"Mungkinkah aku dapat mencintaimu?"

"Suara yang indah. Dan membuatku jatuh kedalam suatu perasaan kasih sayang."

.

.

.

Crazy Rich Jongin

(미친 리치 종인 )

oohmydarlig

CHAPTER 02

.

.

"Halo?" Ulang sebuah suara yang ada diseberang sana membuat Jongin gelagapan dan memberikan gumaman panik.

"Ah— halo, aku Jongin?" Nafasnya seperti terputus-putus, dan sedetik kemudian kembali tercekat saat mendengar tawa ringan lelaki itu, Kyungsoo.

"Oh hai, aku Kyungsoo.. Kau sudah makan malam?" Tanyanya dan Jongin menganggukkan kepalanya dengan bodoh sehingga terdapat jeda sekitar beberapa menit. Tentu saja Kyungsoo tidak dapat melihatnya.

"Sudah, kau sudah makan malam?" Diseberang sana Kyungsoo tertawa pelan sambil mengangguk lalu mengatakan ya.

"Maaf ya Jongin, aku menolak ajakanmu untuk bertemu. Bukan maksudku aku mencurigaimu tapi, uh— aku hanya malas untuk.. Kau tau? Jatuh didalam perasaan yang sama kemudian ditinggalkan. Oh maaf aku jadi curhat." Kyungsoo mengigit bibir bawahnya sambil mengeratkan pelukannya pada bantal sofa miliknya, benar-benar memalukan, tapi Ia juga harus jujur.

"Oh, tidak masalah tapi kenapa mereka meninggalkanmu?" Jongin sedikit mengerutkan dahinya, mungkin saja dia tidak memiliki harapan sekarang tetapi cinta itu bisa terjadi tanpa kebetulan.

"Ya, kau tau lah aku seorang gay dan mereka hanya mempermainkanku, berkenalan, kemudian chatting selama beberapa hari atau telefon satu atau dua kali, dan mengajak untuk bertemu dan melakukan hubungan intim. Dan tentu saja aku tak mau. Sebenarnya aku sudah ingin menghapus aplikasi itu." Kyungsoo bercerita singkat, dan Jongin hanya tersenyum mendengarnya.

"Halo? Jongin?" Kyungsoo mengerutkan dahinya, karena tak ada balasan dari Jongin.

"Oh ya, aku disini." Jongin baru saja pulih dari pikirannya, kemudian berdeham sebentar.

"Hey, bagaimana dengan harimu?" Ia mulai mengubah topik dan mereka mulai berbincang dan bercanda satu sama lainnya hingga larut malam, dan mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah café dekat kantor Kyungsoo, minggu ini.

"Oh wow— apa dia akan mengajak teman?" Tanya Baekhyun setelah mendengar cerita serta ajakan Kyungsoo yang termasuk mendadak.

"Aku, tidak tau? Tapi aku akan memintanya untuk membawa teman." Kyungsoo tersenyum, sehingga pipinya terangkat membuat Ia terlihat 10.000 kali lebih menggemaskan.

Sebenarnya, Kyungsoo juga khawatir apakah Ia memilih orang yang tepat? Atau, malah Ia jatuh kedalam lubang yang sama? Dan lebih buruknya lagi dia akan jatuh ke jurang dan masuk ke lubang buaya.

Hari demi hari berlalu begitu cepat, Jongin dan Kyungsoo juga semakin akrab dengan banyak membahas hal-hal seru yang akan mereka lakukan jika mereka bertemu, dan tentu saja mereka semakin dekat dengan hari yang ditunggu-tunggu.

"Baek.. Apa aku membatalkan pertemuannya? Perutku serasa melilit, apa yang harus kuperbuat?" Besok adalah hari dimana Kyungsoo dan Jongin bertemu. Kyungsoo terlihat begitu panik, wajahnya pucat dan Ia hanya bisa mondar-mandir sambil mengibaskan tangannya.

"Hey, hey, hey.. Relax okay? Kau hanya butuh bernafas. Bernafas, tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan. Nah begitu, semua akan baik-baik saja." Baekhyun tersenyum lebar lalu menepuk-nepuk pundak Kyungsoo, menenangkan sahabatnya itu.

