Pair : Jung Yunho a.k.a U-Know X Kim Jaejoong a.k.a Hero
Disclaimer : member DBSK punya saya, member SUJU, SNSD punya emak N bapak mereka masing-masing
Warning : Typo, EYD, OOC, OC, Gaje, BL (boy x boy), death chart
Note:
"Blod" : Chating
"…" Berbicara
'…' berfikir dalam hati
Don't Like Don't Read
.
.
.
Enjoy
Seorang namja bermata tajam sedang mengamati sebuah rumah yang lumayan besar didepannya sekarang, mata musangnya tak pernah lepas dari objek yang sedari tadi dilihatnya. Kaki kirinya terangkat dan menumpuh pada sebatang pohon yang sangat rindang, tubuh tegap bagian belakangnya-pun terlihat menempel dengan setia di pohon itu, kaki kanannya menapak di tanah, menjaga keseimbangan tubuhnya, dan kedua tangannya terlipat didepan dada, setelan baju olahraga lengkap dengan sepatunya terpasang sempurna di tubuh professional namja itu.
Mungkin memang masih terlalu pagi untuk memulai aktifitas, 06:23 pagi, itu memang sangat pagi bagi beberapa orang tapi tidak untuk mereka yang menghargai waktu, dan begitu pula namja tadi, dia benci membuang-buang waktu, dia lebih memilih melakukan semuanya dengan cepat, sehingga di kemudian harinya tak menumpuk. Sebuah pistol yang sudang terpasang peredam suaranya dengan setia menemaninya
Namja itu memperbaiki cara berdirinya saat dilihatnya seorang namja tampan keluar dari rumah mewah itu, namja itu membuka garasi rumahnya, sekilas namja yang dari tadi memperhatikannya terlihat tersenyum kearahnya dari jarak yang cukup jauh, tak sedikitpun terpintas di benak namja tampan itu, atau curiga sedikitpun padanya, yang ada dipikirannya hanya seorang namja yang mungkin sedang istirahat karena baru saja berjoging ria di pagi hari ini. Tanpa rasa canggung, namja yang diketahui bernama 'Eunhyuk' seorang esekutif muda itu membalas dengan ramah pula senyuman itu.
Saat Eunhyuk hendak masuk kedalam mobilnya, sebutir peluru melesat dan menembus tepat ditengkoraknya, namja itu tekapar menggelepar tak berdaya tanpa suara, namja bermata sipit itu meregang nyawa sendiri.
Baru beberapa menit kejadian itu, seorang yeoja tua yang sedang mengajak anjingnya berjalan-jalan di daerah perumahan itu berteriak histeris melihat sosok 'Eunhyuk' yang sudah tak bernyawa lengkap dengan aliran darah disekitar kepalanya.
"Akkkkkkk…. Tolong ada mayat…!" teriak yeoja tua itu kuat.
"Ne~ Eunhyuk-sshi, mian." Sebuah senyum kepuasan sekaligus berdosa terkembang di bibir namja yang melihat dari kejauhan kejadian itu.
.
.
.
© Long Kiss Good Bye
©Genre: Angst/ romance
©Author by: Bey-Bei_Chan
©Rate: M
.
.
.
JaeJoong mendesah pelan, saat dirasakannya sebuah tangan meraba bagian paha dalamnya dengan sangat lembut. Tubuhnya mengejang saat tangan itu meremas bokongnya keras.
"Akhh…"
Desahan manja keluar dengan sempurna dari namja cantik itu. sedikitpun JaeJoong tak menolak dengan apa yang dilakukan sosok buram di hadapannya itu. yang JaeJoong tahu kalau sosok itu juga seorang namja. JaeJoong sangat menikmati setiap sentuhan namja itu pada tubuhnya.
"nghh, siapa kau?"
Namja yang ditanya JaeJoong itu tersenyum samar. Sama sekali tak menjawab, namja itu malah semakin membuat JaeJoong menggila saat tangannya sudah sampai di junior namja cantik itu. dengan gerakan lembut, namja yang ada diatasnya itu menggerakan tangannya dengan ritme yang sesuai.
