BALADA SUARA HATI

[Seijuurou's POV]

Bagi Seijuurou, Tetsuya adalah keindahan tak bercela.

Sebentuk entitas semurni mutiara. Sebening permata. Sesuci mata air surga. Bahkan jika Azaziel sendiri turun, membangun barikade yang lebih kokoh dibanding Tembok Besar Cina demi menutupi mata setannya dari pesona Tetsuya, Seijuurou yakin hidungnya masih peka menghirup aromanya. Telinganya masih segila pujangga merindukan kidung-kidung cinta. Otaknya masih sejenius pelukis Monalisa saat menggurat dan mengukir cantik rupa sang pembelenggu jiwa. Hatinya masih berdeyut-deyut, merintih perih, memanggil-manggil, merapal, mendo'a satu nama. Sentuhannya memuja, tubuhnya mendamba, jiwanya menghamba. Tak bisa dicela. Seijuurou hanya terlalu 'cinta'.

Jika Romeo rela mati demi Juliet di akhir cerita, Seijuurou rela berkalang asam sianida sejak awal kisahnya.

A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 29 Agustus 2017 [saat saya teracuni hawa asing bertajuk "Seijuurou memuja Tetsuya"]

.

BALADA SUARA HATI

[Tetsuya's POV]

Bagi Tetsuya, Seijuurou adalah keindahan tak bercela.

Dipetik langsung dari pohon cahaya. Diwarnai dengan senja. Dilukis laksana mahakarya. Digurat serupawan dewa. Diukir segagah pahlawan-pahlawan Sparta. Dianugerahi kasta setinggi raja diraja. Membuat Tetsuya merendah sadar akan derajat rakyat jelata. Mata mengatakan Seijuurou nyata. Tapi jemari menjeritkan maya. Hingga saat mantra 'cinta' ditiupkan sang pujaan ke telinga, sampai detak jantung kesekian juta tak lantas membuat Tetsuya percaya.

Bahwa tertutup sudah spasi diantara jemari, terpenjara sudah tubuhnya diantara lengan-lengan berisi, terbungkam sudah bibir berpagut di bawah napas surgawi, bahkan mustahil pula hati dan jiwanya kabur dari bui kelas berat atas tuduhan 'cinta sampai mati'. Saat Seijuurou mengucap sumpah setia, diiringi puji-puji mesra seantero gereja, Tetsuya yakin, kisahnya lebih indah dari Itik Buruk Rupa.

A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 29 Agustus 2017 [saya post di hari yang sama, dalam kondisi 'teracuni' yang sama pula]

.

Bonus aja!

BALADA PINTU HATI

[Seijuurou's POV]

Dari jaman kakek moyangnya nenek moyang, baru pertama kali ini Seijuurou dikibulin sama pepatah yang usianya setua jaman Renaissans.

'Banyak jalan menuju Roma'

Memang benar. Mau lewat mana? Venesia? Vatikan? Atau cara instan dari kantong ajaib? Silakan pilih! Seijuurou bahkan sudah menginterpretasi pepatah itu dalam versinya sendiri dan menasbihkannya sebagai prinsip hidup yang haram dilupakan, dilanggar, apalagi dieliminasi sampai mati.

Bahwa 'Apapun yang aku inginkan pasti aku dapatkan, tanpa terkecuali!'

Tapi Seijuurou khilaf. Seumur hidup prinsipnya nggak pernah salah, bikin cowok itu benar-benar lupa kalau ada hukum alam yang lebih mustahil terelakkan.

Bahwa 'selalu ada pengecualian untuk segala hal'.

Sampai dia ngalamin sendiri, berhadapan sama situasi yang bikin vertigo mendadak, dampaknya ngeri banget kayak terjangkit penyakit kronis, masih pula nyisain dua pilihan final, dead or alive.

Semua itu hanya gara-gara seorang cowok super biasa, bukan siapa-siapa, apalagi dari keluarga yang punya segalanya.

Namanya Kuroko Tetsuya.

