It's You (Neorago) part 11

.

Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi

Cast :: All SJM member, Tao

Genre :: Romance / Family

Rate :: aman

Warning :: Yaoi, gaje, gak mutu, lebay, missTypo, bahasa yang belibet dan mungkin akan sulit untuk dipahami.

Disclimer :: terakhir kali Mina lihat di KK, tertulis Zhao Kui Xian sebagai Umma Mina dan Zhou Mi sebagai Appa Mina…. Hehehe… bercanda… semua cast yang ada di sini bukan milik Mina kok… Tapi ide cerita ini jelas punya Mina.

.

.

Dengan susah payah Kyuhyun akhirnya berhasil memapah Zhou Mi masuk ke dalam kamar. Dihempaskannya tubuh Zhou Mi ke atas ranjang dan bergerak untuk melemaskan ototnya yang baru saja dipaksa bekerja dengan keras. Mungkin Zhou Mi terlihat kurus dan tidak berat. Tapi jangan salah. Tubuh Zhou Mi jauh lebih berotot daripada tubuhnya. Dan memapahnya dari tempat parkir sampai dengan kamar benar-benar menguras tenaganya terlihat dari nafasnya yang tersengal-sengal. Setelah nafasnya sudah cukup teratur, Kyuhyun mengamati sosok yang masih tak sadarkan diri di hadapannya dan menarik nafas dalam-dalam untuk membuang perasaan tidak enaknya. Dia benar-benar tak suka dengan apa yang akan dia lakukan.

Dengan perlahan Kyuhyun mendekati Zhou Mi yang masih tertidur dan meraba ketua kantung celananya. Mengambil handphone dan dompet dari masing-masing kantung. Dia juga melepaskan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Setelah memastikan tak ada lagi benda berharga yang menempel pada tubuh Zhou Mi, Kyuhyun sekali lagi memapah tubuh Zhou Mi. Untung saja tujuannya kali ini lumayan dekat. Kamar mandi. Kyuhyun menududukkan Zhou Mi tepat di bawah shower dan berujar dengan lirih saat dia menghidupkan shower tersebut.

"Maaf Mimi…"

Kyuhyun berlutut di hadapan Zhou Mi dan terus memandangi Zhou Mi yang belum juga sadar padahal bajunya sudah lumayan basah kuyup. Kyuhyun mengulurkannya tangannya untuk menepuk pelan pipi Zhou Mi, mencoba menyadarkannya. Kyuhyun sudah hampir mrnghentikan tepukannya di pipi Zhou Mi ketika dengan perlahan Zhou Mi membuka kedua matanya. Kedua manik coklat Zhou Mi terlihat tidak focus dan berkabut. Dia juga seolah tak menyadari dinginnya air yang mengguyur tubuhnya. Dia sama sekali tak berkedip ketika tangannya naik ke pipinya dan menangkup tangan Kyuhyun yang masih bertengger di pipinya. Ketika dia membuka bibirnya, suaranya terdengar parau.

"Apakah aku berhalusinasi Kui Xian? Apakah aku seputus asa ini hingga aku mengkhayalkan kamu berlutut di hadapanku dan menyentuh pipiku?"

Kyuhyun tak mengatakan apa-apa. Dia hanya melepaskan tangannya dari genggaman Zhou Mi dan berdiri untuk mengganti jenis air yang mengucur dari shower. Sebelum keluar dari kamar mandi, dia berhenti dan berkata "Gege mandilah. Aku akan mengambilkan handuk dan baju ganti. Kita bicara lagi nanti."

