It's You (Neorago) part 3/10

.

Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi

Cast :: All SJM member

Genre :: Romance / Family

Rate :: antara K mpe T aja adeh

Warning :: Yaoi, gaje, gak mutu, lebay, missTypo, penggunaan nama yang gonta-ganti sesuai mood author, dan bahasa yang agak gak jelas, bagi yang gak suka gak usah baca, karena Mina tidak menerima flame atau sebangsanya. Mina hanya menerima saran dan kritik yang membangun, bukannya yang menjatuhkan…

Disclimer :: Semua nama yang Mina sebut disini punya semua ELF di seluruh dunia, kecuali KYU dan Zhou Mi. mereka punya Mina (hahahaha)

.

.

Hal pertama yang Kyuhyun lakukan sesampainya di dorm adalah mencari Zhou Mi. Dikelilinginya tiap ruang yang ada di dorm, tapi tak ditemukannya sosok tinggi nan ramping yang sangat dia rindukan itu. Dengan langkah lunglai, dibukanya pintu kamarnya. Tapi sebelum dia masuk ke dalam, Ryeowook sudah memanggil namanya.

"Kyuhyun-ah, ayo makan dulu! Setelah itu beristirahatlah sambil menunggu Mimi-ge pulang."

Kyuhyun menutup kembali pintu kamarnya dan menyusul Ryeowook ke meja makan. Di sana sudah ada berbagai jenis masakan. Bahkan masakan kegemaran Kyuhyun juga ada di sana. Ryeowook duduk di hadapannya. Menemaninya makan dalam diam. Dia sangat mengenal kyuhyun, hingga tahu kalau Kyuhyun tak akan suka banyak bicara jika ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Kyuhyun sendiri sangat berterimakasih dengan pengertian dari hyungnya itu. Dia memang membutuhkan teman yang bisa mengerti kalau dia butuh ditemani, tapi tidak menanyainya dengan berbagai pertanyaan.

Sepuluh menit kemudian Kyuhyun selesai makan. Dibawanya mangkuk dan piring kotor ke bak cuci piring dan langsung mencucinya. Setelahnya diambilnya air minum dan kembali duduk di hadapan Ryeowook.

"Gomawo, Wookie-hyung." Katanya sambil tersenyum tipis. Ditatapnya mata hyungnya itu. Meyakinkannya tentang kebenaran kata-katanya itu.

"Terima kasih untuk apa Kyuhyun-ah?" Ryeowook memandang penuh tanya ke arah Kyuhyun yang masih menatapnya dengan intens.

"Untuk semuanya hyung."

Ryeowook mengangguk. Dia paham dengan apa yang dimaksud oleh Kyuhyun. Dihampirinya dongseng tersayangnya itu dan memeluknya dari belakang. "Mimi-ge pasti akan mengerti. Katakan saja apa yang kamu rasakan. Jangan menahannya."

Kyuhyun mencerna perkataan Ryeowook dalam kepalanya. Saran yang kurang lebih sama dengan yang disampaikan oleh Heechul hyung semalam. Ya, dia akan mengatakan apa adanya. Mengapa dia tak mengatakan apapun tentang acaranya dengan Wonder Girl dan semuanya yang mengganjal di hatinya.

"Istirahatlah hyung. Aku juga mau ke kamar."

Ryeowook melepas pelukannya pada tubuh Kyuhyun dan beranjak meninggalkan Kyuhyun setelah mengacak rambut Kyuhyun dan mengucapkan selamat malam.

Kyuhyun baru bangkit menuju kamarnya setelah Ryeowook menghilang dibalik pintu kamarnya. Dihampirinya ranjang Zhou Mi. Bisa diciumnya aroma tubuh Zhou Mi yang tertinggal di sana. Setetes air mata meleleh di pipi pucatnya yang dengan cepat dihapusnya. "Mimi-ge!" panggilnya pelan sebelum dia menuju ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya. Lima menit kemudian Kyuhyun telah tertidur, Perjalanan pulang pergi Korea-Taiwan dalam waktu dua hari sudah sangat menguras energinya.

.

.

Zhou Mi sampai di dorm sekitar pukul satu pagi. Dia menghabiskan waktunya di tempat salah satu temannya. Pikirannya masih kusut. Entah kenapa, pandangan Kyuhyun pada magnae Wonder Girl semalam sangat mengganggunya. Bukannya dia curiga Kyuhyun bermain di belakangnya. Kyuhyun tak akan melakukan hal seperti itu. Yang mengganggu pikirannya adalah apakah dia tega tetap mengikat Kyuhyun dalam hubungan yang tidak normal seperti ini? Walaupun mereka saling mencintai, dia tak bisa memungkiri kalau kenyataannya adalah mereka sama-sama namja. Dan dalam kitab suci agama manapun tak ada yang mengakui hubungan sesama jenis. Tapi kuatkah dia melepas Kyuhyun untuk gadis lain?

