My Busy Yunie

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)

Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi, Angst

Typos, membosankan, alur suka - suka

Rate : T

Waw... Cho liad ada reader yang sampe karatan nungguin ff yang ini update kkkk~~~

Enjoy it ^o^

Lupa... Kalo tulisannya "..." pake italic Tandanya mereka lagi ngomong bahasa Jepang ya... Ingat lhoo~~

.

.

.

.

.

Yunho menarik paksa Jaejoong dengan seluruh kekuatannya, Jaejoong memberontak tapi dia sudah kehabisan tenaga dan lelah karena menangis sehingga tidak bisa menepis tarikan tangan Yunho.

" Awhh!"

Yunho menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Jaejoong, mereka sudah dekat dengan mobil yang Yunho bawa hari ini.

" Pelan! Aku tidak memakai sepatu dan batu – batu itu melukai kakiku!" Pekik jaejoong pada Yunho

Yunho jadi merasa bersalah karena dia menarik Jaejoong, dia lupa jika Jaejoong tidak memakai sepatu! Akhirnya dengan pelan dia membawa Jaejoong menuju mobilnya dan membuka pintu mobilnya. Dia membiarkan Jaejoong duduk miring keluar dan berlutut di depan Jaejoong.

" Ambilkan tasku"

Jaejoong yang masih kesal hanya melirik ke belakang dan menemukan tas Yunho di kursi pengemudi, dia mengambilnya dan melemparkan tas itu hingga mengenai wajah Yunho.

" Hah..." Yunho menghela nafasnya dan membenarkan kacamatanya

Dia kemudian mengeluarkan tisu basah dari tasnya dan mulai membersihkan kaki Jaejoong dengan lembut. Jaejoong tersentak kaget atas perlakuan Yunho tapi dia diam saja menatap namja yang sedang membersihkan kakinya itu.

Yunho terlihat sangat tampan dari pandangan Jaejoong, dia benar – benar merindukan namja tampan itu. Sangat... Andai saja Yunho selalu mencurahkan seluruh perhatiannya seperti ini pada Jaejoong...

" Sudah"

Suara Yunho membuat Jaejoong kembali memasang wajah datarnya, Yunho tersenyum maklum dan membuat tubuh Jaejoong masuk seluruhnya ke dalam mobil dan dia menutup pintu mobilnya itu. Kemudian Yunho masuk kedalam mobilnya dan memasang safety belt-nya.

" Pakai safety belt-mu"

" …."

Jaejoong hanya diam dengan bibir mengerucut imut, Yunho menghela nafasnya lagi dia mencoba untuk bersabar menghadapi Jaejoong kali ini. Jadi dia memasangkan safety belt untuk Jaejoong.

" Mau makan?" Tanya Yunho dengan lembut

" Katanya mau bicara, bicara saja"

" Aku lapar"

" Terserah"

Yunho menjalankan mobilnya namun saat lampu merah dia melirik Jaejoong yang menatap keluar kaca mobilnya. Tangan Yunho terangkat, menepuk kepala Jaejoong dua kali dan membuat Jaejoong tersentak kaget. Namun Jaejoong tidak menoleh dan tetap menatap keluar kaca mobil.

Dia sebenarnya tengah menyembunyikan matanya yang berkaca – kaca dari Yunho. Mana bisa dia terlihat lemah di hadapan Yunho? Tapi, apa dia bisa menahan tangisnya jika sudah seperti ini?

Saat mobil berhenti, Jaejoong melihat sebuah restoran keluarga di depannya dan dia tahu restoran itu adalah salah satu milik keluarga Jung.

" Ayo turun" Ucap Yunho lembut

" …."

" Jae..."

" …."

" Hah..."

Yunho melepas safety belt miliknya dan menghadapkan duduknya kearah Jaejoong. Tangannya kembali terangkat kali ini untuk mengelus helaian rambut bagian belakang Jaejoong.

" Maaf ya?"

" …."

" Aku tahu aku sangat salah. Lima jam bukan waktu yang sebentar untuk menunggu bukan? Aku akan bercerita dan kau cukup dengarkan aku saja. Oke?"

"..."

" Aku sudah dalam perjalanan ke rumahmu siang itu, tapi di tengah jalan aku melihat Ye Ji berada disamping mobilnya. Aku berhenti, mencoba membantunya tapi aku tidak mengerti bagaimana membenarkan mobil. Jadi akhirnya kami menelepon bengkel langgananku dan saat bertanya arah, dia meminta pergi bersama karena kami satu arah,

Saat sampai ditujuan Ye Ji ingin aku ikut dan makan siang bersama sebagai ucapan terima kasih. Aku sudah menolak tapi dia memaksa dan akhirnya aku ikut. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku karena aku mengikuti semua keinginannya sampai akhirnya lupa waktu, aku ingin menjelaskannya padamu hanya saja kau mematikan ponselmu dan seminggu ini pekerjaanku sangatlah banyak Jae jadi tidak bisa menemuimu"

" Hyung masih menyukainya bukan?"

DEGH

Yunho bungkam, tidak bisa menjawab pertanyaan Jaejoong, masih menyukai mantannya itu setelah semua yang terjadi?

Jaejoong tahu jawabannya, jawaban sampai Yunho lupa waktu. Rasa nyaman itu pasti masih Yunho rasakan pada yeoja itu hingga melupakan janji bersamanya. Tidak perlu Yunho jawab Jaejoong sudah tahu jawabannya dan itu menyakitkan.

" Jae..."

" Kau menuruti keinginannya, menghabiskan waktu sampai melupakan janji. Hyung tahu, waktu akan terasa berjalan cepat jika kau menghabiskannya dengan orang yang kau cintai?"

" Aku tida-"

" Aku ingin pulang" Ucap Jaejoong dengan suara bergetar

" Hey..."

" Aku mohon hyung, aku hanya ingin pulang dan tidak mau melihatmu dulu"

" Paling tidak makan dulu"

" Bagaimana mungkin aku bisa makan sembari menatap calon tunanganku yang masih mencintai mantannya?"

" …."

" Kau berjanji untuk bisa membuka hatimu untukku hyung... Kau sudah berjanji tapi kau..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya, air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir juga pada kedua sisi mata bulat indahnya juga

" Jae"

Yunho menarik punggung Jajeoong dan terkejut melihat air mata mengalir pada kedua mata Jaejoong yang kini terpejam. Tangannya terulur untuk mengusap air mata itu dan dia mendekatkan wajahnya pada Jaejoong.

CUP

Yunho mencium kelopak mata Jaejoong sebelah kanan dan dia mendaratkan sebuah kecupan lagi di kelopak mata Jaejoong sebelah kiri. Dan hal itu membuat Jaejoong membuka matanya, dia selalu ingat inilah cara Yunho menenangkannya saat dia menangis dulu.

" Maaf ya?"

" Jangan membuatku berharap lebih hyung... Hatiku sakit" Lirih Jaejoong

" Maaf, maaf..."

Yunho menempelkan keningnya pada kening Jaejoong dan mengulangi ucapan maaf berkali – kali tapi Jaejoong masih menggelengkan kepalanya. Yunho berbohong dan dia belum bisa menerima ucapan maaf Yunho.

Jika saja dia mengatakan alasan lain mungkin jaejoong masih bisa terima, tapi Yunho pergi bersama mantan kekasihnya. Andai mantan kekasihnya bukan Ye Ji mungkin Jaejoong tidak sesakit ini, Jaejoong pikir yeoja itu benar – benar tidak boleh mendapatkan kata maaf karena sudah memanfaatkan Yunho dulu.

