BALADA GOMBAL RECEH

Pas bengong-bengong di café gegara hujan…

Seijuurou : "Sepi banget!"

Tetsuya : [datang dari belakang, nabok pundak Seijuurou] "Jangan bengong, Sei-kun! Ntar kesambet."

Seijuurou : [noleh] "Tetsuya, aku bengongin kamu aja gimana? Biar kesambetnya sama kamu juga."

Tetsuya : [berasa ada jangkrik lewat] "Dikira aku hantu apa?"

Seijuurou : [nyengir] "Kamu memang bukan hantu. Tapi kamu selalu menghantui kepalaku."

Tetsuya : [jangkrik yang lewat tambah banyak]

Seijuurou : [geleng-geleng kepala] "Astaga, berasa angker banget ini kepala. Bayangan kamu nggak bisa hilang, Tetsuya."

Tetsuya : "Sejujurnya, Sei-kun, dulu cita-citaku jadi pengusir setan."

Seijuurou : [nyengir ganteng] "Tapi udah nasibmu malah jadi istrinya setan, Sayang."

Tetsuya : "Sebahagiamu ajalah, Sei-kun."

Seijuurou : [ngakak]

Tetsuya : [ngirim chat di grup Rakuzan] "PENGUMUMAN! SEI-KUN UDAH WAKTUNYA DIRUKIYAH, SEKALIAN DIRUWAT. KIRIMKAN PASUKAN, ASAP!"

End

A/N : dipost sebagai status fesbuk pada 13 November 2017 [based on true chattingan dengan seseorang yang nggak boleh disebut namanya, dengan sedikit revisi… XD]

.

.

.

BALADA ANTI-MATERI

Pas Seijuurou mabok mekanika kuantum...

Seijuurou : [geletakan di sofa, baca Fisika Star-Trek] "Tetsuya, kau tahu Teori Annihilasi?"

Tetsuya : [nyender di sofa, lagi manteng baca buku, langsung melongo] "Hah? Annabalisasi?"

Seijuurou : "Annihilasi, Sayang." [ngacak rambut Tetsuya]

Tetsuya : [nggak mudeng pacarnya ngomong apa] "Aku tahunya Annabalisasi itu nama setan cewek yang filmnya kita tonton pas kencan kapan hari, Sei-kun."

Seijuurou : "Itu Annabelle, Tetsuya." [hembus napas] "Aku bicara soal salah satu disiplin ilmu fisika, yang cakupannya hingga ke sub-partikel terkecil di jagat raya." [jelasin pake' deklamasi berapi-api, biar dramatis]

Tetsuya : [matanya kedip-kedip, tambah nggak paham] "Sei-kun ngomongnya muter-muter, aku nggak ngeh. Aku lagi konsen baca biografinya Salvador Dali. Sei-kun ngomong aja sama tembok. Nggak usah peduliin aku!"

Seijuurou : "Dengerin dulu! Ini penting." [badanTetsuya diputar ke belakang, 2 tangan nyantol di pundak pacarnya, lalu ceramah] "Pertama, IPA dasar, tentang atom. Awalnya, atom yang dipercaya sebagai pertikel terkecil di dunia, ternyata punya sub-atom. Neutron yang bermuatan netral, proton yang bermuatan positif, dan elektron yang bermuatan negatif. Ingat?"

Tetsuya : [antara ingat dan nggak ingat, terpaksa ngangguk]

Seijuurou : "Sub-atom itu atau sub-partikel adalah materi. Dari sini, Tetsuya paham?"

Tetsuya : [antara paham dan nggak paham] "Hubungannya sama Annabalisasi apaan?"

Seijuurou : "Annihilasi, Sayang." [Seijuurou nahan diri biar nggak nyaplok pacarnya] "Teori ini didasarkan pada keyakinan bahwa setiap materi punya anti-materi. Jadi, seperti magnet punya 2 kutub beralawanan, bahkan sub-partikel juga punya lawan."

Tetsuya : [mulai bosan] "Terus?"

Seijuurou : [masih nahan sabar] "Proses annihilasi terjadi saat materi bertemu dengan anti-materi. Sekarang, coba tebak! Apa nama anti-materi elektron yang bermuatan negatif, Tetsuya?" [pasang seringai]

Tetsuya : "Gitu aja Sei-kun pake nanya?" [pasang muka songong] "Jelas aja proton yang bermuatan positif."

Seijuurou : "Bego!"