Mungkin bisa saja dianggap kebetulan kalau hanya di mata Seijuurou, Tetsuya ini punya aura yang memikat. Wajahnya indah, senyumnya mempesona, fisiknya cantik, pribadinya mengagumkan. Itu artinya, Seijuurou memang positif jatuh cinta.

Masalahnya, cowok biasa ini (entah niat atau nggak) berhasil ngebentuk sebatalion pasukan pria miris berhati teriris. Udah kayak gitu, masih ada aja pria yang berderet-deret antri mendaftar sebagai tentara berani patah hati.

Seijuurou sama sekali nggak masalah punya banyak saingan. Mereka itu cuma kerikil. Disentil dikit, langsung mencelat. Tapi, melihat total jumlah korban penolakan Tetsuya –yang diprediksi akan terus melonjak dalam waktu dekat- menjejalkan fakta yang harus Seijuurou telan paksa.

Memang banyak jalan menuju Roma. Tapi 'nyaris' tak ada kunci yang mampu membuka gembok hati Tetsuya.

Kampret lah!

Seijuurou malah udah mikirin banyak cara. Dari yang kuno sampai kekinian. Dari yang ndeso sampai yang ngutho. Dari yang norak sampai keren. Dari yang romantis sampai tragis. Tapi semuanya lewat. Bablas! Nggak ngaruh, Gan!

Contohnya nih ya, pas Seijuurou niat ngapel. Gaya gentleman, bawa bunga sama vanilla milkshake, naik si kuda merah tercinta, niatnya ngajak kencan sang pujaan jiwa. Baru juga pintu dibuka, belum sempat Seijuurou ngucap salam, Tetsuya sudah nyerobot, nuduh yang bukan-bukan.

"Akashi-kun mau apa ke sini? Bawa-bawa bunga segala. Mau nebus tanah di belakang biar bisa ditanemin bunga? Kan sudah aku bilang, tanah itu nggak dijual. Itu satu-satunya warisan orang tuaku. Jangan suka ngerebut warisan orang, Akashi-kun. Nanti kualat!"

Astaga!

"Gue ke sini sebenarnya buat nebus elo, Nyet! Mau gue lamar, gue jadiin ratu di istana gue. Jangankan haram dijual, itu tanah warisan mau elo tarik sampai seluas hutan Amazon juga bakal gue jabanin! Dan nggak bakal ada yang berani ngusik, apalagi nyuri. Yang penting lo mau terima cinta gue, itu cukup!"

Maunya bilang begitu, apalah daya Seijuurou terlanjur cengo.

Jadi bawa bunga dan minuman high fat sama sekali nggak mempan, Seijuurou ganti strategi. Nggak bawa apa-apa, cukup modal kata-kata cinta.

"Tetsuya." Suara sama tampang dibuat semelankolis mungkin.

"Jika bidadari surga pernah mampir ke dunia, pasti cantiknya tertinggal di wajahmu. Jika dewi kahyangan pernah berkunjung ke dunia, pasti wanginya tertinggal di tubuhmu. Jika peri-peri pernah bermain ke dunia, pasti cerianya tertinggal di senyummu. Jika malaikat pernah turun ke dunia, pasti hatinya tertinggal di hatimu. Lalu, apa yang harus aku lakukan agar jemari sucimu sudi menggenggam jiwa durjanaku?"

Wanjir! Kelar ngomong begituan, lidah Seijuurou langsung keseleo. Ludahnya terasa pahit pedes seperti habis ngunyah temulawak dicampur kencur tambah parebonus cabe.

Terus, balesannya Tetsuya?

"Akashi-kun mau bilang kalau aku makhluk imitasi? Onderdil dapet dari sisa-sisa makhluk lain? Bukan orisinil? Dikira aku robot? Akashi-kun ngerasa nggak kalau habis ngatain orang tuaku? Akashi-kun ngajak ribut? Mau berantem? Ayo! Di mana?"

"Di ranjang, Sayang."

Ya Lord! Andai Seijuurou bisa nyeplos gitu sebelum jiper duluan. Itu nyusun gombalan butuh tirakat, semedi dan puasa 7 hari 7 malam. Tapi responnya malah pahit bacut!