Zhou Mi yang masih belum sepenuhnya sadar, merasa tak percaya dengan pendengarannya. Apa tak salah tadi Kyuhyun kembali memanggilnya dengan gege, bukannya Zhou Mi-sshi? Apa benar Kyuhyun akan mengambilkan baju ganti dan handuk? Apa benar Kyuhyun sudah tidak berbicara dengan nada dingin terhadapnya? Ada begitu banyak kata 'apa benar' yang berlalu lalang di otaknya hingga dia sama sekali tak beranjak dari posisinya semula. Pandangannya menerawang dan sama sekali tak focus. Dia baru mengalihkan pandangannya ketika sekali lagi pintu kamar mandi terbuka dan kepala Kyuhyun menyembul untuk melihatnya.

"Gege, baju gantinya kutaruh di …..." Kyuhyun menghentikan kata-kata yang hampir dikatakannya dan memandang Zhou Mi dengan ekspresi tak setuju sebelum kembali membuka kedua bibirnya. "Kenapa gege belum juga mandi? Sakit kepala masih belum cukup untuk gege dan gege masih ingin masuk angin? Kalau gege berlama-lama aku menarik janjiku untuk bicara." Ujarnya dengan mulut yang memberengut dan langsung menutup pintu kamar mandi dengan cukup keras.

Zhou Mi mengerjap-ngerjapkan matanya ke arah pintu kamar mandi yang kini telah tertutup. Benarkah tadi Kui Xiannya? Kalau melihat sikap dan tutur katanya, sepertinya iya. Dan apa yang tadi Kyuhyun janjikan padanya? Mereka bisa berbicara setelah ini. Kalau Kyuhyun memang sudah mau berbicara padanya, maka Zhou Mi tak akan melewatkan kesempatan ini. Dengan susah payah dia berdiri dan melepas bajunya. Dia ingin bergegas. Tapi apa boleh buat, kepalanya sangat sakit. Pengaruh dari banyaknya cairan alcohol yang masuk ke perutnya.

Setelah mandi ala kadarnya, Zhou Mi keluar dari kamar mandi. Dia melihat handuk dan baju gantinya yang tertumpuk rapi di depan wastafel. Perasaan senang langsung membuncah di dadanya. Kyuhyun tidak akan mau repot-repot seperti ini kalau dia masih marah. Sambil berganti pakaian, diingat-ingatnya lagi apa yang baru saja terjadi. Dia pergi ke bar dan minum-minum seperti yang biasa dia lakukan seminggu ini. Mengobrol sedikit dengan Tao dan kembali meneruskan minum-minum. Setelahnya dia tak ingat lagi.

Kalau begitu siapa yang membawanya pulang ke dorm? Apa Kyuhyun juga yang menjemputnya? Kyuhyun yang buta tentang Taiwan keluar malam-malam hanya untuk menjemputnya? Dan yang membawanya sampai kamar? Apa Kyuhyun juga? Jarak dari tempat parkir sampai tempat ini bisa dibilang jauh. Dan dengan bobot tubuhnya yang tak bisa dibilang ringan, pastinya berat bagi Kyuhyun untuk memapahnya kemari. Zhou Mi menghembuskan nafas dengan berat. Apa yang sudah dilakukannya lagi kali ini? Dia lagi-lagi menyulitkan Kui Xian-nya.

Kyuhyun sedang memangku laptopnya saat Zhou Mi keluar dari kamar mandi. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan piama. Kyuhyun langsung mendongakkan kepalanya ke arah kamar mandi begitu dia mendengar suara pintu terbuka. Pandangannya menangkap sosok Zhou Mi yang sedang memandanginya dengan intens.

"Sudah selesai ge?" Tanya Kyuhyun. Zhou Mi mengangguk sebagai jawabannya. "Minumlah aspirin dulu! Kupikir gege pasti pusing setelah mabuk seperti tadi."

Zhou Mi kemudian melihat di meja nakasnya sudah ada segelas air minum dan beberapa pil yang dikenalnya dengan baik selama seminggu ini. Ditelannya semua pil-pil itu dalam sekali teguk. "Terima kasih Kui Xian." Ujarnya begitu semua pil itu sudah berpindah ke lambungnya.