"Ahhh… ngh… ahh…"
Seringaian makin berkembang di bibir namja yang ada di atas JaeJoong itu, namja itu menunduk lalu mencium bahkan melumat bibir chery JaeJoong dengan gemasnya, membuat bibir merah itu tambah memerah.
"Siapa…angh…k-kau sebenarnya?" kepala JaeJoong seperti berputar-putar, pandangannya tak fokus, seperti ada gejolak aneh didasar perutnya yang sebentar lagi akan meledak.
"Hahaha…, jangan banyak bicara manis, lebih baik kau nikmati saja." Sosok itu makin menaikkan intensitas rabaannya pada tubuh polos JaeJoong.
"Ngh…jangan meng-godaku." JaeJoong dapat melihat namja itu menyeringai, walau tampak samar, tapi JaeJoong dapat melihat jelas bagai mana bibir namja itu terangkat sempurna.
"Kau menyukainya? Hmm~ aku sangat menyukai tubuhmu, apa lagi dibagian ini."
Namja itu meremas kejantanan JaeJoong, sedikit kasar memang, tapi JaeJoong sangat menyukainya, dia malah mengalungkan kedua tangannya pada leher namja itu, namja itu mengoral kejantanan JaeJoong dengan tangannya, dan tak lupa desahan JaeJoong yang menjadi simponi tersendiri bagi kedua namja itu.
"Akh…, lebih cepat!"
JaeJoong meremas rambut halus namja itu dengan keras, dia merasakan kalau namja diatasnya ini sedang mempermainkannya, gerakan tangannya membuat JaeJoong gila akan namja itu.
"A… aku mohon, ce… ngh-pat kau masukan, ja… ngh-ngan menggodaku."
Namja itu menuruti kemauan JaeJoong, dilepaskannya tangan itu dari kejantanan JaeJoong, lalu tangan itu meraba bokong JaeJoong dan menemukan apa yang dari tadi di cari, lubang yang sangat menggoda iman itu. satu jari namja itu masuk dengan mudahnya, dan hanya membuat JaeJoong meringis merasakan benda asing itu masuk dengan leluasa didalam tempat itu.
"Ngh… sa-akh… sakit." JaeJoong mencakar punggung namja itu, saat dirasakannya benda asing yang menembus pertahanannya itu bertambah.
"Akh… hen-ngh… hentikan, aku su-dah tak kuat." Kali ini bertamba satu lagi penghuni lubang itu. itu membuat JaeJoong benar-benar merasa sesak dibagian bawahnya.
"Ngh… disana, cepat masukkan!" tubuh JaeJoong bagai tersentrum, jari-jari terlatih namja itu menyentuh sesuatu yang membuat JaeJoong dapat melihat ribuan bintang berputaran di matanya.
"Akhhh… hentikan." JaeJoong menjerit sekuat tenaga saat dia merasa sesuatu menggesek lubangnya, dan berlahan menembusnya, benda itu terasa lebih besar dari ketiga jari yang tadi bersarang dilubangnya.
"Akkhhh, aku mo-mohon, ini sangat menyakitkan." Namja diatas JaeJoong itu langsung menyumpal bibir merah yang sedari tadi menjerit tak karuan itu dengan sebuah lumatan sensual.
"Hmmp…" Sebenarnya JaeJoong hendak berteriak, tapi tetap tak bisa, bibirnya benar-benar sudah dikunci dengan bibir namja diatasnya sekarang, sesak sekali rasanya bagian bawahnya saat ini. Ada rasa perih dan panas di lubang itu, tapi JaeJoong tak menghiraukannya, sudah kepalang tanggung untuk menghentikan permainannya, toh dia sangat menyukai semua ini dan ada sedikit gejolak aneh saat tangan porselinnya memeluk namja yang ada diatasnya ini, terasa seperti dilindungi, baru kali ini dia merasa sangat nyaman dan hangat saat bersama dengan seseorang.
