.

.

"Karena kau sudah berbaik hati membagi hatimu untuk kami berdua, biarkan kami memberikanmu hadiah, Changie/Maxie."

.

.

.

Ela_kyuhyunnie aka Laila-ela Shim MinKyu YeWook proudly presents

An Alternate Universe Fanfiction

"Crazy Love" part 2

Length : 2 of 3

Pair : HoMin7en (JungYunho X Shim Changmin X Choi DongWook aka Se7en)

Rated : M for this Mesum dan Mature content

Warn : NC! LEMON! SMUT! HARDCORE! THREESOME! YAOI! Typo's, OOC

Note : Disini, karena saya udah bosan dengan panggilan Minnie ato Changmin ato Minku buat nae Changmomo, disini saya pake beberapa nickname Changdola ya~

Chwang (dari kata Chang-nya Changmin) panggilan Kyu buat Changmin di twitternya

Maxie (dari kata Max+suffiks ie) panggilan dari Yunho buat Changmin

Changie (dari kata Chang-nya Changmin, +suffik ie) panggilan dari DongWook buat Changmin

Buat yang nggak kuat baca NC, apalagi yang hardcore dan threesome, silahkan klik ikon close di pojok kanan atas, Ok? Soalnya biarpun beum full, ini sudah masuk kategori M.

Mianhae karena ff twoshot ini berubah jadi Threeshot, soalnya chap ini juga ada romancenya, tapi bagian Yunho dan Se7en, jadi biar pada ngerti kalo keduanya itu emang cinta ama nae Changdola~

.

.

.

*Author PoV*

"H-hyung? A-apa maksudnya ini? Lepaskan aku!" seru Changmin yang kini merasa gentar dalam hati mendengar suara dua namja yang lebih tua darinya itu. Bagaimana mungkin seseorang tak merasa takut ketika dalam keadaan terikat dan dengan kedua mata yang di tutup hingga tak bisa melihat apapun. Bukankah kegelapan selalu di takuti manusia?

Kedua namja yang kini menjauhkan wajah mereka dari Changmin, tersenyum puas melihat reaksi Changmin. Ah, dan melihat betapa helplessnya situasi Changmin, kedua namja itu kini menyeringai senang.

"Saranghae, Maxie," ucap Yunho sebelum ia meraih kerah baju Changmin, dan—

SREETTT!

—ia menggunakan kedua tangannya untuk merobek kemeja yang menutupi tubuh atas Changmin hingga semua kancingnya terlepas. Kini kemeja itu seolah tak berguna, karena tubuh atas Changmin, bisa terlihat dengan jelas untuk kedua mata Yunho dan DongWook yang kini menjilat bibir mereka melihat pemandangan di depannya itu.

"H-Hyung? A-apa yang kau lakukan?" ucap Changmin yang merasa ngeri membayangkan apa yang menyebabkan bunyi menggema di depannya tadi. Dengan suara kancing yang jatuh dan bergema di ruangan itu.. ia bisa menebak apa yang dilakukan entah siapa itu pada kemejanya, tapi sungguh, ia sangat-sangat berharap kalau itu hanya perkiraannya saja.

"Aniya, kami tak melakkukan apa-apa, Changie~" ucap DongWook dengan suaranya yang santai, dan kini namja itu mengulurkan tangannya untuk menyentuh langsung tubuh Changmin.

"A-aaahhh.. hyungghh.. ap-apa yang kau.. lakukanhh.." ucap Changmin di antara desahan yang meronta untuk keluar dari bibirnya ketika ia merasakan tangan yang meraba tubuh bagian depannya, dan tangan itu langsung meremas dadanya dan memainkan kedua nipplenya.

Namun tindakan Changmin yang tak bisa menahan desahannya keluar itu malah makin membuat kedua namja di depannya itu semakin menyeringai senang. Keduanya saling bertatapan, dan saling tersenyum penuh arti. Berpuas diri akan rencana dan kesepakan yang telah mereka buat tanpa sepengetahuan Changmin.

.

Eh?

Kalian ingin tahu mengenai kesepakan itu?

Baiklah, akan kubawa kalian pada kejadian yang terekam oleh waktu, beberapa hari yang lalu.

.

.

.

*Flashback*

"Hyung," pangil Yunho pada DongWook yang tengah bersantai di kamarnya.

"Wae?"

