It's You (Neorago) part 9

.

Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi

Cast :: All SJM member, Prince Manager (managernya Kyuhyun maksudnya)

Genre :: Romance / Family / angst

Rate :: Aman

Warning :: Yaoi, gaje, gak mutu, lebay, missTypo,

Disclimer :: Cerita ini punya Mina, Hasil kengacoan pikiran Mina, jadi jangan ada yang mengklaim macam-macam sedangkan semua nama yang Mina sebut disini punya semua ELF di seluruh dunia, kecuali Kyuhyun dan Zhou Mi, mereka orang tua Mina (hahaha)

.

.

Dengan tujuan untuk meringankan beban mereka berdua, Seunghwan-hyung (manager SJM) mengusulkan untuk merubah line order untuk sementara waktu. Henry berpindah ke samping Zhou Mi dan Kyuhyun berdiri di antara Sungmin dan Ryeowook. Mereka semua menerima usulan itu dengan senang hati, karena mereka sama-sama tahu kalau tak ada anjuran dari manager, Kyuhyun dan Zhou Mi pasti akan tetap duduk bersebelahan, tak peduli mereka akan menyiksa diri mereka masing-masing.

Recording malam itu berjalan lancar walaupun ada yang terasa berbeda menurut para staff. Menurut mereka, Zhou Mi terlihat tak seceria dan seramah biasanya. Dia masih tersenyum, tapi senyumnya terlihat palsu dan tidak lepas. Kyuhyun juga tak seusil dan banyak bicara seperti biasanya. Dia duduk diam dengan tenang diantara dua hyungnya dan hanya sesekali menyahut jika dirasa perlu.

Seusai recording mereka langsung kembali ke dorm, terkecuali Zhou Mi yang berkata masih memiliki sedikit urusan. Perjalanan pulang dilalui dalam diam karena hampir semuanya sudah tertidur. Hanya Kyuhyun seorang yang masih terjaga. Dia tak bisa terlelap karena dia sudah seharian tidur dan dia amat sangat khawatir pada Zhou Mi. Dia penasaran, ada urusan apa sehingga dia tak bisa pulang dengan mereka? Zhou Mi memang sering keluar, tapi dia tak pernah lagi keluar malam semenjak Kyuhyun menegurnya dulu. Kalaupun ada kepentingan biasanya dia kan mengajak salah satu dari mereka atau minimal mengatakan secara detail dia akan kemana dan ada urusan apa. Sedangkan tadi dia hanya mengatakan dia tak bisa pulang bersama dan pergi begitu saja. Kyuhyun hanya bisa berharap semoga Zhou Mi tidak melakukan sesuatu yang mungkin bisa menyulitkan dirinya sendiri.

.

.

Begitu berpisah dengan member yang lain, Zhou Mi segera mencari taksi dan mengatakan tempat tujuannya pada sopir taksi tersebut. Taksi itu berhenti di depan sebuah diskotek yang lumayan ramai. Diskotek yang dulu pernah menjadi tempat langganannya.

Tak sulit bagi Zhou Mi untuk masuk ke tempat itu karena bodyguard tempat itu sudah mengenalnya dan walaupun sudah tak pernah datang, dia masih memiliki membercard diskotek itu. Suasana hingar bingar langsung menyambutnya begitu dia masuk. Dia berjalan lurus ke arah bar dan disambut hangat oleh seorang bartender yang telah mengenalnya dengan baik.

"Zhou Mi! Wah, sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Sudah berapa lama ya kamu tidak mampir kemari?" tanyanya dengan sangat antusias. Diulurkannya tangannya untuk berjabat tangan dengan Zhou Mi.

Zhou Mi membalas jabat tangan itu dengan tidak antusias. Didudukkannya tubuh tingginya di kursi tinggi di depan bar dan langsung mengatakan pesanannya. "Sudah lama sekali sepertinya aku tidak ke sini. Bisa tolong buatkan aku yang biasanya?"

"Eh… Kamu yakin? Kamu datang sendiri?" Bartender itu melongok ke belakang Zhou Mi. mencari tahu adakah yang menemani lelaki itu kemari. Dia ingin memastikan ada yang menemani Zhou Mi jikalau saja Zhou Mi sampai mabuk.

