EDIT!
Warning: krenyes kranci, OOC, Genre berbeda tiap chapter.. mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI KALI LUAS, AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH.
Genre: Humor, Family, Supernatural, Fantasy
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koei
Note:
Nu Wa = 35 tahun
Shennong = 21 tahun
Taigong Wang = 17 tahun
Sterkenburg Cranach = 12 tahun
Sima Shi, dan Sima Zhao = 18, dan 16 tahun
Jiang Wei, dan Xiahou Ba = 18, dan 16 tahun
Susano'o, dan Nezha = 1990, dan 300 tahun
Daqiao, dan Xiaoqiao= 15 tahun
Sun Bersaudara = 22, 17, dan 12 tahun
Kaihime, dan Kaguya= 18 tahun
Cao Pi, dan Ishida Mitsunari = 20 tahun
Kanbei Kuroda, dan Takenaka Hanbei = 25, dan 19 tahun
Zhong Hui, Okuni, dan Xun Yu = 30, 28, dan 5 tahun
Mystic Kos
Chapter 5: Penghuni Kamar 23
Selamat Membaca
Jam setengah enam. Taigong Wang keluar dari kamarnya dengan seragam sekolah melekat di tubuhnya, saat keluar dari kamarnya dia melihat penghuni kamar 23. Pandangannya mengikuti dua orang itu, dan terpaku ke tangan mereka. Alisnya terangkat. "Mereka pegangan tangan?"
"Katanya mereka udah tunangan," Taigong Wang terlonjak kaget tiba-tiba mendengar seseorang bicara di depannya. "Yang Jinghua kw 100 sejak kapan lu ada didepan sama adek lu?" matanya bergerak melihat Jiang Wei, dan Xiahou Ba secara bergantian. "Sejak tadi, pas kamu ngeliatin Pa Kanbei sama Kak Hanbei, aku lagi jalan disini."
"Tapi aslian mereka tunangan? Guru, dan mahasiswa?" Jiang Wei mengangkat bahunya. "Itu yang aku dengar pas mereka ditanya sama Ibumu di ruang interogasi, tapi katanya kalau Hanbei sudah lulus kuliah dengan usia muda,"
"Mereka belok dong?"
"Mungkin saja mereka punya trauma dengan perempuan, makanya jadi seperti itu."
"Hapal aja situ sama hal beginian, oh iye gue lupa elu menganut inces," tiba-tiba kaki kanan Taigong diinjek sama Jiang Wei. "WANJER! Sakit, jangan nginjek."
"Abis situ ngeselin begete."
Taigong Wang mengelus dagunya sambil terkekeh pelan, lalu tersenyum. "Kayaknya menarik.." Taigong Wang menyikut tangan Jiang Wei, "penasaran ga sama isi ruang interogasi?"
"Antara penasaran, dan tidak," Jiang Wei menepuk pundak Taigong Wang, "jangan terlalu kepo, itu bisa membunuhmu."
"Iya gue tau kok, btw, elu sama adik lu mau kemana?"
"Ke sekolah emang mau kemana lagi? Sebenernya mau ke supermarket dulu mau beli buat makan siang."
"bareng dong,"
"Pasti mau nyari barang berbau helo kiti ya?" tebak Jiang Wei. "Kagak," Taigong Wang menatap kesal Jiang Wei. "Hahaha.. maaf-maaf abis rumor kamu suka helo kiti udah nyebar." Taigong Wang terdiam tangan dikepalnya, awas kau beruang laknat…
Jiang Wei memperhatikan rambut Taigong Wang. "Tumben diurai, Mau tepe tepe?" Taigong Wang mencubit kedua pipi Jiang Wei. "Denger ya, Yang Jinghua kw 100, gue bukannya mau tebar pesona, gue lagi nunggu kering rambut gue.."
"Abis kering terus minjem catokan ke Kai- sakitt.." Taigong Wang mencubit pipinya Jiang Wei karena kesal, sementara Xiahou Ba hanya menonton kejadian itu.
"Lepwasin, ga sopan sama yang lebih tua," Taigong Wang melepaskan cubitannya, Jiang Wei ngelus-ngelus kedua pipinya yang merah. "Tapi tidak bisa mengubah kenyataan kalau lu itu kelas 2 SMA."
"Apa hubungannya?"
Taigong Wang mendengus. "Enggak ada sih.. tapi tetep aja 3 SMA sama 2 SMA, lebih tua siswa SMA kelas 3."
