Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, pendek

Genre: Humor, Family, Supernatural, keknya nyerempet Fantasy

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Mystic Kos

Chapter 9: I Can See Now (No you don't)

Taigong Wang: serah lu dah.

Selamat Membaca

Malam harinya di rumah sakit, Yukimura masih nyenyak tertidur di sisi kiri kasur, dan Nu Wa tertidur di sofa. Semilir angin masuk dari jendela yang setengah terbuka di kamar, angin itu melepas jimat yang tertempel di dahi seorang pasien. Pasien yang bernama Taigong Wang itu terbangun, Taigong Wang menegakkan badannya, melihat kanan-kiri dengan cepat, dan menangkap sesosok anak kecil di depannya. "Mata kakak bagus, warnanya merah," kata anak kecil di depannya itu sambil tersenyum. "kaya buaya albino," lanjutnya dengan nada tak berdosa.

Gua disamain sama buaya…

Lagipula emang bener kok, kek yang albino, helo kiti atau kucing persia putih? kan idung doi pesek, nyehehehe, woi siapa yang lempar pancingan?! Eh punya Shō Kai-oji san toh, nieh gue balikin ehem, bek tu topik.

"Kak, temenin aku yuk,"

"Temenin ke neraka? Ga, ga ,ga." Taigong Wang mengibaskan tangannya pelan, btw, kenapa mata gue dibilang merah?

Anak itu manyun mendengar perkataan Taigong Wang. "Jalan-jalan, bukan ke neraka, aku kan selalu dilindungi oleh bishamonten-sama."

Bishamonten? Mungkin ni bocah anaknya Pa Kenshin. Bukan anaknya bego, babunya!

"iya-iya, emang mataku merah ya?" tanya Taigong Wang sambil menunjuk matanya, sambil curi-curi pandang ke kertas kuning di lantai.

"Iya, mata Kakak merah bercahaya layaknya bulan berwarna merah," kata anak itu agak takjub. "Kak, mau ya nemenin aku jalan-jalan di rumah sakit? Minimal ke tamannyalah." lanjut anak itu dengan mata puppy eyes.

"Tapi hari sudah malam," Taigong Wang melirik ke arah jam dinding, "tuh udah jam 1 subuh, lebih baik kamu kembali ke ruanganmu."

"Tidak mau," tolak anak itu, "aku akan kembali kalau Kakak mau menemaniku jalan-jalan."

Taigong Wang menghela nafas. "Baiklah.. tapi janji ya abis Kakak temenin jalan-jalan kamu kembali ke kamarmu."

"Hm!" Anak itu mengangguk dengan penuh semangat. "Janji," Anak itu menyodorkan jari kelingkingnya, Taigong Wang mengaitkan jari kelikingnya ke anak itu. "yubikiri genman!"

"Namamu siapa?" tanya Taigong Wang sambil turun dari kasurnya.

"Namaku Naoe Kanetsugu," Kanetsugu loncat dari kasur. "kalau Kakak?"

"Taigong Wang,"

Kanetsugu menarik tangan kiri Taigong Wang keluar kamar, sesampainya di taman rumah sakit, Taigong Wang duduk di bangku panjang dibawah pohon yang rimbun, sementara Kanetsugu duduk di sebelah kiri Taigong Wang.

Taigong Wang melihat banyak pasien lalu lalang di taman, "Ternyata pada malam hari begini banyak pasien juga yang jalan-jalan."

Kanetsugu terkekeh pelan.

Srek srek srek

Tiba-tiba dari atas pohon beberapa daun jatuh, Taigong Wang, dan Kanetsugu menengadah, melihat seorang perempuan sedang duduk di dahan pohon itu. "Hai, Ginchiyo-nee chan." sapa Kanetsugu sambil dadah-dadah ke perempuan itu, perempuan yang disebut Ginchiyo pun balik dadah ke Kanetsugu.

"Hati-hati, nanti kamu jatuh,"

"Kakak bisa liat hantu?"

"Sebenernya sih tidak, lebih tepatnya belum." Taigong Wang menggaruk pipinya dengan jari telunjuk.

"Tapi Kakak bisa ngeliat Ginchiyo-nee chan."

"Eh?" Taigong Wang diam membeku.

.

.

.

.

.

.

.

.

JEDANYA PANJANG BANGET WOI! ZHU RAN CAIRIN TUH HELO KITI!