"Kemana ummamu? Aku kangen padanya dan akhirnya menyempatkan waktu mampir kemari, tapi yang kutemukan hanya kau yang teengah bersantai di kamar," tanya Yunho panjang lebar.

"Umma? Apa kau tak tahu kalau umma baru saja pergi bersama appa untuk berkunjung ke rumahmu?" sahut DongWook heran. Jelas saja dia heran karena entah kenapa, dia sering sekali melihat Yunho dan Ummanya yang berselisih jalan, seperti yang terjadi sekarang ini.

"Aisshh.. Kenapa lagi-lagi begini sih?" seru Yunho frustasi dan akhirnya ia menjatuhkan diri di ranjang milik DongWook.

DongWook hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Yunho, sepupu jauhnya yang entah kenapa sangat dekat dengan ia dan keluarganya.

Ya, Jung Yunho dan Choi DongWook memiliki hubungan darah, meski pertalian darah mereka sangat jauh. Kakek DongWook adalah oppa dari Nenek Yunho. Dan meskipun sudah saling punya anak-cucu masing-masing, keduanya kakak-beradik itu masih sangat dekat, yang akhirnya ikut membuat kedua keluarga besar Choi dan Jung—karena nenek Yunho menikah dan berganti marga menjadi Jung—menjadi dekat juga, meskipun sangat sedikit yang tahu kalau keduanya adalah sepupu jauh. Oh, dan satu lagi, Changmin juga tak mengetahui kenyataan kalau keduanya adalah saudara.

"Kurasa Maxie tak akan memilih salah satu dari kita," gumam Yunho tiba-tiba, yang membuat DongWook kini menegakkan tubuh dari posisi santainya yang bersandar di sofa. Yah, sesuatu mengenai Changmin selalu bisa membuat keduanya berubah menjadi serius.

"Apa maksudmu?" tanya DongWook hati-hati. Pasalnya, sedari tadi, selama ia bersantai, pikirannya melayang jauh memikirkan namja manis yang beberapa minggu lalu baru ia tembak itu. Dan pemikiran terakhir yang melintas di benaknya juga sama. Bahwa Changmin tak akan memilih salah satu dari mereka.

"Kurasa, melihat dari cara berpikirnya selama ini, itulah satu-satunya hal yang mungkin akan di lakukan Maxie," sahut Yunho yang kini membenahi posisinya dan sekarang ia tengah duduk bersila di atas ranjang DongWook. Kini keduanya tengah bertatapan serius.

"Arrasseo. Tapi meskipun begitu, aku yakin kalau ia menyukaiku, meskipun aku tak mengabaikan kenyataan kalau Changie juga terlihat menyukaimu." Yunho mengangguk mendengar perkataan DongWook.

"Bagaimana kalau kita andaikan, Maxie menyukai kita berdua. Kalau itu yang terjadi, menurutmu, apa keputusan yang akan ia ambil?" tanya Yunho memberikan pertanyaan spekulasi.

"Kalau memang begitu, kurasa keputusan bahwa ia tak akan memilih salah satu dari kita akan semakin kuat," sahut DongWook yakin, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Aku tak tahu denganmu, tapi kalau memang Maxie mempunyai perasaan terhadapku meski hanya secuil, aku tak akan pernah menyerah untuk medapatkannya," ucap Yunho dengan penuh kesungguhan hati, yang membuat DongWook menatapnya dengan tajam.

"Aku juga tak ada niat sedikitpun untuk berhenti mendapatkan Changie," balas DongWook tajam.

Andaikata diibaratkan, kini keduanya tengah bertarung dengan deathglarenya masing-masing. Berusaha untuk saling menjatuhkan tekad dan niat yang tercermin jelas pada masing-masing onyx itu. Saling melempar tatapan tajam demi memenangkan satu hadiah yang paling berharga dalam hati—salah, yang paling berharga dalam hidup mereka.

Bagi Yunho, Changmin adalah satu-satunya namja yang langsung menarik perhatiannya dalam waktu sekejap. Love at the first sight mungkin adalah frasa paling konyol yang pernah di dengar seorang Jung Yunho yang dingin, cuek dan realistis.

Namun dalam satu detik itu, saat ia pertama kali melihat seorang Shim Changmin memasuki ruang musik tempatnya berada, rasanya seperti ia di panah secara telak oleh panah cupid, yang arah panahnya langsung tertuju pada Changmin yang celingukan bingung di depan pintu.

