'It Happens To Be That Way' (SEQUEL)

"IF I Have To Hate You"

Chanbaek Fanfiction

Genre : hurt/comfort, sad, drama, romance

Rated : T

Disclaimer : semua tokoh milik Tuhan, Orang Tua dan Agency, author hanya meminjam nama saja

Warning : GS ! DLDR


Baekhyun pernah bermimpi jika suatu saat nanti ia akan menikah dengan seorang pria yang ia cintai. Ia juga membayangkan bagaimana kehidupan keluarganya nanti yang pasti akan terasa menyenangkan.

Dan pria yang ia bayangkan akan menjadi suaminya kelak adalah pria yang dua hari yang lalu memeluk dan mengecup wanita lain di hari pernikahan mereka. Disaat itulah semua harapan Baekhyun berakhir.

Tak ada lagi yang bisa menggambarkan perasaan Baekhyun saat ini selain sedih dan juga malu yang mendara. Dan disinilah Baekhyun berada, Sungai satu-satunya tempat yang begitu cocok untuknya merenungkan semua yang telah terjadi.

Air sungai yang mengalir dengan tenang menjadi satu-satunya objek yang sampai saat ini masih Baekhyun perhatikan dengan seksama.

Lama kelamaan pandangan Baekhyun mulai buram ketika setetes liquid bening mengembun di pelupuk matanya. Langkah kakinya membawa tubuhnya semakin mendekat dengan pinggiran sungai yang menjadi satu- satunya pembatas antara daratan dan air.

Akal sehatnya telah hilang dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Baekhyun membawa tubuhnya jauh semakin dalam pada air sungai yang mengalir.

Kedua matanya terpejam erat sesaat ia merasa banyaknya air mulai masuk kedalam rongga mulutnya.

Sekelibat ia merasa deja vu dengan semua yang terjadi saat ini.

.

.


~~Sequel~~


.

.

"yak apa yang kau lakukan ?"

Sebuah tangan menarik tubuh seorang gadis berbalut seragam sekolah dan membawanya keatas. Mencoba menyelamatkan tubuh sang gadis yang tenggelam didalam air. Kedua mata sang gadis yang terpejam pun perlahan - lahan mulai terbuka. Dan kini gadis itu dapat melihat sekilas sosok lelaki yang mencoba menyelamatkannya.

Tubuh basahnya telah berada diatas tanah yang kering. Manik matanya mulai menangkap sedikit pemilik wajah yang berhasil menyelamatkannya.

"mianhaeyo"

Sang gadis dapat merasakan sebuah benda kenyal menyentuh permukaan bibirnya demi membuat air yang masuk kedalam tubuhnya keluar.

"uhukk-uhukk" Berhasil, air yang masuk kedalam tubuhnya pun mulai keluar dari dalam mulut sang gadis.

"gwenchanayo?" tanya pria yang menyelamatkannya itu pada sang gadis yang berhasil ia selamatkan.

"ne, aku baik-baik saja, terima kasih banyak sunbaenim" gadis itu tersenyum lemah berusaha mengucapkan terima kasih pada pria yang telah menyelamatkan nyawanya

"ne"

Pria itu kemudian berjongkok dihadapan sang gadis membuat gadis itu kebingungan.

"wae? ayo naik" pria itu menunjuk punggungnya menunggu gadis itu naik ke atas punggungnya.

"ta..tapi"jawab gadis itu dengan ragu

"ayo cepat naik, aku yakin keadaanmu masih belum baik-baik saja"

Gadis itu pun bangun dan perlahan naik keatas punggung pria yang menolongnya.

Setelah merasa sang gadis telah naik kepunggungnya, sang pria pun berdiri dan membawa gadis yang berada diatas punggungnya pulang kerumah gadis itu.

"apa yang kau pikirkan hingga membuatmu terjun bebas kedalam sungai itu?" tanya sang pria pada gadis yang berada digendongannya sambil membenarkan letak tubuh sang gadis.

"a-ak-aku..."

