My Busy Yunie

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Suju, BTS (maybe)

Genre : Drama, Romance, School of Life, Little bit Humor, Yaoi, Angst

Typos, membosankan, alur suka - suka

Rate : T

Waw... Cho liad ada reader yang sampe karatan nungguin ff yang ini update kkkk~~~ Maaf telat update, baru sembuh Cho nya... Hohohohohoho~~

Enjoy it ^o^

.

Warning!

Lupa... Kalo tulisannya "..." pakeitalic Tandanya mereka lagi ngomong bahasa Jepang ya... Ingat lhoo~~

.

.

.

.

.

.

Malamnya karena tidak mendapatkan kabar apapun dari Yunho, Jaejoong menelepon namjanya itu dan butuh beberapa kali menelepon barulah sambungan teleponnya itu diangkat.

" Sedang apa hyung? Kenapa ramai sekali?" Tanya Jaejoong saat mendengar suara berisik diseberang sambungan teleponnya bersama Yunho

" Hyung sedang makan malam"

" Oh, sendirian?"

" Bersama Yoochun hyung"

" Oh... Makan apa?"

" Hanya... Bulgogi dan Soondae"

" Hmm.. Kapan – kapan aku akan memasakkan bulgogi untuk hyung"

" Boleh, asal kau tidak mencampurkan bahan lain seperti waktu itu pada masakanmu"

" Eh? Hyung masih mengingatnya eoh?"

" Tentu, karena masakanmu aku tidak bisa kuliah dan kerja. Dua hari aku harus bolak balik ke kamar mandi"

" Hehehehe"

" Ya sudah, hyung tutup ya?"

" Hum, nanti kabari aku kalau sudah sampai rumah"

" Ne"

PIK

Jaejoong memutuskan sambungnya begitu saja, dia memeluk gulingnya dan berguling – guling tidak jelas di atas tempat tidurnya. Besok dia akan pergi menemui Yunho di kantor namja itu bersama Yuu, Jaejoong ingin mengenalkan sahabatnya itu pada Mr. Jung.

Namja cantik itu berpikir bahwa Yuu dan Mr, Jung akan cocok, belum lagi Mr. Jung itu ahli menggunakan bahasa Jepang sama sepertinya. Mungkin setelahnya dia bisa pergi untuk makan es krim bersama Yunho dan Yuu. Hehehehe...

Sementara itu di sebuah restoran mewah, seorang namja berkacamata tebal menetap sendu ponselnya. Dia baru saja berbohong... Dan dia merasa amat sangat bersalah.

" Sudah Yunho?"

" Eh?" Yunho mendongakkan kepalanya dan mengangguk

" Makanlah, bukankah kau sangat menyukai Bbq Steak?"

" Ya, terima kasih" Yunho menatap yeoja yang duduk disebrangnya dengan datar " Noona" Lanjutnya

" Hum"

Yeoja yang duduk diseberang Yunho itu tersenyum manis dan mengangguk, dia tahu tadi Yunho berteleponan dengan siapa tapi dia bertindak tidak peduli. Yang terpenting, malam ini dia bisa makan malam bersama Yunho di tempat dulu mereka sering datangi.

Poor Jaemma...

.

.

.

.

.

.

~ Chapter 8 ( END ) ~

.

.

.

.

.

.

.

.

Lapangan olahraga indoor itu tampak ramai, mereka semua mengenakan seragam putih taekwondo karena sedang berlatih. Changmin tengah asyik menggempur lawan hingga jatuh tidak sanggup bangkit lagi, sedangkan Junsu sedang mengajari beberapa adik kelasnya gerakan taekwondo.

Kyuhyun tengah menggerjakan sesuatu di pinggir lapangan dan satu namja lagi, yang merupakan pemeran utama cerita ini tengah duduk bersila agak jauh dari mereka. Memangku wajahnya dengan kedua tangan dan sesekali menghela nafasnya.

Dia tadi sudah latih tanding dengan Changmin dan beristirahat karena kakinya terasa sedikit ngilu. Luka karena pertandingan terakhirnya itu masih terasa sampai sekarang walaupun terasa samar.

" Hah..."

Untuk kesekian kalinya Jaejoong menghela nafas, sudah tiga hari ini Jaejoong dan Yunho menjalani aktifitas seperti biasa. Dan Jaejoong merasa Yunho kembali menjadi namja paling sibuk di dunia karena tidak bisa membagi waktunya dengan Jaejoong. Dan itu membuat Jaejoong sedikit sedih karena tidak bisa bertemu dengan Yunho.

Tapi, untung saja ada Yuu yang selalu ada disampingnya walaupun namja asal Jepang itu hanya akan berada di Korea sampai minggu depan. Paling tidak Yuu bisa mengobati sedikit rasa kesepiannya jika tidak ada Yunho selama seminggu ini.

" Hyung, gwaenchana?"

Kyuhyun mendekati Jaejoong karena merasa khawatir, di matanya Jaejoong terlihat menyedihkan seperti kucing liar kecil yang minta dipelihara, hahahahaha...

" Ne, gwaenchana" Jawab Jaejoong

" Bagaimana lukamu?"

" Tidak apa – apa, hanya tadi terasa ngilu saja" Jawab Jaejoong dengan jujur

" Yunho hyung masih sibuk eoh?"

" Seperti biasa Kyu, dia kan orang sibuk"

" Menyebalkan ya punya kekasih seperti Yunho hyung, untung saja Changmin tidak seperti dia"

" Ya, kau sangat beruntung"

" Tapi dia mesum"

" Mesum begitu kau suka kan~~" Goda Jaejoong

" Aish, tidak usah dibahas lagi"

Jaejoong sebenarnya iri pada Kyuhyun dan Changmin yang selalu bersama setiap saat, apa lagi mereka sekelas dan Kyuhyun pintar membuat Changmin tidak bisa jauh darinya. Jaejoong harus belajar banyak dari Kyuhyun semua ini.

" Nanti hyung akan pergi dengan Yuu?" Tanya Kyuhyun

" Iya, dia akan menjemputku dan kami akan pergi sampai makan malam nanti"

" Oh... Selamat bersenang – senang hyung"

" Hum" Jaejoong mengangguk

Dia kemudian kembali melamun, selama tiga hari ini Yunho hanya berkunjung saat malam dan itu tidak lebih dari setengah jam karena Jaejoong menyuruh Yunho pulang. Yunho datang ke rumahnya dengan wajah kelelahan jadi Jaejoong sebagai kekasih yang pengertian meminta Yunho untuk pulang dan beristirahat.

Yah...

Jaejoong sedikitnya senang karena walaupun Yunho sibuk, namja itu masih menyempatkan diri untuk mampir ke rumahnya. Perhatian kecil itu membuat Jaejoong menaruh kepercayaannya sedikit demi sedikit pada Yunho.

Pulang sekolah, Changmin dan yang lain mengantar Jaejoong sampai ke halte dekat sekolah karena Jaejoong berkata bahwa Yuu ada menunggu di sana. Dan benar saja, namja asal Jepang itu sudah duduk manis di halte sembari membaca sebuah buku.

Jaejoong tersenyum, Yuu memang suka sekali membaca buku dan namja itu berkali lipat lebih tampan saat fokus pada bukunya. Sayang saja Jaejoong sudah jatuh cinta pada Yunho coba kalau belum, mungkin dia jatuh cinta saja pada sahabatnya itu.

Eiii~~

Kok malah melantur?

" Yuuuu~~"

Jaejoong memanggil Yuu dengan semangat dan namja asal Jepang itu mendongakkan kepalanya, dia bangkit dari duduknya dan melambai ke arah Jaejoong.

" Aigooo~~ Dia benar – benar tampan" Puji Junsu

" Kalau belum pacaran dengan Chwang mungkin aku mengejarnya saja" Ucap Kyuhyun yang dihadiah sebuah sentilan penuh kasih sayang dari Changmin

" Huh"

" Aku akui kau memang harus melepaskan Changmin untuk mendapatkan yang lebih baik Kyu" Goda Junsu yang membuat mood Changmin semakin memburuk

" Aish, jangan ngambek Chwang sayang~~" Kini Kyuhyun yang menggoda Changmin

" Terserah"

Mau tak mau Jaejoong tertawa mendengar pertengkaran antara Changmin, Kyuhyun dan Junsu apalagi saat ini Changmin terlihat merajuk. Sungguh lucu.

" Mereka ikut?" Tanya Yuu saat melihat ketiga teman Jaejoong ikut menghampirinya

" Tidak, hanya mengantarku"

" Oh..."

" Kami bertiga pergi dulu ya" Pamit Changmin yang memang tidak mau berlama – lama di sana

" Iya, terima kasih sudah mengantarku" Ucap Jaejoong

" Ne"

Akhirnya Changmin menarik kedua uke yang tidak bisa lepas dari pesona Yuu menuju mobil jemputan Changmin, Junsu ikut masuk karena Changmin akan mengantarkannya terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya. Kyuhyun sendiri ikut dengan Changmin karena Mrs. Jung merindukannya.

" Chwang... Apa tidak apa – apa?"

Kyuhyun bertanya dengan nada ragu saat sudah duduk dengan nyaman di dalam mobil, dia menolehkan kepalanya untuk bisa melihat Jaejoong yang kini mengobrol riang dengan Yuu sembari menunggu bus datang. Bagaimana bisa mereka bertiga memasang topeng seperti ini di depan Jaejoong? Teman macam apa mereka.

