Dark Devil

Disclaimer: Masashi Kishimoto, saya cuma pinjem karakternya aja XD

Rate: T (Sesekali bisa berubah)

Pairing: SasuHina

Genre: Supranatural, Romance, Fantasy

"Kegelapan abadi akan enyah dengan adanya setitik cahaya"

--

The Devil Love

Dunia ini dihuni 3 makhluk, Manusia, Iblis dan Malaikat. Masing masing dihuni oleh kasta yang berbeda

Uchiha, Iblis terkuat di dunianya, berwajah tampan, berotak cerdas dan berkekuatan besar. Maka di dunia Malaikat pun sama. Dipimpin oleh Malaikat terbaik, Hyuga. Kasta Malaikat yang begitu sempurna

"Akhir dunia sudah di depan mata" Ucap seorang Malaikat menatap kearah Bumi

"Ramalan itu memang tepat. Setelah beratus2 ribu tahun lamanya, hal ini kembali terjadi"

"Keturunan malaikat yang ditakdirkan untuk seorang Iblis, benar2 pertanda yang buruk"

"Mereka takkan pernah mempunyai akhir kisah bahagia"

Kedua Malaikat itu menyentuh bayangsn gadis berambut indigo dengan pandangan prihatin

"Hanabi. Arashi. Itu memang sudah menjadi takdir"

"Tou-san!" Pekik mereka bersamaan, kaget akan kehadiran Raja Malaikat, Hiashi

"Tou-san tak menyangka. Ramalan itu harus menimpa gadis yang nantinya akan menjadi kakak kalian. Lawan yang sebenarnya baru akan tiba"

--

Sementara itu, di Bumi...

"Hinata, ingat! Jangan lagi masuk hutan! Nii-san ingin mengantarkanmu ke sekolah, tapi jadwal kuliah Nii-san pagi"

"Iya, Nii-san. Aku paham. Aku bisa berangkat sendiri. Jaa~"

Hinata berlari meninggakkan Neji yang masih mewanti wantinya agar berhati hati. Tiba tiba tangannya dicekal, dan Hinata terdiam saat mengenal pemilik paras rupawan tersebut.

"Sasuke" Ucap Hinata pelan

Tiba tiba ia teringat kejadian kemarin, saat Neji menolak mentah2 ide Sasuke, dan segera menarik Hinata dari sana

"Sasuke, soal yang kemarin, aku- minta maaf" Ucap Hinata sambil menunduk

"Angkat kepalamu, Hinata"

Hinata mengangkat kepalanya, begitu pandangan mereka bertemu, Sasuke yakin, gadis ini adalah bagian dari dirinya. Seolah olah ada magnet yang begitu kuat yang menariknya untuk selalu berada di dekat gadis ini

"Aku menunggumu sejak kemarin. Disini. Dan kau baru keluar sekarang?"

Mata Hinata membesar, apa katanya tadi?, dari kemarin?

"Aku mengikutimu dan menunggumu disini. Hinata, aku serius. Kau lah takdirku"

Wajah Hinata memerah, tapi Sasuke tetap berekspresi datar. Ia benar benar serius. Ia menginginkan Hinata

"Sasuke.." Hinata memejamkan mata dan menarik nafas, kemudian menatap Sasuke tepat di manik matanya "Kita baru bertemu kemarin. Aku sangat sangat berterimakasih atas pertolonganmu, tapi kita butuh proses"

Sasuke menyernyit "Proses? Kita punya waktu selamanya!"

"Tapi manusia bisa mati kapan saja" Lirih Hinata, teringat kejadian kemarin

Sasuke terdiam. Ia mengerti apa yang salah. Ia menginginkan seorang manusia, yang normal. Melupakan fakta bahwa dirinya adalah makhluk abnormal

"Izinkan aku melakukan proses itu" Putus Sasuke

"Proses apa?" Tanya Hinata agak heran

"Proses agar kau bisa menerimaku. Dan ikut menuju keabadianku"

Hinata tersenyum dan mengangguk semangat

"Baik. Tapi.. Lebih baik kau pulang, keluargamu pasti khawatir. Ganti bajumu lalu berangkatlah kesekolah"

"Sekolah?"

"Iya sekolah, lihatlah kita bahkan hanya baru tau nama, kalau begitu jangan harap aku akan ikut menuju keabadianmu" Canda Hinata

Sasuke mematung. Gadis ini... Menolaknya?

"Lalu apa yang harus kulakukan?"

