Dark Devil

Disclaimer: Masashi Kishimoto, saya cuma pinjem karakternya aja XD

Rate: T (Sesekali bisa berubah)

Pairing: SasuHina

Genre: Supranatural, Romance, Fantasy

"Kegelapan abadi akan enyah dengan adanya setitik cahaya"

--

She Is An Angel

Di dekat gerbang sekolah, dua lelaki rupawan terdiam dengan ekspresi kaget

Penyebabnya adalah gadis manis di hadapan mereka yang berkata bahwa ia bemarga... Hyuga

"A-ano, Sasuke dan Itachi-nii baik baik saja?" Tanya Hinata cemas

"Hyuga" Ucap Itachi pelan, tangannya sedikit mengepal

"HINATA!!" panggil Neji dari jauh

Tangan Neji mengepal kuat, untuk apa lelaki bernama Sasuke itu ada di sana? Mencari masalah rupanya.

Neji datang dan segera menarik Hinata ke arahnya, menjauhkan adik kecilnya dari lelaki yang dianggapnya berbahaya

"Sasuke, kenapa kau ada disini? Masih ngotot untuk membawa adikku menuju keabadianmu? Hmm?" Tanya Neji geram

"Nii-san.." Hinata berusaha memadamkan amarah Neji

"Sasuke" panggil Itachi "Lepaskan gadis ini"

"Kau gila! Dia takdirku!"

"Hyuga takkan pernah menjadi bagian dari Uchiha" Ucap Itachi pelan, Sasuke menegang dan menatap Hinata

Tidak.

Ia tidak bisa melepaskan gadis ini

"Sudah kubilang. Dengan atau tanpa restumu aku akan tetap bersamanya" Desis Sasuke tajam

"Siapa yang mengizinkanmu untuk bersama Hinata? Sudah kubilang. Aku menolak. Lagipula, kau aneh" Aku Neji blak blakan, melindungi Hinata di balik punggungnya

"Nii-san" Panggil Hinata lagi, siscom kakaknya benar benar sudah akut

"Hinata, katakan kau menginginkanku" Pinta Sasuke tegas

"Ha?" Hinata heran, ada apa tiba tiba Sasuke menanyakan hal ini

" A- aku.." Mau tak mau Hinata merona, apakah ini artinya Sasuke memintanya menjadi pacar?

"Aku tak menerima penolakan" Lanjut Sasuke dan dengan mudah menarik Hinata dari Neji

"Dia tak menerima paksaan" Tahan Neji, menahan Hinata dari tarikan sang Pangeran Iblis

"Kau kakaknya?" Tanya Itachi, menghentikan perebutan Hinata antara mereka

"Benar. Dan kau kakak lelaki ini? Kalau begitu bawa dia untuk menjauhi adikku!" Ucap Neji setengah berteriak

"Percuma. Uchiha hanya akan mencintai satu orang untuk selamanya. Dan kurasa adikku memilih pasangan yang mustahil. Adikmu"

Hati Hinata terasa berdenyut sakit. Mustahil?

"Uchiha?" Seketika ekspresi Neji berubah, tegang. Ia pernah diberitahu tentang Uchiha oleh Ayahnya ketika kecil, yang harus dirahasiakannya dari Hinata

"Sepertinya kau tau tentang Uchiha. Benar begitu, Hyuga?"

Pegangan Neji pada Hinata mengendur, sehingga dengan segera Sasuke menarik Hinata dan membawanya berlaru menjauhi Neji dan Itachi yang diselimuti Aura menegangkan

"Nii-san!" Panggil Hinata saat Sasuke membawanya berlari

"Hinata!" Neji yang sadar, akan segera mengejar Sasuke, sebelum suara Itachi menghentikannya

"Adikku takkan melukai adikmu"

"Kenapa harus Hinata?!"

"Takdir memang gila. Memberikan Malaikat sebagai takdir seorang Iblis" Itachi terlihat frustasi

"..." Neji mengepalkan tangannya kuat kuat

"Ngomong ngomong, siapa keturunan asli... Hyuga? Ayahmu? Ibumu?"

"Ayah"

"Pantas saja, gadis itu begitu jernih, bersih dan bersinar. Rupanya keturunan Malaikat dari kasta Hyuga pula. Aku penasaran, siapa nama Hyuga yang menjadi Ayah kalian"

"Hyuga Hiashi" Neji memandang tajam onyx milik Itachi yang terpaku sepersekian detik

"Lalu kau sendiri, Tuan Uchiha Murni? Mungkin saja nama Ayahmu adalah salah satu nama yang pernah Tou-san ceritakan padaku?"

