Pair : Jung Yunho a.k.a U-Know X Kim Jaejoong a.k.a Hero

Disclaimer : DBSK dan yang lainnya punya saya (digigit bang Changmin)

Warning : Typo, EYD, OOC, OC, Gaje, BL (boy x boy), death chart

Note:

"Blod" : Chating

"…" Berbicara

'…' berfikir dalam hati

Don't Like Don't Read

Di sebuah kedai yang bisa digolongkan lumayan besar, telihat namja bermata musang tampan bernama Jung Yunho sedang asik dengan sebotol soda bening di tangannya. Seorang yeoja berperawakan cantik menatapnya sambil tersenyum.

"Yak! Oppa, jangan memandangi botol itu terus, kau seperti orang yang sedang patah hati." Ujar Yeoja itu.

"Yoona, apa kau punya soda lagi?" Yeoja muda yang dipanggil Yoona itu tersenyum lagi, lalu mengambil 2 botol soda dan meletakkannya di depan Yunho.

"Aku punya sake, wine dan minuman asik lainnya, apa Oppa mau?" Yoona hendak pergi meninggalkan Yunho, tapi tangan kekar namja berumur 26 tahun itu menarik Yoona untuk berhenti.

"Tak usah, kau tahu aku tak suka mabuk." Ujarnya sambil membuka botol soda itu.

"Oh~ Oppa, ayolah, aku bahkan sudah belajar minum-minuman seperti itu saat umurku 17 tahun." Yoona memasang wajah cemberut. Dia melipat tangannya di depan dada, seolah sedang kesal dengan namja yang sudah di anggap kakaknya sendiri itu.

"Kau terlalu bebas, Yoona. Oh iya, apa ada cake, aku mau membelinya untuk Changmin." Yoona berjalan kebelakang, lalu kembali lagi dan meletakkan sekotak cake dihadapan Yunho.

"Sampaikan salamku untuk Changmin Oppa, aku menyayangi kalian." Ujar Yoona sambil mengerling satu matanya. Yunho terkekeh pelan melihatnnya.

"Apa ada job untukku?" Yoona duduk dengan anggun di bangku bar kedai, dia membalik-balikkan majalah resep makanan tanpa sedikitpun melihat kearah namja didepannya itu.

"Ada. Kali ini bayarannya lumayan besar. Oppa mau?" Yoona menghentikan kegiatannya, memandang serius kearah Yunho.

"Siapa? Dimana?" Yoona meletakan amplop coklat kehadapan Yunho, dengan cekatan namja tampan itu membukanya. Yunho menemukan sebuah foto seorang namja di dalamnya, dan sebuah tulisan yang diketahuinya seperti sebuah alamat.

"Namanya Eunhyuk. Letaknya di perumahan mewah sebelah barat Seoul, Oppa pasti tahu perumahan terkenal itu 'kan? Mereka ingin dia dihabisi minggu ini juga. Kalau Oppa mau, Oppa bisa melakukannya. Dan uangnya sudah ada di amplop itu." Ujar Yoona. Yunho menjilati sudut bibir bawahnya.

"Baiklah, aku mau." Ujarnya.

"Oppa~" Yunho dan Yoona serentak melihat seorang yeoja yang sudah bergelantungan manja di lengan kiri Yunho, yeoja itu terlihat meliuk-liuk tak jelas sambil merapatkan dirinya.

"Yak~ Eonni, apa yang kau lakukan?" yeoja yang dipanggil Yoona dengan sebutan 'Eonni' itu Cuma menyengir kuda.

"Biasa, aku sedang merayu Oppa Yunho." yeoja itu semakin merapatkan tubuhnya ke lengan Yunho, dan membuat Yunho merinding sendiri melihat kelakuannya

"Tiffany, bisa 'kah kau melepaskan pelukanmu, aku merasa gerah dibuatnya." Yunho berusaha melepaskan cengkraman Tiffany tadi, dan membuat Tiffany mengerucutkan bibirnya.

"Oppa, jangan sinis begitu padaku." Keluh Tiffany. Yoona terkikih geli melihat kelakuan keduanya.

"Berapakalipun Eonni menyatakan cinta, Yunho Oppa tak akan mau denganmu." Cela Yoona tertawa geli, sedangkan Tiffany memandang Yoona dengan death glarenya.

