It's You (Neorago) part 10
.
Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi
Cast :: All SJM member, Tao
Genre :: Romance / Family
Rate :: aman
Warning :: Yaoi, gaje, gak mutu, lebay, missTypo, bahasa yang belibet dan mungkin akan sulit untuk dipahami.
Disclimer :: terakhir kali Mina lihat di KK, tertulis Zhao Kui Xian sebagai Umma Mina dan Zhou Mi sebagai Appa Mina…. Hehehe… bercanda… semua cast yang ada di sini bukan milik Mina kok… Tapi ide cerita ini jelas punya Mina.
.
.
"Kyuhyun-ah… Kyuhyun-ah… Bangun!" Ryeowook yang terbiasa bangun pagi untuk menyiapkan sarapan terkejut saat melihat Kyuhyun yang tertidur di sofa tanpa menggunakan selimut. Didekatinya dongsaeng tersayangnya itu dan berusaha membangunkannya. Alis matanya mengernyit tidak senang saat dia menangkap adanya bekas air mata yang mengalir di pipi Kyuhyun. Ditariknya nafas dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya sebelum sekali lagi mengguncang pelan tubuh Kyuhyun untuk membangunkannya.
Kyuhyun yang semula tertidur karena kecapekan dengan perlahan membuka kedua kelopak matanya begitu merasakan seseorang mengguncang tubuhnya. Matanya berkedip beberapa kali agar pandangannya dapat focus pada wajah seseorang yang kini sedang berlutut di hadapannya. "Wookie-hyung?" tanyanya memastikan dengan suara yang serak.
"Pindahlah ke kamar Kyuhyun-ah. Jangan tidur di sini. Masih ada dua jam sebelum kita berangkat ke stasiun TV." Saran Ryeowook lembut. Dibelainya rambut Kyuhyun dengan sayang. Kyuhyun sekali lagi memejamkan kedua matanya, menikmati kasih sayang yang diberikan oleh hyungnya itu.
"Apa kita punya persediaan aspirin hyung?" Kyuhyun bertanya masih dengan kedua mata yang terpejam.
"Ada. Kamu sakit?" tanyanya khawatir. Disentuhnya dahi Kyuhyun mencoba mengecek suhu tubuhnya. Tidak panas katanya dalam hati.
Kyuhyun menahan tangan Ryeowook yang masih menyentuh dahinya dan berkata dengan pelan "Bukan untukku. Tolong berikan itu pada Mimi. Kepalanya pasti akan sangat sakit saat dia bangun nanti."
"Kenapa?"
"Dia semalam mabuk." Jawab Kyuhyun singkat.
Ryeowook mengangguk mengiyakan. "Sudah sana tidur. Pakai saja kasurku."
"Terima kasih hyung." Kyuhyun bangun dan menuju kamar Ryeowook dengan terhuyung-huyung. Ryeowook menatap punggungnya dengan ekspresi sedih. "Sampai kapan kalian akan menyiksa diri kalian?". Sekali lagi Ryeowook menghembuskan nafas keras-keras sebelum bangkit dan menuju dapur. Bersiap-siap untuk membuat sarapan.
.
.
Ryeowook sedang berbicara dengan menggunakan telepon ketika Zhou Mi masuk ke dapur dengan penampakan acak-acakan. Dia masih mengenakan baju yang dipakainya semalam. Rambutnya mencuat kemana-mana dan wajahnya terlihat amat sangat kusam. Dia menjatuhkan tubuh jangkungnya ke salah satu kursi di sana dan menelungkupkan kepalanya di atas meja. Ryeowook sedikit melirik ke arah hyungnya itu. Dia bisa mencium sedikit bau alcohol yang tertinggal di baju Zhou Mi.
"Sebentar Sungie hyung." Katanya pada Yesung di sebarang sana sebelum mengalihkan perhatiannya pada Zhou Mi.
"Pusing ge?" tanyanya.
"Ne… Ada aspirin?" sahut Zhou Mi dengan suara parau.