Itachi tersenyum miring "Kalau begitu kita sama sama keturunan terbaik. Anak dari para Raja di kastsnya. Bedanya kau hanya setengah Malaikat dan aku murni seorang Iblis"

"Raja di kastanya? Kau... Putra dari Uchiha Fugaku?"

"Yah. Kau benar"

"Lalu kenapa? Kenapa Hinata harus jadi takdir dari seorang Iblis? Tak pernah ada sejarahnya, keturunan Malaikat bersanding dengan seorang Iblis!" Suara Neji menajam

Ia tak terima. Jelas saja tak terima. Adik kecil yang sangat disayanginya dan dijaganya sedari kecil, harus ia lepaskan kedalam pelukan seorang Iblis?

"Kalau begini, mereka berdua takkan mempunyai akhir bahagia" Ucap Itachi sarat akan kekecewaan

"Tapi aku ingin Hinata bahagia" Tekan Neji

"Kau pikir aku ingin Sasuke menderita?" Balas Itachi

"Aku pernah mendengar ramalan ini, namun tak kusangka... Itu, harus Hinata"

"Ramalan?"

"Tou-sanmu tak memberitahumu? Padahal aku, yang hanya setengah Malaikat, diberitahu" Ucap Neji sinis

"Katakan padaku. Ramalan apa?!" Desak Itachi

"Tanyakan saja pada Ayahmu. Aku harus mencari adikku" Neji segera pergi mencari adiknya yang dibawa pergi Sasuke

Sasuke membawa Hinata ke sebuah bukit, tangannya masih menggengam tangsn Hinats

"Sasuke.." Panggil Hinata pelan

Genggaman Sasuke semakin menguat, seolah tak ingin kehilangan gadis ini.

"Hinata, aku benar benar membutuhkanmu"

Ucapan serius Sasuke membuat Hinata merona, ditambah pandangannya yang terkunci oleh kelam onyx yang begitu menghanyutkan

"Aku tau mustahil bagi kita untuk bahagia jika bersama. Tapi aku tak bisa melepaskanmu begitu saja"

Kali ini diluar dugaan, Hinata balas menggengam tangan Sasuke, mata lavendernya sedikit berkaca kaca

"Ke-kenapa m-mus-mustahil?" Suara Hinata bergetar mendengat ucapan lelaki itu, ia merasa ada yang salah dihatinya. Sakit

"Hinata.. Iblis sepertiku tak pantas mendampingi Malaikat sepertimu"

"Sasuke, berhenti mengatakan hal aneh. Kau tau aku.. aku.." Hinata merasa pipinya panas, Hinata merasa ini memalukan, tapi begitu merasakan tatapan bertanya dari Sasuke, Hinata seolah mendapat kekuatan

"Kurasa, karna hal hal yang terjadi belakangan ini, aku- aku mulai menyukaimu"

Sasuke tertegun, gadis ini, barusan mengatakan ia mulai menyukainya kan?

"Hinata. Kau serius?" Tanya Sasuke

Rona wajah Hinata menjawabnya. Seketika Sasuke menarik Hinata kedalam pelukannya

"Kalau begitu, mulai saat ini tak ada yang bisa memisahkan kita. Aku akan melindungimu"

--

"Hiashi-sama, anda memanggil saya?" Seorang berambut perak berlutut dihadapan sang pimpinan Malaikat

"Temui Hinata, katakan semuanya pada gadis itu" Titah Hiashi "Juga pastikan Neji ada disana dan mendengar semuanya"

"Baik yang mulia"

"Pergilah" Lelaki berambuat perak itu undur diru

Hiashi mengjeka nafas, sejujurnya Raja dari kasta Malaikat tertinggi itu terpukuk. Namun tak ada waktu bersedih. Masalah yang sebenarnya baru akan tiba

"Tou-san!" Panggil Itachi dengan sangat keras

Sang Raja hanya mengangkat kepalanya sekilas pada sang putra sulung

"Pelankan suaramu. Bersikaplah sopan, Itachi"

"Tou-san, katakan padaku ramalan mengenai Iblis dan keturunan Malaikat!" Ucap Itachi tegas

Seketika Fugaku menghela nafas berat

"Kau sudah mengetahuinya?" Fugaku menatap tepat manik merah Itachi dengan miris "Itu ramalan milik adikmu"

Mata Itachi melebar "Jadi... Itu benar?"