"sudah tak usah dijawab jika kau tak ingin menjawabnya. hanya saja jangan lakukan hal seperti itu lagi ! itu sama saja kau melakukan percobaan bunuh diri. untung saja aku melihatnya dan segera menyelamatkanmu. Kalau tidak, entah bagaimana nasibmu nanti" ujar sang pria membuat sang gadis tersenyum dibalik punggungnya.

"mianhaeyo membuat Chanyeol sunbae menjadi basah kuyup seperti ini"

"eoh bagaimana kau tahu namaku?" tanya pria yang bernama Chanyeol itu kebingungan.

"tentu saja aku tahu, sunbae adalah orang yang begitu terkenal. Lagi pula kita berada di organisasi yang sama jika sunbae ingin tahu" ucap sang gadis membuat Chanyeol menganggukkan kepalanya.

"oh begitukah? siapa namamu?"

"Byun Baekhyun"

"nah Baekhyun-ssi , kita sudah sampai dirumahmu. lain kali jangan melakukan hal bodoh seperti tadi" Chanyeol menurunkan tubuh Baekhyun saat mereka sudah sampai di depan rumah milik sang gadis.

Chanyeol pun memberikan tas milik gadis itu kepada pemiliknya. Sebelum Chanyeol pergi, Baekhyun menawarkan pria itu untuk masuk terlebih dahulu dan mengganti bajunya yang basah dengan baju milik sang kakak. Namun Chanyeol menolaknya dengan alasan tidak ingin merepotkan Baekhyun. Alhasil Baekhyun membiarkan Chanyeol pulang dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada pria itu.

.

.

.

Setelah insiden menyelamatkan dirinya beberapa hari yang lalu. Baekhyun meyakinkan dirinya jika ia benar-benar jatuh cinta pada malaikat penolongnya. Sebenarnya gadis itu memang sudah menyukai Chanyeol saat ia mulai memasuki salah satu organisasi yang sama dengan pria itu. Hanya saja rasa suka Baekhyun pada Chanyeol belum begitu besar seperti saat ini.

Setiap harinya gadis itu terus memperhatikan Chanyeol. Ia akan semakin menggila ketika ia diberi senyuman tipis oleh sang objek yang diperhatikan.

Namun ia sedikit kecewa karena Chanyeol tak pernah lagi menyapanya.

.

.

Dua tahun sudah Baekhyun menjadi pengagum rahasia Park Chanyeol. Dan sebentar lagi pria itu akan lulus. Chanyeol mulai disibukan oleh kegiatannya sebagai pelajar akhir tahun. Baekhyun mulai kesulitan melihat pria itu.

Setelah ujian kelulusan berakhir, Baekhyun berniat memberikan surat cintanya pada Chanyeol dan mengungkapkan perasaannya. Ia ingin pria itu tahu jika ada seseorang yang begitu mencintainya.

Jadi sebelum semuanya terlambat, Baekhyun ingin mengungkapkan semuanya.

.

.

Surat cinta telah Baekhyun genggam dengan erat. Gadis itu telah menunggu Chanyeol di depan gerbang sekolah, berharap pria itu akan lewat dihadapannya.

Tapi sampai siswa dan siswi yang melewatinya tinggal bebera orang saja, Baekhyun tak melihat sedikitpun batang hidung milik lelaki itu. Kecewa tentu saja, namun apa daya yang bisa ia lakukan. Mungkin Tuhan belum mengizinkan dirinya untuk mengungkapkan semuanya.

Acara pelepasan siswa kelas akhir pun diadakan. Baekhyun berharap hari ini menjadi hari terakhir yang bisa membuatnya mengungkapkan perasaan pada Chanyeol setelah beberapa hari yang lalu ia telah gagal.

Akan tetapi Baekhyun lagi-lagi harus menelan pil kekecewaan. Pria itu tidak hadir diacara kelulusan karena telah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studynya.

Disaat itulah harapan Baekhyun pupus begitu saja dan ia harus mengubur dalam-dalam perasaan cintanya pada malaikat penolongnya.

.

.

.

Delapan tahun telah berlalu, kini Baekhyun telah menjadi salah satu reporter di sebuah salah satu stasiun televisi ternama di korea. Pekerjaan yang memang Baekhyun sukai.