" Aku ingin pulang hyung..." Lirih Jaejoong

" Arasseo, maafkan aku"

Sebuah kecupan mendarat pada bibir Jaejoong, Jaejoong terdiam. Mencoba mengartikan sebuah kecupan pada bibirnya itu namun dia gagal. Dia tidak mengerti jalan pikiran Yunho.

.

.

.

.

.

.

" Terima kasih sudah mengantarku"

" Jae ak-"

BRAKK

Pintu mobil dibuka dan ditutup dengan keras oleh Jaejoong, Yunho hanya bisa menatap pasrah kejadian itu tapi dia menggertakan giginya saat melihat Jaejoong ditarik seorang namja dan memeluknya erat.

" Siapa dia?"

Sementara itu Jaejoong yang tadi baru turun dari mobil pun tidak kalah kaget saat seorang namja menariknya kedalam sebuah pelukan hangat penuh perlindungan.

" Jejung"

Jaejoong kenal dengan suara itu, jadi dia tidak menolak dekapan penuh perlindungan itu dan balik memeluk orang itu.

" Yuu... Hiks..."

" Tidak apa – apa, aku ada disini"

Namja itu Yuu, dia memeluk erat Jaejoong dan matanya menatap tajam mobil yang masih terparkir di luar gerbang rumah Jaejoong.

.

.

.

.

.

~ Chapter 7 ~

.

.

.

.

.

.

.

" Sudah merasa tenang?"

Jaejoong mengangguk setelah meminum green tea yang disediakan oleh sahabatnya itu, dia menggenggam erat cangkir itu dan membiarkan hangat yang terasa pada cangkir itu mengenai kulit halusnya.

" Mau bercerita?"

Jaejoong menceritakan semuanya, tanpa ada yang ditutupi sedikitpun. Yuu adalah sahabat kepercayaannya dan tidak ada yang bisa ditutupi dari namja yang ada di sampingnya ini.

" Begitu..." Yuu mencerna setiap ucapan Jaejoong dan memang merasa jengkel juga pada namja cupu bernama Yunho itu

" Mana ayah dan ibuku?"

" Setelah menjemputku mereka pamit pergi ke Busan katanya ada urusan bisnis"

" Mwo? Eomma dan appa tahu kau akan kemari sedangkan kau tidak mengabatiku apapun?"

" Hehehehe, kejutan?"

" Menyebalkan!"

" Hey, eommamu sangat khawatir padamu yang sudah seminggu ini melihatmu murung, juga kau selalu menjawab pendek - pendek pertanyaanku membuatku yakin kau sedang menyembunyikan sesuatu Jejung"

" Kenapa kau peka sekali sih" Lirih Jaejoong

" Karena kau sahabatku dan aku terbiasa membaca perasaanmu"

Jaejoong menaruh cangkir yang dipegangnya di atas meja nakas kemudian memeluk Yuu seerat mungkin, dia tidak mau melepaskannya karena merasa pelukan Yuu adalah hal yang paling diperlukannya hari ini.

" Sudah ya? Jangan sedih lagi, kau memiliki untuk berbagi apapun termasuk kesedihanmu Jejung"

" Terima kasih Yuu... Terima kasih" Ucap Jaejoong dengan tulus

.

.

.

.

.

.

" Lalu bagaimana sekolahmu? Kau akan ketinggalan banyak pelajaran"

Saat ini Jaejoong sedang memasak makan malam untuknya dan Yuu. Usai acara curhat itu Jaejoong benar - benar merasa kelaparan dan akhirnya memasak. Yuu senang saja membantu Jaejoong memasak karena saat di Jepang, jika Jaejoong dan eommanya sedang memasak dia akan membantunya. Lihat saja saat ini dia membantu Jaejoong memotong sayuran sedangkan Jaejoong memasak sup.

" Aku bukan kau yang tidak mudah mengerti pelajaran, aku bisa menyusulnya dengan mudah. Lagipula aku hanya akan ada di sini selama sepuluh hari" Ucap Yuu

" Eh? Sebentar sekali?" Tanya Jaejoong dengan lirih

" Dalam sepuluh hari itu aku akan pastikan bahwa kau sudah tersenyum dan tidak bersedih lagi. Ini sudah selesai, apa lagi yang bisa aku bantu?"

" Baiklah, pegang janjimu untuk membuatku tidak bersedih lagi!"

" Pasti"

" Hum? Sudah semua, aku masukkan sayurnya dan kita tunggu sampai matang"

" Oke"

Keduanya kemudian duduk berhadapan dan Yuu membuka pembicaraan, membicarakan tentang teman - temannya yang ada di Jepang. Yuu mengatakan bahwa mereka sangat merindukan Jaejoong dan ingin bertemu dengan Jaejoong secepatnya. Yuu memperhatikan Jaejoong yang kemudian bercerita tentang Changmin, Kyuhyun dan Junsu. Juga bercerita tentang klub taekwondo yang diikutinya.

Yuu tersenyum tipis, sahabatnya begitu cantik walaupun matanya terlihat sembab. Yuu bisa merasakan sebuah debaran yang seharusnya tidak pernah ada lagi untuk Jaejoong karena namja cantik itu mencintai namja bernama Yunho. Tapi, masih bolehkan Yuu berharap sedikit? Sedikit saja...

.

.

.

.

.

Besoknya Jaejoong memutuskan untuk bolos sekolah karena ingin menemani Yuu padahal Yuu saja ingin Jaejoong bersekolah saja. Dia bisa menunggu do rumah Jaejoong atau berjalan - jalan disekitar kawasan rumah Jaejoong. Tapi, sepertinya Yuu tidak bisa melarang keinginan Jaejoong karena namja itu juga mendapatkan izin dari eommanya untuk membolos hari ini.

Jaejoong akhirnya mengajak Yuu untuk pergi bersamanya, tidak lupa mematikan dan meninggalkan ponselnya di kamar agar tidak ada yang mengganggu acaranya hari ini, Jaejoong berpikir bahwa pergi bersama Yuu akan membantu mengurangi stressnya dan ini saatnya quality time Jaejoong dengan Yuu!

Mereka berjalan – jalan sekitar Myeongdong, Yuu menemani Jaejoong berbelanja di sana, membawakan semua belanjaan Jaejoong sementara sang pelaku memakan es krim vanilla kesukaannya. Aigo...

" Yuuu! Aaaaa~~~"

Yuu menurut saja saat Jaejoong menyuruhnya untuk membuka mulut. Dan Jaejoong memyodorkan es krim cone vanilla untuknya. Kemudian keduanya tertawa dan melanjutkan jalan – jalan mereka hingga berakhir di sebuah kafe untuk makan siang makanan khas Korea karena Yuu ingin makan langsung makanan khas Korea di negara asalnya.

Yuu memakan dengan semangat japchae dan samgyetang yang tersedia di depannya, Yuu bahkan menambah porsi kimchi. Jaejoong yang tidak mau kalah juga makan makanan yang ada di depannya dengan semangat.

" Nanti malam buatkan aku ramen ya?" Pinta Yuu

" Ramen atau ramyun?" Tanya Jaejoong

" Ah, ramyun maksudku"

" Arasseo, nanti aku buatkan yang spesial. Habis ini temani belanja ke supermarket ya"

" Eh?" Yuu menatap ngeri belasan plastik dan paperbag yang tadi dia bawa

" Hanya membeli beberapa bahan masakan kok"

" Oh..." Yuu mengelus dadanya penuh syukur paling tidak sahabatnya tidak akan banyak berbelanja lagi bukan? Iya kan?