Tetsuya : "Kok bego?" [melotot, nggak terima]

Seijuurou : "Jawabanmu salah. Tebak lagi!"

Tetsuya : [dengus sebel] "An-tron?" [asal namain]

Seijuurou : "Ngawur! Masa' gitu aja nggak tahu, sih?"

Tetsuya : [langsung nyembur] "Sei-kun juga, masa gitu aja nanya, sih?"

Seijuurou : "Namanya positron, elektron bermuatan positif." [hela napas] "Tetsuya tahu, apa yang akan terjadi jika elektron bertemu positron?"

Tetsuya : [cemberut] "Adu jotos kali."

Seijuurou : "Keduanya menghilang..."

Tetsuya : [langsung nyerobot] "Gitu doang?"

Seijuurou : "...dan menyisakan sinar gamma yang disebut foton."

Tetsuya : "Terus faedahnya apa?" [nanya skeptis]

Seijuurou : "Tetsuya, foton dipercaya mengandung energi yang sangat besar jika dihasilkan dari partikel yang tepat. Misalnya, nuklir."

Tetsuya : "Nuklir itu bahan baku bom, Sei-kun."

Seijuurou : "Bukan cuma bom." [siap-siap ceramah] "Di tengah maraknya gerakan-gerakan hemat energi dan penyelamatan bumi yang dilakukan para aktifis lingkungan lantaran bumi diprediksi akan kehabisan sumber-sumber dayanya beberapa dekade ke depan, teori ini mungkin bisa jadi jawaban. Bayangkan! Beberapa tetes anti-materi yang dihasilkan dari partikel nuklir bisa menghasilkan energi yang cukup untuk menerangi satu kota selama setahun."

Tetsuya : [krik...krik...krik...] [membatin, "Terus butuh berapa triliun dolar buat membangun reaktor nuklirnya, Nyet?!"]

Seijuurou : [matanya bling-bling] "Keren kan, Sayang?"

Tetsuya : "Udah?" [balik badan, siap-siap mantengin buku, tapi badannya diputar lagi sama Seijuurou]

Seijuurou : "Belum." [tangannya megang pipi Tetsuya, senyum-senyum mencurigakan]

Tetsuya : "Apalagi?" [udah kesel akut]

Seijuurou : "Tetsuya, jika anti-materi bisa jadi jawaban untuk isu kehabisan energi beberapa dekade mendatang, sudah dari dulu aku meyakini bahwa Tetsuya adalah satu-satunya jawaban seumur hidup untuk membangun masa depanku. Bahkan tanpa penelitian, tanpa menggelontorkan triliunan dolar, pun tanpa membangun fasilitas mematikan yang bisa saja menelan nyawa sebatalion ilmuwan."

Tetsuya : [otaknya blankgegara omongan pacarnya udah kayak orang ngelindur]

Seijuurou : "Tetsuya, kaulah anti-materiku. Pasanganku, penyeimbangku, takdirku."

Tetsuya : [udah nggak tahan, nyepak tangan Seijuurou, langsung balik badan] "Sebahagiamu ajalah, Sei-kun."

Seijuurou : [tetep ngeyel, meluk pacarnya dari belakangan, dagu nangkring di pundak Tetsuya, lalu bisik-bisik] "Jika beberapa tetes nuklir hanya mampu menerangi kota selama setahun, maka saat 'materiku dan materimu bertemu', pasti akan dihasilkan 'energi murni' yang bahkan mampu menciptakan sebentuk 'kehidupan baru'."

Tetsuya : [keningnya keriting, noleh ke belakang] "Sei-kun mabok?"

Seijuurou : [nyengir mesum] "Mau coba?" [nyuri kesempatan, nyium bibir Tetsuya] "Mumpung di bawahmu sudah ada futon, kita bisa sekalian milih metode paling tokcer buat memproduksi 'foton'. Uke on top or doggy sty..."

BHUGH! [suara buku gampar muka orang]

Tetsuya : "Sei-kun sinting!"

Seijuurou : [megangin hidung] "Anjir! Sakit, Sayang! Kalau hidungku patah, gimana?"

Tetsuya : "Implan aja sama pipa ledeng!"

Seijuurou : [ngacir ke kamar mandi, hidungnya mimisan]

END

A/N : yang ini belom sempat dipost difesbuk sih. Untung nggak jadi, panjang banget soalnya. ^_^'

.

.

.

