POLARIS - A star located at the end of the handle of the Little Dipper. Polaris is the brightest star , in the constellation Ursa Minor, approximately 408 light years from Earth, and almost at the north celestial pole. Also called North Star. Also called polar star. Also called pole star..
.
.
.
.
Suara pekikan wanita terdengar di ruang aula istirehat pelajar. Bukannya pekikan histeris, tapi pekikan kekaguman.
F4 di Hankook Universiti atau Boys Over Flowers yang berhasil menawan hati setiap junior dan senior di universiti tersebut.
Masakan tidak, mereka itu tampan semuanya! Aku sendiri mimisan ngebayanginnya. Okay, let's check it out!
Hwang Minhyun seorang pria yang memiliki kulit seputih salju dan secantik Snow White itu merupakan Pengerusi untuk Club Bahasa Jepang bahkan jago di dalam berpidato di dalam bahasa Jepang.
Bibir merah plump yang mengundang sesiapa pun untuk merasakannya. Mata foxy yang memancarkan aura misteri dan dingin.
Kerna dirasakan terlalu cantik dan sempurna, Minhyun mendapatkan gelaran Polaris yakni yang membawa maksud bintang.
Minhyun jarang tersenyum apatah lagi tertawa. Dia terlalu jauh untuk digapai oleh manusia biasa.
Dan Minhyun itu punya fans yang selalu menghiburnya dengan cara tersendiri.
Kang Daniel, pria yang bertubuh kekar dan jago dance. Klub dance di unversiti itu ditubuhkan setelah Daniel menyertai mereka.
Talentnya diakui ramai dan bahkan terkenal di antara universiti lain.
Manakala Ong Seongwoo, merupakan aktor dan musical opera di universiti. Wajah tampan yang bisa mencairkan sesiapa sahaja dan itu berarti juga digilai ramai.
Dan yang terakhir, putera dari China. Lai Guan Lin, pemilik bibir tebal yang seksi dan dengan ketinggiannya yang melebihi rata rata, Guan Lin terkenal dengan job sebagai seorang model.
Sudah beratus CF yang dilakukan bahkan tidak mustahil jika dia menjadi duta untuk jenama yang terkenal kelak.
Dan sayangnya, dia sudah dimiliki. Pria lucu yang bernama Park Jihoon, berhasil meruntuhkan ego dan tampang dingin Kuan Lin dengan tingkah lucu dan diluar kebiasaan.
" Cihh... Itu pasti para pangeran Universiti. ."
Dongho memandang Minki, " Ada apa denganmu sayang?? Ini masih pagi dan kau sudah bad mood? "
" Itu kerna pria sialan itu Dongho ahh!! Kenapa di dalam dunia ini, aku harus bertemu dengan syaitan yang bergelar Minhyun? Bintang apanya seperti itu? "
Dongho tertawa, dia yakin bahawa pria kelincinya ini masih kesal kerna di permalukan oleh Minhyun di cafe.
" Jangan terlalu kesal.. Dia akan bergabung dengan kita.. "
Minki mendengus dan mendelik ke arah Dongho.
" Bear!! Jangan pernah kau sebutkan itu atau tiada jatah untukmu selama seminggu! "
Skakk mat!!"
"Sayang.. Aku hanya bercanda.. "
" Aku sedang tidak bercanda... Dan di mana pria berpura pura bodoh bernama Jonghyun?? "
Aron hanya membiarkan mereka bergaduh, itu lebih baik daripada berusaha untuk menghentikan mereka.
Jonghyun berjalan ke arah sahabat karibnya, aneh rasanya berteman dengan mereka. Mereka itu bertolak belakang personalitinya.
Choi Minki, pria cantik milik Dongho. Wajah yang polos bukan berarti dia juga polos. Seorang pria yang panas baran dan hanya Baekho yang mampu menghentikannya.
Kwak Aron, pria berdarah mix Korea Amerika. Punya pacar yang berdarah asli Korea dan merupakan ketua tim basket di Hankok Universiti. Choi Seungcheol adalah nama pacarnya Aron.
Dan yang terakhir, si bear. Kang Dongho yang berbadan kekar namun aslinya lucu dan menggemaskan. Ketua tim vocalist universiti.
Dan Jonghyun sendiri?