"Pulang kerumah dan pergi kesekolah" Jawab Hinata

"Bukan itu"

"Lantas?"

"Agar kau ikut menuju keabadianku, apa yang harus kulakukan?"

"Kau bisa menjemputku pulang nanti, Nii-san masih sangat khawatir" Jawab Hinata, lupa bahwa Sasuke juga menyebabkan Neji khawatir

"Pukul berapa?"

Hinata menatap Sasuke heran. Lelaki tampan ini terlihat cerdas, tapi pertanyaannya seolah olah ia tak pernah mengalaminya. Sasuke menangkap tatapan Hinata dan merutuki dirinya. Ia. Iblis tertinggi, putra Fugaku Uchiha terlihat sangat bodoh dihadapan makhluk bumi manis oni, kemana kecerdadan darah Uchiha?

"Maafkan aku, di neraka kami tak pernah mengenal perbedaan waktu seperti ini, bagi kami hanya ada siang dan malam"

Hinata meraih tangan Sasuke dan menyimpan sesuatu dalam genggaman Sang Iblis

"Sasuke, sepertinya kau kurang istirahat. Pertanyaan dan jawabanmu aneh. Nilai B. Indonesiamu pasti terbesar di kelas. Aku berangkat ke sekolah dulu. Kutunggu pulang sekolah. Shisedo High School. Jaa~" Pamit Hinata sambil berlari, percakapan mereka cukup menguras waktu

Sasuke membuka genggamannya, dua buah permen yang dibelakannya bertuliskan 'Spirit' dan ' I'll waiting for you' Iblis itu menarik sudut bibirnya. Tersenyum. Ia tau artinya, sebagai Iblis yang sudah hidup ratusan tahun, ia tahu hampir semua bahasa di dunia ini

Tak menunggu lama Sasuke segera melesat ke hutan. Setelah yakin aman, ia mengepakkan sayapnya, manik hitamnya segera berubah menjadi merah, Ia harus segera menemui ayahnya

--

Begitu memasuki Gerbang Neraka, semua iblis yang ada disana segera berlutut

"Sasuke-sama" Ucap mereka dalam

Semua iblis tahu, takkan ada yang berani melawan Uchiha, kekuatan mereka sangat dasyat. Hanya iblis terhebat yang memiliki warna bola mata merah, apalagi bertomoe, seperti keluarga Uchiha

"Dimana Itachi?" Begitu memasuki Neraka, aura kelam yang disembunyikan Sasuke kembali menguar

"Itachi-sama ada di puncak gedung Iblis" Salah seorang Iblis menjawab

"Di gedung utama?"

"Tepatnya di taman gedung utama"

Sasuke segera melesat menuju taman gedung utama bangunan Uchiha

"Aura Sasuke-sama semakin kelam" Cetus salah seorang Iblis setelah kepergian Sasuke

"Kekuatannya pun makin besar" Jawab Iblis lai

"Lama lama, kalau terus begini, kekuatannya bisa mengalahkan kekuatan Itachi-sama"

--

"Bagaimana perjalananmu di Bumi, Sasuke?" Sapa Itachi, bahkan sebelum Sasuke menampakan dirinya. Telinga dan intuisi Iblis memang lebihbtajam dari siapapun

Tapi, Sasuke tak menanggapinya, dengan wajah serius ia menanyakan hal lain

"Apa wajar seorang Iblis jatuh cinta?"

Tak perlu pengulangan, Itachi segera mendekati adiknya

"Kau bilang apa tadi? Iblis? Jatuh cinta?"

"Aku yakin pendengaranmu masih sangat tajam"

Itachi menatap Sasuke fokus. Ia yakin tak ada yang salah dengan adiknya ini. Lantas kenapa pikiran adiknya terganggu seperti ini?

Tapi, melihat keseriusandi mata Sasuke, Itachi tau, adiknya sangat serius soal ini. Itachi menghela nafas

"Iblis mana?"

Sasuke menyernyitkan alisnya. Tak paham

"Iblis mana yang membuatmu jatuh cinta? Dan aku berani menjamin, ia bukan Iblis sembarangan, membuat Uchiha jatuh cinta? Sepertinya pesonanya benar benar kuat" Itachi terkekeh kecil, dan seketika terdiam saat Sasuke menjawab

"Dia bukan Iblis" Jawaban Sasuke selanjutnya benar benar membuat mata Itachi membesar "Dia Manusia"

"Jatuh cinta pada manusia?! Itu mustahil!!" Nada suara Itachi meninggi. Otak Sasuke benar benar rusak. "Bagaimana mungkin hal ini terjadi?!"

