My Busy Yunie
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)
Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi
Typos, membosankan, alur suka - suka
Rate : T
Annyeong! Mianhae baru update lagi, ff ini harusnya update di hari sabtu kemaren tapi karena kemalesan Cho, jadinya molor dah. Maap yaaa!
Enjoy it ^o^
.
.
.
.
.
Jaejoong menjauhkan tubuhnya dan menatap tajam sang tunangan, kenapa dengan mudahnya Yunho memberikan pekerjaan pada yeoja yang sudah menyakiti hatinya? Dia tidak terima dengan semua ini!
PLETAK
" Aw!" Jaejoong memekik kaget saat Yunho menyentil hidungnya dengan keras
" Tidak usah banyak berpikir, aku yang mengambil keputusan"
" Tapi hyungie ah... Dia sudah jahat pada hyung" Ucap Jaejoong kemudian mencebilkan bibirnya
" Lantas hal itu membuatku harus membalaskan dendamku?"
" Kenapa tidak?" Jaejoong mengerutkan keningnya, Yunho menyentil kening Jaejoong hingga Jaejoong meringis sakit
" Siapa yang mengajarimu seperti itu?"
" Joongie hanya ingin dia merasakan apa yang hyung rasakan dulu"
" Semua sudah lewat Joongie, biarkan menjadi kenangan. Jika aku bisa membantunya kenapa tidak, tapi aku tidak akan melewati batas"
Jaejoong menatap wajah Yunho yang terbilang sangat dekat dengannya itu, harusnya dia sadar bahwa Yunhonya adalah orang yang baik tapi Jaejoong tidak akan membiarkan yeoja itu memanfaatkan kebaikan Yunho untuk kedua kalinya.
" Joongie akan melindungi hyung dari ular itu" Ucap Jaejoong
" Ular? Kenapa kau menyebutnya sama seperti eomma menyebutnya?"
" Eoh? Berarti dia memang benar ular" Ucap Jaejoong dengan enteng dan tersenyum cerah
" Aigo... Baiklah... Aku yakin kau bisa melindungiku darinya, kau pelindungku bukan?"
" Ne! Joongie yang akan melindungi hyungie sampai kapanpun, tidak akan membiarkan hyung sedih sedikitpun! Joongie janji!"
Yunho menggelengkan kepalanya, ya sudahlah... Asal Jaejoong senang saja...
" Lalu, nanti makan kita bisa makan diluar setelah memeriksakan kaki Joongie?" Tanya Jaejoong
" Kenapa?"
" Joongie ingin makan diluar hyung~~"
" Arasseo..."
" Yaayyyy... Hyung yang terbaik"
Dengan segera Jaejoong memeluk Yunho dan membenamkan kepalanya disela leher Yunho membiarkan namja itu kaget dengan kelakuan Jaejoong tapi kemudian tersenyum saja. Ngomong – ngomong...
" Joongie" Panggil Yunho
" Ne?"
" Bisakah kau pindah? Pekerjaanku masih banyak"
" Ani" Jaejoong menggeleng dalam pelukannya, dia ingin tetap dipangkuan Yunho karena ternyata duduk dipangkuan Yunho sangat nyaman
" Wae?"
" Karena disini sangat hangat dan nyaman, Joongie suka"
Ah~~
Namja cantik itu selalu bisa membuatnya blushing dan membuat detak jantungnya berdebar tidak biasa. Aigo...
.
.
.
.
.
~ Chapter 5 ~
.
.
.
.
.
Seminggu berlalu dan Jaejoong sudah bisa berjalan walau masih sedikit tertatih, dia juga berlatih dengan gerakan ringan bersama Junsu di lapangan indoor sekolahnya. Jaejoong tidak mau sakit menjadi halangan untuk melakukan kegiatannya.
" Istirahat dulu Jae" Ucap Junsu
" Ne"
Mereka berjalan ke pinggir lapangan, menghampiri Kyuhyun dan duduk bersama. Mereka memperhatikan Changmin yang sedang berlatih tanding dengan senior mereka yang sudah sembuh dari sakitnya, Seungri.
Bulan depan ada kompetisi lagi yang akan diikuti jadi Changmin berlatih sangat keras kali ini, dia tidak mau kalah dari siapapun.
" Namjachingu-mu benar – benar berlatih keras ya" Ucap Jaejoong
" Ya, dia pekerja keras dan tidak mau kalah dari siapapun" Kyuhyun ikut menimpali ucapan Jaejoong
" Bagaimana dengan perkembanganmu dan Yunho hyung?" Tanya Junsu
" Hah" Jaejoong menghela nafasnya
" Wae?"
" Sama saja, Yunho hyung itu sibuk sekali dan kalian sudah aku ceritakan belum kalau mantan kekasih Yunho hyung kerja di perusahaan Jung?"
" NE?!" Pekik Junsu dan Kyuhyun
" Ye Ji?" Tanya Kyuhyun
" Ya"
" Matilah dia kalau Changmin tahu" Ucap Kyuhyun
" Ya, yeoja itu bisa langsung dikuburkan jika Changmin tahu"
Jaejoong mengangkat salah satu alisnya sembari menatap Changmin yang masih berlatih. Changmin belum tahu? Benarkah?
