My Busy Yunie
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)
Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi
Typos, membosankan, alur suka - suka
Rate : T
Enjoy it ^o^
.
.
.
.
.
Mereka tengah berada di dalam mobil menuju gedung bioskop, Jaejoong yang menyukai film aksi dan fantasi mengajak Yunho menonton film 'Star Trek' atau paling tidak 'Train To Busan' yang sedang 'in' di Seoul. Yunho juga sudah menyerahkan keputusan pada Jaejoong tentang film yang akan ditontonnya malam ini, tidak masalah menonton apapun.
" Hmm... Aku akan beli camilan dan hyung mengantri tiket ne?" Ucap Jaejoong ketika mereka turun dari mobil
Yunho menatap datar gedung bioskop yang ada didepannya, dulu dia memang pernah kesini beberapa kali dengan... Ah... Memikirkannya membuat perasaan Yunho tidak enak. Yunho menoleh, dia melihat Jaejoong dengan semangat menggandenganya dan membawa masuk ke dalam gedung bioskop.
" Yunie hyung, Joongie kesebelah sana ne?"
" Ya"
Dan mulailah Jaejoong memilihkan beberapa makanan yang akan dimakannya didalam bioskop. Tapi dia membawa sebuah tempat berisi pop corn dengan ukuran besar dan dua buah minuman, dia sangat kesulitan membawanya. Jaejoong segera mencari keberadaan Jaejoong dan dia melihat Yunho sudah selesai membeli tiket.
" Hyung!" Jaejoong memanggil Yunho hingga namja itu melihatnya dan berjalan menghampirinya
Yunho yag melihat kesulitan Jaejoong langsung mengambil sebuah minuman yang Jaejoong pegang juga pop corn-nya.
" Kau pegang tiket saja" Ucap Yunho
" Ne"
Jaejoong tersenyum lebar, Yunho-nya masihlah seperhatian dulu. Ugh... Jaejoong merasa senang dengan hal ini.
" Hyung, ayo kita masuk saja"
" Ne"
Jaejoong dan Yunho berjalan bersama menuju ruang bioskop sembari Jaejoong mengobrol riang yang ditanggapi dengan tenang oleh Yunho. Sampai mereka terhenti ketika seseorang menghalangi jalan mereka.
" Yunho?"
Jaejoong mengerutkan keningnya saat melihat seorang yeoja berdiri di depannya, dalam hati bertanya – tanya siapa yeoja yang ada didepannya ini. Sedangkan mata Yunho terbuka lebar melihat siapa yang ada didepannya.
" Yunho..."
" No-noona"
.
.
.
.
.
~ Chapter 3 ~
.
.
.
.
.
" No-noona"
" Hei kau bersama siapa?"
Jaejoong mengerutkan keningnya saat Yunho tidak juga menjawab pertanyaan yeoja yang ada dihadapan mereka. Siapa yeoja ini? Dan kenapa Yunho memanggilnya dengan noona?
" Aku kekasih Yunho" Ucap Jaejoong
Yeoja itu terlihat kaget namun kemudian tersenyum, dia menatap Yunho untuk mencari tahu kebenarannya.
" Benar?" Tanya yeoja itu
" Ya.. Dia akan menjadi tunanganku" Jawab Yunho dan itu membuat Jaejoong tersenyum
" Oh? Benarkah, selamat kalau begitu" Ucap yeoja itu kemudian menatap Jaejoong " Aku Seo Ye Ji"
" Aku Kim Jaejoong" Jawab Jaejoong dengan sopan
" Aku Seo Ye Ji, mantan kekasih Yunho"
" MWO?"
Dan hari itu baru pertama kali Jaejoong melihat seorang yeoja bertnaduk dan memiliki buntut serupa iblis. Dia mengeratkan pegangannya pada Yunho dan menatap tajam yeoja itu.
" Ayo Joongie, filmnya sudah akan dimulai" Suara datar Yunho menyadarkan Jaejoong, dia menatap Yunho yang kini menatap yeoja bernama Seo Ye Ji itu
" Ne hyung"
" Noona kami pergi dulu"
Yunho membungkukkan tubuhnya dan mengajak Jaejoong pergi dari hadapan yeoja itu. Dalam ruang bioskop Jaejoong duduk tidak tenang, dia akan mengingat baik – baik wajah yeoja itu. Terlihat cantik memang tapi... Mengingat apa yang diceritakan oleh Changmin membuat Jaejoong merasa panas sendiri.
Jaejoong akhirnya menatap Yunho, namjanya itu tengah menatap layar bioskop tapi Jaejoong tidak tahu apakan Yunho tengah fokus terhadap film yang diputar atau tidak. Perlahan tangannya menyentuh tangan Yunho dan menggenggam punggung tangan Yunho.