Malam hari, setelah Kyungsoo pulang dari kantornya Ia melihat notifikasi baru dari Jongin, dan dengan segera Ia membalasnya, mungkin ada sebuah perubahan atau pemberitahuan dari Jongin untuk pertemuan mereka besok.

Kim Jongin : Hei.

Do Kyungsoo : Hei.

Kim Jongin : Oh, besok aku mengajak temanku kau jadi mengajak temanmu?

Do Kyungsoo : Oh ya, dia sangat bersemangat. Dia tak berhenti mengoceh.

Kim Jongin : Hahahaha, oke, istirahatlah sampai ketemu besok.

Do Kyungsoo : Oke, selamat malam Jongin.

Kyungsoo mematikan ponselnya kemudian merebahkan tubuhnya menghadap langit-langit kamarnya, fikirannya kacau. Penuh dengan pertanyaan-pertanyaan dikepalanya.

"Mimpi yang indah, Kim Jongin." Gumam Kyungsoo sebelum Ia menutup matanya dengan seutas senyuman, menutup segala kekacauan yang sedang terngiang dikepalanya.

.

.

Pagi itu, seperti biasa Kyungsoo terbangun dengan bunyi alaram ponselnya. Ia segera mandi, sarapan dan hari ini Ia memakai kemeja putih dengan sweater hitam, celana skinny hitam dan sneakers berwarna putih.

"Halo Baek? Kau dimana?" Tanya Kyungsoo sesaat setelah Ia keluar dari apartemennya.

"Aku masih dalam perjalanan, sebentar lagi aku akan sampai didepan apartemenmu." Baekhyun berucap dan kemudian Kyungsoo menutup sambungan telefon.

Setelah menunggu beberapa menit, mereka bertemu dan kemudian menaiki taksi untuk dapat sampai ke tujuan mereka yang tidak jauh dari appartemen dan tempat kerja Kyungsoo.

"Kau.. Oke?" Tanya Baekhyun sambil melinting kemeja putihnya yang terlihat sedikit oversized. Kyungsoo tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya.

(( incoming call : 종인 ))

"Halo?" Kyungsoo mengangkat telefon dari Jongin.

"Hai, uh aku sudah sampai. Jika sudah sampai aku yang memakai blazer coklat dan temanku memakai boomber hitam."

"Oke, kami sebentar lagi sampai." Setelah mendengar penjelasan Jongin, Kyungsoo segera menutup sambungan yang bertepatan ketika taksi mereka sampai didepan tempat tujuan.

"Tarik nafas dalam-dalam, Kyungsoo. Rileks." Ingat Baekhyun yang melihat temannya itu begitu pucat dan menakutkan. Seletah membayar ongkos taksi, mereka berdua turun dan berjalan masuk kedalam sebuah café milik salah satu artis terkenal, dan ya Kyungsoo hanya asal sebut karena memang café ini hanya satu-satunya di daerah garosugil.

"Hai, Jongin?" Kyungsoo sedikit menunduk untuk melihat paras lelaki yang baru ia kenal seminggu ini dan ketika lelaki itu menengadahkan kepalanya, Jantung Kyungsoo seolah berhenti kemudian berlari secepat usain bolt.

"Kyungsoo?" Damn. Ia terlihat lebih manis dari foto. Batin Jongin sambil mengulurkan tangannya, dengan tampang bodohnya.

"Hai, senang bertemu denganmu. Menunggu lama?" Tanya Kyungsoo, Jongin menggelengkan kepalanya kemudian menggeret dua buah kursi untuk Baekhyun dan Kyungsoo.

"Oh perkenalkan ini temanku, Chanyeol." Lelaki bertubuh bongsor itu tersenyum sambil berkenalan dengan Kyungsoo dan juga Baekhyun yang terlihat antusias dengan teman Jongin.

"Kau juga satu kantor dengan Jongin?" Tanya Kyungsoo.

"Ya, kami bekerja bersama sebagai editor majalah. Kalian berdua juga?" Keduanya mengangguk.

