Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, gaya ngetiknya jadi beda.
Genre: Humor, Family, Supernatural, keknya nyerempet Fantasy
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
Note:
Nu Wa = 35 tahun
Shennong = 21 tahun
Taigong Wang = 17 tahun
Sterkenburg Cranach = 12 tahun
Sima Shi, dan Sima Zhao = 18, dan 16 tahun
Jiang Wei, dan Xiahou Ba = 18, dan 16 tahun
Susano'o, dan Nezha = 1990, dan 300 tahun
Daqiao, dan Xiaoqiao= 15 tahun
Sun Bersaudara = 22, 17, dan 12 tahun
Kaihime, dan Kaguya= 18 tahun
Cao Pi, dan Ishida Mitsunari = 20 tahun
Kanbei Kuroda, dan Takenaka Hanbei = 25, dan 19 tahun
Mystic Kos
Chapter 2: Penghuni Kamar Nomor 12 part 2
Selamat Membaca
Taigong Wang mendarat dengan selamat di tanah, lalu lanjut berlari keluar sekolah, dia berhenti dulu di depan gerbang melihat ke belakang, dan meninju langit, YES! Berhasil keluar sekolah dengan selamat. Dia pun melanjutkan perjalanannya ke kafe yang dimasuki Jiang Wei tadi pagi, beberapa menit berlari Taigong Wang akhirnya sampai di depan kafe itu, kepalanya mendongak ke atas, uuggh.. Maid kafe? Ga mungkinkan.. Jiang Wei jadi maid.. Taigong Wang menggelengkan kepalanya cepat, lalu matanya menangkap kertas HVS tertempel di kaca kafe, butuh butler? Katanya maid kafe kok….
Kring Kring..
"Selamat datang," seorang maid dikuncir kuda membuka pintu kafe, "Kha?" Taigong Wang bengong sama wujud maid di depannya, "Jia- UOHOK!" Tiba-tiba tanpa peringatan sebuah doubled blade trident menghantam perut Taigong Wang sampai membuat Taigong Wang terlempar ke belakang sampai punggungnya menabrak tembok rumah orang dengan keras, Taigong Wang pingsan dalam keadaan mengenaskan, si pelaku sendiri merasa bersalah, dan si pelaku membawa masuk Taigong Wang.
.
"Urrghh.." perlahan kedua mata Taigong Wang terbuka.
"Untunglah kamu masih hidup, "ucap maid misterius menghela nafas lega.
Taigong Wang langsung berdiri dari tempat tidur, dan memasang pose bertarung. "Siapa kamu? Kenapa kamu membuatku pingsan?"
"Habis, kamu mau nyebut namaku tadi,"
"Jadi benar lu itu Jian- UOHOK!" perut Taigong Wang ditinju oleh maid itu, "urghh.." Taigong Wang terjatuh lagi.
"Namaku MEILIN, ingat itu." Maid itu menginjak kepala Taigong Wang.
Tangan kanan Taigong Wang terangkat. "Satu meja.. untuk.. satu orang, tapi aku ingin kursinya sofa.."
"Baiklah, mohon tunggu sebentar," ucap Meilin riang sambil tersenyum pada Taigong Wang, lalu berjalan keluar ruangan.
Taigong Wang berusaha berdiri, lalu mengusap ubun-ubunnya. "Ada ya maid kaya gitu?" gumamnya pelan. Cklek pintu terbuka, "Tuan, mejanya sudah saya bersihkan, ayo, GUE ANTERIN LU KE NERAKA." muka cantik Meilin berubah jadi muka cowo macho yang mengerikan di mata Taigong Wang, glek Taigong Wang menegak ludah, dengan perasaan takut-takut, doi ngikutin Meilin. "Silahkan duduk, Tuan."
Taigong Wang duduk di sofa merah, dan bisa langsung memandang langsung keluar kafe. "Ahh, terima kasih Ji- eh Mei- Meilin, anuu, saya mau coklat panas saja.." Meilin menulis pesanan Taigong Wang sambil tersenyum, lalu pergi setelah selesai menulis.
Kring Kring..
Taigong Wang melihat pelanggan yang masuk ke dalam kafe, Taigong Wang makin memperhatikan pelanggan itu, "Tuan, ini silahkan diminum coklat panasnya." Taigong Wang melihat ke arah Meilin. "Kenapa semuanya elu yang nganterin?"
"Kan elu kepoan orangnya, kalo yang lain nanti situ nanya-nanya tentang gue."
"Jangan bawa-bawa sifat kepo gue napa?" kata Taigong Wang kesal, lalu jari telunjuknya menunjuk anak kecil yang sedang disuapi oleh Ibunya. "anak itu mirip elu Mei." Meilin melihat ke anak yang disebut Taigong Wang. "Iya.." Taigong Wang menatap datar Meilin, "Kata elu, elu diusirkan sama ortu lukan? Menurut gue sih keknya elu bukan diusir mungkin aja elu salah mengartikan kata-kata ortu lu." Meilin terdiam. Tiba-tiba ibu dari anak yang ditunjuk Taigong Wang melambaikan tangannya ke arah Meilin sambil tersenyum. "Kayaknya Ibu itu kenal sama elu, samperin sono." perlahan Meilin berjalan mendekati meja tempat Ibu itu berada.