Cesss

Setelah Taigong Wang di kasih handuk yang terbakar di kepalanya, esnya mencair, dan api di handuk juga ikut padam.

"Jadi.. yang aku liat di taman ini, dan lalu lalang di koridor itu hantu?"

Kanetsugu mengangguk.

"WHUT?!"

"Ssstt.."

"Jadi kamu juga?"

"Iya, dari kecil aku mempunyai masalah dengan jantung."

"Kalau yang itu?" tunjuk Taigong Wang ke atas pohon.

"Ginchiyo-nee chan kesamber petir pas lagi duduk di taman ini, Ginchiyo-nee chan meninggalkan tunangannya."

"Sedih juga ceritanya," Taigong Wang menitikkan air matanya lebay.

"Sebentar lagi matahari muncul," Kanetsugu mengorek-ngorek saku celananya, dan mengeluarkan sebuah kertas berbentuk persegi panjang berwarna putih. "ini untuk tanda terima kasih untuk Kakak dariku."

Taigong Wang menerima kertas itu, lalu membulak-balikkan kertas itu. "Inikan jimat yang biasa dipake Ibu, buat pindah tempat ala-ala Mintatato NamiKasur." Taigong Wang membaca tulisan di kertas itu. "Rumah?"

"Iya, sehabis matahari muncul, Kakak bakal ada di depan pintu rumah Kakak."

Sempat ingin protes karena teringat Ibu, dan teman sekelasnya masih ada di kamar, tapi karena takut membuat anak kecil di sampingnya itu sakit hati, kata-kata protesan dia kubur kembali di pikirannya.

"Terima kasih ya, Kanetsugu."

"Sama-sama, Kak." kata Kanetsugu sambil tersenyum.

Hari ini gue dapet kejadian berbau supernatural lagi...

Matahari muncul, Kanetsugu menghilang, dan lingkungan rumah sakit yang berubah menjadi lingkungan sekitar apartemen.

Duk

"Wadaw, kok gue jatuh?"

Kan lu tadi duduk di bangku taman rumah sakit, gimana seh, begonya Zhao jangan dipelihara.

Taigong Wang berdiri, lalu menepuk nepuk celananya. Kriet, Taigong Wang masuk ke apartemen, saat berjalan ke dapur, dia melihat sebuah robot bernampilan layaknya robocop KW 10 sedang duduk, dan makan. Taigong Wang melihat Okuni, iseng-iseng dia bertanya soal robot itu. "Tante, itu kenapa ada robot? Bukannya disini ga ada robot?" tanya Taigong Wang sambil nunjuk robot itu. Kecuali Lu Xun, tapikan dia tinggal di bengkel jadi ga dihitung, lanjutnya dalem hati.

"Itu kostum buatan tante, bagus ga?" tanya Okuni dengan senyuman.

"Jadi itu yang pake kostum itu, suami tante?"

Okuni mengangguk.

"Suami Tante jadi kayak robocop gagal," kata Taigong Wang datar, tapi mukanya kek yang nahan ketawa. "atau.. mirip CyborgNezha tapi iuwh version."

Mendengar itu Okuni hanya tertawa pelan.

Kring! Kring!

Telepon di lobi berbunyi, "Shi, tolong angkat ya," titah Okuni.

"Halo, dengan Shi yang ganteng cetar membahana ukulele anaknya bos mafia terkenal, dengan siapa dimana?"

"Dengan Sanada Yukimura di rumah sakit cepet gila, Taigong Wang ada di apartemen?"

Shi ngeliat Taigong Wang lagi makan di dapur. "Yuki, si persia pesek lagi makan di dapur."

"Oke makasih Shi, gue ama tante Nu Wa otw ke apartemen."

"Iya," Shi menaruh gagang telepon kembali, melirik ke dalam dapur, tapi sumpah itu beneran kayak robocop gagal pffftt…

TBC

pas bikin chap ini pas bosen nunggu bel malah tercyduk sama guru indo dikira bikin contekan, dan guru Nthor mau baca ni cerita nista kalau udah tamat :"v, dan terus keinget sampe sekarang, butuh editor~

soal Zhong Hui disebut robocop gagal itu gegara DLCnya yang Nthor temuin di wikinya, dan disitu saya ngakak dashyat :D tapi beneran koei ternyata suka maksa juga ya~ pfftt masalahnya ZH jadi enak buat dibuli.

Makasih lho udah baca

See you next chap~