"Aku pergi dulu." Yunho menyambar amplop coklat yang sempat terlupakan tadi, saat namja itu hendak bergerak meninggalkan kedai itu, buru-buru Yoona menangkap lengan Yunho.

"Ne~ Oppa, tolong kau pikirkan lagi, pikirkan Changmin Oppa. Kalau kau berubah pikiran dan membatalkan keputusanmu untuk berhenti dari pekerjaanmu sekarang, aku sangat mendukungmu." Yoona tertunduk sedih, Yunho merain puncak kepala Yoona lalu mengelusnya pelan.

"Gomawo, Yoona. Aku berterimakasih dengan semua yang kau lakukan selama ini untukku dan Changmin." Yoona mendongak, mendapatkan wajah tampan Yunho tersenyum kearahnya.

"Cuma kalian berdua yang aku punya di dunia ini. Aku hanya tak mau kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi." Ujar yeoja itu tersenyum kikuk.

Yunho tak menghiraukan perkataan Yoona, dilepaskannya tangan Yoona dari lengannya dan segera berjalan menjauh seraya melambai kearah Yoona dan Tiffany, punggung namja itu menghilang begitu saja di balik tabir kedai itu.

"Dia tak akan kenapa-napa, kau jangan khawatir. Yunho Oppa itu orang yang kuat" Tiffany menepuk bahu Yoona pelan, membuat Yoona itu terlonjak kaget.

"Iya~ Oppa memang orang yang kuat." Senyum riang ter ukir di wajah yeoja berumur 20 tahun itu. Yoona adalah seorang yatim piatu, dia ditinggal kedua orang tuannya saat dia berumur 15 tahun, gadis itu berkenalan dengan Yunho dan Changmin adik laki-laki Yunho 3 tahun yang lalu. Yunho dan Chaming mengubah Yoona yang saat itu putus asa karena kesepian akhirnya sekarang menjadi gadis ceria dan bersemangat. Sedangkan Tiffany sendiri adalah seorang pekerja sekaligus pelayan di kedai milik Yoona. Hanya butuh waktu setengah tahun untuk Tiffany mengerti masa lalu Yoona, Tiffany yang juga memiliki masa lalu yang sama akhirnya dapat membagi kesedihannya dengan Yoona dan akhirnya mereka bisa berteman sangat akrab.

Tiffany sangat mengagumi Yunho, dia menyukai namja itu, bagi Tiffany Yunho adalah sosok yang baik dan ramah, selain sangat mudah bergaul, Yunho di mata Tiffany memiliki sesuatu yang tak banyak dimiliki namja lain, yaitu rasa tanggu jawab, berfikir sebelum bertindak dan sosok laki-laki penyayang. Sedangkan Changmin di mata Tiffany adalah sosok namja muda yang selalu mengerti keadaan kakaknya, selalu berusaha membuat kakaknya bangga. Changmin anak yang pintar dan cerdas, dan kelihatnnya Tiffany menangkap sinyal tertarik dari Yoona untuk namja itu.

"Eonni, bagai mana setelah ini kita berbelanja." Tiffany tersenyum memandang Yoona sebentar. Lalu berlalu menuju sebuah meja yang terlihat baru saja di isi oleh seorang pelanggan, Tiffany melenggang menuju pelanggan itu untuk mencatat menu pesanannya, sebelum terlalu jauh, Tiffany mengangkat kedua tangan dan melambai riang tanpa berbalik sedikitpun kehadapan Yoona.

"Boleh saja, asal kau yang bayar."

.

.

.

© Long Kiss Good Bye

©Genre: Angst/ romance

©Author by: Bey-Bei_Chan

©Rate: M

.

.

.

Bunyi sedikit bising terdengar oleh indra pendengar beberapa orang yang baru saja berpas-pas'an dengan seorang namja cantik sekaligus tampan. Namja itu berjalan dengan angkuh dan memasang wajah berekpresi dingin, paras rupawannya membuat beberapa orang disana berdecak kagum melihatnya. Kulit putih bak porselin, bibir merah merekah dan wajah yang terpahat sempurna, taklupa tubuh propesional yang berbalut kemeja putih yang dipadukan jas hitam dan dasi hitam, serta celana dasar berwarna hitam, membuat namja itu terkesan sempurna bagi para yeoja.