Memegang jawatan sebagai Pengerusi Seni Lukis dan penampilannya itu jauh berbeda dari penampilan Minhyun.
Jika Minhyun dikenali dengan tampang misterius dan dingin, Jonghyun lebih kepada culun. Tidak melawan meski dibuli sehingga mengakibatkan Minki selalu meledak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Minhyun mendongak melihat Daniel, ada yang tidak beres dengan ketua club dance tersebut. Wajahnya berantakan dan jangan lupa dengan kantung mata yang menghiasi wajahnya.
" Ada apa denganmu Dan? "
" Aku bergadang sehingga larut kerna mengerjakan tugasan dan sialnya aku terlewat bangun dan iyah.. "
" Kau dikenakan hukuman oleh Prof Yunho?" , Guan Lin bertanya tanpa melihat wajah Daniel.
" Haish! Iya.. Dan parahnya aku satu tim dengan Jonghyun! Ahh, lebih baik aku mati daripada bersamanya.. "
Tawa meledak di ruang mereka, melihat Daniel satu tim bersama Jonghyun pasti melucukan.
Kecuali Minhyun, dia tidak menyukai sesiapapun yang mengatai Jonghyun.
" Well.. Good luck bro.. "
" Diam kau Ong! Ke sana aja lho, berlakon di pentas! Nggak usah memikirkan aku.. "
Suara ketukan di pintu menghentikan perbualan mereka.
Daniel bangun dan membuka pintunya dan ternyata ada Jonghyun di sana.
" Ada apa kau kemari? "
" Err.. Tugasannya selesai.. Bisa aku meminta pertolonganmu? Serahkan kepada Prof Yunho, aku harus pergi Daniel sshi.. "
" Ddae?!! Semuanya? Termasuk bahagianku? "
Jonghyun mengangguk kecil, aneh rasanya saat pria popular memandang dirimu tanpa jemu.
" Uwahh! Daebak!! Kau mengerjakannya sendirian? "
" Iya.. Soalnya tadi selesai kelas aku nggak bisa menemuimu so that's it.. Bisa kau mengantarkannya? "
Daniel mengangguk.
" Makasih Daniel sshi.. Aku harus pergi, Noonaku sudah datang.. Semoga harimu menyenangkan.. "
Daniel memerhatikan langkah Jonghyun sehingga dia menghilang.
Dan ada yang aneh di dada Minhyun. Dia tidak menyukai Jonghyun berbicara dengan mereka.
" Apa kau bodoh Minhyun?! Kalian bukan pacar!! "
Minhyun mendiamkan diri dan mendengus.
Tanpa kata dia meninggalkan ruangan tersebut.
Guan Lin hanya menggedikkan bahu tanda tidak mengerti saat Daniel melihat ke arahnya.
Kuliah mereka akan selesai untuk semester ini dan masih tidak ada perubahan di dalam perhubungan dua lingkaran persahabatan itu.
Minki dan Minhyun masih saja bergaduh!
" Yaa!! Hwang Minhyun!! Kembalikan diariku!! Pria bodoh!! Bintang apa seperti ini? Kayak syaitan! Yaa!! "
Pergaduhan di antara mereka terhenti saat mendengar bunyi pecahan kaca di hadapan kelas.
" Apa kau bodoh Jonghyun ahh?! "
Nah, pembenci pria seperti Jonghyun.
Yongguk meludah di atas Jonghyun saat Jonghyun gagal menyiapkan tugasan yang diberikan oleh Yongguk.
" Dongho ahh, itu Jonghyun!! " ,pekik Minki.
Mendengar nama Jonghyun, Minhyun berpaling ke belakang.
Dia berlari mendekat kerumunan tersebut dan apa yang ditemukan memeranjatkannya.
Pipi Jonghyun tergores dan bibirnya sobek.
Tidak mempedulikan statusnya sebagai pengerusi, Minhyun mara dan menghadiahkan bogem mentah kepada Yongguk.
Guan Lin membantu Jonghyun bangun dan mencari kaca matanya.
" Apa kau baik baik saja Jonghyun sshi? "
Jonghyun mengangguk kecil dan dia memegang tangan Minhyun.
" Berhenti Minhyun sshi.. Ini aslinya salahku.. "
Jonghyun membungkuk kepada Yongguk, " Maaf Yongguk sshi.. Tugasnya akan selesai sore ini.. "
Minhyun meledak melihat kebaikan Jonghyun.