Seijuurou stress! Frustasi total! Galau akut!

Seijuurou sampai kepikiran bikin cara-cara ekstrim. Bajak semua channel televisi seluruh negeri cuma buat melamar sang pemilik hati, misalnya. Biar sekalian semua orang tahu. Tapi kalau ingat bagaimana reaksi Tetsuya selama ini, Seijuurou terpaksa mikir lagi seribu kali. Lagipula, kalau ditolak di depan publik, kan malu-maluin.

Habis akal. Rindunya menggebu. Cintanya meluap. Hasratnya meletup. Hatinya menjerit. Jiwanya meraung.

Seijuurou fix jadi setengah gila.

Akhirnya gegara udah nggak tahan, pagi itu, benar-benar tanpa membawa apa-apa, cuma pakai kaus oblong, celana kempol selutut, sandal jepit, muka kucel dan rambut model sarang tawon habis kelindes motor, Seijuurou mengetuk pintu rumah Tetsuya.

Begitu pintu dibuka, Tetsuya nongol di depan mata, Seijuurou langsung nyerocos bicara. Tanpa tedeng aling-aling. Tanpa akting.

"Kau ini sebenarnya siapa? Kau hanya manusia biasa. Keluargamu biasa-biasa saja. Kau bahkan yatim piatu. Tapi siapa kau, bisa-bisanya mengusik hidupku?

"Selama ini, aku tidak pernah salah. Aku tidak pernah kalah. Rencanaku selalu berhasil. Ekspektasiku terkendali. Idealismeku tak tertandingi. Prediksiku tepat sasaran. Tapi sejak ada kau, semuanya jadi kacau.

"Segalanya berubah. Aku berantakan. Semua yang aku rencanakan gagal. Prediksiku meleset. Aku migrain tiap menit. Aku insomnia tiap malam. Hanya gara-gara memikirkanmu. Apa kau tahu bagaimana frustasinya aku? Apa kau tahu bagaimana tertekannya aku? Apa kau sadar betapa gilanya bayanganmu mempermainkan aku?

"Mengejarmu sungguh sangat melelahkan, Tetsuya. Berkali-kali aku ingin berhenti. Tapi saat berhenti, aku seperti lupa cara bernapas. Mengharapkanmu terasa menyesakkan. Tapi merelakanmu dimiliki orang lain membuatku lebih memilih mati. Dekat denganmu rasanya sakit. Tapi jauh darimu membuatku sekarat. Bahkan tanpa perlu berpikir, aku rela sakit seumur hidup asal bersamamu hingga sekarat di akhir hayat.

"Aku tidak pernah merasa seperti ini. Ini yang pertama untukku. Aku tidak bisa memikirkan apapun. Aku tidak mampu memprediksi apapun. Aku bahkan tidak berani menjanjikan apapun. Hanya satu yang aku tahu."

Mata belang Seijuurou menatap Tetsuya. Setetes air mata jatuh...

"Aku cinta kamu. Sekarang. Semoga sampai selamanya."

Jujur. Lugas. Murni dari hati. Tanpa janji, tanpa sodoran mimpi.

Seijuurou tersenyum getir.

Kalau sampai begini hatinya tetap tak teraih, mungkin usia Seijuurou sudah waktunya diakhiri.

A/N : [temanya masih sama sih, 'Seijuurou memuja Tetsuya', tapi sengaja saya bikin dengan gaya yang berbeda. Keknya malah ga jelas. XD Yang ini belom sempat dipost di fesbuk.]

.

BALADA PINTU HATI

[Tetsuya's POV]

Seumur hidupnya, Tetsuya tidak pernah berharap jadi buronan. Mimpi saja tidak pernah. Orang dia bukan kriminal. Dia ini warga negara teladan, saudara-saudara!

Tapi banyak orang yang ngejar-ngejar dia.

Padahal dia bukan artis. Mukanya pas-pasan. Suara fals nggak ketulungan. Fisik boncel nggak bisa tinggi, persis tuyul kurang makan. Kalau dijepret pakai kamera, mukanya nge-blur nyaris hilang. Kurang jelek apa dia?

