It's You (Neorago) part 6-7 / 11
.
.
Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi
Cast :: All SJM member
Genre :: Romance / Family
Rate :: Aman
Warning :: Yaoi, gaje, gak mutu, lebay, missTypo, penggunaan nama yang gonta-ganti sesuai mood Mina, dan bahasa yang agak gak jelas, bagi yang gak suka gak usah baca, karena Mina tidak menerima flame atau sebangsanya. Mina hanya menerima saran dan kritik yang membangun, bukannya yang menjatuhkan…
Disclimer :: Semua nama yang Mina sebut disini punya semua ELF di seluruh dunia, kecuali KYU dan Zhou Mi. mereka punya Mina (hahahaha)
.
.
**Kyuhyun POV**
Ugh… Kenapa di sekitarku gelap seperti ini? Aku ada dimana? Dimana hyungdeul? Dimana Appa dan Umma? Dimana Ahra noona? Dimana Mimi-ge?
Ah ya… Mimi-ge! Bukankah yang berdiri di depan sana itu Mimi? Aku tahu itu Mimi walaupun aku hanya melihat siluet belakangnya. Aku berjalan mendekatinya dan memanggil namanya. Tapi semakin aku berjalan, jarak yang terbentang di antara kami justru semakin lebar. Dia bahkan tidak menoleh sekalipun. Aku terus memanggil namanya. Tiba-tiba saja Mimi menghilang. Aku jatuh terduduk dan terus memanggil namanya tanpa merasakan genangan air yang tanpa kutahu sudah mencapai dadaku. Aku masih terus memanggil namanya. Aku sudah hampir tenggelam ketika tiba-tiba saja air itu menghilang secepat datangnya dan digantikan sinar hangat yang menyelimutiku dan memberikanku rasa aman. Samar-samar terdengar suara yang sangat familiar yang mendendangkan sebuah nada yang membuatku tenang.
Sinar hangat itu terus menyelimuti, hanya saja kini aku merasakan tubuhku terguncang perlahan. Mataku terasa seperti dilekatkan dengan lem. Hingga walaupun aku berusaha sekuat tenaga untuk membuka mataku, mata ini tetap saja terasa sangat sulit untuk terbuka. Kucoba terus untuk membuka mataku dan akhirnya aku berhasil. Sedikit demi sedikit aku bisa melihat cahaya yang terasa sangat menyilaukan mataku.
Setelah kesadaranku telah kembali sepenuhnya aku menyadari asal sinar hangat yang terus menyelimutiku dan perasaan berguncang yang tadi aku rasakan. Saat ini aku berada di pelukan Mimi-ge yang mengangkat tubuhku seperti mengangkat seorang putri. Rasa berguncang itu dikarenakan jalannya yang lumayan tertatih-tatih karena beban berat tubuhku. Dari sudut mataku aku bisa melihat Sungmin hyung yang berjalan di depan dan Siwon hyung yang mengikuti di belakang kami. Mereka bertiga tidak menyadari kalau aku sudah bangun dan terus berjalan. Kumanfaatkan saja waktu ini untuk mengamati wajah Mimi-ge yang sangat kucintai. Garis rahang yang tegas terlihat jelas dari posisiku saat ini. Bibir yang saat ini kehilangan lengkungannya karena tak ada senyum yang terukir disana. Tatapan jauh ke depan yang terlihat kosong dan lingkaran hitam di bawah matanya. Apakah masalah kemarin juga menyiksanya sama sepertiku? Tapi kenapa dia harus tersiksa? Bukankah dia yang memutuskanku?
Begitu kata putus hinggap di otakku, air mata langsung menyelimuti kedua bola mataku. Ya… Kemarin kami sudah putus. Sekarang aku bukan siapa-siapanya lagi. Lengan hangat ini sudah bukan milikku lagi. Senyumnya bukan untukku lagi. Tatapan mata penuh cinta itu tak akan kujumpai lagi. Detak jantung yang menenangkan ini tak akan pernah kudengar lagi.
Aku terus menatap wajahnya. Berusaha menyimpan sebanyak mungkin kenangan tentangnya. Garis wajahnya, aroma tubuhnya, irama detak jantungnya. Mungkin saja ini terakhir kalinya aku bisa menikmati itu semua.
