BALADA TETSUYA : SEIJUROU'S POV
[part 2]
MULUTNYA NYAPLOK!
Nekatnya, itu mulut nemplok langsung ke pintu napas yang dipasangi selot super anti maling.
Berhasil?!
Wuuuiiiiihh, jangan salah! Seijuurou dapat angin segar wangi vanilla, berhembus semriwing pas pintu depan berderit terbuka. Dikit sih. Dikit banget malah. Tapi mending, daripada nggak sama sekali. Jadi Seijuurou tahu lawannya memang hidup. Bukan dirinya yang edan betulan lagi berdelusi sambil ngusel-ngusel patung.
Yang bikin Seijuurou excited, itu angin kagak panas, nggak pedas. Hangat malah, manis, bikin nagih.
Berhubung dia jenius, Seijuurou langsung dapat kesimpulan. Ternyata Tetsuya bisa dikerjai dengan cara begituan. Jurus nyaplok dijamin manjur. Biar itu pintu dibuka lebar-lebar, Seijuurou wajib gencar menyerang. Non-serampangan, kudu terancana, dan diperhitungkan matang-matang biar hasilnya maknyus.
Pertama-tama, Seijuurou mengetuk. Pelan-pelan, sopan, ditambah irama mendayu-dayu, sampai Seijuurou sendiri ikut terhanyut lantaran rasanya sebelas-dua belas dengan main-main Yupi. Wangi vanilla semakin pekat tercium. Tapi periodenya kelamaan, astaga! Seijuurou kehabisan stok sabar. Pintu baru terbuka seperempat, langsung didobrak.
Angin vanilla murni berhembus, nyaris membuat Seijuurou semaput. Seijuurou gagal paham. Minum Gin berbotol-botol dia tetap tegak. Disembur Tetsuya sekali saja dia sudah mau teler. Padahal ini masih pintu depan. Tambah lagi, Tetsuya memajang penjaga paling keras kepala. Seijuurou mendecih. Jadi dia harus melawan Ares juga? Bagaimana bisa kalau dia setengah mabuk begini?
Kena tampar itu sakit. Tapi lebih sakit nabok diri sendiri keras-keras biar otaknya nggak lari-lari. Jadi Seijuurou rela pipinya panas ngecap jari. Untung bola matanya nggak ikut mencelat keluar.
Biar anehnya nggak ketulungan, ogah nggak ogah, Seijuurou kudu maju. Seijuurou itu pejuang orisinil kualitas platinum, btw. Biar babak belur, dia wajib menang! Biar bonyok kiri-kanan depan-belakang, Tetsuya harus tunduk.
Kalau ini ujian, Seijuurou harus lulus!
Jadi Seijuurou menerjang maju. Siap bogem. Siap tendang. Siap gempur. Otaknya memindai gerakan lawan, menganalisis, sekaligus merancang serangan balasan.
Tapi lawannya gigih. Mereka bertarung macam gladiator. Tonjok, tendang, seruduk, sundul, berguling, bergulat. Tidak ada yang peduli medannya amburadul seperti habis diterjang angin puting beliung. Algojo Tetsuya baru menyerah saat Seijuurou memitingnya sampai tidak bisa bergerak dan sesak napas.
Seijuurou bangga? Jelas! Dominan sejak lahir kok diremehin!
A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 10 Oktober 2017 [honestly, ini part lanjutan tanpa direncanakan, samsek, serius!]
