My Busy Yunie

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)

Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi

Typos, membosankan, alur suka - suka

Rate : T

Enjoy it ^o^

.

.

.

.

.

Malamnya, suasana ramai menyapa dikamar rawat Jaejoong. Teman – teman klub datang berkunjung dan membuat suasana menjadi ramai tapi Jaejoong menyukai hal itu.

" Jadi sepertinya kau akan izin tidak berlatih?" Ucap Junsu

" Yah... Paling satu bulan, aku akan sembuh dengan cepat dan mengikuti kompetisi selanjutnya"

" Aku berdoa yang terbaik untukmu Jae ah"

" Terima kasih"

Changmin mendekat saat Jaejoong memanggilnya dengan senyuman terpantri manis diwajahnya.

" Terima kasih untuk hari ini Min" Ucap Jaejoong

" Aigo... Itu hal biasa hyung"

" Kau luka?"

" Sedikit tapi Kyunie langsung mengobatiku" Jawab Changmin dengan nada senangnya

" Baguslah"

Tak lama Kyuhyun mendekat dan mereka mengobrol bersama menghabiskan waktu sampai Jaejoong kelelahan dan tertidur lebih dahulu. Akhirnya teman – teman Jaejoong pulang menyisakan keluarga Yunho, keluarga Jaejoong dan Yunho. Sedangkan Changmin sang adik mengantar Kyuhyun ke rumahnya.

Yunho menatap wajah damai Jaejoong, hatinya kembali berdesir nyaman melihat wajah Jaejoong yang tertidur. Dia perlahan mengelus puncak kepala Jaejoong berulang kali untuk merasakan kembali helaian lembut milik Jaejoong. Oh astaga... Dia sangat menyukai rambut lembut Jaejoong.

Sedangkan para orangtua memperhatikan bagaimana Yunho memberikan perhatian pada Jaejoong yang tengha terlelap itu. Mereka berharap hubungan keduanya ada kemajuan dan Yunho bisa membuka hatinya untuk Jaejoong.

Mereka hanyut dalam pemandangan itu sampai mendengar lirihan dari mulut Jaejoong.

" Hyung ah... Yunie hyung... Saranghae"

BLUSH

.

.

.

.

.

~ Chapter 4 ~

.

.

.

.

.

Keadaan Jaejoong belum juga membaik padahal sudah seminggu ada di rumah sakit, kakinya masih terasa nyeri dan lebih dari itu Yunho-nya tidak mengabarinya sedikitpun kecuali dia yang mengirimkan pesan pada Yunho.

Jika di telepon maka namja itu hanya akan menjawab sedang sibuk karena banyak yang harus dia pelajari bersama Yoochun. Dan malamnya namja itu sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Jaejoong benar – beanr kesal dengan namja tampan (cupu) itu. Sudah empat hari juga namja itu tidak menjenguknya, membuat Jaejoong tersiksa dengan sikap namja tampan (cupu)-nya itu.

" Dasar! Cupuuuuuu sok sibuk!"

Akhirnya Jaejoong mengumpati Yunho dengan nama yang diberikan Yuu padanya, cupu sok sibuk. Jaaejoong berteleponan juga dengan temannya yang ada di Jepang itu dan menceritakan semuanya. Temannya itu malah terbahak dan mengatai Yunho dengan cupu sok sibuk.

Jaejoong sempat marah Yunhonya dihina seperti itu tapi akhirnya dia malah itu memanggil Yunho seperti itu.

" Aku sebaaall! Yunie pabbo! Cupu! Ugh... Sebal! Kesaaalllll! Dasar cu-"

CEKLEK

" Kau kenapa?"

" OMO!"

Jaejoong menutup mulutnya, yang baru saja masuk adalah namja yang tadi dia umpati, Yunho. Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali. Yunho ada didepannya, tidak salahkan?

" Kenapa?" Tanya Yunho sekali lagi

" Tidak" Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan cepat

" Sudah makan?" Yunho mendekat dan menatap Jaejoong

" Sudah tadi"

" Minum obat?"

