.

.

.


"Sweet Dreams"

Side Story Moonlight

Disclaimer: Naruto dan tokoh di dalamnya adalah milik Masashi Kishimoto

Saya Tidak Mengambil Keuntungan Dalam Bentuk Apapun. Fanfiction dengan judul "Sweet Dreams" hanya fiktif belaka.

Story © Hyuugadevit-Cherry

[Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura]


.

.

.


"Apa kau siap melakukan ritual ini?" tanya pemuda berwajah dingin itu pada seorang gadis berhelaian merah muda. Mendengar nada tanya yang dibawakan dengan rendah membuat si gadis tersenyum maklum.

"Ini adalah acara penobatan Anda sebagai putra mahkota, merupakan suatu kewajiban bagi saya melaksankan tugas ini bukan?" tanyanya sambil tersenyum malu-malu. Pemuda berjubah biru tua itu bangkit dari posisi duduknya dan menghampiri si gadis yang tengah bercermin sambil membenarkan jubah merahnya agar terlihat lebih mengembang.

Ketika sang pemuda berads di belakang si gadis, ia berbalik dan keduanya berhadapan, saling menatap satu-sama lain.

Onyx dan emerlad beradu, menggetarkan suatu perasaan yang sejak lama bersarang di hati─ menyebabkan ketidakmampuan pada keduanya untuk berkata-kata. Namun si gadis selalu ingin mengatakan kekagumannya pada si pemuda, "Anda selalu terlihat tampan," ungkapnya dengan kedua bola mata berbinar-binar. Satu tangannya terangkat hendak menggapai wajah sang pemuda, "Saya─"

Gerakan tak terduga dan selalu seenaknya pemuda itu membuat si gadis kaget. Tangan si gadis tak dibiarkannya menggapai wajahnya yang seputih porselen. Namun, tangan gadis itu justru diletakkan di pundaknya, sementara tubuh keduanya semakin merapat dengan kedua tangan si pemuda melingkar di pinggang si gadis.

"Sasuke," bisik gadis merah muda itu dengan wajah merona. Ahh, ia malu. Tolonglah, ini terlalu dekat. Pemuda yang dipanggil dengan nama Sasuke itu menyeringai tampan. Wajahnya yang mampu memikat setiap insan itu mendekat, dengan tenang ia balik berbisik. "Aku suka ketika kau memanggil namaku dibandingkan kata 'Anda atau Tuan', calon ratuku─ Haruno Sakura."

.

.

.

Kedua kelopak mata Haruno Sakura perlahan terbuka. Tatapannya jatuh ke arah pohon bunga sakura yang bermekaran. Ada sesuatu yang menggelitiknya pagi itu. Kedua sudut bibirnya terangkat menciptakan seulas senyum menawan. Ia menyukai mimpinya semalam. Bidadari bersayap, telinga mereka yang panjang, sprinkel-sprinkel bertaburan seperti para peri yang sering disaksikannya pada sebuah acara televisi. Kemudian gaun yang mereka kenakan, yang lebih tepat disebut sebagai jubah sungguh menggugah perhatiannya. Indah sekali.

Andai saja ia benar-benar hidup di dunia yang seperti itu dan memiliki sayap, ia pasti bebas terbang ke manapun ia kehendaki. Dan yang paling menarik baginya adalah bertemu dengan pemuda tampan itu, siapa namanya ya? Sasi? Susa? Sasu... ahh, pusing sekali rasanya memikirkan hal seperti itu.

"Haruno Sakura!" teguran keras dari seseorang di depan sana membuat gadis bernama Haruno Sakura terperanjat. Emerladnya yang indah menyapu seluruh ruangan takut-takut, yang mana orang-orang di temapat tersebut menatapnya dengan berbagai macam ekspresi.

"Kau tidak memerhatikan penjelasanku, hah?" bentakan seperti orang tengah berkumur yang memekakan telinga itu kembali menggema di seluruh ruangan.

"O-Orochi -sensei ..." Sakura terbata. Aduh, bagaimana mungkin ia melamun pada saat mata pelajaran guru besarnya yang satu ini. Sakura yakin sekali ia akan bermasalah. Dan bermasalah dengan Orochi-sensei sama dengan semua mimpi indahnya berakhir. "Gomenasai," cicitnya berdiri, lalu berojigini.

"Keluar!" titahnya dengan kedua bola mata bagai ular seperti hendak loncat dari tempatnya.

"Tapi─"

"Keluar!"

.

.

.

Demi Dewa Dewi jaman Yunani Kuno, Haruno Sakura berjanji tidak akan pernah berbuat kesalahan lagi, terutama ketika mata pelajaran Orochimaru-sensei. Jika ia melakukan kesalahan lagi, nilainya yang bagus pasti akan menjadi jelek. Gadis itu berjalan ke arah pohon bunga sakura di belakang sekolah, yang letaknya dekat dengan lapangan sepak bola. Ia duduk di bawah pohon tersebut dan menikmati sensasi angin yang menyapa indera perabanya.

Saat ia merasa mulai bisa melupakan kesalahannya pada Orochimaru-sensei dan terbuai dengan ketenangan udara di tempat tersebut, tiba-tiba saja ia mendengar suara rendah yang terdengar seperti seseorang jatuh. Ia lekas bangkit dari posisi awalnya dan melihat seorang pemuda berpakaian sepak bola terjatuh di sana.

"Hey! Kau baik-baik sa─" emerladnya membelalak kala memandang seseorang yang sangat familiar. Wajah itu─ tidak. Ia tidak boleh memikirkan hal yang bukan-bukan, karena pemuda ini pasti tengah sakit. Tanpa pikir panjang, Haruno Sakura melaporkannya kepada petugas kesehatan, membiarkan pemuda itu ditangani oleh ahlinya.

Namun satu hal yang membuat jantungnya berdebar lebih keras lagi adalah ketika si kapten sepak bola Uzumaki Naruto datang dan mengucapkan satu nama, "Sasuke," jantungnya seolah terhenti.


.

.

.

.

.


END

A/N:

Selamat malam minggu minna-san , utamanya yang jomblo XD ^_^ Cieee.. pada baper ga baca fic ini? Hehehe Oke, saya tidak sempat merevisinya jadi maafkan untuk segala kekurangan yang ada dalam fic ini. Semoga tetap bisa menghibur. Udah ahh, saya mau kencan dulu sama Nero wkwk XD See you next chap? Or Story? XD