My Busy Yunie

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)

Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi

Typos, membosankan, alur suka - suka

Rate : T

Enjoy it ^o^

.

.

.

.

.

Jaejoong langsung beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan Mr. Jung. Dia melihat seorang namja berdiri didepan sebuah pintu disebelah ruangan Mr. Jung.

" Permisi, apa itu ruangan Yunho?"

" Ya, kau siapa?" Tanya namja itu

" Aku Kim Jaejoong"

" Ah... Mrs. Jung sudah bercerita tentangmu. Aku Park Yoochun, asisten Yunho. Yunho baru saja masuk keruangannya, kau ingin bertemu dengannya?"

" Ne"

" Silahkan"

Yoochun membukakan pintu untuk Jaejoong dan Jaejoong dengan senang hati masuk kedalam ruang kerja Yunho. Dia melihat Yunho tengah fokus pada dokumen yang ada di depannya. Whoaaa... Jaejoong terpana melihatnya!

" Hyung, tolong ajarkan aku perhitungan ini"

Jaejoong mengedipkan matanya, hyung? Ah! Pasti maksudnya Yoochun hyung?

" Yunho, kau ada tamu" Ucap Yoochun

" Siapa?"

Yunho langsung mendongakkan kepalanya dan mengerutkan keningnya saat melihat namja berseragam disamping Yoochun.

" Jaejoong?"

" Ne hyung, Joongie kesini untuk bertemu dengan hyung"

" Ada perlu apa?"

" Memang kalau ingin bertemu harus ada hal penting ya?"

" Kalau tidak ada yang penting kenapa harus bertemu?"

Jaejoong menggeram kesal, namja yang dicintainya itu kenapa berubah drastis seperti ini? Kenapa Yunho menjadi dingin padanya? Atau memang sifatnya seperti itu?

Bagaimana ini? Apa Jaejoong harus menyerah dan membatalkan pertunangannya dengan Yunho yang menyebalkan atau melanjutkan pertunangan dan dia melakukan apapun agar Yunho memperhatikannya?

.

.

.

.

.

~ Chapter 2 ~

.

.

.

.

.

" Yunie... Joongie lapar"

"..."

" Yunie ayo makan malam"

" …."

" Yuniieee~~~"

" ….."

" Yunniieeeeeeeee"

" Bisakah kau lebih tenang? Aku sedang membahas masalah perusahaan"

Ucapan datar itu membuat Jaejoong diam dan menatap sebal pada namja berkacamata tebal itu, Jaejoong kan hanya mengajaknya makan malam, kenapa harus seperti itu menjawabnya?

" Tapi..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya

" Apa tuan Jaejoong ingin dipesankan makan?"

Lihat, malah sang asisten yang baik padanya. Jaejoong tersenyum lemas kemudian menggelengkan kepalanya.

" Joongie akan makan bersama Yunie, terima kasih tawarannya Yoochun hyung" Ucap Jaejoong dengan sopan

" Kenapa kau tidak memanggilku dengan hyung?" Tanya Yunho

" Supaya Yunie hyung memperhatikan Joongie, karena sejak tadi Joongie panggil Yunie hyung dengan hyung tidak digubris akhirnya Joongie panggil Yunie saja"

" Ck..." Yunho berdecih kemudian dia kembali fokus pada berkas yang dipegangnya

Jaejoong membulatkan matanya dan stok kesabarannya sudah mulai menipis, memang apa salahnya mengajak Yunho makan? Ini kan sudah jam pulang kerja, jadi tidak masalah bukan? Dia menatap Yoochun dan membuka suaranya.

" Yoochun hyung bisa tinggalkan kami? Aku ingin bicara dengan Yunie hyung" Ucap Jaejoong

Yoochun melirik Yunho yang dengan segera menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau namun Yoochun memberikan senyuman padanya.

" Aku rasa memang kau harus bicara pada Jaejoong agar semua jelas" Ucap Yoochun kemudian menatap Jaejoong " Setengah jam cukup?" Lanjutnya pada Yoochun

" Joongie tidak akan lama, lima belas menit cukup hyung"

" Baiklah. Lima belas menit lagi aku akan mengetuk pintu"

" Ne, terima kasih hyung"

Yoochun tersenyum kemudian bangkit dari duduknya diseberang meja kerja Yunho, dia berjalan keluar dan membiarkan Jaejoong juga Yunho berbicara.

" Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Yunho kemudian membenarkan kaca mata tebalnya

Jaejoong mengerucutkan bibirnya kemudian berjalan mendekat, dia duduk ditempat tadi Yoochun duduk dan menatap tajam Yunho.

" Kenapa kau bersikap seperti itu padaku?" Tanya Jaejoong

Yunho sedikit menaikkan alisnya saat mendengar ucapan yang dikeluarkan dari mulut Jaejoong, suaranya terdengar datar dan sedikit aneh ditelinga Yunho karena dulu dan sejak kemarin Jaejoong menggunakan bahasa manjanya.

" Sudahlah" Yunho menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya

" Sudah apa? Kita bahkan belum memulai apapun"

" Pertunangan ini... Kita batalkan saja"

" Kenapa?"

" Jujur saja, aku hanya menganggap kau sama seperti Changmin. Kau adik bagiku dan tidak berubah sampai saat ini"

Jaejoong tersenyum mendengarnya.

" Bukannya tidak berubah tapi belum berubah. Aku akan merubah hubungan kita dari kakak adik menjadi sepasang kekasih"

" Itu mustahil"

" Apa yang mustahil di dunia ini?"

" Aku hanya menganggapmu adikku"

" Terus saja beranggapan seperti itu, aku tidak masalah. Tapi secara perlahan aku akan merubahnya, aku ingin kau membuka hatimu untukku"

" Kenapa aku harus membuka hatiku untukmu? Itu hakku untuk membuka hatiku atau tidak"

" Ya, aku tahu... Tapi aku akan tetap mempertahankan ini semua"

" Kenapa?" Tanya Yunho menatap dalam mata Jaejoong, suaranya sudah mulai melembut

Jaejoong jadi ingat Yunho selalu lembut padanya, dan suara ini yang dia rindukan. Suara Yunho yang terdengar begitu lembut.

" Kenapa kau menanyakan lagi? Hal itu sudah jelas karena aku mencintaimu" Jawab Jaejoong dengan tenang

" Cinta? Tidakkah kau terlalu muda untuk itu semua"

" Mungkin kau masih menganggapku anak – anak tapi sejak sepuluh tahun tahun yang lalu... Aku tidak bisa melupakanmu" Jaejoong mengeluarkan sebuah foto dari dompetnya dan meletakkannya diatas meja

Yunho tahu itu foto apa. Foto dua belas tahun yang lalu, saat usia Jaejoong lima tahun dan Yunho berusia delapan tahun. Foto dimana Jaejoong dengan beraninya mencium bibir Yunho dan tepat saat itu eommanya mengabadikan kejadian itu.

" Itu ciuman pertamaku, kau yang ambil. Tapi bukan karena itu aku mencintaimu... Aku merasa terlindungi olehmu, aku merasa diistimewakan olehmu dan senyummu selalu terbayang dalam ingatanku Yun... Sepuluh tahun ini aku berusaha supaya aku pantas ada disampingmu. Aku tahu aku masih tujuh belas tahun tapi hatiku tidak bisa berbohong jika selama sepuluh tahun ini perasaanku tidak berubah atau bahkan semakin parah. Aku selalu merindukanmu karena aku mencintaimu..."

Yunho diam, Jaejoong menundukkan wajahnya. Dia sudah mengatakan semua. Entah bagaimana reaksi Yunho yang penting Jaejoong sudah berusaha. Dia tidak mau perjodohan ini batal, dia tetap ingin Yunho yang menjadi pendampingnya karena memang dia sangat mencintai Yunho.

" Joongie ah..."

OMO!

Jaejoong tersentak kaget, dia langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Yunho. Baru saja Yunho memanggilnya dengan suara halus. Dia melihat Yunho menatap teduh dirinya, ada apa ini?

" Maaf, aku pikir aku terlalu kasar padamu hari ini. Aku sengaja melakukannya" Ucap Yunho

" Kenapa?"

" Karena aku ingin kau menjauh, aku benar – benar menganggapku adikku jadi aku memperlakukanmu seperti tadi"

" Hyung..."