Tapi malah banyak cowok ngantri minta tanda tangan. Masih mending kalau tanda tangannya mahal. Bisa dijual, jadi uang, Tetsuya bisa minta royalti. Lhah, ini? Dibuat ngisi Buku Nikah.

Edan!

Dipikir urusan hidup matinya bakal segampang nyoretin kertas? Suwer! Tetsuya lebih milih disatroni rentenir meski dia nggak punya hutang. Masih mending tarik urat versus om-om sok kaya yang ngebet beli tanah warisan orang tuanya, padahal tanah itu cuma seluas gubuk-gubuk di sawah.

Parahnya, kegiatan kejar-kejaran ini sudah dilakoni Tetsuya sejak umur 15, pas 1 SMA. Ngenes banget nggak sih? Anak SMA masih maen petak umpet. Sampai sekarang, Tetsuya sudah 25. 10 tahun, Bro! Nggak ngidap trauma akut aja udah syukur banget!

Bukannya Tetsuya nutup hati. Bukan juga membuat rasanya mati. Hanya saja, Tetsuya nggak mau gampang percaya. Ditinggal orang tua sejak umur enam belas, melatih Tetsuya menjadi manusia yang berhati-hati dan waspada, terutama masalah cinta. Pesan arang tuanya : "BEDAIN MANA YANG TULUS, MANA YANG MODUS!"

Ibaratnya, Tetsuya memang sebatang kara. Tapi nggak bego, Gan!

Contohnya gini deh…

Pas 2 SMA, Tetsuya pernah ditembak kakel. Namanya Nijimura Shouzou. Ketua OSIS. Kapten basket pula. Tapi playboy. Pas pedekate, dia pakai model jinak-jinak merpati. Tapi pas nembak, cowok itu bilang gini.

"Kamu cantik banget. Bibirmu merah, kulitmu halus. Aku nggak tahan pengen nyentuh. Sampai terbawa mimpi berhari-hari. Aku cinta kamu. Aku rela pensiun jadi playboy asal bisa milikin kamu. Kamu mau kan, jadi pacarku?"

Muka Tetsuya memang tetap lempeng, tapi dalam hati dia misuh. Kapten Monyong itu cuma ngincar fisik doang. Pensiun jadi playboy? Bullshit! Otomatis, Tetsuya mikir. Kalau misal kelar Tetsuya nyerahin semua yang Nijimura mau, lalu dia kecelakaan, terus mukanya rusak, ada jaminan Nijimura tetap setia?

Contoh kasus kedua, pas awal kuliah. Tetsuya ditembak Kise Ryota. Kise ini model yang lagi naik daun. Orangnya ganteng tapi kelewat ceria. Gayanya ngartis banget, barang-barangnya branded yang harganya dijamin baru lunas kelar 5 tahun Tetsuya kredit. Sejak kenalan, hobinya ngintilin Tetsuya ke mana-mana.

Tapi pas Kise Ryota ngelihat rumah sederhana Tetsuya, cowok itu bilang gini.

"Aku pengen bawa Kurokocchi pindah dari rumah ini. Kurokocchi terlalu indah. Lagian, masa' calon pacarnya seorang Kise Ryota tinggal di gubuk gini sih? Nggak pantes banget. Kalau Kurokocchi tinggal berdua sama aku, Kurokocchi bakal punya lebih banyak waktu buat memanjakan diri. Aku mampu kok beliin apapun yang Kurokocchi mau. Aku nggak bakal perhitungan sama berapa banyak budgetnya, asal Kurokocchi terima aku jadi pacar."

Fix. Kise Ryota cuma ngelihat materi. Karir sebagai model juga nggak jamin awet sampai kakek-kakek. Tambah lagi, dunia artis itu ruwet, pakar bikin pusing. Tetsuya ogah makan hati mulu lihat pacarnya digosipin kesana kemari.

Itu contoh cuma 2. Masih banyak yang lain yang nggak mau Tetsuya sebutin lantaran kasusnya aneh-aneh. Yang jadi target taruhanlah, yang katanya love at the first sightlah, sampai jadi korban stalkerlah, Tetsuya udah pernah. Semuanya bullshit! Sampai-sampai bikin Tetsuya capek berusaha percaya.