.

.

.

.

.

.

.

.

Nyatanya doa Yuu tidak terkabul, dia meringis ngeri melihat apa saja yang ada distoller belanjanya. Mereka membawa dua stoller, yang pertama berisikan plastik dan paper bag belanjaan Jaejoong tadi di Myeongdong dan stoller yang dibawa Yuu adalah bahan makanan yang ternyata tidak sedikit.

Jaejoong ini benar – benar keterlaluan jika sudah berbelanja, mana semua yang tadi dia beli di Myeongdong memakai uangnya. Yuu meratapi nasib dompetnya yang langsung tipis setelah ini. Aigo...

Untungnya acara belanja itu selesai dengan cepat dan banyak sekali tumpukan di atas stoller belanjaan itu. Mereka naik taksi untuk bisa sampai di rumah Jaejoong dan mulai membereskan semuanya.

" Yuu, ini aku belikan untukmu. Eh tidak, tadi kau yang membayarnya jadi sama saja kau yang membelinya. Jadi... Ini baju yang aku pilihkan untukmu" Ucap Jaejoong dengan semangat

" Ya, terima kasih Jejung" Ucap Yuu akhirnya

Mereka bersenda gurau sembari memisahkan barang yang tadi dibeli oleh Jaejoong sampai melupakan waktu. Jaejoong tersadar terlebih dahulu saat jam menunjukkan pukul lima sore, waktunya dia membuatkan Yuu makan malam dan cake.

Yuu tadi sempat merengek pada jaejoong untuk membuatkannya cake jadi akhirnya Jaejoong mau membuatkan Yuu cake dengan syarat Yuu harus ikut membantunya dan tentu saja Yuu mengiyakannya.

" Kau coba kocok telur itu Yuu, aku akan buat adonannya"

" Iya"

Selagi Jaejoong sibuk dengan resep kue ditangannya, Yuu melirik – lirik bahan kue yang ada di atas meja dapur. Dia mencolek sedikit tepung dan memanggil Jaejoong.

" Apa?"

SRETT

Saat jaejoong menoleh saat itu juga Yuu menempelkan tepung pada wajah jaejoong dan tertawa terbahak melihat wajah Jaejoong yang tercoret tepung.

" YA! Kenapa kau kekanakan eoh?!" Bentak Jaejoong

Bukannya takut, namja bernama Yuu itu malah tertawa terbahak dan mengambil tepung untuk dilempar ke arah wajah Jaejoong.

" Yuuu~~~"

Jaejoong yang tidak mau kalah akhirnya ikut melempar tepung dan akhirnya Yuu berlarian menggelilingi meja dapur menghindari lemparan tepung Jaejoong.

" Awas kau! Jangan lari!"

" Hahahahahaha, tangkap aku kalau bisa!" Pekik Yuu dan Jaejoong makin gemas melihat sahabatnya itu

" Huwaaa!"

" JEJUNG!"

SRETTT

BRAAKK!

Kejadian itu berlangsung cepat dimana Jaejoong terpeleset tepung yang berhamburan di lantai dan Yuu dengan sigap menarik tangan Jaejoong namun dirinya juga ikut jatuh hingga dia menindih tubuh Jaejoong.

" Aww!"

" Astaga! Kau baik – baik saja?"

Yuu langsung memeriksa kepala Jaejoong tanpa bangkit dari jatuhnya kemudian dia mengelusi kepala Jaejoong dan terus fokus pada kepala sang sahabat tanpa tahu Jaejoong tengah menatapnya dengan pandangan berbeda.

Jaejoong seakan melihat sosok Yuu yang lain jika seperti ini, Yuu memeluknya, pergi bersama dengannya, menghabiskan waktu untuk sesuatu yang Jaejoong suka, makan bersama, bersenda gurau dan Jaejoong paling senang jika ada seseorang yang membantunya memasak. Walaupun pada akhirnya Yuu malah mengacau tapi itu terlihat romantis bagi Jaejoong.

' Yuu... Kenapa dia tidak bisa seperti Yuu yang sangat peka dan pengertian? Kenapa dia tidak bisa menyadari bahwa ada aku yang selalu mencintainya?'

Suara batin itu mungkin akan terdengar menyedihkan jika Jaejoong mengeluarkan suaranya. Tersiksa juga, walaupun seharian dia bermain dan menghabiskan waktu bersama Yuu tapi pada akhirnya dia mengingat namja itu, namja yang sudah menyakiti hatinya. Ottokeh...

" Hey, kenapa melamun Jejung?" Tanya Yuu bingung

" E-eh? Ti-tidak"

" Ya ampun kau super duper kawaii dengan tepung menempel di wajahmu ini"

Dengan lembut Yuu mengusap pipi Jaejoong hingga membuat Jaejoong tertegun dan menatap Yuu yang ada di atasnya. Yuu tampak berbeda saat ini, kenapa bisa Yuu terlihat bersinar? Apa lampu di atas mereka menyala dengan terang? Tidakkan?

" Jejung..."

Tangan Yuu terhenti saat menyentuh dagu Jaejoong, saat dia sadar ternyata Jaejoong tengah menatapnya dan dia sendiri perlahan hanyut dalam tatapan teduh yang dilayangkan Jaejoong untuknya. Dan itu membuat Yuu semakin berani untuk memajukan tubuhnya ah tidak... Wajahnya, sedikit demi sedikit... Dan Jaejoong tidak bisa memalingkan wajahnya dari namja yang ada di atasnya itu. Sampai...

" OMO!"

" Apa yang kalian lakukan?"

DEGH

Jaejoong menoleh ke samping dan matanya membulat kaget. Tadi dia mendengar suara suara teriakan yang dia yakini adalah milik Kyuhyun dan Junsu. Dan pertanyaan dengan suara datar itu adalah milik Yunho.

Ya... Jung Yunho.

Namja itu tengah menatapnya datar sekarang.

" Astaga!"

Yuu segera bangkit dari atas tubuh Jaejoong dan membantu Jaejoong untuk berdiri dan membersihkan pakaian Jaejoong dari tepung.

" Owh... Hyung... Maaf mengganggu" Ucap Changmin

" Ti-tidak, maaf. Aku sedang membuat kue dan terpeleset, untuk Yuu membantuku walaupun akhirnya kami jatuh bersama" Jelas Jaejoong

" Begitu?" Yunho menaikkan salah satu alisnya

" Tentu, hyung mengharapkan apa?" Tanya Jaejoong dengan nada datarnya

" Maaf kami langsung masuk hyung, tadi pintu tidak terkunci" Ucap Kyuhyun

" Hum, gwaenchana Kyu. Aku akan bereskan kekacauan ini. Kalian tunggu ya"

" Kami bantu?"

" Tidak usah, aku minta bantuan Yuu saja" Ucap Jaejoong kemudian menatap Yuu " Bantu aku membereskan semua kekacauan ini Yuu"

" Dengan senang hati" Ucap Yuu kemudian mencubit hidung mancung Jaejoong dan membuat namja manis itu terpekik sebal

Sementara itu Yunho terdiam memperhatikan interaksi antara Jaejoong dan Yuu. Sesuatu yang janggal memasuki pikiran dan hatinya. Ada yang tidak beres antara kedua orang ini, tapi apa?

.

.

.

.

.

.

.

Akhirnya Jaejoong membereskan dapurnya dibantu oleh Yuu, Kyuhyun dan Junsu. Sedangkan namja berstatus seme, Changmin dan Yunho duduk di ruang tamu sembari menonton acara di televisi.