Yunho tersentak saat sebuah tangan lembut menyentuh punggung tangannya, dia menoleh dan melihat Jaejoong tengah tersenyum padanya. Yunho akhirnya merilekskan tubuhnya dan kembali fokus pada film yang ditayangkan. Dia merasa nyaman saat Jaejoong mengelus punggung tangannya, oh... Berterima kasihlah pada Jaejoong...
Setelah film berakhir Jaejoong mengajak Yunho untuk berjalan dikawasan sungai Han, Jaejoong hanya berpikir bahwa berjalan – jalan disana malam hari akan sangat menyenangkan dan Yunho menyetujuinya.
Sekarang mereka tengah berjalan berdampingan tanpa bergandengan tangan, Jaejoong cukup malu untuk menggandeng Yunho ditempat ramai sedangkan Yunho dia memang pasif dalam hal seperti ini.
" Hyung lelah?" Tanya Jaejoong
" Ani, wae?"
" Kelihatannya hyung lelah"
" Tidak, mau kemana lagi?" Tanya Yunho
" Ingin disini saja bersama hyung" Jawab Jaejoong dengan lembut
Yunho tersenyum, tangannya naik untuk mengelus puncak kepala Jaejoong dan dia mengembangkan senyumnya. Rambut jaejoong sangatlah halus dan Yunho menyukainya.
" Hyung..."
Wajah Jaejoong merona karena perlakuan Yunho, ugh... dia malu...
" Kau berlatih sangat keras untuk turnamen ya?" Tanya Yunho
" Ne?"
" Kau mendapatkan luka di leher" Yunho memang melihat segores luka yang tidak panjang pada leher Jaejoong, tepatnya dekat tulang selangka Jaejoong
" Iya... Kemarin aku latih tanding bersama Changmin dan yah... Terluka"
" Kau dengan Changmin?"
" Ya... Dia lawan yang tangguh, kami seri tapi lihat saja aku akan mengalahkannya suatu saat"
Yunho menganggukkan kepalanya, dia sangat tahu kekuatan Changmin dan dia sangat bangga pada adiknya itu.
" Berusahalah" Ucap Yunho dengan tulus
" Pasti hyung, aku pasti bisa menang nanti"
Yunho jadi penasaran, Jaejoong atau Changmin yang akan memenangkan pertandingan? Dilihat dari fisik Jaejoong tidaklah berotot seperti Changmin tapi Jaejoong berkata dia seri melawan Changmin. Whoaa... Yunho tidak sabar menantikan turnamen mereka.
" Ng... Hyung" Panggil Jaejoong ragu
" Ya?"
" Kenapa hyung putus dengan yeoja itu?"
Jaejoong sengaja bertanya seperti itu karena dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari Changmin. Dia penasaran kenapa Yunho dan yeoja itu bisa berpacaran dan akhirnya putus. Ada apa?
" Haruskah aku bercerita padamu?" Tanya Yunho, dia menghentikan langkah kakinya dan menatap kearah Jaejoong
Jaejoong terdiam ditempatnya dan dengan ragu dia mengangguk.
.
.
.
.
.
" Dia... Cinta pertamaku"
Jaejoong menoleh kesampingnya, mereka akhirnya duduk menikmati pemandangan malam dan Jaejoong menunggu cerita Yunho. Cinta pertama? Jadi... Jaejoong bukanlah cinta pertama Yunho?
" Dia menyatakan cintanya padaku saat aku ada disemester awal, dia cantik, supel menolongku dari semua mahasiswa yang membully-ku dulu... Entah bagaimana akhirnya aku menerimanya dan kami berkencan mulai saat itu. Saat itu dia berada disemester enam, semester akhir untuknya"
Jaejoong menatap datar kearah Yunho, ada perasaan seakan hatinya tercubit mendengar cerita itu tapi dia ingin tahu semua tentang Yunho. Dia ingin tahu semuanya...
" Kami banyak menghabiskan waktu diperpustakaan, belajar bersama dan kdang berjalan – jalan ditaman. Sampai akhirnya... Aku tahu alasan sebenarnya dia berpacaran denganku. Dia.. Memanfaatkanku"
" Memanfaatkanmu?"
" Ya... Nyatanya saat belajar bersama akulah yang mengerjakan tugasnya, hingga membantunya menyelesaikan skripsi akhirnya... Bukan membantunya tapi akulah yang mengerjakan itu semua untuknya"
" Mwo? Kejam sekali"
" Ya... Aku mengetahui hal itu tujuh hari setelah kami putus, aku yang masih tidak terima karena diputuskan hendak menemuinya tapi dia sedang mengobrol dengan teman – temannya dan aku mendengar itu semua"
Jaejoong menahan nafasnya, dia tidak menyangka ada orang jahat yang memanfaatkan kepoloson Yunho hingga seperti itu/ benar – benar jahat...