" Sudah"

" Oke"

Yunho kemudian duduk disofa yang tidak jauh dari tempat tidur Jaejoong, membuka ranselnya dan mengeluarkan notebook serta beberapa buku dan kertas – kertas entah apa itu.

Dan semua itu membuat Jaejoong mendengus kesal, bagaimana bisa Yunho datang hanya untuk membiarkannya begitu saja? Hey... Kau ini terbuat dari apa sebenarnya Jung?!

" Hyung kesini untuk belajar?" Tanya Jaejoong

" Hum" Yunho menganggukkan kepalanya sembari menatap layar notebook-nya " Ada tugas yang harus aku selesaikan sesegera mungkin"

" Lalu kenapa harus kesini?"

" Eomma yang memintaku"

Jaejoong memejamkan matanya, membaringkan tubuhnya membelakangi Yunho dan menatap pemandangan didepannya yang lebih indah padahal dia hanya ingin menyembunyikan rasa kecewanya pada Yunho. Disuruh eommanya? Hah...

" Harusnya tidak usah kesini jika hanya dipaksa" Gumam Jaejoong

Yunho mendongakkan kepalanya saat mendengar ucapan Jaejoong yang walaupun kecil masih bisa terdengar olehnya. Yunho melihat Jaejoong sekarang tidur membelakanginya membuat perasannya tidak nyaman karena mendengar ucapn Jaejoong barusan.

Dia menghela nafasnya dan menghentikan pekerjaannya, dia kemudian berjalan mendekat pada Jaejoong dan menyentuh pundak namja itu. Dia bisa merasakan Jaejoong tersentak, kemudian Yunho mencoba membuat Jaejoong menghadapnya namun Jaejoong menahan tubuhnya. Akhirnya dengan segenap kekuatannya Yunho berhasil membalikkan tubuh Jaejoong dan dia menatap tidak percaya pemandangan dihadapannya.

" Kenapa menangis?" Tanya Yunho dengan lembut sembari mengusap pelan pipi Jaejoong yang dialiri airmata

" …"

" Kenapa?" Tanya Yunho sekali lagi

" Aku merasa bodoh"

" Bodoh?"

" Bodoh karena merindukan orang sepertimu, bodoh mengharapkan hyung juga rindu padaku. Berharap lebih pada hubungan kita tapi malah seperti ini jadinya. Hatiku sakit..."

" Jaejoong..."

" Jika hyung hanya terpaksa kesini lebih baik hyung pulang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri" Ucap Jaejoong masih dengan air mata yang mengalir pada kedua mata indahnya

Yunho terdiam cukup lama untuk mencerna ucapan Jaejoong dan dia sadar secara tidak sengaja dia melukai namja yang merupakan tunangannya itu. Perlahan Yunho mendekat, sangat dekat hingga membuat Jaejoong membulatkan matanya.

Apalagi saat sebuah kehangatan melingkupi tubuh bagian atasnya, Yunho memeluknya. Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali takut semua ini hanya mimpi.

" Hy-hyung..."

" Maafkan aku, aku tidak sadar sudah menyakitimu dengan kata – kataku barusan"

" …."

" Aku sudah berjanji pada kedua orangtuaku dan orangtuamu untuk mencoba menerima perjodohan ini, aku ingin menerimamu sebagai tunanganku"

" Hyung bisa menolaknya jika hanya terpaksa hyung, aku tidak mau hyung terpaksa menjadi tunanganku"

Yunho menjauhkan tubuhnya dan menangkup wajah Jaejoong.

" Kalau begitu buat aku mencintaimu. Ganti rasa sayangku menjadi cinta karena jujur saja sampai saat ini aku hanya menganggapmu adikku sama seperti aku menganggap Changmin. Bagaimana?"

Jaejoong tersenyum dan mengangguk, setidaknya Yunho sudah mulai membuka hatinya untuk Jaejoong walaupun masih sedikit.

" Hyung~" Panggil Jaejoong dengan manja

" Ne?"