Hal pertama yang menarik perhatian Zhou Mi saat dia membuka kamar yang ditempatinya bersama Kyuhyun adalah Kyuhyun yang bergelung di balik selimut. Dia tidur dengan posisi meringkuk, memeluk lututnya. Posisi yang secara tak sadar selalu diambilnya jika ada sesuatu yang mangganggu pikirannya. Zhou Mi menjatuhkan tas bawaannya dan duduk di sisi ranjang Kyuhyun. Dipandanginya dalam-dalam wajah seseorang yang paling berarti dalam hidupnya itu. Wajah yang sangat dirindukannya dua hari ini. Wajah seseorang yang telah mengisi hari-harinya selama lima tahun ini. Dengan lembut dibelainya rambut Kyuhyun, terdengar gumaman lirih yang lolos dari bibirnya "Aku harus bagaimana Kui Xian?"

.

.

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat sinar mentari menerobos masuk ke kamarnya. Dia sedang berusaha untuk bangun ketika dirasakannya sepasang lengan melingkar di pinggangnya. Dipandanginya wajah tampan yang tertidur di sampingnya. Dikecupnya bibir tipis milik Zhou Mi pelan. Dia tak ingin mengganggu tidur kekasihnya itu. Dilepaskannya tautan lengan yang melingkar di pinggang rampingnya dan berjalan menuju kamar mandi.

Zhou Mi telah bangun sepenuhnya ketika Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Dia duduk bersila di atas ranjang dan terus menatap ke arah kamar mandi. Menunggu Kyuhyun selesai.

"Pulang jam berapa semalam Mimi-ge?"

"Tengah malam. Ada yang ingin kamu ceritakan padaku? Bagaimana perjalanan ke Korea kemarin?"

"Biasa saja. Aku capek. Karena disana sama sekali tak bisa beristirahat."

"Biasa? Apa memang kamu biasa memandang yeoja dengan pandangan yang sama dengan yang kamu tunjukkan kemarin malam pada magnae Wonder Girl itu?"

"Apa maksudmu Mimi-ge?"

"Kamu lupa bagaimana caramu memandang yeoja itu?"

"Aku tidak lupa. Tapi sepertinya aku memandang biasa saja ke arahnya. Memang sih ada beberapa scene dimana aku harus memandangnya dengan lembut. Memang apa yang salah? Aku biasa melihat semua anak SNSD dan f(x) dengan pandangan seperti itu."

"Pandanganmu berbeda Kui Xian. Kamu mungkin tidak menyadarinya. Tapi saat kamu memandangnya, pandangan matamu terlihat begitu intens."

"Sudah kubilang itu tuntutan script Mimi-ge! Sejak awal aku sudah diharuskan untuk terus melihatnya dan memilihnya saat kami harus memilih siapa yang layak menjadi pacar kami."

"Kamu tak bisa menolak pekerjaan yang seperti ini? Minimal menolak untuk terus menatap pada orang yang sama?"

"Gege tahu sendiri bagaimana manajemen. Mereka tak pernah mau menerima penolakan. Dan lagi aku akan menolak pekerjaan seperi ini dengan alasan apa? Apa aku harus mengatakan kepada mereka kalau aku menolak pekerjaan ini karena tak ingin membuat Mimi-ge cemburu?"

"Kui Xian malu mengakui hubungan kita berdua?" Zhou Mi menutup mulutnya begitu kalimat itu keluar dari bibirnya. Dia tak ingin menanyakan ini. Dia tahu jawabannya. Kyuhyun tak malu dengan hubungan mereka berdua.

"Aku tak malu. Aku hanya belum siap untuk mengatakan pada dunia tentang hubungan kita."

"Apa bedanya?"

"Aku belum siap mengatakan apapun pada dunia karena aku belum siap kalau aku harus berpisah dengan Mimi. Aku tak ingin seperti Heechul hyung dan Hankyung hyung yang terpaksa berpisah karena managemen mengetahui hubungan mereka berdua. Menagemen itu kejam Mimi. Mereka tak akan segan-segan memisahkan kita kalau mereka tahu kita benar-benar menjalin hubungan."

"Bukan 'kita' Kui Xian, tapi 'aku'!"