Tiba-tiba saja pandangan mata Mimi-ge tak lagi menatap ke depan, tapi perlahan-lahan turun untuk menatapku. Sesaat kurasakan jantungnya berhenti berdetak saat ekspresi terguncang itu terlihat di wajahnya. Hanya beberapa detik ekspresi itu singgah di wajahnya, sesaat kemudian terlihat wajahnya yang memancarkan perasaan lega dan sedih pada saat bersamaan.
"Kui Xian…" sebutnya. Kusimpan suara itu dalam memori otakku. Setidaknya untuk terakhir kalinya aku bisa mendengarnya menyebut namaku dengan lembut. Setelah ini aku akan melepaskannya jika itu benar-benar membuatnya bahagia.
**End Kyuhyun POV**
.
.
Begitu nama Kyuhyun lolos dari bibir Zhou Mi, baik Siwon ataupun Sungmin segera bergegas menghampirinya. Ekspresi mereka langsung terlihat lebih cerah saat mereka melihat Kyuhyun telah membuka matanya. Tapi raut wajah itu segera beralih menjadi raut wajah prihatin saat melihat ekspresi Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, akhirnya kamu bangun juga! Jangan melakukan hal seperti ini lagi! Kamu tak tahu betapa khawatirnya kami!" Sungmin membelai rambut Kyuhyun dengan sayang. Kyuhyun kembali memejamkan matanya menikmati belaian itu.
"Kyuhyun-ah, bagaimana perasaanmu?" Siwon bertanya dengan raut wajah khawatir. Dibelainya pipi Kyuhyun agar dia mau membuka matanya lagi. Ketika akhirnya Kyuhyun membuka matanya lagi, bola mata itu terlihat kosong tapi dia mengangkat kedua lengannya dan mengalungkannya ke leher Siwon. Permintaan tanpa kata agar Siwon yang menggantikan Zhou Mi untuk menggendongnya.
Siwon yang memahami maksud Kyuhyun segera mengambil Kyuhyun dari pelukan Zhou Mi sambil melemparkan senyum meminta maaf pada Zhou Mi yang hanya bisa diam mematung, terkejut dengan tindakan Kyuhyun. Dia berjalan kembali menuju dorm karena dia mendengar bisikan Kyuhyun yang ingin kembali ke kamar. Sungmin mengikuti di belakangnya. Dengan handphone yang menempel di telinganya untuk menelepon member lain yang sudah menunggu di Van. Tak lupa dia menepuk bahu Zhou Mi saat melewatinya.
Zhou Mi berdiri terpaku di tempatnya. Pandangannya nanar menatap punggung Siwon yang semakin menjauh dengan Kyuhyun di pelukannya. Hatinya tadi yang sudah merasa sakit saat Kyuhyun tak mau lagi menatap matanya kini semakin sakit karena Kyuhyun lebih memilih Siwon daripada dirinya. Dia sangat cemburu saat Sungmin dan Siwon membelai Kyuhyun. Dan dia merasa tak memiliki hati lagi saat melihat Kyuhyun memeluk leher Siwon.
Zhou Mi tahu alasan dibalik sikap Kyuhyun ini. Tapi tetap saja rasa sakit di hatinya tak juga berkurang. Malah terasa semakin menyayat karena dia sendirilah yang membuatnya. Dialah yang kemarin memutuskan Kyuhyun. Dialah yang membuat Kyuhyun meminum semua obat sialan itu. Dialah yang telah membuang Kyuhyun. Jadi seharusnya dia tidak terkejut kalau saat ini Kyuhyun lebih memilih bersama Siwon dari pada dirinya. Zhou Mi sadar semua itu. Tapi tetap saja hatinya tak mau menerima semua ini. Karena bagaimanapun juga dia masih sangat mencintai Kyuhyun dengan intensitas yang kadang membuatnya takut.