" Ya Kyu, bukannya hyung berkata jika kita tidak boleh ikut campur? Kita jaga saja Jaejoong hyung" Ucap Changmin yang duduk di depan, disamping supirnya

" Tapi... Hyung..." Kyuhyun menarik lengan seragam Junsu yang kini fokus pada ponselnya

" Ikuti saja ucapan Changmin, Kyu. Cukup ikuti saja" Jawab Junsu dengan datar

Kyuhyun menghela nafasnya, bisakah dia menutup mata seolah tidak tahu apapun padahal dia mengetahui sesuatu? Bagaimana bisa dia memasang topeng seperti ini pada Jaejoong?

.

.

.

.

.

.

.

Sore itu Jaejoong habiskan dengan bermain di game center bersama dengan Yuu yang setia menemaninya kemana – mana. Yuu senang saja asal dia bisa melihat senyum Jaejoong dan sebagai sahabat yang baik dia terus menyemangati Jaejoong.

Sampai akhirnya namja cantik itu kelelahan dan perutnya merongrong minta makan, Jaejoong dan Yuu berkeliling untuk mencari tempat makan yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun langkah kaki Jaejoong terhenti saat melihat seorang yeoja menggandeng seorang namja yang dia kenal dari kaca mata tebalnya.

Jaejoong terdiam mengamati mereka berdua dari jarak agak jauh, dia melihat yeoja itu menarik sang namja menuju sebuah tempat makan dan mengambil duduk di pojok dekat jendela. Jaejoong bisa melihat kebahagiaan terpancar dari kedua orang itu dan membuat hatinya seakan teremas kencang.

" Jejung"Panggil Yuu

" Tunggu Yuu, aku masih ingin melihatnya"

" Tapi..."

" Aku ingin merekam semua ini dengan jelas di dalam otakku, tunggu"

Lima menit mereka memperhatikan kedua orang yang tidak lain adalah Yunho dan Ye Ji, Jaejoong mengambil ponselnya. Yuu mengira Jaejoong akan memotret kejadian di depannya tapi Yuu melihat Jaejoong membuka aplikasi pesan dan mengirimkan pesan pada Yunho.

Jaejoong sendiri melihat Yunho mengambil ponselnya dan membaca sesuatu dari benda itu, mengetikkan sesuatu dan membuat ponsel Jaejoong bergetar karena ada pesan yang masuk. Jaejoong membaca pesan itu dan tertawa miris. Dia menggandeng tangan Yuu dengan erat dan beranjak dari sana, cukup tahu saja bahwa namja itu belum berubah.

' To : Yunie~

Hyungie, dimana? Hari ini ke rumah?'

' From : Yunie~

Masih di kantor karena tugas banyak hyung harus lembur, hyung usahakan ke rumahmu nanti'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Yuu menatap miris namja cantik yang duduk berhadapan dengannya di ruang makan keluarga Kim. Namja cantik bernama Jaejoong itu memakan tiga ramyun tapi menambahkan sebuah saus bernama 'sudden death' sebanyak – banyaknya lalu memakannya dengan lahap.

Tapi baru suapan ketiga airmatanya mulai keluar, Yuu tahu air mata itu bukan karena rasa pedas yang Jaejoong rasakan tapi dia menangis karena tengah sedih. Di perjalanan pulang tadi Jaejoong menceritakan apa isi pesan Yunho untuk Jaejoong dan membuatnya sedikit naik darah.

Jaejoong langsung masuk ke area dapur dan memasak ramyun super pedas keinginannya dan makan ditemani oleh Yuu. Yuu tidak berbuat apapun karena dia memang ingin Jaejoong mengeluarkan semua emosinya terlebih dahulu.

" Huks... Pedas..." Rengek Jaejoong

"..."

" Tapi ini enak huks..."

Ramyun itu sudah habis lebih dari setengah dan Jaejoong belum mau menyerah memakan semua ramyun itu padahal bibirnya sudah merah dan terlihat bengkak.

" Hah..."

Yuu akhirnya turun tangan, dia menghentikan sumpit berisi ramyun itu sebelum memasuki mulut Jaejoong dan menggelengkan kepalanya.

" Sudah cukup" Ucap Yuu datar

" Ta-ta-tapi-"

" Tidak ada kata tapi Jejung, ini semua akan menyakiti dirimu sendiri. Aku akan ambilkan minum"

Yuu beranjak dari duduknya, mengambil mangkuk ramyun yang cukup besar itu dan membawanya ke wastafel. Dia mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan air putih dingin untuk Jaejoong.

TAK

Gelas beling itu mendarat dengan mulus di atas meja makan, Yuu meminta Jaejoong untuk meminumnya dan Jaejoong menurutinya. Mengambil gelas berisi air putih dingin itu dan meminumnya dengan air mata masih mengalir dari kedua matanya. Usai Jaejoong meletakkan gelas beling yang sudah kosong isinya itu, Yuu menarik Jaejoong ke dalam pelukannya dan mengusap punggung Jaejoong dengan perlahan.

" Sstttt... Menangislah padaku. Tunjukkan semua rasa sedihmu padaku Jejung"Ucap Yuu dengan lembut

" Hiks... Hiks..."

" Ya... Tidak apa – apa, ada aku yang selalu ada untukmu. Kita sahabat bukan?"

" Brengsek, dia brengsek Yuu... Aku membencinya hiksss..."

" …."

" Hiks... Pasti banyak yang mereka lakukan di belakangku! Hiks..."

Tangis Jaejoong akhirnya tumpah dan Yuu membiarkan air mata Jaejoong membasahi bajunya, dia juga membiarkan dirinya menjadi bahan pukulan Jaejoong. Yang bisa dia lakukan saat ini adalah memeluk erat Jaejoong dan memberitahu Jaejoong bahwa dia akan selalu ada disampingnya.

Butuh dua puluh menit untuk Yuu menenangkan Jaejoong yang menangis, saat ini Yuu menemani Jaejoong di atas tempat tidurnya. Berbaring saling berhadapan dan bercerita tentang masa kecil mereka di Jepang.

" Aku belajar taekwondo juga untuk melindungimu Yuu"Goda Jaejoong

" Tapi aku lelaki Jejung, tidak perlu kau lindungi"

" Habis kau dulu cengeng"

" Jangan ingatkan aku tentang masa kelam itu"

" Tapi itu benar"

" Sudah Jejung"

Jaejoong terdiam menatap wajah sahabatnya yang tampan itu. Sekali lagi, jika Yunho seperti Yuu maka hidupnya pasti akan sangat bahagia karena Yuu adalah namja terbaik yang pernah dia temui. Mungkin dia harus melakukan sesuatu kali ini.

" Iya iya... Yuu... Mau berjanji padaku satu hal?" Tanya jaejoong dengan lirih

" Apa?"

" Berjanji dulu baru aku beri tahu"

" Apa? Hum? Kau tahu aku selalu menuruti keinginanmu walaupun sulit"

" Berjanji dulu!" Jaejoong mempoutkan bibirnya dan itu adalah kelemahan untuk Yuu

" Ya, aku berjanji"

" Yuu... Aku..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CEKLEK

Namja tampan asal Jepang itu menunjukkan wajah datarnya saat membuka pintu kediaman keluarga Kim. Di depannya berdiri namja yang sudah membuat sahabatnya menangis, namja itu sedikit tersenyum.

" Jaejoong ada?" Tanya Yunho menggunakan bahasa Jepang, sedikitnya dia memang bisa menggunakan bahasa Jepang karena beberapa klien appanya berasal dari Jepang

" Tidur, lelah menunggumu"

" Oh... Boleh aku masuk untuk menemuinya?"

" Tidak, dia sudah kelelahan. Dia juga berpesan agar tidak ada yang mengganggunya termasuk dirimu" Jawab Yuu dengan nada datar

" Aku rasa itu bukan urusanmu"

" Semua hal yang menyangkut Jejung adalah urusanku"

" Apa aku perlu menelepon Kim ahjumma dan ahjusshi untuk masuk ke dalam rumahnya?"

Yuu terdiam, menggertakkan giginya karena dia akan kalah jika Yunho melakukan hal itu. Dan Yuu berdecak kesal saat Yunho mendorongnya agar dia bisa masuk ke dalam rumah Yunho. Namja itu berjalan ke dalam rumah dan menaiki tangga karena tahu bahwa kamar Jaejoong ada di lantai atas sedangkan Yuu mengikuti namja itu dari belakang.

Yunho membuka pintu kamar Jaejoong dengan perlahan dan melihat Jaejoong tengah berbaring membelakangi pintu. Namja berkacamata tebal itu masuk dan duduk dipinggir tempat tidur Jaejoong, mengusap rambut bagian belakang Jaejoong dan mendekatkan wajahnya pada kepala Jaejoong.

Sebuah kecupan lembut mendarat pada puncak kepala Jaejoong dan setelahnya Yunho mengusap lembut helaian rambut Jaejoong. Menatap Jaejoong dengan sendu kemudian kembali mendekatkan wajahnya untuk mengecup pundak Jaejoong dan kembali mengecup kepala Jaejoong kali ini lebih lama karena Yunho mengeratkan pelukannya pada tubuh Jaejoong.

" Maaf" Lirihnya

Sementara itu Yuu terdiam menatap pemandangan tidak biasa di depannya, Yuu bisa melihat bagaimana tatapan sendu yang diberikan Yunho untuk Jaejoong. Bahkan dia mengerti apa yang diucapkan Yunho walaupun itu dalam bahasa Korea.