Taigong Wang menyesap coklat panasnya, gue tebak itu ortunya, tapi mereka tidak terlihat mirip sama sekali. Karena parameter kepo Taigong Wang melonjak naik, doi diam-diam pindah meja, dan duduk di meja yang bersebrangan dengan meja Keluarga itu, btw, gue masih bingung kenapa mereka ke kafe maid ya?
"Mamah, itu Kakak dateng," Anak itu nunjuk-nunjuk Meilin. "Ara, Jiang Wei ternyata kau sudah besar ya," Ibu itu berdiri, lalu memeluk Jiang Wei, "anak perempuan Mamah sudah besar~"
BRRUSSH!
Taigong Wang menyemburkan minumannya, "Anak perempuan?" gumamnya, jadi selama ini Jiang Wei itu trap?
"Ibu, sudah kubilang aku ini laki-laki, bukan perempuan." kata Jiang Wei kesal, sambil melepaskan pelukan Ibunya.
"Habis kamu cantik begini... Jiang Wei, adikmu mana? Dan kenapa kamu bekerja disini?" dua pertanyaan sekaligus dilontarkan oleh Ibunya kepada Jiang Wei. "Sekolah, terpaksa, Ayah belum transfer uang bulanan." jawab Jiang Wei singkat. Ibu Jiang Wei mendeathglare suaminya, "Sayang ~" nada-nada kematian keluar dari mulut istrinya, suaminya takut. "Su-sudah kok," Muka iblis istrinya kembali semula. "Kalau gitu Jiang Wei cek ya pulang bekerja." senyum Ibunya melebar, "maafkan Ayahmu ya~ mungkin Ayahmu begitu karena iri perhatian Ibumu ini selalu ke anak-anaknya." Ibunya terkekeh pelan.
Taigong Wang menonton keluarga itu layaknya film layar lebar sambil menyesap coklat panasnya, Enak Ayahnya bisa bersamanya.. Ayah gue aja pulang ke sini cuman kalo inget doang, lalu Taigong Wang memperhatikan pakaian Ibunya Jiang Wei, gue baru tau kalau Ibunya Jiang Wei itu Maiden Shrine.
Muka Ayahnya merah, jari-jari tangannya memainkan rambut, "Hmph," Jiang Wei sweatdrop. "Btw, Ayah sama Ibu kenapa disini? Inikan maid kafe." Ibunya terkekeh lagi. "Mamah kesini, karena melihatmu dari luar." Jiang Wei merespon jawabannya cuman ngangguk-ngangguk doang. "Hmm.. btw, Itu anak kecil yang mirip sama aku siapa?" Jiang Wei menunjuk anak kecil 5 tahun yang sedang menyendoki semangkuk es krim ke mulutnya. "Dia adikmu, Xun Yu."
"Kha?!" Jiang Wei membeku.
Kayaknya mereka diusir dari rumah hanya karena mau buat lagi, Taigong Wang terkekeh pelan, rahasia yang mengejutkan.
Kring.. Kring..
Tiba-tiba Xiahou Ba datang ke kafe, dan langsung menghampiri Kakaknya. Taigong Wang masih setia menonton sinetron di depannya, adek tercintanya dateng nih. Taigong Wang senyam senyum sendiri.
"Ayah sama Ibu kenapa disini?" tanya Xiahou Ba.
"Xiahou Ba, Ibu kangen sama kamu," Ibunya langsung memeluk Xiahou Ba erat.
"Ibu.. sesak.."
Ibunya melepaskan pelukannya dari Xiahou Ba, lalu menepuk kedua tangannya, "Jiang Wei, Xiahou Ba, sebagai permintaan maaf, Mamah, dan Ayah, kamu akan tinggal di kos yang sama dengan kalian agar Mamah bisa ngejaga kalian."
"Eh?" Jiang Wei, dan Xiahou Ba kaget, "JA-JANGAN BU!" kata mereka barengan.
"Kenapa? Dilihat dari reaksi kalian, kayaknya asik tinggal disana, iyakan sayangku ." Ibunya tersenyum sementara suaminya hanya menjawab dengan deheman.
Keluarga yang aneh, Taigong Wang menghabiskan coklat panasnya dengan sekali teguk, lebih baik, gue selasai disini aja, Taigong Wang berdiri, lalu berjalan mendekati Jiang Wei. "Boyue, nih uangnya, dibayar sama elu ya," Taigong Wang memberikan selembar uang sepuluh ribu kepada Jiang Wei lalu melihat jam dinding di kafe itu. " gue mau balik lagi ke sekolah, bye."
Jiang Wei menerima uang itu dari tangan Taigong Wang. "Iya."
Taigong Wang mengambil tas slempangnya lalu pergi.
Kring.. Kring…
Jadi? Alasan sebenarnya mereka tinggal di kos apa? Dan kenapa akhirnya mereka sekeluarga tinggal di kos?! Jeritnya dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya.
TBC
jangan pada bosen ya kalo yang keluar karakternya itu tu aja, soalnya~ mereka enak buat di OOCkan :v
Makasih lho udah mau baca cerita super nista ini :v
see you next chapter~
