My Busy Yunie
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)
Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi, Angst
Typos, membosankan, alur suka - suka
Rate : T
Enjoy it ^o^
.
.
.
.
.
Jaejoong menolehkan kepalanya kebelakang karena tidak mendapatkan jawaban dari Yunho dan dia kaget melihat Yunho bersandar pada sofa dengan mata tertutup. Jaejoong kemudian tersenyum, perlahan dia bangkit dari duduknya karena tidak mau membangunkan Yunho yang terlihat sangat kelelahan.
Kemudian Jaejoong memperhatikan Yunho dengan teliti sampai dia akhirnya menarik pelan kacamata Yunho dan menaruhnya di meja.
" Tampan..." Gumam Jaejoong " Aku ambil selimut saja biar dia tidak kedinginan, sebentar ya hyung"
Jaejoong berjalan ke arah kamarnya, mengambil sebuah selimut dan bantal kemudian berjalan keluar. Dia menyelimuti Yunho dan manruh sebuah bantal bagian belakang kepala Yunho .
" Selamat tidur hyungie..."
CUP
Jaejoong memberikan sebuah kecupan pada kening Yunho kemudian kembali berdiri. Dia berjalan ke arah ponsel Yunho yang sedang diisi baterainya dan menyalakannya. Tidak apa – apakan kalau dia ingin tahu isi ponsel tunangannya?
Jaejoong menyalakan ponsel Yunho, butuh beberapa detik sampai ponsel ini hidup dan perlahan semua pemberitahuan masuk. Jaejoong bisa melihat namanya muncul sebagai id yang mengirimkan pesan pada Yunho.
" Apa – apaan namaku itu? Kim Jaejoong? Huh? Aku ganti saja"
Jaejoong membuka kunci punsel Yunho yang ternyata hanya tinggal menggeser jarinya saja di atas ponsel. Sungguh, Yunho bukan orang yang ribet untuk urusan kunci mengunci. Jaejoong membuka kontak ponsel Yunho dan mengganti namanya menjadi 'Kim BooJaejoongie'. Eaaa~~~
Jaejoong kemudian beralih ke galeri ponsel Yunho yang ternyata tidak banyak isinya, hanya foto beberapa tempat yang Jaejoong kira pernah didatangi Yunho dan beberapa dokumen entah apa itu. Ada foto Yoochun, Changmin dan Kyuhyun juga orangtua mereka.
" Fotonya benar – benar sedikit, Yunie benar – benar tidak suka berfoto ria ya? Kalau galeri Joongie sudah pasti penuh semua dengan foto Joongie"
Jaejoong bergumam sembari terus memeriksa galeri Yunho sampai tangannya berhenti dipaling akhir galeri itu, Jaejoong terdiam dan membeku. Satu foto yang membuatnya merasakan sakit didadanya, sangat sakit.
Itu adalah foto Yunho dengan seorang yeoja dengan rambut panjang, mereka berdua tertawa senang bersama dan mereka berada di sebuah tempat yang Jaejoong tahu adalah Namsan Tower. Terlihat sekali Yunho lebih muda disana, berarti foto itu diambil saat mereka masih berpacaran.
Pikiran Jaejoong berkenala entah kemana, dalam otaknya dia berpikiran bahwa Yunho belum benar – benar bisa melupakan sosok yang telah menjadi mantan kekasihnya itu. Seo Ye Ji. Jaejoong menoleh ke arah Yunho yang masih tertidur dengan pulas.
" Kenapa masih menyimpan fotonya Yunie ah? Apa kau belum bisa melupakannya?"
Aish...
Kenapa mata Jaejoong jadi berkaca – kaca sekarang? Memikirkan bahwa Yunho mencintai orang lain membuatnya sesak. Bahkan selama sepuluh tahun ini hanya ada Yunho dalam hatinya. Tidak ada yang lain, tapi... Nyatanya Yunho hanya menganggapnya adik...
Drrrttt...
TING!
Sebuah getaran dan nada dering sederhana yang datang dari ponsel yang sedang Jaejoong pegang itu membuat sang namja cantik kaget. Dia menatap ponsel Yunho, ada sebuah pesan masuk. 'Ye Ji sshi' itulah yang tertulis dilayar itu.
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, menimbang – nimbang apakah dia harus membuka pesan itu atau tidak? Bukankah tidak sopan membuka pesan diponsel orang lain walaupun Yunho adalah tunangannya? Tapi dia ingin tahu kenapa Ye Ji mengirim pesan pada Yunho.