' Maaf? Untuk apa? Apa karena kau sudah menyakiti Jejung? Kau terlambat, dia sudah terluka olehmu'

Yunho pulang setelah merasa puas memeluk Jaejoong, dia bangkit dan pergi tanpa menatap wajah Yuu. Dia bahkan melewatkan mata Jaejoong yang sembab karena tadi menangisinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Saat Jaejoong membuka matanya dia mendapati dirinya tidur dalam pelukan hangat sahabatnya, Jaejoong tersenyum. Semalaman pasti Yuu memeluknya karena mengkhawatirkan keadaannya.

" Terima kasih Yuu" Lirih Jaejoong

Sejenak Jaejoong memeluk erat Yuu sebelum melepaskan pelukannya dan melirik meja nakasnya, jam menunjukkan pukul enam pagi. Waktunya bagi Jaejoong bersiap ke sekolah. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke meja riasnya. Mengusap pelan kedua matanya dan menatap kaca yang cukup besar di depannya.

" OMO! Mataku! Astaga! Kenapa bisa bengkak seperti ini?"

Jaejoong membalikkan tubuhnya dan kembali berlari ke tempat tidurnya, dia menggoyangkan tubuh Yuu sembari merengek.

" Yuuuuu~~~ Bangun! mataku bengkak! bagaimana ini! Yuuuu~~~~~"

" Nghh... Jejung! Aku masih mengantuk!"

" Aish, mataku bengkak, bagaimana ini? Aku tidak mau sekolaaaahhh~~"

Dengan terpaksa akhirnya Yuu membuka matanya dan mengusapnya pelan. Dia kemudian memandang Jaejoong menghembuskan nafasnya kesal.

" Salah siapa makan ramyun pedas dan menangis sepanjang malam?"Bentak Yuu

" Yuu~~ Bantu aku, bagaimana bisa aku sekolah dengan mata bengkak seperti ini"

" Menyusahkan!"

Yuu bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar diikuti Jaejoong di belakangnya, mereka berhenti di dapur dan Yuu mengeluarkan es batu dari dalam kulkas.

" Kompres"

" Ne"

Jaejoong menuruti Yuu, dia mngompres matanya dengan air dingin sementara Yuu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka juga menyikat giginya. Yuu kembali ke dapur setelahnya, dia kembali membuka kulkas dan mengeluarkan telur dari dalam sana.

" Telur gulung saja untuk bekal ya?"

" Eh? Kau membuatkanku bekal?" Jaejoong mengerutkan keningnya bingung

" Ya, bento" Jawab Yuu

" Astaga! Terima kasih Yuu"

" Iya"

Jaejoong memperhatikan tubuh bagian belakang Yuu yang sedang membuatkan makan siang untuknya. Jaejoong senang sekali memliliki sahabat seperti Yuu yang selalu ada menemaninya dalam bahagia ataupun sedih.

Sungguh, Jaejoong ingin sekali menjadikan Yuu kekasihnya jika saja hatinya tidak terikat pada namja cupu yang semalam mengobrak – abrik hatinya. Ngomong – ngomong tentang Yunho, apa namja itu tadi malam ke rumah?

" Yuu..." Panggil jaejoong

" Apa?"

" Apa Yunho hyung semalam kemari?"

Mendengar pertanyaan Jaejoong membuat Yuu menghentikan gerakannya sejenak kemudian kembali mengocok adonan telurnya. Dia berdehem.

" Menurutmu?"Yuu malah bertanya balik

" Aku tidak tahu, aku kan tidur"

" Tidak"

" Oh..."

Jaejoong menghela nafasnya, dia berpikir bahwa Yunho pasti lelah habis pergi dengan Ye Ji jadi tidak pergi ke rumahnya seperti malam – malam sebelumnya. Sibuk dengan Ye Ji? Apa yang dilakukan namja itu bersamanya? Kenapa Yunho harus berbohong padanya?

" Sana mandi, bersiap untuk sekolah"Suruh Yuu

" Neee"

Jaejoong beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, Yuu melirik ke belakang untuk menatap sendu Jaejoong. Kenapa juga dia harus berbohong? Tapi... Entah kenapa dia harus melakukannya, demi Jaejoong. Ya demi Jaejoong.

" Hari ini kau kemana?" Tanya Jaejoong

" Di rumah saja, aku lelah"

" Arasseo"

" Tapi nanti aku akan menjemputmu, kita bertemu di halte seperti biasa. Makan diluar baru pulang. Oke?"

" Oke"

.

.

.

.

.

.

Jaejoong menatap makan siang di depannya dengan senyum sendu, Yuu selalu melakukan yang terbaik untuknya dan Jaejoong sangat bersyukur memiliki Yuu di sampingnya.

" Hey, mau ke kantin?"

Junsu mendekati tempat duduk Jaejoong saat jam istrihat datang, Jaejoong menggeleng dan menunjukkan bekal makan siangnya.

" Kau membuat bekal?" Tanya Junsu

" Tidak, Yuu yang membuatkannya untukku" Jawab Jaejoong

" Whoaaa! Yuu bisa masak?"

" Iya"

" Daebakk"

" Ayo makan bersama kalau kau mau"

" Tapi itu milikmu"

" Yuu memasak makan siang ini terlalu banyak. Ayo temani aku makan"

" Baiklah"

Junsu menarik salah satu kursi agar dia bisa makan bersama Jaejoong, bercanda bersama dan mengobrol sampai Junsu menyadari sesuatu.

" Matamu bengkak, kau menangis?" Tanya Junsu

" Ti-"

" Tidak usah berbohong Jae, kenapa? Yunho hyung lagi?"

Jaejoong menghembuskan nafasnya, menaruh sumpitnya dan mulai menceritakan apa yang terjadi kemarin. Junsu berdecak kesal mendengarnya kemudian mengelus punggung Jaejoong.

" Sepertinya memang yeoja itu harus diberi pelajaran" Ucap Junsu

" Tidak usah Su, lagipula dengan begini nantinya aku bisa memutuskan apakah aku harus bersama Yunho hyung atau tidak" Ucap Jaejoong dengan lirih

" Maksudmu kau akan menyerah?"

" Jika Yunho hyung tidak mencintaiku aku tidak mau memaksanya lagi Su"

" Tapi kau sudah mencintainya selama sepuluh tahun hidupmu Jae"

" Tapi dia tidak Su"

" Jae..."

" Gwaenchana..."

Sontak Junsu memeluk Jaejoong dengan erat yang kini matanya mulai berkaca – kaca, sedih juga harus melepaskan seseorang yang sudah dia cintai dalam sepuluh tahun hidupnya. Tapi dia harus melakukannya jika Yunho tidak juga mencintainya, dia tidak ingin memaksa Yunho untuk menyukainya lagi. Tidak, karena itu menyakitkan.

Sementara itu dua namja menatap kejadian Junsu yang memeluk erat Jaejoong dengan pandangan berbeda. Mereka adalah Kyuhyun dan Changmin. Kyuhyun menggeram tertahan, benci mendengar cerita yang jaejoong lontarkan, sementara Changmin menatap datar pemandangan di depannya. Pikirannya terlalu banyak ditambah lagi masalah Jaejoong dan kakaknya.

" Ayo Kyu, jangan ganggu mereka"

Changmin menggenggam tangan Kyuhyun dan membawa Kyuhyun menjauh dari kelas jaejoong dan Junsu. Sekali lagi Kyuhyun menoleh, dia tahu bagaimana perasaan Jaejoong. Dia tahu bagaimana sakitnya ketika orang yang dia suka bersama orang lain. Kyuhyun kemudian menoleh kearah Changmin, jika Changmin tidak ada di sampingnya mungkin dia lebih baik menghilang dari dunia ini.

.

.

.

.

.

.

" Main sudah, makan sudah, belanja sudah. Kita pulang sekarang?"

Namja berdarah jepang terkekeh setelah melontarkan pertanyaan atau sebuah ajakan mungkin? Tidak... Tidak ada yang lebih melelahkan ketimbang jalan bersama Jaejoong seharian. Namja itu akan membawanya kemana saja sesuka hatinya dan Yuu merasa sangat kelelahan sekarang. Sedangkan Jaejoong? Namja cantik itu kini tengah asyik melihat pernak pernik untuk diletakkan di dalam kamarnya.

" Iya, sebentar" Jawab Jaejoong seadaanya, dia masih asyik memilih hiasan di depannya

" Aku lelah"

" Aku tahu"

" Aish, percuma saja bicara padamu"

" Itu kau tahu"

" Hah..."

Yuu menghela nafasnya dan melihat paper bag dan plastik belanjaan Jaejoong yang ada di kanan dan kirinya, kedua orangtua Jaejoong pasti bekerja sangat keras demi memenuhi hobi shopping Jaejoong dan ah! Yuu juga ingat bahwa eomma Jaejoong sangat suka berbelanja. Ckckckckck...

" Lho, Jaejoongie? Yuu?"

Jaejoong menegakkan tubuhnya dan menoleh kebelakang begitu juga dengan Yuu untuk mengetahui siapa yang telah memanggil nama mereka.