" Poppo"

" Eh?"

" Poppo~~ Masa tadi hanya dipeluk, poppo~~"

Yunho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat kelakuan Jaejoong yang bisa dengan cepat berubah. Setelah menghela nafas akhirnya Yunho mendekatkan wajahnya kearah Jaejoong yang tentu saja memekik senang dalam hati. Dia memejamkan matanya dan menunggu bibir hati itu menempel di atas bibirnya...

" Eoh?"

Jaejoong langsung membuka matanya, Yunho memang menciumnya tapi mencium keningnya dan itu membuatnya mengerucutkan bibirnya.

" Bukan kening hyung, bibir~~" Rengek Jaejoong

" Mwo?"

" Aish... Ppali" Jaejoong merengek dengan tangannya yang diinfus menarik - narik kemeja Yunho

" Arasseo, arasseo"

Akhirnya namja berkaca mata tebal itu kembali mendekatkan wajahnya, dia menutup matanya karena malu dan Jaejoong mengembangkan senyumnya sangat lebar saat bibir candunya itu menyentuh bibir plum miliknya.

" Kyyyaaaaa~~~~~~~~~~~" Pekik Jaejoong dalam hatinya

Tidak lama bibir mereka bersentuhan karena Yunho hanya menempelkan saja bibirnya namun hal itu membuat Jaejoong sangat puas sedangkan wajah Yunho memerah parah.

" Sekarang kau lebih baik tidur" Ucap Yunho

" Ne, terima kasih hyung"

" Hum" Yunho hanya menganggukkan kepalanya

" Keunde... Joongie mau kepala Joongie dielus sampai Joongie tidur. Ne?" Ucap Jaejoong dengan mata penuh binarnya

Dan hal itu membuat Yunho tidak bisa menolak, dia mengelus helaian lembut Jaejoong, membiarkan namja cantiknya beristirahat karena memang dia harus istirahat.

Setelah Yunho merasa Jaejoong terlelap dia kembali kesofa dan mengerjakan tugas kuliahnya namun dirinya tampak tidak fokus, dia memikirkan kejadian kemarin siang.

.

- FLASHBACK -

.

" Yun, ada yang ingin bertemu"

Yoochun masuk kedalam ruangan Yunho, Yunho yang sedang fokus tidak mengalihkan pandangannya kepada Yoochun, dia tetap menatap layar komputer di depannya.

" Siapa?" Tanya Yunho

" Yeoja bernama Seo Ye Ji"

DEG

Yunho menghentikan gerakannya, dia langsung menatap Yoochun, Yoochun tahu siapa Seo Ye Ji walaupun dia baru pertama kali bertemu dengan yeoja itu. Mrs. Jung pernah bercerita tentang Seo Ye Ji yang menyakiti anaknya sangat dalam.

" Jika kau tidak ingin bertemu dengannya, aku akan menyuruhnya untuk pergi" Ucap Yoochun

" Tidak, persilahkan saja dia masuk"

" Eoh? Yakin?"

" Ne, tidak apa – apa hyung"

" Arasseo"

Yoochun keluar dari ruang Yunho, Yunho langsung memejamkan matanya dan mencoba untuk tidak terbawa kenangan masa lalunya. Dia sudah berjalan jauh dari kenangan itu apa lagi sekarang Jaejoong hadir untuknya, mendatangkan sebuah perasaan aneh namun menyenangkan untuknya.

CEKLEK

" Silahkan" Yoochun mempersilahkan seorang yeoja berambut panjang untuk masuk, Yunho berdiri menyambut tamunya itu

" Terima kasih" Ucap yeoja itu dengan sopan kemudian masuk

" Aku akan mengambilkan minum untuk kalian berdua"

Yoochun meninggalkan Ye Ji dengan Yunho didalam ruangan itu, Ye Ji mendekat dan menyapa Yunho. Yunho hanya menganggukkan kepalanya.

" Silahkan duduk noona" Ucap Yunho

" Ne, terima kasih"

Mereka duduk berhadapan, Yunho menatap wajah yeoja yang ada didepannya, tidak banyak berubah. Namja itu makin cantik dengan rambutnya yang kian panjang.