"Tentu saja." Zhou Mi hanya menjawab pertanyaan pertama bartender tersebut. Ia yakin dia sudah memiliki jawaban untuk pertanyaan kedua.

"Kamu sedang ada masalah? Karena itulah kamu kemari?" bartender itu terus bertanya pada Zhou Mi sementara kedua tangannya sibuk mempersiapkan minuman yang diminta olehnya.

"Kenapa kamu masih bertanya kalau sudah tahu jawabannya?" Zhou Mi menaikkan kedua alisnya. Hal yang sangat tidak Zhou Mi sama sekali.

"Kalau boleh tahu kamu ada masalah apa? Kamu bisa bercerita seperti yang sering kamu lakukan dulu." Bartender tersebut menyerahkan segelas penuh cairan alcohol pada Zhou Mi dan duduk dengan tenang di hadapannya dengan pandangan penuh tanya. Menunggu Zhou Mi untuk menceritakan masalahnya.

Zhou Mi memandang penuh perhitungan pada orang di hadapannya itu. Orang yang telah lama dikenalnya dan memang selama ini dia dapat dipercaya. Tapi dia juga tak ingin mengambil resiko terlalu besar, jadi dia tak sepenuhnya menceritakan masalahnya. Diteguknya cairan berwarna merah di hadapannya sebelum memulai ceritanya.

"Aku melakukan kesalahan besar. Karena kecemburuanku, aku memutuskan kekasihku sehingga dia hampir saja kehilangan nyawanya. Dan sekarang, dia sudah tak menganggapku ada."

"Tinggalkan saja dia. Kalau semudah itu dia melupakanmu berarti dia tidak benar-benar mencintaimu. Masih banyak wanita di luar sana yang sangat mengharapkanmu. Kenapa jadi bermasalah hanya karena satu wanita saja?" Bartender itu memandang Zhou Mi dengan tatapan tak percaya. Yang dihadapannya ini Zhou Mi SJM kan? Yang walaupun memiliki banyak antis tapi juga memiliki banyak fans. Harusnya orang seperti dia tidak usah memikirkan wanita kan? Karena para wanita akan datang ke pelukannya tanpa dia perlu berusaha.

"Tapi aku sangat mencintainya."

"Tapi cintanya padamu tak sebesar cintamu padanya." sanggah bartender itu.

"Dia juga sangat mencintaiku." Sahut Zhou Mi yakin. Hanya keyakinan itulah satu-satunya hal yang membuatnya tidak melakukan hal yang akan membuatnya melakukan hal-hal yang bisa membuatnya meninggalkan dunia ini.

"Bagaimana kamu masih bisa yakin dia masih mencintaimu jika dia sudah tak menganggapmu ada?"

"Karena kalau dia tak mencintaiku lagi, dia tak akan meminta sahabatnya untuk menjauhkannya dariku."

"Dia mengatakan itu padamu?" Bartender itu menatap Zhou Mi dengan tatapan tak percaya.

"Tidak. Sahabatnya yang bilang saat dia memukulku." sahut Zhou Mi datar.

"Oh… aku jadi mengerti sekarang. Kenapa kamu bertingkah seperti itu?"

"Sudah kubilang karena aku cemburu."

"Itu tak bisa jadi alasan untuk memutuskan seseorang."

"Sudahlah… Berikan aku minuman lagi. Bicara denganmu malah membuat kepalaku makin ruwet. Dan jangan menggangguku lagi. Aku hanya ingin minum."

Zhou Mi benar-benar mengabiskan malam itu di bar. Dia terus minum hingga dia lupa berapa banyak cairan keras yang telah masuk ke perutnya. Untuk kali ini dia benci dengan kemampuannya dalam mentolerir kadar alcohol. Karena kalau bukan karena kekebalannya dia pasti sudah mabuk dari tadi. Mabuklah yang sangat diinginkannya saat ini. Hanya dengan mabuk dia bisa melupakan kata-kata dingin Kyuhyun ataupun pandangan kosong yang diperlihatkannya tiap dia melihat Zhou Mi.