" Jung eomma, Jung appa. Annyenghasseo" Sapa Jaejoong dengan sopan sedangkan Yuu langsung membungkukkan tubuhnya untuk memberikan salamnya

" Kalian sedang apa?" Tanya Mr. Jung menggunakan bahasa Jepang agar Yuu mengerti

" Belanja"

" Mana Yunho?" Kali ini Mrs. Jung yang bertanya

" Kami tidak janjian dengan Yunho hyung" Jawab Jaejoong

" Lho? Bukannya tadi dia bilang ada janji denganmu?" Tanya Mrs. Jung lagi

" Eoh? Tidak, sejak tiga hari kami tidak banyak bertemu dan Yunho hyung hanya datang ke rumah untuk mengobrol sebentar, tidak lebih dari setengah jam karena dia terlihat kelelahan jadi Joongie selalu memintanya untuk pulang dan beristirahat" Jawab jaejoong sejelas – jelasnya

Mrs. Jung mengerutkan keningnya, dia sungguh bingung sekarang. Ada yang janggal disini dan itu semua karena anak sulungnya.

" Kenapa Jung eomma?" Tanya Jaejoong

" Tidak, mungkin eomma hanya salah dengar karena tadi dia berkata ada janji denganmu"

" Tidak, kami tidak ada janji" Ucap jaejoong dengan datar, terdengar sebal sih

" Aigoo... Jangan mengerucutkan bibirmu, itu sangat menggemaskan tahu! Eomma ingin mencubitnya"

" Ih... Eomma!"

Yuu tersenyum melihat interaksi antara Mrs. Jung dan Jaejoong, Yeoja itu sangat baik pada Jaejoong dan menyayangi Jaejoong seperti anaknya sendiri tapi anaknya sendiri memperlakukan Jaejoong dengan buruk.

" Yuu, kapan – kapan main ke rumahnya" Ucap Mrs. Jung yang menguasai bahasa Jepang karena suka sekali menonton dorama Jepang

" Iya, aku akan main ke sana kalau ada waktu"

" Aigooo~ Sahabatmu ini sungguh tampan!"

" Iya eomma, aku tahu"Sahut Jaejoong

" Ya sudah, besok mampirlah ke rumah. Eomma sangat merindukanmu"

" Joongie usahakan"

" Baiklah kami pergi dulu"

" Hati – hati eomma, appa"

" Iya"

Jaejoong dan Yuu membungkukkan tubuhnya saat kedua orangtua Yunho berjalan menjauh dari mereka. Setelahnya mereka berjalan kembali dengan Jaejoong yang masih memikirkan perkataan Mrs. Jung.

' Yunie hyung bilang dia ada janji denganku? Tidak... Kami tidak ada janji apapun. Apa... Dia berbohong? Kenapa Yunie hyung berubah seperti ini? Kemana dia pergi? Kenapa juga harus memakai namaku untuk berbohong?' Lirih Jaejoong dalam hatinya

Sementara itu Mrs. Jung berjalan memikirkan sesuatu kemudian melirik suaminya yang juga tidak banyak bicara.

" Lacak anakmu itu" Perintah Mrs. Jung dengan nada datarnya

" Iya Bunnie, aku tahu. Aku akan mencarinya"

" Beraninya dia berbohong membawa – bawa nama Joongie"

" Iya, aku melacaknya sekarang"

.

.

.

.

.

.

.

TOK TOK TOK

Jaejoong menoleh ke arah jam dinding yang ada di ruang tamu, pukul delapan malam. Jaejoong tersenyum miring karena dia bisa menduga siapa yang datang untuk berkunjung malam – malam begini. Dia melangkah menuju pintu rumahnya dan membukakan pintu, benar saja... Yunho berdiri disana dengan sebuah senyuman lembut namun Jaejoong sama sekali tidak membalasnya, dia hanya menunjukkan wajah datarnya.

" Hey" Sapa Yunho

" Hum... Hyung baru pulang kerja?" Tanya Jaejoong, dia memperhatikan wajah Yunho karena ingin melihat bagaimana ekspresinya

" Ya"

" A-ah..."

Jaejoong kecewa, sungguh. Namja itu berbohong dan entah kenapa Jaejoong bisa mengetahuinya, Yunho berbohong padanya.

" Kau sudah akan tidur?" Tanya Yunho

" Ya, seperti yang hyung lihat aku sudah memakai piyama bukan?"

" Hum" Yunho menganggukkan kepalanya

" Kalau begitu lebih baik hyung pulang, hyung terlihat sangat kelelahan"

" Tidak apa – apa?"

" Ya tentu, kalau begitu aku masuk dulu ya hyung"

" Iya, kemarin hyung kemari tapi kau sudah tidur"

Jaejoong mengerutkan keningnya, dia ingat kok bahwa Yuu menjawab bahwa Yunho tidak ke rumahnya saat bertanya kemarin. Ada apa ini? Hmm... Jaejoong akan mengurusnya nanti.

Namja cantik itu kemudian membalikkan tubuhnya hendak masuk ke dalam rumahnya namun sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya dan membalikkan tubuhnya. Jaejoong mengerutkan keningnya menatap Yunho dan tak lama dia membulatkan matanya saat Yunho menariknya kedalam sebuah pelukan hangat.

Jaejoong memejamkan matanya, ingin merasakan kenyamanan dari pelukan yang diberikan oleh Yunho namun gagal. Entah kenapa dia merasa sedikit risih saat Yunho memeluknya, bukan karena apa – apa tapi karena Jaejoong bisa mencium aroma lain dari tubuh Yunho. Sebuah parfum yang tidak mungkin dipakai oleh Yunho karena berbau feminim.

Perih...

Kecewa...

Marah...

Jaejoong ingin sekali menjauh dari namja yang tengah memeluknya ini, ingin pergi jauh, menghapus semua perasaan yang dia miliki untuk Yunho dan berbahagia dengan yang lain tapi bagaimana bisa dia melakukan hal itu kalau hatinya sudah tertambat mati pada Yunho? Menyedihkan bukan?

Cup

Yunho memberikan sebuah kecupan pada puncak kepala Jaejoong, sekali lagi, sekali lagi dan sekali lagi. Kemudian dia menjauhkan sedikit tubuhnya agar bisa menatap Jaejoong.

" Andai saja hyung punya banyak waktu untukmu" Ucap Yunho

'Ku mohon hentikan'

" Hyung ingin terus memelukmu"

' Berhenti berbohong'

" Hyung akan selesaikan semuanya dengan cepat agar bisa bersamamu"

'Hentikan omong kosongmu itu'

Tangan Yunho naik untuk mengusap pelan helaian halus rambut Jaejoong kemudian mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir Jaejoong. Tapi sebelum bibir mereka bersentuhan Jaejoong memalingkan wajahnya, Jaejoong sendiri saja sampai kaget dirinya bisa melakukan hal ini.

Yunho mengerutkan keningnya karena Jaejoong seakan menolak ciumannya atau dia memang benar menolak ciumannya. Tidak lama Yunho tersenyum sembari tangannya menyentuh dagu Jaejoong dan membuat wajah Jaejoong menatapnya.

" Kenapa? Apa kau ada masalah?" Tanya Yunho

Jaejoong menggelengkan kepalanya.

" Kau marah karena hyung tidak ada waktu untukmu?" Tanya Yunho lagi

Jaejoong kembali menggelengkan kepalanya.

" Maaf"

"..."

" Maaf"

Yunho kembali mendekatkan wajahnya dan dia berhsil menempelkan bibirnya pada bibir Jaejoong karena namja itu tidak menolak ciumannya. Yunho menghisap pelan bibir bawah Jaejoong yang kini menatap ke dalam mata Yunho. Kenapa saat seperti ini dia tidak bisa menemukan kebohongan dalam mata Yunho.

Tadi dia tahu Yunho berbohong tapi kenapa sekarang Yunho tidak menampakan sebuah kebohongan? Ada apa sebenarnya?

" Mhhmmm..."

Akhirnya Jaejoong memejamkan matanya dan menikmati ciuman yang diberikan oleh Yunho dengan sesekali membalas ciuman Yunho. Membiarkan rasa kecewa, marah dan kesalnya bercampur dalam ciuman memabukkan mereka.

" Masuklah, semoga mimpi indah Jaejoong ah"

Jaejoong hanya mengangguk saja kemudian masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Yunho yang menatap sendu pintu tertutup yang ada di depannya. Dia tahu, Yunho tahu ada yang berbeda dari Jaejoong.

Tentu saja Yunho menyadarinya karena Jaejoong tidak menampakkan binar ceria padanya malam ini, namja itu menunjukkan wajah datarnya dan terlihat kecewa.

" Tidak mungkin kan?" Lirih Yunho

Sementara itu Jaejoong membeku sebentar saat memasuki kamarnya dan membuat Yuu yang duduk di atas tempat tidur Jaejoong bingung.

" Kenapa?" Tanya Yuu

" Kau berbohong"

" Apa?"

" Yunho hyung"

Yuu menaikkan salah satu alisnya dan perlahan menganggukkan kepalanya. Jaejoong sudah mengetahuinya dan tidak ada yang perlu dia sembunyikan.

" Kenapa berbohong?"Tanya Jaejoong

" Aku tidak mau kau semakin terluka"

" Tapi kau membuatku semakin terluka dengan tidak mengatakan hal yang sebenarnya"

" Aku punya alasan kuat untuk hal itu Jejung"

" Hum..."

" Maaf jika aku berbohong tapi aku hanya ingin melindungimu kemarin, aku tidak mau hatimu melemah karenanya"

Jaejoong diam menatap Yuu, dia mencerna apa yang diucapkan Yuu kemudian tanpa kata dia naik ke atas tempat tidurnya dan berbaring memunggungi Yuu. Yuu tahu Jaejoong tengah kecewa padanya saat ini.