Astaga.. jika saat itu kalian bisa melihat wajah Changmin melalui sudut pandang Yunho, bisa di pastikan kalau kalian akan langsung jatuh hati dan tak akan sanggup untuk berpaling ke lain hati.

Waktu itu... sekitar pukul 2 siang. Yunho yang memang ketua klub musik, selalu berada di ruang musik setiap pelajaran berakhir. Dengan yeojadeul yang selalu mengikuti dan mengganggunya setiap hari dan setiap waktu, menghabiskan waktu di ruang musik yang tenang dan damai selalu menjadi pilihannya.

Yunho mengalihkan pandangan dan menatap pintu ruangan ketika ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah ruangannya. Langkah kaki yang tak nyaring, membuatnya tahu kalau bukan yeoja dengan heels tinggi yang kini berdiri di balik pintu ruangannya.

Yunho menunggu pintu terbuka, namun apa yang ia pikirkan tak terjadi juga. Ia tajamkan pendengarannya dan ia mengulas senyum tipis ketika ia mendengar langkah kaki itu menjauh, berhenti sebentar, dan kembali melangkah mendekat ke arahnya, untuk kemudian berdiam saja di sana. Dan hal itu terjadi berulang kali hingga akhirnya Yunho tak tahan dan berseru agar orang itu masuk.

CKLEK

Pintu terbuka, dan Yunho yang ingin mengeluarkan pertanyaan, kini hanya bisa diam terpaku melihat wajah yang tersembul dari balik pintu. Satu kata yang pertama terlintas dalam benaknya adalah anak-anak.

Bukan, bukan anak-anak dalam arti harafiah, namun lebih merujuk pada betapa polos ekpresi yang terpasang di sana, dan ketika ia melihat Yunho dan mengembangkan senyum polosnya, ia benar-benar terlihat seperti orang yang murni, tanpa memiliki secuil dosapun

Dan percayalah, detik itu juga, hati Yunho sudah terpanah dengan anak panah cinta dari sang cupid, karena jantungnya langsung mengila—bahkan serasa ingin keluar dari tempatnya agar bisa berdekatan dengan namja manis itu— karena melihat senyum polos itu.

Ya, ya. Mungkin itu terdengar sangat biasa ketika kau jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, hal biasa itu menjadi sangat luar biasa, ketika kadar cinta itu semakin hari bukannya makin menghilang, namun malah semakin mengakar kuat dalam hatinya. Melesakkan setiap inchi perasaan itu semakin dalam, tanpa bisa ia cegah dan tanpa bisa ia musnahkan.

Waktu yang berlalu membuat Yunho semakin mengerti sifat seorang Shim Changmin yang ceria dan kekanakan, namun bisa menjadi sangat evil terhadap teman satu klubnya. Dan bagi Yunho, sifat evil macam itu membawa angin segar bagi dirinya yang terlalu kaku dalam menjalani hidup. Bersamaan dengan semakin masuknya Changmin dalam hidupnya, semakin banyak pula bibirnya itu membentuk senyum tulus yang berasal dari hatinya.

.

Lain dengan Yunho, tentu lain juga dengan DongWook. Namja yang terkenal playboy dengan jiwa player sejati di dalam dirinya itu harus dibuat kelimpungan ketika mendapati hoobae yang baru pertama kali itu ia lihat. Bukan apa-apa, hanya saja melihat tingginya yang melebihi rata-rata, di bandingkan dengan wajah imutnya dan usianya yang lebih muda empat tahun darinya itu—info yang dia dapat ketika bertanya pada salah satu rekan timnya—cukup membuatnya kaget. Tapi tak hanya itu, kemampuan namja berwajah manis itu dalam menguasai bola dan lapangan sungguh mengagumkan. Membuatnya tersenyum dengan sumringah merasakan antusiasme untuk menantang dirinya mengetahui kemampuan maksimal namja itu.

Tak perlu di tanya lagi, DongWook dengan segera masuk ke dalam lapangan , mengusir salah satu rekannya dan ikut masuk ke dalam permainan yang tengah berlangsung dengan sengit. Permainan langsung terhenti dengan masuknya DongWook—kapten mereka—namun seperti mengerti maksud DongWook, permainan kembali berjalan. Dan hari itu berakhir dengan DongWook yang tertawa puas sambil merangkul namja manis yang ia ketahui bernama Changmin.