"Kak, jadi ga ke supermarketnya? Nanti telat ke skolahnya." Jiang Wei melihat adiknya, lalu mengangguk.
Setelah mereka sarapan bareng, mereka berjalan bersama keluar apartemen, saat diluar Taigong Wang melihat Hanbei sedang ngobrol dengan seorang perempuan berambut pirang di sebrang.
"Jiang Wei lihat deh," Taigong Wang nunjuk perempuan berambut pirang di sebrang.
"Paan?" Jiang Wei yang masih menikmati meminum akyua gelasnya teralihkan, pandangannya mengikuti arahan jari telunjuk Taigong Wang, "hmm.. cewe blonde itu? Itu temen sekelasku, namanya Takakage anak yang punya hobi aneh err.. crossdress."
"Whut?! Aslian? Kalo ga salah dia anaknya Om Motonari yang saban hari suka modusin CS baru di apartemen."
Jiang Wei mengangguk beberapa kali. "CS baru? Emang ada?" tanya Jiang Wei sambil menaikkan sebelah alisnya, Taigong Wang mengangguk. "Hari senin Ibu mengintrogasi calon CS, hehe gue nguping dari luar, tapi baru kerja sekarang."
"Hee, cewe dong berarti Csnya," mendengar perkataan Jiang Wei, Taigong Wang menyeringai. "Adek lu mau dikemanai- njrit SAKIT!" untuk kedua kalianya kaki Taigong Wang diinjak.
"Kak, lampu lalu lintasnya udah merah, ayo nyebrang."
Mereka pun menyebrang, Taigong Wang, dan Jiang Wei memperhatikan Hanbei sama Takakage yang sedang ngobrol saking fokusnya ngeliatin mereka berdua Taigong Wang, dan Jiang Wei nubruk pintu supermarket, dug. Xiahou Ba membatin, Kakakku ketularan kepo.
Taigong Wang mundur beberapa langkah. "Aduh, jidat gue." lalu dia ngusap-ngusap dahinya terus masuk ke dalam supermarket, sementara Jiang Wei langsung mendorong pintu supermarket dengan kepalanya sambil menahan malu.
Mata Taigong Wang menangkap promo yang menempel di rak bagian makanan, "Gratis sumpit hello kitty dengan pembelian dua poki strawberry."
Selagi Taigong Wang berpikir sama promo, kita liat Jiang Wei sama Xiahou Ba yu, Mereka sedang di depan kulkas yang berisi dengan makanan instan. "Xiahou Ba kamu mau apa? Kakak mau beli nasi kuning aja." Jiang Wei mengambil sepiring nasi kuning dari kulkas. "Aku mau nasi sama katsu aja."
"Kalo gitu ambil, ayo kita bayar,"
Jiang Wei, dan Xiahou Ba berjalan ke kasir sambil membawa makanan masing-masing, meletakkan belanjaan mereka di meja kasir, Xiahou Ba nyeletuk. "Kak, Kak Taigong Wang kenapa diem di depan situ terus?" Jiang Wei menengok ke belakang, terus melihat ke Xiahou Ba penuh dengan keseriusan. "Jangan ditiru ya, ga baik buat kesehatan, kita tinggalin aja dia." Xiahou hanya ngangguk-ngangguk menanggapi sang Kakak.
"Ini aja? Dibawa pulang atau makan disini?"
"Iya, dibawa pulang."
"Tunggu sebentar ya, diangetin dulu."
5 menit berlalu, Jiang Wei, dan Xiahou Ba sudah mendapatkan makanannya, Taigong Wang masih diem di depan rak makanan yang sama daritadi. Kriet, pintu supermarket di tarik pelan oleh Jiang Wei, Jiang Wei sendiri membuka pintu itu sambil ngeliatin Taigong Wang, pas mau menginjakkan kaki keluar supermarket, kepala Taigong Wang muter melihat Jiang dengan tatapan datar tetapi banyak makna.
"KO GUE DITINGGALIN?!" teriak Taigong Wang.
"Abis lu lama di depan situ kek orang kesambet,"
Taigong Wang manyun, terus jalan keluar supermarket. Pas mereka keluar dari supermarket, mereka masih melihat Hanbei ngobrol di depan supermarket dengan 'perempuan' bernama Takakage itu sementara tadi mereka tidak melihat Kanbei di dalam supermarket.
"Jiang Wei~" tiba-tiba tangan kiri Jiang Wei dipeluk orang Takakage.