" Setelahnya aku berpikir bahwa semua orang hidup untuk saling menguntungkan tapi tidak pada Changmin. Dia dari awal sudah memperingatiku untuk menjauhi Ye Ji noona tapi aku beranggapan lain karena dimataku dia adalah orang yang baik. Setelah putus... Yah... Changmin mencari yeoja itu dan yang aku tahu dia membuat gempar kampusku karena dia menampar dan menjambak rambut Ye Ji noona"
" MWO?"
" Ya, aku ingat salah seorang mahasiswa memanggilku untuk segera ke taman dan aku kaget melihat Changmin melakukan hal itu dan Kyuhyun juga Junsu yang ada disampingnya tidak mencoba memisahkan Changmin dengan Ye Ji noona sampai akhirnya seorang namja datang dan menghalangi Changmin"
" Namja?"
" Hum..." Yunho menganggukkan kepalanya " Namja yang sedang dekat dengan Ye Ji noona"
" Tapi... Dia pantas mendapatkan semua itu" Gumam Jaejoong
" Ne? Kau bilang apa?" Tanya Yunho karena dia tidak mendengar apa yang Jaejoong katakan
" Aniya... Hmmm Yunho hyung" Panggil Jaejoong
" Ya?"
" Sekarang kau memiliki aku dan aku tidak ada niat untuk mempermainkanmu ataupun memanfaatkanmu hyung. Aku tulus mencintaimu dan itu sudah sejak lama. Saranghae..."
Ucapan Jaejoong terdengar lirih diakhir kalimatnya, Yunho terdiam memandangi wajah serius Jaejoong. Yunho tidak tahu harus bersikap seperti apa karena Yunho hanya menganggap jaejoong sebagai adiknya. Tapi kenapa Jaejoong sangat terlihat berbeda malam ini?
Jantungnya bahkan berdebar halus sejak tadi apalagi saat Jaejoong menggandeng tangannya dan tersenyum padanya. Dia jadi ingat masa kecil mereka dulu saat mereka bermain bersama dan Jaejoong selalu menempelinya kemanapun.
" Hyung..."
Lamunan Yunho buyar namun dia sedikit kaget karena wajah Jaejoong yang terlampau dekat, dia melihat mata Jaejoong tengah menatapnya dari balik kacamata tebal miliknya dan semua terjadi begitu saja.
Yang Yunho rasakan sekarang sebuah bibir lembut dan berisi tengah menempel pada bibirnya dan perlahan bibir itu bergerak. Menghisap pelan bibir lawannya dan makin mendekatkan diri pada Yunho. Tangannya mulai merambat naik untuk memegangi tengkuk Yunho dan meremasnya pelan.
Yunho masih terdiam, dia melihat mata indah itu tertutup dan mendengar sebuah lenguhan yang sangat merdu ditelinganya. Ciuman ini berbeda dengan yang biasanya Jaejoong berikan,tidak... Jaejoong biasanya hanya memberikan kecupan bukan ciuman seperti ini.
Dia juga bisa merasakan remasan pelan pada tengkuknya dan membuatnya ikut menutup matanya. Dia menikmati sentuhan Jaejoong, menikmati apa yang namja cantik itu berikan padanya. Perlahan dia pun mulai bergerak, bibirnya menghisap bibir atas Jaejoong.
Jaejoong dibuat melayang karenanya, dia sangat senang karena Yunho membalas ciumannya. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Dengan penuh keyakinan dia memasukkan lidahnya kedalam mulut Yunho dan mengeksplor apa yang ada didalamnya.
Yunho melenguh, dia merasa lemas hanya karena merasakan benda lunak memasukki mulutnya dan mengajak lidahnya untuk 'bermain'. Yunho mengikuti instingnya, dia membuat Jaejoong merasa diinginkan dan rasanya Jaejoong tidak ingin melepas ciuman itu kalau saja dia tidak butuh nafas.
Perlahan Jaejoong menjauhkan wajahnya dan menangkup wajah Yunho, dia mengambil nafas dengan rakus dan mengecup bibir Yunho setelah bisa mengatur nafasnya dengan baik.