Pertemuan pertama yang cukup mengesankan bagi DongWook, dan dengan berlalunya hari, DongWook sadar sepenuhnya kalau ia tak lagi bisa melepaskan pandangannya sedetik pun ketika ada Changmin di situ. Bukan hanya wajahnya yang manis itu yang menarik perhatiannya, namun setiap pergerakan kecil dari Changmin selalu bisa membuatnya tanpa sadar terus melirik dengan ekor matanya.

Sikapnya yang terkadang sangat tak sopan dan sering membuat kesal teman-teman satu timnya yang kebanyakan lebih tua darinya itu membuat DongWook selalu tertarik. Bahkan terhadapnya pun, terkadang namja itu melakukannya.

Sangat menarik, dan sangat menyenangkan bertemu namja yang bisa bersikap begitu padanya. Dan rasanya, semenjak ada Changmin, DongWook tak lagi sering terlihat bersama yeojadeul kecentilan yang sering melemparkan diri untuk menjadi pacar bergilirnya. Yang sering terlihat hanya DongWook yang sering berkumpul bersama teman satu timnya, duduk di samping Changmin, dan mengikuti setiap gerak-gerika namja manis itu melalui sudut matanya.

.

.

Saat ini, sudah cukup lama mereka berdua bertatapan dengan sengit. Namun keduanya masih belum ada yang mau menyerah dalam adu deathglare tersebut, hingga akhirnya—

"HAHAHAHAHAHA!"

—akhirnya keheningan akibat acara saling lempar deathglare itu terpecahkan dengan tawa menggelegar yang keluar dari keduanya.

"Haaah... besar sekali efek Changie itu pada kita ya?" tanya DongWook setelah ia bisa menguasai dirinya lagi. Kini namja tampan itu kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa empuk miliknya.

"Ne. Baru kali ini kita begini karena seseorang," setuju Yunho sambil menjatuhkan punggungnya ke kasur empuk DongWook. "Tapi kau harus tahu, aku sungguh tak bisa hidup tanpanya," gumamnya lirih, namun masih bisa didengar DongWook.

"Kau.. benar-benar mencintainya?" tanya DongWook penasaran. Pasalnya baru kali ini ia melihat Yunho seperti ini lagi. Ya, lagi, karena sebelumnya ia hanya melihat Yunho seperti ini ketika ia jatuh cinta pada namja cantik bernama Kim Jaejoong, yang kini sudah berada di alam lain karena leukimia yang menyerangnya.

"Sangat. Hanya dia yang bisa membuat hatiku menghangat lagi setelah kepergian BooJae," sahut Yunho sambil memejamkan mata. "Lalu kau sendiri? Apakah menganggap Maxie sebagai salah satu mainan hatimu yang bisa kau buang sesudah kau bosan sepeerti selama ini?" tanya Yunho dengan nada rendahnya yang terdengar cukup mengancam bagi DongWook.

"Ani. Kau tahu kalau aku ini biarpun suka berganti-ganti pacar, hanya Han Byul yang tak pernah aku putuskan, dan dia juga mengerti diriku yang suka berganti-ganti yeojachingu. Tapi kau tahu, sejak tujuh bulan lalu, aku sudah memutuskan Han Byul," terang DongWook.

"Eh? Mwo? Jinjjayo?" tanya Yunho tak percaya. Pasalnya, baru kali ini DongWook sampai memutuskan Han Byul, yang sudah hampir tujuh tahun menjadi kekasihnya sejak jaman senior high school.

"Ne. Tentu saja. Aku sendiri tak mengerti, tapi saat bersama Han Byul, aku merasa kosong dan hampa. Dan lagi, setiap bersamanya, yang selalu terpikir dalam benakku hanyalah segala hal mengenai Changie. Kalau aku melihat Han Byul tengah makan, aku akan tersenyum-senyum sendiri dan teringat bagaimana ekspresi dan kemampuan makan dari Changie itu, hahahaha," ucap DongWook yang diikuti tawa dari Yunho ketika mengingat selera makan Changmin yang istimewa itu.

"Dan akhirnya aku memantapkan hati untuk memutuskan Han Byul."