"Ada. Sebentar kuambilkan." Ryeowook meninggalkan handphonenya di meja begitu saja dan mengambilkan obat untuk Zhou Mi di lemari obat. Tak lupa diambilkannya satu gelas air putih dan meletakknya di depan Zhou Mi.
"Xie xie, Li Xu!" Zhou Mi menegakkan tubuhnya dan menelan obat yang diberikan oleh Ryeowook.
"Ehm… Mimi-ge?" tanyanya ragu-ragu.
"Ne? Ada apa?"
"Bagaimana kalau gege membersihkan diri dulu? Bau gege tidak enak." Ujar Ryeowook sambil berpura-pura menutup kedua hidungnya. Zhou Mi terkekeh pelan dan beranjak dari duduknya ketika sekali lagi dia memanggil Ryeowook.
"Li Xu, dimana Kui Xian?"
"Tidur di kamarku."
"Oh…" hanya itulah yang bisa dikatakan oleh Zhou Mi. Memang dia bisa berkata apalagi? Dia sudah tidak punya hak apapun atas diri Kyuhyun.
Begitu Zhou Mi menghilang dari dapur, Ryeowook segera menggapai handphonenya dan kembali berbicara pada Yesung yang masih menunggu untuk berbicara dengannya.
"Tadi kita sedang membicarakan apa Sungie hyung?" tanyanya.
"Tentang Kyunnie. Apa Mimi yang baru saja berbicara denganmu?" terdengar suara yang sangat familiar di seberang sana.
"Yup."
"Dia kenapa? Tadi aku sedikit mendengar kata-kata aspirin, bau tidak enak, dan Kyunnie?"
"Mimi-ge semalam mabuk." Sahut Ryeowook datar.
"Eh? Kamu yakin? Orang seperti dia bisa mabuk-mabukan?" tanya Yesung tak percaya.
"Bisa! Tiap kali dia ada masalah dengan Kyunnie pasti akan begini. Suasana di dorm jadi sangat tidak enak." Keluh Ryeowook.
"Lalu bagaimana dengan Kyunnie? Apa yang dilakukannya?"
"Sepertinya dia menunggunya hingga dia tertidur di sofa. Dia juga jadi sangat pendiam akhir-akhir ini. Ugh… Mereka kenapa harus jadi seperti ini sih?" Ryeowook menggembungkan pipinya. Dia kadang gemas sendiri melihat mereka berdua.
"Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan! Kita membahas tentang kita saja. Kapan kamu pulang?" Yesung berusaha mengalihkan perhatian Ryeowook. Dari suaranya saja Yesung tahu kalau Ryeowook sedang merasa tidak tenang.
"Aku tidak tahu. Jadwal sedikit berubah karena Kyunnie kemarin sakit. Nanti aku akan bertanya pada Seunghwan hyung."
"Cepatlah pulang. Anak-anak merindukanmu."
"Apa Appanya tidak merindukanku?" tanya Ryeowook dengan sebuah senyum yang mulai terkembang di bibirnya.
"Justru Appanya yang merasa paling rindu." Wajah Ryeowook langsung memerah mendengar jawaban Yesung.
"Aku akan pulang secepatnya. Sudah dulu ya Sungie hyung. Aku harus menyiapkan sarapan untuk yang lain." Ryeowook buru-buru memutuskan sambungan teleponnya begitu dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul delapan.
"Oke. Sampaikan salamku untuk yang lain. Terutama KyuKyu."
"Nde… Hyung, bogoshipo."
"Nado."
Ryeowook meletakkan handphonenya dan segera menyambar apron dan mulai memasak. Perasaannya yang tadi kalut saat melihat keadaan Kyuhyun dan Zhou Mi menjadi sedikit tenang setelah berbicara dengan Yesung hingga tanpa sadar terdengar senandung-senandung kecil yang lolos dari bibirnya.
.
.
Sudah seminggu berlalu semenjak hari itu. Tak ada yang berubah dengan keseharian mereka. Tak ada seorang pun yang membicarakan mengenai kebiasaan baru Zhou Mi yang selalu pulang malam karena dia tak melalaikan tanggung jawabnya. Dia tetap mengikuti semua jadwal dan baru setelahnya dia memisahkan diri.