" Kau masih tujuh belas tahun Joongie, kau bisa saja salah mengartikan perasaanmu padaku"

" Apa sepuluh tahun tidak cukup untukmu?"

" Saat itu kita masih anak – anak"

" Tapi aku sudah bukan anak – anak hyung, aku bisa mengenali perasaanku hyung"

" Joongie"

" Hyung tidak usah lakukan apapun karena aku yang akan melakukannya, aku akan meyakinkan hyung, aku akan membuat hyung jatuh cinta padaku. Dan aku akan buktikan bahwa perasaanku tidak salah padamu, aku mencintaimu"

Yunho diam, tatapan Jaejoong padanya penuh dengan kesungguhan dan keseriusan tapi kembali lagi padanya. Dia benar hanya menganggap Jaejoong adiknya sama seperti Changmin apa bisa dia merubah itu semua apa lagi dia...

" Hyung..."

" Begini Joongie" Akhirnya Yunho mengambil keputusan yang semoga saja tidak disesalinya

" Kalau aku pada akhirnya tidak merasakan apapun, apa kau mau menyerah?"

" Tidak hyung, aku akan terus meyakinkanmu"

" Tapi kau akan menyakiti dirimu sendiri juga diriku"

Melepaskan Yunho? Apa Jaejoong bisa sedangkan pikirannya terus tertuju pada Yunho. Terus memikirkannya, membayangkan kehidupannya bersama Yunho. Dan Yunho memintanya untuk menyerah jika perasaannya tidak berubah?

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, dia bingung. Matanya memanas bahkan hanya karena memikirkan bahwa Yunho tidak bersamanya. Yunho langsung merasa bersalah membuat wajah namja cantik didepannya memerah dan matanya berkaca – kaca.

Ucapannya tidak salah bukan? Dia juga tidak ingin mengikat Jaejoong jika perasaannya sama saja. Jika dia hanya menganggap Jaejoong sebagai adiknya. Jaejoong pantas mendapatkan yang terbaik untuknya, tapi bukan dirinya.

" Joongie?" Panggil Yunho dengan suara lembutnya

" Hy-hyung... Aku bahkan tidak bisa memikirkan bagaimana aku tanpa dirimu. Ak-aku akan berusaha sampai akhir hyung. Hanya saja, aku mohon hyung untuk bisa membuka hati hyung ah ani... membuka mata hyung untukku, menatapku dan tidak menghindariku lagi. Aku akan berusaha"

" Hah..."

Yunho menghela nafasnya, dia memejamkan matanya sejenak, memikirkan apa yang mungkin bisa saja terjadi besok kemudian kembali membuka matanya. Dia menatap Jaejoong dan menganggukkan kepalanya dengan pelan.

Jaejoong membulatkan matanya, dia mengusap matanya yang berkaca – kaca kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Yunho. Dia menarik Yunho hingga berdiri dan memeluknya dengan erat.

" Terima kasih hyung, aku akan berusaha dengan keras. Terima kasih" Ucapan Jaejoong terdengar lirih diakhir kalimatnya

Yunho tidak tahu harus bereaksi seperti apa, dia hanya diam dan memandangi Jaejoong yang tengah memeluknya sampai Jaejoong melonggarkan pelukannya dan menatap Yunho.

" Aku akan berusaha sebaik mungkin"

CUP

Jaejoong mengecup bibir Yunho kemudian dia menunjukkan cengiran lebarnya pada Yunho. Mata Yunho membulat menerima serangan kecil itu namun akhirnya dia mengangguk.

" Dan panggil aku hyung, aku tidak suka kau berbicara tidak sopan padaku"

" Ne!" Jaejoong menganggukkan kepalanya dengan semangat

.

.

.

.

.

Akhirnya Jaejoong berhasil mengajak Yunho makan malam diluar, mereka makan disalah satu rumah makan yang cukup sederhana karena Jaejoong ingin makan ramyun juga tteokbokki. Sedangkan orangtua mereka masih mengobrol bersama namun di salah satu restoran mewah.

" Mashita!" Pekik Jaejoong dengan senang, membiarkan bibirnya belepotan dengan kuah ramyun

Yunho menggelengkan kepalanya kemudian kembali fokus pada makan malamnya hari ini, cukup sederhana namun mengenyangkan.