Akhirnya, dengan jari bergetar Jaejoong menyentuh ponsel Yunho dan membuka pesan itu. Dan memang, penyesalan selalu datang terlambat. Dia menyesal sudah membuka pesan itu, bahkan hanya membacanya saja dia sudah mengeluarkan air mata sekarang.
'From : Ye Ji sshi
Terima kasih sudah menemaniku hari ini Yun, aku harap kita bisa seperti ini lagi lain waktu'
.
.
.
.
.
~ Chapter 6 ~
.
.
.
.
.
" Nghh..."
Namja bermata musang itu membuka matanya, dia membiasakan matanya sebelum berpikir ada dimana dia sekarang. Dia ingat tadi sedang menonton bersama Jaejoong, ah ya... Dia sedang berada di rumah Jaejoong. Lalu dimana Jaejoong?
Kenapa dia terbaring di karpet bulu dengan sebuah selimut membalut tubuhnya, Jaejoong pasti yang melakukannya bukan? Yunho meraba samping kanan dan kirinya untuk menemukan kacamata tebalnya dan dia menemukannya.
Memakainya dan duduk, ruang tempat mereka menonton dalam keadaan sepi. Kemana perginya Jaejoong?
" Eoh? Hyung sudah bangun?"
Suara itu membuat Yunho menoleh ke sumber suara, Jaejoong berdiri diujung ruangannya dengan apron membalut tubuh bagian depannya.
" Aku tertidur?"
" Ya, hyung tidur tidak lama kita menonton" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum
" Ah begitu rupanya, maaf"
" Hum" Jaejoong mengangguk " Lebih baik hyung cuci muka dan sikat gigi dikamar mandi, aku sudah menyiapkan sikat gigi untuk hyung dan segera ke ruang makan, aku sudah memasak makan malam untuk kita"
Yunho hanya mengangguk sembari mencerna apa yang Jaejoong katakan barusan, memasak? Jaejoong bisa memasak sekarang?
Yunho keluar dari kamar mandi sepuluh menit kemudian, dia berjalan kearah tadi Jaejoong menunjuk dan melihat Jaejoong duduk dengan memanggu wajahnya menggunakan kedua tangannya dan mengembangkan senyumnya.
" Sudah selesai hyung?"
" Ya"
" Duduklah"
Yunho berjalan ke kursi yang berhadapan dengan Jaejoong sedangkan Jaejoong berdiri untuk mengambilkan makan malam spesial untuk mereka. Yunho hanya memperhatikan gerakan cekatan Jaejoong.
Jaejoong kembali dengan membawa sebuah mangkuk berisikan sup yang Yunho tidak tahu apa nama makanan itu dan segelas jus berwarna merah.
" Sup tomat dan jus buah bit" Ucap Jaejoong saat melihat kerutan pada dahi Yunho
" Ah..." Yunho hanya mengangguk saja " Kau tidak makan?"
" Tadi sudah, hyung coba makanan yang aku buat. Jung eomma menyukai masakanku"
" Kau? Mamasak juga untuk eomma?"
" Ya, saat tidak ada kegiatan Jung eomma main kemari dan memintaku untuk memasak"
" Ah..."
Jaejoong duduk dengan santai di hadapan Yunho dan memberikan sebuah senyuman lembut yang entah kenapa membuat Yunho merasa bersalah pada Jaejoong. Yunho mengambil sendok yang ada disamping mangkuk dan menyendokkan sup itu dan memasukkannya kedalam mulut.
" Otte?" Tanya Jaejoong
Yunho menganggukkan kepalanya tapi saat dia akan memasukkan sup itu lagi kedalam mulutnya, dia merasa tenggorakannya terbakar.
" Jong...uhuk!"
" Wae hyung? Kenapa seperti itu?" Tanya Jaejoong dengan sedikit panik
" Pe- uhuk... Pedas!"
" Omo, aku lupa kalau hyung tidak kuat pedas! Minum hyung!" Jaejoong menyodorkan jus buah bit itu pada Yunho dan Yunho langsung menenggaknya sampai hampir setengah tapi...
" UHUK!"
Jaejoong terdiam setelah Yunho meminum hampir setengah dari jus dan terbatuk karenanya.
" Ap-ha ini? Uhuk!"
" Apa?"
Jaejoong mengambil gelas jus itu dan memperhatikan isinya.
" Omo? Sepertinya aku memasukkan bahan yang salah?"
" Air Joongie air!"
" Aduh, kulkas Joongie kosong, cola juga tidak ada! Lebih baik hyung cepat ke minimarket beli air! Kajja!"