" Saranghae" Lirih jaejoong kemudian dia menyatukan keningnya dengan kening Yunho
Yunho masih memejamkan matanya, nafasnya memburu dan dia merasakan kehangatan pada dahinya. Dia juga mendengar apa yang Jaejoong katakan dan membuat hatinya menghangat. Perlahan dia membuka matanya dan melihat Jaejoong tengah menutup matanya dengan dahi mereka yang menempel. Yunho melihat sekan Jaejoong menikmati kegiatan mereka ini. Dia mengembangkan senyumnya dan mengelus puncak kepala Jaejoong.
Jaejoong langsung saja tersentak kaget saat mendapatkan sentuhan lembut pada puncak kepalanya, dia langsung menjauhkan tubuhnya dan menatap Yunho dengan wajahnya yang merona.
" Hy-hyung..." Ucap Jaejoong dengan gugup
" Joongie, gwaenchana?" Tanya Yunho yang memandang lucu pada Jaejoong yang tengah gugup itu
" Gwanchana hyung" Jaejoong menampar – nampar pelan wajahnya yang merona
" Ayo pulang..."
" Ne"
Yunho berdiri dan berjalan mendahului Jaejoong, dia juga belum sanggup untuk menatap Jaejoong setelah ciuman yang mereka lakukan. Jaejoong yang merasa ditinggal oleh Yunho langsung bangkit dan memeluk lengan Yunho dengan erat. Mereka pun akhirnya pulang dengan wajah ceria.
.
.
.
.
.
.
" Ada hal baik apa sampai hyung tersenyum tiada henti disepanjang latihan hari ini?"
" Eoh?"
Jaejoong mendapati Changmin tengah tersenyum lebar padanya dan menaikkan turunkan alisnya seperti oom – oom mesum.
" Hum... Sepertinya kencannya berhasil eoh?" Goda Changmin
" Y-ya!" Jaejoong memukul lengan Changmin dengan kencang kemudian memegangi pipinya yang terasa panas
" Aigo..."
" Min ah, jangan ganggu Jaejoong. Kemari dan kalian berlatihlah berdua"
Suara Junsu membuat Jaejoong langsung menganggukkan kepalanya dan menghampiri Junsu bersama Changmin. Keduanya harus berlatih bukan malah mengobrol seperti ini.
Usai latihan Jaejoong, Changmin, Kyuhyun dan Junsu memutuskan untuk minum soda diminimarket dekat sekolah mereka sembari bercerita riang dan akhirnya mereka menggoda Jaejoong yang kencannya terbilang sukses.
" Yah... Pada akhirnya aku berterima kasih karena bertemu dengan yeoja itu sehingga aku bisa berciuman dengan Yunie hehehehehe" Ucap Jaejoong
" Aigo... Otakmu itu... Mesum..." Goda Changmin
" ISH!"
" Sama sepertimu Min" Ucap Kyuhyun dan Changmin mempoutkan bibirnya
" Aigo... Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya hyung?" Tanya Changmin
" Tidak ada, aku ingin semua berjalan secara natural dan Yunie bisa mencintaiku apa adanya hehehehe, pasti sangat romantis" Ucap Jaejoong membayangkan sesuatu didalam otak kecilnya
" Tapi itu masih lama bukan?" Kali ini Junsu membuka suaranya
" Ish Suie... Tetap saja" Jaejoong mempoutkan bibirnya " Aku akan berusaha sebaik mungkin agar Yunie jatuh dalam pesonaku"
" Semangat ne?"
" Pasti!"
" Dan semoga kita meraih juara pertama untuk turnamen nanti!" Pekik Changmin
" Itu juga pasti!"
.
.
.
.
.
Jaejoong menghembuskan nafasnya berkali – kali, ini bukan pertandingan pertamanya tapi dia merasa sangat gugup. Memang bukan pertama kalinya dia bertanding tapi ini pertama kalinya pertandingannya ditonton oleh orang yang dicintainya, Yunho.
Dari lapangan indoor itu Jaejoong bisa melihat keluarga Yunho dan keluarganya berkumpul untuk menyemangatinya. Yunho sedang menatap arena pertandingan dengan serius, dia memperhatikan juga lawan – lawan yang akan bertanding dengan Jaejoong, Changmin, Junsu dan kedua teman klub mereka.
Jaejoong melirik ke samping kanan dan kirinya dimana semua anggota klub taekwondo datang untuk menyemangati dengan pakaian taekwondo mereka. Tiga pembimbing mereka juga tengah mengarahkan Changmin untuk pertandingan hari ini. Changmin adalah pemain utama hari ini dan Jaejoong harus mengakui bahwa Changmin benar – benar kuat.
Babak penyisihan dimulai setengah jam kemudian, Jaejoong serta keempat kawannya berhasil masuk kepertandingan selanjutnya. Tapi dibabak selanjutnya hanya Jaejoong, Changmin dan Junsu yang bisa memasuki babak semifinal, delapan besar.