" Ada perlu apa?" Tanya Yunho

" Yun, sebelumnya... Aku ingin minta maaf atas perbuatanku dulu. Aku benar – benar menyesal"

" Ne, tidak masalah"

" Benarkah?" Ye Ji menatap Yunho tidak percaya, dia sudah memanfaatkan Yunho sangat banyak namun memaafkannya dengan mudah? Waw...

" Ya, tidak masalah. Semua sudah masa lalu. Lalu, ada perlu apa noona kemari?"

" Sebenarnya..."

Yah... Alasan lama...

Yeoja itu tengah mencari pekerjaan karena dia keluar dari kantornya yang lama karena merasa tidak cocok disana, padahal yeoja itu sudah lebih dari satu tahun bekerja disana.

" Lalu kemana perginya namja yang kau banggakan itu noona? Bukankah dia selalu bisa memberikan solusi untukmu?"

Yeah...

Yunho tahu itu semua dari bisik – bisik teman – temannya di kampus. Dia cupu bukan berarti tidak punya teman sama sekali. Dia juga berteman walaupun temannya tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari. Dari apa yang Yunho dengar, pacar dari Ye Ji adalah anak orang kaya yang selalu bisa memberikan solusi untuk setiap masalah Ye Ji makannya Ye Ji mau berpacaran dengan namja itu.

" Kami..." Ye Ji menggigit bibir bawahnya " Sudah putus"

" Oh... Jadi... Kau kemari untuk meminta bantuanku kembali karena sudah tidak ada yang bisa membantumu?"

" Yun..."

" Arasseo, kalau ada pekerjaan yang kosong disini asistenku akan menghubungimu"

" Terima kasih Yun"

" Hum, tidak masalah"

" Apa... Kau ingin makan siang?"

" Kenapa?"

" Aku ingin makan siang bersama jika kau tidak keberatan sebagai permintaan maafku padamu"

" Tidak usah repot – repot noona, eomma akan membawakan makan siangku kemari sebentar lagi"

" Jung ahjumma?"

" Ne"

Keringat dipelipis Ye Ji meluncur turun begitu saja, dia kenal Mrs. Jung karena Yunho sudah mengenalkannya pada eomma Yunho. Menurut Ye Ji, yeoja itu tidak menyukainya dan pasti makin membencinya setelah dia putus dari Yunho karena dia memanfaatkan kebaikan Yunho.

" Ingin bertemu dengannya?" Tanya Yunho

" Ti-tidak usah Yun. Kalau begitu aku pulang saja" Jawab Ye Ji dengan gugup

" Arasseo"

" Dan, namja yang bersamamu di dalam bioskop itu benar tunanganmu?" Tanya Ye Ji

Yunho menatap datar yeoja yang ada di depannya, harus menjawab apa? Jaejoong memang menganggap Yunho sebagai tunangnnya tapi dia masih belum bisa menganggap Jaejoong lebih dari sekedar adiknya. Tapi...

" Ne, dia tunanganku" Jawab Yunho dengan cepat

" Tapi dia terlihat muda"

" Ya... Dia satu tingkat di atas Changmin"

" Mwo? Lima belas tahun?"

" Bukan, tujuh belas tahun"

" Ah... Kalau begitu ak-"

CEKLEK

Belum selesai Ye Ji berbicara pintu ruang kerja Yunho terbuka, Yoochun masuk membawa dua minuman dingin dan dia tidak sendiri, Mrs. Jung ada dibelakang Yoochun dan bibirnya menyeringai sadis. Ye Ji menengguk ludahnya dengan kasar dan dia langsung saja berdiri dengan kaku, matilah dia...

" Yoochun bilang kau ada tamu Yun?" Mrs. Jung masuk dengan senyum mengembang lebar diwajah manisnya

" Ne"

Yoochun mendekat dan meletakkan gelas berisikan jus jeruk itu di atas meja dan mundur, dia berdiri dibelakang Mrs. Jung.