Namun walau Baekhyun telah tumbuh menjadi gadis dewasa, penampilannya tidak pernah berubah. Kacamata persegi yang selalu ia pakai saat sekolah masih bertengger cantik di hidung mancungnya. Penampilannya pun masih terlihat begitu sederhana.

"Telah terjadi kebakaran hebat disalah satu gedung perbelanjaan yang terletak didaerah gangnam. Kebakaran tersebut diakibatkan oleh arus pendek listrik salah satu toko. Saat ini terlihat beberapa mobil pemadam kebakaran diarea kebakaran tersebut yang mencoba memadamkan api yang berkobar. Dilaporkan tidak ada korban didalam peristiwa tersebut. CBX news, Byun Baekhyun melaporkan"

"oke kerja bagus nona Byun" Jongin sang kameramen mengacungkan ibu jarinya setelah merekam pembawaan berita Baekhyun yang begitu bagus

"gamsahabnida subaenim" Baekhyun membungkuk sopan pada Jongin yang menjadi seniornya.

"aish sudah beberapa kali aku katakan padamu, jangan terlalu formal padaku. Panggil saja aku Jongin oppa. ck kau ini" Jongin terkekeh mendengar Baekhyun yang selalu formal padanya.

"baiklah Jongin oppa. tapi mungkin aku harus membiasakannya terlebih dahulu oppa"

"hmm gwenchana. ayo kita segera kembali pada anggota tim yang lain" Jongin menyampirkan tasnya yang berisi kamera di punggungnya dan mulai berjalan diikuti Baekhyun dibelakangnya.

.

.

"kalian sudah selesai dengan pekerjaan kalian? bagaimana jika hari ini kita makan bersama kudengar ada kedai ramen enak di dekat sini" Luhan yang menjadi salah satu tim dengan Baekhyun mengajak semua anggota timnya untuk makan bersama

"ide bagus, sudah lama kita tidak makan bersama" ucap Jongdae dengan semangat dan diberi anggukan setuju oleh anggota yang lain termasuk Baekhyun.

"mianhae, aku tak bisa ikut bersama kalian hari ini. aku ada urusan dengan seseorang" Kyungsoo salah satu rekan tim Baekhyun menolaknya karena ada urusan penting dengan seseorang.

"aku tahu Kyungsoo pasti akan berkencan dengan kekasihnya. karena ku dengar kekasihnya itu pulang dari luar negeri. Ya nikmatilah waktu berkencan kalian Kyung" Luhan berucap dan membuat semburat merah tercetak jelas dipipi Kyungsoo membuat yang lain terkekeh dengan senyum malu-malu milik Kyungsoo.

"woah aku baru tahu Kyungsoo memiliki seorang kekasih" ucap Baekhyun

"kemana saja kau selama ini Byun ? kau terlalu sibuk memikirkan cinta pertamamu yang tak kunjung datang" Sehun meledek Baekhyun sambil terkekeh

Baekhyun mendelik kesal pada Sehun karena kini teman satu timnya menertawakan dirinya.

"Cepatlah move on Byun, siapa tahu saja cinta pertama mu sudah memiliki kekasih. Kau tak mungkin bisa memilikinya jika begitu"

"yak dasar albino menyebalkan !"

Sehun justru semakin tertawa terpingkal - pingkal melihat wajah Baekhyun yang kesal padanya. Karena melihat wajah kesal teman seperjuangannya saat kuliah dulu itu adalah sebuah kebahagiaan bagi Sehun.

.

.

oOo

.

.

Cuaca dikota Seoul saat ini begitu panas. Terik matahari yang bersinar membuat tubuh siapa saja seperti terasa terbakar. Begitu pula dengan Baekhyun, seusainya ia istirahat makan siang, gadis itu berjalan kembali menuju gedung dimana ia bekerja.

Tiba-tiba saja ada sebuah dering telepon masuk di ponselnya. Sambil berjalan ia merogoh ponsel yang ada didalam tasnya tanpa melihat kedepan. Gadis itu bahkan tidak menyadari jika ada seseorang yang berada dihadapannya.

