Tylenol ( Pronounce as ylenol ) - A drug that been used in medic field that have been advertised for reducing pain, reducing fever and relieving the symptoms of allergies, cold, cough and flu. Another name for tylenol in world wide is paracetamol.

.

.

.

.

Minhyun mengerjapkan matanya berulang kali saat merasakan demamnya mulai kambuh. Lebih memburukkan keadaan maagnya kambuh.

Minhyun tidak menyukai ini, dia benci badannya sakit dan berakhir terlantar di katil. Enggan bergantung kepada obat penahan sakit, akhirnya Minhyun memutuskan untuk tidur.

Ini masih belum cukup 3 jam Minhyun tidur, dia terbangun kerna perutnya kram dan memulas. Kepalanya mulai pusing dan dia lemas, hanya nama Jonghyun yang terbit dari bibirnya.

" Jjuya.. "

Minhyun haus dan dia coba untuk mencapai botol mineral di sebelah katil namun berakhir dengan dia muntah.

Cairan kuning keluar dari sudut bibirnya tanda dia benar benar tidak sihat. Hape dicapai dan nama Minki diketik.

Hanya Minki yang berada di dalam mindanya saat ini. Sakit seperti ini biasa dibanding dengan kesakitan lalu.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Minyeo.. "

Minki memanggil nama pria berwajah foxy tersebut perlahan saat merasakan gerakan kecil jemarinya.

Perlahan lahan mata foxy tersebut terbuka dan wajah Minki mengeluarkan senyum. Bersyukur namja tersebut akhirnya bangun setelah pingsan selama 2 hari.

" Syukurlah kau sadar Min.. "

Wajah Minhyun bingung, bau obat dan nuansa putih ini sepertinya dia berada di rumah sakit.

Tidak lama, kedengaran pintu dibuka dan di sana ada siluet Aron dan Dongho di sana.

" Dia mulai siuman Minki ahh? "

" Nae Aron Hyung... "

Aron mengelus rambut Minhyun perlahan, peluh dingin dilap dan wajah pucat Minhyun disentuh.

" Kau harus makan Min.. Ayo, akan Hyung suapkan.. "

Dongho membantu Minhyun bersandar di kepala katil dan terlihat dia mulai bertenaga setelah disuntik dengan IV drip.

Setelah dua suapan, Minhyun menggeleng tanda dia enggan. Mulutnya masih pahit untuk menelan makanan.

Dongho merengkuh tubuh ringkih Minhyun dan mengecup dahinya, " Min.. Berhenti melukai dirimu.. Kau itu manusia bukan boneka.. "

Minhyun melihat pergelangan tangannya, ada kesan kelaran dan self cut di sana.

" Aku tidak bisa Dongho ahh.. Ini terlalu sakit.. Andai sahaja.. "

Dongho mengelap air mata Minhyun, " Sssstt.. Kau punya aku untuk bersandar.. "

Dan usai kata tersebut diungkap, Minhyun menangis keras. Selalu seperti ini jika berbicara tentang dirinya.

Setelah yakin Minhyun mulai tenang, Dongho melepaskan pelukannya dan ternyata Minhyun terlelap.

" Hyung, bisa menghubunginya? "

Aron menggeleng, " Dia hilang seperti kabus Dongho ahh.. Aku bahkan sudah meminta Seungcheol mencarinya dan hasilnya nihil.. "

.

.

.

.

.

.

.

.

Youngmin dan Seongwoo memeluk erat tubuh Minhyun saat melihat dia muncul di kafeteria.

" Bagaimana denganmu Min? Semakin baikan? "

Minhyun mengangguk dan tersenyum nipis.

" Hari ini aku yang traktir ya.. Pesan aja makanan kalian.. "

Youngmin menatap Seongwoo aneh.

" Apa kau gila? Kau itu payah untuk berbelanja apatah lagi untuk membuang duit untuk teman? "

Seongwoo tertawa, " Aku hanya ingin menunjukkan rasa bahagiaku.. "

" Kenapa emangnya? "

Bengang kerna Seongwoo hanya tersenyum bodoh dan akhirnya Dongho memukul pundak Seongwoo.

" Itu kerna Daniel hamil dan aku akan menikahinya selesai kuliah semester ini.. "

DAMN!!! MATI KAU SEONGWOO!!