Zhou Mi berusaha menguatkan hatinya. Dia telah menyakiti Kyuhyun dengan sedemikian rupa, pastinya Kyuhyun tak akan dengan mudah membuka hatinya lagi. Tapi dia tak akan menyerah. Dia akan mendapatkan maaf dari Kyuhyun dan akan mendapatkan cintanya lagi walaupun dia harus mengorbankan harga dirinya dengan memohon kepada Kyuhyun. Ya, dia akan memastikan Kyuhyun akan kembali ke pelukannya dan dia berjanji tak akan mengulang kesalahan yang sama. Dengan keyakinan itu Zhou Mi menyusul Siwon dan Sungmin yang telah kembali ke dorm.
.
.
Zhou Mi menguatkan hati untuk memasuki kamar yang dibaginya dengan Kyuhyun. Jantungnya berdetak dengan tak beraturan seperti dulu saat dia sedang mendekati Kyuhyun. Yang berbeda adalah kalau dulu jantungnya berdebar karena perasaan senang dan perasaan penasaran dengan sikap yang akan ditunjukkan Kyuhyun, tapi saat ini jantungnya berdebar karena rasa sakit. Sakit karena dia tahu dia tak akan mendapatkan sambutan berupa senyum tulus yang terkembang tiap kali Kyuhyun melihatnya. Sakit karena dia tak akan bisa memeluk tubuh hangat Kyuhyun lagi, setidaknya untuk saat ini. Sakit karena dia harus memandang ke dalam bola mata Kyuhyun yang kosong. Seandainya boleh memilih, dia lebih memilih melihat kekecewaan atau kepedihan di dalam bola mata hitam itu, daripada tidak melihat apapun di sana. Dengan segenap rasa sakit itu Zhou Mi menekan kenop pintu kamarnya dan bersiap menerima apapun yang memang pantas dia dapatkan.
Tak ada yang aneh dengan pemandangan yang menyambutnya di dalam. Kyuhyun berbaring di ranjangnya, wajahnya menoleh kearah Sungmin yang sedang berbicara padanya. Siwon duduk di kaki ranjangnya. Memandang Kyuhyun dengan penuh rasa sayang. Ada sedikit kemarahan yang tumbuh di hati Zhou Mi melihat tatapan itu. Rasa tidak terima melihat orang yang dicintainya ditatap dengan sedemikian rupa oleh lelaki lain. Dengan langkah perlahan dihampirinya ranjang Kyuhyun, tinggal beberapa langkah lagi dia sampai ketika pintu menjeblak dengan suara keras dan empat sosok bergegas masuk ke dalam kamar dengan berisik.
"Kyuhyunnie, kamu benar-benar sudah sadar?" Ryeowook langsung berdiri di sisi ranjang yang berseberangan dengan Sungmin. Tangannya terjulur untuk memeriksa suhu tubuh Kyuhyun. Eunhyuk dan Donghei berdiri dibelakangnya dengan raut wajah khawatir. Donghei mengambil tangan Kyuhyun dan memijatnya pelan.
"Aku sudah tidak apa-apa Wookie hyung. Hanya masih agak lemas. Maaf sudah membuat hyungdeul khawatir." Kyuhyun menjawab dengan suara lemah. Kepalanya tertunduk menghindari tatapan dari member lain. Zhou Mi sudah ingin maju untuk bicara. Dia tidak terima jika Kyuhyun menyalahkan dirinya sendiri, karena kalau ada yang harus disalahkan, maka orang itu adalah dirinya. Bukan Kyuhyun.
"Kenapa harus minta maaf Kyunnie? Tak ada yang perlu dimaafkan. Kami sangat lega dongseng tersayang kami akhirnya bangun dari tdur lelapnya. Bagaimana kalau kamu makan dulu? Mungkin setelah makan tubuhmu akan terasa lebih bertenaga?" Sungmin memandang sayang ke arah Kyuhyun.
"Kamu mau makan apa Kyuhyunnie? Akan aku buatkan apapun yang kamu minta. Kamu sudah tidak makan lebih dari 24 jam, tentu saja tubuhmu lemas!" Ryeowook sangat bersemangat menanyakan kemauan Kyuhyun.
"Terserah hyung saja. Yang penting jangan sayuran. Atau aku tidak akan menyentuhnya!" Kyuhyun sedikit mengernyit saat mengatakan sayuran. Satu-satunya jenis makanan yang dibencinya.