"Nghh… ahhh" JaeJoong mendesah bak orang kesetanan saat dia merasa ujung kejantanan namja itu mengenai sesuatu didalam sana. Memang tak tampak, tapi dia dapat merasakan kehangatan dari namja itu saat telapak tangannya menyentuh pipi namja itu lembut.
"Si… nghh apa kau?" Tak berhenti mengerang dan mendesah, bahkan sekarang tubuhnya pun ikut terdorong saat namja diatasnya menyodok dengan semangat.
"Saranghae, JaeJoong. Kim JaeJoong." Mata JaeJoong membulat, tak perduli dengan kenikmatan yang dirasakannya saat ini, yang dia tahu kalau dia sangat utuh, tubuhnya, raga, bahkan rohnya utuh, serasa semua berhenti, berhenti hanya untuknnya saat itu.
"Kau?" Tubuh JaeJoong tak henti-hentinya terdorong ke atas dan ke bawah, tapi rasa nikmat itu menghilang hanya perasaan terkejut yang sekarang berada di dadanya.
"Aku sangat mencintaimu, sangat…! Saranghae Kim JaeJoong… akhh" Namja didepan JaeJoong itu mendorong tubuhnya sehingga ujung juniornya benar-benar menyentuh sisi terdalam JaeJoong, dan itu sontak membuat JaeJoong kembali ke alam sadarnya.
"Anghh…"
SEARRTT
"Huah~"
Kim JaeJoong, namja cantik ini terlihat sedang mengatur napasnya, beberapa bulir keringat terlihat keluar dari pori-pori kulitnya, tangan putihnya mengenggam helaian rambut hitammnya dengan sangat kuat.
"Brengsek." Ujarnya geram, dilihatnnya waker yang tergeletak rapi di meja sudut, jam 5 pagi, masih sangat pagi untuk bangun, tapi rasa kantuknya sudah sirna semenjak namja itu bangun tiba-tiba akibat mimpi yang menurutnya aneh, bagai mana tidak aneh, kalau kau bermimpi sedang bercinta dengan seorang namja, garis bawahi 'kau yang seorang namja bermimpi bercinta dengan seorang namja juga', napasnya masih memburu, dibukanya selimut putih yang menutupi tubuh indah namja itu. dia sempat terkejut saat dirinya melihat kalau dia masih mengenakan kaos singlet dengan bokser merah, bukan sedang dalam keadaan tanpa busana seperti yang ada di mimpinya tadi. dengan rasa malas namja itu menyeret tubuhnya untuk sekedar membersihkannya
^Bey~Bei_Chan^
JaeJoong membuka Koran paginya hari ini, sepotong roti bakar bertengger dengan manis di mulutnya plus secangkir kopi hangat untuk menemani sarapannya pagi ini. Dengan cekatan JaeJoong membuka halaman demi halaman hanya sekedar mendapatkan berita yang dia inginkan. Pekerjaannya terhenti, saat mata hitam besarnya menemukan sebuah tulisan yang menarik perhatiannya di surat kabar itu.
EUNHYUK, SEORANG PENGUSAHA MUDA DITEMUKAN TEWAS DIDEPAN RUMAHNYA SENDIRI, DIDUGA KORBAN DI BUNUH DENGAN CARA DI TEMBAK.
JaeJoong mengangkat sedikit sudut bibirnya, membuat sebuah seringai mengerikan di sana.
"Cih… ada juga orang semacam itu didunia, sulit dipercaya." Gumamnya pelan. Kegiatannya kembali berlanjut dihalaman berikutnya.
CHOI KYUHYUN PEWARIS KEDUA SM entertainment, AKAN KEMBALI KE KOREA SIANG INI, SETELAH BERLIBUR KE PARIS SEBULAN PENUH.
Jaejoong tak begitu ambil pusing dengan berita yang baru saja dibacanya tadi. Dia tahu kalau keluarga Choi lumayan jadi sorotan media masa, jadi wajar kalau kembalinya Kyuhyun dari liburannya di Paris cukup menghebokan, karena kedua pewaris SME itu, selain kaya raya dan tersohor mereka juga mempunyai wajah yang digilai para yeoja di dalam negeri.