" Hmm.. Hyung, hyung akan datang ke sekolah untuk menonton pertandingan bukan?"

" Ya, Changmin sudah mengundangku"

" Hyung~~~ Bukan hanya Changmin yang bertanding tapi Joongie juga" Rengek Jaejoong

" Kau?" Yunho mengerutkan keningnya

" Apa Joongie belum bilang kalau Joongie mengikuti pertandingan taekwondo bersama Changmin?" Tanya Jaejoong

" Eh? Kau ikut taekwondo?" Yunho malah bertanya balik dengan wajah kebingungan

" Ya"

Yunho hanya diam kemudian menganggukkan kepalanya, entah apa yang dia pikirkan namun Jaejoong tetap senang karena Yunho akan datang ke sekolah untuk menonton pertandingan.

Pulangnya Jaejoong diantar oleh Yunho menggunakan mobil Yunho. Jaejoong duduk dengan hati sangat gembira karena bisa menghabiskan waktu berdua dengan Yunho walaupun tidak lama. Jaejoong terus saja memperhatikan Yunho dari samping, namja yang dicintainya itu tengah fokus menyetir dan Jaejoong menyukai ekspresi wajah Yunho saat ini.

" Sampai"

" Hah... Cepat sekali" Gerutu Jaejoong

Jaejoong membuka savety belt-nya dan tetap berada di dalam mobil. Yunho mengeryitkan keningnya kemudian menatap Jaejoong dengan bingung.

" Terima kasih hyung"

CUP

Jaejoong mencium bibir Yunho kemudian keluar dari mobil itu, sedangkan Yunho terpaku. Satu hal yang tidak pernah berubah dari Jaejoong, dia selalu mencuri sebuah ciuman darinya dan itu terjadi sejak mereka kecil.

.

.

.

" Sudah pulang hyung?" Changmin menyapa hyungnya yang baru saja pulang di ruang tengah

" Kau belum tidur? Mana Jungkook?"

" Dia sudah tidur. Aku sedang mengerjakan tugas sekolah dan turun karena haus"

" Cepat selesaikan dan tidurlah, sudah malam"

" Ya hyung"

Yunho berjalan kearah tangga tapi dia berhenti dianak tangga yang ketiga, menunggu adiknya yang pergi ke dapur dan membuka mulutnya ketika Changmin berdiri tidak jauh darinya.

" Apa Jaejoong ada di klub yang sama denganmu?" Tanya Yunho

" Ya, dia juga akan ikut bertanding minggu depan"

Yunho menganggukkan kepalanya.

" Kenapa hyung?" Tanya Changmin

" Tidak ada apa - apa, tapi Minnie ah... Rencanamu tidak berhasil" Gumam Yunho kemudian melanjutkan perjalanannya kearah kamar pribadinya

" Rencana?" Changmin mengerutkan keningnya sejenak hingga dia ingat apa yang dimaksud oleh hyungnya itu " Ah... Itu..."

Changmin memang menyarankan Yunho untuk mendiamkan atau berusaha dingin pada Jaejoong agar Jaejoong menyerah. Tapi gagal?

" Keras kepala sekali dia..." Gumam Changmin

.

.

.

" Jae, pulang sekolah kita berlatih oke?"

" Oke"

Jaejoong dan Junsu sedang menikmati makan siangnya dikantin sekolah, Jaejoong sudah mulai terbiasa dengan sekolah barunya walaupun dia kadang merindukan sahabat cerewetnya yang ada di Jepang itu.

Jaejoong mengunyah makanannya dengan semangat saat dia memikirkan sesuatu, dia akan mengajak Yunho kencan lagi hari ini, dia akan mengajak Yunho nonton di bioskop saja. Ide bagus bukan?

" Kenapa kau?"

" Eh?"

" Kenapa tertawa sendiri seperti itu?" Tanya Junsu heran

" T-tidak..."

" Ck.. Pasti memikirkan hyungnya Changmin?"

" Ish..." Jaejoong menepuk – nepuk pipinya yang terasa panas

" Jadi... Bagaimana perkembanganmu dengannya?"

