhan menggenggam erat kedua tangan ku. "Chanyeol adalah jalan bahagia mu Baekhyun. Cukup percaya padanya."
Aku tersenyum kearah Luhan dan meyakinkan bahwa aku baik-baik saja. Terasa genggaman Luhan seperti memberikan ku semangat bahwa semua pasti baik-baik saja.
"Oh ya Lu, aku dengar kau berpacaran dengan Sehun, si paruh waktu." Tiba-tiba wajah Luhan berubah memerah di sekitar tulang pipinya. Jadi benar rumor itu.
"Baekhyun.. apa-apaan sih.. aku hanya dekat dengan nya."
"Dekat atau apa? Masa hanya dekat sampai wallpaper ponsel mu foto kalian??" Aku menunjuk layar ponsel milik Luhan dengan lirikan mataku.
"Astaga Baek aku maluu.." Luhan menutupi mukanya dan sedikit cemberut. Aku hanya tertawa kecil dan memegang tangannya.
"Selamat Lu.. aku tahu Sehun lelaki dewasa. Dia pasti bisa menjaga mu." Luhan tersenyum. Ku lihat mata rusanya berair mendengar semangat dari ku.
"Semoga Baekhyun.. aku harap dia pelabuhan terakhirku." Aku mengangguk pasti meyakinkan keputusan Luhan.
Klink!
Aku berjengit karena ponsel ku berbunyi. Aku merogoh tas selempang ku mengambil ponselku. Ada satu pesan baru disana. Dan itu dari Chanyeol.
From : Chanyeol
Siang ini datang lah ke restoran. Kita makan siang disini.
Harus naik taksi! Tidak boleh naik bus!
Ajaklah Luhan sekalian, aku masih khawatir jika kau terjatuh lagi.
P.s. terlebih bagian 'itu' mu masih sakit. :D
Entah kenapa pipi ku terasa memanas setelah membaca pesan dari Chanyeol. Aku segera menutup pesan tersebut lalu memasukkan ponsel itu ke dalam tas lagi. Aku mencoba menghilangkan rasa panas di pipi ku. Semoga Luhan tidak menyadari perubahan pipi ku.
"Baek apa kau sakit?" Luhan mengajak ku berbicara setelah menaruh cangkirnya kembali. Aku hanya menggeleng lalu tersenyum canggung. "Benarkah? Pipimu memerah Baek. Apa kau demam?"
"Tidak Lu. Hanya beberapa kata dari pesan Chanyeol membuat ku malu."
"Ooo.. ciee.." Luhan dengan gencar meledek ku. Aku hanya tertawa canggung menanggapi candaan Luhan. "Aku tidak cemburu kok. Sekarang kan ada my Sehunniee.."
"Oh ya Lu, ayo makan siang di restoran Chanyeol. Dia ingin mengajak mu makan siang."
"Maafkan aku Baek. Aku makan siang dengan Sehun. Dia ingin mentraktirku karena ujiannya berhasil."
"Aahh.. tak apa. Cieeeee... Kencann.." Lalu kami berdua tertawa setelah itu.
.
.
Sesuai perintah Chanyeol, aku naik taksi menuju restoran Chanyeol. Meskipun sedikit agak mahal tapi tak masalah karena bagian selatan ku masih sedikit nyeri. Setelah memberi uang ke supir taksi aku turun dan di depan ku tepat pintu masuk restoran Chanyeol. Tapi anehnya, dari luar restoran ini sangat sepi. Tidak ada pengunjung terlihat dari luar. Padahal tidak ada tulisan "CLOSED" di bagian depan. Aku sedikit takut jika aku salah restoran kali ini. Mungkin bisa jadi aku lupa alamat restoran Chanyeol dan bangunan ini mirip dengan restoran milik Chanyeol.
Aku memutuskan untuk menghubungi Chanyeol terlebih dahulu meskipun aku masih berdiri sendirian di depan toko Chanyeol.
"Halo sayang.."
"Chanyeol apa benar kita makan di restoran mu? Restoran mu sangat sepi Chan.." Aku masih ragu jika ini benar restoran Chanyeol.
"Kau sudah sampai? Masuklah."
"Chan, aku tidak yakin ini restoran mu. Aku takut salah bangunan."
"Aku di dalam Baekhyun sayang. Masuklah."
"Tapi Chan-"
"Masuk Baek, ayolah. Heechan sudah menunggu."
"Baiklah." Aku menutup panggilan nya dan memasukkan ponsel ku ke tas lagi. Aku mencoba meyakinkan diri jika ini benar-benar restoran milik Chanyeol. Setelah menghembuskan napas panjang, aku berjalan masuk ke bangunan itu.
Aku mendorong pintu masuk dan mendapatkan hanya Chanyeol berdiri sendirian di tengah ruangan ini. Dia berdiri dengan berpakaian kemeja navy blue yang di padukan dengan jeans biru tua. Kakinya terpasang sepatu sneakers dan di tangannya ada sentangkai mawar merah. Di belakang Chanyeol berterbangan balon warna-warni membentuk kaliamat 'I LOVE YOU'.
Aku berjalan mendekati Chanyeol yang masih tersenyum dan selalu menatap ku dengan mata bulatnya. Hingga aku berhenti tepat satu langkah di depannya.
"Chan.."
"Baekhyun. Byun Baekhyun." Aku hanya menggumam menjawab panggilan Chanyeol. Dan setelah itu Chanyeol terkikik pelan dan kembali menatap ku lagi.