"Baik. Tenang saja. Akan aku buatkan makanan yang tidak ada sayurannya sama sekali." Ryeowook melenggang meninggalkan kamar setelah sebelumnya mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang.
"Aish… hentikan kebiasaan itu Wookie hyung! Rambutku semakin berantakan kan?" Kyuhyun mendecih kesal. Entah kenapa semua hyung nya senang sekali mengacak-acak rambutnya.
.
.
"Kenapa hanya mematung disini Mimi-ge? Tidak mendekati Kui Xian-ge?" Henry berbisik di telinganya.
"Aku sedang menyiapkan hatiku Henry."
"Kui Xian-ge terlalu mencintaimu hingga tak mungkin dia sengaja menyakitimu Mi-ge." Kata Henry apa adanya.
Zhou Mi tersenyum kecut. "Itu dulu. Sebelum aku mengacaukan semuanya karena ketololanku."
Henry hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu harus berkata apa-apa. Dihampirinya ranjang Kyuhyun dan duduk di kaki ranjang seperti yang dilakukan Siwon. Dia sama sekali tak menyadari kalau tadi ada sepasang mata yang memandang sendu ke arahnya saat dia berbisik di telinga Zhou Mi.
Donghei, Eunhyuk, dan Sungmin terus mengajak Kyuhyun bicara. Menceritakan apa saja yang terjadi selama Kyuhyun tidur. Kyuhyun tersenyum mendengar semua ceracauan hyungdeulnya. Dia tetap bersikap seperti biasa, seolah-olah dia tak pernah meminum 7 butir obat sekaligus dan tertidur lama. Dia kadang tertawa dan memandang hyungdeulnya bergantian. Hanya saja dia tak pernah memandang ataupun melirik Zhou Mi. Seolah-olah Zhou Mi tak ada di sana. Melihat sikap Kyuhyun padanya, Zhou Mi hanya bisa tersenyum getir. Memang sikap apa yang dia harapkan dari Kyuhyun setelah dia menyakiti hati Kyuhyun dengan membabi buta seperti kemarin?
"Sungmin-hyung, bisa tolong ambilkan handphoneku?" suara Kyuhyun yang masih agak parau menembus gendang telinga Zhou Mi dan mengembalikan perhatian Zhou Mi pada sosok yang kini sudah duduk bersandar pada kepala tempat tidur.
Sungmin mengangguk dan mengulurkan benda yang dimaksud pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya, mengucapkan terima kasih dan menekan sederetan angka untuk menghubungi managernya.
"Ji Hoon-hyung?" panggilnya pelan.
"…" terdengar suara dari seberang tapi Zhou Mi sama sekali tak bisa menangkap satu patah katapun yang dikatakan manager Kyuhyun.
"Ne… aku tidak apa-apa. Hyung bisa mengatur ulang jadwal kami. Termasuk jadwalku di Korea."
"…" suaranya terdengar sedikit lebih keras. Menandakan ketidaksetujuan.
"Aku sudah sehat. Aku hanya sedikit lemas mungkin karena belum makan."
"…"
"Wookie hyung sedang membuatkannya untukku. Hyung tidak usah khawatir lagi."
"…"
"Ne. sampai nanti sore hyung." Setelah sambungannya terputus Kyuhyun meletakkan handphonenya di sampingnya. Agar lebih mudah kalau dia membutuhkannya lagi. Yang lain menatapnya bingung. Apa benar yang mereka pikirkan kalau Kyuhyun sudah berniat untuk bekerja?
"Kui Xian, kenapa kamu tidak beristirahat dulu dan malah memilih bekerja?" Zhou Mi memandang tak setuju ke arah Kyuhyun. Member yang lain ikut mengangguk tapi tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Mereka penasaran, kira-kira apa yang akan dikatakan oleh Kyuhyun pada Zhou Mi setelah semua yang terjadi kemarin.
"Aku tidak sakit Zhou Mi-sshi. Jadi untuk apa istirahat dan membatalkan jadwal kita?" Kyuhyun menjawab dengan suara yang datar dan sama sekali tak mengalihkan matanya untuk menatap Zhou Mi.