" Oh, Ye Ji" Mrs. Jung melirik ke arah Ye Ji

" N-ne, annyeonghasseo ahjumma"

" Ne, kau ada keperluan apa lagi dengan anakku hum?"

" Hanya berbincang sedikit ahjumma" Jawab Ye Ji dengan takut – takut

" Setelah dua tahun kalian tidak bertemu dan kau datang kemari? Waw..."

" Eomma..."

" Sudah waktunya aku pergi ahjumma" Ucap Ye Ji kemudian menghadapkan dirinya pada Yunho " Aku pergi Yun"

" Ya, berikan sana nomor ponselmu pada Yoochun, nanti dia yang akan mengurusnya"

" N-ne" Sekarang Ye Ji menghadapkan dirinya pada Mrs. Jung " Aku pergi dulu ahjumma"

" Ne"

Ye Ji membukukkan tubuhnya dengan sopan kemudian berjalan keluar ruangan ditemani oleh Yoochun, sedangkan eommanya mendengus kesal setelah yeoja itu keluar dari ruangan. Dia kemudian duduk berhadapan dengan Yunho dan menenggak segelas jus jeruk yang tadi disediakan Yoochun untuk Ye Ji.

" Eomma..." Panggil Yunho dengan pelan

" Wae? Tidak suka mantanmu eomma perlakukan seperti itu?"

" Bukan begitu"

" Apa eomma harus memperlakukannya seperti Changmin? Menampar dan menjambaknya?"

" Eomma... Sudahlah"

" Sudah bagaimana? Eomma masih ingat dulu hampir merestui kalian walaupun eomma ketus terhadapnya tapi lihat kelakuannya, malah membuatmu sakit hati. Yeoja itu harus dimsunahkan"

Yunho hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan eommanya yang bisa dibilang ganas itu. Yunho sendiri mengerti kenapa sang eomma seperti itu, untuk melindungi dirinya bukan?

" Eomma... Sudahlah, cantiknya eomma berkurang kalau marah – marah" Ucap Yunho kemudian membenarkan kaca matanya

" Arasseo... Eomma hanya kesal Yunie ah... Dan kau harus ingat jangan lagi tergoda oleh ular itu, kau juga sudah memiliki Joongie sekarang bukan?"

" …."

" Wae? Kenapa diam?"

" Eomma... Kenapa eomma ingin sekali aku bersama Joongie?"

" Karena dia benar – benar mencintaimu selama sepuluh tahun ini Yun, dia bahkan tidak suka melihatmu berubah, dia mencintaimu apa adanya dan eomma sangat senang karena dia bisa melindungimu"

" Eomma..."

" Eomma minta secara perlahan kau rubah pandanganmu pada Joongie, eomma tahu selama ini kau hanya menganggap Joongie seperti adikmu tapi dia tidak... Coba buka hatimu untuknya"

Yunho melihat wajah teduh eommanya, sudah lama dia tidak berbincang seperti dengan eommanya dan membuatnya sedikit merasakan lega, dia akhirnya menganggukkan kepalanya.

" Aku akan mencobanya eomma, aku tahu eomma selalu memberikanku yang terbaik"

" Terima kasih Yun, nah... Ayo keruangan appamu, eomma sudah siapkan makan siang untuk kalian berdua" Ucap Mrs. Jung dengan riang

" Ne"

.

- FLASHBACK OFF -

.

Yunho masih belum terlalu bisa melupakan sosok Ye Ji dalam kehidupannya, yeoja itu mengajarkan arti kasih sayang dan rasa sakit secara bersamaan dan Yunho tidak mau melupakan rasa sakit itu karena rasa sakit itu adalah bagian dari hidupnya.

Yunho menolehkan kepalanya kearah ranjang rawat Jaejoong, apa namja itu bisa membuat luka pada dirinya perlahan menghilang? Apa namja itu bisa membahagiakannya? Apa bisa namja itu mencintainya seumur hidupnya?