"Aku tak pedulu bagaimana bisa hal itu terjadi, yang pasti aku ingin membawanya menuju keabadianku. Aku tak pernah merasakan keinginan sekuat ini. Aku menginginkannya" Tekan Sasuke dengan nada dinginnya

Itachi menghela nafas berat " Akan sulit Sasuke. Membawa manusia ke dunia Iblis. Itu hampir mustahil, jiwa manusianya bisa terserap habis. Ia takkan bertahan lama"

"Akan kulindungi jiwanya dengan jiwaku. Siapapun Iblis yang berani mengganggunya, kubunuh mereka"

Mata Sasuke berkilat. Da Itachi tau, keinginan Sasuke takkan bisa dibantah. Adiknya benar benar jatuh cinta pada sosok manusia yang entah mempunyai pesona apa hingga membuat Sasuke seyakin ini

"Aku akan segera berbicara pada Ayah, untuk mengadakan ritual pernikahan" Ucap Sasuke

"Itu terlalu cepat!" Sanggah Itachi

"Untuk apa menunggu lama? Bukankah Uchiha tidak suka menunggu?"

"Tapi ini hal yang berbeda!!" Tandas Itachi hampir berteriak "Pernikahan di dunia Iblis ini sangat sakral, dan masalahnya ini manusia!!!"

"Biar aku menulis sejarah baru"

"Sasuke! Kali ini tolong hentikan kekeras kepalaanmu!"

"Lantas harus bagaimana agar aku bisa menikahinya?" Tanya Sasuke dingin, menatap tajam manik merah Itachi

"Hanya ada satu cara"

"Yaitu?"

"Menjadikannya Iblis dengan ritual pengambilan jiwa"

Mata Sasuke membesar, Itachi yakin ini pertama kalinya ia melihat Sasuke sekaget ini

"Aku ingin dia tetap jadi manusia" Tekan Sasuke

"Itu mustahil Sasuke" Itachi menggeleng tegas "Mungkin ini pertama kalinya kau melihat Bumi, sehingga kau tertarik pada manusia. Tapi itu hanya sementara"

Mata Sasuke berkilat, Tersinggung

" Dia takdirku" Desis Sasuke tajam

"Bawa aku ke tempatnya. Izinkan aku melihat gadis seperti apa dia" Putus Itachi

Sebelah alis Sasuke terangkat "Dengan atau tanpa restumu, aku akan tetap membawanya pada keabadianku"

"Ayah akan menolak rencanamu"

"Kalau begitu, aku hanya perlu mengucapkan selamat tinggal," Jawab Sasuke acuh "Pada Dunia Iblis"

"Kau akan tinggal di Bumi?!" Itachi tersentak. Adiknya, darah murni Uchiha, mengorbankan kedudukannya demi makhluk bumi yang rendah?

"Aku bisa menekan kekuatan Iblisku. Kalau dia tak bisa hidup di duniaku, maka aku yang akan hidup di dunianya"

Mata Itachi membesar. Cukup sudah ia terkaget kaget hari ini. Sasuke koslet. Ia yakin itu

"Bawa aku menemuinya" Putus Itachi mutlak

"Sasuke mengangkat bahu acuh dan segera berbalik memunggungi Itachi, hendak kembali ke Bumi. Itachi segera mengepakkan sayapnya, mengikuti Sasuke. Hendak melihat, manusia seperti apa yang bisa membuat adiknya bertekuk lutut seperti ini.

--

TEET TEET TEET

Bel pulang berbunyi, Hinata segera merapikan bukunya dan bergegas keluar kelas. Entahlah, ia merasa begitu antusias bertemy dengan Sasuke

"Hinata!" Panggil seseorang menfalihkan perhatian Hinata

"Ada apa Kiba-kun?" Jawab Hinata ceria seperti biasa

"Ehm, Ada yang perlu kubicarakan, bisa?" Tanya Kiba kikuk, Hinata benar benar seperti mentari baginya, bersinar dengan keceriaannya

"Sepertinya tak bisa hari ini, bagaimana kalau besok?" Hinata dan Kiba mengobrol sambil nmberjalan keluar kelas

"Memangnya kenapa tak bisa hari ini?'