Ketika ia berhasil mendapati ponselnya, tubuh mungilnya menubruk seseorang yang ia yakini adalah seorang pria. Tubuh mungilnya nyaris jatuh jika saja sepasang lengan kekar berbalut kemeja putih tak menopang pinggangnya.

Waktu seakan berhenti berdetak saat kedua iris bulan sabitnya beradu dengan iris kelam milik seseorang yang kini menopang tubuhnya. Seseorang yang delapan tahun selalu mengisi setiap relung hatinya. Park Chanyeol malaikat sekaligus cinta pertamanya.

"gwenchanayo?" suara itu, suara yang masih sama saat pertama kali menanyakan keadaannya delapan tahun yang lalu.

"ne, gwenchanayo" Baekhyun tersenyum bahagia

"lain kali kau harus melihat matamu kedepan ketika sedang berjalan"

"ne, mianhaeyo, gamsahabnida sun..." ucapan Baekhyun terputus saat pria itu justru mendapat telepon dari seseorang dan pergi dari hadapannya tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.

Baekhyun kecewa karena sepertinya pria itu tak mengingat dan mengenalinya. Namun senyum sumringah tetap ia tunjukkan karena pada akhirnya ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya itu.

.

.

.

"sepertinya kau sedang bahagia, kulihat dari tadi kau terus tersenyum dan melihat ponselmu. ah aku tahu kau bertemu dengan cinta pertamamu dan sekarang kau sedang bertukar pesan dengannya, benarkan ?" Kyungsoo terkekeh melihat senyuman malu-malu yanh Baekhyun tunjukkan

"bagaimana kau tahu aku bertemu dengan cinta pertamaku? " Baekhyun ikut terkekeh karena Kyungsoo tahu jika ia bertemu dengan cinta pertamanya.

"ahaha tergambar jelas diwajahmu yang bahagia itu. jadi kau sudah berhasil menghubunginya kembali?" tanya Kyungsoo lagi ikut bahagia

"belum,, aku hanya bertemu dengannya, namun sepertinya ia melupakanku. mengingat ia bahkan tak mengenaliku kemarin" senyuman Baekhyun luntur begitu saja mengingatnya

"hmm mungkin ia belum sadar jika itu dirimu Baek. Kalian sudah terlalu lama tidak bertemu jadi mungkin ia mengira jika saat bertemu denganmu itu bukan dirimu. Jangan bersedih seperti itu. tetap semangat Byun Baekhyun" ucap Kyungsoo memberi semangat pada Baekhyun.

"ya kau benar Kyung. gomawo"

.


^^ChanBaek^^


.

Dua hari kemudian, Baekhyun kembali istirahat makan siang ditempat biasa yang ia kunjungi sebagai restauran langganannya. Ia juga mengharapkan jika ia bisa bertemu dengan Chanyeol di jalan yang sama saat pertama kali ia melihatnya kembali.

Diiringi senandung kecil yang ia siulkan, Baekhyun berjalan dengan riangnya. Akan tetapi saat ia berada didepan jendela restaurant langganannya, ia melihat Chanyeol sedang menyuapi seseorang yang menjadi rekan kerjanya.

"aku tahu Kyungsoo pasti akan berkencan dengan kekasihnya. karena ku dengar kekasihnya itu pulang dari luar negeri. Ya nikmatilah waktu berkencan kalian Kyung"

sekelibat ucapan Luhan tempo hari terngiang kembali di pikirannya. Jadi kekasih Kyungsoo yang Luhan maksud adalah Chanyeol? cinta pertamanya?.

Hati Baekhyun rasanya seperti dihujam oleh benda yang tajam. Seakan harapan dan cintanya kandas begitu saja. Selama delapan tahun Baekhyun menunggu Chanyeol , namun pria itu justru telah memiliki seorang kekasih. Baekhyun bahkan tidak pernah berfikir jika takdir cintanya akan seperti ini.

Tak bisa dibendung lagi, setetes liquid bening pun mengalir dengan mulus di kedua pipinya.