" Bagaimana ya... Dia sulit sekali di dekati tapi aku akan berusaha lebih keras agar dia melihatku Su"

" Semangat kalau begitu"

Akhirnya Jaejoong menceritakan apa yang dialaminya kemarin pada Junsu, Junsu merupakan pendengar yang baik dan memberikan beberapa saran untuknya.

Jaejoong tersenyum, Junsu ternyata memang benar perhatian dibalik sifat cueknya itu dan Jaejoong bersyukur bisa bertemu Junsu, menganggapnya seorang hyung karena sifatnya yang lebih dewasa dan bisa membimbingnya di klub karena Junsu sendiri adalah seorang ketua klub.

" Tapi, kau tidak mencari tahu bagaimana Yunho disini selama kau di Jepang?" Tanya Junsu

" Eoh?"

" Kau tidak penasaran?"

" …."

" Apa dia menolakmu karena dia menyukai orang lain?'

" Yunie hyung tidak seperti itu"

" Kau tidak tahu kan bagaimana kehidupannya setelah kalian berpisah selama sepuluh tahun ini?"

" Tapi..."

" Coba tanya Changmin, mungkin hyungnya menutup diri karena suatu hal"

" Mana ya Changmin?" Jaejoong jadi penasaran juga dengan ucapan Junsu

" Tuh, dia sedang berjalan kemari bersama Kyuhyun"

Jaejoong menoleh kebelakang dan memang benar Changmin juga Kyuhyun tengah berjalan kearah mereka. Jaejoong melambaikan tangannya dengan semangat kemudian tersenyum lebar. Sedikit bergedik juga Changmin saat melihat senyum Jaejoong, entah kenapa firasatnya buruk saat Jaejoong tersenyum seperti itu.

" Kenapa tersenyum seperti itu?" Tanya Changmin curiga, dia sudah duduk bersama dengan Kyuhyun

" Hehehehe" Jaejoong memberikan cengirannya yang gaje

" Apa? Tidak usah basa – basi"

" Ish" Jaejoong mencebilkan bibirnya kemudian menatap Changmin dengan penuh harap " Aku... Ingin tahu kehidupan Yunie selama sepuluh tahun ini"

" Ck... Tidak"

" Wae~~~ Beritahu aku..." Rengek Jaejoong kemudian menarik – narik lengan Changmin

" Lepas" Changmin menepis tangan Jaejoong

" Beritahu aku Min"

" Apa yang kau berikan sebagai balasannya?"

Jaejoong berdecih, harusnya dia tahu apa yang akan Changmin katakan jika dirinya meminta bantuan. Sifatnya yang satu ini tidak pernah beruhah dan Jaejoong tahu bagaimana cara menghadapinya.

" Kau bisa memesan apapun Min, aku yang bayar"

" Benar?" Changmin menaikkan salah satu alisnya

" Ne"

" Hahahahahaha.. Asyik... Kau mau makan apa Kyu?" Tanya Changmin pada Kyuhyun

" Apa saja Chwang" Jawab Kyuhyun

" Lho... Kyu juga?" Tanya Jaejoong bingung

" Jika kau mentraktirku kau juga harus mentraktir Kyu"

" Kenapa?"

" Mereka itu satu paket Jae, Kyuhyun kekasih Changmin" Ucap Junsu

" Mwo?!"

Mulut Jaejoong terbuka lebar karena dia benar – benar tidak percaya apa yang baru saja Junsu katakan. Bagaimana bisa?

" Aku pesan makanan dulu" Ucap Changmin kemudian pergi ke tempat penjual makanan

" Kenapa kau mau dengannya?" Tanya Jaejoong

" Aku juga tidak tahu hyung" Jawab Kyuhyun

" Eoh?"

" Kami bertiga sudah berteman sangat lama Jae"

" Ne?" Jaejoong mengerutkan keningnya

" Mungkin bagi yang melihat kami seperti kakak kelas dan adik kelas tapi kami sudah bertemu lama sejak sekolah dasar tapi... Kami dekat sejak sekolah menengah pertama. Karena aku dan Changmin satu klub" Jelas Junsu

" Dan aku bertemu dengan Changmin saat Sekolah menengah pertama, Changmin dan aku satu kelas dan yah... Kami akrab sejak itu. Kemudian aku dikenalkan pada Junsu hyung dan kami satu sekolah sejak saat itu"

" Ah... Sudah berapa lama kau berhubungan dengan Changmin?" Tanya Jaejoong penasaran

" Hmm... Sejak lulus sekolah menengah pertama. Dia menyatakan perasaannya saat pertengah semester saat kelas sembilan dan aku menolak"

" Wae?"