BALADA SELIMUT

Pasca tragedi hidung kena gampar…

Seijuurou : [geletakan di sofa, sudah bosan nongkrongin mekanika kuantum, tambah dicuekin pacarnya]

Tetsuya : [tengkurep di bawah sofa, khusyuk baca buku]

Seijuurou : [sudah nggak tahan] "Tetsuya?"

Tetsuya : "Hm…"

Seijuurou : "Lagi apa?"

Tetsuya : "Hm…"

Seijuurou : "Sayang, nggak lapar?"

Tetsuya : "Hm…"

Seijuurou : "Sayang, nggak ngantuk?"

Tetsuya : "Hm…"

Seijuurou : "Sayang, aku ajak nyebur sumur sama-sama, mau?"

Tetsuya : "Hm…"

Seijuurou : [kesel betulan] "Tetsuya lagi apa sih?"

Tetsuya : "Sstt!" [melototin Seijuurou] "Sei-kun, jangan berisik! Aku lagi konsen tingkat dewa."

Seijuurou : [ngelongok ke bawah sofa, terus kepo] "Lagi baca buku apa?"

Tetsuya : "Tentang Michaelangelo." [jawab sambil melototin foto The Creation of Adam] "Aku ingin melihat lukisannya langsung."

Seijuurou : [mendadak nyengir] "Ide bagus, Sayang. Ayo, liburan ke Vatikan! Akan aku bawa kamu ke Sistine Chapel. Kamu bisa melototin Adam dan Eve sepuas matamu." [mendadak dapat ide] "Apa sekalian saja kita nikah di sana? Kedengarannya menarik. Jadi, kapan kita berangkat? Besok juga bisa."

Tetsuya : "Nggak, terima kasih." [pasang muka malas] "Kapan-kapan aja, Sei-kun. Besok aku masih ada kuliah." [balik mantengin buku]

Seijuurou : [kesel gegara dicuekin, bengong lagi] "Tetsuya, apa kau tahu mayoritas karya Michaelangelo cenderung menampilkan laki-laki telanjang?"

Tetsuya : "Tidak semua, Sei-kun. Lihat saja Pieta!"

Seijuurou : "Yang tertutup rapat di Pieta cuma Bunda Maria, Sayang. Patung David bahkan dibuat telanjang bulat." [nyengir] "Versi asli The Last Judgement malah sempat bikin heboh gereja. Kalau bukan karena revisi Daniele da Volterra yang menambahkan kain penutup di area-area private yang terekspos, bisa jadi lukisan itu gagal nampang di langit-langit Sistina."

Tetsuya : "Masa Medici." [niup poni] "Homoseksualitas dianggap tabu dan amoral, tapi menjamur dan lazim ditemui di mana-mana."

Seijuurou : [nyengir girang gara-gara nggak dicuekin lagi] "Jadi Tetsuya tahu kalau Michaelangelo 'punya' [bikin tanda kutip dengan jari] pacar cowok?"

Tetsuya : "Namanya Tomasso de' Cavalieri." [hela napas] "Michaelangelo menjadikan cowok itu sebagai inspirasi beberapa lukisannya. Beberapa ahli menilai bahwa The Dream merupakan gambaran Tomasso sendiri. Mereka sering berkirim surat yang berisi puisi, soneta, atau madrigal. Perasaan mereka berdua pasti sangat dalam karena salah satu surat yang dikirim Michaelangelo untuk Tomasso berbunyi…"

Seijuurou : [mendadak nyela sambil natap pacarnya] "...Aku ingin menjadi kain yang menyelubungi tubuhmu."

Tetsuya : [mendadak kicep, mukanya merah, salting] "Iya, yang itu." [langsung balik badan, nutup buku, siap-siap ngacir] "Sekian kuliah soal Michaelangelo. Sekarang…"

Seijuurou : [gercep, nyergap Tetsuya, nindih pacarnya di bawah] "Sekarang, aku ingin menjadi selimut yang menghangatkan tubuhmu, Sayang."

Tetsuya : [ngerjapin mata, nelan ludah, deg-degan parah] "Aku sudah punya selimut, Sei-kun. Jadi nggak perlu repot-repot…"

Seijuurou : [nyium rahang pacarnya, satu tangan narik selimut] "Kalau begitu, biarkan selimutmu menyelimuti kita berdua."

Selimut ditutup.

Tetsuya cuma sempat jerit.

END

A/N : [akhir yang sangat tidak jelas sekali, iya saya tahu. Yang ini juga belom sempat dipost di fesbuk, btw XD]

Madrigal : [singkatnya] lagu cinta.