"Tou-san tak tau, kau tau hal ini darimana,ctapi sang pemegang kunci memanglah keturunan seorang Malaikat. Dan itu artinya masa depan alam ini sedang dipertaruhkan"

"Pemegang kunci? Maksudnya?"

"Saat Iblis dalam ramalan menemukan takdirnya, tak lama lagi musuh yang sebenarnya baru skan tiba" Fugaku menutup matanya, tersirat keresahan yang amat dalam disana

"Musuh yang sebenarnya? Tunggu, Tou-san bilang alam ini?"

"Itachi, Dunia Iblis, Malaikat, dan Manusia dalam bahaya"

"Bisakah Tou-san bicara langsung ke intinya? Aku bingung!" Suara Itachi terdengar frustasi

"Bawa Sasuke kemari, dan akan Tou-san jelaskan semuanya" Tanpa perlu pengulangan Itachi segera melesat kembali ke Bumi, mencari adiknya untuk mendapatkan kejelasan dari semua ini

--

"Hinata aku serius, ikutlah menuju keabadianku"

"Sasuke, kau bisa menggunakan kalimat yang lebih mudah kumengerti. Aku akui, aku memang menyukaimu, tapi yaa, cuma baru seperti itu. Rasanya terlalu berlebihan kau mengatakan untuk hidup selamanya denganku saat ini"

"Sudah kuduga" Sasuke terdiam, membuat Hinata justru menatapnya "Kau masih belum siap hidul dengan seorang Iblis. Tapi tak apa. Aku akan selalu menunggumu, Hinata"

"Sasuke mau kau itu Iblis, Malaikat, Titan, Yokai, Siluman, aku tak peduli, bagiku kau itu S.A.S.U.K.E"

"Katakan kau mencintaiku" Amethys dan onyx saling mengunci "Aku mencintaimu Hinata"

Suara rendah dan tatapan lembut dari sepasang onyx membuat Hinata merona

"Aku... Juga mencin"

"Stop, Nona Hinata!!!"

Sebuah teriakan menghentikan jawaban Hinata, yang tentu saja memancing amarah Sasuke, siapa pula yang nerami memotong pernyataan yang ditunggunya?

"Siapa kau?!" Namun tak perlu jawaban, mata sasuke yang tiba tiba berubah merah, telah menjelaskan semuanya

Sasuke menempatkan Hinata di belakang pungunggnya

"Kalau kau berniat membawanya pergi, Takkan kubiarkan" Ucap Sasuke tajam

"Siapa dia Sasuke?" Tanya Hinata pelan

"Saya utusan Hiashi-sama, saya datang kemari untuk memberi penjelasan" Jawabnya

"Tou-san?" Hinata keluar dari balik pungung Sasuke, namun lelaki Iblis itu menahan bahu Hinata

"Saya diperintahkan untuk menjelaskan takdir kalian berdua"

"Maksudmu?" Kali ini Sasuke angkat bicara

"Saya akan menjelaskannya hanya jika Tuan Neji juga berada disini" Melihat Sasuke yang menatap tajam dirinya, membuatnya melanjutkan kalimatnya

"Meskipun saya tak rela, saya tak akan memisahkan kalian berdua. Saya tak bisa. Karna kalian adalah satu, tapi saya harus menahan Nona Hinata menjawab perasaan anda, sampai semua kubu siap menghadapu datangnya petaka besar yang.."

"SASUKE!!"

"HINATA!!"

Dua nama yang diteriakkan oleh orang yang berbeda

"Sasuke ikut aku" Itachi bersuara terlebih dahulu

"Hinata, menjauh darinya" Suara Neji kemudian

"Aku tak mau!" Balas Sasuke, sekaligus menguatkan rangkulannya pada Hinata

"Tou-san akan menjelaskan semua keanehan ini!" Ujar Itachi

"Orang ini juga" Tunjuk Sasuke pada orang berambut perak

"Kau bilang akan menjelaskan semuanya saat Neji tiba, bukan? Lihat Neji sudah tiba! Dan kalau aku dan Hinata adalah satu, Anikiku juga bisa mendengarkan. Sekarang. Jelaskan!"

Pria berambut perak tadi menunduk hormat pada Neji

"Saya utusan Hiashi-sama. Saya akan menjelaskan tentang ramalan terbesar yang sudah disiagakan dari 400 tahun lalu.. Tentang.." Orang tadi berhenti sejenak "Petaka besar yang akan terjadi saat pemegang kunci membuka segel. Saat seorang Iblis menjadi pasangan dari keturunan murni Malaikat"

-To Be Continue-