" Karena aku menganggapnya sahabatku. Setelah menolak Changmin tidak menjauhiku tapi memperlakukanku layaknya seorang sahabat dan akhirnya aku mengerti bahwa aku tidak mau diperlakukan sebagai sahabat, aku ingin lebih. Akhirnya kami resmi menjadi kekasih sejak lulus sekolah menengah pertama" Jelas Kyuhyun panjang lebar

" Oh... Kau juga manager klub sejak sekolah menengah pertama?"

" Tidak... Tapi aku sering menunggu Changmin dan Junsu hyung berlatih Aku menjadi manager klub karena Changmin dan Junsu hyung memaksaku memaksaku" Ucap Kyuhyun

Jaejoong menganggukkan kepalanya, setidaknya kisah cinta Kyuhyun dan Changmin lebih mudah dibanding dengan dirinya. Yunho belum menerimanya. Jaejoong menghembuskan nafasnya kemudian menoleh kesamping saat dia rasa Changmin sudah duduk disamping.

" MWO?! Apa ini Changmin?!"

Jaejoong terpekik kaget saat Changmin datang membawa hampir semua jenis makanan dibantu penjaga kantin.

" Makan siangku"

" Se-se-se-banyak ini?" Tanya Jaejoong tergagap

" Ne" Changmin tersenyum cerah

Jaejoong meringis, habis sudah tabungannya bulan ini hanya untuk memuaskan nafsu makan Changmin. Tapi... Tidak apa – apa, dia bisa mendapatkan cerita tentang Yunho sebagai gantinya bukan?

" Ck... Monster! Cepat ceritakan apa yang terjadi pada Yunie" Ucap Jaejoong

" Arasseo" Changmin mulai memakan makanannya " Hmm..."

" Cepat"

" Aish, sabar! Aku sedang makan" Jawab Changmin setelah menelan makanannya

" Lama sekali!"

" Ish... Setelah kau pergi... Hyungku melanjutkan hidupnya tentu saja. Belajar, meraih peringkat pertama, membantu appa diperusahaan. Selesai"

Changmin tersenyum diakhir kalimatnya, tidak tahukah bahwa namja cantik yang ada didepannya sedang mengumpulkan semua aura gelapnya agar bisa memukul dirinya?

PLETAKK!

" Uhuk!"

Changmin tersedak saat Jaejoong memukul kepalanya dengan kencang, padahal dia sedang memakan udon. Dengan segera Kyuhyun memberikan minum walaupun dia terkekeh melihat kejadian barusan.

" Mati saja kau!"

PLAK

PLAK!

PLAAAKK!

" Aaakkhh! Hentikan, kau mau membunuhku eoh?" Changmin menghentikan gerakan Jaejoong yang tengah bersemangat memukuli tubuhnya

" Kau menyebalkan Min!"

" Aish, arasseo... Aku bingung harus mulai dari mana, kau saja yang bertanya dan aku akan menjawabnya"

" Huh"

Jaejoong kembali duduk dan memandang tajam Changmin yang sedang meminta elusan dari Kyuhyun, manja!

" Cepat hyung, aku akan jawab pertanyaanmu"

" Yunie... Tidak pernah membicarakanku didepanmu atau paling tidak didepan keluargamu?"

" Hanya setelah beberapa bulan kau pindah dia menanyakanmu pada eomma dan eomma bercerita pada hyung bahwa kau mungkin akan kembali. Setelahnya hyung tidak pernah membicarakanmu lagi"

" Bagaimana kehidupan sekolah hyungmu dulu?"

" Hmm... Kau tahu nasib para cupu bukan? Terrindas"

" Mwo? Lalu?"