Harusnya pertanyaan itu belaku juga untukmu Jung!

.

.

.

- SEMINGGU KEMUDIAN -

.

.

.

.

" YA! CHANGMIN! Kenapa lemah sekali eoh! Pukul!" Jaejoong memekik dipinggr lapangan indoor sekolahnya

Dia sudah mulai masuk sekolah hari ini dan tidak mau pulang karena ada jadwal latihan, walaupun tidak ikut latihan Jaejoong duduk dipinggir lapangan melihat semua anggota berlatih dan menyemangati mereka.

" YA HYUNG! Aku sedang mengajari mereka bukan latih tanding!" Changmin berteriak tidak kalah kencang

" ISH!"

" Sudahlah hyung, perhatikan saja"

Jaejoong menoleh kesamping dimana Kyuhyun sudah duduk disampingnya, mengambil minuman kaleng yang dibawa oleh Kyuhyun dan meminumnya dengan rakur.

" Bagaimana kakimu hyung?" Tanya Kyuhyun

" Kakiku sudah lebih baik, aku akan lepas gips nanti malam bersama Yunie hyung" Jawab Jaejoong dengan ceria

" Ah... Aku dengar seminggu ini Yunho hyung belum bertemu denganmu?"

" Dia sibuk dan berjanji nanti malam mengantarkanku ke dokter, aku harus bisa memaklumi pekerjaannya Kyu. Habis... Siapa lagi yang akan melanjutkan perusahaan Jung jika bukan Yunho? Kau lihat sendiri Changmin hanya bisa diandalkan saat menghabiskan makanan" Ucap Jaejoong panjang lebar

" Iya sih" Kyuhyun membenarkan ucapan Jaejoong

Kekasihnya itu memang tidak berbakat mengurus perusahaan dan lebih suka bekerja dengan tubuhnya bukan otaknya. Bahkan kalau tidak belajar bersama Kyuhyun, dia bisa memastikan Changmin akan tinggal kelas.

" Kau mau ke tempat Yunho hyung?"

Kali ini Junsu menghampiri Jaejoong dan bertanya pada Jaejoong tentang jadwalnya usai melihat latihan.

" Ne, aku disana saja" Jawab Jaejoong

" Arasseo, Minum Kyu" Ucap Junsu kemudian mengulurkan tangannya, Kyuhyun memberikan sebotol air putih untuk Junsu dan setelah meminumnya namja itu berlatih kembali

" Junsu itu manly ya" Ucap Jaejoong

" Tapi dia uke hyung"

" HA?"

Jaejoong memperhatikan Junsu dengan seksama, Junsu benar – benar terlihat manly apa lagi dengan sikapnya yang cuek itu.

" Sama sepertimu tapi dia tidak menunjukkannya dengan berteriak kencang ataupun melakukan hal sejenis uke lakukan" Jelas Kyuhyun

" Memang aku melakukan apa eoh?"

" Hyung? Berteriak kencang, cerewet, menyuruh ini itu"

" YAK!"

Jaejoong dengan semangat memukul Kyuhyun hingga namja itu terpekik sakit tapi kemudian tertawa karena Jaejoong.

" Tapi, Junsu tidak pernah punya kekasih?" Tanya Jaejoong yang penasaran

" Pernah tapi putus karena namja yang dipacari merasa Junsu lebih manly darinya"

" Aigo..."

" Coba saja namja itu mau menunggu lebih lama, dia akan melihat sisi manis Junsu hyung, dia itu tsundere"

" Neee? Jinjja?"

" Ya..."

" Aigo.. Aku berharap dia mendapatkan kekasih idelnya"

" Aku juga berharap begitu"

Satu jam kemudian latihan ditutup dengan latih tanding Junsu melawan Changmin, Junsu ingin lebih kuat. Ingin bisa memenangkan lomba seperti Changmin dan Jaejoong walaupun pada akhirnya dia harus menerima kekalahannya melawan Changmin karena memangChangmin yang terkuat disini.