" Maafkan aku" Lirih Yuu

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

PLAAAKKKKK

BRAAAKKKK

Suara tamparan dan benda jatuh itu membuat Changmin yang sedang memeluk Kyuhyun mengangkat sedikit kepalanya. Karena gerakannya itu, Changmin membuat Kyuhyun terbangun dan memandang Changmin untuk meminta penjelasan.

" Ada apa?" Tanya Kyuhyun

" Tidak... Aku hanya... Sepertinya salah dengar"

BRAKKK!

" Changmin..." Panggil Kyuhyun, namja itu mendengar seseorang menggebrak meja dengan keras

" Aku akan memeriksanya" Ucap Changmin kemudian bangkit dari tidurnya namun Kyuhyun menahannya

" Aku ikut"

" Tapi..."

" Chwang..."

" Arasseo"

Changmin menggandeng Kyuhyun keluar dari kamarnya, mereka berjalan pelan menuju tangga dan berhenti disana karena menyaksikan kedua orangtuanya tengah menatap tajam kakak pertamanya dan berlembar – lembar foto berserakan di sekitar kakaknya itu.

" Kenapa?"

" Sttt..."

Mereka terdiam, mungkin mencoba mendengarkan apa yang tengah diucapkan oleh kedua orangtuanya pada Yunho.

" Bagaimana kalau Jaejoongie melihat ini semua?" Tanya Mrs. Jung

" Eomma..."

" Tidakkah cukup kau menyakitinya sebelum ini? Masih kurang Yun? Masih?"

"..."

" Tatap eomma dan jawab pertanyaan eomma dengan mulut manismu yang kini sering sekali berbohong!"

" Eomma"

" Demi yeoja itu, kau berbohong Yun. Menyakiti seseorang yang mencintaimu dengan tulus"

" Eomma... Ini salah paham"

" Salah paham darimana jika kau makan siang dan malam bersamanya, mengantarkannya pulang, masuk ke dalam apatemennya"

" Eomma, itu urusanku"

" Huh? Apa kau bilang? Urusanmu? Jika Jaejoong mengetahui hal ini dan ingin mengakhiri perjodohan kalian, eomma akan menerimanya. Jaejoongie pantas dengan orang yang lebih baik darimu" Ucap Mrs. Jung datar

" Tidak! Tidak akan ada yang dibatalkan eomma!"

" Kenapa? Kasihan dengan Jaejoongie? Eomma rasa dia akan mendapatkan seseorang yang benar – benar mencintainya, seperti Yuu misalnya? Dia yang menemani Jaejoongie akhir – akhir ini bukan? Menjemputnya di sekolah, makan siang bersama lalu makan malam. Mereka tertawa bersama dan saling melemparkan candaan"

" Eomma! Ini urusanku! Berhentilah memasuki semua urusanku!"

DEGH

Semua mematung setelah mendengar suara bentakan itu, Mrs. Jung sendiri sampai tersentak karena sangat kaget. Ini pertama kalinya Yunho berteriak seperti ini di depannya. Sementara Changmin menggertakkan giginya, dia paling tidak terima jika eommanya dibentak meskipun itu oleh hyung atau appanya sendiri.

Kakinya ingin melangkah maju tapi dia melihat sebuah gelengan dari Mr. Jung, ingin memberontak tapi tatapan appanya membuat Changmin sedikit takut. Dia harus bisa tenang malam ini, dia melirik ke samping dimana Kyuhyun menatap datar pemandangan di bawah sana tapi Changmin bisa melihat emosi Kyuhyun dari kepalan tangan namja itu.

Perlahan tangan Changmin naik untuk menutupi kedua telinga Kyuhyun dan membuat namja berambut ikal itu menatapnya.

" Bukan urusan kita" Ucap Changmin

Kyuhyun tahu Changmin emosi, dia tahu Changmin tidak suka eommanya dibantak. Dulu Changmin pernah membicarakan hal itu pada Kyuhyun dan sekarang... Astaga... Eommanya dibentak terlebih oleh Yunho, anak kesayangan Mrs. Jung.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya saat Changmin mengajaknya masuk ke dalam kamar, berbaring berhadapan dan Kyuhyun masuk ke dalam dekapan hangat yang selalu diberikan Changmin untuknya.

" Tidurlah... Aku ada di sini Kyu" Ucap Changmin dengan lembut

" Tidak... Kau juga harus tidur Min..."

" Ya"

Changmin memejamkan matanya, memeluk erat Kyuhyun sembari mengusap kepala sang kekasih agar dia merasa nyaman.

" Min... Jaejoong hyung..."

" Anggap kita tidak melihat hal tadi Kyu, seperti kata Yunho hyung waktu itu"

" Tapi..."

" Ini sudah bukan urusan kita"

" Hum..."

.

.

.

.

.

.

.

.

Udara siang ini sungguh panas dan Jaejoong yang sedang menjalani sesi latihan di lapangan luar merasa ingin pingsan rasanya. Apa lagi saat ini dia sedang berlari mengitari lapangan sekolahnya yang sangat luas itu untuk pemanasan.

" Masih kuat hyung?"

Jaejoong menolehkan kepalanya ke samping dan mendapati Changmin berlari disampingnya bersama Junsu. Jaejoong hanya menganggukkan kepalanya saja dan kembali fokus pada larinya yang sudah memasuki putaran kelima.

Saat pelatih meminta mereka menghentikan larinya, Jaejoong langsung duduk dan mengambil nafas sepuasnya. Rasanya agak sesak hari ini dan dia tersentak saat seseorang menempelkan botol dingin pada pipinya.

" Minum dulu hyung" Kyuhyun tersenyum sembari memberikan sebotol minuman pada Jaejoong

" Terima kasih"

Jaejoong menengguk air putih itu dengan pelan namun hampir menghabiskan setengah dari isi botol itu. Dia kemudian menauhnya dan memperhatikan sekelilingnya seakan dia akan merindukan tempat ini. Dia terkekeh melihat juniornya terjatuh saat melakukan tendangan. Dulu Jaejoong juga mengalaminya, saat itu dia berusia sepuluh tahun dan baru saja mulai ekskulnya itu.

" Kenapa hyung?" Tanya Kyuhyun

" Tidak"

" Kau pergi lagi dengan Yuu hari ini?" Tanya Junsu

" Tidak, dia ada urusan" Jawab jaejoong

Jujur saja, Jaejoong tidak tahu kemana perginya Yuu hari ini. Saat bagun tadi Yuu sudah tidak ada dimanapun. Dia hanya meninggalkan pesan di atas meja makan bahwa akan pergi seharian ini dan jangan mengkhawatirkannya.

" Mau makan es krim bersama?" Tanya Junsu

" Boleh" Jawab jaejoong

" Oke"

Sesuai janji Junsu mengajak Jaejoong untuk makan es krim bersama dengan Kyuhyun dan Changmin. Menemani Jaejoong karena Jaejoong cukup kesepian hari ini, bukannya Yuu sedang pergi hari ini?

Usai makan es krim Jaejoong beralasan pulang ke rumah namun dia pergi ke pusat kota. Entah kenapa pikirannya sedang tidak di tempat hari ini dan dia tidak mau pulang ke rumah karena masih merasa canggung pada Yuu masalah semalam.

Jaejoong berkeliling sampai akhirnya dia pergi ke sebuah toko buku yang cukup besar dan tertarik membeli beberapa buku bacaan.

Sreett

" Maaf" Jaejoong langsung meminta maaf saat tidak sengaja menabrak seseorang

" Ya, tidak apa – apa"

" Hum?"

Jaejoong membatu, dia mengenali suara barusan. Langsung saja Jaejoong menatap orang yang ditabraknya dan benar saja, seorang yeoja berambut panjang berdiri di depannya.

" Oh kau" Ucap yeoja itu kemudian tersenyum terkesan sinis bagi Jaejoong

" Ya"

" Tidak ditemani Yunho? Oh, dia masih ada di perpustakaan kota"

Jaejoong menaikkan salah satu alisnya, tahu dari mana yeoja di depannya bahwa Yunho ada di perpustakaan kota?

" Kami baru saja bertukar pesan jadi wajar kalau aku tahu. Kau kekasihnya bukan? Tapi tidak tahu keberadaannya?"

" …."

Jaejoong diam, menatap kesal yeoja yang tidak lain adalah Ye Ji. Yeoja ini pasti sengaja memanasinya saat ini dan Jaejoong tidak boleh gegabah, dia harus tenang.

" Bukan urusanku" Jawab Jaejoong dengan datar

" Sedang marahan dengan Yunho ya? Ck... Pantas... Anak kecil itu tidak sebanding dengan Yunho karena kau kekanakan dan pasti Yunho sering marah padamu"

Aduh...

Ingin rasanya menggaruk wajah yeoja di depannya dan membantingnya dengan jurus andalannya dalam kompetisi taekwondo tapi sekali lagi Jaejoong mencoba bersabar.

" Aku kasihan pada Mrs. Jung yang malah memilihkan Yunho anak kecil sepertimu"

" Setidaknya Jung eomma mempercayakan anaknya pada orang yang benar. Kau memanggil Jung eomma apa? Mrs. Jung? Waw... Jung eomma pasti membencimu ya?"

Sekarang jaejoong bisa melihat delikan penuh kebencian dilayangkan oleh Ye Ji untuknya, memangnya Jaejoong peduli? Terserahlah... Jaejoong akhirnya membalikkan tubuhnya dan hendak berjalan pergi dari sana tapi suara Ye Ji kembali menginterupsinya.