Kyuhyun masih terus melakukan ritualnya yaitu menunggu Zhou Mi pulang baru kemudian masuk ke kamar Ryeowook dan terisak di sana, Zhou Mi juga masih saja buta dengan keberadaan Kyuhyun yang selalu menunggunya hingga dia pulang. Entah karena dia terlalu mabuk atau karena dia sudah sangat depresi hingga dia tak berani mengharapkan kalau Kyuhyun masih peduli padanya. Harapan yang sempat ditumbuhkannya saat dia pertama kali mabuk dan melihat Kyuhyun yang mengernyit melihat penampilannya yang terlihat lebih berantakan dari biasanya. Tapi harapannya hancur seketika saat Kyuhyun memberikan komentarnya. "Kamu bahkan tak bisa menjaga dirimu sendiri Zhou Mi-sshi? Pantas saja kamu memiliki banyak antis."
Wajah Zhou Mi pias mendengar kata-kata Kyuhyun. Bukan… bukan karena kata-kata yang dikeluarkannya, karena sedikit banyak itu ada benarnya. Tapi melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat meremehkannyalah yang membuatnya down. Dia bisa menerima jika yang mengatakan itu adalah orang lain, bahkan anggota SJ sekalipun. Tapi dia tak bisa menyembunyikan ekspresi terluka di wajahnya ketika yang mengatakan itu adalah Kui Xian-nya. Zhou Mi segera memalingkan mukanya. Dia tak mau Kyuhyun melihat air mata yang telah melapisi kedua bola matanya. Dan saat itulah dia melewatkan ekspresi menyesal di wajah Kyuhyun. Karena Kyuhyunpun juga tak menyangka dia bisa mengucapkan kalimat pedas seperti itu pada Zhou Mi. Dia tak bermaksud menyakiti Zhou Mi. tapi dia kembali melakukannya dan dia merutuki dirinya sendiri karenanya.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Kyuhyun masih terlihat bergelung dengan selimut di sofa. Badannya sebenarnya sudah sangat lelah, tapi dia tak bisa memejamkan matanya jika dia belum memastikan kalau Zhou Mi sudah pulang dengan selamat ke dorm. Tiba-tiba saja handphonenya berdering dan nama Zhou Mi muncul di layar handphonenya. Kyuhyun merasa sangat heran. Seingatnya, semenjak mereka berdua putus, tak pernah sekalipun Zhou Mi mencoba meneleponnya atau mengiriminya pesan. Tapi ini sudah jam dua pagi. Kenapa dia meneleponnya. Dengan pikiran yang penuh tanda Tanya Kyuhyun menjawab telepon itu dan langsung menaikkan alisnya begitu didengarnya suara yang sama sekali tak dikenalnya.
"Apakah ini Kui Xian?" Tanya orang di seberang secara langsung. Dia tak mencoba bersikap ramah dengan memberi salam atau berbasa-basi terlebih dahulu.
"Ne. Saya Kui Xian. Maaf, anda siapa? Mengapa anda bisa memakai handphone Zhou Mi?" tak jauh berbeda dengan peneleponnya Kyuhyun juga langsung menanyakan hal-hal penting. Selain karena dia mulai khawatir dengan keadaan Zhou Mi, dia juga menyadari kemampuan bahasa mandarinnya yang memang masih terbatas.
"Saya Tao. Teman Zhou Mi. Bisakah anda kemari? Zhou Mi sudah sangat mabuk dan tak sadarkan diri. Aku tak bisa mengantarnya pulang karena aku masih harus kerja."
Kyuhyun terlihat berfikir sejenak. Apa jam segini masih ada taxi? Dia ragu apa dia bisa menemukan tempat Zhou Mi menghabiskan malamnya. Tapi tak ada salahnya dicoba juga. Pastinya tempatnya tidak akan terlalu jauh dari pusat kota.
"Tentu saja. Bisakah anda memberikan sedikit gambaran dimana tempatnya. Saya masih sedikit asing dengan daerah ini." Tanya Kyuhyun dengan sopan.