"Kau sudah makan Jongin?" Kyungsoo bertanya dengan lembut, Jongin menggelengkan kepalanya. Dia sudah memiliki rencana untuk mengajak Kyungsoo makan di restoran barbekyu enak didekat sini setelah menonton.

"Hm, aku punya rencana. Bagaimana kalau kita menonton dan setelah itu kita makan malam?" Tawar lelaki berkulit tan itu, Kyungsoo menganggukkan kepalanya setuju, asalkan Baekhyun juga ikut dengannya. Hanya jaga-jaga jika sesuatu terjadi.

Hari itu, berjalan begitu lancar. Jongin banyak sekali bercerita. Ia adalah sosok yang romantis namun juga kekanakan, Kyungsoo sendiri orang yang lembut, ceria dan terkadang Ia diam jika waktunya untuk diam. Selain itu Chanyeol dan Baekhyun juga langsung akrab satu dengan yang lain, mereka sangat cocok ketika sedang bersama.

"Kau mau kuantar pulang? Chanyeol dan Baekhyun masih mau pergi sendiri. Aku janji aku takkan menyakitimu atau—"

"Hm, ayo?" Jongin sedikit kaget ketika Kyungsoo tanpa basa-basi menerima ajakannya dan tentu saja membuat Jongin mengepalkan tangannya sambil memekik 'yes' dengan pelan.

Namun ketika berjalan ke parkiran umum, hujan turun dengan deras, mmebuat Kyungsoo menengadah keatas sambil menutup matanya dan tentu saja hal ini menimbulkan kepanikan Jongin dengan segera Jongin melepas blazer-nya, menutupi kepala Kyungsoo dan mengajaknya untuk berlari.

"Percayalah, apapun yang kau rasakan ini buruk untuk kesehatanmu." Ucap Jongin dengan sedikit keras, karena hujan turun dengan deras. Merekapun berlari sambil tertawa pelan ketempat yang memiliki atap untuk berteduh.

Sebuah hal yang terlintas dibenaknya adalah, Ia tak lagi takut dengan keadaan. Ia benar-benar merasa bahwa Jongin begitu baik padanya. Dan perlahan, Ia mulai percaya.

"Kyungsoo, apa kau memikirkan sesuatu?" Jongin berucap dan itu membuat lamunannya buyar dan segera menatap Jongin.

"Ah— aku, tidak?" Jawabnya gugup, Jongin hanya tersenyum kemudian meletakkan blazernya dibahu mungil Kyungsoo dan segera merangkulnya.

"Terima kasih." Gumam Kyungsoo, Jongin hanya mengangguk sambil memperhatikan hujan kembali.

Keheningan mulai menyelimuti mereka kembali dan hanya ada suara gemercik hujan yang dapat terdengar oleh mereka yang sibuk dengan fikirannya masing-masing.

"Jongin—" Sepersekian detik, tubuhnya membeku. sebuah benda kemerahan yang hangat menyentuh benda yang sama dengan miliknya. Kyungsoo berkedip melihat Jongin yang sedang menutup matanya, mencoba untuk mengulum bibir berbentuk hati milik Kyungsoo.

Perlahan yang lebih mungil itu menutup matanya dan memegang tengkuk pria itu, menikmati setiap detik panggutan mereka.

"Apa aku mulai mencintaimu Jongin?"

"Aku sudah mencintaimu, Kyungsoo."

.

.

.

To be continued.

Goshhh!! Akhirnya selesai chapter kedua yang sempat tersendat ini, makasih banyak buat respon yang keren dari kalian. Terima kasih banyakkkkkkk sekali!

Chapter 2 memang dibikin agak pendek karena memang chapter awal hanya untuk menceritakan bagaimana mereka bertemu, di chapter selanjutnya alurnya bakal dipercepat dan durasinya akan lebih panjang sebelum ketemu sama mamaknya Jojong.

Siapin mental, siapin emosi, siapin minum, siapin duit monopoli siapa tau kalian mau nutup mulut pedes si mamak.

Hahahahah!! Oke deh sampai jumpa di chapter 3.

Oh, jangan lupa mampir ke youtube channel author yang masih freeesh~ namanya sama kok oohmydarling.