The Light from The Darkness of Night
.
.
.
.
.
.
.
Disclamer :
Jelas kali bukan punya saya
Warning :
Bahasa yang ancur, tidak mengerti,dan yang gak tahan back aja
.
.
.
.
Chapter 1
Awal dan masalah
.
.
15 April X579
Suasana matahari yang cerah dan angin yang sejuk membuat hari semakin nyaman pada musim semi yang yang indah bunga - bunga yang mekar menampilkan warna dunia, Kita akan melihat sebuah kota yang memiliki bangunan yang tinggi dan megah, rumah - rumah yang tertata rapi penuh mewah, lampu jalanan yang terbuat dari kristal khusus yang akan menyala setiap kali malam tiba dan jalan yang tersusun dari bata berwarna putih menambah keindahan dan kecantikan ditambah ditengahnya sebuah kastil besar dan tinggi yang menjulang diantara bangunan yang mengalahkan tingginya kota nan indah ini mungkin menjadi mimpi setiap orang untuk tinggal disini, Kota Constanta nama kota yang menggambarkan nama raja yang membangun kota yang indah ini, namun amat disayangkan dibalik kesan indahnya ada sisi busuk jika kita perhatikan maka kita akan menemukan beberapa orang yang memakai baju mewah yang sepertinya para bangsawan sedang menyiksa orang yang lemah tidak berdaya dan sebagian dari mereka ada yang menarik tangan seorang wanita dengan muka yang mengerikan para bangsawan ini memasukan wanita ini kerumah lalu terdengar teriakan didalamnya entah apa yang mereka namun yang jelas ini adalah bagian kecil dari kebusukan dari kota ini.
Kita akan melihat kereta yang sedang ditarik oleh kuda sedang melintas di jalan yang penuh dengan orang - orang mewah yang bermuka palsu untuk menutupi kebusukan mereka jika kita perhatikan didalam kereta yang dikendalikan oleh seorang kusir terdapat dua orang bergender laki - laki yang satunya laki - laki muda sekitar 16 - 18 tahun berbaju ala pangeran dan didepannya Seorang lelaki tua berbaju butler, pemuda berambut kuning dengan mata birunya sedang melihat dari jendelanya beberapa bangsawan yang sedang memalak seorang pedagang
"Tuan Naruto apakah engkau tidak sedih pergi dari sini ? " tanya butler itu
"tidak malah bersyukur akhirnya aku bisa pergi jauh dari kota busuk ini " jawab pemuda itu dengan datar lalu melihat kearah butler tersebut
"apalagi Sebas ini adalah perintah ayah untuk memimpin suatu provinsi itu, jadi itu kewajiban ku sebagai pangeran yang lulus baru akademi " tambah naruto
"tapi apakah tidak apa - apa jika memimpin sebuah daerah yang penuh pegunungan dan padang pasir tersebut"
"tidak apa lagi pula aku ingin melihat seperti apa keadaan mereka yang terabaikan disana"
Butler aka Sebas hanya menghela melihat tuan mudanya yang kembali melihat dari luar jendela
2 minggu kemudian
29 april X579
Sampailah naruto di sebuah ibukota dari provinsi yang akan dipimpinya, Provinsi Syir merupakan daerah yang penuh dengan pegunungan terjal dan berbatu ditambah padang pasir yang luas menjadikan tempat ini sangat terbelakang dari provinsi lain karena miliki pertanian yang sedikit yang disebabkan air yang hampir tidak ada kecuali di oasis dan Sungai, beberapa dari mereka memiliki tubuh yang kurus kering bagai lidi karena kelaparan akibat dari makanan yang sedikit dan transportasi yang susah juga mempengaruhi pembangunan daerah ini. Kebanyakan mereka menyembah dewi air dan mempunyai pekerjaan sebagai Pengembala Domba dan kambing selain itu mereka juga bekerja sebagai ternak kuda yang terkenal dengan kecepatan dan daya tangkas meskipun berpostur lebih kecil dari pada kuda lain tapi kuda ini cukup unggul dan biasanya dibawa ke kerajaan, ya kerajaan Phoniex kerajaan yang melintang luasnya dari rumenia sampai sebagian besar timur tengah, yang di sebagian besar eurasia ada Elves Empire dan di timur daerah asia ada Aisha Coalition.