" MWO?"
Jaejoong segera menarik Yunho dari duduknya menuju depan rumah sedangkan Yunho masih mencoba meredakan rasa pedasnya dan tidak bisa mencerna ucapan Jaejoong sama sekali.
" Joongie?"
Wajah Yunho memerah parah saat Jaejoong melepaskan genggaman tangannya diluar rumah Jaejoong.
" Cepat hyung! Nanti hyung kepedasan terus!"
" Tasku, uhuk..." Ucap Yunho masih terbatuk
" Ups... Lupa, sebentar!"
Jaejoong kembali masuk kedalam rumah untuk mengambil tas dan ponsel Yunho, usai menggenggam ponsel itu dengan erat dia memasukkan ponsel itu dengan kasar ke dalam tas. Dia berjalan santai ke depan rumah, saat di depan rumah dia bisa melihat Yunho mmejamkan matanya dengan erat seakan hal itu bisa meredakan rasa pedas dan panas ditenggorakannya.
" Hyung tangkap!"
Bukannya menangkat, tas itu malah jatuh tepat dibawah kaki Yunho.
" Maaf" Ucap Jaejoong kemudian tersenyum
Yunho hanya mengambilnya dan hendak masuk kedalam mobil tapi dia harus bicara dulu pada Jaejoong.
" Kau... Tidak bisa memasak bukan?" Tanya Yunho dengan susah payah, tangannya sudah memegang pintu mobil
" Uh? Bisa. Hmm... Hyung, kau tahu aku tidak suka orang yang berbohong. Dan itu hukuman untukmu karena sudah berbohong padaku"
BRAKK
Usai mengatakannya Jaejoong masuk kedalam rumah dengan menutup keras pintu rumahnya itu. Yunho terdiam, berbohong.
" Apa mungkin..." Yunho memegang erat tasnya sampai
KRRUUKKK~~~
" Astaga! Joongie kau masukan apa lagi kedalam makananku!" Pekik Yunho saat merasakan perutnya terasa sakit
" HAHAHAHAHAHAHA RASAKAN!"
" Aish!"
Yunho segera masuk kedalam mobil dan pergi untuk menemukan sebuah minimarket yang ada toilet di dalamnya mungkin? Sementara itu Jaejoong masih tertawa dibalik pintu.
" Hahahahaha, hyung pabbo! Rasakan! Hahahahaha..."
Tapi Jaejoong menghentikan tawanya dengan mata yang berkaca – kaca, bukan menangis karena tawanya tapi hatinya tiba – tiba merasa perih.
" Pabbo! Hiks..."
Jaejoong mengusap matanya kasar, sebenarnya Jaejoong juga tidak tega membuat sup pedas plus broklat itu pada Yunho. Apa lagi memberikan jus yang sebenarnya berisikan buah bit dicampur bubuk cabai dan bawang merah.
Tapi mengingat apa yang dilakukan Yunho hari ini membuat dirinya tega apalagi setelah membaca pesan dari mantan Yunho yang menurut Jaejoong merusuh dihubungan mereka.
Jaejoong masuk ke dalam kamar dan duduk dipinggir tempat tidurnya, dia menangis. Rasanya sakit sekali, kenapa Yunho harus berbohong padanya. Apa Yunho tidak tahu bagaimana perasaan Jaejoong saat ini?
" Namja pabbo! Huuuwweeee... Kenapa aku harus mencintai namja itu eoh! Hiks..."
.
.
.
.
.
.
.
.
Butuh waktu dua jam bagi Yunho untuk sampai ke rumahnya padahal jarak rumah Jaejoong dan Yunho tidaklah jauh. Tapi dia berhenti setiap melihat toilet umum, astaga...
CEKLEK
" Eomma... Aku pulang" Ucap Yunho dengan pelan, tubuhnya benar – benar lemas
" Kenapa hyung? Lemas begitu? Main berapa ronde memangnya?"
Itu suara yang keluar lancang dari mulut Changmin, Kyuhyun yang duduk di sampingnya memukul lengan sang kekasih. Yunho tidak ambil pusing duduk disamping eommanya yang bingung dengan keadaan Yunho.