.
.
.
.
" Min, apa kau tahu Ye Ji sshi bekerja di perusahaan Jung?" Tanya Jaejoong saat Changmin menghampiri mereka dan meminum airnya
Junsu dan Kyuhyun menatap harap – harap cemas pada Changmin namun Changmin bersikap seperti biasa.
" Tahu"
Jawab Changmin membuat Junsu dan Kyuhyun terdiam, Changmin menanggapinya dengan biasa saja tapi dengan nada suaranya begitu datar.
" Hyung memberitahukannya padaku" Lanjut Changmin
" Lalu kau menerimanya begitu saja?"
" Marah tentu saja" Changmin memutar bola matanya jengah " Keputusan hyung kadang tidak bisa aku ubah" Lanjutnya
Jaejoong menganggukkan kepalanya, dia memang merasa sifat keras kepala Yunho sulit sekali berubah. Jika Changmin yang dulu menjambak dan menampar yeoja itu menanggapinya biasa saja, Jaejoong tidak perlu banyak khawatir bukan?
" Hanya saja kau harus berhati – hati karena yeoja itu bisa menjadi musuh dalam selimut untukmu Jae hyung"
GLUP
Ucapan Changmin membuat hati Jaejoong tidak tenang. Membiarkan Yunho bekerja satu atap dengan mantannya, dimana Jaejoong tidak tahu apakah Yunho masih mengharapkan sang mantan kembali padanya atau tidak, dengan hubungannya yang masih mengambang dan kenyataan bahwa yeoja itu bisa melakukan hal licik untuk menjauhkan Yunho darinya membuat Jaejoong berpikiran macam – macam.
" Sudah jangan terlalu dipikirkan, fokus pada pemulihaan kakimu. Kau ingin ikut pertandingan bukan?" Junsu menengahi percakapan mereka
" Ne" Jaejoong menganggukkan kepalanya
" Ya sudah, tenang saja" Ucap Changmin
Pulang sekolah Jaejoong memutuskan untuk pergi ke perusahaan Jung untuk makan camilan bersama dengan Yunho sekalian pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi kakinya saat ini.
Tapi sampai di lantai tempat Yunho bekerja, Jaejoong melihat Yunho tengah melihat kearah sebuah dokumen yang sedang dipegang oleh sang mantan kekasihnya. Jaejoong terdiam dan mengingat apa yang diucapkan oleh Changmin.
" Hanya saja kau harus berhati – hati karena yeoja itu bisa menjadi musuh dalam selimut untukmu Jae hyung"
Jaejoong mengerucutkan bibirnya, semoga saja apa yang dia lihat bukanlah akal – akalan Ye Ji agar bisa dekat dengan kekasihnya.
" Hyung" Panggil Jaejoong
Yunho menoleh dan mendapati Jaejoong berdiri dengan sebuah senyuman terpantri pada bibirnya. Yunho membalas senyumannya dan menyudahi pertemuannya dengan dengan Ye Ji untuk menghampiri Jaejoong.
" Kenapa tidak bilang kalau kau akan ke sini?" Tanya Yunho
" Hyung lupa? Kemarin malam aku mengirimkan pesan akan datang dan kita akan ke dokter bersama"
" Astaga... Maaf. Ayo ke ruanganku"
" Hum" Jaejoong menyelipkan jari – jarinya pada jari – jari lentik Yunho kemudian mereka berjalan bersama keruangan Yunho dengan Jaejoong yang masih berjalan dengan sedikit tertatih
Ye Ji memandang sendu punggung namja yang sedang digandeng oleh Jaejoong, pikirannya kemana – mana dan membuatnya terpaku.
' Andai saja dulu aku tidak mempermainkannya mungkin aku tidak akan seperti ini' Lirihnya dalam hati
.
.
.
.
" Hyung sedang apa di meja Ye Ji sshi?" Tanya Jaejoong
" Dia tadi bertanya tentang pekerjaannya dan aku hanya menjelaskan apa yang harusnya dia lakukan" Jawab Yunho
Mereka duduk disebuah sofa panjang dengan Jaejoong yang menyandarkan kepalanya pada bahu Yunho. Cukup lelah juga dia...
" Hyung, aku ingin cepat sembuh dan bertanding seperti Changmin" Ucap Jaejoong
" Hum? Kau masih dalam masa pemulihan bukan?"
" Dokter bilang kalau keadaanku membaik, dia akan melepas perban ini dan tidak lama lagi aku bisa berjalan seperti biasa"
" Tapi kau belum bisa bertanding Jaejoong ah"
" Aku harus sembuh cepat agar Changmin tidak kewalahan menghadapi musuh kami nanti"
" Ya, fokus saja pada pemulihanmu agar kau cepat bertanding" Ucap Yunho lembut
" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya " Hyung..."
" Ne?"
" Aku ingin makan es krim"
" Sekarang?"