Sudah cukup bosan JaeJoong membaca surat kabar paginya. Setelah selesai sarapan JaeJoong menyambar kunci mobilnya, setelah mengunci pintu rumahnya yang dapat digolongkan mewah, JaeJoong segera meninggalkan komplek perumahan itu.
.
Yunho menenteng sebuah buntalan kecil di tangan kanannya. Dengan sangat santai dia masuk kedalam rumahnya yang cukup sederhana, yang hanya ditinggali dirinya dan adik laki-lakinya Changmin.
"Min, kau dimana?" Yunho berteriak sekeras mungkin, sehingga sosok namja tinggi dapat mendengarnya dari kamar mandi.
"Aku di kamar mandi, hyung!" Namja yang di teriyaki tadi menyahut tak kalah kerasnya. Selang beberapa menit, namja itu keluar dari kamar mandi lengkap dengan kaos oblong biru tua dan celana trening dan sebuah handuk kecil yang melingkar di leher namja itu.
"Ini pesananmu. Kau tak kuliah?" Namja bertubuh jangkung itu menggeleng. Dia melihat sebuah bungkusan yang diletakan yunho di atas meja. Dengan cepat di bukanya bungkusan itu, dan dia menemukan 2 potong cake super besar dan yang jelas terlihat sangat lezat.
"Dari tempat Yoona?" Yunho tak menjawab pertanyaan Changmin, dia hanya mengagguk saja. Lalu berjalan kearah sofa dan duduk di sana. " Kenapa tak mengajakku?"Ujar Changmin lagi. Namja itu segera mengambil sepotong cake dan langsung mengunyahnya.
"Kenapa harus mengajakmu, lagian kau juga terlalu sibuk dengan urusanmu sendiri 'kan?" balas Yunho dengan nada sinis. Yunho bukan tipe orang yang kejam terhadap adiknya, hanya saja hari ini moodnya sedang sangat buruk.
"Jangan marah begitu hyung, wajahmu itu sudah seperti orang tua, kalau kau masih sering marah-marah wajahmu akan tambah jelek." Ejek Changmin.
"Yak… Changmin-ah, kau benar-benar keterlaluan." Hampir saja sebuah gelas melayang kearah Changmin, kalau saja namja itu tak keburu menghindar dan menangkap gelas itu.
"Hei, kau bisa memecahkannya." Changmin berjalan mendekati kakak laki-lakinya itu, namja jangkung itu duduk dengan tenang di depan Yunho dengan pose senyaman mungkin." Hyung, aku mau bicara denganmu?"
"Mwo?" Namja tampan didepan Changmin itu hanya menyenderkan bahu dan kepalanya disandaran sofa, kakinya naik satu persatu diatas meja, sedangkan tangannya direntangkan di senderan sofa.
"Aku ingin bekerja!" Sejenak Namja tampan bernama Yunho itu terdiam dengan posisinya tadi, tapi kemudian dia merubah posisi menjadi sikap selayaknya, kakinya turun dari meja sedikit mengangkang, kedua siku tangannya bertumpuh pada lututnya, mata musangnya menatap sang adik dengan tajam, Chaming pun tak mau kalah, mata sayupnya menatap Yunho tak kalah tajam.
"Kau serius? Bagai mana dengan kuliahmu? Apa selama ini aku kurang memberikanmu uang?" Changmin menggeleng. Dia kembali mengambil cake yang tersisa, lalu menaikkan kaki kirinya diatas paha kanannya.
"Aku merasa terlalu membebani Hyung. Aku Cuma ingin belajar mandiri saja. Soal kuliah, aku Cuma akan berkerja sambilan. Tak sepenuhnya bekerja. Aku sudah memberi tahu ini pada Yoona, dan dia menerimaku bekerja di kedainya sebagai pelayan." Yunho menarik napanya dalam-dalam lalu membuangnya berlahan.