Kyuhyun mengangguk dan mengiyakan saat didengarnya Tao menjelaskan arah yang bisa diambil. Kyuhyun berusaha mengingatnya dalam memorinya dan segera beranjak menuju kamar untuk mencari kunci mobil milik Zhou Mi karena dia satu-satunya member yang mempunyai mobil pribadi di Taiwan. Tak lupa disambarnya dompet dan jaketnya saat dia melenggang meninggalkan kamar.
.
.
Setelah hampir setengah jam mencari, Kyuhyun akhirnya menemukan tempat yang dimaksud oleh Tao. Diparkirkannya mobilnya dan berjalan menuju pintu masuk tempat itu. Dari posisinya saat itu dia bisa melihat ada empat orang yang berdiri tak jauh dari pintu masuk. Dua diantaranya berdiri dengan tegap di depan pintu masuk. Sedangkan seorang yang lain terlihat tengah menyangga satu temannya. Begitu mengenali sosok orang yang disangga itu, Kyuhyun langsung bergegas menghampiri orang itu dan memanggil nama Zhou Mi. meskipun dia tahu Zhou Mi tak akan mendengar panggilannya. Tao yang melihatnya langsung menampilkan seulas senyum di wajahnya.
"Kui Xian?" tanyanya memastikan.
"Ne. Bagaimana keadaannya?" Kyuhyun langsung mengambil sebelah lengan Zhou Mi dan membantu Tao untuk memapah Zhou Mi kearah mobil.
"Tidak tahu. Dia terlalu banyak minum malam ini. Aku tidak bisa mengawasinya karena malam ini ada banyak sekali pengunjung. Maaf." Tao memaksakan sebuah senyum lelah terukir di bibirnya. Sinar kekhawatiran terlihat jelas di matanya. Kyuhyun sedikit merasa tak suka melihatnya. Kenapa orang yang baginya asing ini bisa begitu mengkhawatirkan Zhou Mi? Dibukanya pintu belakang dengan sedikit lebih keras daripada yang dimaksudkannya karena perasaan tak sukanya. Tao yang menyadari tingkah laku Kyuhyun tidak memberikan respon apapun. Dia sedang bersusah payah memosisikan Zhou Mi di kursi, baru kemudian dia menegakkan dirinya dan menutup pintu mobil itu.
"Terima kasih sudah mengabariku. Maaf kalau Zhou Mi sudah merepotkan." ujar Kyuhyun singkat. Dibungkukkannya badannya sedikit dan berjalan menuju pintu kemudi ketika didengarnya Tao sekali lagi memanggil namanya. Dengan sedikit terpaksa dia merespon panggilan itu. Padahal saat ini dia sudah sangat ingin meninggalkan laki-laki itu jauh-jauh.
"Kui Xian?"
"Ne?"
"Aku tak tahu apakah karenamu dia jadi seperti ini. Karena dia sama sekali tak mau membuka mulutnya. Tapi jika memang kamu orang yang selama ini Zhao Mi maksud, tegakah kamu melihat keadaannya yang seperti ini? Dia sudah menceritakan apa yang dia lakukan, dan dia sangat menyesalinya. Jadi tolong pikirkanlah sekali lagi." Begitu selesai mengatakan apa yang ada dalam otaknya Tao langsung berbalik meninggalkan Kyuhyun dan berjalan kembali menuju bar. Kyuhyun yang semula berencana secepat mungkin menyingkir dari tempat itu masih terpaku di tempatnya dan menatap punggung Tao yang semakin jauh dengan pandangan nanar. Dalam hati dia mengumpat-umpat. Memang siapa dia? Berani mengatakan hal seperti itu padanya! Bahkan member yang lainpun tak ada yang berani mengatakan hal itu dengan terus terang. Tapi pikiran lain melintas diotaknya. Apa karena dia orang masing dia jadi tak sungkan untuk mengatakan hal itu?