Terlihat terburu-buru, itulah yang dilihat orang-orang sekitarnya. Walau seperti itu, namja itu masih dapat mengontrol emosinya dengan baik, namja yang lebih dikenal dengan nama Kim JaeJoong itu adalah kaki tangan dari seorang direktur utama pemilik perushaan pencari bakat terkenal di Korea 'Lee Soo Man', dia adalah pemilik dari SM Entertainment yang sah untuk saat ini, yah~ saat ini. Karena sebentar lagi kedudukannya akan digantikan oleh para penerusnya. Tapi sayang namja yang sudah berumur lebih dari setengah abat itu sama sekali tak mau menyerahkan kursi kepemimpinannya pada pewaris berikutnya.

Kim JaeJoong berhenti tepat di depan pintu kayu yang paling besar diperusahan itu. dia menghela napas sebentar untuk mengusir kegugupannya.

TOK… TOK…

"Masuk!"

JaeJoong segera menggenggam gagang pintu kayu itu, membukanya berlahan sehingga menimbulkan sedikit deritan dari pintu itu, saat dia sudah masuk sempurna, dia kembali menutup pintu itu.

"Anda memanggil saya?" JaeJoong menunduk sopan dihadapan namja tua itu. dia sedikit terkejut saat melihat siapa yang sekarang sedang dipangkuan namja tua benama Lee Soo Man itu, tapi bukan JaeJoong namanya kalau dia harus mengubah ekspresinya untuk pemandangan tak penting yang disugukan didepannya saat ini.

JaeJoong dapat melihat seorang yeoja yang sangat dia kenal, 'Jessica' gadis itu salah satu dari artis yang lumayan terkenal di Korea, dan dia juga salah satu jebolan dari SM Entertainment seorang penyanyi muda yang terbilang cantik. Yeoja itu sedang duduk di pangkuan Lee Soo Man, mengenakan rok super mini dengan kemeja yang sudah terbuka di bagian dadanya dan itu pasti membuat siapapun yang melihatnya menelan ludah bahkan lupa dengan dirinya sendiri. Sayang itu tak berhasil untuk JaeJoong.

Entah kenapa, tapi dia merasa sama sekali tak bernapsu melihat yeoja-yeoja semacam Jessica, bahkan sampai sekarangpun dia tak pernah menyukai satupun yeoja yang pernah mampir dikehidupannya. Dia selalu berfikir kalau mungkin memang belum saatnya, atau dia memiliki penyimpangan orientasi, tapi kelihatnnya itupun belum jadi bukti cukup tentang kenapa seorang Kim Jae Joong yang dikenal rupawan itu belum melepas masa lajangnya atau terlihat berjalan sambil bergandengan mesra dengan seseorang baik seorang namja maupun yeoja. Dan itupun juga bisa menjadi bukti kalau namja beumur 26 tahun itu memang kebal terhadap apupun yang berbau perasaan, kasih sayang, bahkan cinta itu sendiri.

JaeJoong juga masih ingat bagai mana dia selalu dikejar-kejar banyak yeoja saat dia masih berumur 10 tahun bahkan sampai sekarang, bagai mana banyak namja yang juga dengan blak-blakkan mengatakan perasaanya terhadap JaeJoong, tapi namja bermata polos itu tak sama sekali menggubrisnya.

"Oppa~" Jessica segera turun dari pangkuan Lee Soo Man, dia membungkuk malu-malu ke arah direktur SME dan JaeJoong sebentar, lalu mengambil tas tangannya dan membenahi kemejanya, berlalu tergesa-gesa meninggalkan kedua namja berbeda umur itu didalam ruangan itu.

"Jae, aku mau kau melakukan sesuatu untukku saat ini." JaeJoong tak bergemi, dia berdiri dengan tegak dan menatap lurus tanpa ekspresi sedikitpun di wajahnya. Membuat Lee Soo Man tersenyum melihat 'anak' kesayangannya ini.

"Aku selalu suka ekspresimu itu, Jae. Kau tak pernah berubah semenjak aku memungutmu 15 tahun yang lalu." JaeJoong tetap tak menjawab apapun.

"Aku ingin kau menghabisi kedua pewaris keluarga besarku. Choi Kyuhyun, dan Choi Siwon. Secepatnya, sebelum pengangkatan mereka dan menggeser kedudukanku."

"Baiklah." Setelah menunduk dalam, JaeJoong berlalu begitu saja dari hadapan Lee Soo Man.