"Tapi meski begitu, aku masih tak mau melepaskan Maxie, meski itu untukmu, hyung," ucap Yunho tiba-tiba.

"Aku juga tak akan melepaskannya meski itu untukmu, Yun."

Keduanya terdiam. Sibuk berpikir mengenai apa yang akan mereka lakukan demi mendapatkan Changmin yang sudah merebut hati keduanya. Dua-duanya sama-sama tak ingin menyerah untuk mendapatkan satu orang. Dan menurut penglihatan dari masing-masing, keduanya merasa kalau Changmin juga memiliki perasaan terhadap keduanya. Dan kalau mereka berdua mencintai orang yang sama.. dan orang yang mereka cintai itu mencintai mereka...

"Yun..."

"Hyung..."

Keduanya saling menegakkan tubuh, saling menatap dan saling memanggil nama yang lain dalam waktu yang sama.

"Kalau kita berdua mencintai Maxie.."

"Dan kalau Changie mencintai kita berdua.."

Keduanya kini saling menyeringai dan tatapan keduanya mengandung pengertian yang sama. Sebuah pemikiran yang tak perlu di perjelas karena keduanya sudah saling memahami. Yah, menjadi sesama anak tunggal dalam keluarga akhirnya membuat keduanya sangat dekat meskipun sifat mreka bertolak belakang.

"Hmm.. tapi aku sudah tak tahan untuk menyentuhnya Yun,"

"Aku juga, hyung. Dan kau tahu, di sudut kota Seoul ini, ada tempat bagus di mana kita bisa bermain dengan Maxie,"

"Eh? Apa yang kau maksud itu.. di sana?"

Yunho mengangguk mantap, dan keduanya kembali mengeluarkan seringainya yang berbahaya itu.

*Flashback end*

.

.

.

Dan kini keduanya sedang menikmati pemandangan tubuh Changmin yang pasrah di depan keduanya. Dengan tangan yang terentang lebar dan terikat pada palang hitam yang bertaut dengan rantai, yang jika di telusuri, rantai itu terhubung pada tuas pengungkit, sehingga jika memang ingin, mereka bisa menaik turunkan tubuh Changmin sesuka hati mereka.

Selain itu, kini mereka menggunakan penutup mata hitam untuk mencegah Changmin mengetahui tempat keberadaan mereka—meskipun alasan sebenarnya adalah agar Changmin bisa lebih merasakan sensasi sentuhan keduanya. Jika indra penglihatan kita tak lagi berfungsi, maka indra yang lain akan jadi lebih peka kan?

Ah, kalian masih belum bisa menebak tempat apa ini?

Baiklah, akan kuberitahu, kalau kalian berjalan keluar dan melihat ini dari luar, tempat ini hanya akan terlihat seperti sebuah pub murahan. Namun jika kalian sudah tahu mengenai tempat ini dan sudah mengenal pemiliknya, kalian akan tahu kalau tempat ini memiliki fasilitas ruang bawah tanah yang terbagi menjadi beberapa kamar yang di lengkapi dengan berbagai fasilitas, dan juga tempat ini sudah di rancang sebagai ruangan yang kedap suara.

Nah, dengan clue seperti itu, kalian tahu ini tempat apa kan?

Ya, ini adalah BDSM club, yang menyediakan fasilitas-fasiliatas dan alat-alat serta ruangan yang di butuhkan.

Dan kini, di kamar nomor tujuh, adalah kamar yang sudah di sewa oleh Yunho dan DongWook. Jadi jangan heran kalau disini tersedia berbagai macam benda yang aneh-aneh.

"Jangan curang, hyung," ucap Yunho ketika melihat DongWook yang makin gencar memainkan tangannya pada nipple Changmin. Membuat Yunho yang melihatnya jadi ikut terangsang. Apalagi suara desahan Changmin semakin membuatnya turn on saja.

"Cari kesenanganmu sendiri Yun, jangan ganggu aku," sahut DongWook yang terus memilin-milin nipple Changmin dengan penuh kesenangan. Sangat menyengangkan ketika kau menggerakkan tanganmu, dan sebagai reaksinya, kau bisa membuat namja yang kau cintai mendesah dan mengerang keenakan.

"A-Ahhh... hyuunghh.. s-stoopphh.." desah Changmin ketika ia merasakan ada sepasang tangan lain yang kini menyentuh bagian bawah tubuhnya yang sudah agak menegang, dan kini tangan itu berkutat dengan kancing celananya.