"Takakage?"
Taigong Wang ngeliat datar kejadian itu, kawaeh.. tapi berbatang.
"Jiang Wei, bareng ke sekolahnya,"
Taigong Wang memperhatikan Takakage dari atas sampai bawah, Gue kagak yakin kalo doi trap.. suaranya dia edit dimana ya bisa cempreng gitu? badannya.. dan yang terakhir gue masih ga percaya kalo dia cowo. Taigong Wang menengok ke samping kiri, tidak ada siapa disana. "Si unyil tadi mana?" Taigong Wang mencari-cari Hanbei, dan ternyata Hanbei sudah ada di seberang jalan bersama Kanbei. "Pa Kanbei ga ke sekolah?" Taigong Wang mendengus. "enak jadi guru ga ada jam ngajar ga usah ke sekolah." matanya kembali menonton percakapan antara Jiang Wei mantan maid kafe sama Takakage temen sekelasnya Jiang Wei.
"Lepasin..."
Takakege melpaskan pelukannya dari tangan Jiang Wei. "Gimana sama Xingcai? Udah jadian?"
Jiang Wei mengerutkan dahinya. "Jadian sama Xingcai? Aku hanya membantu Liu Shan temen sekelas doi," matanya melirik ke Taigong Wang. "untuk bisa deket sama Xingcai." lanjutnya.
"Kukira kamu yang suka dengannya." Takakage menatap tajam Xiahou Ba, merasa risih dengan tatapan Takakage Xiahou Ba bertanya, "Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Kamu.. tidak apa-apa. Ayo ke sekolah bentar lagi bel."
"Sate Tai-chan, aku duluan ya," Jiang Wei melambaikan tangannya ke Taigong Wang. "JANGAN NGELAMUN WOE!"
"GUE KAGA NGELAMUN! GUE MIKIR!" Taigong Wang melirik jalan menuju sekolah, dan apartemen, bolos atau sekolah? Taigong Wang mengecek jam di tangannya, enam empat puluh? Bolos aja ah~ Ibukan lagi ngejemput Ayah di luar sana, paling baru pulangnya malem karena pacaran dulu eh maksudnya ngejinakkin Ibu.
Akhirnya Taigong Wang memantapkan pikirannya untuk bolos lagi, sebelum kembali ke apartemen dia nge WA wali kelasnya Pa Yu Jin untuk memberitahu kalau dia ga masuk karena izin ada acara mendadak. Dimulailah petualangan Taigong Wang mencari seluk beluk tentang Kanbei, dan Hanbei.
Dengan wajah berseri-seri Taigong Wang memasuki apartemen, tak tak tak tak tak, suara pisau yang bertabrakan dengan nampan terdengar sampai telinga Taigong Wang, iseng-iseng Taigong Wang mengintip ke dapur, oh iya yang piket hari ini mereka ya?
"O? Taikō Bō-san, mau bantu kami?" tanya Hanbei dengan senyum berseri-seri.
"Hmm..."
"Kenapa kamu ga ke sekolah?"
"Gikku? Itu.. anu Pa.. anu itu.. saya mau bolos sehari aja, gitu." kata Taigong Wang sambil terkekeh pelan.
"Dengar ya, kamu sudah kelas tiga jangan kebanyakan bolos."
"Iya Pak..." Taigong Wang melihat jari manis Hanbei, di jari itu tersemat cincin. "Etto.. itu cincin apa yang di jari?" tunjuk Taigong Wang pada jari manis Hanbei.
"Ini?" Hanbei mengangkat tangan kanannya. "sshh.. jangan bilang ke yang lain ya kalau kami udah tunangan."
"Hanbei, kenapa kamu memakai cincin itu? lupa dengan peraturan di apartemen ini?"
"Habis.. sayang kalau tidak dipakai, inikan sudah kau belikan untukku."
"Terserah."
Mendengar itu Taigong Wang agak tersentak yang dikatakan Jiang Wei ternyata benar… Jadi mereka beneran udah tunangan?
"Kenapa kalian bisa tunangan?" tanyanya penuh dengan rasa penasaran.
"Hanbei,"
Hanbei menatap Kabei inosen, terus menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ahahaha.. maaf-maaf keceplosan,"
"Jadiii kenapa kalian bisa tunangan?" tanyanya lagi.
"Hmm.. tanyakan pada Kanbei, aku akan bercerita kalau dia mengizinkannya."