"Sama-sama. Sekarang gege tidurlah. Masih ada beberapa jam sampai kita berangkat untuk syuting." Kyuhyun kembali mengembalikan perhatiannya pada laptop yang berada di pangkuannya.

"Katamu kamu sudah mau bicara?" Tanya Zhou Mi.

Kyuhyun bergeming, tapi beberapa saat kemudian dia meletakkan laptopnya di sampingnya dan menghadap ke arah Zhou Mi. "Gege tidak mengantuk? Kita masih bisa bicara lagi nanti."

"Kita bicara sekarang saja. Mungkin nanti kamu sudah berubah pikiran dan tak mau bicara lagi."

"Aku tak akan berubah pikiran. Lebih baik gege tidur dulu."

"Aku tak mau tidur. Aku tak akan bisa tidur kalau masalah ini belum selesai." Zhou Mi masih kekeuh dengan pendiriannya untuk berbicara dengan Kyuhyun saat ini juga.

"Huft… Oke. Sekarang gege mau bicara apa?"

"Aku…. Aku…" Zhou Mi bingung harus mengatakan apa. Jujur dia sangat mengharapkan agar dia bisa berbicara dari hati ke hati dengan Kyuhyun, tapi setelah kesempatan itu dia dapatkan dia malah tak tahu harus berkata apa.

"Iya.. gege kenapa?" tanya Kyuhyun sabar.

"Maafkan aku Kui Xian. Aku salah. Tak seharusnya aku memutuskanmu. Bukan, semestinya aku tak memikirkan tentang kata putus itu walaupun hanya sekejap. " Akhirnya Zhou Mi mengatakan hal yang menurutnya paling membebaninya.

Kyuhyun hanya diam mendengar semua yang dikatakan oleh Zhou Mi. raut wajahnya datar. Seolah hatinya sama sekali tak terusik dengan semua hal yang dikatakan oleh 'mantan kekasihnya' itu. Hati Zhou Mi mencelos melihat reaksi Kyuhyun.

"Kui Xian, katakanlah sesuatu. Sejak hari itu kamu sama sekali tak mengatakan apa yang kamu rasakan. Kamu hanya mengatakan beberapa patah kata padaku selama seminggu ini." Zhou Mi memohon dengan suara yang sangat memelas.

"Memang apa yang gege harapkan? Gege berharap aku masih akan mengatakan apa yang kurasakan setelah gege memutuskanku dengan sepihak?" sahut Kyuhyun dengan nada suara yang biasa dia gunakan selama seminggu ini di hadapan Zhou Mi.

"Aku.. tidak… " Zhou Mi bergerak gelisah di ranjangnya. Raut wajahnya terlihat panic dan matanya memandang tak tentu arah.

"Apa gege pikir aku bisa bersikap biasa setelah kita bukan siapa-siapa lagi?" tanya Kyuhyun lagi dengan nada suara yang lebih dingin daripada sebelumnya.

"Bukan…"

"Apa gege tak pernah berpikir kalau saat aku mendengar kata putus dari mulut gege waktu itu terbersit dalam otakku untuk benar-benar mengakhiri hidupku?" suara Kyuhyun bergetar saat mengingat kejadian itu. Matanya mulai berair. Rasa sakit semenjak seminggu lalu kembali membuat dadanya sesak.

"Kui Xian…" Zhou Mi speechless. Jantungnya serasa dicabut dari tempatnya saat mendengar kata-kata Kyuhyun. Dia lebih memilih suara Kyuhyun yang sedingin es daripada yang barusan dikatakannya itu.