"Tenang saja Maxie, kami akan memuaskanmu," ucap Yunho sambil melepaskan celana Changmin, tak lupa sekalian dengan celana dalamnya, dan kini keduanya bisa melihat tubuh bawah Changmin, yang membuat mereka berdua meneguk ludah.

"Sebentar," ucap DongWook tiba-tiba, dan kini ia melepaskan nipple Changmin dan berjalan menjauh dari sana. Ia berjalan menuju lemari, dan kini ia mencari sebuah benda yang ia butuhkan sekarang.

"Ah! Ini dia," ucap DongWook yang kini mengambil sebuah gunting, dan kembali ke hadapan Changmin.

"Kau tahu Changie, aku suka melihatmu yang nampak manis dengan kemeja ini. Namun sayang, aku lebih suka lagi kalau baju ini lepas dari tubuhmu." Dan bersamaan dengan itu, DongWook melarikan gunting itu ke kemeja Changmin, dan memotong-motongnya, hingga akhirnya potongan baju itu tak lagi menutupi tubuh Changmin.

"H-hyung! Stop it!" seru Changmin dengan putus asa.

"Nice view," gumam Yunho dan DongWook yang kini menatap tubuh polos Changmin.

"Stop it.. hyung.." cap Changmin dengan nada memelasnya.

Keduanya menghiraukan Changmin, dan kini Yunho mengambil sebuah botol yang berisikan cairan coklat manis yang sering d gunakan sebagai toping dalam makanan dan kue.

"Let's eat," ucap Yunho sambil membuka tutup botol plastik itu, dan menyemprotkan isinya dengan semangat ke tubuh atas dan bawah Changmin. Dan setelahnya, Yunho melempar botol itu dan mulai berjongkok di depan tubuh Changmin.

"Kurasa ini akan nikmat," ucap Yunho sebelum ia menjulurkan lidahnya dan menjilati toping coklat yang bertebaran di tubuh polos Changmin. Untuk pertama, ia tak langsung menuju menu utamanya, ia hanya menjilati toping itu di di sekitar paha Changmin, yang membuat namja manis itu mendesah-desah tanpa bisa ia tahan.

DongWook sendiri kini mulai beraksi. Jika Yunho memulai dari bawah, ia memulainya dari bahu Changmin. Dengan ahli ia menggunakan lidahnya untuk menjilati bahu Changmin, dan semakin turun ke bawah.

"A-aaaahhhh..."

Changmin mendesah keras ketika lidah lincah DongWook berhenti di pada nipple kirinya, dan kini lidah DongWook memainkan nipple Changmin dengan penuh kesenangan. Tak lupa, tangan kirinya kini bergerak ke arah nipple kanan Changmin, dan kembali memilin-milinnya seirama dengan hisapann-hisapan kuat yang terus ia lakukan untuk memaja kedua titik sensitif Changmin.

"A-aaahhh.. oooohhh... yaaahhh.. oohhh..."

Desahan Changmin makin tak beraturan ketika ia juga merasakan kalau lidah yang bermain di pahanya itu kini bergerak naik, dan sekarang lidah itu dengan sangat pelan bergerilya pada juniornya yang kini udah menegang itu. Dan desahan Changmin semmakin mejadi-jadi ketika Yunho akhirnya membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan juniornya ke dalam mulut hangat Yunho.

Tubuh Changmin kini menggeliat resah. Tangannya yang terikat kuat membuatnya tak bisa berbuat apa-apa terhadap kenikmatan yang kini melandanya. Sedangkan kakinya sendiri kini sudah terasa lemas karena sensasi yang membuatnya seluruh sel tubuhnya seakan tak berfungsi lagi—untuk sedetik ini, ia bersyukur ada sesuatu yang menopang tubuhnya.

"A-aaahhh... hyuuunghh..."