" Kau berantakan sekali? Memang Jaejoong ganas ya?" Tanya Mrs. Jung
" Eomma... Ini semua perbuatan Jaejoong" Jawab Yunho
" Ne? Dia benar – benar liar ternyata" Gumam sang eomma
" Dia memberikanku sup tomat terpedas yang pernah aku makan dan jus buah itu benar – benar ugh... aku mual membayangkan rasanya"
" Eh? Apa maksudmu? Jaejoong itu pintar memasak, tidak mungkin memasak yang aneh – aneh untukmu" Ucap Mrs. Jung
" Buktinya aku harus berhenti dijalan untuk bolak – balik ke toilet umum" Jawab Yunho dengan lemas
" Ne?"
" Hyung kemana saja memang sampai membuat Jaejoong hyung menunggu lima jam?"
Ucapan Changmin membuat Mrs. Jung menatap Yunho meminta penjelasan begitu juga appanya yang sejak tadi diam memperhatikan mereka.
" Jangan bilang ada hubungannya dengan mantanmu itu hyung?" Ucap Changmin
"..."
Yunho yang terdiam itu membuat semua orang menatapnya, mereka tahu Yunho tidak akan mampu berbohong dan diam adalah kata lain Yunho untuk mengatakan 'ya'.
" Kau benar – benar hyung..." Ucap Changmin
" Aku bisa merasakan bagaimana sakitnya Jaejoong hyung" Gumam Kyuhyun
" Kau kemana dengan yeoja itu Yun? Katakan yang sebenarnya pada kami" Ucap Mrs. Jung
" Eomma..."
" Bukannya eomma sudah katakan kami semua tidak suka kau dekat dengan yeoja itu?"
" Eomma... Kalian salah paham. Aku tadi dalam perjalanan ke rumah Jaejoong saat melihat mobilnya mogok, aku memberinya tumpangan dan dia malah mengajakku untuk menemaninya"
" Kenapa tidak menolaknya?" Tanya Changmin
" …."
" Kau tidak bisa menolaknya karena hyung masih punya rasa untuknya bukan?" Sinis Changmin kemudian berdiri dari duduknya " Ayo Kyu aku antar kau pulang"
" Hum" Kyuhyun mengangguk dan menggenggam tangan Changmin, Kyuhyun berpamitan pada kedua orangtua Changmin
" Jangan sakiti Jaejoong hyung lebih jauh hyung, dia tulus padamu" Ucap Changmin kemudian pergi dari hadapan hyung dan kedua orangtuanya
" Jadi, kau masih menyimpan perasaan untuk yeoja yang sudah menyakitimu itu?" Lirih sang eomma dan suaranya membuat hati Yunho sakit " Kau memilih pergi bersamanya dan meninggalkan orang yang tulus mencintaimu selama sepuluh tahun ini? Eomma benar – benar tidak bisa berkata – kata lagi. Ayo yeobo"
Mrs. Jung mengajak sang suami pergi dari sana meninggalkan Yunho yang terdiam mencerna ucapan keluarganya barusan, masih menyimpan rasa untuk Ye Ji?
" Benarkah?"
KRUUKK~~~
Maaf Yunho, kau tidak bisa berpikir saat ini karena perutmu sangat terasa sakit bukan?
.
.
.
- SEMINGGU KEMUDIAN -
.
.
.
BRAAKKK
Jaejoong menjatuhkan lawan tandingnya dengan mudah, dia sudah mulai berlatih sejak dua hari yang lalu karena kakinya sudah sembuh. Dengan wajah memerah marah hari ini adalah latih tandingnya dan Jaejoong memenangkan beberapa pertandingan melawan teman satu klubnya.
Changmin menggelengkan kepalanya, Jaejoong benar – benar menyeramkan seminggu ini dan dia tahu kenapa Jaejoong seperti itu, Kyuhyun dan Junsu pun tahu tapi mereka tidak bisa berbuat banyak.
" Jae! Istirahat!"
Junsu berteriak dari pinggir lapangan dan Jaejoong hanya mengangguk saja, anggota klub lain hanya menatap takut pada Jaejoong yang manis namun beringas di pertandingan tadi.
Jaejoong duduk disamping Kyuhyun, namja berambut ikal itu langsung memberikan sebotol minuman dan handuk kecil untuk jaejoong mengusap peluhnya.
" Kau yakin bisa ikut pertandingan lusa?" Tanya Junsu
" Ya, aku sudah sembuh tidak perlu istirahat lagi" Jawab Jaejoong singkat
" Arasseo, istirahatlah dulu sebelum mulai tanding lagi"
" Ne"
Junsu dan Changmin meninggalkan Jaejoong bersama Kyuhyun. Sekarang adalah waktu bagi mereka berdua latih tanding bersama sang pelatih. Kyuhyun memperhatikan Jaejoong yang dalam mode beringas itu, benar – benar menakutkan.