Kyuhyun membuang nafasnya dengan sangat keras dan berjalan memutar menuju kursi pengemudi. Dihidupkannya mobil dan pergi meninggalkan tempat menyebalkan itu. Selama perjalanan yang tak begitu jauh itu Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan memikirkan ulang semua yang telah terjadi selama ini. Sejak dia mendapat tawaran untuk tampil bersama Wonder Girl yang dia sembunyikan dari Zhou Mi, keputusan Zhou Mi untuk memutuskannya, tindakan bodohnya yang menelan begitu banyak obat tidur, perseteruannya dengan Zhou Mi selama ini dan juga kelakuan Zhou Mi malam ini.
Apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka berdua? Zhou Mi memang yang pertama kali mengatakan kata putus, tapi apa yang dilakukan sesudahnya tidak lebih baik daripada yang Zhou Mi lakukan. Dia sudah melukai Zhou Mi dengan embel-embel sshi yang dia gunakan saat memanggilnya. Dia juga mengucapkan banyak hal yang jelas-jelas membuat Zhou Mi terluka karenanya. Tindakan dan pandangan dingin yang ditujukannya pada Zhou Mi selama seminggu ini. Sebenarnya apa yang dia lakukan?
Jelas dia kecewa dengan tindakan Zhou Mi yang memutuskannya dengan sepihak dan dengan alasan yang begitu tak masuk akal baginya. Jika memang Zhou Mi tak ingin mengecewakan banyak orang kenapa dia tak menolaknya sejak awal? Kenapa dia menerimanya saat dia mengatakan perasaannya terlebih dahulu saat dia tahu dengan pasti kalau Zhou Mi juga menyimpan perasaan untuknya tapi dia sama sekali tak ada niat untuk mengutarakannya padanya? Apa ini alasannya sehingga dia tak pernah mengatakan perasaannya dulu?
Kyuhyun terus saja berfikir. Dia hanya sesekali memperhatikan jalan karena jalanan sudah lengang. Kalau saja dia mau jujur dan tidak mengikuti emosinya karena kata-kata Zhou Mi, sebenarnya keadaaan mereka tidak akan seperti ini. Kalau melihat pandangan Zhou Mi semenjak dia sadar, sepertinya Zhou Mi sudah menyesali keputusannya. Tapi saat itu dia masih sakit hati dengan kata-kata Zhou Mi dan dia secara tak sengaja ingin memberi Zhou Mi pelajaran. Dia ingin Zhou Mi merasakan apa yang akan dihadapinya jika dia benar-benar memutuskannya. Tapi sepertinya dia sudah melangkah terlalu jauh hingga Zhou Mi menjadi seperti ini. Mungkin sekarang sudah saatnya dia berbicara dengan Zhou Mi dan meluruskan semua benang kusut di antara mereka berdua. Sepertinya malam ini benar-benar akan menjadi malam yang sangat panjang baginya. Wajahnya mungkin terlihat sangat letih tapi sebuah senyum tulus telah kembali melengkung di bibirnya.
.
.
Te be ce
.
.
Maaf… sepertinya rencana Mina untuk mengakhiri cerita ini di part ini gagal. Masih ada satu part lagi yang akan Mina publish yang berisi pembicaraan mereka. Masih ada yang berminat? Atau cukup sampai di sini saja? Give your opinion!
Buat yang review dengan login, bisa di cek di account masing-masing.
Rahma eonnie :: bosen mbaca yang di FB ya?
Enno KimLee :: ini mau mbuat nuansa yang beda. Ada 1 FF lagi yang isinya senang2 mlulu. Di chap ini YeWook nya baru keluar.
Rose :: karena mereka sama2 galau seperti yang buat cerita dan yang baca.
Meong :: Kyu bakal nungguin pulang Mimi. Klo Mimi belum pulang, Kyu gak bisa tidur.
Momoelfsparkyu :: pertanyaannya sudah kejawab di chap ini kan?
Rizkyeonhae :: maaf… keseringan main di FB sampe lupa update yang di FFn… hehehe…
Untuk part terakhirnya, gak tahu akan Mina update kapan. Soalnya sampe sekarang belum jadi. Hehehe… makash buat yang udah review…
