Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH,

Genre: Humor, Family, Supernatural, Fantasy

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Mystic Kos

Chapter 11: GA JADI IKLAN! LANJUT!

Selamat Membaca

Tok tok tok, pintu kamar Taigong Wang di ketok oleh dua pem- bukan, kata Taigong Wang sih mereka roh api berwujud manusia, balik lagi ke topik, dua roh api itu mengetuk pintu kamar Taigong Wang pelan.

"Hmm.. ini masih jam 5 subuh.." Taigong Wang memindahkan bantal yang dipakainya menutupi mukanya.

"Kalo ga bangun, kamar ini akan terbakar dalam hitungan 1-" seseorang berbisik pada telinga kanan Taigong Wang.

"Iya-iya gue bangun, hoaaamm.." Taigong Wang menyingkirkan bantal dari mukanya, lalu bangkit dari kasur.

"Katanya mau ngebuka ruang interogasi,"

Taigong Wang garuk-garuk kepala. "Hm? Kan gue ngajaknya kemaren Quan." Taigong Wang menjatuhkan badannya kembali ke kasur.

Ctek

Quan menjetikkan jarinya, sebuah api muncul di atas telapak tangan Quan. "Pancingan ini kayaknya enak deh buat dibakar, hehe," Quan tersenyum jahil.

Taigong Wang langsung membuka matanya, dan langsung loncat ke arah pancingannya berada. "NOOOO! PANCINGAN LIMITED GUEEE!" Taigong Wang langsung meluk pancingan itu. "IYA! IYA! TAPI LU JANGAN SENTUH PANCINGAN GUE!"

"Gue kan canda mau ngebakar pancingan lu itu."

Pada akhirnya Taigong Wang mau melakukan itu hari ini. Setelah menunggu Taigong Wang mandi, dan dia berpakaian. Mereka sudah siap terjun ke medan perang, tak lupa mereka menggunakan kaca mata hitam biar dirasa kek FBI gitu.

Ihh padahal mah mereka jadi kayak tukang pijet, atau.. orang buta? QUAN! CE! Masukin lagi peliharaan lu ke kandang, jangan dilepas, nanti aku ga bisa lanjut narasi.

"Kami siap untuk mengupas rahasia setajam... silet." Ce ngacungin silet.

.

Mereka udah menginjakkan kaki di lobi, "Lobi gelap bos," kata Quan, padahal lampu di lobi nyala, oh doikan pake kacamata item.

"Jadi mau mulai nyari darimana?" tanya Ce kepada Taigong Wang.

"Bagaimana kalo coba pake kawat ini?" Taigong Wang memberikan dua buah jepit rambut yang sudah terbentuk sedemikian rupa kepada Ce.

Ce mulai berjalan menuju pintu ruang interogasi, saat Ce berjongkok, orang tidak di undang datang.

"Kalian sedang ngapain?" Tanya orang itu. Ce, Quan, dan Taigong Wang melihat orang itu, dan muka mereka berubah pucet.

"Susano'o-sama.."

"Satpam apartemen dateng.."

"Ka-kami sedang memperbaiki pintu," kata Ce dilanjut dengan ketawa garing.

"I-iya, Susano'o-sama mau kemana btw?" Taigong Wang mencoba mengalihkan perhatian Susano'o, sementara Quan berdoa dalem hati agar kelincinya Susano'o ga dateng, dan merecoki rencana mereka.

"Hanya mengecek lobi, saya kira kalian itu pencuri,"

Taigong Wang mengibas-ngibaskan sebelah tangannya. "Mana mungkin," lalu Taigong Wang tertawa garing, mana ada pencuri berani masuk sini, kalo misalnya pas keluar dari sini malah masuk penjara.

"Kalau begitu saya kembali lagi," Susano'o menghilang dari pandangan mereka.

"Haahh.. gue kira kita bakal disamber petir," Taigong Wang mengelus dadanya. "ayo Ka Ce lanjut, kami berdua mengawasi sekitar,"

Quan berjaga di deket lift, Taigong Wang, berjaga dideket pintu apartemen, takut-takut Kakaknya kembali dari asrama kampus.

