BALADA TETSUYA : SEIJUUROU'S POV
[part 3]
Seijuurou gerak santai. Dada membusung bak rentenir habis nagih utang. Leher tegak lurus macam beton penopang jalan tol. Tegang gegara menyangga kepala bengkak tapi ngeyel pingin mendongak. Untung itu leher nggak patah.
Lagi takabur si Seijuurou. Padahal baru rintangan pertama, dihadapi sambil keliyengan pula.
Seijuurou pindah destinasi. Jalan-jalan di jembatan mulus yang diapit 2 ceruk kembar di ujung. Ini jembatan halus bener. Kayak yang digosok pakai kawat cucian panci saban hari. Sampai putih kinclong, bikin mata silau persis sinar mentari pas lagi terik. Bisa awet bersih kayak gini pasti gara-gara nggak ada yang pernah lewat.
Seijuurou nyengir. Mumpung nggak ada yang jagain, cowok itu langsung nebar jejak merah-merah di sana. Mending kalau ditata rapi, dilukis cantik. Ini mah ngasal, penting rata! Depan-belakang, kiri-kanan, atas-bawah. Malah ada yang nyaris ungu saking nafsunya dia nempel kayak lintah.
Seijuurou ketawa setan. Pas dia tinggal, tempat itu udah belang. Sukurin! Kenang-kenangan limited edition dari Mister Universe dijamin bandel, awet, dan susah hilang.
Seijuurou lagi nyandu ngasih cap di mana-mana. Ceruk kembar juga jadi sasaran. Ini ceruh dalem loh, sampai bisa dijadiin wadah sabun mandi batangan.
Sampai kemudian, giliran Seijuurou dibuat melongo.
Matanya nangkep pemandangan indah. Hamparan luas yang membentang. Dihiasai lekukan-lekukan cantik. Meliuk-liuk anggun. Ada 2 gundukan super mungil warna pink. Juga ceruk super imut yang bentuknya memusar ke dalam. Yang lebih penting, wangi vanilla, njiirr!
[sampai kemarin, ini masih kisah tentang 'Seijuurou Sang Pejuang'. Kenapa mendadak belok jadi 'Seijuurou in Wonderland'? -_-]
Coba-coba disentuh, rasanya halus, lembut, gembur. Ibaratnya tanah, sudah pasti subur. Kalau disebar benih unggul, bisa panen raya tiap tahun dengan produk jaminan mutu.
Seijuurou ngiler.
Barusan otaknya mereset otomatis. Dari pejuang switch ke mental penjajah. Ingat kalau lahannya tak bertuan, Seijuurou kalap. Misinya sekarang, tandai sebanyak-banyaknya. Jejak sana jejak sini. Cap sana cap sini. Nyaplok sana nyaplok sini. Seijuurou melantik diri sendiri sebagai Sang Tuan Tanah. Kasih patok dulu, perkara ganti profesi jadi petani, bisa diurus nanti.
Fix!
Seijuurou betulan mabuk. Ini pasti gara-gara kabut racun vanilla yang menguar mengontaminasi udara. Ampuh bikin Seijuurou kerasan, terus malas pindah sasaran. Tapi, saat cowok itu lagi konsentrasi menancapkan patok ke lembah, ke parit sempit segitiga di kiri kanan, terus ke bawah, bawahnya lagi, batok kepala belakang Seijuurou kejedot sesuatu. Terasa lembut, tegak di belakang punggung.
Seijuurou menoleh, lalu bengong macam sapi ompong.
Ada pohon sakura!
A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 11 Oktober 2017 [honestly, semakin aneh. Iya, saya tahu]