" Berhenti menjadi hamba untuk orang lain Jonghyun ahh!! Kau itu bodoh atau apa? "
Minhyun mengeluarkan duit tunai dan melemparkannya kepada Yongguk.
" Mulai detik ini dia milikku! Jangan pernah menganggunya atau kau akan berurusan denganku! "
Selesai berbicara, Minhyun menarik tangan Jonghyun menjauh dari kelompok manusia hipokrit tersebut.
Suasananya hening seketika.
" Apa apaan syaitan itu? Seenaknya mengatakan Jonghyun miliknya?! Aron, Dongho ahh! Ayo.. "
Manakala tampang F4 ternganga, Minhyun belum pernah meledak kerna seseorang.
" Apa dia jatuh cinta? " ,bisik Seongwoo.
" Bwo?! Mustahil!! "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Minhyun membelek wajah Jonghyun dan membersihkan lukanya.
Minhyun harus mengakui bahawa Jonghyun sebenarnya tampan setelah dia melepas kaca mata.
Matanya seakan akan menghanyutkan Minhyun jauh ke dalam mimpi.
" Jonghyun ahh.. "
" Makasih udah menolongku.. "
" Shit... Suaranya dalam untuk ukuran pria culun.. "
Minhyun tersenyum dan giliran Jonghyun untuk hancur.
Polarisnya sedang tersenyum! Lebih tepat kepadanya!!
" Ahaa.. Aku tidak menyukai apa yang Yongguk lakukan.. "
" Jonghyun sshi.. Bisa kita berteman? "
Jonghyun menelan ludah.. Apa dewi fortuna membantunya? Bintang seperti Minhyun ingin berteman dengannya?
" Ahh.. Bisa.. Kau tinggal datang ke tempat ini.. Aku ada di sana.. Aku pergi Minhyun sshi.. "
Minhyun melihat kad yang dihulurkan oleh Jonghyun.
LOVEs Club : JR
" Apa dia bekerja di sini? "
Minhyun tersenyun riang, ada gelojak aneh di perutnya. Seakan akan bahagia saat Jonghyun mengatakan iya.
Tepat jam 9 malam, F4 tersebut berada di pintu masuk LOVEs Club. Ternyata club tersebut terkenal di kalangan orang kaya.
" Siapa yang meminta kau ke sini? "
Minhyun berdiam dan dia menghulurkan kartu nama tersebut kepada pengawal yang sedang berjaga di depan.
" Sahabatnya JR? Silakan, aku akan mengantarkan kalian ke ruangan VVIP.. "
Sekali lagi mereka terkejut kerna ternyata sahabat Jonghyun turut berada di sini.
" Minhyun?! "
" Minki?! "
Minki mendelik Mingyu di hadapannya, " Kenapa kau membawa mereka ke sini?! "
" Well.. Ask JR, kartu nama JR ada di tangan pria tersebut.. Dan seperti JR bilang, siapa yang memiliki kartu namanya dia layak berada di ruangan ini Ren.. "
" For God's sake Mingyu! Kenapa dia?! Lebih baik aku keluar dari berada di sini bersama dia.. "
" Wait! Choi Ren!! "
Dongho memanggil prianya, " Give him a chance dear... Maybe JR want us to know them.."
" Makasih Baekho ahh.. Aku pergi! "
Minki mendengus dan melabuhkan bokongnya dan menatap Minhyun.
" Diam dan jangan bertanya.. "
Pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan sosok kesayangan Aron dan JR.
" Hai babe.. Loving my show? "
Seungcheol atau nama lainnya S.Coups, mencium bibir kissable milik Aron tanpa mempedulikan orang lain.
Aron dibawa sehingga ke sudut ruangan dan jangan lupakan erangan halus serta ramasan kecil di bokong bulat milik Aron.
" Don't fuck him in front us S.Coups.. "
Minhyun melihat ke arah pemilik suara tersebut. Hot banget!
" Damn! Who is he? "
" I'm just playing with him man.. Chill and well, maybe I'll fuck him later.. "
S.Coups memerhatikan ruangan tersebut dan, " What?! Sejak kapan kalian berada di sana?! "
" Well, sejak kau menghabisi priamu.. "
" He's my love Hwang Minhyun or should I call you Polaris? "
Daniel kaget! Siapa sebenarnya pria dihadapan mereka sekarang?