Zhou Mi terhenyak dengan jawaban Kyuhyun. Bukan hanya karena suaranya yang datar tapi karena dia memanggilnya dengan nama lengkap yang belum pernah dia gunakan sebelumnya.
"Kamu memanggilku apa?" Zhou Mi bertanya sambil berdoa di dalam hati. Semoga saja tadi dia salah dengar.
"Zhou Mi-sshi?" kali ini Kyuhyun mengalihkan tatapan matanya padanya. Dan hati Zhou Mi semakin sakit melihat apa yang dia lihat di sana. Kosong. Tak ada apa-apa. Tak ada kesedihan. Tak ada kebencian. Tak ada kegembiraan. Tak ada apapun di sana. Seolah-olah Kyuhyun tak merasakan apapun lagi.
"Kenapa?"
"Memang kenapa? Yang lain juga memanggil seperti itu kan?"
"Kamu tak pernah memanggilku dengan nama itu." Suara Zhou Mi bergetar. Matanya sudah mulai dilapisi Kristal bening.
"Berarti mulai sekarang Zhou Mi-sshi harus membiasakan diri dengan panggilan itu." Sahut Kyuhyun dingin.
Kata-kata bantahan sudah ada di ujung lidah Zhou Mi , tapi sebuah tangan menarik lengannya. Dilihatnya Sungmin yang menggeleng dan menampakkan raut tidak setuju. "Tenanglah dulu!" ucapnya tanpa suara.
"Tapi…" Zhou Mi bersiap membantah Sungmin tapi dibatalkannya setelah melihat tatapam membunuh Sungmin. Minimal dia masih bisa berpikir lurus dengan tidak mencari masalah dengan member lain.
"Keluarlah dulu. Aku akan mencoba bicara pada Kyuhyun." Bisiknya sebelum bicara dengan keras pada yang lain.
"Donghei-ya, Eunhyukkie, Siwonnie, Henry-ah bagaimana kalau kita keluar? Kita biarkan Kyuhyun makan dan istirahat dulu. Kita juga harus beristirahat. Karena nanti malam kita sudah mulai bekerja." Dipandanginya semua dongsengdulnya itu dengan tatapan penuh arti. Semua mengangguk. Memahami pesan tersirat yang disampaikan oleh Sungmin. Satu persatu mereka keluar dari ruangan itu setelah mencium kening Kyuhyun. Hanya Zhou Mi yang tak melakukannya. Dia hanya mengamati Kyuhyun dengan raut wajah sedih sebelum meninggalkan kamar itu dengan langkah lunglai. Dia tak menyadari ekor mata Kyuhyun yang mengikuti kepergiannya.
Sungmin yang terakhir tinggal di ruangan itu. Dipandanginya Kyuhyun dengan ekspresi campur aduk sebelum diputuskannya untuk bicara apa adanya pada dongsengnya itu. "Apa kata-katamu untuk Mimi tadi tidak keterlaluan Kyuhyunnie? Kulihat dia sangat terpukul saat kamu memanggilnya dengan Zhou Mi-sshi."
Kyuhyun menatap Sungmin dengan bola mata yang berlumur air mata. Ketika dia membuka mulutnya satu dua isakan lolos dari mulutnya. "Aku tak tahu hyung. Aku hanya tak bisa memanggilnya seperti biasa. Terlalu menyakitkan jika aku menggunakan panggilan itu. Aku butuh waktu hyung. Setelah semua yang terjadi kemarin aku jadi bisa melihat masalah ini dari sudut pandang lain. Mungkin ini saatnya bagi kami untuk mengambil jarak. Untuk memikirkan ulang apa yang telah kami jalani dan apa yang akan kami lakukan. Jika memang perasaan kami masih sama kuatnya, kami pasti bisa bersama lagi." Kyuhyun semakin terisak. Dia menekuk kedua lututnya dan memendam wajahnya dalam-dalam ke sana. "Aku bukannya tak melihat kesedihannya hyung, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Tolong jauhkan dia dariku. Aku tak ingin melukainya lagi seperti tadi. Kumohon hyung." Suara Kyuhyun sangat menyayat hati. Sesakit apapun hatinya saat ini, dia tetap tak bisa mengacuhkan kepedihan yang dia berikan pada Zhou Mi.