Minki menyemburkan air yang sedang diminum dan Youngmin terjatuh dari kursi.

" Apa kau bilang Seongwoo? Daniel hamil? "

Seongwoo bungkam dan hanya menggaru kepalanya yang tidak gatal.

" Kapan kalian mengetahuinya? ", soal Youngmin.

" Minggu lalu Youngie ahh.. Daniel pingsan saat aku keluar bersamanya.. "

" Apa kata orang tua kalian? "

" Menikah aja.. "

Minki mendengus, " Dasar pria kelebihan hormon! Lebih kau menjaga Daniel dan keponakanku atau aku pastikan kau mati di tanganku Seongwoo.. "

Seongwoo tersenyum kikuk, dia tahu bahawa Daniel itu dongsaeng kesayangan Minki. Bisa mati jika dia mencelakai Minki.

" Eoh.. Minhyun ahh.. Gwenchanayo? "

" Aku hanya kelelahan.. Minki, bantu aku.. Aku ingin ke kuliah.. Prof Siwon tidak akan menyukai aku jika aku telat.. "

Dongho membantu Minhyun bangun dan menggandeng tasnya.

" Ketemu di kelas.. Nikmati sarapannya.. "

Kuliah mereka berlangsung dengan tenang dan presentation mereka selesai dan sekarang tiba giliran Minhyun.

" Minhyun.. Giliranmu nak.. "

Minhyun menggigit bibirnya, perutnya tidak berkompromi dan dia pusing.

Detakan jantungnya tidak stabil bahkan dia lelah.

Dua biji ylenol ditelan bersama air kosong.

" Minhyun.. Kau mendengarkan aku?? "

" Ddae.. Sebentar Prof.. Aku mencari nota kecil.. "

Saat merasakan pusingnya mulai mereda, Minhyun bangun dan berjalan ke hadapan kelas.

Persembahannya berjalan lancar sebelum pusing tiba tiba menderanya dan berakhir menyebabkan dia pingsan.

Darah bahkan keluar daripada hidungnya, peluh dingin membasahi bajunya.

Suara terakhir yang didengarkan hanyalah suara Seongwoo yang coba menyadarkannya.

Perlahan lahan suara tersebut terganti dengan memori bersama Jonghyun, sebelum Jonghyun pergi tanpa kata.

Flashback

" Minyeo.. Ke sini sayang.. Aku punya hadiah untukmu.. "

Minhyun yang ketika itu sedang beristirehat datang menghampiri Jonghyun dan dia tidak menyukai uniform yang dipakai oleh Jonghyun sekarang.

Wajahnya cemberut melihat Jonghyun di dalam seragam tentera.

" Apa kau harus pergi lagi Jonghyun? Kau hanya pulang 3 hari di dalam dakapanku Leftenan Kim Jonghyun.. "

Jonghyun meletakkan beret yang dipegang dan dia memeluk Minhyun, " Maafkan aku sayang... Aku harus pergi lagi dan aku janji setelah ini, kita akan menikah.. "

" Kau akan ke mana Jjuya? "

" General Na mengatakan aku harus ke sempadan Switzerland.. Seungcheol akan ke sempadan Brazil.. "

Minhyun memeluk tubuh kekar Jonghyun, " Berjanjilah bahawa kau akan pulang.. Aku akan menghitung mundur detik kepulanganmu Jjuya.. "

Jonghyun berlutut dan mencium perut ramping Minhyun, " Tuhan.. Ijinkan malaikat kami tidur di sini dengan nyaman.. "

Minhyun mengusap kepala Jonghyun, " Malaikat kita akan hadir satu saat nanti Jonghyun.. Pergilah, Seungcheol sudah tiba.. "

Jonghyun menyarungkan sebentuk cincin ruby di jari manis Minhyun, " Kau milikku Kim Minhyun.. Jaga dirimu sayang.. "

Jonghyun melangkah mendekati van yang membawa Seungcheol dan anak buahnya. Wonwoo , Vernon dan Mingyu masing masing memegang pangkat Leftenan 1. Satu pangkat dibawah mereka.

Minhyun menghantar kepergian Jonghyun dengan rasa gelisah. Ada sesuatu yang aneh tentang kepergian Jonghyun. Rasanya dia pergi dan tidak akan kembali.

2 bulan setelah Jonghyun pergi, Minhyun menerima berita bahagia. Ada malaikat kecil yang sedang tidur di dalam rahimnya.