" Kau tahu aku adalah cinta pertama Yunho? Dia akan menuruti semua keinginanku jika aku yang memintanya, dia selalu menomor satukan aku dibanding yang lain"

Jaejoong membalikkan tubuhnya dan menemukan Ye Ji tengah menempelkan sebuah ponsel pada telinganya, seperti dia tengah menelepon seseorang. Jaejoong baru saja akan membuka mulutnya namun Ye Ji terlebih dahulu berbicara.

" Hallo Yun"

DEGH

Perasaan Jaejoong jadi tidak enak mendengar Ye Ji memanggil kekasihnya, jadi Ye Ji menelepon Yunho? Untuk apa?

" Bisa jemput aku? Aku ada di mall"

" ..."

" Aku rasa kita bisa sekalian makan malam bersama. Oke? Aku tunggu lima belas menit di lobby depan"

PIK

" Aku tahu kau akan menuduhku berbohong, jika tidak percaya kau bisa menunggu disini dan lihat bahwa Yunho memang benar menjemputku" Ucapnya terdengar sinis

" Huh? Penting memang? Terserah kau saja ahjumma" Ucap Jaejoong menahan segala rasa kecewa dalam dirinya

Yunho tidak menuruti keinginannya saat dia benar – benar membutuhkannya tapi menuruti keinginan yeoja di depannya hanya untuk menjemputnya dan pergi makan malam bersama? Huh? Menggelikan!

Jaejoong membalikkan tubuhnya, dia sudah tidak mau berurusan dengan semua ini, hatinya sakit bahkan akan pecah berkeping – keping jika memang benar Yunho datang untuk menjemput Ye Ji di sini. Jadi Jaejoong pergi dari hadapan Ye Ji dengan wajah datarnya meninggalkan Ye Ji yang tersenyum sinis di belakang Jaejoong.

Namun bukannya pulang ke rumah Jaejoong malah bersembunyi di belakang dinding dekat lobby utama, bagaimanapun Jaejoong penasaran. Dia ingin tahu apa benar Yunho menjemput Ye Ji, semoga saja Ye Ji hanya membual dan dia masih bisa mempertahankan Yunho di sisinya.

Namun sepertinya keputusan Jaejoong adalah keputusan yang salah, karena saat ini dia bisa melihat sebuah taksi berhenti di depan Ye Ji dan seseorang keluar dari sana. Seseorang yang menggunakan kemeja flanel terlampau rapi yang dimasukkan ke dalam celana bahan panjangnya dan orang itu memakai kacamata tebal yang jaejoong tahu adalah milik seseorang yang dia cintai.

" Yunho..." Jaejoong bergumam lirih, kedua tangannya terkepal di depan dada menahan semua rasa marahnya

CUP

Belum selesai kekagetan Jaejoong karena baru saja Ye Ji mengecup pipi Yunho dan namja itu hanya meresponnya dengan sebuah tatapan yang tidak terlihat oleh Jaejoong karena Yunho berdiri sedikit membelakanginya.

TES

TES

TES

Cukup...

Cukup bagi jaejoong melihat semua ini, tidakkah ini begitu menyakitkan untuknya? Bagaimana mungkin Yunho tega melakukan hal ini padanya.

Sebelum air matanya kembali keluar seseorang menutup matanya dari belakang, Jaejoong tidak memberontak karena tahu tangan siapa itu.

" Yuu..." Panggil Jaejoong dengan lirih

" Aku ada disini, maaf terlambat, ayo pergi"

Ya, Jaejoong menghubungi Yuu saat dia pergi menjauh dari Ye Ji karena Jaejoong membutuhkannya dan Yuu berada disaat yang paling tepat.

" Ayo..."

" Tunggu Yuu"

Jaejoong menurunkan tangan yang menutupi matanya, dengan tangan bergetar dia mengambil ponselnya yang ada di dalam saku dan menelepon seseorang yang tidak lain adalah Yunho. Jaejoong bisa melihat Yunho mengambil ponselnya dari dalam kantung celananya.

" Yeo... Yeoboseo" Ucap Jaejoong dengan suara parau menahan tangisnya, Yuu yang melihatnya sungguh merasa sangat miris

" Ya Jaejoong?"

" Hyung dimana? Bisa bertemu sekarang?"

Jaejoong melihat Ye Ji masuk ke dalam taksi sedangkan Yunho masih berada di luar taksi, mungkin takut terdengar oleh Ye Ji?

" Hyung... Baru saja berangkat ke perpustakaan kota" Jawab Yunho

" Tapi ini sudah malam, memang hyung sudah makan?"

" Ya, tadi sudah"

" Oh..."

" Kenapa? Hyung akan ke rumahmu setelah selesai, oke?"

" Tidak... Tidak usah... Hyung pasti lelah belajar disana"

" Hyung akan mampir"

" Tidak perlu datang"

" Kenapa dengan suaramu? Kenapa terdengar aneh? Kau sakit?"

" Sedikit dan ada Yuu yang menjagaku malam ini, tidak usah khawatir"

" Tapi-"

" Bukannya hyung akan pergi ke perpustakaan? Hati – hati ya"

PIK

Jaejoong tidak kuat jika harus berlama – lama menelepon Yunho, berbicara seakan dia tidak tahu apa yang tengah Yunho lakukan. Jadi dia lebih baik mematikan sambungan teleponnya dan membiarkan tubuhnya berada di dalam rengkuhan Yuu sementara dia menangis sepuasnya.

Namja yang memeluk Jaejoong itu hanya bisa menenangkan dengan mengelus punggung Jaejoong. Berkata semua akan baik – baik saja walaupun dia sendiri merasa kesal dengan kekasih sang sahabat. Tidak apa – apa, dia akan terus berada di samping Jaejoong karena saat ini Jaejoong sangat membutuhkan dirinya.

.

.

.

.

.

.

.

" Maaf, kau jadi melihat diriku yang rapuh lagi Yuu" Lirih Jaejoong

" Tidak, sudah seharusnya aku seperti ini. Minum dulu cokelat hangatmu Jejung"

Mereka kini sudah berada di rumah dan Jaejoong melanjutkan acara menangisnya sampai setengah jam kemudian Jaejoong menghentikan tangisnya dan Yuu membuatkan cokelat hangat untuk Jaejoong. Mereka duduk berhadapan dengan Jaejoong yang kini menekuk tubuhnya sembari memeluk segelas cokelat hangat.

" Hmm.. Jejung.. Maaf tapi aku harus membahasnya sekarang"

" Ya?" Jaejoong mendongakkan kepalanya untuk menatap Yuu

" Aku... Harus pulang besok"

" Kau akan pulang?" Tanya Jaejoong dengan lirih

" Ya, maaf"

" Tidak, hmm.. kau ingat apa yang aku minta malam itu bukan?"

Yuu menganggukkan kepalanya, tentu saja dia ingat apa yang Jaejoong minta padanya saat malam dimana Jaejoong menangisi Yunho.

" Kau yakin?"

" Ya"

" Baiklah, aku akan menyiapkan semuanya. Habiskan cokelatmu dan kita tidur"

" Ne"

Jaejoong harap langkahnya ini tidak salah, ini adalah langkah terakhirnya untuk memutuskan masa depannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Besoknya Jaejoong bangun pagi sekali, di sampingnya dia bisa melihat Yuu masih tertidur dengan lelap. Jadi dia memutuskan untuk ke kamar mandi dan membuat sarapan untuk mereka.

Sekitar setengah jam kemudian Jaejoong bisa mendengar sepasang langkah kaki mendekat ke arahnya, siapa lagi kalau bukan Yuu. Dia mengambil air dan meminumnya disamping Jaejoong yang tengah memasak.

" Banyak sekali?" Tanya Yuu

" Iya, aku mau buatkan bento untuk Junsu dan yang lain"

" Oh..."

" Aku ingin mereka memakan masakanku hari ini"

" Iya, aku tahu. Buat yang banyak ya" Yuu mengusap pelan helaian rambut Jaejoong kemudian dia ingat sesuatu " Oh ya, orangtuamu meneleponku tengah malam"

" Kenapa?"

" Mereka akan segera menemuimu"

" Ya, terima kasih Yuu"

" Sama – sama"'

Usai membuat semua bekal untuk teman – temannya Jaejoong beranjak mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Yuu mengantarkannya sampai di halte bus yang tidak jauh dari komplek perumahan Jaejoong.

" Hati – hati" Ucap Yuu

" Ya"

" Sesuai janji aku akan melihatmu latihan hari ini"

" Oke"

Setengah jam kemudian Jaejoong sampai di sekolahnya dan hal pertama yang dia lakukan setelah menaruh tasnya di dalam kelas adalah pergi ke ruang administrasi untuk mengurus sesuatu. Saat perjalanannya menuju kelas, dia melihat Changmin, Junsu dan Kyuhyun tengah berjalan di pinggir lapangan, mereka baru saja tiba.

" Jaejoong hyung!" Panggil Kyuhyun

" Ne!"

Jaejoong berlari kecil untuk menghampiri tiga temannya itu kemudian ikut mengobrol dan mereka terpisah karena harus pergi ke ruang kelas masing – masing. Jaejoong menggenggam tangan Junsu saat melangkah menuju kelasnya, Junsu mengerutkan keningnya melihat kelakuan Jaejoong yang tidak biasa itu.