"Sama saja. Kalau Mimi keluar, aku juga akan keluar. Aku tak mau sendiri. Mimi adalah alasan terbesarku kenapa aku bertahan di sini."

Hati Zhou Mi terus berperang. Antara tetap menjalani hubungan ini atau memutuskannya saja. Diliriknya Kyuhyun yang kini bergelung di ranjang miliknya. Wajah tampan yang telah melalui banyak cobaan. Pasti dia kuat melewati yang satu ini juga.

"Kui Xian, bagaimana kalau kita putus?" Zhou Mi lagi-lagi tak sadar telah mengatakan apa yang ada di dalam otaknya hingga kalimat itu telah keluar dari mulutnya. Diamatinya wajah syok Kyuhyun dihadapannya.

"Apa? Apa yang baru saja gege katakan?"

Zhou Mi menelan ludah sebelum kembali mengulang kata-katanya tadi, "Bagaimana kalau kita putus?"

Tanpa Kyuhyun sadari setetes air mata meleleh di pipinya. Dari semua yang Kyuhyun pikir bisa keluar dari mulut Zhou Mi, dia tak pernah berfikir Zhou Mi akan bisa mengucapkan kata-kata itu.

"Kenapa?" hanya itulah yang bisa dikatakan Kyuhyun.

"Aku tak ingin semakin meyuliltkanmu Kui Xian. Sejak awal aku tahu hubungan kita salah. Aku tahu akan terlalu banyak rintangan. Dan aku tahu hubungan kita ini sulit untuk terwujud. Dan yang pasti aku tak ingin menjerumuskanmu ke dalam hubungan yang tak mungkin seperti ini. Aku tak tega. Suatu saat nanti, saat Super Junior tak lagi ada, saat kamu sudah lebih dewasa dan sudah memikirkan tentang seorang anak kecil yang akan meneruskan namamu, kamu akan menyesali hubungan kita. Sebelum itu semua terjadi lebih baik kita putus."

"Aku tak mau. Aku tak butuh semua itu. Selama Mimi ada di sampingku, aku tak butuh apapun lagi. Aku tak peduli tak ada yang meneruskan nama keluargaku. Masih ada Ahra Noona yang bisa diandalkan. Andaikan kita ingin memiliki anak, kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan."

"Aku ingin kamu kembali 'normal'. Aku tahu, kamu bukan seorang gay. Kamu menjadi seperti ini karena aku. Aku yang telah merusakmu. Lagipula hubungan kita melukai banyak orang. Apa kamu tak menyadarinya?"

"Siapa?"

"Orang tua kita. Fans-fans kita. Kita sudah menipu banyak orang."

"Aku tak peduli kalau aku telah menipu banyak orang. Mimi-ge mengatakan ini karena Mimi sudah tak mencintaiku lagi?"

"Darimana kamu mendapat pikiran sperti itu. Aku mencintaimu. Teramat sangat mencintaimu. Karena itulah aku rela melepasmu. Aku tak ingin menyeretmu semakin jauh dengan hubungan yang tak mungkin ini."

"Kalau gege mencintaiku, tetaplah di sampingku. Kita hadapi semua bersama-sama."

"Aku tak bisa." Zhou Mi hanya mengucapkan sepatah kata itu sebelum pergi meninggalkan Kyuhyun. Dia keluar tanpa sekalipun melirik ke arah Kyuhyun. Dia takut, sekali saja dia melihat kesedihan di mata Kyuhyun, hatinya akan goyah. Dia sudah memutuskan ini. Ini yang terbaik untuk semua. Kyuhyun lelaki yang kuat. Dia pasti bisa menerima keputusannya.

.

.

Kyuhyun menatap kepergian Zhou Mi dengan air mata berlinang. Beginikah akhir hubungan mereka berdua? Hanya karena dia yang memandang lembut pada Hye Rin, Zhou Mi kembali mengungkit masalah ini lagi.

Dalam pikirannya, dia tahu yang dikatakan Zhou Mi benar adanya. Dia bukan gay, baginya hanya ada Zhou Mi. Andaikan Zhou Mi tak ada, dia tak akan berpaling pada namja lain. Dia juga tahu, mereka akan melukai banyak orang jika hubungan mereka ini terungkap. Siapa yang paling terluka? Tentu saja orang tua mereka. Tapi apa daya? Dia sangat mencintai Zhou Mi. Baginya Zhou Mi adalah hidupnya. Dia tak peduli dengan yang lain selama Zhou Mi ada di sisinya. Egois memang. Tapi inilah perasaannya.