.

.

.

Perasaan sedih menjalar ditubuhnya. Tak ada lagi senyuman bahagia yang ia tampilkan diwajahnya. Semuanya terasa hambar. Baekhyun juga menjadi sosok yang begitu menggilai pekerjaannya agar semua perasaan sedihnya hilang.

Atasannya menjadi senang dengan sikap Baekhyun yang begitu rajin bekerja. Dan pada akhirnya Baekhyun ditunjuk untuk bertugas di luar kota selama beberapa bulan. Awalnya Baekhyun ingin menerima tawaran dari atasannya itu. Namun ia menimang-nimang kembali tawaran tersebut.

Sekali lagi Baekhyun berkunjung ke restauran langganannya. Dan lagi-lagi ia melihat Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang mengumbar kemesraan. Melihat itu semua membuat Baekhyun mengeratkan kuku jarinya, mendadak suasa hatinya menjadi panas. Ia pun mengurungkan niatnya kembali untuk memasuki restauran tersebut.

Baekhyun duduk termenung didalam ruang kerjanya, ia melihat penampilan dirinya didepan cermin. Semuanya tetap biasa saja, ia masih terlihat cantik. Kemudian ia menyandingkan wajahnya dengan foto Kyungsoo yang bersamanya. Senyum miris pun terpantri dibibirnya.

Dibandingkan dirinya yang begitu sederhana dengan kacamata tebal terbingkai dimatanya, Kyungsoo memang terlihat begitu sempurna. Mata doenya yang terbinar dan tubuhnya yang begitu indah serta bibir berbentuk hati saat tersenyum itu memang lebih memikat hati pria manapun didunia ini. Jelas saja Chanyeol lebih terpikat pada sosok Kyungsoo yang sempurna. Apalagi bagaimana tutur kata Kyungsoo yang begitu lembut itu membuat Baekhyun merasa semakin iri padanya.

Tiba-tiba saja perasaan benci pada Kyungsoo menjalar diseluruh tubuhnya. Seketika setan didalam tubuhnya keluar dan memberikan nasehat-nasehat buruk yang mempengaruhi akal sehatnya.

Dan sosok lembut Baekhyun kini telah hilang digantikan dengan sosok Baekhyun dengan segala ambisinya.

.

.

.

"ugh aku tak tahu jika Byun Baekhyun sahabatku terlihat begitu cantik jika tak memakai kacamata tebal kesayangannya itu" ucap Sehun menggoda Baekhyun ketika melihat penampilan Baekhyun yang terlihat berbeda dari biasanya.

Baekhyun terlihat begitu sempurna saat ini. Rambut panjangnya yang biasa ia kuncir kini tergerai dengan bebasnya. Mata bulan sabitnya yang biasa terbingkai kaca mata persegi kini terlihat begitu mempesona dipadukan dengan lensa yang terpasang di bola matanya. Pakaian yang Baekhyun kenakan pun terlihat berbeda dari biasanya

Istilah itik buruk rupa yang merubah dirinya menjadi angsa yang begitu mempesona menggambarkan sosok Baekhyun saat ini.

"woah kemana saja sahabatku yang satu ini ? kau terlalu terpaku pada kecantikan gadis rusa itu saja hingga membuatmu tak pernah menyadari kecantikan sahabatmu ini. berarti selama ini kau menganggap aku begitu jelek. huh aku kecewa padamu" Baekhyun berpura-pura merajuk pada Sehun membuat Sehun gemas padanya

"ck begitu saja merajuk. Bukan begitu maksudku. sahabatku ini selalu terlihat cantik bagiku, tapi untuk saat ini kau terlihat semakin cantik. ya walaupun begitu, bagiku Luhan tetaplah nomor satu" ucap Sehun dengan cengiran khasnya membuat Baekhyun gemas dan mencubit pinggangnya

"dasar albino menyebalkan ! cepat nyatakan perasaanmu pada Luhan, sebelum Luhan menjadi milik orang lain"

"tenang saja, secepatnya Luhan akan menjadi milik Oh Sehun, dan saat itu terjadi kau akan menjadi orang pertama yang mendengarkan kabar bahagia itu" seru Sehun dengan begitu percaya diri

"ya aku menunggu saat semua itu tiba"

.