" Kenapa kau? Kenapa menggandengku seperti ini?" Tanya Junsu

" Memang tidak boleh?"

" Aneh saja"

" Aku sedang ingin bermanja padamu Suie ahh~~"

" Aish... Ya! Kau berat!" Protes Junsu saat Jaejoong malah bergelayut pada lengannya namun kemudian keduanya tertawa bersama

Saat makan siang Jaejoong menarik Junsu membawa tas kecil, dia berkata ingin menghampiri Changmin dan Kyuhyun dan pergi makan siang bersama mereka bertiga. Junsu hanya menurutinya saja apa lagi dia tampak senang karena Jaejoong membuatkan bekal untuk mereka bertiga.

Mereka menghabiskan makan siang mereka di halaman belakang sekolah sembari menikmati semilir angin yang berhembus dengan pelas. Mereka tentu saja menyukai masakan Jaejoong karena rasanya sangat pas.

" Lain kali buatkan lagi ya hyung" Ucap Kyuhyun

" Pasti" Jawab Jaejoong

" Ini enak sekali Jae, kau benar – benar pintar memasak" Puji Junsu

" Iya Suie, aku tahu kok" Jawab Jaejoong kemudian tersenyum

Changmin menatap senyuman Jaejoong, wajah Jaejoong terlihat berbeda hari ini. Dia bahkan bisa merasakan bahwa Jaejoong habis menangis karena matanya yang sedikit membengkak tapi sepertinya Junsu dan Kyuhyun tidak menyadarinya.

Tapi Changmin tahu itu, tidak salah kalau dia hanya diam saja kan? Nanti dia akan tanyakan kenapa Jaejoong menangis. Semoga saja bukan karena hyungnya, iya?

" Hey kenapa melamun?" Tanya Kyuhyun

" Tidak Kyu..."

" Jangan terpesona padaku ya Min" Goda Jaejoong

" Huh? Kyunie-ku bahkan lebih menggoda darimu hyung"

" Yak!"

.

.

.

.

.

TAP

TAP

TAP

TAP

Jaejoong berjalan riang menuju ruang latihannya, siang ini dia ada latih tanding dengan Changmin dan Jaejoong sangat suka saat berlatih dengan Changmin karena namja itu akan benar – benar berlatih sekuat tenaga dengannya.

" Changmin dan yang lain mana?" Tanya Jaejoong pada salah satu anggotanya

" Changmin, Kyuhyun dan Junsu sunbae sedang mengganti pakaiannya"

" Oh... Oke"

Jaejoong berjalan menuju ruang ganti, saat membuka pintu dia tidak mendapati siapapun disana. Jaejoong akhirnya masuk lebih dalam menuju ruang ganti melewati loker – loker tinggi tempat para anggota biasanya menaruh seragam dan tasnya sampai dia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Kyuhyun.

" Min, tapi Jaejoong hyung..."

DEGH

Perasaan Jaejoong langsung saja tidak enak saat Kyuhyun membawa – bawa namanya. Dia bersembunyi di balik loker dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

" Seperti kata Yunho hyung, ini bukan urusan kita dan tidak boleh mencampurinya" Itu adalah suara Changmin

" Min..."

" Kyu..."

" Aku tidak tega, Junsu hyung..."

" Aku bingung Kyu"

" Kau bahkan berkelahi dengan Yunho hyung dan belum bicara padanya sejak empat hari lalu Min. kita harus beritahukan Jaejoong hyung"

Mwo?

Changmin dan Yunho berkelahi sampai tidak saling bicara selama empat hari?

Jaejoong mengerutkan keningnya, mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruang ganti ini.

" Kita sudah membantunya saat pertama kali dia bertengkar dengan Jaejoong hyung dan aku pernah bilang padanya jika dia membuat kesalahan lagi aku tidak mau membantunya"

" Kita tidak membantu hyungmu Min, kita membantu Jaejoong hyung!"

" Kyu!"

" Aku tidak tega membiarkan Jaejoong hyung sakit sendiri sementara Yunho hyung bermain di belakang Jaejoong hyung dan kita tahu itu!"

Jaejoong memejamkan matanya erat, jadi masalah ini. Dan mereka tahu tapi tidak memberitahukannya? Astaga...

" Kyu..."

" Kita bertiga melihatnya! Melihat bagaimana mereka berciuman, tapi... Ughh..."

" Tapi kalian tidak memberitahukannya padaku"

DEGH

Changmin, Junsu dan Kyuhyun menoleh ke sumber suara, sebuah suara yang lirih dan membuat mereka langsung merasa bersalah.

" Hy-hyung..."

" Uh? Kalian tahu tapi diam saja? Teman macam apa kalian!" Pekik Jaejoong

" Maaf hyung, kami..."

" Oh tidak... Mungkin hanya aku saja yang menganggap kalian teman tapi kalian tidak menganggapku sebagai teman kalian"

" Hyung! Aku bahkan menganggapmu hyungku!" Kyuhyun sedikit menaikkan suaranya

" Cih, tapi kau menyembunyikan semua ini juga Kyu!"

" Jangan salahkan Kyunie! Ini semua aku yang mengambil keputusan bahwa kami karena kami sudah berjanji pada hyung bahwa jika hyung melakukan kesalahan lagi maka kami tidak akan membantunya untuk berbaikan denganmu Jaejoong hyung" Jelas Changmin

" Tapi aku seperti orang bodoh sementara kalian juga tahu semuanya"

" Juga? Kau..."

" Ya Su... Aku tahu semua yang dilakukan Yunho hyung di belakangku. Dan aku kecewa pada kalian, kalian semua seakan mempermainkanku di belakangku. Terima kasih sudah menjadi teman palsu untukku"

Usai mengucapkan hal itu Jaejoong berbalik dan pergi dari sana meninggalkan ketiga namja yang tadi berdebat itu dengan perasaan bersalah.

" Lihat! Kita tidak seharusnya menyembunyikan semua yang kita tahu pada Jaejoong hyung! Lihat Min! Dia jadi salah sangka dengan kita dan dia semakin terpuruk!" Pekik Kyuhyun, dia hendak berlari mengejar Jaejoong namun Changmin menggenggam erat pergelangan tangannya

" Kyu..."

" Lepas pabbo! Aku akan menyusul Jaejoong hyung!"

Dengan tenaganya Kyuhyun menghempaskan tangan Changmin hingga terlepas dan berlari untuk mengejar Jaejoong.

" Min, ayo... Aku tidak mau mereka berdua kenapa - napa" Ucap Junsu

" Hum"

Junsu dan Changmin akhirnya berlari juga mengejar Kyuhyun sampai di lapangan indoor para anggota menatap mereka bingung.

" Kami pergi sebentar" Ucap Junsu kemudian menarik Changmin untuk kembali mengejar Kyuhyun dan Jaejoong

Changmin berhenti saat melihat Kyuhyun tengah menumpukan kedua tangannya pada lutut. Namja itu pasti kelelahan karena berlari, Kyuhyun kan memang tidak suka berolah raga.

" Kyu!" Panggil Junsu

" Hyung! Jaejoong hyung naik taksi bersama Yuu! Ayo kita ikuti!" Ajak Kyuhyun tanpa melihat ke arah Changmin atau dia memang sengaja tidak menganggap Changmin ada

Mereka menghentikan sebuah taksi dan meminta sang supir mengikuti taksi yang berada lumayan jauh dari jangkauan mereka. Sementara itu Jaejoong kembali menangis kali ini lebih kencang salam dekapan Yuu yang duduk disampingnya.

Jaejoong tidak percaya semua ini terjadi padanya, Jaejoong tahu alasan teman - temannya itu baik untuk melindunginya tapi hal itu malah membuat dirinya terluka dan sekarang Jaejoong akan pergi ke kantor Yunho untuk mengambil keputusan tentang masa depannya.

Ini semua bukan masalah cinta lagi, Jaejoong sadar apa yang dikatakan Yuu semalam sebelum dia benar - benar terlelap ada benarnya. Bahwa cinta tidak selamanya harus memakai hati, logika sangat diperlukan juga agar hatinya tidak tersakiti.

Lima belas menit kemudian mereka sampai di gedung perusahaan milik keluarga Jung. Jaejoong berlari ke dalam membiarkan Yuu membayar taksi sendirian sebelum akhirnya berlari mengejar Jaejoong yang sudah berada di depan lift.

Ting!

Lift itu terbuka dan Jaejoong masuk ke dalam lift itu bersama dengan Yuu, menekan lantai yang dia tuju.

" Hyung! Jaejoong hyung!"

Jaejoong tentu tahu suara itu, suara milik Kyuhyun yang meluhat pintu lift yang dinaiki oleh Jaejoong dan Yuu semakin tertutup. Kyuhyun bisa melihat tatapan tajam yang diberikan Jaejoong untuknya tapi dia tidak merasa gentar untuk berlari kearah lift walaupun kini lift itu tertutup sempurna dan Kyuhyun mengumpat untuk hal itu.

" Kyu!"

" Dia pasti ke ruangan Yunho hyung!" Ucap Changmin

" Kyu..."

" Aku ingin meminta maaf padanya, perasaanku sungguh tidak enak hyung" Ucap Kyuhyun pada Junsu

" Tenanglah, semoga saja keinginan yeoja itu tidak akan terkabul" Balas Junsu

Ting!

Lift yang ada di sebelah Junsu bunyi dan terbuka, mereka bertiga masuk ke dalam lift itu dan berdoa bisa menyelesaikan masalah mereka dengan Jaejoong selesai tanpa ada masalah.