Pulangnya mereka berpisah, Jaejoong dibantu kruk dan Kyuhyun masuk kedalam sebuah mobil sedan sedangkan Changmin, Junsu dan Kyuhyun berjalan ke halte. Jaejoong sampai di perusahaan Jung dua puluh menit kemudian, dia berjalan kedalam perusahaan dan bertemu Yoochun dimeja resepsionis.

" Ayo" Ucap Yoochun sembari membantu Jaejoong untuk berjalan

" Ne"

Jaejoong memasuki lift bersama Yoochun dan dia tertegun saat melihat seorang yeoja diantara lima orang yang naik kedalam lift. Yeoja yang sangat familiar diingatannya, yeoja yang dia lihat di bioskop, yeoja yang mengenalkan diri sebagai mantan kekasih dari tunangannya, Seo Ye Ji.

Jaejoong mengerutkan keningnya, dia akan bertanya langsung pada Yunho nanti tentang keberadaan yeoja yang tidak disukainya itu kenapa ada disini membawa beberapa dokumen. Ye Ji yang melihat Jaejoong didalam lift yang sama dengannya memberikan senyuman namun Jaejoong hanya menatapnya datar.

" Yunie hyung!"

Jaejoong langsung berteriak memanggil nama Yunho setelah masuk kedalam ruangan Yunho, Yunho hanya melirik sekilas kemudian kembali memperhatikan layar komputernya.

" Kau sudah tiba?"

" Menurut hyung?!" Ucap Jaejoong dengan sewot

" Eoh?"

Yunho menatap Jaejoong yang kini mengerucutkan bibirnya, dia melirik Yoochun yang ada dibelakang Jaejoong dan Yoochun hanya menggelengkan kepalanya.

" Duduklah"

Jaejoong menggeram kesal, dengan tertatih dia berjalan kearah Yunho, dia berdiri disamping Yunho dan membuat Yunho kaget hingga memundurkan kursi kerjanya hendak membantu Jaejoong namun namja cantik itu menahan bahunya.

" Wae?" Tanya Yunho bingung

SRETT

Yunho membulatkan matanya saat Jaejoong dengan seenaknya duduk diatas pangkuannya, Jaejoong sendiri langsung mengalungkan tangannya keleher Yunho dan menaruh wajahnya disela leher dan bahu Yunho.

Yoochun tersenyum melihat kelakuan keduanya, perlahan dia memundurkan langkahnya dan keluar dari ruangan Yunho, mungkin dia bisa mengabarkan apa yang dia lihat barusan pada Mrs. Jung.

" Kenapa dia ada disini?" Tanya Jaejoong dengan nada datar

" Siapa?" Yunho mengerutkan keningnya

" Yeoja itu"

Yunho mencoba mencerna ucapan Jaejoong dan dia tahu yeoja yang dimaksud oleh Jaejoong, siapa lagi kalau bukan Seo Ye Ji.

" Aku memberikannya pekerjaan"

Jaejoong menjauhkan tubuhnya dan menatap tajam sang tunangan, kenapa dengan mudahnya Yunho memberikan pekerjaan pada yeoja yang sudah menyakiti hatinya? Dia tidak terima dengan semua ini!

PLETAK

" Aw!" Jaejoong memekik kaget saat Yunho menyentil hidungnya dengan keras

" Tidak usah banyak berpikir, aku yang mengambil keputusan"

" Tapi hyungie ah... Dia sudah jahat pada hyung" Ucap Jaejoong kemudian mencebilkan bibirnya

" Lantas hal itu membuatku harus membalaskan dendamku?"

" Kenapa tidak?" Jaejoong mengerutkan keningnya, Yunho menyentil kening Jaejoong hingga Jaejoong meringis sakit

" Siapa yang mengajarimu seperti itu?"

" Joongie hanya ingin dia merasakan apa yang hyung rasakan dulu"

" Semua sudah lewat Joongie, biarkan menjadi kenangan. Jika aku bisa membantunya kenapa tidak, tapi aku tidak akan melewati batas"

Jaejoong menatap wajah Yunho yang terbilang sangat dekat dengannya itu, harusnya dia sadar bahwa Yunhonya adalah orang yang baik tapi Jaejoong tidak akan membiarkan yeoja itu memanfaatkan kebaikan Yunho untuk kedua kalinya.

