akhirnya bisa update juga... sebelumnya saya minta maaf karena updatenya yang superrr... lamaaa... maklum, lagi persiapan UAN sih.

okay, tanpa ba bi bu be bo lagi, langsung aja~

chapter sebelumnya:

"iya neh… eh… tadi kalo nggak salah, kalo bunyi mencet yang warna merah ini ya." Kata Sisyphus sambil menekan tombol yang berwarna merah sebelah kanan. Seketika, handphone Sisyphus langsung berhenti bunyi, alias di reject gitu. "tuh kan bener… langgsung berhenti kan bunyinya…"

"ASTAGA… APA YANG TELAH KAKAK LAKUKAN!

chapter 3: "Mengerikan"

"dasar bodoh! Kakak ini gimana sih? Masa hapenya dimatiin?" kata Regulus sambil ngerampas hape yang ada ditangan Sisyphus.

"kau… dasar anak kurang ajar! Berani – beraninya kau mengatakan pamanmu yang 'guanteng' ini 'bodoh'... grrr…" kata Sisyphus sambil menyiapkan kuda – kuda untuk menyerang Regulus.

"guanteng? gangguan tenggorokan ka…"

"Regulus! Sisyphus! Apa – apaan ini? kenapa tadi teleponku nggak diangkat?" Sasha memotong kalimat yang 'belum' terselesaikan oleh Regulus. Lalu Sasha langsung menghampiri Sisyphus. Dan… PLAAKK!

"a–apa yang…" kata Sisyphus kaget + kecewa karena baru saja menerima 'ciuman' telapak tangannya Sasha.

"Sisyphus, kau benar – benar kejam! Mengapa mau mencelakai Regulus? Kau benar – benar seorang gold saint yang tidak berprikemanusiaan dan berprikeadilan!" kata Sasha dengan lantangnya sambil nunjuk mukanya Sisyphus pake tongkatnya.

"ta-tapi… Lady Athena… aku… aku hanya-"

"NGGAK ADA TAPI – TAPIAN! Sekarang, pergi cepetan! Sebelum aku berubah pikiran, Sisyphus!" kata Sasha sambil masang aura kegelapan milik Hades[?].

"gulp… baiklah, Lady Athena!" Sisyphus langsung membungkuk dihadapan dewinya itu. Kemudian, ia menatap Regulus sinis. "arrggh… awas kau Regulus… kau harus membayar semua ini!" pikirnya.

Regulus yang melihat tatapan "mengerikan" kakak… errr… maksudnya, om… errr… pamannya it-

Sisyphus : CUT CUT CUTTT! Udah dibilangin… KAKAK! Bukan PAMAN atau…

Asmita : OMMM… sudah berapa kali sih gue bilang kalo-

Sisyphus : arrgghh… asmita… kau… *masang aura pembunuh*

Asmita : *baca do'a sambil duduk bersila* #mind: huaa… gawat…! Buddha, selamatkanlah aku dari amukan iblis berpanah ini…

Sisyphus : CHIRON'S LIGHT IMPULSE!

Asmita : uwaaa… tidaaak~ *melayang tinggi karena kena serangan Sisyphus (kayak tim rocket)*

Author : *gulp* yup… back to the story…

"menyeramkan…" pikir Regulus. "aku tidak pernah menyangka kakak (baca : paman) akan seperti itu…" gumamnya.

"baiklah! Sekarang, pergilah…" kata Sasha. "Sisyphus, jika kau mengulangi hal seperti tadi itu, kau akan ku hukum!" kata Sasha tegas.

"ba-baik!"

Kemudian, Sisyphus dan Regulus berangkat menuju ke taman Athanasia. Sepanjang perjalanan, Regulus dan Sisyphus tidak saling berbicara. Mereka hanya "diem – dieman" gitu deh. Tetapi, suasana itu segera berubah ketika ketika mereka melalui kota Athens…

"khukhukhukhu… ternyata, di Athens banyak cewek cantik juga yaa… godain ahh~" gumam Sisyphus sambil nosebleed. Lalu, ia langsung nyamperin cewek cantik berambut biru langit yang lagi berdiri didepan toko bunga. "hi gadis manis~" kata Sisyphus sembari mengeluarkan senyum andalannya itu. Regulus hanya diam melihat tingkah laku kakaknya[paman] itu. Walaupun dalem hati… "hiii~ paman benar – benar mengerikan… kesambet apaan tuh orang…"

Namun, gadis yang disapa Sisyphus hanya diam saja. Tak bereaksi. Hanya menunduk.

"ahh~ kau pemalu rupanya… tenang saja, aku nggak bakalan gigit kok…"

"…" si gadis hanya diam.

"iih~ kok diem sih~ kenalan yuk… nama akang Sisyphus… kalo kamu siapa, darling~" kata Sisyphus sambil mencolek dagu sang gadis.

"huaaa…! Paman benar – benar MENGERIKAN! Sepertinya, sepulang dari misi ini aku harus bermeditasi bareng Asmita deh…" gumam Regulus, sweatdropped. #Asmita: ogah gue… mending gue meni pedi bareng si Aphro… (─_─ ")

Tiba – tiba saja hawa disekitar mereka berubah drastis. Dan… BUAAKK! Sisyphus langsung dihantam oleh si gadis. "SISYPHUS! AKU AKAN MEMBUNUHMU…!" teriak si gadis.

"eehh..? ALBAFICA! Kau… aku…"

"AKU AKAN MENGIRIMMU KE NERAKA!" kata si Alba sambil ngamuk – ngamuk kayak gorilla[?]

"HUAAA… KABUR!" Sisyphus langsung lari terbirit – birit meninggalkan Albafica yang membabi buta.

"hahaha… rasain…!" pikir Regulus sambil nahen ketawa. Sisyphus langsung menatap Regulus sinis.

"apa yang kau tertawakan, hm?"

"errr… ng-nggak ada kok, hehe…" kata Regulus sembari menggaruk kepalanya yang nggak gatal.

"jangan katakan hal tadi pada siapapun. Kalo nggak-"

"iyaa dehh~"

Satu jam kemudian, sesampainya mereka di Italia, lebih tepatnya taman Athanasia…

To be continued...

RnR, please... ^^