Jaejoong melihat ke depannya, melihat Junsu bertanding dengan serius hingga keringat mengalir deras dikedua pelipisnya. Jaejoong gugup karena poin Junsu ada dibawah lawannya. Jaejoong berdoa untuk Junsu semoga saja Junsu bisa melanjutkan ke pertandingan selanjutnya. Tapi...
" Jang Hyunseung dari sekolah Busan memenangkan pertandingan"
Jaejoong melihat Junsu berjalan dengan lesu, dia kalah dan merasa sangat kecewa padahal sedikit lagi dia bisa menyusul poin lawannya hanya saja...
" Arrgghh!"
Jaejoong berdiri dan segera menggandeng Junsu yang tadi terpekik kesal kepinggir lapangan, dia mengerti bagaimana perasaan Junsu karena kalah itu sangatlah tidak mengenakkan.
" Gwaenchana Suie ah..." Ucap Jaejoong memberikan semangat pada teman satu klubnya itu, begitu pula teman – temannya yang lain
" Tenanglah hyung, oke?" Ucap Changmin
" Maaf" Upca Junsu penuh penyesalan
" Tidak apa – apa hyung, ini pertandingan besar pertamamu. Kau pasti gugup. Minumlah" Kali ini Kyuhyun mendekat dan memberikan sebotol air mineral
Junsu menerimanya dan menengguknya habis – habisan, ini adalah pertandingannya yang dibilang cukup besar karena dia ada ditingkat nasional, biasanya Junsu hanya mengikuti pertandingan tingkat daerah saja.
Changmin menang dengan skor yang bisa dibilang beda tipis dari lawannya, dia mengangkat tangannya dan berteriak senang. Kemudian dia berlari kepinggir lapangan untuk memeluk Kyuhyun dan teman – temannya termasuk Jaejoong.
Dari pinggir lapangan Yunho tersenyum, dia senang sang adik bisa melanjutkan pertandingannya di final. Dia juga mengamati bagaimana Jaejoong yang duduk dengan gugup disamping Junsu, ah~ menggemaskan melihat Jaejoong seperti itu.
.
.
.
.
.
Degup jantung Jaejoong menggila saat dia masuk kearena pertandingan, bukan pertandingan pertama tapi ingat hari ini spesial karena pertandingannya ditonton oleh sang tunangan.
Jaejoong memberikan hormat kepada lawannya yang tubuhnya cukup besar jika dibandingkan dengannya yang kurus. Tapi dia bertekad bahwa dia harus menang dan membuat bangga keluarganya yang sudah hadir untuknya. Dia pun memfokuskan dirinya.
.
.
.
" AAAKKHHHH!"
Semua orang yang menatap arena tanding itu kaget saat sebuah pekikan penuh kesakitan keluar dari salah satu peserta. Yunho meremas lututnya, di depannya sang tunangan baru saja berteriak. Dia melihat apa yang terjadi.
Lima menit Jaejoong bertanding dan sang lawan mengincar kaki Jaejoong hingga akhirnya mencekal dan membuat Jaejoong terjatuh. Itu bukan apa – apa... Tapi setelahnya lawan Jaejoong itu mengunci kaki Jaejoong dan entah bagaimana Jaejoong merasa kakinya terasa sangat sakit.
Junsu sang ketua klub tahu apa yang terjadi, wajahnya memerah marah karena lawan Jaejoong melakukan pelanggaran. Junsu berteriak namun wasit tidak melihat itu sebagai pelanggaran. Dia marah namun terdiam saat Jaejoong memutar balikkan posisinya. Dia menghantam sang lawan hingga tersungkur tapi sang lawan berhasil bangkit, dia menendang kaki kiri Jaejoong yang terluka hingga membuat Jaejoong terjatuh.
Jaejoong meringis, kakinya terasa sakit, sangat sakit. Dia tidak mampu melanjutkan pertandingan tapi dia harus melanjutkannya, dia tidak mau kalah dari namja curang yang menjadi lawannya hari ini. Tidak!
" Joongie..." Lirih Mrs. Kim yang tahu anaknya sudah kesakitan
Mrs. Kim berlari, dia ingin berada dekat anaknya atau paling tidak ada dipinggir arena. Dia ingin memastikan luka anaknya tidak parah. Tapi...
" Kim Jaejoong dari sekolah Dong Bang memenangkan pertandingan!"
" KYYAAA~~~~"
" YYAAAYYYY!"
Mrs. Kim menghentikan gerakannya, dia menatap anaknya yang bangkit dengan wajah kesakitan. Dia tahu walaupun menang anaknya tidak akan bisa melanjutkan pertandingan, dia kemudian melanjutkan gerakannya, dia ingin menghampiri anaknya.