" Hyung ah..." Panggil Kyuhyun
" Apa?"
" Kau sangat menyeramkan seminggu ini"
" Lalu?"
" Kau membuat mereka takut berlatih denganmu karena mereka pikir hyung akan mematahkan tulang mereka" Ucap Kyuhyun
Jaejoong akui seminggu ini dia kesal dan kecewa, namja yang berstatus tunangan atau calon tunangannya itu terlihat tidak bersalah dan tidak menghubunginya seminggu ini! Sungguh, Jaejoong benar – benar ingin mematahkan seluruh tulang namja itu.
" Jangan biarkan masalah pribadi kau bawa ke pertandingan hyung, hasilnya tidak akan bagus" Ucap Kyuhyun
" Hum"
Jaejoong mengangguk saja, matanya menatap Changmin yang sedang berlatih dengan seniornya yang bernama Seungri. Jaejoong tidak bertanya apapun tentang Yunho pada Changmin dan dia meminta Changmin untuk tidak memberitahukan apapun yang berhubungan dengan Yunho.
Dia ingin melihat bagaimana Yunho meminta maaf padanya tapi... Sampai seminggu ini namja itu tidak ada kabar dan membuat Jaejoong kesal setengah mati! Sampai akhirnya, mungkin Yunho tidak tahu apa kesalahannya dan memang namja itu belum bisa menerimanya sebagai tunangan.
Hah...
Jaejoong jadi sedih kan...
" Hyung, semangatlah" Ucap Kyuhyun
" Ne, terima kasih. Kau... Aku iri padamu Kyu"
" Kenapa?"
" Kau mendapatkan apa yang kau mau dari Changmin. Bahkan semua perhatian Changmin hanya tertuju padamu" Lirih Jaejoong
" Hyung... Sudahlah, jangan seperti itu. Jika dia memang bukan jodohmu, kau harus yakin bahwa nanti kau akan dapat yang jauh lebih baik"
" Jadi, menurutmu hubunganku dan Yunie tidak berjalan baik dan akan putus?" Jaejoong mengerucutkan bibirnya
" Tidak hyung, hanya berjaga – jaga saja"
" Ish, kau pikir mudah untuk menghapus perasaan yang sudah sepuluh tahun aku rasakan ini" Lirih Jaejoong dan tidak lama airmatanya mengalir
" Aigo... Ayo kita pergi. Jangan disini"
Kyuhyun dengan lembut membawa Jaejoong keluar dari ruang latihan menuju taman belakang sekolah mereka, Jaejoong tidak mencoba memberontak dan memilih mengikuti Kyuhyun karena dia rasa ini yang terbaik. Jaejoong mencoba menghentikan tangisnya namun gagal karena dia sudah menahan rasa sakitnya seminggu ini.
GREP
Kyuhyun memeluk Jaejoong erat dan mengelus punggungnya perlahan dengan penuh kasih sayang. Kyuhyun tidak tega mendengar suara tangis Jaejoong sampai namja itu sesenggukkan, astaga... Pasti berat untuk Jaejoong mengalami ini semua.
" Sudah hyung"
" Hiks... Kyu~~"
" Aish..."
Sepuluh menit berlalu dan Jaejoong sudah lebih tenang. Kyuhyun menghapus airmata Jaejoong dengan kedua ibu jarinya dan memberikan Jaejoong sebuah senyum yang lembut.
" Astaga... Jika kau seme lebih baik aku jatuh cinta padamu Kyu" Jaejoong kembali memeluk Kyuhyun
" Sayangnya aku sudah dimiliki Changmin dan aku bukan seme. Maaf mengecewakanmu"
" Ish! Terima kasih Kyu"
" Ne, ayo kembali ke ruang latihan. Psati Junsu hyung dan Changmin mencari kita berdua"
" Ne"
jaejoong menggandeng Kyuhyun menuju ruang latihan mereka saat masuk ke dalam ruang latihan Jaejoong malah terdiam karena kepala sekolah ada di dalam ruang latihan bersama seorang namja yang tadi dia tangisi tadi.
" Jaejoong kau darimana?" Tanya sang kepala sekolah
" Dari belakang bersama Kyuhyun" Jawab jaejoong setelah membungkukkan kepalanya dengan sopan pada kepala sekolah
" Yunho mencarimu, katanya dia ada urusan denganmu"
Jaejoong terdiam, dia melirik Changmin dan Junsu yang tersenyum menatapnya, dia melirik Kyuhyun yang juga menatapnya dengan lembut.