" Joongie akan melindungi hyung dari ular itu" Ucap Jaejoong

" Ular? Kenapa kau menyebutnya sama seperti eomma menyebutnya?"

" Eoh? Berarti dia memang benar ular" Ucap Jaejoong dengan enteng dan tersenyum cerah

" Aigo... Baiklah... Aku yakin kau bisa melindungiku darinya, kau pelindungku bukan?"

" Ne! Joongie yang akan melindungi hyungie sampai kapanpun, tidak akan membiarkan hyung sedih sedikitpun! Joongie janji!"

Yunho menggelengkan kepalanya, ya sudahlah... Asal Jaejoong senang saja...

" Lalu, nanti makan kita bisa makan diluar setelah memeriksakan kaki Joongie?" Tanya Jaejoong

" Kenapa?"

" Joongie ingin makan diluar hyung~~"

" Arasseo..."

" Yaayyyy... Hyung yang terbaik"

Dengan segera Jaejoong memeluk Yunho dan membenamkan kepalanya disela leher Yunho membiarkan namja itu kaget dengan kelakuan Jaejoong tapi kemudian tersenyum saja. Ngomong – ngomong...

" Joongie" Panggil Yunho

" Ne?"

" Bisakah kau pindah? Pekerjaanku masih banyak"

" Ani" Jaejoong menggeleng dalam pelukannya, dia ingin tetap dipangkuan Yunho karena ternyata duduk dipangkuan Yunho sangat nyaman

" Wae?"

" Karena disini sangat hangat dan nyaman, Joongie suka"

Ah~~

Namja cantik itu selalu bisa membuatnya blushing dan membuat detak jantungnya berdebar tidak biasa. Aigo...

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Hai hai hai hai hai...

Horeee~~

Hari ini update an cho semua lebih dari 3500 kata, hahaaa...

.

Special Thanks :

.

IloveDdeokbokkie (gemes cubit aja perut beruang buncit hahaha), Kirigaya965 (iya, ini Yaoi karena cho emang seneng sama yaoi hehehe), 909596 (wew... Tiga kali? Daebakk! Cho juga maunya mereka bahagia sampai akhir hehehe), GaemGyu92 (iya lah, jaemma cho bikin ga tau malu disini #Plakkkk), minami Kz (sipooo), bijin YJS (jaemma sabar kok orangnya, termasuk sabar hadepin si cupu itu #ups), kimRyan2124 (iya, semoga aja jadi lebih baik), ruixi1 (gemes kah? Cho emang nge gemesin #hadeuuhhh narsis kumat),

misschokyulate2 (iyaa, sip sip), akiramia44 (iya, pokonya ga sampe 10 chap ff ini udah end kyknya?), Avanrio11 (sip sip deh pokonya), sitimulyani186 (hahahaha, makasih ya... CHUU~~ kecup dari jauh), Zahra427 (ga kok, cho mau coba bikin yang fluff aja), MyBooLoveBear (iya, mereka emang cwit cwit gimana githuu), TyaWuryWK (iya, kyk na gitu?), littlecupcake noona (ga lah eonn, fluff aja... kasian kalo sad), Dewi15 (sipoo), nishikado. Yukito (iya.. emang yunpa kiyuutt~~~ #Lho?), LittleOoh (sip deh),

Buat yang udah follow, fav, Guest juga para SiDer

makasih ya #bow

maaf kalo ada salah penulisan nama atau malah ga cho tulis #bow

.

.

Ada yang mau cho update ff laen lagi? Tapi kyknya ini udah ff terakhir yang Cho update hari ini? Kyk nya yaa...

Kasih Cho semangat buat lanjutin ff Cho ne?

Jja... See u next chap?

Chu~~~

.

.

.

Senin, 10 Oktober 2016