Junsu langsung berlari kearah Jaejoong dan memapah temannya itu, Jaejoong meringis. Kakinya sudah terasa kebas dan kepalanya terasa sakit. Junsu membantu Jaejoong duduk dikursi karena terlihat sekali namja itu tidak bisa duduk dilantai.
Sang pembimbing langsung memeriksa keadaan kaki jaejoong, dia kemudian menggelengkan kepalanya.
" Kau tidak bisa ikut pertandingan selanjutnya Jae" Ucap Park saenim
" Saenim, aku menang dan aku bisa melanjutkan pertandingan. Aku hanya terkilir"
" Saenim rasa ini bukan terkilir, saenim tahu pergelangan kakimu retak. Kau harus dibawa ke rumah sakit"
" SAENIM!"
" Jaejoong ah"
" Ti-tidak..."
Mata Jaejoong berkaca – kaca, dia sudah bersusah payah menahan semua rasa sakit pada kakinya saat melawan namja itu tapi saenimnya bilang dia tidak boleh melanjutkan pertandingannya?
" Joongie"
Jaejoong menoleh, dia mendapati eommanya sudah berdiri tidak jauh darinya.
" Eomma, katakan pada saenim aku masih bisa melanjutkan pertandingan" Lirih Jaejoong
" Mianhae, eomma tidak mengizinkan. Kau... Tidak bisa melanjutkan pertandinganmu Joongie ah"
" Eomma!"
" Jae, benar kata eommamu dan saenim. Kau menang tapi kau harus memikirkan dirimu juga" Kali ini Junsu ikut berkomentar
" Aku bisa Su!"
" Tidak, kita tidak tahu. Bagaimana jika lukamu semakin parah? Aku sebagai ketua tidak bisa membiarkanmu melanjutkan pertandingan" Ucap Junsu
" Ch-changmin ah" Kali ini Jaejoong menatap Changmin
" Maaf hyung" Lirih Changmin
Air mata Jaejoong mengalir, dia menang tapi kenapa rasanya seperti kalah? Bagaimana ini? Rasanya sesak. Jaejoong menghapus kasar airmatanya yang terus mengalir dari kedua matanya, dia ingin terlihat tegar tapi dia tidak bisa menahan semua rasa sakit yang dia rasa.
" Ayo kerumah sakit Joongie"
Suara lembut itu membuat Jaejoong mendongakkan kepalanya, sentuhan dipundaknya begitu membuatnya nyaman. Yunho. Namja itu sudah ada disamping jaejoong dan mengelus pundak Jaejoong dengan pelan.
" Hy-hyung..."
Yunho berlutut disamping Jaejoong, dia menghapus air mata Jaejoong dan Jaejoong kembali teringat masa kecilnya kembali saat Yunho melakukan hal ini karena dia menangis.
" Mereka tidak memperbolehkanmu melanjutkan pertandingan karena kau lebih penting dari pertandingan ini" Ucap Yunho dengan lembut
" Ini sama saja dengan aku kalah hyung"
" Kau menang dan kau sudah membuktikannya tadi. Kau sudah masuk empat besar dan kau bisa menang dipertandingan selanjutnya, tapi tidak hari ini"
" Hyung"
Jaejoong memeluk Yunho, menumpahkan segala emosinya hari ini dan menangis sesenggukan. Sang eomma menghela nafasnya, paling tidak Jaejoong tidak keras kepala untuk mengikuti pertandingan selanjutnya dengan kakinya yang terluka, Junsu dan Changmin serta Kyuhyun juga lega karena hal ini.
Perlahan Jaejoong berdiri dibantu oleh Yunho, dia menghapus air matanya kembali dan menatap Changmin. Changmin mengerutkan keningnya namun kemudian matanya membulat saat Jaejoong memeluknya erat.
" Balaskan kekalahanku Min... Hiks... Aku tidak rela dia masuk final karena dia berbuat curang padaku huweee..." Ucap Jaejoong dengan terisak parah
" Aish... Ne... Aku akan membalas kekalahanmu, sana pergi ke rumah sakit"
Yunho menghela nafasnya saat melihat pemandangan didepannya, Jaejoong mengandalkan Changmin untuk pertandingan selanjutnya bukan? Andai saja dia tidak lemah pasti sudah bisa melindungi Jaejoong. Eoh?
Yunho menggelengkan kepalanya, kenapa dia jadi seperti ini sih? Tapi dia memang tidak nyaman saat Jaejoong memeluk Changmin dengan erat. Jadi...
