BAD BOY'S TRAP

(SPECIAL CHAPTER)

Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae

Genre: Romance

WARNING!

BOYS LOVE

DON'T LIKE? DON'T READ PLEASE!

THE STORY IS MINE

Typo may applied, don't be silent reader please.

NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^

TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.

THANKYOU ^^

.

.

You know the real Me and yet You stay with Me...

.

.


Donghae keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, setelah seharian bekerja akhirnya ia bisa pulang juga. Kasus terakhir yang ditanganinya bersama Yunho, menyita banyak waktunya sehingga sulit bagi Donghae untuk meluangkan waktu bersama Eunhyuk. Lagi pula, akhir-akhir ini Eunhyuk juga sering sibuk sendiri, dia selalu memandangi laptonya dengan wajah serius dan sering kali mengabaikan Donghae bila dia sedang fokus pada pekerjaannya.

Well, Donghae tidak menyukai pekerjaan Eunhyuk yang selalu menyita banyak waktu itu.

Rambut basah Donghae sudah hampir kering, ia memakai t-shirt putih polosnya dan celana training, lalu duduk di tepian tempat tidur sambil memperhatikan punggung Eunhyuk. Kekasihnya sedang duduk di meja kerjanya, mengetik sesuatu yang entah apa. Bermenit-menit Donghae menunggu, tapi sang kekasih tak kunjung menoleh juga.

Apa Donghae semacam transparan? Tidak terlihat? Donghae bahkan keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun tadi, tapi apa? Eunhyuk tidak bereaksi sama sekali. Biasanya, dia akan langsung bereaksi dan menerjang Donghae.

Apa Donghae mulai tidak menarik?

"Sayang?"

"Hm, pekerjaanku sedikit lagi. Kau tidur saja duluan."

Apa-apaan itu? Eunhyuk bicara pada Donghae tanpa menoleh sedikitpun, apa dia sekarang lebih tertarik dengan laptopnya? Apa laptopnya bisa memuaskannya? Donghae jengah, ia melemparkan handuknya lalu menghampiri Eunhyuk. Ia memeluk leher Eunhyuk dari belakang, membuyarkan konsentrasinya. Semacam ada rasa cemburu pada laptop Eunhyuk yang akhir-akhir ini lebih sering di sentuh olehnya.

"Akhir-akhir ini kau sering sekali mengabaikanku."

Bibir Donghae menelusuri lekuk leher putih Eunhyuk, jemarinya meremas tangan kiri Eunhyuk dimana cincin perak tersemat di jari manisnya. Cincin pernikahan mereka. Well, melangsungkan pernikahan di Malibu dan hanya dihadiri orang terdekat saja. Seperti Yunho, misalnya. Yunho yang malang karena dia berpacaran lebih lama dengan Jaejoong, tapi pada akhirnya Donghae lah yang menikah duluan. Sekarang, dialah yang menjadi bahan ledekan Donghae. Tiap bertemu di kantor, maka Donghae akan dengan sengaja memamerkan cincinnya dan membuat Yunho naik darah, lalu memaki semua orang yang ada di ruangan itu. Menyenangkan bisa meledeknya seperti itu.

"Menjadi Direktur tidaklah mudah, sayang. Aku harus terus berpikir agar harga saham perusahaan tidak jatuh."

"Kau mulai membicarakan hal yang tidak aku mengerti, aku benci itu."

Endusan Donghae di leher Eunhyuk mulai berubah menjadi kecupan, lalu jilatan, dan gigitan yang sensual. Entah sejak kapan, Donghae menjadi kecanduan memberi tanda di leher Eunhyuk. Ia suka melihat tanda merah di leher Eunhyuk berserakan, seperti menegaskan bahwa Eunhyuk adalah miliknya. Ketika Eunhyuk membuka kancing kemejanya dan memperlihatkan tanda yang di buat Donghae, dia akan terlihat sangat sexy dan menggoda, bahkan ketika dia diam saja.

"Ngh—aku, harus—ah!"

Donghae menutup laptop Eunhyuk lalu menariknya ke tepian tempat tidur, ia menatap Eunhyuk dengan tajam. Cukup sudah kesabarannya selama ini, ia tidak bisa menahan rasa cemburunya pada laptop yang hampir setiap detik Eunhyuk sentuh.

Hei, Donghae juga butuh sentuhannya!

"Aku membutuhkanmu."