" Apa hyung sudah tidak sibuk? Aku ingin"
" Sebentar, aku tanya Yoochun hyung dulu"
Yunho bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan, Jaejoong mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan penuh kekhawatiran dari sahabatnya di Jepang karena Jaejoong baru memberitahu tentang cidera yang dideritanya pada Yuu tadi pagi.
Drrrtttt...
Jaejoong tersenyum melihat sebuah panggilan masuk pada layar ponselnya, siapa lagi kalau bukan Yuu. Namja itu pasti sangat mengkhawatirkannya sampai menelepon.
" Moshi moshi?"Ucap Jaejoong
" Hey! Kenapa tidak membalas pesanku?"
" Aku tadi sedang bersama Yunho hyung"
" Oh? Bagus... Karena sudah bersama dengan dirinya kau melupakanku? Bagus sekali kau Jejung"
" Hey, jangan begitu Yuu..."
" Kalau senang tidak ingat padaku tapi sedang sedih datang padaku. ck... Sahabat macam apa kau"
" Yuu chan! Aku tidak seperti itu!" Ucap Jaejoong dengan nada sebalnya
" Jangan panggil aku seperti itu! Aku pria dan iya, kau seperti itu"
" Tidak"
" Ya, kau menyebalkan"
" Tidaaakkk~~~"
" Tidak usah merengek kau bocah menyebalkan"
" Aku tidak menyebalkan"
Selagi Jaejong sibuk dengan percakapannya, Yunho masuk kedalam ruangan dan dia melihat Jaejoong berteleponan dengan seseroang yang tidak dia tahu menggunakan bahasa Jepang. Sedikitnya dia mengerti bahasa itu karena sang appa mengajarkannya, Yunho duduk dikursi kerjanya dan memperhatikan bagaimana Jaejoong berbicara dengan lawannya diseberang sana. Sedikit tergelitik saat Jaejoong memakai bahasa aegyo pada sang lawan bicara, dia tidak tahu siapa yang menelepon dan ingin Jaejoong memutuskan panggilan telepon itu secepatnya.
" Iya, aku juga merindukanmu Yuu. Mainlah kemari" Ucap Jaejoong
" Kenapa harus aku? Kau saja"
" Aku sangat sibuk hingga tidak bisa ke sana"
" Baka Jejung"
" Aku tidak bodoh. Ya sudah, bye Yuu idiot"
PIK
Jaejoong memandangi layar ponselnya, cukup lega juga bisa bercerita pada sang sahabat walaupun tidak lama. Ugh... Dia jadi merindukan Yuu...
" Kau berteleponan dengan siapa?"
" OMO!"
Jaejoong melempar ponselnya karena kaget,untung saja ponsel malang itu mendarat disampingnya. Tepat di atas sofa.
" Hy-hyung! Kau mengagetkanku!" Jaejoong mengelus dadanya pelan kemudian mengambil ponsel yang tadi dia lempar
" Siapa yang meleponmu?" Tanya Yunho sekali lagi
" Eung? Yuu-chan" Jawab Jaejoong dengan senang
" Yeoja?" Yunho mengerutkan keningnya, tadi dia mendengar suara namja bukan yeoja
" Namja"
" Kau memanggilnya dengan chan?"
" Wae? Aku memang memanggilnya seperti itu jika sedang sebal padanya" Ucap Jaejoong kemudian mempoutkan bibirnya
" Aneh" Ucap Yunho datar
" Hehehehehe... Kira – kira liburan semester nanti aku bisa pulang ke Jepang tidak ya? Aku ingin membuat kejutan untuk Yuu"
" Kau... Sangat perhatian padanya"
" Tentu, dia kan sahabatku"
" Oh..."
" Jadi, apa hyung bisa pergi?"
" Oh, ayo. Yoochun hyung bilang dia akan menangani pertemuanku hari ini"
" Yaaayyyy!"
Jaejoong terpekik bahagia, Yunho yang melihatnya ikut tersenyum. Dia senang melihat senyuman diwajah Jaejoong karena dirinya.
.
.
.
.
.
" Keadaanmu sudah baik hanya harus istrahat akhir pekan ini dan kau sudah bisa berjalan seperti biasa" Ucap sang dokter setelah memeriksa keadaan kaki Jaejoong
" Akhir pekan ini?" Jaejoong mengerutkan keningnya
" Ya, kenapa?"
" Akhir pekan ini aku dan Yunho hyung akan pergi menonton"
Sang dokter beralih untuk menatap Yunho setalah Jaejoong berbicara dan mempoutkan bibirnya.
" Tidak apa – apa, kami akan menonton di rumah Jaejoong saja"
" YA! Tapi hyung~~"
" Kau bilang kau ingin ikut bertanding?" Ucap Yunho dengan suara datar, matanya menatap tajam Jaejoong
" Tapi..."
" Kalau kau ingin bertanding maka kau harus istirahat, aku akan ke rumahmu saja akhir pekan ini. Oke?"
" Hyuuunngg~~~"
" Tidak ada rengekan, orangtuamu pasti juga setuju denganku. Lalu dokter, apa Jaejoong masih harus memakai perban?"