" Nah, buang ini ke tempat sampah Yuu"

" Oke"

Kyuhyun pun sempat bingung dengan hubungan kedua orang yang ada di depannya ini. Jaejoong terlihat ceria di depan Yuu, itu sangat baik sebenarnya tapi...

" Kenapa melamun Kyu? Bantu aku bawa ini" Junsu menyenggol lengan Kyuhyun

" Ah, ne"

Mereka berempat membawa makanan yang dimasak oleh Jaejoong ke meja makan, masakan sederhana namun menggiurkan, Ramyun isi daging sapi dan oden ala Jaejoong.

" Panggil yang lain kemari dan kita mulai makan" Ucap Jaejoong

" Aku saja yang panggil" Ucap Kyuhyun kemudian keluar dari area dapur

Tidak sampai dua menit Kyuhyun kembali bersama dengan Changmin dan Yunho. Mereka duduk setelah dipersilahkan oleh Jaejoong.

" Annyeonghasseo, aku Yuu" Sapa Yuu, ini perkenalan resmi untuknya dan dia menggunakan bahasa Korea yang terdengar lucu ditelinga teman – teman Jaejoong

" Dia sahabatku" Lanjut Jaejoong

" Oh..."

" Ayo makan, maaf aku hanya masak ramyun. Ini permintaan Yuu" Ucap Jaejoong

" Permintaannya?" Tanya Changmin

" Iya, tadi siang dia bilang ingin makan ramyun dan yah... Aku menyanggupinya"

" Jadi sejak siang kau bersamanya?" Tanya Junsu

" Tidak, sejak semalam. Selama sepuluh hari dia akan ada di Korea untuk menemaniku" Jawab Jaejoong

" Menemani hyung?" Tanya Kyuhyun

" Iya, eomma dan appa sedang ada di luar kota, tadinya aku kira aku akan sendirian tapi Yuu datang"

" Dan bolos hari ini hanya untuk menemaninya?"

Pertanyaan menusuk itu datang dari mulit Yunho, namja itu terkesan dingin dan wajahnya datar saat menatap Jaejoong. Entah kenapa dia tidak suka dengan keadaan malam hari ini.

" Ya, kenapa?" Tanya Jaejoong

" Kenapa? Tentu saja kau akan ketinggalan banyak pelajaran" Jawab Yunho

" Itu kan urusanku, bukan urusanmu" Jawab Jaejoong malas, Yunho menggertakkan giginya kesal sedangkan yang lain tidak berminat memasuki pembicaraan antara Jaejoong dan Yunho

" Ada apa?" Tanya Yuu pada Jaejoong, dia tidak terlalu mengerti apa yang dibicarakan semua orang yang ada di dalam ruang makan ini

" Tidak apa – apa, hanya bertanya soal masakan" Jawab Jaejoong dengan bahasa Jepangnya yang sangat lancar

" Oh..." Yuu menganggukkan kepalanya, dia sedikit melirik dengan tatapan tajam ke arah Yunho namun kemudian kembali menatap Jaejoong

" Ayo makan" Ajak Jaejoong

" Yaaayyyy!"

Jaejoong mengambilkan ramyun untuk Yuu dari panci besar di depannya dan yang lain kecuali Yunho bersorak cemburu karena hanya Yuu yang diperlakukan dengan spesial.

" Oh, mie Korea memang enak" Puji Yuu

" Makanlah yang banyak kalau begitu"

" Ya"

" Yuu tampan ya" Gumam Kyuhyun dan dia mendapat delikan kejam dari kekasihnya

" Oh... Begitu" Desis Changmin

" Maaf Chwang tapi aku hanya berkata yang sejujurnya" Ucap Kyuhyun kemudian tersenyum lebar dan membuat Changmin cemburu

" Terima saja Min, dia memang tampan kok" Kali ini Junsu yang berbicara

Mereka, maksudnya Kyuhyun dan Junsu menatap kagum pada Yuu yang sedang memang ramyun dengan lahap sampai akhirnya dia sadar diperhatikan dan menatap Jaejoong deng bingung.

" Mereka bilang kau tampan" Ucap Jaejoong

" Eh?"

Yuu menatap Kyuhyun dan Junsu kemudian tersenyum canggung dan senyuman canggung itu membuat Kyuhyun dan Junsu seakan meleleh.

" Ish!"

Changmin menutup kedua mata Kyuhyun dengan salah satu tangannya dengan erat.

" Chwang!"

" Matanya tidak bisa dijaga" Ucap Changmin

" Iya, iya... Maaf"

" Huh"

Changmin melepaskan tangannya dari mata Kyuhyun dan terlihat dia mencebilkan bibirnya, mode merajuk.

" Hahahaha, maaf Chwang. Kau ini..."

CUP

Kyuhyun mengecup pipi Changmin.

" Eh?" Yuu menatap kaget Kyuhyun dan Changmin

" Kyuhyun dan Changmin adalah sepasang kekasih" Jelas Jaejoong pada Yuu

" Ooh..."

" Jangan buat iri yang tidak punya pasangan tolong..." Gumam Junsu kemudian kembali fokus pada ramyun yang ada di depannya

" Hehehehe, maaf" Ucap Kyuhyun

" Sudah, makan lagi"

Mereka akhirnya kembali ke kegiatan awal mereka, makan malam. Sedikit bercanda dan mengobrol atau mencoba mengenal Yuu lebih jauh. Tapi, salah satu dari mereka hanya fokus memakan masakan yang dimasak oleh Jaejoong, dia adalah Yunho.

Awalnya, namja berkacamata tebal itu mencicipi masakan Jaejoong dengan takut karena teringat rasa makanan yang dibuat Jaejoong waktu itu. Tapi setelah mencicipi sedikit kuah ramyun itu Yunho menghela nafasnya lega, rasanya normal.

Tapi Yunho menyadari sesuatu, rasa ramyun yang dia makan berbeda dengan ramyun yang biasa dia makan. Mungkin karena Jaejoong memberikan bumbu lain dalam ramyun itu hingga rasanya sangat lezat, ya... Yunho akui masakan sederhana Jaejoong malam ini membuat Yunho jatuh cinta. Iya, jatuh cinta. Pada makanannya...

Dan kembali, Yunho melirik ke arah Jaejoong yang asyik berbincang dengan Changmin, Junsu dan Kyuhyun serta Yuu tapi seakan menganggapnya tidak ada. Yunho tahu dia bersalah dan rasa bersalah itu muncul saat tadi siang dia menelepon Jaejoong untuk makan bersama tapi ponsel namja cantik itu tidak aktif.

Dia kemudian menghubungi Changmin dan akhirnya dia tahu bahwa Jaejoong tidak masuk sekolah. Dan akhirnya setelah perdebatan panjang dalam hatinya, dia mengajak Changmin untuk pergi ke rumah Jaejoong usai latihan taekwondo bersama Junsu dan Kyuhyun yang juga khawatir dengan keadaan Jaejoong.

Yunho sempat was – was karena pintu rumah Jaejoong tidak terkunci tadi, dia takut ada sesuatu yang tidak benar di rumah Jaejoong. Bagaimana jika terjadi perampokan atau Jaejoong diculik? Oh yeah... Pikiranmu sungguh aneh Jung.

Dan Yunho kaget saat mendapati Jaejoong berbaring di lantai dengan wajah penuh tepung dan di atasnya ada seseorang yang Yunho ingat kemarin memeluk Jaejoong. Perasaannya tidak menentu saat melihat Jaejoong ditindih oleh namja itu, tapi rasa sakit lebih mendominasi hati Yunho.