.

Beberapa jam terlewati, Ce akhirnya bisa membuka pintu, Taigong Wang tertidur di sofa, Quan bulak-balik dapur.

Cklek

Ce memutar knop pintu itu, pintu perlahan terbuka, Ce menyeret Taigong Wang, dan adiknya ke dalam ruang interogasi. Di dalam ruang interogasi Ce melihat banyak tumpukan berkas di atas meja, tak lupa Ce menutup kembali pintu ruang interogasi.

"Ehem," Ce mendekatkan mulutnya ke telinga Taigong Wang. "pancingan ini enaknya dibakar atau di jual ya?"

Taigong Wang langsung bangkit dari tidurnya. "TIDAAAKK! PANCINGANKU!"

Ce menatap datar Taigong Wang. "Kamu kenapa?"

Taigong Wang geleng-geleng. "Gapapa.. ini dimana? Kok banyak berkas begini?"

"Ruang interogasi,"

"Asli?"

Ce mengangguk.

Taigong Wang melihat sebuah berkas di lantai, Taigong Wang mengambil berkas lalu membukanya.

Sun Ce, Sun Quan, Sun Shangxiang.

Umur Ce: 1200 tahun (secara fisik 22)

Umur Quan: 300 tahun (secara fisik 17)

Umur Shangxiang: 100 tahun (secara fisik 12)

Roh api yang sudah lama tinggal disini karena Ayahnya yang menyuruh mereka untuk mempelajari manusia di kota modern ini. Selama disini mereka hidup seperti manusia biasa, makan,minum, sekolah dll. Hanya orang tertentu saja yang bisa melihat wujud aslinya.

Sudah kuduga, karena tidak ada manusia yang masak makanan di atas telapak tangannya sendiri, Taigong Wang menaruh berkas itu di kursi, lalu membaca berkas di meja satu per satu.

Kanbei Kuroda, Takenaka Hanbei.

Umur Kanbei: 25 tahun

Umur Hanbei: 19 tahun

Sepasang suami istri yang pindah ke kota ini karena pekerjaan sang suami, kalau dilihat dari foto pasti kalian mengira mereka itu belok, dan pedo. sebenernya istrinya terlihat seperti laki-laki itu karena sifat tomboy yang menempel, dan tingkahnya seperti anak kecil. Mereka menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

Buat gue Kak Hanbei seperti korban pedo bukan karena dijodohkan orang tua.

Kaihime, Kaguya.

Umur Kaihime: 18 tahun

Umur Kaguya: 3 tahun (secara fisik 18)

Kaihime adalah siswi biasa yang kerjaan maen game untuk lari dari kenyataan. Siswi yang selalu jomblo walaupun udah nembak cowo berkali-kali, dia mempunyai tanaman bambu yang selalu dirawatnya sejak dulu tetapi suatu hari saat tanaman kesayangannya layu, dan tiba-tiba bambunya itu berubah menjadi seorang perempuan seumuran dengannya.

Pantesan kalo si Kaguya kaga mandi parfum, bau doi nyengat banget kek taneman busuk.

Zhong hui, Okuni, Xun Yu.

Zhong Hui, suami dari Okuni, 30 tahun, terpaksa menikah dengan Okuni karena dijodohkan oleh orang tua dari kecil, hanya karena keluarganya mempunyai hubungan dekat dengan keluarga Okuni, sebenernya dia pernah menolak untuk menikah dengan Okuni karena… dari kecil dia selalu dibuli oleh istrinya.

Ibu rajin amet, satu-satu di wawancara, Taigong Wang menahan tawa, nolak karena sering dibuli? Sebenernya ini rahasia apa aib?

Okuni, istri dari Zhong Hui, umur 28 tahun, hobi melakukan eksperimen pada suaminya, guru nari di sebuah sekolah…..

Lanjutan kalimatnya tidak bisa di baca, ugghh tulisan ibu macam ceker ayam di profil tentang Tante Okuni.

Xun Yu

Gaa ga goo gaaa, AAAAA! Mama rambut tante itu mirip selada!