" Ayo Joongie" Ucap Yunho dengan tegas
" N-ne"
Jaejoong melepaskan pelukannya dari Changmin dan berjalan tertatih kearah Yunho namun dia sadar satu hal dan menghentikan jalannya..
" Wae?" Tanya Mrs. Kim
" Joongie... Kaki Joongie tidak terasa dan Joongie... Ugh..."
BRUGH
jaejoong hampir saja terjatuh kalau saja Yunho tidak ada didepannya, dia menepuk – nepuk pipi Jaejoong namun namja itu setia menutup matanya.
" Hyung, cepat bawa jae hyung!" Ucap Kyuhyun panik
" Ne!"
Walaupun lemah, Yunho dapat menggendong Jaejoong ala bridal dan meninggalkan arena pertandingan diikuti sang eomma dan appanya yang melihat dari tribun penonton. Sedangkan keluarga Jung tetap ditempat karena Mr. Kim yang memintanya dan akan mengabarkan keadaan Jaejoong secepatnya.
.
.
.
.
.
" Anak ini sungguh membuat khawatir saja" Ucap Mrs. Kim melihat anaknya yang berbaring diatas tempat tidur rumah sakit masih dalam keadaan belum sadar
Yunho yang ada dibelakangnya tersenyum, senang akhirnya Jaejoong bisa mendapatkan perawatan. Kaget juga saat dokter bilang Jaejoong agak demam, Jaejoong tidak menunjukkan bahwa dia tengah sakit, dia bersemangat seharian ini.
" Ahjumma apa Jaejoong sering seperti ini? Memaksakan keinginannya?" Tanya Yunho
" Ya... Ahjumma tahu suhu tubuhnya hangat hari ini dan itu yang membuat ahjumma khawatir tapi Jaejoong meyakinkan ahjumma bahwa dia baik – baik saja dan nyatanya malah seperti ini. Belum lagi kaki kirinya diperban karena retak. Aigo..."
Yunho menganggukkan kepalanya, Jaejoong yang dia kenal memang keras kepala, suka memaksakan kehendaknya dan tidak berubah sampai sekarang ternyata... Waw...
" Unnghhh..."
Yunho dan Mrs. Kim menoleh, mata Jaejoong perlahan terbuka dan melihat ke kiri dan kanan memastikan keberadaannya.
" Dimana?" Lirih Jaejoong
" Di rumah sakit, kau pikir ada dimana eoh?" Jawab sang eomma ketus
" Eomma..."
" Anak nakal, sudah eomma bilang kan tadi pagi tidak usah ikut tapi malah memaksa"
" Eomma, Joongie pusing. Eomma diam dulu ne?"
" Dasar anak kurang ajar"
Walaupun ketus sang eomma memberikan pelukan hangat untuk Jaejoong dan mengelus rambut anak tersayangnya itu.
" Untung ada Yunho yang dengan sigap menggendongmu" Ucap Mrs. Kim plan
"OMO!"
Jaejoong kaget mendengar ucapan eommanya, Yunho?
" E-eh?" jaejoong kembali menoleh saat seorang namja bangkit dari duduknya, dia adalah Yunho " Hy-hyung, maaf aku merepotkanmu" Cicitnya
" Tidak apa – apa" Ucap Yunho setelah dekat dengan Jaejoong
" Bagaimana pertandingannya?"
" Kau ini! Baru sadar malah bertanya pertandingan! Dasar!" Eommanya kembali memarahi Jaejoong
" Aku kan penasaran eomma. Hyuunnggg~~"
" Changmin menang, diselalu berhasil memenangkan pertandingan" Ucap Yunho dengan nada bangganya
Jaejoong jadi sedih, dia juga ingin dibanggakan oleh Yunho tapi... Ugh...
" Kau sudah berusaha yang terbaik untuk sekolah" Ucap Yunho kemudian dia menepuk – nepuk puncak kepala Jaejoong
" Hy-hyung"
Wajah Jaejoong merona tanpa alasan yang jelas, dia senang dengan sikap perhatian yang ditunjukkan oleh Yunho padanya.
" Teman – temanmu akan kemari sore ini setelah membersihkan tubuh mereka katanya" Ucap Yunho
" Oh..."
" Aigo... Apa eomma keluar saja ya agar tidak mengganggu acara kalian?" Goda Mrs. Kim yang merasa terasingkan
" Eomma!" Pekik jaejoong malu
Sedangkan Yunho hanya diam saja, dia tidak tahu harus bagaimana. Posisi yang canggung namun ada rasa senang dalam hatinya.
.
.
.
.
Malamnya, suasana ramai menyapa dikamar rawat Jaejoong. Teman – teman klub datang berkunjung dan membuat suasana menjadi ramai tapi Jaejoong menyukai hal itu.