" Tidak, seperti yang kau lihat. Jaejoong sudah tidak memakai perbannya kembali. Perkembangannya sangat bagus dan aku harap Jaejoong tidak banyak bergerak seminggu ini"
" Baiklah, aku akan beritahukan hal ini pada orangtua Jaejoong"
" Nah Jaejoong, istirahatlah yang cukup. Minum obatmu dan tidur"
" Ne" Jawab Jaejoong
Akhirnya setelah dari dokter mereka memutuskan untuk makan malam bersama, malam ini Jaejoong merindukan ramen Jepang sehingga mereka pergi ke restoran Jepang dan memakan ramen dalam porsi jumbo.
" Enaaakkk~~"
Yunho hanya tersenyum kemudian melanjutkan makannya namun Jaejoong yang melihat setitik noda di pinggir bibir hati Yunho memajukan ibu jarinya dan mengusapnya pelan.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya Yunho
" Hanya membersihkan noda" Ucap Jaejoong kemudian dia menjilat ibu jarinya
" Ke-kenapa kau menjilatnya?" Jawab Yunho dengan gugup
" Kenapa? Memang tidak boleh?" Jawab Jaejoong acuh kemudian kembali memakan ramen yang ada di depannya
Bukannya tidak boleh, hanya saja debaran jantung Yunho benar – benar cepat dan membuatnya tidak bisa berpikir. Ugh... Kenapa dia merasa wajahnya panas saat Jaejoong melakukan hal tadi?
" Tidak makan lagi hyung? Kenyang?"
" Eh? Tidak"
Mereka pun memakan makan malam kembali dan setelahnya Yunho mengantarkan Jaejoong ke rumahnya. Sebagai ucapan terima kasih, Jaejoong mengecup bibir Yunho di depan kedua orangtuanya hingga membuat Yunho merasa malu dan wajahnya berubah menjadi merah padam.
.
.
.
.
" Tidak pulang Jae?" Tanya Junsu
" Sedang malas... Aku melihat kalian latihan saja" Jawab Jaejoong
" Arasseo, aku latihan dulu ya"
" Hwaiting Suie"
" Hum" Ucap Junsu kemudian tersenyum tipis
" Aigo... Kalau Suie seme mungkin aku sudah jatuh hati pada Suie" Gumam Jaejoong dan Junsu hanya menggelengkan kepalanya
Junsu berlari meninggalkan Jaejoong yang duduk dikursi penonton menuju teman – teman klubnya. Jaejoong memperhatikan saja bagaimana teman – temannya itu sedang berusaha mengalahkan Changmin yang tenaganya sangat besar.
" Ck... Mana bisa kalian mengalahkan Changmin?"
" Kenapa bicara sendiri hyung?"
Jaejoong menoleh, Kyuhyun sudah duduk disampingnya.
" Ani, hanya saja apa mereka gila? Melawan Changmin?"
" Itu karena Seungri sunbae tidak ada hari ini. Biasanya hanya para sunbae yang menjadi lawan Changmin" Jawab Kyuhyun
" Oh... Begitu... Hmmm Kyu" Panggil Jaejoong, matanya lekat menatap Kyuhyun yang sedang memperhatikan sang kekasih
" Ya?"
" Boleh aku bertanya?"
" Apa?"
" Bagaimana gaya pacaranmu dengan Changmin?"
" Eh? Maksud hyung?" Kyuhyun mengerutkan keningnya, menatap Jaejoong dengan bingung"
" Yah... Bagaimana jika kau sedang berduaan dengannya, aku butuh referensi karena minggu ini aku dan Yunho hyung tidak jadi nonton karena dokter menyuruhku untuk beristirahat. Sebagai gantinya Yunho hyung akan ke rumah dan nonton bersama" Jelas Jaejoong
" Kenapa bertanya padaku?"
" Kau kan lebih berpengalaman dibanding aku" Jaejoong mempoutkan bibirnya
" Hmmm... Biasa saja hyung. Changmin kan orangnya terlalu terbuka, jika sedang ingin bermesraan dia selalu menempel padaku kapanpun dia mau"
" Ne?"
" Di kelas tidak mau jauh – jauh, ke kantin bergandengan tangan, mengantarku pulang kadang kalau tidak mau pulang dia menginap"
" Boleh?"
" Sebenarnya aku tidak suka tapi dia akan merengek sampai keinginannya terlaksana"
" Ne?"
Jaejoong menatap Changmin yang sedang menangkis pukulan lawannya, tidak bisa dia bayangkan bagaimana seorang Changmin merengek? Benarkah?
" Ya, dia akan berubah menjadi manja jika sedang ingin hyung" Ucap Kyuhyun
" Oh begitu... Lalu... Apa kalian pernah menghabiskan waktu bersama di rumah Changmin atau di rumahmu untuk menonton?"
" Sering, aku lebih senang berada di rumah dan kami lebih banyak menonton di rumahku"
" Oh begitu..."