" Tapi saya tidak ada urusan dengannya kepala sekolah" Ucap Jaejoong dengan datar
Yunho membenarkan kacamata tebalnya dan menatap Jaejoong dengan datar juga.
" Kita bicara sekarang Jae" Ucap Yunho
" Tidak mau"
" Jaejoong"
" Hyung..."
Jaejoong merasakan sebuah tepukan pada punggungnya, Kyuhyun yang melakukannya. Jaejoong mengerutkan keningnya dan menatap bingung pada Kyuhyun.
" Selesaikan masalahmu hyung, jangan menghindarinya"
Jaejoong merengut sebal, kemudian menganggukkan kepalanya. Dia pamit pada kepala sekolah dan berjalan keluar ruang latihan tanpa melirik Yunho sedikitpun.
Yunho menghela nafasnya, dia membawa tas sekolah Jaejoong dan tas yang berisikan sepatu Jaejoong. Ngomong – ngomong Jaejoong tidak memakai alas kaki sama sekali.
" Tunggu Jaejoong ah"
Yunho berlari untuk menyusul Jaejoong yang sudah lumayan jauh darinya. Jaejoong menghentikan langkahnya saat mereka tiba dibelakang sekolah.
" Jadi ada apa?" Tanya Jaejoong dengan datar " Kenapa membawa tasku dan sepatuku? Aku masih harus berlatih"
" Tidak, kau ikut denganku"
" Tidak!"
" Ayo!"
Yunho menarik paksa Jaejoong dengan seluruh kekuatannya, Jaejoong memberontak tapi dia sudah kehabisan tenaga dan lelah karena menangis sehingga tidak bisa menepis tarikan tangan Yunho.
" Awhh!"
Yunho menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Jaejoong, mereka sudah dekat dengan mobil yang Yunho bawa hari ini.
" Pelan! Aku tidak memakai sepatu dan batu – batu itu melukai kakiku!" Pekik jaejoong pada Yunho
Yunho jadi merasa bersalah karena dia menarik Jaejoong, dia lupa jika Jaejoong tidak memakai sepatu! Akhirnya dengan pelan dia membawa Jaejoong menuju mobilnya dan membuka pintu mobilnya. Dia membiarkan Jaejoong duduk miring keluar dan berlutut di depan Jaejoong.
" Ambilkan tasku"
Jaejoong yang masih kesal hanya melirik ke belakang dan menemukan tas Yunho di kursi pengemudi, dia mengambilnya dan melemparkan tas itu hingga mengenai wajah Yunho.
" Hah..." Yunho menghela nafasnya dan membenarkan kacamatanya
Dia kemudian mengeluarkan tisu basah dari tasnya dan mulai membersihkan kaki Jaejoong dengan lembut. Jaejoong tersentak kaget atas perlakuan Yunho tapi dia diam saja menatap namja yang sedang membersihkan kakinya itu.
Yunho terlihat sangat tampan dari pandangan Jaejoong, dia benar – benar merindukan namja tampan itu. Sangat... Andai saja Yunho selalu mencurahkan seluruh perhatiannya seperti ini pada Jaejoong...
" Sudah"
Suara Yunho membuat Jaejoong kembali memasang wajah datarnya, Yunho tersenyum maklum dan membuat tubuh Jaejoong masuk seluruhnya ke dalam mobil dan dia menutup pintu mobilnya itu. Kemudian Yunho masuk kedalam mobilnya dan memasang safety belt-nya.
" Pakai safety belt-mu"
" …."
Jaejoong hanya diam dengan bibir mengerucut imut, Yunho menghela nafasnya lagi dia mencoba untuk bersabar menghadapi Jaejoong kali ini. Jadi dia memasangkan safety belt untuk Jaejoong.
" Mau makan?" Tanya Yunho dengan lembut
" Katanya mau bicara, bicara saja"
" Aku lapar"
" Terserah"
Yunho menjalankan mobilnya namun saat lampu merah dia melirik Jaejoong yang menatap keluar kaca mobilnya. Tangan Yunho terangkat, menepuk kepala Jaejoong dua kali dan membuat Jaejoong tersentak kaget. Namun Jaejoong tidak menoleh dan tetap menatap keluar kaca mobil.
Dia sebenarnya tengah menyembunyikan matanya yang berkaca – kaca dari Yunho. Mana bisa dia terlihat lemah di hadapan Yunho? Tapi, apa dia bisa menahan tangisnya jika sudah seperti ini?