Gue yakin Ibu nulis apa yang dikatakan Xun Yu, tapi bocah lima tahunkan harusnya udah lancar ngomongnya?

Jiang Wei, Xiahou Ba.

Jiang Wei, umur 18 tahun, korban kecelakaan 2 tahun lalu, Anak dari Zhong Hui, dan Okuni, kakaknya Xun Yu.

Hah cuman segini? Aslian?

Xiahou Ba, umur 16, adik angkat Jiang Wei, anak hasil nemu di stasiun, katanya emang beneran ketinggalan di stasiun tanpa ada unsur kesengajaan, tapi pas keluarganya ingin Xiahou Ba kembali, Xiahou Ba nolak.

… kata siapa? Jangan bilang Ibu gue nyeret Xiahou Ji lagi, pas gue kerkom sama doi.

Sima Shi, Sima Zhao.

Umur Shi: 18 tahun

Umur Zhao: 16 tahun

Kakak-Adik calon penerus organisasi mafia di kota. Shi nutupin mata kirinya gegara ada luka bekas kebeset sama jangka. Jomblo. Shi punya selogan 'Ga ada Bakpao, Ga Rame'. Beda kakak beda adik, status Zhao putus nyambung sama Yuanji, diam-diam suka sama pacar orang. (update, 2018)

Note: semua berkas ini selalu apdet tiap detik.

Hah? Ibu nulis pake kertas ajaib yang dibuat sama Qiao bersaudara ya?

Xiaoqiao, Daqiao.

Umur: 15 tahun

Mereka berdua adalah alkemis dari sebuah desa terpencil, di desa itu mereka dijuluki Witch Twins oleh orang desa. Mereka ke kota ini untuk mempelajari hal-hal yang belum mereka ketahui. Terakhir mereka membuat kertas ajaib.

Susano'o, Nezha

Umur Susano'o: 1990 tahun (secara fisik 47)

Umur Nezha: 300 tahun (secara fisik 15)

Mereka sebenernya dewa petir, dan wererabbit yang terperangkap di dunia ini karena kuil Susano'o hancur. Katanya sebelum ada apartemen ini ada kuil kecil, tetapi karena ada seekor rubah datang, dan mengubah kuil milik Susano'o menjadi apartemen. Mereka akhirnya terperangkap tidak bisa kembali ke dunianya.

Mau Nezha nurut sama kamu? Kasih dia bunga lotus, jamin semua permintaan kamu bakal dia kabulin, 1 lotus untuk satu permintaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

No comment.

Cao Pi, Ishida Mitsunari.

Umur: 20 tahun.

Mahasiswa teknik yang mempunyai kekuatan beda dari yang lain, mereka mempunya satu elemen yang mewakili mereka, Cao Pi mempunyai mana bernama undine(air), kalau Mitsunari mana Djin(angin), seperti pekerjaan sampingan mereka sebagai Tukang AC, dan Kipas Angin.

Diam-diam Cao Pi lagi berusaha buat ngegebet seorang laki-laki gaptek dari FPBS, sementara Mitsunari cuman ngefacepalm gegara ngedenger gombalan Cao Pi tiap mereka ga sengaja ketemu di kampus. Ihhh cakep-cakep homo.

.

.

.

Kok Ibu gue jadi begini sih? Ibu gue beneran mengupas rahasia setajam silet, tapi ga gini juga, mata Taigong Wang menemukan sebuah kalimat yang ditulis sangat kecil di pojok bawah kanan kertas. "Catatan, Cao Pi itu aslinya anak kedua Cao Cao alias adik saya." setelah membaca itu dengan pelan, Taigong Wang langsung membanting berkas itu ke lantai. "SWEMPAK! KENYATAAN PAHIT APA INI?! PANTESAN MUKA ISTRI KAKEK GUA MULUS SEMUA!"

Taigong Wang mencoba tenang, menerima kenyataan pahit yang baru saja dia dapatkan dari berkas itu. "Tinggal 3 berkas lagi." Taigong Wang mengambil sisa berkas yang belum dia baca, lalu membuka berkas itu. "He? Tentang anaknya juga?"