Tangan Donghae membuka kancing kemeja Eunhyuk, lalu ia meraba permukaan dada Eunhyuk dengan sensual, membuat Eunhyuk harus memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya karena nikmat. Jujur saja, ia juga rindu di sentuh Donghae.

"Apa setelah menikah, aku tidak lagi terlihat menarik bagimu? Apa kau mulai bosan padaku?"

Pertanyaan sarkatis Donghae membuat Eunhyuk kembali membuka matanya, ia tidak suka ketika Donghae mulai membahas itu. Selamanya, Donghae akan tetap menarik bagi Eunhyuk. Tidak ada alasan untuk bosan padanya.

"Bukan begitu, sayang."

Giliran Eunhyuk yang melucuti pakaian Donghae, ia menarik t-shirt putih Donghae hingga terlepas, lalu mengecupi seluruh wajah Donghae dengan kecupan ringan. Jemarinya membuat pola-pola aneh di dada bidang Donghae, tatapan mata Donghae saat ini begitu menakutkan. Eunhyuk tidak berani melihatnya walaupun hanya sebentar.

"Giljun bilang, aku harus menaikan harga saham di bagian Department Store. Dan lagi, aku harus memeriksa laporan keuangan lima tahun yang lalu untuk menstabilkan keuangan perusahaan yang sekarang."

"Aku tidak mengerti dan tidak mau mengerti."

Donghae menjatuhkan Eunhyuk ketempat tidur, lalu memagut bibirnya dengan sedikit kasar. Oh, damn! Donghae baru memagut bibirnya, dan di bawah sana langsung tegang? Efek tidak menyentuh Eunhyuk selama berhari-hari, sungguh luar biasa!

Ciuman yang awalnya sedikit kasar, menjadi semakin liar dan tidak beraturan. Nafas mereka berantakan, tangan mereka tidak bisa diam dan terus meraba bagian tubuh satu sama lain. Saat Donghae mulai menarik turun celana pendek Eunhyuk, maka Eunhyuk kalah. Eunhyuk tidak bisa berbuat banyak saat Donghae mulai mengelus lembut miliknya, meremasnya dengan lembut, lalu menekannya dengan lututnya.

Oh, Hell sensasinya luar biasa!

"Tunggu sebentar!"

Eunhyuk memutus paksa tautan bibir mereka, matanya melirik ke jam dinding yang menunjukan pukul delapan lewat lima belas menit. Apa lagi? Waktunya makan malam! Eunhyuk hampir lupa, ia belum makan malam, dan begitu pula dengan Donghae.

"Apa lagi?"

"Kita harus makan malam."

Eunhyuk mendorong tubuh Donghae, lalu menaikan kembali celana dalamnya. Tanpa mau repot-repot memakai celana pendeknya atau kemejanya, Eunhyuk langsung turun ke dapur dan menyiapkan makan malam sederhana untuk mereka berdua dalam keadaan setengah telanjang.

Sialan! Double fuck! Donghae mendesis, tidak peduli dengan bagian atasnya yang telanjang dan bagian bawahnya yang sudah berantakan, Donghae mengikuti langkah Eunhyuk ke dapur. Tidak bisa dibiarkan, kenapa Eunhyuk jadi pihak yang di kejar-kejar setelah mereka menikah? Padahal, dulu selalu Eunhyuk yang meminta dan memulai.

"Hyuk, aku tidak bisa makan dalam keadaan tegang! Setidaknya selesaikan dulu satu ronde."

"Kau harus makan, sayang."

"Lee Hyukjae!"

"Aku tidak mau kau kelaparan!"

"Aku akan memakanmu."

"Huh?"

"Secara literal."

Tanpa banyak bicara lagi, Donghae mematikan kompor dan mendorong Eunhyuk ke meja makan. Tidak peduli dengan suara sendok yang jatuh ke lantai, ia hanya terus memagut bibir Eunhyuk dengan kasar. Eunhyuk mulai meronta, namun Donghae menahan gerakan kedua tangannya dan terus membungkam bibir Eunhyuk dengan ciuman.

Ya ampun, ini terlihat jadi seperti adegan pemerkosaan. Dengan Eunhyuk yang hanya memakai celana dalam, dan Donghae yang tanpa atasan dan hanya memakai celana trainingnya saja.

"Donghae—ngh."