Saat mobil berhenti, Jaejoong melihat sebuah restoran keluarga di depannya dan dia tahu restoran itu adalah salah satu milik keluarga Jung.
" Ayo turun" Ucap Yunho lembut
" …."
" Jae..."
" …."
" Hah..."
Yunho melepas safety belt miliknya dan menghadapkan duduknya kearah Jaejoong. Tangannya kembali terangkat kali ini untuk mengelus helaian rambut bagian belakang Jaejoong.
" Maaf ya?"
" …."
" Aku tahu aku sangat salah. Lima jam bukan waktu yang sebentar untuk menunggu bukan? Aku akan bercerita dan kau cukup dengarkan aku saja. Oke?"
"..."
" Aku sudah dalam perjalanan ke rumahmu siang itu, tapi di tengah jalan aku melihat Ye Ji berada disamping mobilnya. Aku berhenti, mencoba membantunya tapi aku tidak mengerti bagaimana membenarkan mobil. Jadi akhirnya kami menelepon bengkel langgananku dan saat bertanya arah, dia meminta pergi bersama karena kami satu arah,
Saat sampai ditujuan Ye Ji ingin aku ikut dan makan siang bersama sebagai ucapan terima kasih. Aku sudah menolak tapi dia memaksa dan akhirnya aku ikut. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku karena aku mengikuti semua keinginannya sampai akhirnya lupa waktu, aku ingin menjelaskannya padamu hanya saja kau mematikan ponselmu dan seminggu ini pekerjaanku sangatlah banyak Jae jadi tidak bisa menemuimu"
" Hyung masih menyukainya bukan?"
DEGH
Yunho bungkam, tidak bisa menjawab pertanyaan Jaejoong, masih menyukai mantannya itu setelah semua yang terjadi?
Jaejoong tahu jawabannya, jawaban sampai Yunho lupa waktu. Rasa nyaman itu pasti masih Yunho rasakan pada yeoja itu hingga melupakan janji bersamanya. Tidak perlu Yunho jawab Jaejoong sudah tahu jawabannya dan itu menyakitkan.
" Jae..."
" Kau menuruti keinginannya, menghabiskan waktu sampai melupakan janji. Hyung tahu, waktu akan terasa berjalan cepat jika kau menghabiskannya dengan orang yang kau cintai?"
" Aku tida-"
" Aku ingin pulang" Ucap Jaejoong dengan suara bergetar
" Hey..."
" Aku mohon hyung, aku hanya ingin pulang dan tidak mau melihatmu dulu"
" Paling tidak makan dulu"
" Bagaimana mungkin aku bisa makan sembari menatap calon tunanganku yang masih mencintai mantannya?"
" …."
" Kau berjanji untuk bisa membuka hatimu untukku hyung... Kau sudah berjanji tapi kau..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya, air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir juga pada kedua sisi mata bulat indahnya juga
" Jae"
Yunho menarik punggung Jajeoong dan terkejut melihat air mata mengalir pada kedua mata Jaejoong yang kini terpejam. Tangannya terulur untuk mengusap air mata itu dan dia mendekatkan wajahnya pada Jaejoong.
CUP
Yunho mencium kelopak mata Jaejoong sebelah kanan dan dia mendaratkan sebuah kecupan lagi di kelopak mata Jaejoong sebelah kiri. Dan hal itu membuat Jaejoong membuka matanya, dia selalu ingat inilah cara Yunho menenangkannya saat dia menangis dulu.
" Maaf ya?"
" Jangan membuatku berharap lebih hyung... Hatiku sakit" Lirih Jaejoong
" Maaf, maaf..."
Yunho menempelkan keningnya pada kening Jaejoong dan mengulangi ucapan maaf berkali – kali tapi Jaejoong masih menggelengkan kepalanya. Yunho berbohong dan dia belum bisa menerima ucapan maaf Yunho.
Jika saja dia mengatakan alasan lain mungkin jaejoong masih bisa terima, tapi Yunho pergi bersama mantan kekasihnya. Andai mantan kekasihnya bukan Ye Ji mungkin Jaejoong tidak sesakit ini, Jaejoong pikir yeoja itu benar – benar tidak boleh mendapatkan kata maaf karena sudah memanfaatkan Yunho dulu.
" Aku ingin pulang hyung..." Lirih Jaejoong
" Arasseo, maafkan aku"
Sebuah kecupan mendarat pada bibir Jaejoong, Jaejoong terdiam. Mencoba mengartikan sebuah kecupan pada bibirnya itu namun dia gagal. Dia tidak mengerti jalan pikiran Yunho.