"Aku ada keperluan"

Sementara itu dari atas pohon, tangan Sasuke mengepal. Tak menunggu lama, Sasuke segera melesat menuju Hinata dan berhenti di gerbang, sayup sayup ia mendengar percakapan mereka

"Bagaimana kalau nanti sore?" Suara lelaki terdengar

"Nii-san takkan mengizinkanku keluar sore" Itu suara Hinata

"Biar aku yang bicara pada Neji-nii" Suara lelaki itu terdengar memaksa

Tak menunngu jawaban Hinata, Sasuke mendekati mereka

"Hinata" Panggilnya

Hinata tersentak dengan suara Sasuke

"Sasuke? Kapan kau berjalan kemari?" Tanya Hinata

"Mungkin saat dia mencoba mengalihkan perhatianmu" Jawab Sasuke dingin dan menatap tajam Kiba

"Siapa dia Hinata?" Tanya kiba tak kalah sinis

"Aku takdirnya" Jawab Sasuke "Pendamping hidupnya"

Hinata terdiam, seketika wajahnya memanas. Kiba yang melihat ekspresi Hinata merasa hatinya tertohok. Ia tak pernah melihat ekspresi itu di wajah ceria Hinata

"Aku takkan mengampunimu kalau sampai kau menganggu Hinata lagi. Ayo Hinata"

Sasuke menarik Hinata pergi dari sana, tak memberi kesempatan Hinata untuk pamit pada lelaki yang tengah mematung disana

--

"Sasuke, tanganku sakit" Lirih Hinata

Seketika Sasuke berhenti dan melepaskan gengganmannya menatap tapak merah hasil cengramannya pada pergelangan tangan Hinata

Perasaan bersalah menyergapnya. Ini yang pertama. Ini pertama kalinya Iblis sekelas Uchiha merasa bersalah

"Maafkan aku. Aku terlalu emosi" Kata maaf. Sudah ribuan tahun kata itu terkubur dalam kamus Uchiha

"Sudahlah, tak apa. Paling 2-3 hari juga hilang" Jawab Hinata

"Butuh berbulan bulan untuk menyembuhkannya, aku belum belajar ilmu penyembuhan" Sasuke merasa menyesal, enggan mempelajarinya dulu

"Kalau begitu, bisa aku membantu?" Sapa sebuah suara lain

Itachi. Dan begitu bertatapan dengan Hinata. Itachi akhirnya tau, kenapa gadis ini bisa membuat adiknya bertekuk lutut. Tatapan matanya begitu jernih

"Kenalkan Nona, Itachi. Kakak Sasuke" Itachi mengulurkan tangannya, namun saat Hinata hendak menyambutnya, Sasuke menahan gerakan tangannya

"Tak usah sentuh milikku" Tegas Sasuke, membuat Hinata bersemu

"Aku akan menyembuhkan bekas cengramanmu, Sasuke"

Sasuke mendecih dan membiarkan Itachi menyentuh pergelangan tangsn hinata yang tadi ia lukai "Jadi Nona, kau akan ikut menuju keabadiannya?"

"Kami... masih sama sama belum mengenal" Jawab Hinata

"Kau tau? Kami bermarga Uchiha" Ucap Itachi dan menatap Hinata, melihat apakah ada yang berubah dari ekspresi gadis itu. Rupanya tidak.

"Uchiha? Jadi nama Sasuke... Uchiha Sasuke? Nama yang bagus" Respon Hinata

Itachi menatap Sasuke dan Sasuke menggeleng. Gadis manis ini bekum tau, kalau Uchiha adalah kasta Iblis tertinggi

Mungkin gadis ini akan pergi begitu tau siapa mereka sebenarnya, sayangnya Sasuke takkan pernah melepaskan gadis ini

"Selesai Nona" Ucap Itachi

Begitu Itachi melepaskan genggamannya, tapak tadi sudah hilang. Hinata kebingungan melihat bekas cengkramannya sudah hilang

"Sudah kubilang, aku bisa ilmu penyembuhan" Jawab Itachi melihat ekspresi kebingungan Hinata "Nah, Nona. Boleh aku tau namamu?"

Mengabaikan kekagetannya, Hinata mengangguk "Hinata" jawabnya "Hyuga Hinata"

Saat itu juga mata Itachi dan Sasuke membesar.

Hyuga?

-To Be Continue-

Yosh~ Arigatou buat semua yang udah nyempetin baca, review, fav, sama follow cerita ini. Makasih buat semua dukunganya.

Gomen. Belum bisa bales review reader semua. hhe hhe

Liat liat, Update kilat kan? XD Semoga reader semua bisa nyempetin baca dan review di chapter kedua ini.

Arigatou.

Jaa~ Sampai jumpa di chapter tiga!!