" Don't startled like that Kang Daniel.. It's us.. We're from the same university after all.. He's Choi Seungcheol and I'm Kim Jonghyun.. "
" Mwo?! "
Koor Guan Lin dan Seongwoo bersamaan.
" Yang benar?! Kalian pasti bercanda!! "
" Cihh..He's not okay? "
" Aku Minki as Ren in here.. Ini Dongho as Baekho, Aron still used his own name and JR is Jonghyun plus Seungcheol as S.Coups.."
Ohh... Tolong siapa pun sadarkan Minhyun kerna saat ini dia sedang terpesona.
Manusia di hadapannya terlalu indah untuk diabaikan.
Jonghyun yang bertampang culun berubah 100 persen!
Pria yang bertampang culun tersebut sekarang mengenakan contact lens berwarna dark grey ashes. Solekan matanya yang kelihatan misterius bahkan pakaiannya berbeda.
T-shirt hitam yang dikancing hanya sebatas dada dan sobek di bahagian bahu, dadanya terekspos menampakkan tan skin dan celana berbahan leather yang membalut kaki jenjangnya.
" Menyukai wajahku yang baru Hwang Minhyun? "
Jonghyun mendekat dan menarik pinggang ramping Minhyun.
Dia mendekat dan berbisik perlahan, " Aku tahu kau menginginkan aku.. As if tonight, I'm yours and you're mine.. "
Minhyun tewas! Ternyata Jonghyun lebih dingin dan misterius daripadanya.
Jonghyun menarik Minhyun dan tertawa.
" Have funs guys! Guan Lin, you can call for ur bae to come here.. Spend sometimes with him and both of you.. Daniel and Seongwoo, stop pretending.. You're in love keutchi? "
Jonghyun memberikan smirk handalannya dan meninggalkan mereka.
" Ku kira dia .. "
Daniel kaku.. Tidak bisa menghabiskan kata katanya.
" Come babe... "
Seongwoo mulai menjelajah bibir kissable milik Daniel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Eunghh.. "
Jonghyun semakin liar meraba seluruh tubuh Minhyun. Dia jatuh terlalu dalam di dalam galaksi Minhyun.
" Arghh.. J.. J.. "
" Panggil aku Jjuya.. "
Minhyun memejamkan matanya, nikmat yang dirasakan terlalu indah untuk dinafikan. Dia enggan munafik, Jonghyun sempurna.
" Jjuya.. I wanna.. Eunghh! "
Jonghyun hanya menampilkan smirk, dia masih belum puas bermain main dengan Minhyun.
Saat merasakan Minhyun hampir meledak, Jonghyun berhenti menyentuh titik nikmat Minhyun.
" Shit!! I almost cum! Are you out of ur mind? "
" Really babe? Come here... "
Minhyun yang hanya memakai kemeja turun dari katil dan bergerak menghampiri Jonghyun.
" Play me bae.. "
Tanpa berlengah, Minhyun bertukar liar. Dia enggan melewatkan permainan panas bersama Jonghyun.
" Arggghh!! "
Tubuh Minhyun lemas setelah mendapatkan cum yang pertama.
" Shall we start bae? "
Dia mengangguk, mengizinkan Jonghyun menyentuh dirinya seenaknya.
" I'll make sure you moan for me non stop.. "
Permainan mereka bermula dan selesai hampir dinihari. Terlihat kesan peluh dan baju yang berserakan di ruang yang tersedia.
Jonghyun merengkuh badan milik Minhyun dan mengecup bibirnya.
" That was hot! Thanks love.. "
Minhyun bergumam dan menghirup bau maskulin yang menguar dari tubuh Jonghyun.
" Jonghyun ahh.. Bisa aku bertanya? "
" Ehem.. Tanyakan saja.. "
" Kenapa kau berpura pura di universiti? "
" Haha.. Aku hanya bosan berada di lingkungan manusia yang berpura menginginkan aku sayang.. Jadi yahh.. "
Minhyun berohh ria.. Dia hanya membisukan diri.
" Minyeo ahh.. Apa kau tahu kau terlalu cantik untuk ukuran pria? "
Minhyun berpaling, dia aneh.