.
.
.
.
.
.
" Terima kasih sudah mengantarku"
" Jae ak-"
BRAKK
Pintu mobil dibuka dan ditutup dengan keras oleh Jaejoong, Yunho hanya bisa menatap pasrah kejadian itu tapi dia menggertakan giginya saat melihat Jaejoong ditarik seorang namja dan memeluknya erat.
" Siapa dia?"
Sementara itu Jaejoong yang tadi baru turun dari mobil pun tidak kalah kaget saat seorang namja menariknya kedalam sebuah pelukan hangat penuh perlindungan.
" Jejung"
Jaejoong kenal dengan suara itu, jadi dia tidak menolak dekapan penuh perlindungan itu dan balik memeluk orang itu.
" Yuu... Hiks..."
" Tidak apa – apa, aku ada disini"
Namja itu Yuu, dia memeluk erat Jaejoong dan matanya menatap tajam mobil yang masih terparkir di luar gerbang rumah Jaejoong.
.
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Annyeong buat cemua yang udah nunggu ff ini kkkkk~
.
.
Special Thanks :
.
dwisavhira (sipoo~~), sasahuang7 (udah ke jawab ya kkkk~~), ismi mimi ((iya, dia masih eksis di chap selanjutnya kok hahahahahahaha), Lee Minry (iya tuh), hanniepertiwi (sip), BabyByunie (iya, emang gitu...), yong1237 (ini malah lebih pendek kkkk), fans jj (ini juga masih nge baperin qm kok ^^), Sari411 (Maacih udah baca yaa~~ doain aja ya supaya update nya bisa cepet), qwerty (iya, cho juga gemes kkkk~), MinJ7 (emang, dia pea! Hahahaha), kororo987 (tuh dia udah balas dendam, masih ada chap depan kok),
rayra putria (iyo), luthindasf (doain semoga cho bisa cepet update yaa~), cici fu (sipoo~), ningsih (sip deh), KjLiey (gigit aja hahahay), dheaniyuu (getok aja biar kapok dy), TyaWuryWK (iya, pukul aja, getok pake pancinya Jaemma hehehe), akiramia44 (pembalasan dendam masih panjang... kkkkk~), danatebh (okee), yunjae heart (chap depan ya eonn... Hmmm... hmmm... #smirk), LittleOoh (iyaa), lovgravanime14 (jurus rahasia Jaemma belom keluar, liad aja nanti, Yunpa bakal nyesel #Fire kkk~), yue kts. Yjs. Forever (yuw kita buang yunpa ke amazon biar digigit piranha hahay), elite minority. 1111 (sama, cho juga bingung),
Avanrio11 (mana yang panas? Cho siram), uknowme2309 (cup cup cup, sabar ya... beruang itu kan emang makin mbul... sakit hatinya bersambung ke chap depan yaa..), shim shia (iya... Ditunggu chap depan aja yaa), BebbieKyu (tunggu lagi chap depannya yaaa), ParkRinHyun-Uchiha (Itu masih ngambek kok, Cho kan JaeNistaLover, sukanya nistain Jaemma kkkkk), Dewi15 (iya, sebel aja sama mereka berdua), A. K (konfliks ga berat kok. Cuma... #smirk), faneeeyyy (iya, cho juga gemes sama dy kok),
GaemGyu92 (iya, pembalasan dendam bakal dimulai kyk nya), caia (sipoo~), kim rose (iya... doain aja ya biar ga lama), ruixi1 (iya, ngeselin kan ya... hahahaha), choikim1310 (pasti ada waktunya kok), Jj (sabar yaa), kjongsoo1214 (hubungannya hmm...), Kim Eun Seob (Jaemma mah sabar bgt hadapin Yunpa cuma... ehem..), MyBooLoveBear (cho mau buat yang anti mainstream nanti hahahahay), rara (sipoo~), kimRyan2124 (iya nih), Shimamariam21 (tabok aja! Hehehehe),
.
Buat yang udah follow, fav, para Guest yang ga bisa disebut satu persatu, SiDer
.
Thanks #bow
.
Ga nyangka ff yang ini banyak yang ripiu, pasti kalian anggota JaeNistaLover sama kayak Cho hehehehehe.
Chap depan itu penentuannya, iya... Bener, 2 chap lg kyk na ff ini end. Jangan sedih ya?
.
Ya udah, see u next chap?
Chuuu~~~
.
.
.
.
.
.
Sabtu, 15 April 2017
Tidak semua berakhir dengan indah - Jaejoong