" Tapi aku beri satu rahasia ya hyung" Bisik Kyuhyun
" Ne?" Jaejoong merapatkan duduknya dan menatap serius pada Kyuhyun
" Dia itu kalau kami menonton selalu duduk di belakangku dan memelukku dari belakang, atau bahkan dia menyuruhku duduk dipangkuannya"
" YEE?!" Pekik Jaejoong kaget
" Aish, pelan - pelan hyung"
" La-lalu?"
" Ya begitu, dia senang sekali mencium tengkukku dan mengusap rambutku"
" Ugh... Aku iri" Jaejoong mempoutkan bibirnya, dia membayangkan hal itu dalam otaknya
" Kau kan bisa melakukannya dengan Yunho hyung nanti, bagaimana?" Kyuhyun menaikkan salah satu alisnya
" Eh, kau benar" Jaejoong tersenyum lebar " Terima kasih Kyu, ah~~ Jadi tidak sabar. Tapi kau tidak merasa malu menceritakan hal seperti ini padaku?"
" Kenapa harus malu? Kau kan minta saran dan aku hanya memberikan saran karena aku pernah mengalami hal itu"
" Ng... Kyu..."
" Ya?"
" Ka-kalau..."
BLUSH
Jaejoong merona sebelum pertanyaannya terlontar, Kyuhyun bingung dan menahan tawanya saat melihat wajah merona Jajeoong, menggemaskan pikirnya.
" Apa hyung? Tanyakan saja" Ucap Kyuhyun
" Kau dan Changmin.. Itu... Pernah itu tidak?"
" Itu apa?"
" Ayolaahhhh Kyuuuu~~ Kau pasti tahu"
Butuh lima belas detik bagi Kyuhyun mengerti bahasa tubuh Jaejoong, setelah mengerti dia terkekeh dan mendapatkan tatapan maut nan menggemaskan dari Jaejoong.
" Itu rahasia" Jawab Kyuhyun
" Ugh... Menyebalkan" Jaejoong menatap sebal Kyuhyun
" Kyuu~"
Changmin berlari mendekat kearah Jaejoong dan Kyuhyun, dia berdiri di depan kekasihnya dan meminta minum. Setelahnya Changmin menatap Kyuhyun dan tangannya menunjuk sesuatu pada tulang selangkanya.
" Luka" Ucap Changmin
Tanpa kata Kyuhyun membuka kotak P3K disampingnya dan mengambil alkohol dan sebuah plester. Dengan pelan dia mengusap luka itu dengan alkohol dan meniupnya, setelahnya dia menempelkan sebuah plester pada di atas luka itu.
" Gomawo"
" Hum"
CUP
Sebuah kecupan diberikan Changmin pada bibir Kyuhyun membuat Jaejoong menatapnya tidak percaya.
" YA! Mesum!" Itu adalah suara Jaejoong
" Hehehehe" Changmin tertawa kemudian berlari ke tengah lapangan kembali
" Dia sering sekali seperti itu ya?" Tanya Jaejoong
" Iya dan soal pertanyaan hyung tadi... Tanya Suie hyung sana, siapa tahu dia pernah"
" Ne? Dengan mantan kekasihnya?"
" Iya"
" Namja menyebalkan yang kau ceritakan?"
" Bukan, yeoja yang pernah dia jadikan pacar"
" NE?!"
Jaejoong mengangakan mulutnya, dia menatap Junsu yang tengah berlatih dengan pandangan tidak percaya. Junsu itu pernah pacaran dengan namja dan juga yeoja? Whoaaa~~
.
.
.
.
Akhirnya hari sabtu tiba, orangtua Jaejoong pergi karena ada urusan entah kemana. Jadi siang ini Jaejoong sudah duduk manis menunggu sang tunangan datang. Jaejoong melirik jam dinding di ruang tamunya. Pukul dua siang.
Kemarin Yunho memberikan pesan bahwa dia akan datang pukul satu siang tapi ini sudah satu jam dan dia tidak mendapatkan kabar apapun dari Yunho. Akhirnya Jaejoong mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Yunho tapi nomornya tidak aktif.
" Cupu menyebalkan!" Pekik Jaejoong
Dia mengotak – atik daftar kontak yang ada di ponselnya dan pilihannya jatuh pada nama Changmin. Dia pun menghubungi nomor itu.
" Yeobosseo?"
" Eh?"
Bukannya mendengar suara Changmin, Jaejoong malah mendengar suara Kyuhyun. Dia menjauhkan ponselnya dan melihat id yang tertera di layar, benar kok Changmin.
" Kenapa hyung?"
Jaejoong kembali mendekatkan ponsel tersebut pada telinganya.
" Kyu?" Tanya Jaejoong
" Iya, aku sedang menemani Changmin tidur di rumahnya. Kenapa?"
" Ne? Itu... Apa ada Yunho hyung disana?"
" Lho? Tadi dia berangkat pukul sebelas siang hyung"
" Eh? Tapi dia belum sampai, ponselnya juga tidak aktif"
" Tadi dia izin ke rumahmu hyung"
" Kemana ya dia?"