Sementara itu Jaejoong baru saja keluar dari lift berjalan dengan pikiran entah kemana, dal hatinya masih sedikit ragu dan membatin macam - macam sampai tidak memperdulikan semua orang yang menyapanya.

' Jika dia menjawab mereka tidak ada apa - apa, jika... Yunho hyung berkata dia mulai mencintaiku, jika... Dia memilihku dibandingkan dengannya, apa aku masih bisa bertahan untuknya?!'

" Lho Jaejoong?"

Yoochun yang melihat Jaejoong tentu saja terkejut karena tidak biasanya Jaejoong datang dengan keadaan yang terbilang kacau. Dalam hatinya bertanya - tanya apa yang tengah terjadi. Dengan langkah cepat dia mengikuti Jaejoong dan sedikit menoleh ketika sampai di divisi pemasaran, keningnya berkerut tidak melihat Ye ji di tempatnya.

" Oh shit!"

Umpatan itu terdengar seperti gumaman dari mulut Yoochun dan namja itu tahu apa yang kini tengah terjadi. Semoga saja apa yang dia pikirkan salah, tidak...

" Jaejoong hyung!"

Yoochun menoleh saat mendengar suara Jung junior nomor dua, dia mendapati Changmin keluar sari lift bersama dengan kekasihnya dan salah satu temannya yang Yoochun tidak tahu siapa namanya.

" Changmin? Kenapa?" Dia menatap bingung pada Changmin dan temannya yang datang menggunakan seragam tarkwondo sementara Kyuhun menggunakan seragam sekolahnya

" Hyung lihat kemana Jaejoong hyung?" Tanya Changmin

" Menuju ruangan Yunho"

" Kajja"

Mereka berhasil, mereka melihat Jaejoong berdiri diam di depan ruangan Yunho. Kyuhyun mencoba memanggil kembali Jaejoong dan suaranya membuat Jaejoong menoleh, menatap datar mereka semua kemudian kembali menatap pintu ruangan Yunho. Menghembuskan nafasnya sejenak kemudian dengan berani dia membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan Yunho.

Degh!

Jantung Jaejoong hampir saja copot melihat pemandangan yang ada di depannya. Seorang yeoja yang tidak lain adalah Ye Ji tengah memegang kerah Yunho agar menunduk kepadanya dan itu ditangkap Jaejoong dengan negatif karena mereka seperti hendak berciuman.

" Jaejoong!"

" Hyung"

Jaejoong menatap ke dalam mata Yunho yang berlapis kacamata tebal itu, menatapnya dengan datar.

" Maaf Jaejoong sshi kami-"

" Aku tidak berbicara denganmu nona Ye Ji" Ucap Jaejoong dengan datar saat Ye Ji mencoba berbicara dengannya dan yeoja itu berdiri di depan Yunho seakan melindungi Yunho

Yunho masih terdiam, dia bisa melihat Changmin yang sudah empat hari tidak bicara dengannya berdiri tidak jauh dari Jaejoong bersama teman dan kekasihnya. Begitu juga Yoochun.

Pikiran Yunho mulai melayang ke kejadian lihat hari yang lalu, tidak mungkin kan Changmin... Dia kemudian menatap Jaejoong yang matanya bengkak. Sejak kapan mata Jaejoong jadi sembab dan bengkak seperti itu? Belum lagi Yunho bisa melihat jejak airmata di samping kedua mata bulat Jaejoong.

Yunho menggeram tidak suka saat melihat tangan Jaejoong digenggam erat oleh namja yang berdiri disamping Jaejoong, siapa lagi kalau bukan Yuu. Yunho maju selangkah dengan mata menatap Jaejoong.

" Jaej-"

" Hyung!"

Suara lantang Jaejoong membuat ucapannya terhenti, menatap kembali mata Jaejoong yang kini menyiratkan kesedihan mendalam. Yunho dia mengamati Jaejoong, dia takut apa yang dia pikirkan akan menjadi kenyataan sekarang, tidak... Dia tidak mau...

" Ayo... Kita akhiri semua ini"

.

.

.

~ End ~

.

.

.

Annyeeeeeooooonnngggg~~

Yuhhhuuuuu~

Cho bawa chap akhir ff ini, Otte? Semoga ga mengecewakan ya?

.

Special Thanks :

.

Larislalalala (kapan hayooo~), strawberryshortcakes (thank youuuuu, jadi kita berantem aje nih sama yunpa? Oke?), Dewi YJKTS (mending juga jaemma sama Cho, iya kan? Iya in aja), chwangkyuwoozi (sabar ya... Yunpa emang gitu disini wkwkwkwk.. santaii~ kesel ya sama yunpa?), dreamyboo (kenapa coba~), uknowme2309 (wae? Pisau buat apa coba? Mau motongin buat buat Cho yaaa~ sip sip), kaibawiboo (emang, nyebelin yee), Ketchup Tomat (salam kenal juga, jangan kesel n benci sama yunpa nanti malah cinta sam dia wkwkwkkwkw maacih udh baca ya),

Adit (yuuww), TyaWuryWK (emang~), elite. Minority. 1111 (jangan di jewer nanti Jaemma ngamuk hohohoho), Park RinHyun-Uchiha (amiiinnn... karma mana karma kkkk~), kyukyu0203 (yeeee... jaemma tuh cocoknya sama Cho aje~), ismimimi05 (kalo ga greget cho gagal dong bangkitin reader biar pada kesel sama yunpa? Wkwkwkwk udah ya jaemma x Yuu aje), Yodium (salam kenal juga, maacih udh baca yaa~), Nikeisha Farras (ayooo~ sedikit lagi bener tuh jawabannya... ayo tebak - tebak~), Shimamariam21 (bener nih sama Yuu aja?),

Bintang (sabar yaa), Mad vii chan log (cusss... hajar), sari411 (fix cho juga kesel sama dia! Semoga chap ini ga berantakan lagi ya? Maklum cho lagi butuh asisten buat edit eaaa~), kororo987 (iya, cho juga mau nya gitu, tapi...), asdfghjkl (eaa~ cho yang ngetik malah pengennya yunpa nyebur ke jurang #ditampargajah cuss, kita gantung aja dia hahahaha, ikut donk maen roller coaster, seru tuh kyk nya, iyaa... 1 chap lagi #ups), Invisible99 (iya, sama Cho aja lah), yuunhi (mau balesan kyk gimana... hayuu~),

Kyu (iya, seperti biasa kalo end biasa nya cho bikin apa hayoo~), Avanrio11 (Cho juga kasian tapi maklum aja tuntutan peran dari cho wkwkwkw), Jejuko cherys (iya lah, pilihan paling pas emang jaemma sama Cho, cucok uii~), faneeeyyy (ga bisa update cepet tapi Cho pasti selesai in kok, rest area? Wkwkwkwkwk iya kali ah), iii (sip), cho (iya, cho malah mau nya jaemma sama Cho aje), LittleOoh (siiippp), MyBooLoveBear (iya, maacih udh baca di sini sama waty yaappp. Mwwaahh wkwkwkw),

Aerellia (iya, diusahakan), narayejea (hampir bener! Tebak - tebak lagi! Dikit lagi bener tebakannya! Hahahaha), ireneayu (sama Cho lah lebih pantes hohohoo~), Baekbyyours614 (apa yang dibongkar hayuuu~), riii-ka (cus, buang ke kamar Cho lah lumayan hahahaha), kurojiaer (iya niiih), A. K (wkwkwkwk, sabar yaa~ doain aja ya semoga update an nya cho lancar), kimRyan2124 (cuss, kita pukul dia rame" lah biar seru hahahaa sabar ya, 1 chap lagi), CassieFujho12 (jadi mau na sama siapa nih? Yunpa, Yuu apa sama Cho aja? #wink), irmasuryani5ipa83 (yunpa mungkin suka sama Cho makanya galau hohohoho~

.

Buat yang udah follow, fav, para Guest dan Sider

Sekali lagi maacih #bow

.

Gantung ya?

Iya, sengaja emang... Masih sisa sekuel 1 chap lagi dan masih cho ketik, sabar yaaa~

.

Jadi...

Siapa yang bisa Cho salahkan disini?

Yunpa?

Jaemma?

Bebeb Mimin?

Atau Cho? (reader : Iya lu yang salah! Lu yang ngetik!)

Oke, jangan masukin nama Cho ke daftar siapa yang salah, karena jelas disini Cho yang salah hohohoho~

.

Hmmm...

Makasih lho buat yang udah marah - marah ke Yunpa, seneng bgt rasa nya Cho bisa nista in Yunpa di ff ini. Tapiiiiiiiiiiii~~

Liad chap dpn kyk gimana ya, jgn ada yang kecewa atau pun sedih. Buat yang biasa baca ff Cho pasti tau Cho suka bikin yang aneh - aneh dan ga terduga mungkin? Hahahaha...

Masih buat support kalian sampe ff ini tamat ya! Dan, ini seri terakhir dari My... Mulai dari My Nerdy Yunie, My Nerdy Yunie (ChangKyuSide), My Nerdy Yunie Prekuel, My Glassy Boy dan My Busy Yunie adalah yang terakhir. hahahahaha... Semoga Cho bisa bikin seri lainnya, amiiinn~~

.

Oke, gitu aja...

See u next chap?

Chuuuu~

.

.

.

.

.

Senin, 16 Oktober 2017