.

.

Tak terhitung beberapa orang yang bertemu sapa dengannya terkagum dengan penampilan berbeda Baekhyun sekarang. Begitu pula dengan Kyungsoo.

Kyungsoo, mendengar nama itu membuat Baekhyun merasa kesal pada wanita itu. Ia pun memiliki cara yang begitu licik untuk membuat hubungan Kyungsoo dan Chanyeol kandas.

"Kyung, aku ingin bercerita padamu"

"kau ingin bercerita apa? katakanlah"

"begini, aku ditugaskan oleh senior Jung untuk bertugas diluar kota entah sampai beberapa lama, namun aku tidak bisa meninggalkan oppaku yang kini terbaring dirumah sakit karena kecelakaan yang menimpanya. Kedua orang tuaku sedang bertugas diluar kota , jadi tidak mungkin aku meninggalkan oppaku sendirian. aku benar-benar bingung Kyung... Apalagi senior Jung mengatakan jika tugas ini begitu aku benar-benar tak tahu harus bagaimana" Baekhyun memasang wajah sedihnya membuat Kyungsoo melihatnya dengan iba.

Baekhyun tersenyum dalam hati saat melihat wajah Kyungsoo yang terlihat iba padanya.

"aku turut prihatin padamu Baek, eum bagaimana jika aku yang menggantikanmu melakukan tugas yang senior Jung berikan? jadi kau bisa mengurus oppamu hingga sembuh?"

"tapi apa tidak merepotkanmu Kyung? lalu bagaimana dengan kekasihmu? apa dia mengizinkannya?" tanya Baekhyun berpura-pura tidak enak hati dengan Kyungsoo

"itu urusan yang mudah, kau tenang saja" Kyungsoo tersenyum tulus padanya

"ah terima kasih Kyung,, kau adalah wanita yang begitu baik. terima kasih banyak . kalau begitu aku akan mengatakannya pada senior Jung sekali lagi terima kasih Kyungsoo" Baekhyun memeluk tubuh Kyungsoo dan tersenyum bahagia karena rencana memisahkan Kyungsoo dan Chanyeol berhasil.

Dibalik tubuh Kyungsoo, Baekhyun tersenyum dengan penuh kemenangan.

Drama yang Baekhyun mainkan begitu sempurna. Setelah Kyungsoo pergi menjalankan tugasnya dan mendengar jika hubungan Kyungsoo dan Chanyeol kandas, Baekhyun mulai melancarkan peran selanjutnya.

.

.

oOo

.

.

Dua minggu setelah Kyungsoo memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dan memilih meninggalkan dirinya, Chanyeol menjadi sosok yang begitu pendiam. Tak ada lagi pancaran kebahagiaan yang terpancar dikedua matanya.

Tentu tak mudah melupakan Kyungsoo begitu saja. Selama hampir tiga tahun pria itu menjalin hubungan dengan sang mantan kekasih. Dan tinggal menunggu beberapa bulan lagi Chanyeol akan melamar gadis yang kini telah menjadi mantan kekasihnya itu.

Hati Chanyeol terasa begitu menyakitkan.

Akan tetapi Chanyeol tidak menyerah, ia akan tetap menunggu sang wanita datang kembali padanya. Rasa cintanya begitu besar pada Kyungsoo, hingga membuat Chanyeol bertekad menunggu wanita itu dan memilikinya kembali.

Hanya saja Chanyeol tetaplah manusia biasa. Hatinya memang masih terisi oleh satu nama, namun perasaannya bisa goyah kapan saja. Apalagi dihadapannya kini terdapat satu wanita cantik yang sedikit demi sedikit menggeser nama Kyungsoo dalam hatinya. Byun Baekhyun.

.

oOo

.