Dia tidak suka melihat Jaejoong terlalu intim dengan namja itu, apalagi namja bernama Yuu itu mengusap rambut Jaejoong, membuat Jaejoong tersenyum bahkan tertawa dan sekarang tengah membersihkan bibir Jaejoong dari kuah dan bumbu ramyun. Tunggu! Apa?!

Yunho membulatkan matanya saat melihat ibu jari Yuu bersarangpada pinggir bibir Jaejoong dan mengusapnya lembut. Yunho tidak suka hal itu! Sangat tidak suka!

" Hyung? Kenapa?" Tanya Changmin

" Eh?" Yunho mengalihkan pandangannya dan menatap orang yang baru saja memanggilnya " Tidak apa – apa Min" Jawab Yunho dengan nada datar

" Oh... Kalau tidak apa – apa kenapa melamun? Habiskan makananmu hyung" Ucap Changmin

" Ya"

Lima menit kemudian mereka selesai makan dan mengobrol di ruang tamu sampai Changmin serta Kyuhyun ingin sesuatu.

" Ayo ke minimarket beli es krim" Ucap Kyuhyun

" Ayo, aku juga mau" Ucap Changmin

" Aku ikut" Junsu pun menimpali

" Yuu, ayo ikut kami" Ajak Kyuhyun pada Yuu

" Eh?"

" Mereka mengajakmu ke minimarket untuk membeli es krim" Jaejoong menerjemahkan apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan

" Boleh?"

" Tentu" Jaejoong kemudian menatap ketiga temannya itu " Aku ikut"

" Kau disini saja hyung, kami akan belikan, hyung pasti lelah usai memasak tadi. Aku belikan rasa vanilla kan? Ayo Yuu"

Kyuhyun kemudian berdiri dan menarik Changmin sedangkan Junsu menarik Yuu dari ruang tamu itu.

" Hyung, kau rasa strawberry kan?" Tanya Changmin saat mereka berada agak jauh dari ruang tamu

" Ya"

" Arasseo, kajja"

DEGH!

OMO!

Jaejoong lupa dengan makhluk satu itu! Dia lupa Yunho juga ada di rumahnya dan teman – temannya dengan tega meninggalkannya dengan Yunho berduaan? Astaga... Ini pasti hanya akal – akalan mereka saja! Jaejoong meruntuk kesal dalam hatinya.

" Ng... Jae"

SRETT

TAP

TAP

TAP

Yunho menghela nafasnya, Jaejoong jelas – jelas menghindarinya dan sekarang dia pergi ke arah dapur. Yunho bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah kaki Jaejoong, dia melihat Jaejoong berdiri membelakanginya. Namja itu tengah mencuci piring yang tadi mereka pakai. Yunho pun berjalan mendekati Jaejoong dan berdiri disamping Jaejoong.

" Biar aku ban-"

" Tidak usah"

Belum selesai Yunho bicara, Jaejoong sudah memotong ucapannya. Tapi Yunho tidak menyerah, dia mengambil piring yang sudah bersih dan mengeringkannya kemudian menaruhnya ditempat yang disediakan. Jaejoong pun akhirnya membiarkan apa yang Yunho lakukan namun mereka tidak saling bicara. Sampai...

" Aku akan kembali ke Jepang"

" Mwo?"

Yunho langsung menolehkan kepalanya untuk menatap Jaejong, kembali ke Jepang? Kenapa? Apa karena masalah ini?

" Kenapa?" Tanya Yunho

" Aku rindu Jepang dan aku merasa lebih baik berada disana"

" Tidak"

" Aku juga akan bilang pada Jung ahjumma untuk membatalkan pertunangan kita"

" Kau akan apa?" Yunho menatap Jaejoong tidak percaya

" Aku sudah putuskan untuk berhenti mencintai namja yang aku kagumi dan aku cintai selama sepuluh tahun hidupku dan menata kembali hidupku di Jepang"

" Tidak... Tidak..."

" Ya, mungkin aku akan ikut Yuu saja sepuluh hari lagi ke Jepang"

" Tidak! Kau dengar aku kan Kim Jaejoong! Aku bilang tidak!" Pekik Yunho, dia menghentikan pekerjaannya dan menghadapkan tubuhnya ke arah Jaejoong

" Apa sih? Berisik!"

Yunho menghadapkan tubuh Jaejoong ke arahnya dengan paksa dan menangkup wajah Jaejoong dengan kedua tangannya yang basa. Dia tidak suka rencana Jaejoong barusan, kembali ke Jepang? Tidak...

" Hentikan hyung, aku tidak bisa memaksa seseorang yang mencintai orang lain untuk hidup bersamaku" Ucap Jaejoong dengan nada kecewa

" Jae"

" Aku harus tahu diri bahwa selama sepuluh tahun itu cintaku tidak terbalas, cintaku hanya dianggap bohongan dan bertepuk sebelah tangan" Lirih Jaejoong

" Kau tidak akan kemana – mana"

" Aku akan ikut dengan Yuu"

" Jadi, kalian bersama? Kau berpacaran dengannya? Kau bilang kau mencintaiku selama sepuluh tahun tapi dengan mudah kau berpacaran dengannya?"

Jaejoong mendelik tidak suka, apa – apaan itu! Dia menatap tajam ke arah Yunho.

" Yuu adalah sahabatku, dia yang menjadi sandaranku karena orang yang aku cintai tidak pernah menganggapku. Dengarkan itu baik – baik" Ucap Jaejoong dengan nada datar

" Kalau begitu tidak ada alasan untukmu kembali ke Jepang karena aku ada di sini"

" Kau memang disini tapi tidak untukku, hatimu bukan milikku. Aku harusnya sadar diri dengan semua yang terja-"

SRETT

Ucapan Jaejoong terpotong karena namja yang ada di depannya itu menarik tengkuk Jaejoong dan menempelkan bibirnya pada bibir Jaejoong. Awalnya hanya sekedar menempel tapi kemudian dia menghisap bibir Jaejoong.

Jaejoong tentu saja tersentak kaget, dia tidak membalas ciuman Yunho malah berusaha mendorong dada Yunho, memberontak namun percuma karena Yunho menahannya lebih kencang. Jaejoong tidak tahu kenapa dia selemah ini padahal dia itu adalah anggota taekwondo. Kenapa dia bisa lemah hanya karena seorang Yunho?

" Hiks..."

Isakan itu lolos dari bibir Jaejoong masih belum dilepaskan oleh Yunho, tangan Jaejoong melepas dan tidak memberontak lagi. Tidak, dia tidak membalas apa yang dilakukan oleh Yunho, dia diam dengan airmata yang mengalir dari dua sudut matanya.

Sedangkan Yunho yang tidak mendapatkan pemberontakan dari Jaejoong lagi makin memperdalam ciumannya walaupun Jaejoong belum membalasnya. Tangan kanannya dia gunakan untuk memeluk pinggang Jaejoong dengan erat dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Jaejoong. Sedangkan tangan kirinya tengah menahan dan mengelus tengkuk Jaejoong.

" Hiks..."

Isakan kedua yang disela ciuman yang diberikan Yunho untuk Jaejoong membuat Yunho menghentikan bibirnya, perlahan dia memundurkan wajahnya namun tidak terlalu jauh dari wajah Jaejoong dan menangkup wajah Jaejoong dengan kedua tangannya.

" Jangan menangis... Jangan menangis Jaejoongie" Lirih Yunho dan kemudian menempelkan keningnya pada kening Jaejoong

" Hiks..."

" Jangan menangis humm..."