" Jadi sepertinya kau akan izin tidak berlatih?" Ucap Junsu
" Yah... Paling satu bulan, aku akan sembuh dengan cepat dan mengikuti kompetisi selanjutnya"
" Aku berdoa yang terbaik untukmu Jae ah"
" Terima kasih"
Changmin mendekat saat Jaejoong memanggilnya dengan senyuman terpantri manis diwajahnya.
" Terima kasih untuk hari ini Min" Ucap Jaejoong
" Aigo... Itu hal biasa hyung"
" Kau luka?"
" Sedikit tapi Kyunie langsung mengobatiku" Jawab Changmin dengan nada senangnya
" Baguslah"
Tak lama Kyuhyun mendekat dan mereka mengobrol bersama menghabiskan waktu sampai Jaejoong kelelahan dan tertidur lebih dahulu. Akhirnya teman – teman Jaejoong pulang menyisakan keluarga Yunho, keluarga Jaejoong dan Yunho. Sedangkan Changmin sang adik mengantar Kyuhyun ke rumahnya.
Yunho menatap wajah damai Jaejoong, hatinya kembali berdesir nyaman melihat wajah Jaejoong yang tertidur. Dia perlahan mengelus puncak kepala Jaejoong berulang kali untuk merasakan kembali helaian lembut milik Jaejoong. Oh astaga... Dia sangat menyukai rambut lembut Jaejoong.
Sedangkan para orangtua memperhatikan bagaimana Yunho memberikan perhatian pada Jaejoong yang tengha terlelap itu. Mereka berharap hubungan keduanya ada kemajuan dan Yunho bisa membuka hatinya untuk Jaejoong.
Mereka hanyut dalam pemandangan itu sampai mendengar lirihan dari mulut Jaejoong.
" Hyung ah... Yunie hyung... Saranghae"
BLUSH
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Annyeong...
Cieee~~ yang Cho apelin dimalem takbiran pake Busy yunie... kkkkkkkk
Otte?
.
Special Thanks :
.
909596 (hmm... gak kok), Dewi15 (udh yaa), sitimulyani186 (iya, cho ga bikin ini angst kok...), vichi. Vhan (eeiiii... kalo dipukul trus metong jaemma nge jande gmn?), Kim Eun Seob (iya, yunjae emang saling melengkapi kkkk), ainiFujoshi (iyee, pasti kok), Avanrio11 (betul!), ismi mimi (sip sip, cho udh lanjutkan), UMeWookie aka ChangMomo (iye, akirnya cho pilihnya Ye Ji. Ga pasaran kan ya?), minmin10 (iy, tapi akhirnya peran na buat Ye Ji kkkkkk),
Misschokyulate2 (jehh... jaemma ditolak Yunpa kan ada ff cho yang laen wkwkwk), akiramia44 (sama cho juga ga terlalu suka mereka kkkkk), TyaWuryWK (iya, gangguan mulai datang), cha yeoja hongki (hmmm... akhirnya bukan dy), JonginDO (iyaa), pid (amiiinnnn), GaemGyu92 (home udah update duluan kan? Kkkkk), inasaragi (makasih udh baca ff cho yaa), danatebh (iya... lagi rencana bikin ff angst, hurt ga ada happy nya kkkkk), Name shanzec (pasaran, bosen wkwkwkwkwkw... akhirnya Ye Ji deh... heheee),
BijinYJS (nooo~~), Zahra427 (perasaan Yunpa bakal dibahas dichap depan oke?), lovgravanime14 (gangguan udh mulai muncul, siap buat ngerusak hubungan yunjae), ruixi (hehehee... kasian dy jadi jahat mulu), minami KZ (sip), ChubbyMinland (pasti... dia pasti berbuat sesuatu #smirk), yunjae heart (jaemma mah pasti semangat, tinggal si Yunpa cupu nya aja eonn kkkk), choikim1310 (iyup, betul), MyBooLoveBear (sip, makasih juga udh baca), nabratz (jiaaah... iya),
.
Buat yang udh follow, fav, para Guest dan SiDer
.
Maacih ya #bow
.
Yooo...
Kenapa Seo Ye Ji? Pengen aja... Walaupun dia lebih muda dari Yunpa tpi dipanggil noona kkkkk...
Soal pengganggu emang mulai chap dpn kyk na muncul tapi ff ini dibikin singkat jelas dan padat jadi mungkin ga sampe 10 chap bakal end dan Cho lagi bikin ff sad, angst, hurt, ga pake happy ending kyk nya?
.
Tetep kasih Cho semangat ne?!
See u next chap?
Chuuuu~~
.
.
.
.
Minggu, 11 September 2016