Hanya desahan demi desahan yang mengiringi setiap gerakan menjilat dan mengulum serta menghisap yang dilakukan Yunho dan DongWook pada Changmin. Tak hanya itu, kedua tangan Yunho dan DongWook ini juga turut memanjakan Changmin. DongWook kini sibuk menghisap-hisap nipple kanan Changmin—kini ia berpindah karena ingin menggoda nipple satunya—dan tangan kanannya kini beraksi memilin-milin nipple kiri Changmin. Tangan kirinya yang kehilangan pekerjaan, kini merayap turun dan meraba perut datar Changmin. Tangannya bergerak berpuar-putar di perut itu, sebelum satu jarinya bermain pada pusar Changmin. Ia menggoda pusar Changmin dengan mulut yang sibuk menghisap dan mejilat-jilat nipple menggemaskan itu.

Di lain pihak, Yunho yang masih sibuk mengulum dan menggerakkan kepalanya mengeluar masukkan milik Changmin dalam mulutnya, kini tangan kanannya tengah asyik meremas-remas lembut bola kembar yang terada menggoda itu. Tak hanya itu, tangan kirinya juga kini terulur ke belakang dan meremas-remas pantat Changmin yang ternyata memiliki bentuk montok yang memaksa tangannya untuk terus meremas-remasnya tanpa henti.

Kedua tindakan namja itu membua Chagmin serasa gila. Gila dalam kenikmatan da perasaan yang tak pernah ia rasakan. Tubuhnya tanpa sadar bergerak maju agar lebih bisa merasakan kenikmatan itu dengan lebih dan lebih lagi.. karena rasanya ada sesuatu yang kini bergolak dalam dirinya.

Hisapan dan pilinan DongWook pada nipplenya, dan kuluman serta remasan Yunho pada juniornya membuatnya semakin mendekati batas. Tubuhnya kini mulai bergetar dengan perut yang semakin menegang.

"Aaahh... yesshh... oohhh... wanna cumm... cumminggg... aahhhh.." Changmin berkata di sela desahannya ketika merasakan tubuhnya semakin mendekati puncak kenikmatannya. Sedangkan Yunho dan DongWook sendiri, yang mendengar ucapan Changmin, semakin bersemangat mengerjai tubuh atas dan bawah Changmin.

"A-aaahhh... Cum-cummingg—AAARRGGHH!" Changmin berseru frustasi ketika ia sudah hampir menacapai klimaksnya, namun ternyata ia tak bisa melampiaskan hasratnya.

"H-hyuung.." ucapnya dengan suara yang seperti orang menahan sakit yang teramat sangat. Yah, lagipula siapa tang tak akan merasa sakit, ketika kau sudah hampir mencapai klimaksmu, namun kau tak bisa mengeluarkannya, karena ada sesuatu yang menghalangimu.

Bukan. Bukan karena kedua namja itu menghentikan aksinya, namun karena ada sesuatu yang menahannya dan membuatnya jadi tak bisa mengeluarkan hasratnya dengan bebas.

"Aaahhh.. hyuunghh... uukhhh.." Changmin kembali harus di buat mendesah meski kini ia merasakan sakit yang amat sangat. Ia sangat yakin kalau kini juniornya sudah sangat menegang dan memerah. Lalu... apa yang membuatnya tak bisa mengeluarkan hasratnya?

"Apa kau begitu terlarut dalam kenikmatan sampai tak tahu kalau aku memasang cock ring pada juniormu, littleMin," ucap Yunho sambil meremas-remas junior Changmin, yang membuat sang empunya tubuh kini harus mengerang antara sakit dan nikmat.

"A-aah.. Yun..Yunho-hyuuungg.."

"Waeyo, Maxie?" tanya Yunho yang masih saja terus menggerak-gerakkan tangannya, dan kini ia melakukan gerakan mengocok junior Changmin yang sudah tegang dan memerah.

"Lep-lepassshh.." ucap Changmin yang kini masih harus berusaha menahan dirinya karena DongWook yang masih saja bermain di dadanya.

"Kau ingin tahu apa yang bisa membuat kami melepaskan cock ringmu itu, Changie?" bisik DongWook langsung di telinga Changmin, dan ia langsung menjulurkan lidah untuk menggoda telinga yang sensitif itu.

"A-aahhh.. hyuunghh... ap-apa yang harus... kulakukan..?"

Yunho mendongak menatap DongWook yang kini menunduk, dan kini keduanya menyeringai.

"Kau harus—"

.

.

.

~TBC~

Annyyeeeoonng~!