"Katakan, sayang. Kau mulai menikmatinya? Rasakan milikku, itu menusuk titik sensitifmu, hm?"

Kalimat kotor Donghae memancing gairah Eunhyuk. Rontaannya berubah menjadi remasan-remasan mesra di bahu Donghae, dan jeritan penolakannya berubah menjadi lenguhan dan rintihan mengundang.

"Aku akan sampai, sayang. Ah—!"

Dan geraman Donghae menandakan, ia telah sampai pada puncaknya, begitu juga dengan Eunhyuk. Nafas mereka masih memburu, tapi Donghae tidak mau mensia-siakan waktu untuk kembali mencium bibir plum Eunhyuk.

"Kau—!"

"Hm?"

"Kau memperkosaku! Aku di perkosa polisi!"

Eunhyuk berteriak-teriak layaknya gadis yang baru saja di renggut keperawanannya, membuat Donghae memutar bola matanya. Dasar hiperbola. Donghae kembali mencengkram kedua pergelangan Eunhyuk, mendekatkan wajah mereka sehingga hanya berjarak beberapa senti saja. Saling menatap sambil merasakan hembusan nafas masing-masing.

"Salah siapa kau meronta dan menolakku? Aku sudah cukup bersabar beberapa hari ini! Dan lagi, aku suamimu. Apa tidak keterlaluan menyebutnya pemerkosaan?"

"Kau tidak akan mendapatkan sex selamanya!"

Dan ancaman Eunhyuk membuat Donghae mematung. Cengkramannya di pergelangan tangan Eunhyuk melemah, dan lidahnya tiba-tiba terasa kelu.

"A—apa? Sayang, jangan bercanda!"

"Apa wajahku terlihat sedang bercanda? Sekarang, minggir dan biarkan aku bekerja!"

Oh, no!

.

.


ooODEOoo


Donghae bersandar lesu dikursinya, sudah dua hari sejak kejadian 'pemerkosaan' itu. Eunhyuk tidak benar-benar mengabaikannya, dia tetap menyiapkan sarapan untuk Donghae, mengecup bibir Donghae sebelum berangkat bekerja, dan masih tidur seranjang. Hanya saja, Eunhyuk tidak banyak bicara dan selalu tidur dengan memunggunginya.

Dari semua hal, Donghae paling benci tidur dipunggungi seperti itu!

Parahnya, saat Donghae menggerayanginya, Eunhyuk tidak bergeming sama sekali. Apa ini? Apa Donghae mulai tidak menarik di mata Eunhyuk? Kepercayaan dirinya tiba-tiba merosot. Serius, sejak menikah Donghae jadi semakin mencintai Eunhyuk dan menjadi pihak yang kecanduan. Donghae benar-benar tidak bisa jauh dari Eunhyuk dan selalu merindukannya, kapanpun mereka berjauhan.

"Pernikahanmu tidak berjalan lancar?"

"Jangan bicara sembarangan, sialan!"

Dan di saat seperti ini, kenapa Yunho harus muncul dihadapannya? Donghae sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk mendengar ocehan—tidak penting—Yunho. Saat ini ia membutuhkan Ryeowook, satu-satunya orang yang bisa memberinya solusi dan bukan ledekan.

"Lalu, kenapa wajahmu murung? Ada masalah?"

"Aku bertengkar dengan Eunhyuk."

"Ah, kau tidak dapat jatah ranjang darinya?"

Suara Yunho membuat sesisi ruangan menoleh ke arah mereka. Si Jung Yunho ini, kenapa tidak teriak di meja resepsionis saja? Sekalian saja dia membuat pengumuman agar semua orang tahu.

"Bisa kau bicara pelan sedikit?"

"Maaf. Terlalu terkejut. Jadi, karena apa?"

"Hm, aku menginginkannya karena sudah lama aku tidak menyentuhnya, lalu—"

"Lalu?"

"Lalu, dia menolak dan aku memaksanya."

"Semacam pemerkosaan."

Mata Donghae mendelik. Sungguh, tidak ada gunanya bercerita pada Yunho. Dia memberikan masalah tambahan, bukan solusi.

"Aku diabaikan olehnya."

"Hm, deritamu."

"Permisi."

Suara Eunhyuk mengalihkan perhatian Donghae dan Yunho, mereka sama-sama menatap ke arah pintu di mana Eunhyuk berdiri dengan sembarangan. Shit! Celana robek-robek itu lagi. Apa dia tidak merasa kedinginan? Kenapa di cuaca sedingin ini dia menggunakan celana robek-robek andalannya dan t-shirt tipis tanpa jaket atau jas?