"Terserah kau, hanya saja aku mau jangan sampai mengganggu kuliahmu." Setelah berkata seperti itu, Yunho melangkah pergi meninggalkan Changmin yang masih menatapnya lengkap dengan sepotong cake di tangannya.
"Hyung, cakenya aku habiskan ya?"
"Habiskan saja."
^Bey~Bei_Chan^
Yunho memandang laptotnya dengan malas-malasan, dia merasa tak ada yang menarik hari ini. Percakapannya dengan Changmin tadi lumayan membuat moodnya yang buruk menjadi tambah buruk. Namja itu membuka situs jejaringan sosialnya, setelah memasukan email dan pasword, tampangnya yang tadi kusut berubah 180 derajat saat melihat satu nama di barisan Chat entrinya. Di kliknya nama itu.
U-Know^^
"BooJae…!"
Cukup lama Yunho memandang nama teman Chatnya itu sampai akhirnya dia melihat kalau orang pemilik nama itu membalas Chatnya.
Hero^^
"YunnieBear…!"
Yunho tersenyum melihat tulisan itu, tak menyia-nyiakan waktu Yunho mulai memainkan jemari lentiknya
U-Know^^
"Kau masih mengingatku, Boo. Hebat juga Ingatanmu."
Hero^^
"Mengingat namja sepertimu bukanlah hal yang sulit. Hanya satu orang yang berani memanggilku, BooJae."
U-Know^^
"Aku benar-benar tersanjung kau mengingatku, BooJae, itu berarti kau menyukaiku. Benarkan?"
Senyum tipis terlihat samar di bibir namja tampan itu, dia tak menyangka akan menulis hal seperrti itu, dia tahu kalau lawan Chatnya seorang namja, tapi entah kenapa tangannya langsung merespon untuk menulis sebuah, hmmm~ rayuan mungkin(?) atau gombalan yang biasa ditujukan untuk seorang yeoja.
Hero^^
"Yak… YunnieBear, jangan terlalu percaya diri dulu. Bagai mana kalau kita bertemu?"
Yunho sedikit menimang-nimang permintaan itu, ada keinginan untuk menolak, tapi di hatinya yang paling dalam, dia merasa sangat penasaran dengan namja yang sedikit banyak mencuri perhatiaanya itu. Namja yang bahkan tak diketahuinya rupa atau latar belakangnya.
U-Know^^
"Ok…, dimana? Kapan?"
Hero^^
"Lusa, di café sebelah SME, bagai mana?"
Yunho mengantuk-ngantukan tangannya diatas meja sesaat, SME, perusahan pencari bakat itu? Ah~ tidak terlalu jauh. Batin Yunho.
U-Know^^
"Baiklah, aku akan kesana tepat jam 1 siang, kau jangan sampai terlambat."
Sedikit senyuman terlihat di wajah namja tampan itu, ah~ dia merasa seperti seorang namja yang membuat sebuah janji dengan pacarnya saja. Sedikit kikihan gelih keluar dari bibirnya. Entah kenapa dia merasa sangat senang saat ini, moodnya benar-benar cepat berubah.
Hero^^
"OK, akan aku usahakan agar tak terlambat."
Percakapan itu berakhir dengan cepat, Yunho melihat nama teman Chatnya itu menghilang dari barisan entri teman Chatnya yang sedang online.
"Aiz…, cepat sekali sih." Rancaunya kesal, Yunho seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga saat itu.
Yunho mematikan laptopnya, lalu membaringkan tubuhnya, mata musangnya memandang langit-langit kamarnya, ada gurat kebahagiaan di wajah tampan itu, walau namja itu sendiri tak tahu, kenapa dia merasa sangat senang saat ini setelah adu mulut kecil yang terjadi antara dia dan Changmin tadi.
.
.
.
TBC
Gomawo yang sudah repyu… peluk cium untuk kalian semua, mian gak bisa balas satu-satu.
Jangan lupa repyu kalau sudah baca…
