BALADA TETSUYA : SEIJUUROU'S POV
[part 4]
Sejak dia lahir sampai sekarang, Seijuurou sudah jutaan kali lihat pohon sakura, sampai kembung itu mata. Cantik sih. Indah sih. Bikin tenang sih. Tapi nggak ada yang sampai bikin Seijuurou pengen meluk, ngelus, ngusel-ngusel, bahkan sampai nyiumin.
Sumpah, baru yang satu ini!
Seijuurou nggak sempat mikir lagi udah. Ini 'pohon sakura' punya kesaktian apa sampai bisa bikin kepalanya blank? Seijuurou langsung manjat. Batangnya dipeluk erat-erat. Pelan-pelan naik, lalu turun ke bawah, naik lagi, turun lagi. Begitu terus sampai dia coba-coba meluk puncak 'pohon' yang lagi berbunga merah muda.
Seijuurou ngakak, lantaran sukses ngerangkul semuanya!
Tapi yang luput dari perhitungan dia, pohon itu ternyata punya penunggu!
Pas lagi asyik-asyiknya nemplok di satu sisi pohon, niruin cicak-cicak di dinding, mendadak perutnya ditendang. Untung pegangannya kuat, jadi Seijuurou nggak nyungsep ke bawah.
Masalahnya, si pelaku nggak berwujud, nggak ada rupa. Repotnya lagi, itu penunggu nggak gampang nyerah. Gagal nendang, narik ke belakang. Gagal lagi, ganti jambak rambut. Kan susah mau ngelawan, kalau bentuk musuhnya aja nggak kelihatan!
Ya ampun! Rasanya Seijuurou kayak lagi diplonco sama setan. Seijuurou nggak melawan, cuma tetap berjibaku pegangan sampai makhluk astral itu capek sendiri, terus berhenti.
Perlu kalian ketahui, sodara-sodara! Ini bukan soal siapa yang paling licik! Tapi soal adu fisik!
Satu pukulan berhasil bikin Seijuurou limbung, nyaris terjungkal. Mukanya sampai melongok ke arah lain, langsung berhadapan dengan bibir jurang.
Jidat Seijuurou mendadak keriting. Jiwa keponya bangkit. Kenapa ada jurang di sana? Ada apa di bawah? Berdasar pengalaman nonton The Pirates of Caribean full jilid, 'harta karun' biasanya nyempil di tempat-tempat semacam itu.
Seijuurou nyengir.
Cowok itu memutuskan turun dari pohon setelah ngasih 1 stempel. Tanpa ragu sama sekali, Seijuurou langsung menuruni tebing. Si makhluk astral masih sempat menggaruk punggungnya yang telanjang, tapi Seijuurou nggak peduli.
Seijuurou merayap semakin ke bawah. Pegangan pada tonjolan tebing, melongokkan kepala ke bawah lagi. Seijuurou terkekeh girang saat melihat 'gua'. Kanan kirinya diapit barikade pegunungan berbukit. Pintu masuknya dipalang dengan perjagaan tingkat tinggi. Bentengnya tebal, kuat, dan tergembok rapat. Kalau dilihat-lihat, nggak bisa asal buka.
Belangnya Seijuurou berkelap-kelip, berbinar-binar persis lampu petromak baru beli.
Sarang 'harta karun'nya ketemu!
A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 13 Oktober 2017 [pas part ini, saya sempat kehilangan arah. Ada yang sadar?]