"Kalau dia tak mau Kyuhyunnie?"
"Aku yang akan menjauh darinya. Aku tak ingin melihatnya bersedih seperti tadi. Cukup aku saja yang menderita. Jauhkan Mimi-ge dari ini semua!" isaknya makin keras. Perasaannya tercabik, antara ingin ingin mempertahankan Zhou Mi di sisinya dengan status apapun yang akan disandangnya, atau mengusirnya jauh-jauh agar dia tak melukainya lagi.
Sungmin yang tak tega melihat keadaan Kyuhyun segera memeluknya. Bahu Kyuhyun bergetar, isakannya makin menyayat. Sungmin berkali-kali melihat Kyuhyun menangis, tapi dia tak pernah menyiapkan dirinya untuk mengahadapi Kyuhyun yang sangat putus asa seperti sekarang. Sungmin tak tahu harus mengatakan apa. Tak ada kata yang dapat menenangkan hati Kyuhyun saat ini. Jadi dibiarkannya Kyuhyun melepaskan bebannya. Semoga dengan menumpahkan air mata kepedihan di hatinya dapat sedikit berkurang.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan nampak Ryeowook yang masuk ke kamar dengan membawa nampan yang berisi penuh makanan. Ryeowook mengangkat sebelah alisnya dan memandang penuh Tanya pada Sungmin. "Masuklah… Nanti kujelaskan apa yang terjadi." Katanya tanpa suara.
Ryeowook masuk dengan langkah ragu-ragu. Diletakkannya nampan itu di atas meja nakas dan ikut memeluk Kyuhyun. Sama seperti Sungmin, dia hanya diam sambil membelai punggung Kyuhyun. Dia menggigit bibirnya keras. Mencegah isakan yang mungkin akan lolos dari mulutnya. Dia sedih melihat keadaan Kyuhyun. Entah apa yang terjadi tadi saat dia memasak, tapi yang pasti itu bukan hal yang baik karena Kyuhyun lagi-lagi menangis. Bahkan hingga seperti ini. Kyuhyunlah yang sejak awal member yang paling dekat dengannya, dan mendengarnya menangis seperti ini, membuatnya tak tahan untuk meneteskan air mata juga.
Entah berapa lama waktu berselang. Tak ada satupun dari mereka bertiga yang perduli dengan berlalunya waktu. Isakan Kyuhyun semakin lama semakin pelan dan sekarang sama sekali tak terdengar apapun. Hanya tarikan nafasnya yang teratur yang menandakan kalau dia tertidur dengan kepala di atas pangkuan Sungmin. Dengan sepelan mungkin Sungmin memindahkan kepala Kyuhyun agar dia tidak terbangun. Setelah dirasanya Kyuhyun mendapat posisi yang nyaman, ditariknya selimut Kyuhyun hingga menutupi bahunya. Sungmin dan Ryeowook meninggalkan kamar Kyuhyun dengan mata sembap dan pipi yang berbekas linangan air mata.
.
.
Tebece
.
..
Karena part 6 sangat pendek, maka Mina sengaja menjadikan part 6 dan 7 jadi satu bagian... thanks buat yang udah review... maaf. Mina (lagi-lagi) belum bisa membalas satu persatu.. besok di skul Mina ada try out dan Mina dengan PDnya malah ngidupin laptop... ckckck...
Btw, udah pada tahu kan kalo Mimi? Mina gak sabar nunggu film itu beredar...
sekali lagi makasih buat : Enno KimLee :: rizkyonhae :: meong :: kyumilarrabe :: tya andriani :: cho tika hyun :: my kyuhyunnie :: wookiebabykyuu :: kangnkyumi :: minIRZANTI :: park nara quinnevil :: kyuminjoong :: momoelfsparkyu :: ninamum itha :: devour kyu :: kyumi bunny :: mimiyeon
review kalian menjadi penyemangat Mina untuk segera mempublish lanjutannya...