Tepat satu bulan Kyungsoo pergi, Chanyeol menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Baekhyun, wanita yang menjadi juniornya saat sekolah. Chanyeol juga baru mengingat jika Baekhyun adalah gadis yang pernah ia tolong saat gadis itu akan melakukan percobaan bunuh diri.

Tapi sepertinya Chanyeol salah paham, sebenarnya Baekhyun tidak melakukan percobaan bunuh diri. Baekhyun hanya terpeleset saat ia akan mengambil sebuah bunga teratai yang berada di danau belakang sekolah. Dan ketika Baekhyun menjelaskan semuanya itu Chanyeol terkekeh karena ia telah salah paham padanya.

Kepribadian Baekhyun yang begitu lucu dan manis itu membuat Chanyeol sedikit demi sedikit melupakan Kyungsoo. Apalagi ketika ia mengenalkan Baekhyun pada kedua orang tuanya ia merasa senang karena kedua orang tuanya begitu menyukai Baekhyun. Bahkan sang ibu menyebut Baekhyun sebagai calon menantu kesayangannya.

Dua bulan sudah Chanyeol menjalin hubungan dengan Baekhyun. Semua terasa baik-baik saja, hanya lama kelamaan Chanyeol merasakan ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Chanyeol merasa jika ia telah mengkhianati Kyungsoo.

Dan puncak kegelisahaannya terasa saat sang ayah mengatakan jika dirinya akan menikah dengan Baekhyun secepatnya.

Sikapnya berubah menjadi semakin dingin. Jujur saja Chanyeol merasa sangat kesal dengan sikap sang ayah yang terlalu terburu-buru memutuskan sesuatu.

Ia bahkan meluapkan kekesalannya pada Baekhyun -sang kekasih-. Chanyeol banyak mengacuhkan Baekhyun dan mengabaikan gadis itu. Chanyeol juga menjadi lebih menyukai menghabiskan waktunya untuk memandangi foto Kyungsoo yang berada digaleri ponselnya.

"apakah ponselmu lebih menarik perhatianmu dibandingkan dengan aku?"

ucapan Baekhyun menjadi satu-satunya yang menyadarkan Chanyeol saat ini. Terlebih melihat wajah kecewa dari gadis itu membuat Chanyeol merasa seperti orang yang begitu keterlaluan. Tak seharusnya Chanyeol melampiaskan kekesalannya pada Baekhyun.

Dan setelah itu, Chanyeol tak lagi mengacuhkan sang kekasih dan menjalin hubungan seperti biasanya.

.

.


.

Sebagai permintaan maaf karena telah sering mengacuhkan Baekhyun, maka Chanyeol berinisiatif mengajak Baekhyun ke taman bermain. Lagi pula tak ada salahnya ia mulai mencoba lebih memperhatikan kekasihnya itu. Ia bahkan mengajak Baekhyun menggunakan kendaraan umum dan beralasan jika akan lebih menyenangkan pergi berdua menggunakan kendaraam umum seperti di drama yang selalu ibunya tonton.

Melihat raut wajah Baekhyun yang begitu bahagia mau tak mau membuat perasaan hangat menjalar di seluruh tubuh Chanyeol. Desiran halus yang terasa itu membuat ada sesuatu debaran kecil didalam hatinya. Chanyeol bahkan terpesona pada senyum cantik yang dilontarkan oleh kekasihnya itu.

Namun, disaat hatinya mulai mencoba membuka lembaran baru dengan sesorang yang tanpa terasa mengisi kekosongan hatinya, seseorang yang membuat hatinya kosong dan hampa itu justru hadir kembali dan membuat perasaannya porak poranda.

Chanyeol bimbang tentu saja, haruskah ia memilih masa lalunya yang masih ia simpan direlung hatinya? ataukah ia harus memilih masa depannya yang kini mulai menyingkirkan masa lalunya itu dihatinya?

.

.

Takdir dari Sang Maha Kuasa memang sangat tak terduga. Seharusnya hari ini menjadi hari dimana Chanyeol menggenggam sebuah tangan yang ia bayangkan akan menjadi takdirnya kelak, namun justru tangan lain lah yang kini berada digenggamannya.