"Ikut aku."

Donghae yang merasa panas karena cara berpakaian Eunhyuk, menyeretnya ke atap. Tidak boleh ada satu matapun yang melihat paha mulus Eunhyuk! Itu miliknya! Semua yang ada pada Eunhyuk adalah miliknya! Orang lain tidak boleh ikut menikmatinya.

"Apa yang kau lakukan?

"Aku hanya ingin mengantarkan makan siang untukmu."

"Kau pikir mau menggoda siapa dengan pakaian seperti itu? Huh?"

"Menggodamu."

Alis Donghae bertaut, ia membalik tubuhnya untuk melihat Eunhyuk yang sedang bersandar di tembok dengan gaya yang sedemikian rupa. Oke, harus di akui, pada dasarnya Eunhyuk memang sexy, dia diam pun terlihat sangat sexy dan menggoda.

"Apa maksudmu?"

"Kalau begitu, aku pulang dulu."

Dan karena godaan yang tidak seberapa itu, Donghae harus menahan fantasi liarnya tentang Eunhyuk sepanjang jam kerja. Sungguh, itu sangat menyiksa karena Donghae tidak bisa langsung mempraktekan fantasi liarnya. Demi Tuhan, Donghae tidak bisa mengusir bayangan Eunhyuk. Sialan, dia tidak memberi Donghae jatah, lalu sengaja datang ke kantornya untuk menggoda.

Eunhyuk ingin main-main rupanya.

Tapi, tidak! Donghae tidak akan kalah. Eunhyuk ingin main-main? Maka akan Donghae layani. Kita lihat, siapa yang akan memintanya duluan.

Jika sampai Eunhyuk yang meminta duluan, maka akan ada hukuman yang menanti untuknya. Sepertinya, menonton beberapa blue film bersama Yunho ada bagusnya juga. Donghae jadi memiliki beberapa referensi untuk menghukum Eunhyuk.

"Kau baik-baik saja? Di bawah sana tampaknya sangat gelisah."

"Diam kau, Jung!"

Yunho menggelengkan kepalanya, baru di goda begitu saja Donghae sudah gelisah, bagaimana kalau Eunhyuk telanjang? Bisa mendadak gila dia. Masih terekam jelas diingatan Yunho, bagaimana Donghae mengatakan bahwa dirinya straight, dan sekarang? Dia di buat tergila-gila pada Eunhyuk. Bahkan mereka menikah duluan, melangkahi Yunho dan Jaejoong. Sialan! Jika mengingat hal itu, Yunho jadi naik darah.

"Jangan sampai kau terjebak oleh perangkapnya. Dia hanya ingin mengujimu, sampai dimana pertahananmu. Akan sangat lucu sekali jika kau yang berbalik mengejar-ngejarnya. Aku masih ingat betul bagaimana kau menolaknya mati-matian dulu."

"Dia pikir aku akan tergoda? Aku akan membuatnya meminta duluan. Lihat saja nanti."

Kita lihat, kau atau aku yang bertahan...

.

.


ooODEOoo


"Aku pu—"

Donghae tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, matanya seperti kehilangan fungsi berkedip saat melihat Eunhyuk duduk di atas meja makan dengan hanya menggunakan celana pendek ketatnya. Apa dia akan menjadi santapan makan malam hari ini? Posisi duduknya mengundang sekali untuk di makan.

Sepertinya, adegan ini tidak asing.

Meski Donghae tahu sesuatu mulai bereaksi, tapi ia tetap menahannya dan melangkah santai ke ruang televisi. Ngomong-ngomong, tenggorokannya kering. Donghae butuh minum, tapi itu berarti dia harus ke dapur dan melewati meja makan. Kalau dia berjalan melewati Eunhyuk, si jagoan di bawah sana pasti akan bereaksi dan meronta.

Tidak bisa! Itu tidak boleh terjadi.

"Apa aku kurang menggoda?"

Oh, shit! Suaranya! Kenapa Eunhyuk harus mendesah di saat seperti ini? Itu adalah kelemahan Donghae!

"Apa-apaan? Bukankah kau bilang tidak ada jatah untukku? Kenapa berpakaian seperti itu?"

"Saat di kantor aku melihat Giljun menonton blue film."