Pukul satu dini hari, Zhou Mi memutuskan untuk pulang. Kepalanya sudah terasa berat walaupun dia belum benar-benar mabuk. Dengan terhuyung-huyung dia keluar dari hingar bingar tempat itu dan mencari taksi. Dia tak ingat bagaimana dia bisa sampai di dorm dengan kesadaran yang hampir hilang seperti itu. Hal terakhir yang masih bisa diingatnya adalah ranjang kosong Kyuhyun yang telah ditinggalkan penghuninya.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi, tapi Kyuhyun belum juga berniat untuk memejamkan matanya. Sudah satu jam dia duduk sambil memeluk lututnya di sofa. Suasana dorm itu sepi. Hampir semua lampu telah dimatikan, hanya semburat sinar dari bawah pintu dan dari luarlah yang menerangi ruangan itu. Sesekali pandangannya teralih pada benda yang melingkar di pergelangan tangannya untuk mengecek waktu yang telah terlewati. Ditariknya nafas dalam-dalam. Kekhawatiran terus menggerogoti otaknya. Diraihnya handphonenya yang sedari tadi ada di sampingnya. Dengan lincah jarinya menyentuh layar handphonenya mengetikkan sebaris pesan ketika didengarnya suara berisik dari arah depan.

Kyuhyun menajamkan pendengarannya. Berusaha menangkap suara sekecil apapun. Dia mendengar suara klik yang menandakan ada seseorang yang membuka pintu. Kemudian suara brak yang agak keras saat pintu menutup dan suara gubrak keras seperti ada benda besar yang terjatuh di lantai. Kyuhyun mengeratkan pelukan tangannya pada kedua lututnya. Mencegah dirinya untuk berlari ke pintu depan dan melihat apa yang terjadi. Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki yang diseret. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan tangannya dan menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara apapun. Dengan jantung yang berdetak bertalu-talu dapat dilihatnya sosok tinggi Zhou Mi yang berjalan melewatinya dengan langkah diseret. Aroma alcohol menguar dari hembusan nafasnya. Kyuhyun tersedak kecil saat dia menyadari dari mana Zhou Mi pulang. Matanya mulai memanas melihat langkah Zhou Mi. Sebutir air mata meleleh di pipinya saat Zhou Mi menutup pintu kamar mereka. Dan suara isakan Kyuhyun terdengar begitu pintu kamar mereka tertutup.

"Kenapa harus jadi seperti ini?" tanyanya berkali-kali pada dirinya sendiri. Haruskah sekarang dia menghampiri Zhou Mi dan memeluknya. Menjanjikan semua akan baik-baik saja. Kembali ke saat sebelum dia pulang ke Korea. Ataukah dibiarkannya saja Zhou Mi menyiksa dirinya sendiri? Yang pada akhirnya sama saja dengan menyiksa dirinya juga? Kyuhyun terisak semakin keras. Pergulatan batin yang dia hadapi sungguh sangat membingungkannya. "Aku harus bagaimana?"

.

.

Te be ce

.

.

Maaf... Untuk update yang kelamaan... Dan maaf kalo ceritanya makin klise dan gak jelas... Mungkin hanya segini kemampuan Mina.

Balasan review:

Sparkyu :: ini udah update. hubungan mereka masih kacau nih.

Enno KimLee :: Sungmin kan sayang buanget ma Kyu. wajar aja klo dia marah lihat Mimi yang keras kepala.

Tya Andriani :: ini masih pendek. chap agak panjang di chap 10 dan 11.

WookieBabyKyuu :: crack pair ya? Mina gak tega buat crita crack pair. apalagi wookie itu milik sungie. dan siwon cuma nenangin dia aja.

Rizkyeonhae :: tambah dong. author yang sabar ya!

Kim Min Lee :: mereka emang rumit klo udah ketiban masalah... jarang kan bisa lihat Zhou Mi mewek?

Rose :: mreka bisa bersatu klo pikiran mereka sudah jernih.

minIRZANTI :: maaf siwooknya gak bisa muncul. soalnya di plot nya, Siwon ma donghei udah keburu balik buat syuting lagi.

Momoelfsparkyu :: kemarin sakit apa?

Meong:: iya. Mimi harus kerja extra keras klo mau ndapetin Kyu lagi. makasih doanya.

Buat yang reviewnya belum Mina balas, mianhe. Review kalian udah Mina baca berulang kali kok. tapi bingung mau njawab gimana. pokoknya makasih buat yang udah mau baca apalagi yang udah mau meninggalkan jejaknya. semoga chap 10 bisa segera Mina publish juga.

GOMAWO