"Gege tak tahu kan? Apa gege tahu bagaimana perasaanku saat gege pulang ke China dan meninggalkan aku sendiri di Korea? Apa gege tahu kalau aku selalu sengaja menghindar dari Appaku hanya karena aku tak ingin mendengar pertanyaan mereka tentang pasangan hidupku lagi? Apa gege tahu aku selalu menangis tiap kali Umma membicarakan tentang yeoja yang ingin dikenalkan Umma padaku? Apa gege tahu bagaimana sulitnya aku menerima kalau aku berbeda dengan yang lain? Dan setelah aku bisa menerima semua itu, dengan mudahnya gege mengatakan kalau gege ingin aku normal lagi! Apa gege pikir perasaanku bisa berubah dengan sebegitu mudahnya?" Kyuhyun akhirnya menumpahkan semua yang dia sembunyikan selama ini. Masalah yang dia sembunyikan agar tak membuat Zhou Mi khawatir tapi justru sangat membebani pikirannya. Dia tak peduli bagaimana wajahnya sekarang. Dia tak peduli kalau semua yang dikatakannya akan ganti membebani Zhou Mi. Dia lupa dengan semua usahanya untuk menutupi semua masalah itu sampai saat ini. Yang dia tahu, dia ingin sedikit mengeluarkan beban pikirannya.

"Maaf Kui Xian! Bukan maksudku untuk.." Zhou Mi juga mulai menitikkan air matanya. Kalau tadi jantungnya serasa dicabut, kini kata-kata Kyuhyun barusan dengan sukses menghancurkan jantungnya menjadi serpihan.

"Dan apa gege tak berpikir kalau aku khawatir tiap kali gege pulang larut malam dan selalu kembali dalam keadaan mabuk. Dulu aku sudah pernah bilang kan? Jangan terlalu sering pulang malam dan mabuk-mabukan! Gege tidak mengingatnya?" potong Kyuhyun kasar. Kekhawatirannya selama seminggu ini juga ikut keluar. Masih hangat dalam pikirannya bagaimana resahnya dia tiap malam menunggu kepulangan Zhou Mi, dan bagaimana dia menghembuskan nafas dengan lega tiap kali Zhou Mi pulang selamat. Walaupun setelahnya dia akan menangis semalaman mengingat kalau Zhou Mi sudah memutuskannya.

"Aku ingat. Tapi selama seminggu ini kamu sangat dingin padaku Kui Xian. Kupikir kamu sama sekali tak mengkhawatirkanku." Suara Zhou Mi memelas. Bukan hanya Kyuhyun yang menderita selama seminggu ini. Zhou Mi juga menderita dan menyesal.

"Bagaimana bisa aku tak khawatir? Aku dingin hanya untuk menutupi perasaanku. Kalau aku tak bersikap seperti itu, gege tak akan sadar arti diriku untuk gege kan?" Suara Kyuhyun sudah mulai melunak. Memang seperti itulah dia. Dia tak akan bertahan lama untuk berbicara kasar pada Zhou Mi. Rasa cintanya jauh lebih besar dari kemarahan dan kekecewaannya. Melihat wajah Zhou Mi yang serba salah membuatnya tak tega untuk melanjutnya acara 'mari-menyemprot-Zhou Mi-dengan-kata-kata-kasar'.

"Tanpa kamu melakukannya akupun sudah tahu seberapa berartinya dirimu untukku Kui Xian!" kata Zhou Mi apa adanya. Air mata sudah mulai menyusut dari kedua matanya. Suaranya juga terdengar lebih stabil.

"Lalu kenapa gege bisa dengan begitu mudahnya memutuskanku?"

"Aku tak memutuskanmu dengan mudah Kui Xian. Aku sudah lama berfikir tentang kita. Teman-teman kita mungkin masih bisa menerima kita apa adanya. Tapi suatu saat kita pasti harus mengatakan hubungan kita pada orang tua kita. Apa kamu bisa melihat wajah kecewa orang tuamu? Kamu anak yang berbakti, pasti sangat berat untuk melakukannya." Jelas Zhou Mi.

"Tapi aku sudah tahu semua resikonya saat aku mengatakan perasaanku padamu gege!"