"Lalu?"

"Lalu aku tegang saat memikirkanmu. Membayangkan bahwa orang mendesah itu aku, membayangkan kau ada di atasku dan menatapku dengan penuh gairah."

Sabar...

Donghae terus menyemangati dirinya agar sabar dan tidak menerjang Eunhyuk saat itu juga. Jangan terlihat lemah, Donghae harus bersikap dingin agar Eunhyuk kembali mengejar-ngejarnya seperti dulu. Kita lihat, akan sampai mana ia mampu menggoda Donghae.

"Sepertinya kau tidak tergoda. Hm, haruskah aku meminta Giljun untuk menyelesaikan sesuatu yang tegang ini? Aku sedang ingin di sentuh."

Fuck!

Tidak bisa dibiarkan!

Donghae mengeluarkan borgol dari saku mantelnya, persetan dengan asabar atau bertahan. Ia menerjang Eunhyuk, lalu memborgol kedua tangannya di belakang. Sementara matanya memperhatikan Eunhyuk menggeliat minta dilepaskan, Donghae melepas satu-persatu pakaian yang menempel ditubuhnya hingga menyisakan celana dalamnya saja.

"Donghae! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"

"Menangkap orang yang telah mencuri perhatianku. Sekarang, kau akan menjadi tahanan kamarku! Dan aku tidak akan melepaskanmu sampai kau merintih."

Diam-diam, Eunhyuk tersenyum setan. Donghae memang akan selamanya terperangkap dalam jebakannya. Baru di goda sedikit, miliknya langsung tegang.

"Do me, Oppa."

Mata Donghae membulat, gairahnya seperti terbakar saat mendengar Eunhyuk memanggilnya dengan sebutan Oppa. Terdengar menggelikan, tapi anehnya Donghae justru semakin bersemangat untuk menahan Eunhyuk di kamar.

"Jangan harap aku akan melepaskanmu begitu saja, sayang."

Donghae membanting Eunhyuk ke tempat tidur, dengan keadaan terborgol seperti itu, kenapa Eunhyuk malah semakin terlihat fuckable?

Ciuman Donghae di mulai dari paha dalam Eunhyuk, kemudian naik ke atas dengan perlahan, mengundang lenguhan manja dari bibir plum Eunhyuk. Bibirnya sudah memagut bibir plum Eunhyuk, tangannya mengerjai puncak dada Eunhyuk, dan tangan yang lainnya bekerja di bawah sana untuk memastikan miliknya masuk ke tempat yang seharusnya.

"Feel me? I'm inside, sweetheart."

Eunhyuk memejamkan matanya, terlalu nikmat untuk dijelaskan dengan kata-kata. Donghae melakukannya dengan perlahan, memberi siksaan dan kenikmatan di waktu bersamaan.

"Bergerak!"

"Oke."

Dan Donghae pun mulai menggerakan pinggulnya dengan brutal, membuat tubuh Eunhyuk terguncang hebat. Tangannya tidak tinggal diam, ia memukul bokong Eunhyuk atau mempermainkan puncak dadanya.

"Aku akan sampai."

"Me too—ngh."

Setelah mencapai puncak, Donghae membuka borgol Eunhyuk, lalu memerangkapnya dalam dekapan. Donghae memeluk Eunhyuk dari belakang, bibirnya tidak bisa berhenti mengecupi puncak kepala Eunhyuk. Luar biasa, melakukannya setelah absen berhari-hari, membuat sensasi yang ditimbulkan semakin hebat.

"Aku berfantasi liar soal menghukummu dengan sex toy, tapi saat melihat wajah menggodamu, semuanya tiba-tiba buyar."

"Mesum!"

Eunhyuk memukul lengan Donghae yang melingkar diperutnya. Lama-lama, Donghae jadi terdengar seperti Eunhyuk di saat ia bekerja di bar dulu.

"Ngomong-ngomong, aku membaca surat terakhir Sohyun."

"Kenapa membacanya?"

"Penasaran. Setelah membacanya aku tiba-tiba menyadari, kenapa Sohyun menceritakan banyak hal tentang dirimu padaku. Dia bahkan tidak keberatan sama sekali saat aku bercanda untuk memperkenalkanmu padaku. Kau tahu? Saat itu dia bilang, suatu saat kau pasti akan mengenalnya meski tanpa bantuan dariku."