" Alasan aku ikut klub taekwondo salah satunya untuk melindungi hyung cupuku. Aku tidak rela dia pulang dengan babak belur saat itu, jadi setelah berlatih aku mengikuti hyungku diam – diam dan berkelahi dengan orang – orang yang mengganggu hyungku. Sejak saat itu tidak ada yang berani mengganggu hyung tapi tidak ada mendekatinya, dia sendirian"

" Sendirian? Sampai saat ini?" Tanya Jaejoong

" Ani..." Changmin menatap Jaejoong dengan serius " Seseorang pernah masuk ke dalam hidupnya, seorang yeoja"

Tangan Changmin terkepal mengingat hal itu, hal terparah yang pernah Yunho alami. Changmin masih menyimpan dendam pada yeoja itu hingga saat ini.

" Min..." Kyuhyun menyentuh tangan Changmin yang terkepal itu

Changmin menoleh kemudian tersenyum, agak sedikit dipaksakan karena dia masih merasa kesal.

" Yeoja? Ada apa?" Tanya Jaejoong bingung

" Mantan kekasih hyung"

" Mwo?"

Jaejoong melebarkan matanya, jadi... Yunho sudah pernah berpacaran? Bagaimana ini? Jaejoong bukan yang pertama untuknya?

" Seorang yeoja yang paling aku benci" Ucap Changmin datar

" Kenapa?"

" Dia hanya memanfaatkan hyung"

Jaejoong mengerutkan keningnya.

" Dan aku tidak pernah memaafkannya dan menyimpan dendam sampai saat ini, aku lengah dan membiarkan hyungku terluka. Itu tidak akan terjadi lagi, jadi jika kau hanya mempermainkan hyungku lebih baik kau pergi dari sekarang atau kau akan menyesal ditanganku" Ucapan Changmin terdengar sangat serius dan Jaejoong tahu Changmin tidak main – main dengan ucapannya

" Aku tidak main – main dengan perasaanku Min, hanya saja... Hyungmu belum menerimaku karena dia menganggapku sama sepertimu, menganggapku seorang adik"

" Kau serius dengan hyungku?"

" Tentu, bahkan selama di Jepang pikiranku tidak pernah lepas darinya"

Junsu dan Kyuhyun tersenyum mendengarnya, Changmin melembutkan tatapannya kemudian menarik kedua sudut bibirnya, tersenyum.

" Itu masalah mudah. Yang penting kau tidak mempermainkan hyungku"

" Ya, aku tidak pernah punya pikiran untuk mempermainkan hyungmu, aku sungguh – sungguh padanya"

" Aku pegang ucapanmu hyung"

" Ne"

Jaejoong senang karena dia sudah mendapatkan lampu hijau dari adik sang pujaan hati, tinggal bagaimana dia meyakinkan Yunho bahwa Jaejoong benar – benar serius padanya.

.

.

.

.

Sudah seminggu Jaejoong selalu menyempatkan diri ke perusahaan Jung setelah berlahit taekwondo. Dia hanya diam dan kadang bermain diruang kerja Yunho. Kadang juga dia menunggu sendiri dan tertidur pada sofa karena menunggu Yunho bertemu dengan kliennya.

Juga, dia memesankan makan siang dan malam untuk Yunho. Yunho adalah orang yang giat, dia selalu saja melupakan makan siang atau makan malamnya jika sudah bekerja dan belajar sehingga Jaejoong memastikan bahwa Yunho mendapatkan asupan makanan agar tetap sehat.

Dan karena besok libur, Jaejoong mengajak Yunho untuk nonton dibioskop. Seminggu lalu dia gagal nonton di bioskop karena berlatih hingga larut malam bersama Junsu dan Changmin. Yunho sendiri juga sibuk seminggu ini dan baru malam ini dia bisa menuruti keinginan manja Jaejoong.

Mereka tengah berada di dalam mobil menuju gedung bioskop, Jaejoong yang menyukai film aksi dan fantasi mengajak Yunho menonton film 'Star Trek' atau paling tidak 'Train To Busan' yang sedang 'in' di Seoul. Yunho juga sudah menyerahkan keputusan pada Jaejoong tentang film yang akan ditontonnya malam ini, tidak masalah menonton apapun.