"Aku mungkin tak tahu kalau kamu menangis tiap kali selesai bertemu dengan ibumu, tapi aku selalu melihat wajah sedihmu tiap kali aku menyinggung tentang orang tuamu. Walaupun kamu tak mengatakan apa-apa aku tahu kalau itu semua karena hubungan kita. Dan bukan hanya kamu saja yang bersedih tiap kali aku pulang ke China. Aku juga sedih. Dalam otakku selalu melintas bagaimana kalau selama kutinggal kamu akan berubah pikiran dan menuruti ummamu untuk berkenalan dengan yeoja itu. Karena itulah kemarin aku lepas kendali. Melihat maknae wonder girl itu membuatku teringat dengan yeoja itu. Dan tiba-tiba saja pikiran untuk putus itu terlintas di otakku. Aku benar-benar tak tahu. Kenapa saat itu aku mengatakannya padamu. Aku tak sadar saat mengatakannya." Lanjut Zhou Mi tanpa mendengarkan sanggahan Kyuhyun. Dia juga ingin melepaskan beban pikirannya. Menurutnya sudah taka da gunanya menyimpan masalah sendiri. Masalah seharusnya dihadapi berdua, bukannya dipendam sendiri. Dia tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi nanti. Semua masalah ini hanya berasal dari rasa cinta yang terlalu besar yang membuat mereka tak ingin membebani satu sama lain, tapi lihatlah hasilnya! Mulai sekarang mereka harus mulai berlatih untuk benar-benar jujur tentang apa yang mereka rasakan atau pikirkan.

"Huh? Tak sadar? Gege sekarang sadar dengan apa yang gege katakan?" tanya Kyuhyun dengan nada yang kembali sarkartis. Dia tak bisa terima dengan kata-kata Zhou Mi terakhir. Memutuskannya saat tak sadar. What the hell! Lalu apa kata-katanya barusan juga di luar kesadarannya? Pikiran seperti itu benar-benar membuat emosinya kembali memuncak.

"Aku sepenuhnya sadar." Sahut Zhou Mi yakin.

"Gege yakin?" Kyuhyun masih ingin memastikan. Andaikan dia harus mengambil keputusan sekarang dia ingin Zhou Mi benar-benar sudah yakin dengan perasaannya sendiri.

"Aku yakin. Kenapa …" kata-kata Zhou Mi terputus karena Kyuhyun sudah melemparkan dirinya ke pangkuan Zhou Mi dan memeluknya dengan sangat erat. Wajahnya dia benamkan ke dada bidang Zhou Mi. Rasanya sangat nyaman kembali saat dia bisa membenamkan kepalanya lagi di sana.

"Ini kesempatan terakhir untuk gege kalau gege ingin berubah pikiran. Apa gege benar-benar ingin melanjutkan hubungan ini lagi? Dengan semua resiko yang akan kita hadapi?"

"Aku yakin Kui Xian. Seminggu ini saat kamu mendiamkanku hidupku bagaikan di dalam neraka. Aku tak ingin mengulangnya lagi. Aku tak butuh apapun lagi jika kamu ada di sampingku."

"Aku memegang kata-kata gege. Setelah ini gege tak akan bisa lepas dariku. Walaupun gege memohon aku tak akan pernah melepaskan genggaman tanganku."

"Aku yang tak akan melepaskanmu Kui Xian… Karena aku sangat menginginkanmu."

"Seberapa besar gege menginginkanku?"

"Aku tak bisa mengatakannya. Tapi aku bisa menunjukkannya padamu." Sahut Zhou Mi dengan suara rendah dan seseduktif mungkin. Dibaringkannya Kyuhyun dan dia berguling hingga posisinya berada di atas Kyuhyun. Kyuhyun menerima saja apa yang Zhou Mi lakukan, tapi tak lama kemudian dia tak bisa lagi menahan tawa yang sudah dia tahan dari tadi.