JaeJoong tahu sendiri siapa Lee Soo Man itu, dia adalah lintah darat mata duitan. Lee Soo Man adalah seorang iblis yang sanggup melakukan apapun bahkan membunuh seseorang untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya, dan ajaibnya. Lee Soo Man selalu memiliki dewi fortuna yang selalu menjaganya saat polisi berusaha menangkapnya atau memeriksanya.

Choi Kyuhyun dan Choi Siwon mereka berdua adalah kakak beradik sekaligus keponakan dari Lee Soo Man sendiri. Adik perempuannya menikahi seorang namja dari keluarga Choi. Karena Lee Soo Man sama sekali tak memiliki keluarga, mau tak mau hak kepemilikan langsung jatuh pada kedua keponakannya itu, Lee Soo Man sama sekali tak pernah rela memberikan SME pada siapapun, makanya dia lebih memilih menyuruh JaeJoong membunuh mereka. yak~ Kim JaeJoong. Namja rupawan ini bukan hanya menjadi kaki tangannya, tapi juga menjadi seorang pembunuh berdarah dingin hasil didikkan dari Lee Soo Man. JaeJoong di pungut atau lebih tepatnya diabdosi dari panti asuhan, dia di didik menjadi robot dari seorang Lee Soo Man, dan melakukan apapun yang diperintahkan namja tua itu padanya, dan itulah kenapa JaeJoong tak pernah memiliki ekpresi, itu salah satu tuntutan dari Lee Soo Man, kalau robot tak pernah tertawa, tersenyum, menangis, bahkan memiliki perasaan sayang dan cinta, yang harus dimiliki JaeJoong Cuma perasaan ingin membunuh dan kebencian.

.

.

.

^Bey~Bei^

Jessica langsung meloncat memeluk tubuh JaeJoong erat. Perempuan itu menciumi pipi kiri JaeJoong sekilas, dan bergelantungan manja di leher JaeJoong saat namja itu baru saja keluar dari ruangan Lee Soo Man.

"Lepaskan aku, perempuan menjijikan." Ketus JaeJoong dingin. Tapi Jessica sama sekali tak menggubrisnya, dia sudah tebiasa ditolak seperti itu oleh JaeJoong dengan perkataan kasar dan ekpresi dinginnya.

"Oppa, Saranghae." Cengir Jessica manja.

"Cih~ kau benar-benar menjijikan." Dengan keras JaeJoong melepaskan pelukan gadis itu dan membantingnya ke lantai, membuat Jessica meringis pelan.

"Oppa, kau kejam sekali." Rengek Jessica sambil mengusap sikunya yang terasa sakit. JaeJoong menunduk dan menangkap dagu yeoja itu dengan kasar, membawa wajah yeoja itu untuk melihat wajahnya. Sebuah seringai mengerikan teukir di wajah rupawan JaeJoong membuat jessica menelan ludahnya.

"O-oppa, maaf. Ak-aku-"

"Jangan pernah muncul dihadapanku lagi, Jessica. Atau aku akan membuatmu menyesal." Dilepaskannya tangan itu dari dagu Jessica secara kasar. Membuat yeoja itu mengaduh kesakitan dibagian dagunya.

Setelah berdiri JaeJoong memberi death glare terbaiknya kearah Jessica, nyali gadis itu terhenyuk seketika, dia benar-benar ngeri memandang bola mata hitam JaeJoong yang besar dan terlihat polos itu, jessica berani bersumpah kalau wajah JaeJoong tak seperti kepribadiannya. Mata polos itu seperti menerkamnya dan mengulitinya hidup-hidup. Setalah puas membuat gadis di hadapannya ketakutan, JaeJoong melangkah berjalan dengan tenang keluar dari SME.

Saat keluar dari SME, JaeJoong segera menuju lobi dan menemukan mobil sport BMW merah kesayangannya terpakir rapi disana. Terlihat kalau namja itu menyeringai setan diikut gumaman pelan yang berbahaya dari bibir chery-nya.

"Akan ada saatnya kau ku remukan, tapi bukan sekarang. Lee Soo Man."

.

.

.

TBC

Makasih untuk:

-Dhikae

ini sudah lanjut. makasih repyunya.

-Irma230693

ah~ maaf, iya ini masih prolog, semoga di chp 2 fic ini bisa di mengerti^^. mksih repyunya.

.

.

Review please (^B-B^)