Taigong Wang menatap Kanbei dengan puppy eyesnya. "Pliss, Pa saya penasaran lho, kan jarang ada yang menganut beginian."
"Bayarannya kamu remedial MTK hari jum'at, nilai 90 di rapot ganti jadi 75."
Taigong Wang ngegasp. "Pa kok gitu sih pa, taruhannya mengerikan saya butuh nilai itu untuk masuk jalur SNMPTN, Pak."
"Jangan terlalu kepo, itu bisa membunuhmu."
Teringat perkataan Jiang Wei tadi pagi, lalu Taigong Wang menggelengkan kepalanya, membunuh dalam artian begini ya?
"Yaudah kalau gitu, aku gaakan nanya tentang itu lagi," lalu Taigong Wang melanjutkannya dalam hati, tetapi gue bakal mencari tahu tentang itu.
"Tapi kalau kamu gamau menaruhkan nilai MTKmu itu, kamu bisa menunggu sampai jam 9 malam, keluar apartemen saat jam segitu, kamu bakal- hmmph hmmph." Tiba-tiba Hanbei dicium oleh Kanbei.
Taigong Wang diam membeku melihat kejadian tadi, matakuh ternoda…
"Hey! ada anak kecil."
"Makanya jangan banyak bicara, lanjutkan memasaknya."
"Aye aye, sir."
Perlahan lahan Taigong Wang berjalan mundur, lalu berlari ke tangga, dan menaiki tangga itu sampai lantai 2, dan menggedor-gedor pintu kamar nomer 20.
Cklek
Pintu terbuka, "Ada apa?" tanya Sun Quan kalem.
"Mau main ga jam 9 malem?"
"Main kemana?"
"Ke masa lalu," kedua alis Taigong Wang dinaik turunkan.
"Kayaknya menarik,"
"Btw, ga sekolah?"
Sun Quan menggeleng. "Gue libur, yang sekolah cuman adikku Shangxiang."
"Kalau Kak Ce gimana? Mau ikut ga nanti?"
Sun Quan menengok ke belakang. "KAK! MAU IKUT GA NANTI MALEM JAM 9?!"
"NGAPAIN?!"
"BERPETUALANG SAMA ANAK KEDUANYA BU NU WA!"
"BOLEH DEH! GUE GABUT!"
Sun Quan melihat kembali ke Taigong Wang. "Kami berdua ikut,"
Taigong Wang tersenyum puas. "Gue tunggu di lobi jam sembilan."
"Baiklah, sampai ketemu jam sembilan."
Taigong Wang pun kembali ke kamarnya menikmati bolosnya di apartemen.
.
Tak terasa sudah jam sembilan malam, Taigong Wang segera bergegas ke lobi, di lobi sudah ada Sun Ce, Sun Quan duduk di sofa, "Ayo,"
Mereka bertiga sudah berdiri depan pintu apartemen, kriet, perlahan pintu terbuka, daann jeng jeng jeng yang mereka melihati Nu Wa, dan Fu Xi tepat di depan mereka. "Kalian mau kemana?"
"Hmm.." Mata Taigong Wang sedikit-sedikit bergerak melihat ke belakang, itu jaman pertengahan Edo apa gimana? Kok backgroundnya istana?
"Jawab."
"Mau ke supermarket bareng mereka Bu, boleh ya bu ya~"
"Enggak,"
Seiring Nu Wa berjalan masuk, Mereka berjalan mundur. "Balik ke kamar kalian, sudah malam,"
"I-iya.." Taigong Wang menatap dua bersaudara itu dengan tatapan bersalah, "Maaf ya, ga jadi berpetualangnya.."
"Tidak apa-apa, Tapi gue penasaran dengan ruang interogasi itu," Sun Ce mengelus- ngelus jenggotnya.
"Kayaknya Sabtu minggu ini, Ibu bakal pergi, hehe."
"Jadi?" tanya Sun Quan untuk mendapat kepastian.
Taigong Wang meninju langit. "Hari sabtu kita akan membuka pintu interogasi!"
"TIDUR! JANGAN NGOBROL TERUS DI KORIDOR!"
"IYA BU!"
TBC
Ana edit lagi karena endingnya karena sudah tidak sesuai harapan :") pusing juga saia pas ngetik jadi ini langsung republish dan updet chap 6 yang udah keketik dari kemaren. Pas bikin part duanya ga nge feel :") jadi di edit deh
see you next chapter~