" Hmm... Aku akan beli camilan dan hyung mengantri tiket ne?" Ucap Jaejoong ketika mereka turun dari mobil

Yunho menatap datar gedung bioskop yang ada didepannya, dulu dia memang pernah kesini beberapa kali dengan... Ah... Memikirkannya membuat perasaan Yunho tidak enak. Yunho menoleh, dia melihat Jaejoong dengan semangat menggandenganya dan membawa masuk ke dalam gedung bioskop.

" Yunie hyung, Joongie kesebelah sana ne?"

" Ya"

Dan mulailah Jaejoong memilihkan beberapa makanan yang akan dimakannya didalam bioskop. Tapi dia membawa sebuah tempat berisi pop corn dengan ukuran besar dan dua buah minuman, dia sangat kesulitan membawanya. Jaejoong segera mencari keberadaan Jaejoong dan dia melihat Yunho sudah selesai membeli tiket.

" Hyung!" Jaejoong memanggil Yunho hingga namja itu melihatnya dan berjalan menghampirinya

Yunho yag melihat kesulitan Jaejoong langsung mengambil sebuah minuman yang Jaejoong pegang juga pop corn-nya.

" Kau pegang tiket saja" Ucap Yunho

" Ne"

Jaejoong tersenyum lebar, Yunho-nya masihlah seperhatian dulu. Ugh... Jaejoong merasa senang dengan hal ini.

" Hyung, ayo kita masuk saja"

" Ne"

Jaejoong dan Yunho berjalan bersama menuju ruang bioskop sembari Jaejoong mengobrol riang yang ditanggapi dengan tenang oleh Yunho. Sampai mereka terhenti ketika seseorang menghalangi jalan mereka.

" Yunho?"

Jaejoong mengerutkan keningnya saat melihat seorang yeoja berdiri di depannya, dalam hati bertanya – tanya siapa yeoja yang ada didepannya ini. Sedangkan mata Yunho terbuka lebar melihat siapa yang ada didepannya.

" Yunho..."

" No-noona"

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeong...

Jangan marah karena Cho cut disitu ne?

Hmm... FF ini rencana gak panjang makanya setiap update gak panjang – panjang... Mungkin sekitar 3 -5 chap bakalan end?

Heheheheh

Dan ini serial 'My' terakhir dari Cho, karena Cho mulai stuck dengan Yunpa yang cupu kkkkkk...

.

Special Thanks :

.

Danatebh (sipp), ismi mimi (pasti jaemma semangat kok buat rebut hati yunpa), Guest ( tenang aja...), Zahra427 (sip), DewiYJKTS (sip deh, pasti semangat kok), noname (maacih udh baca ff Cho ne?), misschokyulate (masama), Kozato (3 thn chingu, hmm... Cho pertimbang in ne saran na? Maacih), babywuzidy (iya donk, jaemma mah emang keren), Philomena9095 (hmmm... mulai terbuka rahasianya satu persatu ne?), sitimulyani186 (Maacih, doain aja semoga Cho bs selesai in ff ini ne? Hahahaaha),

ChubbyMinland (emang Style na gitu chingu...kkkkk), retvianputri12 (tenang aja...), ichimita (sippo), akiramia44 (biar aja si yunpa nyesel ntr wkwkwk), pid (nado hwaiting!), fyodult (wkwkwkw, liad chap dpn ne?), vichi. Vhan (iya, pake jurus taekwondo! Kkk), Guest (maacih), GaemGyu92 (terpesona mah pasti...), ruixi1 (siiipppp), choikim1310 (hmmm... liad chap dpn), TyaWuryWK (doain aja ne?), Avanrio11 (sippp), nabratz (iyaaa), Kim Eun Seob (pasti jaemma semangat kok), MyBooLoveBear (hmmm? Neee), JonginDO (sipp), kisseujj (kapan - kapan),

Buat yang udah follow, fav dan para SiDer

.

Makasih banyak ya #bow

.

Adakah salah penulisan nama atau malah ga disebt? Maafkeeuunnn Cho ne?

Terus yang nanya kapan Cho update? Cho usahakan walaupun ga cepet yang penting end + Epilog ya?maaf Cho ga bs janji update cepet.

.

.

Daaaannn...

Cho butuh satu nama yeoja yang yunpa sebut noona? Siapa ya cocoknya?

.

Jja, see u next chap?

Chuuuu~~

.

.

.

.

Selasa, 26 Juli 2016