Kita kembali tokoh utama yang sekarang ada di damascana tempat yang dimana sebuah bangunan di tengah kota kecil seperti pancuran mewah yang memiliki ukiran bahasa Memac kuno dan patung dewi air di tengah pancuran tersebut, disekeliling Temple Goddess of water banyak bangunan sederhana yang terbuat dari bata pasir yang ditumpuk setelah dari sana naruto melanjutkan dari kota damascana ke ibukota provinsi Syir yaitu Al-misr, tapi dia terhenti saat ada disuatu desa yang miskin dan orang - orang yang kurus kering menurut kepala desa ini karena tidak adanya pasukan pangan dari ibukota kesini ditambah daerah ini tidak cocok untuk bercocok tanam karena daerah tersebut tidak memiliki air yang akhirnya memutuskan untuk menginap didesa tersebut.
Naruto pov
Aku melihat beberapa dari mereka banyak yang kelaparan, para ibu yang khawatir karena anaknya yang menangis karena perut mereka yang keroncongan hampir setiap jengkal desa ini aku terus mendengar suara mereka meminta.
"kau tau Sebas mungkin aku harus tinggal disini"
"untuk apa tuan Naruto ? kita harus pergi kekota Al-misr supaya anda bisa cepat diangkat menjadi gubernur Syir"
"tidak sebelum aku diangkat menjadi gubernur aku harus membantu mereka dari kesusahan ini"
"tapi tuan bagaimana caranya tempat ini tidak memiliki oasis dan sungai, membuat sumur pun sulit karena tempat ini memiliki tanah yang keras"
"kalau begitu kita harus membuat sumur disini selama itu bukan hal yang mustahil kita bisa melakukannya Sebas"
jawabku dengan yang membuat Sebas terlihat kagum kepadaku
"kalau begitu kehendak tuan muda ijinkan saya membantu tuan untuk membuat sumur disini" kata Sebas dengan gaya hormat ala butler lalu aku dan Sebas pergi ke tempat penginapan untuk beristirahat.
Keesokan harinya
aku dan Sebas sampai di suatu daerah yang menurutku terkumpul air didalam tanahnya lalu dengan menurunkan beberapa peralatan kami bersiap untuk menggali sumur
Naruto pov End
Diawali dengan pukulan sihir dari Sebas lalu diikuti Kekuatan angin Naruto mereka berusaha menggali sumur sedikit demi sedikit tanah datar yang awal mereka tempati berubah menjadi lubang yang bertambah dalam hari demi hari siang dan malam mereka hanya melakukan hal yang sama yaitu berusaha membuat sumur untuk desa yang mereka singgahi ini
1 minggu kemudian
"kalian kumohon hentikanlah membuat sumur ditempat seperti ini mustahil untuk dilakukan" kata salah seorang dari beberapa orang yang berkumpul yang seprtinya warga desa ini ketempat Naruto dan Sebas karena kasihan selama seminggu tidak membawa hasil yang baik, jangankan air yang ditemukan beberapa batu yang keras
"itu benar sangat mustahil"
"ya itu benar nak"
terdengar beberapa orang dari desa itu yang membenarkan salah seorang dari warganya
"kalau begitu lalu apa yang akan kalian lakukan menunggu bantuan atau berjalan ketengah padang pasir lalu mati ? Itu sesuka kalian apalagi aku membuat sumur sesuka hatiku juga" jawab naruto sambil terus menggunakan sihir anginnya berusaha untuk memperdalam sumur tersebut
"kalau begitu kami sudah berusaha memberitahu mu nak, ayo!!! kita pergi kawan - kawan" balas seorang lagi dari warga desa mengajak untuk meninggalkan tempat Naruto
"apakah tidak apa tuan untuk meneruskan ini meskipun ada air didalamnya pasti akan memakan waktu yang lama" kata sebas
"kalau kau ragu tinggalkan biarkan aku sendiri yang membuat sumur selama apapun tetap akan kubuat" jawab naruto yang duduk disamping sebas dengan kelelahan
"jika seperti keingin tuan maka biarkan saya untuk membantu anda tuan" Balas Sebas sambil turun kedalam sumur dan mengambil ancang - ancang untuk memukul tanah yang dibawahnya
"hyaaah" teriak Sebas sambil memukul tanah keras itu yang membuat tanah itu retak
Naruto tersenyum lalu melihat kearah desa tersebut
'Sabarlah sedikit lagi maka kalian akan mendapatkan airnya' batinnya dengan penuh harap.
3 hari telah berlalu dan sepertinya Naruto dan Sebas masih betah dengan pekerjaannya yaitu membuat sumur sampai
"tuan sepertinya kita kedatangan tamu"
beritahu Sebas pada Naruto yang masih menggali sumur didalam naik keatas dan melihat Para warga desa yang beberapa hari yang lalu memintanya berhenti
"untuk apa kalian kesini ?"
tanpa bertele - tele Naruto langsung to the point
Para warga desa itu menjawab
"Kami ingin-
Bersambung