"Hahaha! Lain kali saja gege menunjukkannya. Sekarang gege tidur saja!" Kyuhyun tertawa terbahak-bahak hingga tanpa sadar dia mendorong Zhou Mi dari atas tubuhnya. Zhou Mi merengut melihat Kyuhyun yang masih belum bisa mengatur tawanya hingga dia membenamkan wajahnya dalam-dalam ke dalam bantal untuk meredam suara tawanya.

"Aku maunya sekarang." Kata Zhou Mi masih dengan mempertahankan ekspresi merengut di wajahnya.

"Aku yang tidak mau! Capek tahu memapah gege dari bawah!" sahut Kyuhyun terpatah-patah di antara tawanya. Dia tak bisa menahan tawanya melihat Zhou Mi yang biasanya berpenampilan tanpa cela tadi merayunya dengan penampilan yang sangat kacau. Dan sejujurnya dia memang sangat capek untuk melakukan aktifitas apapun malam ini.

"Tapi Kui Xian…."

"Tak ada tapi-tapian! Tidur!" Kyuhyun akhirnya berhasil mengatur tawanya dan menarik Zhou Mi untuk dipeluknya. Zhou Mi melingkarkan lengannya ke pinggang Kyuhyun dengan sangat erat sesudahnya.

"Tapi kamu jangan pergi ya? Tetaplah di sini." Zhou Mi memandangnya dengan pupy eyes andalannya. Kyuhyun berdecih dan memutar matanya.

"Iya! Aku tak akan pergi. Lagipula bagaimana aku bisa pergi kalau gege memelukku seerat ini. Sana geser! Di sini sempit sekali tahu!"

"Maaf dan terima kasih Kui Xian!"

"Ugh… Aku bosan mendengar kata-kata itu! Ganti kata yang lain." Kyuhyun menarik selimut dan mulai menutup matanya. Dia benar-benar ingin tidur.

"Wo ai ni?" tanya Zhou Mi tak yakin.

"Nah itu lebih baik." Kyuhyun menjawab dengan setengah sadar. Dipaksanya membuka kedua matanya lagi dan mencium pipi Zhou Mi. "Wo ye ai ni!"

.

.

End

.

.

Akhirnya selesai juga FF ini. Ini FF yang pembuatannya suangat lama. Untuk yang terakhir kali, terima ksih buat yang udah mau koment. O ya, mungkin ini FF terakhir yang Mina publish di FFn. Entah Mina mau update lagi di FFn ato tidak.

Bagi yang mau, bisa meng add fb, twit, LJ, ato tumblr Mina. Cuma kalau add LJ atau FB, tinggalkan pesan supaya Mina confirm. Karena proteksinya Mina tambah karena beberapa hal. Semua bisa disearch dengan Zhao_MiXianyahoodotcom

Balasan review yang terakhir :

Rose :: ini mereka udah baikan kok. Dan tempat bicaranya, di atas ranjang.

Rizkyeonhae :: kelambatan ya? Yach… nanti Mina pertimbangkan untuk FF yang lain.

Trueetr :: makasih. Aku jadi senang klo ada yang suka ma Qmi juga.

Zhao Gui Xian :: Namjakah dirimu?

Enno Kim Lee :: kenapa semua pada nanyain epilog?

Mhiakyu :: the way to get you love ya? Masalahnya udah lama gak kuutak atik setelah kena bash. Fell buat nulis itu juga udah hilang. Tapi ntar lah, kuusahakan.

Aul :: yup, ayo fighting semuanya!

KyuCa :: tuh, di atas udah kukasih alamat. Jangan lupa kirim pesan klo ini Kyuca ya saat ngeadd.

Tya Adriani :: ayo jadi MiXian shipper juga…. Xixixi…

Gomawo semuanya yang udah menemani Mina selama ini, dan sampai ketemu lagi suatu saat nanti….

.

.

Lee Mina