Dan sekarang, Zhou Mi memutuskannya? Memutuskannya karena Zhou Mi sangat mencintainya? Kenapa harus seperti ini? Kenapa harus putus jika memang masih cinta? Apa kata-kata Zhou Mi barusan bohong belaka. Apa Zhou Mi sudah tak mencintainya lagi? Tidak… Tidak… Dari sikap dan ucapan Zhou Mi selama ini, dia tahu Zhou Mi sangat mencintainya. Tapi kenapa akhirnya dia memutuskannya?

Kyuhyun memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Berbagai pikiran terus melayang-layang di otaknya. Dia merasa lelah dengan semua ini. Dan dia semakin lelah saat mendengar semua perkataan Zhou Mi. Yang diinginkannya saat ini adalah melupakan semuanya dan tidur. Mungkin setelah tidur, dia bisa berfikir dengan lebih jernih.

Sudah setengah jam lebih Kyuhyun berusaha memejamkan matanya. Tapi percuma saja. Tiap kali dia memejamkan matanya, dia terus mendengar kata-kata putus yang terucap dari bibir Zhou Mi. Tiba-tiba dia teringat. Dia masih memiliki sebotol obat tidur yang disimpannya di laci mejanya. Dengan tergesa diambilnya obat itu. Ditelannya dua butir obat sekaligus dan kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Berharap kantuk akan segera datang menyergapnya.

Sayang sekali, kantuk yang diharapkannya tak juga kunjung datang. Merasa obat tidurnya sama sekali tak berfungsi, dibukanya kembali laci meja tempat obat tidurnya berada dan kali ini dia menelan lima butir obat sekaligus. Beberapa menit setelah dia menelan semua pil itu, kepalanya mulai terasa berat. Tapi dia tak lagi mendengar suara Zhou Mi yang meminta putus darinya. Ditariknya nafasnya dengan perlahan. Akhirnya dia bisa tidur dengan tenang. Tak akan ada lagi masalah yang mengganggu pikirannya. Yang ingin dia ingat hanyalah kata-kata Zhou Mi yang mengatakan dia sangat mencintainya. Lupakan masalah yang lain.

.

.

Te be ce

.

.

Maaf… maaf baru sempat publish. Seharian gak ngidupin leppi… btw, maaf kalo agak aneh. Disini Mina Cuma pingin sedikit menulis realita. Bagaimana seorang gay menghadapi perbedaannya dengan orang lain. Karena gimanapun juga, pasti awal mula mereka jadi seperti itu juga penuh dengan perang batin. So, no bashing please…

Balasan review ::::

Mimiyeon & lee sunhee :: ini udah Mina update. Dan Mimi sepertinya masih demen marah.

Momoelfsparkyukyu :: kya kya…. Ketemu MiXian shipper lagi… Mina senang buanget. Mimi bukannya marah. Tapi apa ya? Perasaannya baru complicated tuh.. ntar Siwon kok… tunggu aja waktunya… hehehe…

Kim chaeri :: wah makasih… ternyata masih ada yang mengingatku di FFn… Mina juga merindukan nama eonnie nongol di kotak review Mina… hehehe

Kyuna :: wo ye ani ni Kyuna… xixixi… maaf.. ceritanya gak bisa begitu sesuai permintaan, ini Kyuniie Mina sakiti lagi.

Titik Koma :: makasih buat sarannya. Iya memang lumayan ada agak banyak typo. Kali ini sudah Mina cek sampai berkali-kali. Tapi entah kalo masih ada Typonya… alur kecepetan? Aduh… Mina usahakan kali ini diperlambat dikit..

Aya babyKyu :: makasih….

Rizkyeonhae :: kan Mimi juga manusia biasa. Jadi masih bisa ngambek dong..

WookieBabyKyu :: ini masih ada beberapa persediaan FF MiXian di leppi… ntar Mina publish satu persatu..

DevourKyu :: hambar ya? Mungkin karena yang eonnie katakana, chap kemarin baru awal dari konflik… makasih buat sarannya…

Princessintaan :: ini udah Mina lanjut..

Kangkyumi :: sejak Mina suka ma Suju, Mina langsung suka ma couple ini…

Kyumi Bunny :: makasih.. ini Mina udah update… maaf kalo ceritanya gak sesuai dengan yang diinginkan..

Tya andriani :: ini masalah intinya belum mulai tya eonnie…

Enno KimLee :: perasaan orang kan complicated eonnie. Niatnya biar Mimi gak kepikiran, gak tahunya Mimi malah ngambek.

Cho tika hyun :: haduh… tebakannya eonnie bener.. jadi gak seru dong ceritanya.

Amyeka :: oce.. oce… last part in progress…

.

Thanks for reading.