" Jangan berikan aku harapan lagi kalau begitu... Hiks..."

" Hey..."

Yunho menghapus airmata yang turun dari kedua mata Jaejoong mengusap helaian rambut Jaejoong, menggumamkan kata maaf berulang kali hingga Jaejoong menatap mata Yunho yang terlapisi kacamata tebalnya.

" Maaf ya"

Jaejoong masih bersihkukuh untuk menggelengkan kepalanya.

" Aku sedang mencobanya Jaejoong ah... Membuka hatiku untukmu. Aku mohon jangan menyerah, oke? Maafkan perbuatanku yang kemarin, ya?"

Jaejoong menggigit bibir bawahnya bingung untuk mengambil keputusan, bohong saja jika perasaan pada Yunho menghilang, dia sangat mencintai Yunho tapi disisi lain dia takut. Takut Yunho mengulangi kesalahannya.

" Aku takut..." Lirih Jaejoong

" Apa yang kau takutkan tidak akan terulang, aku janji"

" Aku-"

CUP

Yunho memotong ucapan Jaejoong dengan ciumannya kembali, dia perlahan menggerakkan bibirnya untuk menghisap bibir bawah Jaejoong. Entah kenapa dia melakukannya, dia hanya tidak suka saat Jaejoong berkata tidak padanya, berdekatan dengan namja bernama Yuu dan berkata akan kembali ke Jepang. Tidak, dia tidak suka...

" Hy-hyuung..."

Jaejoong mendorong dada Yunho saat dia merasa sesak dan nafasnya berkurang. Yunho menjauhkan bibirnya dan menatap dalam mata jernih milik Jaejoong.

" Oke?"

" Janji tidak akan mengulanginya lagi?"

" Ya"

" O-oke" Ucap Jaejoong masih dengan sedikit ragu

Yunho tersenyum dan merasa lega dengan jawaban yang Jaejoong keluarkan sampai dia tersentak kaget saat Yunho menariknya dan memeluknya sangat erat. Membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan yang diberikan oleh Yunho.

" Terima kasih Jae... Terima kasih..."

Jaejoong membalas pelukan itu perlahan, semoga apa yang dia lakukan tidak salah. Iya kan?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Teman – teman Jaejoong datang sepuluh menit setelah acara baikan Yunho dan Jaejoong di dapur itu, mereka ehem... maksudnya Yunho dan Jaejoong duduk di sofa dan terlihat canggung hingga membuat Changmin curiga.

" Kalian bertengkar lagi?" Tanya Changmin

" Eh? Tidak?"

" Matamu merah Jae, habis menangis?" Kali ini Junsu yang bertanya

" Ti-tidak" Jaejoong mulai gugup

" Hmmm.. Ada yang aneh" Gumam Kyuhyun sembari menatap Jaejoong

" Sudah, kalian ini" Ucap Yunho menginterupsi

" Jejung! Es krim!" Itu suara Yuu yang kini menyodorkan sebuah es krim stik pada Jaejoong

" Terima kasih" Ucap Jaejoong lembut diakhiri dengan sebuah senyuman kelewat manis

" Ini hyung" Changmin memberikan sebuah es krim pada Yunho dan mereka pun menikmati es krim itu

" Ngomong – ngomong... Kenapa bibir kalian merah sekali ya?"

" UHUK! UHUK!"

Pertanyaan kelewat frontal itu dikeluarkan dari mulut Changmin dengan tidak tahu dirinya! Dan dia sedikit menyeringai melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Yunho serta Jaejoong.

" Pe-perasaanmu saja Min" Ucap Jaejoong setelah tenang

" Tidak... Changmin benar" Ucap Kyuhyun

" Ughh..."

Jaejoong tidak bisa menahannya lagi, wajahnya memerah dan dia tertunduk malu. Sedangkan Yunho menatap kesembarang arah, kemana saja asal tidak menatap Changmin. Dan tentu saja hal itu membuat Changmin tersenyum lebar.

" Kalian sudah berbaikan ternyata" Ucap Changmin

" Whoaaa~~ Akhirnyaa!" Pekik Junsu

" Ciyee~~ Selamat ya, jangan marahan lagi hyung berdua!" Ucap Kyuhyun

Dan ada satu orang di dalam ruangan itu terdiam mendapati reaksi orang – orang sekitarnya karena dia tidak mengerti apa yang tengah terjadi.

" Maaf Yuu, nanti aku ceritakan" Ucap Jaejoong pada Yuu dan Yuu mengangguk saja

Setengah jam kemudian Yunho dan teman – teman Jaejoong itu pamit untuk pulang, Jaejoong mengantarkan mereka menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya, mobil itu milik Yunho.

" Jangan tidur malam" Ucap Yunho di hadapan Jaejoong, sedangkan tiga temannya itu sudah berada di dalam mobil, mengintip kegiatan Yunho dan Jaejoong

" Hum"

" Dia tidur terpisah denganmu kan?" Tanya Yunho melirik Yuu

" Eh? Yuu? Sejak kemarin malam dia tidur di kamarku"

" MWO?"

" Wae?"

" Tidur di kamar tamu saja"

" Kenapa? Kami terbiasa menginap bersama kok di Jepang"

" Tidak tidak, tidurlah terpisah"

" Cemburu hyung?"

" Ak-aku hanya tidak suka dan tidak mau kau kenapa – napa"

" Tenang saja hyung, Yuu namja yang baik. Dia yang selama ini menjagaku di Jepang"

Yunho sedikit melirik Yuu kemudian kembali menatap Jaejoong, dia menghela nafasnya.

" Ya sudah kalau itu baik untukmu, hyung pulang ya"

" Ne"

CUP

Jaejoong tidak bisa menahan senyumnya saat Yunho mengecup keningnya dan meninggalkannya begitu saja saat wajahnya berwarna merah padam. Jaejoong bahkan bis amendengar godaan teman – temannya yang ditujukan untuk Yunho saat namja berkacamata minus itu masuk ke dalam mobilnya.

Setelahnya Jaejoong mengajak Yuu untuk masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri, setelah semua selesai Jaejoong mengajak Yuu ke dalam kamarnya dan mereka duduk bersila saling berhadapan di atas tempat tidur Jaejoong. Jaejoong pun mulai menceritakan apa yang tadi terjadi tanpa ada yang ditutupi sedikitpun.

" Jadi... Kau memberikannya kesempatan?" Tanya Yuu, terselip nada kecewa saat dia mengatakannya

" Hum" Jaejoong mengangguk kecil " Aku tidak salahkan?"

" Jika kau yakin dia tidak mengulanginya ya sudah, kau maunya aku bagaimana? Melarangmu? Eommamu saja sudah menyerah"

" Hehehehehe"

" Aku hanya bisa berdoa semoga saja keputusanmu tidak salah selama disini aku akan memastikan bahwa dia memang berhak mendapatkan kesempatan kedua darimu"

" Yuu..."

" Kau adalah orang yang sangat baik Jejung dan kau pantas mendapatkan yang terbaik, jadi aku sebagai sahabatmu tidak mau kau salah pilih pasangan"

" Yuu~~~"

GREPP

Jaejoong memeluk Yuu dengan erat hingga membuat Yuu tersentak kaget dan membulatkan matanya tapi kemudian dia tersenyum tipis dan membalas pelukan yang diberikan Jaejoong untuknya.