" Jangan panik hyung, mungkin mobilnya mogok dan baterai ponselnya habis"
" Iya, ya sudah aku tunggu saja"
PIK
Jaejoong mematikan sambungan ponselnya, dia kemudian menghela nafasnya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa. Dia memejamkan matanya, mencoba berpikir kemana perginya Yunho. Dia sangat khawatir karena Yunho tidak memberikan kabar, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?
Jaejoong memikirkan Yunho terus menerus, menunggu Yunho sampai dia merasa mengantuk dan tertidur di sofa dan dia terbangun saat mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Sebelum berjalan menuju pintu rumahnya, dia melirik jam dinding. Pukul lima sore.
Jaejoong mengutuk dirinya yang sedikitnya masih mengharapkan kedatangan Yunho. Ugh... Namja itu benar – benar mengesalkan!
CEKLEK
" Jae..."
" Hyung?"
Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali, di depannya sang hyung cupu berdiri dengan wajah bingung. Jaejoong pun tidak kalah bingung tapi karena dia masih kesal, dia memasang wajah datar.
" Kenapa?" Tanya Jaejoong
" Maaf aku terlambat"
" Apa alasan hyung sampai terlambat lima jam?" Tanya Jaejoong, dia menekankan kata lima jam
" Tiba - tiba aku ada urusan penting" Jawab Yunho
" Urusan penting apa sampai hyung tidak mengabariku? Tidak tahu dari tadi aku mengkhawatirkan hyung?"
" Baterai ponselku habis" Jawab Yunho singkat
Jaejoong menghela nafasnya kesal, dia kemudian membalikkan tubuhnya dan tangannya bersedekap didada.
" Terserah" Ucap Jaejoong kemudian berjalan masuk kedalam rumahnya
Inginnya Jaejoong sih... Si hyung cupu ehem... Maksudnya si Yunho ikut masuk dan meminta maaf, membuatnya tidak merajuk lagi. Tapi itu kan hanya terjadi di ff sebelah yang Yunhonya tidak cupu bin mesum. Jadi... Yang Cho lakukan adalah... Membuat Yunho masuk kedalam rumah Jaejoong dan mengikuti Jaejoong tanpa ada kata – kata.
Jaejoong duduk di sofa sembari mengerucutkan bibirnya sebal, Yunho bingung juga harus bagaimana jadi dia putuskan untuk duduk disamping Jaejoong dan menaruh plastik belanjaan yang dia bawa.
" Maaf" Ucap Yunho
" Hum" Jawab Jaejoong dengan datar
" Jadi nonton?"
" Terserah"
Yunho bisa melihat beberapa kotak kaset dvd di atas meja depan sofa dan itu membuatnya makin merasa bersalah. Jaejoong sudah menyiapkan semuanya seorang diri dan dia malah melakukan hal bodoh.
Yunho mengambil satu buah kotak kaset itu dan keningnya tentu saja bersatu melihat gambar dan judul film itu. Beauty and the beast? Yunho melihat film yang lain, Cinderella? Snow White? Sleeping beauty? Mermaid?
Dan semua itu bersi kartun bukan manusia, astaga... Jaejoong itu usianya berapa masih menonton film seperti ini?
" Mau nonton film apa?"
" Terserah" Jawab Jaejoong dengan jutek
Yunho menghela nafas, salah dia juga terlmbat sampai lima jam. Hupfh... Akhirnya Yunho mengambil sebuah kaset dan menyalakannya.
Awalnya Jaejoong tidak menikmati film kesukaannya itu, jujur saja... Sudah berkali – kali dia menonton film kartun itu tapi rasanya seperti pertama kali menontonnya. Snow white...
Yunho akhirnya terlarut dalam film kartun itu, ternyata tidak buruk juga menonton film itu. Yunho suka. Dia mulai rileks dan menikmati apa yang disuguhkan pada kartun itu.
" Hyung..." Panggil Jaejoong, suaranya sudah melembut
" Ne?"
" Tolong jangan buat aku khawatir, aku berpikiran macam – macam karena hyung tidak memberikan kabar tadi" Jaejoong menoleh ke arah Yunho yang ternyata tengah menatapnya
" Maaf, ini salahku"
" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya
Akhirnya dia mendekatkan dirinya pada Yunho, menggeser duduknya hingga berdampingan dengan Yunho dan menarik dagu Yunho untuk mendekatkan kedua wajah mereka dan Jaejoong mengambil kesempatan itu untuk mencium Yunho tepat dibibir. Hanya menempel.
Tidak ada pergerakan dari Yunho membuat Jaejoong mengira Yunho menerima ciumannya hingga dia akhirnya menghisap pelan bibir bawah Yunho. Perlahan... Dan tidak lama dia melepaskan ciumannya itu.
" Jangan buat aku khawatir lagi ne?" Ucap Jaejoong, tangannya membenarkan kacamata Yunho yang tadi sempat merosot
" H-hum" Yunho mengangguk gugup
Jaejoong tersenyum, kemudian mereka menonton film kembali dan Jaejoong ingat apa yang dikatakan oleh Kyuhyun. Duduk di depan Yunho? Atau dipangkuannya saja?
Jaejoong kembali menoleh, dia bisa melihat Yunho tengah fokus pada film yang sedang mereka tonton. Jaejoong tersenyum jahil, dia melirik sebuah plastik yang ada disamping sofa.