Saat merenung sendirian, Tetsuya suka nanya. Apa nggak ada yang bisa terima dia apa adanya? Nggak usah lihat fisik. Nggak perlu bawa-bawa materi. Nggak perlu janjiin ini itu. Apa susahnya bilang cinta tanpa pemanis buatan? Tetsuya tuh udah bosan san-san-san!

Sampai Tetsuya ketemu cowok aneh bernama Akashi Seijuurou.

Sejak awal, Tetsuya udah ngerasa beda. Aura cowok itu lain. Tetsuya malah sempat nggak mau dekat-dekat. Soalnya ngeri. Tapi sayang, cowok itu ngejar.

Dan ngejarnya nggak tanggung-tanggung. Gigih banget! Nggak mau nyerah biar udah dijutekin, dicuekin, bahkan diusir. Dari yang awalnya ngeri, lama-lama jadi sebel.

Seijuurou itu bikin hidup Tetsuya kacau. Jadwalnya amburadul. Pikirannya nggak fokus. Seolah masih kurang, cowok sok yes itu juga berani setor muka tiap kali Tetsuya tidur. Sepanjang sejarah peristirahatan Tetsuya, baru kali ini dia punya mata panda lantaran tidurnya sama sekali nggak nyenyak.

Kampret lah!

Tapi pagi itu, Seijuurou mendadak bertamu. Nyaris mengalahkan rekor jam ayam jago berkokok, cowok itu nongol dengan tampilan yang membuat Tetsuya melongo.

Mulutnya sampai nggak sempat nutup lantaran Tetsuya langsung kena sembur.

Tetsuya hanya diam mendengarkan. Sempat sakit hati gegara kena tuduh ngacak-ngacak hidup orang. Rasanya Tetsuya pengen ganti marah-marah.

"Nggak ngaca! Elu juga bikin hidup gua kacau, Nyet! Yang kena insomnia bukan elu doang. Gua juga!"

Pengennya ngomong gitu, tapi Tetsuya terlanjur gagal paham. Dia nggak tahu harus mikir apa, nggak tahu juga harus ngasih respon apa.

Sampai detik pas Seijuurou mendadak nangis, bikin Tetsuya nahan napas.

"Aku cinta kamu. Sekarang. Semoga sampai selamanya."

Ya Lord! Tetsuya pengen ikut nangis. Akhirnya setelah sekian lama…

Lalu, nggak ada yang nyuruh, nggak ada yang nuntun, kaki Tetsuya bergerak sendiri. Maju ke arah Seijuurou. Tangannya megang tangan Seijuurou. Antara sadar dan nggak sadar, Tetsuya ngecup bibir Seijuurou.

Mukanya panas banget pas Tetsuya bilang, "Aku juga cinta kamu. Sekarang. Semoga sampai selamanya."

Astaga!

Gimana caranya jelasin bahagianya Tetsuya pas Seijuurou meluk dia? Pas Seijuurou nyium kening dia? Pas Seijuurou ngecupin pipi dia? Pas Seijuurou ngelumat bibir dia? Pas Seijuurou natap sambil senyum manis banget ke dia?

Rasanya lebih WOW dibanding gubuk reyotnya direnovasi jadi istana. Serius!

Pas Seijuurou tanpa permisi narik dia masuk rumah, Tetsuya nggak bisa nahan senyum.

Dan pas Seijuurou sengaja nutup pintu rumahnya, lalu mutar kuncinya sampai dua kali, di dalam sana, dua hati dua jiwa, praktis terkunci juga!

END

A/N : [eeemmm… kenapa POV-nya Tetsuya jadi panjang banget? Karena Tetsuya susah dimengerti, lebih susah lagi dijelasin. XD Kenapa stop di adegan tutup pintu? Soalnya kalau saya terusin, bakal jadi scene 'kawin'. Jadi saya serahkan pada para reader untuk melanjutkan sisanya. ILU all. XD]