" Terima kasih sudah menjadi sahabat yang terbaik untukku"

" Ya"

Yuu mengelus punggung Jaejoong, mungkin dia memang harus menepis perasaannya yang berlebih pada Jaejoong karena namja itu hanya menganggapnya sahabat. Iya kan?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jaejoong mempoutkan bibirnya saat berlatih taekwondo hari ini, dia kesal karena semalam saat dia mengirimkan pesan pada Yunho, namja itu membalasnya pagi. Alasannya baterai ponsel Yunho habis. Huh...

" Sudahlah hyung, hyungku memang berkata yang sebenarnya kok" Ucap Changmin yang baru saja menyelesaikan sesi latih tanding dengan anggota yang lain

" Menyebalkan!" Gerutu Jaejoong

" Sudah sudah... Lalu kemana Yuu hari ini?" Tanya Junsu, Jaejoong tersenyum

" Pergi jalan – jalan sekitar, mungkin makan siang di daerah Itaewon lalu kembali ke rumah. Kenapa? Kau tertarik padanya?"

" Ani, hanya yah..."

" Whoaa... Junsu hyung sudah move on! Kau tertarik pada sahabat Jaejoong hyung itu?" Tanya Changmin

" Bukan evil..."

" Sudah waktunya hyung move on dan mencari seseorang yang bisa menjaga hyung" Ucap Kyuhyun

" Aku bisa menjaga diriku sendiri Kyu, aku bukan uke manja" Balas Junsu dan Kyuhyun berdecak mendengar alasan Junsu itu

Drrtt...

Ting!

Jaejoong merogoh kantong seragamnya dan mengambil ponselnya dari sana, sebuah pesan dari Yuu.

' From : Yuu~~

Jejung... Apa jam sekolahmu sudah selesai? Aku ingin mengirimkan foto ini sejak tadi tapi takut menganggumu. Aku melihatnya saat mencari makan siang'

Jaejoong mengerutkan keningnya bingung, Yuu melihat siapa? Dan pertanyaannya segera terjawab saat sebuah pesan berisikan foto masuk ke dalam ponselnya. Jaejoong menatap sebal pada layar ponselnya dan meremas ponselnya dengan kencang.

" Kenapa hyung?" Tanya Changmin

" Lihat kelakuan hyungmu"

Jaejoong menyodorkan ponselnya pada Changmin dan namja tinggi itu mengambilnya, Kyuhyun dan Junsu ikut melihat apa yang tadi membuat Jaejoong kesal. Oh, foto Yunho tengah berjalan bersama yeoja yang mereka tahu bernama Ye Ji.

" Katanya mau menjemputku tapi malah pergi dengan yeoja itu!" Teriak Jaejoong yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian di dalam lapangan indoor sekolahnya itu

" Hyung! Suaramu"

" Aku kesal Min!"

" Coba saja telepon"

" Ck..."

Jaejoong merebut kembali ponselnya dan mencari kontak Yunho, dan segera menekan tombol hijau. Butuh beberapa detik sampai suara Yunho terdengar.

" Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?!" Bentak Jaejoong

" Hyung sedang memarkirkan mobil hyung Jaejoong ah..."

" Katanya mau jemput tapi kenapa pergi dengan orang lain eoh?!"

" Pergi dengan siapa?"

" Tadi hyung pergi makan siang dengan siapa!"

" Mwo? Hmmm... Oh... Ye Ji noona"

Jawaban Yunho tentu saja langsung membuat Jaejoong jengah, bagaimana bisa Yunho menjawabnya dengan enteng seperti itu?

" Tadi siang kami bertemu di lobby dan tempatnya makan searah dengan hyung jadi kami jalan bersama. Hyung tidak makan bersamanya kok, kami berjalan bersama karena searah saja"

" Benar begitu?"

" Iya, hyung tidak berbohong kok. Tadi pagi Hyung memesan cake dan donut untukmu juga teman – teman klubmu jadi siangnya hyung ambil saja sekalian berangkat ke sekolahmu"

" Eh?"

" Masih di ruang latihan, kan?"

" I-iya, memang hyung dimana?"

" Sebentar"

CEKLEK

Jaejoong menolehkan kepalanya saat mendengar suara pintu terbuka, matanya membulat dan mulutnya membentuk huruf 'o'. Di pintu itu Yunho berdiri kesusahan karena tangan kanan dan kirinya memegang plastik besar. Kepalanya miring ke bahu untuk menjepit ponselnya.

" Bisa bantu?"

Jaejoong tersentak mendengar suara Yunho dari ponselnya, oh ya... Mereka masih tersambung dipanggilan telepon.

" Ne"

Jaejoong segera melempar ponselnya ke arah Junsu dan berlari ke arah pintu dan hal itu membuat Jaejoong jadi pusat perhatian terutama Changmin, Junsu dan Kyuhyun.

" Sini, aku bantu"

Jaejoong mengambil kedua plastik itu dari tangan Yunho dan menatap Yunho bingung, ada apa dengan Yunho kenapa memberikannya kejutan seperti ini?

" Kenapa hyung membeli cake dan donut ini?" Tanya Jaejoong

" Eomma bilang untuk merayakan karena kita berbaikan"

" Eh?"

" Ayo bagikan"

" Hum"

Jaejoong mengangguk saja kemudian berjalan ke tengah ruangan diikuti oleh Yunho. Jaejoong berdehem sekali dan membuka mulutnya.

" Teman – teman sekalian, ini Yunho hyung bawa kue untuk kalian"

" WAAAAAHHH"

" Kyyaaa~~~"

" Untuk apa?" Tanya salah satu teman Jaejoong

" Yunho hyung bilang untuk merayakan karena aku dan Yunho hyung sudah berbaikan"

" Mwo?"

" Ciyyeee~~~ jaejoong~~~"

" Kyyaaa~~~"

Jaejoong sedikitnya merona hanya saja dia tidak mau menunjukkannya secara berlebihan, dia masih menjaga perasaannya agar tidak tersakiti lagi oleh Yunho. Dia tidak salah, kan?

Pulang latihan, Jaejoong diantar oleh Yunho menuju rumahnya. Jaejoong ingin segera pulang karena ingin bertemu dengan Yuu yang dia tinggal sendirian hari ini. Tidak enak juga meninggalkan Yuu di rumahnya seorang diri tapi mau bagaimana lagi, Yuu juga tidak merasa keberatan.

" Terima kasih sudah mengantarku, mau mampir?" Ucap Jaejoong setelah sampai di depan halaman rumahnya

" Tidak usah, hyung harus kembali ke kantor"

" Oh... Baiklah"

Jaejoong melepaskan savety belt-nya, dia menggenggam erat benda itu sebelum dia menoleh ke arah Yunho yang menatapnya bingung karena Jaejoong tidak juga bergerak.

" Kenapa?"

" Tidak"

CUP

Dengan kecepatan kilat Jaejoong mengecup pipi Yunho dan beranjak keluar dari mobil Yunho kemudian berlari ke dalam rumahnya. Yunho terkekeh kemudian menyentuh pipinya yang baru saja dikecup oleh Jaejoong namun kemudian senyumnya perlahan menghilang, menatap sendu punggung Jaejoong yang menjauh itu.

" Maaf..."

.

.

.

.

.

.

" Yuu!"

" Eh? Sudah pulang?"

BRUKK
GREEPP

" Aku senang!"

" Hey hey hey! Kau memelukku terlalu erat! Jejung!"

Jaejoong tidak memperdulikan pekikan penuh kesakitan yang keluar dari bibir Yuu, dia terus saja memeluk sahabatnya itu dan menggoyangkan pelukannya, perasaannya sedang sangat senang!

" Ada apa?"