"Baekhyun, seseorang yang sangat aku cintai. Seseorang yang selalu ada di sampingku. Seseorang yang sekarang selalu aku lihat saat bangun tidur. Seseorang yang akan mengucapkan selamat malam untukku sebelum aku tidur. Seseorang yang selalu memberiku semangat. Seseorang yang selalu ada untukku."
Jika kalian tanya bagaimana keadaan ku sekarang, aku benar-benar terharu. Chanyeol berdiri seperti ini mengingatkan saat dia menembakku dulu.
"Maafkan aku sudah membuatmu berkali-kali menangis. Maafkan aku sudah membuat mu kecewa. Maafkan aku sudah pernah meninggalkan mu dan mengingkari janji ku untuk selalu ada di sampingmu. Tapi sekarang aku disini Baekhyun. Aku sudah kembali. Aku pulang. Aku akan selalu menepati janji ku dan tidak akan pernah meninggalkanmu lagi."
Mata ku sudah berkaca-kaca. Tangan ku yang gunakan untuk menutup mulutku diambil alih oleh tangan Chanyeol.
"Maka dari itu, untuk mendukung semua janji ku. Aku Park Chanyeol. Aku ingin menghabiskan sisa hidup ku dengan mu. Aku ingin kau selalu ada disampingku. Aku ingin membuat mu bahagia. Aku, kau dan Heechan."
Chanyeol mengulurkan tangannya yang ada setangkai mawar. Aku mengambil bagian bawah tangkai mawar itu. Dan saat Chanyeol melepaskan tangannya, ada sebuah cincin putih jatuh menimpa jari ku yang masih memegang tangkai bunga mawar.
"Will you marry me?"
Seketika itu langsung air mata ku jatuh. Aku menangis melihat cincin ini. Aku mendongak menatap Chanyeol yang menatap dalam aku. Inikah jawaban atas semua keraguan ku?
"I do."
Senyuman Chanyeol langsung melebar. Ku lihat air mata Chanyeol juga jatuh dan langsung saja Chanyeol memelukku. Aku juga membalas pelukannya dan menangis di dadanya.
"Terimakasih Baekhyun. Terimakasih sayang." Chanyeol menciumi pucuk kepalaku berkali-kali. Aku mengangguk di dekapan Chanyeol.
"Noona!" Aku menoleh di balik pelukan Chanyeol. Heechan berlari dari arah dapur dan di susul Jongdae oppa, Jongin, Kyungso, Luhan, Sehun dan beberapa karyawan lain. Heechan berlari kearah kami dan memeluk kaki ku dan Chanyeol. Chanyeol langsung menggendong Heechan dan mencium pipinya.
Jondae oppa, Jongin, Kyungsoo, Luhan dan Sehun datang menghampiri kami. Mereka semua mengucapkan selamat padaku dan Chanyeol. Sesekali menggoda kita.
"Akhirnya happy ending. Selamat untuk kalian." Jongdae oppa menepuk pundak Chanyeol.
"Iya hyung. Akhirnyaa.." Chanyeol tertawa senang kali ini.
"Baekhyun, kau harus bahagia kali ini. Jangan pernah bersedih lagi." Aku mengangguk dan langsung memeluk Luhan. Luhan lah yang selama ini menemani ku saat waktu-waktu aku susah. Luhan yang selalu ada untukku dulu, dan selalu membantu ku.
"Terimakasih Lu, untuk semua nya." Luhan mengangguk di pelukanku. Aku melepaskan pelukan kita. Aku kembali ke sisi Chanyeol lagi dan Chanyeol merangkul ku erat.
Chanyeol mendekatkan bibirnya di telingaku. Lalu menbisikkan sesuatu, "Aku mencintaimu Baekhyun. Sangat mencintaimu."
END/TBC?
Hallooo pembaca setia Because Of You!!!
Aku ngga nyangka kalo cerita ini banyak pendukungnya dan peminatnya
Padahal aku berencana untuk mengakhiri cerita ini di chapter ini, tapi banyak yang review untuk dilanjut lagi sampe baekhyun hamil dan punya baby juga *padahal authornya bingung mau gimana lagi ceritanya nnti
Dan sesuai permintaan, aku bakal nglanjutin ini story
Tapi... siap-siap untuk chapter kedepannya ya
Bakal ada banyak kejutan di sana karena aku udh bikin line story nya
Mungkin chapter depan akan sedikit agak terlambat karena aku harus nulis dulu hingga dapet beberapa chapter, habis itu baru aku publish
Takutnya kalo habis nulis trus aku publish, jadinya waktu aku lagi sibuk2 nya kuliah, gaada cerita yang bisa aku publish untuk kalian, dan kalian bakal nunggu lama
So, bagaimana endingnya nanti.. mohon bersabar yaa..
Tengkyu bangeeett yang udah dukung cerita ini dari awal. Udah mau nungguin aku waktu aku hiatus karena ujian kemarin. Udah mau nyemangatin aku buat nulis lagi. Udah ngasih komentar yang aku sendiri kadang ketawa2 sendiri bacanya. Kalian readers yang perfect lahh..
Tengkyu yang udah review di chap kemarin ya..
SFA30, kim. jin.9047, wandapcy614, spektrofotometri, Arum364, BaekHill, tctbcxx, Hanachoi, ssuhoshnet, Riskaa, rly, ChanBaekGay, inspirit7starlight, cicifu, zenbaek, rizypau16, Channies616, floivy, guguhay, Fu, rini kim, pongpongi, afrilany pashya, Jxxpinkmilk, peaceable04, istiqomahpark01, akaindhe
Tengkyu banget yang masih penasaran sama cerita ini..
Tengkyu yang udah ndukung buat nerusin juga..
Regards, Ken.