Dan disaat ini pula hatinya menjadi gelisah terlebih melihat seseorang yang ia pikirkan menjadi takdirnya itu kini melihatnya menggenggam tangan lain dengan perasaan yang sama sakitnya dengan dirinya.

.

.

Lain halnya dengan kedua orang yang saling mencintai namun terpaksa tidak ditakdirkan untuk bersama itu. Justru seseorang tengah tersenyum bahagia karena apa yang telah ia mimpikan itu menjadi kenyataan. Menikah dengan pria yang amat sangat ia cintai membuat perasaan Baekhyun begitu bahagia.

Baekhyun tak peduli jika perasaan Chanyeol padanya tidak sebesar rasa cintanya. Asalkan ia bisa memiliki pria itu seutuhnya, Baekhyun merasa itu sudah lebih dari cukup.

Ia juga tak peduli dengan perasaan terkhianati dari Kyungsoo. Lagi pula Baekhyun merasa jika ia lebih berhak memiliki Chanyeol dibandingkan dengan Kyungsoo.

Saat Kyungsoo mengatakan kata 'pengkhianat' padanya pun Baekhyun tak begitu memperdulikannya. Baekhyun justru mengatakan hal yang membuat Kyungsoo tak bisa berbuat apa-apa lagi selain diam dan melihat orang yang ia cintai berdiri di deoan altar bersama dengan orang lain.

"terserah saja jika kau mengatakan aku pengkhianat atau apapun itu ! . lagi pula aku yang lebih mengenal Chanyeol dan mencintainya terlebih dahulu sebelum dirimu ! Kau hanya lebih beruntung memilikinya dibandingkan diriku. Jadi sekarang saatnya kau merasakan apa yang aku rasakan selama ini"

kata-kata itu menjadi penutup antara perdebatan Kyungsoo dan Baekhyun sebelum acara pemberkatan pernikahan dimulai.

.

.

.

Akan tetapi sesuatu yang dilakukan dengan cara yang tidak baik, tidak akan membuat semuanya menjadi sempurna. Begitu pula dengan hubungan percintaan Chanyeol dan Baekhyun. Semuanya hancur begitu saja saat Chanyeol memutuskan untuk tidak melanjutkan acara pernikahan antara dirinya dengan Baekhyun.

Setelah bergulat dengan perasaannya, Chanyeol memilih untuk bersama dengan masa lalunya yang memang masih sangat ia cintai sampai kapanpun.

Sakit itulah yang Baekhyun rasakan. Namun ia harus menerima semuanya. Seharusnya Baekhyun tahu akan seperti ini jadinya. Dan Baekhyun rasa , inilah akhir dari semuanya.

.


e)(o


.

Chanyeol, satu nama yang akan terus Baekhyun simpan didalam hatinya. Walau pria itu tak bisa menjadi miliknya saat ini, Baekhyun berharap jika dikehidupan selanjutnya nanti Chanyeol akan menjadi miliknya.

-byurrrrrr-

Tubuh Baekhyun jatuh semakin dalam. Rasa malu dan pedih yang ia rasakan membuat akal sehatnya hilang begitu saja. Gadis itu lebih memilih menjatuhkan dirinya didalam air sungai yang begitu dalam dan mengakhiri hidupnya.

Sedikit demi sedikit air mulai merembes masuk ditubuhnya dan nafasnya mulai tersendat. Baekhyun kemudian menutup kedua matanya memasrahkan dirinya pada Yang Maha Kuasa dan berharap Tuhan akan memaafkan semua kesalahan yang telah ia lakukan.

Ia juga berharap jika Tuhan mengizinkan dirinya untuk bertemu kembali pada sosok Chanyeol dimasa depan. Karena Baekhyun akan selalu mencintai lelaki itu sampai kapan pun.

"selamat tinggal Chanyeol, aku mencintaimu"

.

.

.

END


a/n :

Yang kemarin pada kesel sama Chanyeol, yakin sekarang masih kesel juga sama dia? :D

sekuelnya sudah ya :D

semoga kalian suka ^^

annyeong ~~~ Saranghae :*

RnR for last? ^^