Yuu berhasil menarik paksa Jaejoong yang memeluk kemudian memegang kedua bahu Jaejoong, menatap ngeri Jaejoong yang kini tersenyum sangat lebar hingga Yuu merasa takut Jaejoong bisa saja merobek bibirnya itu.

Di halaman belakang rumah Jaejoong, Yuu mendengarkan semua cerita Jaejoong tentang siang ini. Jaejoong terlihat sangat senang dan hal itu membuat Yuu tersenyum, senyum Jaejoong adalah yang terbaik menurutnya.

Tapi...

Kenapa Yuu merasa ada sesuatu yang mengganjal...

' Kenapa lelaki itu berbohong?' Batin Yuu

.

.

.

Malamnya karena tidak mendapatkan kabar apapun dari Yunho, Jaejoong menelepon namjanya itu dan butuh beberapa kali menelepon barulah sambungan teleponnya itu diangkat.

" Sedang apa hyung? Kenapa ramai sekali?" Tanya Jaejoong saat mendengar suara berisik diseberang sambungan teleponnya bersama Yunho

" Hyung sedang makan malam"

" Oh, sendirian?"

" Bersama Yoochun hyung"

" Oh... Makan apa?"

" Hanya... Bulgogi dan Soondae"

" Hmm.. Kapan – kapan aku akan memasakkan bulgogi untuk hyung"

" Boleh, asal kau tidak mencampurkan bahan lain seperti waktu itu pada masakanmu"

" Eh? Hyung masih mengingatnya eoh?"

" Tentu, karena masakanmu aku tidak bisa kuliah dan kerja. Dua hari aku harus bolak balik ke kamar mandi"

" Hehehehe"

" Ya sudah, hyung tutup ya?"

" Hum, nanti kabari aku kalau sudah sampai rumah"

" Ne"

PIK

Jaejoong memutuskan sambungnya begitu saja, dia memeluk gulingnya dan berguling – guling tidak jelas di atas tempat tidurnya. Besok dia akan pergi menemui Yunho di kantor namja itu bersama Yuu, Jaejoong ingin mengenalkan sahabatnya itu pada Mr. Jung.

Namja cantik itu berpikir bahwa Yuu dan Mr, Jung akan cocok, belum lagi Mr. Jung itu ahli menggunakan bahasa Jepang sama sepertinya. Mungkin setelahnya dia bisa pergi untuk makan es krim bersama Yunho dan Yuu. Hehehehe...

Sementara itu di sebuah restoran mewah, seorang namja berkacamata tebal menetap sendu ponselnya. Dia baru saja berbohong... Dan dia merasa amat sangat bersalah.

" Sudah Yunho?"

" Eh?" Yunho mendongakkan kepalanya dan mengangguk

" Makanlah, bukankah kau sangat menyukai Bbq Steak?"

" Ya, terima kasih" Yunho menatap yeoja yang duduk disebrangnya dengan datar " Noona" Lanjutnya

" Hum"

Yeoja yang duduk diseberang Yunho itu tersenyum manis dan mengangguk, dia tahu tadi Yunho berteleponan dengan siapa tapi dia bertindak tidak peduli. Yang terpenting, malam ini dia bisa makan malam bersama Yunho di tempat dulu mereka sering datangi.

Poor Jaemma...

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Alooohaaa~~~~ Cho kembali update ff...

Otte?

Yang mau gampar, pukul, tendang Yunpa dibolehin kok #Plaakkk hehehehe...

Maaf in Yunpa ne?

Ish... Tangan Cho tuh lagi gatel banget mau bikin ff yang hurt atau ga angst pake banget, yang ga ada senengnya! Terus nistain Yunpa bukan Jaemma. Aigo~~ Gemesshhh

.

Special Thanks :

.

Tultul (sipp), ireneayu (kkkk~~ Jaemma kan cintanya sama yunpa...), Jj (wkwkwk. Cho dong suka na sama bebeb Mimin), maiolibel (dia pasti bisa move on kok hehehehehe), BabyByunie (beuh... dilabrak sama yunpa lho nanti), mimimi (wkwkwk sama), datebh (amiinnnnn), kyukyu0203 (mau na juga gt T^T), ismi mimi (Cho juga ga tega sama jaemma tapi mau gimana lagi, tuntunan eaa~~ padahal mah senang aja liad jaemma tersiksah aq tuh.. hahahaha), guest137 (iya, biar aja dia rasain), kurozitao (sipooo~), yunjae heart (gampar aja eonn si beruang, Cho juga kesel sama dia wkwkwkwk, sipo eonn~~),

yunjaejoong (belom...), KyuMin Aegya (mau na juga gt, tapi yunpa ga mau, gimana dong T^T), redcapleader (iya, ini udah di lanjut), ruixi1 (belom kok, masih adem aja d chap ini), MagnaeJung (iya, cho update juga di waty kok, cuma ffn duluan... baru deh watty), elite minority. 1111 (gimana dong, yunpa cuma buat jaemma T^T huuweee... Cho belom siap huhuhuhu), dwisavhira (iya, ini udah di update kok), LittleOoh (iya pasti kok), uknowme2309 (masama beeebb~~ kkk~~ sakit hatinya ada part 1 sama part 1 hahaha), yong1237 (ga bisa update cepet cho nya ^^), Avanrio11 (gampar aje...), ega (Cho juga...), faneeeyyy(iya, pasti lanjut kok), GaemGyu92 (cup cup cup, gampar aja tuh sih yunpa wkwkwk),

Anna (cup cup cup, masih Cho lanjutin kok), nayeon ( sipoo~), TyaWuryWK (getok aje, cho setuju kok), chwangkyuwoozi (iya, emang!), yunhi (emang dia pabbo kkk~), MyBooLoveBear (maacih udah bahadia baca ff cho wkwkwkwk~~ pasti dia ternistakan kok), Tultul (diusahakan yaa), CassieFujho12 (iya, siap – siap aja si yunpa kkk~), kimRyan12 (semoga aja yaaa), Park RinHyun-Uchiha (sama cho juga sukanya begitu), choikim1310 (sahabat kok, sahabat tapi demen wkwkwkwk), kyu (diusahakan ya... chap depan masih ada nih), hikarusherizawa (emang dia mah ngeselin tingkat dewa wkwkwkw),

Buat yang udah follow, fav, para Guest yang banyak sekali juga para SiDer

Sekali lagi maacih #bow

.

Semoga chap ini ga mengecewakan ya... Makasih banget lho buat yang udah ripiu, bejibun uiiii~~ Pasti pada ga rela Jaemma Cho nistain mulu hahahahahaha...

.

Tetap dukung Cho ne? Biar Cho ga buntu bikin jalan cerita apa lagi Cho nambah utang ff baru sampe 4 biji, terus yang minta MinSu kemaren an sapa ya? JunsuxChangmin... Di ff Cho yang baru bakal ada mereka tuh, ahay... Cho kangen banget sama bebek n jerapah itu~ Kangen Cho tuh sama mereka berdua kkkkkk~~

.

Udah ya?

See next chap hmmm... Chap depan udah final lhoo~~ Alias End... Peran Yuu bakal penting di chap depan, ini aja Cho potong jadi dua karena chap yang ini paaaannnjjjaaaaaaanggggg banget... Dan... Selamat menunggu antrian update ff nya Cho ya #KetawaNista

.

Jadi kalian maunya gimana? Jaemma tetap sama Yunpa atau sama Yuu atau sama Cho aja? (pilihan terakhir paling bagus) hahahahaha...

.

Annyeong?

Chuuu~~~~~~

.

.

.

.

.

Rabu, 19 Juli 2017