" Kau itu seperti Polaris.. Polaris adalah bintang yang paling indah dan terang di antara semua bintang.. Kau itu terlalu indah untuk diabaikan, terlalu rapuh untuk digenggam dan terlalu terang untuk didekati.. Kerna kau terlalu indah, aku memanggilmu Polaris.."
Minhyun terkesima...
" Jadi kau adalah... "
" Iya.. Aku adalah pencipta nama gelaranmu di universiti.. "
" Dan kau adalah yang paling sempurna Jonghyun.. Semua yang aku lalui dari hari pertama aku mengenalimu sehingga sekarang, tiada yang salah.. Senyummu saat kau ditimpa masalah, kata kata indahmu bahkan perilakumu Jonghyun ahh.."
Hati mereka saling bertaut, mereka saling menyukai namun terlalu jauh untuk digapai.
" Jadi Polarisku untuk selamanya.. Kau akan bersinar di galaksiku.. "
Minhyun terpegun dan dia tertawa bahagia, " Dan kau akan menjadi Kaisarku.. Pelindung cahayaku eoh? "
Jonghyun mengangguk dan mencium bibir Minhyun. Polaris yang sebelum ini hanya bisa dilihat dari jauh, kini berada di dalam dakapannya.
Jonghyun berdehem dan menyanyikan lagu Polaris khas untuk Minhyun.
NU'EST W - Polaris
All the stars for you for you for you
I'll give you everything, do it for you
The Polaris is always standing in its place
All the stars for you for you for you
I'll give you everything, do it for you
Though you're a galaxy away, I can feel you here
modeun byeoreun for you for you for you
I'll give you everything, do it for you
bukgeukseongeun maennal geu jarie seo isseo
modeun byeoreun for you for you for you
I'll give you everything, do it for you
eunhasu meolli isseodo neukkil su isseo geudae
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seluruh warga universiti menjerit heboh saat melihat Minhyun bergandeng tangan dengan seorang pria tampan. Oh, jangan dilupakan bahawa ada couple lain di sana.
Jonghyun mengubah penampilannya dan hasilnya ramai pelajar wanita yang menjerit histeris.
Manakala pria hanya mampu memandang Minhyun dengan tatapan kecewa kerna mereka kalah telak dengan pria yang sebelum ini bertampang culun.
Rambut berwarna hitam yang ditampilkan secara acakan, lens grey ashes dan black white outfit serta beberapa tindikan di telinganya menyerlahkan ketampanan Jonghyun.
Di pergelangan tangan Jonghyun, terlihat initial JR. Nama lainnya saat di malam hari.
" Ohh!! Ini tidak mungkin!! Apa hari ini April Fool?! "
" Kau kenapa? Ada yang salah?! ", tanya pelajar lain.
" Mereka adalah pemilik LOVEs Club!! JR, REN, BAEKHO DAN S.COUPS!! "
" Mwo?!! "
Seungcheol dan Jonghyun hanya melewati mereka tanpa memberikan sapaan.. Ketika mereka masih seperti pelajar biasa, tiada yang mengambil tahu tentang mereka.
" Aku enggak bohong! Ini buktinya!! "
JR dan S.Coups adalah duo DJ dan rapper yang terkenal di LOVEs Club dan Ren adalah seorang model unisex yang selalu menghiasi majalah dan Baekho adalah seorang pria yang terkenal dengan kemampuan untuk menghasilkan lagu dan menyanyi di pentas luar biasa.
Guan Lin dan Seongwoo bergidik ngeri melihat gelombang yang tercipta setelah mereka memutuskan untuk melepaskan topeng mereka.
Ramai yang memuja dan tidak kurang ramai yang kecewa.
" Ini lebih hebat daripada penampilan kita Seongwoo ahh.. "
Seongwoo mengangguk mendengar kata Guan Lin.
Minhyun masih terpesona dengan Jonghyun. Ini terlalu indah baginya.
" Dengarkan aku Minyeo.. Kau adalah Polarisku, tidak akan ada yang bisa memiliku.. Dan aku adalah galaksimu.. "
Minhyun mengangguk dan mencium bibir Jonghyun di hadapan pelajar lain. Dia enggan berbohong, biar mereka tahu dan kecewa.
" Aku adalah Polaris milik Kim Jonghyun.. "
POLARIS
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KKEUT
READ AND REVIEW