" Itu apa hyung?" Tanya Jaejoong menunjuk plastik tersebut
" Oh, tadi aku beli camilan dan susu kotak untukmu" Jawab Yunho
" Jinjja?"
Jaejoong segera duduk di lantai dan mengambil plastik tersebut, melihat isinya dan mengambil beberapa camilan dari dalam plastik itu. Karena posisi plastik itu di dekat kaki Yunho, jadi Jaejoong memutuskan untuk duduk disana dan menarik Yunho untuk duduk di bawah, di belakangnya.
Yunho yang bingung menurut saja sampai dia merasa kaget saat Jaejoong menyandarkan punggungnya pada tubuhnya.
" Oh ya, mana ponsel hyung? Aku akan mengisi baterainya" Ucap Jaejoong
" Ini"
Yunho menyerahkan ponselnya pada Jaejoong dan Jaejoong berdiri sejenak untuk mengisi baterai yang ternyata benar habis itu. Setelahnya dia kembali dengan sebuah seringaian di wajahnya. Duduk di depan Yunho dan menyandarkan punggungnya pada dada Yunho.
Jaejoong juga memangku sekantong keripik kentang dan memakannya bersama Yunho, dia menyuapi Yunho dan juga memakan keripik itu untuk dirinya sendiri. Ternyata hal seperti ini sangat menyenangkan dan Jaejoong sepertinya harus menyiapkan satu hari disetiap minggunya agar mendapatkan sebuah kehangatan dari Yunho (dasar ganjen ==").
" Hiks... Ya ampun... Ariel... Kenapa kau berubah menjadi buih eoh? Kenapa kau berkorban seperti itu?"
Jaejoong terisak saat melihat kartun yang ditontonnya berakhir sedih, hey ini sudah kelima kalinya kau menonton film itu kenapa masih menangis eoh?
" Hyungie... Lihat... Sedih bukan?" Lirih Jaejoong, tangannya menyentuh lengan Yunho yang melingkar dipinggangnya
" ….."
" Eung?"
Jaejoong menolehkan kepalanya kebelakang karena tidak mendapatkan jawaban dari Yunho dan dia kaget melihat Yunho bersandar pada sofa dengan mata tertutup. Jaejoong kemudian tersenyum, perlahan dia bangkit dari duduknya karena tidak mau membangunkan Yunho yang terlihat sangat kelelahan.
Kemudian Jaejoong memperhatikan Yunho dengan teliti sampai dia akhirnya menarik pelan kacamata Yunho dan menaruhnya di meja.
" Tampan..." Gumam Jaejoong " Aku ambil selimut saja biar dia tidak kedinginan, sebentar ya hyung"
Jaejoong berjalan ke arah kamarnya, mengambil sebuah selimut dan bantal kemudian berjalan keluar. Dia menyelimuti Yunho dan manruh sebuah bantal bagian belakang kepala Yunho .
" Selamat tidur hyungie..."
CUP
Jaejoong memberikan sebuah kecupan pada kening Yunho kemudian kembali berdiri. Dia berjalan ke arah ponsel Yunho yang sedang diisi baterainya dan menyalakannya. Tidak apa – apakan kalau dia ingin tahu isi ponsel tunangannya?
Jaejoong menyalakan ponsel Yunho, butuh beberapa detik sampai ponsel ini hidup dan perlahan semua pemberitahuan masuk. Jaejoong bisa melihat namanya muncul sebagai id yang mengirimkan pesan pada Yunho.
" Apa – apaan namaku itu? Kim Jaejoong? Huh? Aku ganti saja"
Jaejoong membuka kunci punsel Yunho yang ternyata hanya tinggal menggeser jarinya saja di atas ponsel. Sungguh, Yunho bukan orang yang ribet untuk urusan kunci mengunci. Jaejoong membuka kontak ponsel Yunho dan mengganti namanya menjadi 'Kim BooJaejoongie 3'. Eaaa~~~
Jaejoong kemudian beralih ke galeri ponsel Yunho yang ternyata tidak banyak isinya, hanya foto beberapa tempat yang Jaejoong kira pernah didatangi Yunho dan beberapa dokumen entah apa itu. Ada foto Yoochun, Changmin dan Kyuhyun juga orangtua mereka.
" Fotonya benar – benar sedikit, Yunie benar – benar tidak suka berfoto ria ya? Kalau galeri Joongie sudah pasti penuh semua dengan foto Joongie"
Jaejoong bergumam sembari terus memeriksa galeri Yunho sampai tangannya berhenti dipaling akhir galeri itu, Jaejoong terdiam dan membeku. Satu foto yang membuatnya merasakan sakit didadanya, sangat sakit.
Itu adalah foto Yunho dengan seorang yeoja dengan rambut panjang, mereka berdua tertawa senang bersama dan mereka berada di sebuah tempat yang Jaejoong tahu adalah Namsan Tower. Terlihat sekali Yunho lebih muda disana, berarti foto itu diambil saat mereka masih berpacaran.