Akhirnya balik lagi bawa lanjutannya~

Tapi seperti kata saya di atas, mianhae karena twoshoot ini bakal jadi threeshot.. soalnya kan athor mau nunjukkin betapa cintanya Yunho ama Se7en ke Changdolaaaa~

Mianhae, ne, chingudeul #deepbow

^Balasan review

eL-ch4n males login : eh? komik? emang ada komik threesome? mana? judulnya? #envy . udah apdet nih, balikin ChangminKU #di deathglare sama Ho7en

Kiri Devil : iya nih... waktu ada pair Se7min, hawanya kok ya pengen masukin Yunho ke lingkaran itu, dan sekarang jadilah lingkaran setaaan~! #plak. Ini udah apdet,mian kalo baru dikit adegan NCnya~

kim hyun wook : oke~ ini sudah di lanjut, tapi mian kalo belom masuk full NCnya #deepbow

WidiwMin : NCnya baru dikit.. masalahnya kau itu udah mau UAn saeng! inget pelajaran, jgn malah nagih NC dong =_="

Andante: disini itu Kyu sodaranya Changmin, sepupu dekat lebih tepatnya.

Park YUIrin : mianhae kotak tissuenya belom bisa kepake.. ini baru awal2 NCnya aja.. mianhae.. #deepbow . kalo apdet 4 fic sekaligus...#teparbayanginya

Suminnie Changminnie : ini sudah lanjuuut~

Aoi No Sora : oke~ sudah di lanjut ini~ hidup uke!Min

azcya : lagi maunya HoMin7en nih~ kan sama2 yadong tuh 2 seme itu~ YooMin ama HoMin? roger! habis ini ngetik lagi~

Snow Simba : ini sudah di lanjut~ eh? sekuel apa ya?

minIRZANTI : ini anak, kenapa masih manggil tante sih =_=" .ini udah di apdet, tapi belom masuk full NCnya.. habisnya, mau masukin romancenya duu biar ntar lebih berasa NCannya :3

Airhy santi : memang lagi galau kenapa? iya nih.. rasanya suka sama 2orang langsung emang berat.. ini apdetnya~

WONKYU SHIPPER FANATIK : maaf ya, kalau mau SPI ini cuma buat WonKyu, keluarin karyamu dan bkin SPI ini penuh degan WonKyu dong~ :3

ukechangminnie : mian full NCnya di tunda ke chap depan #deepbow . Iya nih, semoga Min nggak tepar duluan sebelom smuanya kelar~

Cha2LoveKorean : asyiik~ banyak yang suka Uke!Min~ Iya, rencana mau 'maen bertiga' dong~ tapi mianhae kalo acara 'maen'nya di tunda di chap depan #deepbow

wiendzbica : mianhae.. full NCnya di pending buat chap depan #deepbow . sama, saya juga suka 3 some :3

chappuchinDYeppa : ini sudah lanjut chingu~

ukechangmin : yeey~! aku juga suka uke!changmin koq~ mian NCnya di pening ke chap depan #deepbow . DP? Double Penetration kah? Kalo salah mian, soalnya ngeiat kata DP langsung kebayang itu.. kekekeke #yadongkumat

ELFsuju4ever : gomawo mau ninggalian review #hug. hehehehe.. ini baru cockring yang kepake.. ntar ada lagi :3

youngsu0307 : ini udah apdet~ Changmin mau di apain? ya mau di 'makan' lah~ tapi acara makannya di tunda di chap depan~

sept036 : iya~ ini udah ada lanjutannya~tapi mian, menu utamanya masih di simpen buat Chap depan #deepbow

ShimChangRin : kau ini.. kecil2 sukanya 3some.. gimana? selaen homin, boleh juga di masukkin Se7en kan? Ini udah di lanjut, tapi NCnya belom mulai~

Ryu : gomawoo~ ini langsung di kasih lanjutannya~

Lil'cute Bear : iya nih.. gegara eL, aku jadi tau ada pair laen buat Minnie selaen MinKyu, HoMin sama YooMin.. ini ff keduaku bkin Se7min~ Ini apdet hari jum'at, sebelom sabtu~ Ncannya di keep sampe chap depan ya~ Mianhae #deepbow

.

Nah, balesan review udah~

dan buat yang masih ngerasa nanggung dan masih mau lanjutannya ini,

monggo reviewnya~

menerima saran dari chingudeul, dan kalau mau kritik, akan di terima dengan hati lapang, asal setelah ngritik juga di kasih saran buat kemajuan cerita~