"Aku tidak mengerti."

"Sejak awal dia tahu, aku menyukaimu. Dia mungkin merasakan tatapanku berbeda saat melihat fotomu, terlebih ketika melihatmu secara langsung. Dia udah tahu aku menyukaimu, tapi dia tetap menjadi temanku sampai akhir dan bahkan melindungiku sampai nafas terakhirnya. Aku jadi ingin mengomelinya, seharusnya dia tidak berbuat begitu demi aku. Sungguh, aku tidak pantas mendapatkan semua itu darinya."

Donghae mengeratkan pelukannya, perasaannya campur aduk saat ini. Entah apa yang harus ia katakan pada Eunhyuk. Donghae jadi sadar, perlahan ia mulai melupakan Sohyun dan hidup terlalu bahagia dengan Eunhyuk.

"Jadi—"

Eunhyuk melepaskan rengkuhan lengan Donghae, lalu berbalik untuk melihat wajah Donghae. Jari telunjuknya mengitari garis wajah Donghae, menyentuh setiap lekukan wajah tampan Donghae yang selalu ia kagumi.

"Meskipun ada banyak hal terjadi dan berubah, aku akan tetap mencintaimu. Aku ingin Sohyun tahu, bahwa aku sangat mencintaimu."

Donghae menggigit telunjuk Eunhyuk yang ada dibibirnya, gemas sekali melihatnya. Setiap hari, Donghae selalu di buat jatuh cinta dengan tingkah Eunhyuk yang tidak terduga. Bagaimana bisa Donghae melepaskannya? Jauh darinya saja, sudah membuat Donghae gelisah tidak karuan.

"Ngomong-ngomong, kau ingat kencan pertama kita?"

"Hm, ingat. Kenapa?"

Itu kencan pertama dan kencan konyol pertama mereka di taman bermain, bagaimana bisa Eunhyuk melupakan momen itu? Donghae masih sangat kikuk saat itu, memperlakukan Eunhyuk dengan sangat dingin, dan selalu menolak kehadiran Eunhyuk.

"Aku ingin kita kencan kesana lagi. Kalau di pikir-pikir, kita belum pernah kencan setelah kita menikah. Terakhir, bulan madu kita di Malibu dikacaukan oleh Yunho yang menyuruh kita untuk pulang cepat-cepat, kemudian kita mendadak sibuk dengan pekerjaan masing-masing."

Benar juga, kalau di pikir-pikir, mereka belum pernah kencan lagi setelah menikah. Bagaimana mau kencan? Hubungan mereka selalu dihiasi oleh kasus pembunuhan.

"Hari Minggu nanti kita main ke taman bermain seharian, kita kencan."

"Call!"

"Sekarang, kau masih harus jadi tahanan kamarku."

"Hei!"

"Mau terlentang atau menungging, sayang?"

"No! Aku lelah."

"Sayangnya, aku tidak menerima penolakan. Ingat? Kau masih tahananku!"

.

.

Because you're there, I can stay just the way I am...

More than any word, more than any jewel, You are an irreplaceable gift...

.

.

END


Special Chapter~~ ^^

Kenapa di post terpisah gak di chapter kemarin? karena chapter kemarin udah panjang banget, makanya saya bikin chapter ini untuk lovey dovey mereka... masih kurang? baca aja My Innocent Looked Boy hahahah di sana bakal banyak momen mereka... jadi promo hahahah

Oke lah, gak banyak pidato...segitu aja ^^ semoga suka...

Ohiya, maaf kl ending yang kemaren ada yg gak suka kl boleh jujur ide dr awal emang udh saya konsep ending begitu...jadi ya maaf krn gak bisa memenuhi keinginan ending yg sesuai...dan saya gak tau ending yg kalain harapkan gimana? krn kl ide saya ya begitulah~ u_u maaf yaaaaaaaaaaaa...maaf banget... di next fanfic saya akan berusaha lebih keras lagi, belajar lagi supaya bisa memuaskan kalian semua ^^

Eh, iya, saya mau bikin drabble insiden eunhae LA kemarin wkwkwkwk kayanya kocak ya kl saya realisasikan khayalan saya soal insiden kemarin hahahahah gimana menurut kalian? tp di postnya mungkin setelah My Innocent Looked Boy yah hehehehe

Last, review please? ^^

Love you guys ^^ thankyou for everything ^^

.

.

With Love,

Milkyta Lee