Pikiran Jaejoong berkenala entah kemana, dalam otaknya dia berpikiran bahwa Yunho belum benar – benar bisa melupakan sosok yang telah menjadi mantan kekasihnya itu. Seo Ye Ji. Jaejoong menoleh ke arah Yunho yang masih tertidur dengan pulas.
" Kenapa masih menyimpan fotonya Yunie ah? Apa kau belum bisa melupakannya?"
Aish...
Kenapa mata Jaejoong jadi berkaca – kaca sekarang? Memikirkan bahwa Yunho mencintai orang lain membuatnya sesak. Bahkan selama sepuluh tahun ini hanya ada Yunho dalam hatinya. Tidak ada yang lain, tapi... Nyatanya Yunho hanya menganggapnya adik...
Drrrttt...
TING!
Sebuah getaran dan nada dering sederhana yang datang dari ponsel yang sedang Jaejoong pegang itu membuat sang namja cantik kaget. Dia menatap ponsel Yunho, ada sebuah pesan masuk. 'Ye Ji sshi' itulah yang tertulis dilayar itu.
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, menimbang – nimbang apakah dia harus membuka pesan itu atau tidak? Bukankah tidak sopan membuka pesan diponsel orang lain walaupun Yunho adalah tunangannya? Tapi dia ingin tahu kenapa Ye Ji mengirim pesan pada Yunho.
Akhirnya, dengan jari bergetar Jaejoong menyentuh ponsel Yunho dan membuka pesan itu. Dan memang, penyesalan selalu datang terlambat. Dia menyesal sudah membuka pesan itu, bahkan hanya membacanya saja dia sudah mengeluarkan air mata sekarang.
'From : Ye Ji sshi
Terima kasih sudah menemaniku hari ini Yun, aku harap kita bisa seperti ini lagi lain waktu'
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Kau datang dan pergi Oh begitu saja~~
Cho banget yaaa... kkkkkk
Annyeong!
.
Special Thanks :
.
Yong1237 (kemana - mana...), ShimJeon 96 (ini uda di lanjut), ismi mimi (hayooo~ gmn si yeji... hwaiting!), BabyByunie (annyeong, salam kenal juga. tsundere dy... wkwkwkwk), haenim (sipo~), Jejae (iya, usahanya masih jaaauuuuhh oom bebek belom ktm pasangannya), anisa16 (gimana yaaa~), jejukocherys20 (gmn!? Makin meragukan kan si yunpa disini hahahaha amiiiinnn), YuRhachan (hmmm... blm ngeluarin jurus si Jaemma), ichimita1 (masih panjaaaannnggg~), misschokyulate2 (sip, sama" lah), akiramia44 (berulah? Hmmm~), elite minority. 1111 (ciyeee~ ngaku sider ciyeee~ kkkk.. Cho pasti selalu semangat nulis ff yunjae kok, apa lg Rate M #ups), Lisa (iya, maki aja dy kkk), ryouta suke (iya, yunpa versi nerd di smw ff Cho emang lembek, aigo~ Yunho macho cooming soon yak! Kalo rape Yunpa mah Jaemma jagonya #ups sans ae sama Cho mah, elah bahasanya...),
Yunjae heart (konflik mulai masuk eonn, kemungkinan chap" dpn isi konflik #bukarahasia, seperti biasa eonn ff Cho mah pasti gitu... lama beud eonn), Dewi YJKTS (hmmm, masih ada chap" dpn), Park Rinhyun-Uchiha (tapi masih ada pengganggu, otte?), yue. Kts. Yjs. Forever (panggilin dong pawangnya! Eaaa~), LittleOoh (sipoo~), Avanrio11 (iya dong, tapi perjuangan masih panjang nih), 909596 (hmmm.. tapi masih panjang perjuangan Jaemma, welcome! Hehehe), ruixi1 (iya dong, mama mertua mah eomang gt), TyaWuryWK (eaaa~ jangan aniyaya yunpa ne?),
Uknowme2309 (ini udh d update in oke oke oke?), kimRyan2124 (agresif? Jaemma gitu lho~ hahahay), danatebh (ini ud mulai dramanya kkkk~), MyBooLoveBear (blm an, masih Rate T kan...), MyJisung (wkwkwkwkw, iya lah, jual mahal dy), GaemGyu92 (belom, galauan dulu mereka), bijin YJS (iyaaaa), ILoveDdeokbokkie (neee~),
.
Buat yang udah follow, fav, para Guest dan SiDer
.
Maacih yaaa #bow
.
Jaemma Hapee b-day yaaa, maaf keun kelakuan menantumu yang durhaka karena baru ucapin sekarang haahahay,
Iya...
Buat yang nunggu Friend, abis ff ini di update. Tunggu ya? Soalnya masih nyari momen yang ngena di hati. Sama ff Changkyu, ada yang minta ga? Cho bikin di dlm ff hurt nanti, angst! Kkkkk~ jahat beud ya si Cho!
.
.
Jjaaaaaaaa...
See u next chap?
Chuuuu~
.
.
.
.
.
Kamis, 2 Februari 2017