Sterkenburg Cranach

Umur: 12 tahum

Hobi: latihan berpedang

Murid kelas 6 SD Wu

Anakku yang paling kecil hasil nemu di kolong jembatan, dia displin, dan sangat ahli bermain dengan pedang sama seperti Mitsuhide beda sama kedua kakaknya yang kadang kek PengACara(Pengangguran Banyak Acara).

Ibu pilih kasih, jahad. TITIK.

Shennong

Umur: 21 tahun

Hobi: Bulak-balik kampus

Mahasiswa Universitas Shu, jurusan Sastra Mandarin semester 2

Anakku yang paling gede, dan paling sibuk, dia sangat baik, penyabar, dan akan melakukan apapun selama itu memberikan hal positif baginya, ga percaya? setahun yang lalu anakku yang satu ini loncat dari kamarnya cuman buat ke kampus ngehadirin rapat panitia.

Emm, lama kelamaan otak Kak Shennong ada yang rusak, Taigong Wang menutup berkas tentang Shennong, dan menatap berkas terakhir di tangannya. Taigong Wang mengumpulkan keberanian untuk membuka berkas terakhir itu.

Taigong Wang

Umur: 17 tahun

Hobi: Bolos sekolah, dan mancing di danau belakang sekolahnya.

Murid kelas 12 SMA Merak Jaya.

Tidak ada tulisan lagi? Ibu hanya menulis itu? Taigong Wang kaget, tiba-tiba paragraf muncul secara tiba-tiba di kertas itu.

Anakku yang satu ini, paling kepo termasuk dengan berkas-berkas ini, padahal Ibu akan memberitahunya setelah dia menjadi mahasiswa, selama Ibu pergi dia berencana untuk membuka ruang interogasi bersama kedua roh api dari kamar 20. Dan di suatu tempat kamu terbaring lemah dikasur, membuat semua orang yang ada di dekatmu khawatir.

Bagaimana? Sudah puas membaca berkas-berkas ini Taigong Wang?

"Ke-kenapa kertas ini?"

Tiba-tiba ruangan menjadi gelap, "Ugghh nafasku sesak.." Taigong Wang terjatuh di lantai.

.

Nit nit nit

Suara electrocardiogram terdengar ke seluruh penjuru kamar. Aku membuka kedua mataku. "Dimana?"

"Taigong Wang, akhirnya kamu terbangun juga," suara khawatir ibuku terdengar dari kejauhan, Ibuku menggenggam tangan kiriku dengan erat, aku melhat Ibuku mengeluarkan air mata.

"Ibu.. kenapa ada suara electrocardiogram?" tanyaku pelan.

"Kamu mengalami kecelakaan nak, akhirnya kamu tersadar juga… beberapa hari lalu kamu sempat koma. Jangan membuat Ibu, Ayah, Keluarga, dan temanmu khawatir lagi ya," Ibuku menangis. Aku melihat sekitar, banyak orang tertidur disini, temanku, kakak, adikku juga ada.

Jadi selama ini aku terbaring di kasur, dan bermimpi?

Samar-samar aku melihat seekor rubah berdiri di atas tubuhku yang lemah ini. Rubah itu mendekatiku. "Terima kasih untuk pertunjukannya, Taigong Wang." kata rubah itu, dan rubah itu menghilang dari pandanganku.

Selama ini aku jadi bonekanya rubah sialan itu? heh, menarik, aku tunggu kau 10 tahun lagi, Aku berjanji akan menangkapmu dan mengembalikkanmu.

END

Aslian tamat? ASLIAN? Gaje beuuuddd~ bagaimana? Cerita kali ini anehkan? Yang pasti di cerita oneshot aka chap depan ga kalah aneh sama ini huehue, pixiv memberiku hidayah straight ship tenks :v abis potong rambut jadi pendek, aeng malah ketularan ZH :"v mainin rambut, nyebelin dah. Dan yang ana butuhkan sekarang adalah editor :"v

Makasih lho udah setia mantengin cerita gila ini

See you next chapter~