" Congrats Minhyun ahh!! Jonghyun pasti senang saat dia pulang nanti! "

Minki memeluk erat tubuh Minhyun dan menyentuhnya perlahan, " Annyeong baby ahh.. Minki Imo di sini.. "

" Jaga kandunganmu Min.. Malaikat kalian masih kecil, hanya berusia 6 minggu.. Tidak usah terlalu keras dengan dirimu nae.. "

Minhyun tertawa mendengar leteran Dongho, dia tersenyum hangat melihat foto USG malaikatnya bersama Jonghyun.

" Tumbuh dengan sihat sayang.. Appa dan Eomma akan menantimu hmm.. "

Namun tidak selamanya bahagia itu akan kekal.. Tuhan memberikan malaikat kecilnya kepada Minhyun namun Tuhan menarik malaikat yang lain..

Orang tua Minhyun terkorban di dalam kemalangan dan meninggalkan Minhyun bersendirian.

Di saat itu dia terpuruk dan jatuh ke dalam ruangan gelap. Dunia terasa terhenti dan kaku.

" Eomma.. Appa... "

Minhyun menangis, tidak mempercayai apa yang sedang terjadi. Kandungan mudanya di usap perlahan.

" Temani Eomma nak.. Kau harus utuh di dalam rahimnya Eomma.. "

Minhyun bisa bangun dengan bantuan mereka dan dia terus kuat namun hujan ternyata hadir ketika mentari sedang bersinar.

Di saat kehamilannya berusia 3 bulan, pihak ketenteraan datang membawa berita duka.

" Apa benar ini tunangan Leftenan Kim Jonghyun? "

Minhyun mengangguk kecil dan memegang erat tangan Minki dan Aron.

Pria yang berpangkat General Seo di hadapannya adalah ketua di kompeni 6 - D, Kompeni Harimau tempat di mana Jonghyun bertugas.

" Dengan duka citanya, aku harus memaklumkan bahawa Kim Jonghyun sshi terkorban di medan perang.. Proses mencari mayat masih diteruskan dan akan kami maklumkan setelah mayatnya ditemui.. "

JDER!!! Seperti kilat di siang hari.

Di hadapan mereka Minhyun terduduk dan menangis.

" Ini tidak mungkin! Jjuya!! Arghh.. Arghh.. "

Minhyun memeluk perutnya, " Minki.. Bantu aku.. Ini menyakitkan.. "

Minki terbelalak horor, darah merah membasahi celana putih yang di pakai oleh Minhyun.

" Minhyun!! Sadarkan dirimu!! "

3 jam kemudian Minhyun mulai sedar dan dia tahu ini adalah hospital.

" Aron Hyung.. Minki... "

Pria yang berstatus uke itu memegang erat jemari Minhyun dan memintanya bersabar.

" Ada apa? "

Minhyun meraba perutnya dan dia sadar, tiada baby bump di sana!

Minhyun panik dan mulai meronta, " Katakan di mana anakku Minki!! "

Aron menggeleng dan memeluk Minhyun.

" Apa maksudmu Hyung? "

" Minhyun.. Kau kehilangan malaikat kecilmu.. "

Minhyun kaku dan tertawa kemudian dia menangis.

" Kau membohongiku Hyung!! Mustahil!! "

Minhyun mulai menggila dan mencederakan dirinya sendiri dan akhirnya tangisnya beransur tenang setelah di suntik obat penenang.

When You're Gone - Avril Lavigne

I've never felt this way before

Everything that I do

Reminds me of you

And the clothes you left, they lie on the floor

And they smell just like you

I love the things that you do

When you walk away

I count the steps that you take

Do you see how much I need you right now?

When you're gone

The pieces of my heart are missin' you

When you're gone

The face I came to know is missin', too

When you're gone

The words I need to hear

To always get me through the day

And make it okay

I miss you

Dari saat itu, Minhyun mengalami depresi. Dia mulai berani self cut dan self harm. Dia ingin pergi namun hatinya meyakinkannya bahawa Jonghyun masih hidup..

Dan semuanya terus berulang sehingga sekarang.

End Of Flashback

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Minhyun.. "

Minhyun menangis lagi, " Bawa dia pulang kepadaku Choi Seungcheol!! "

Seongwoo, Youngmin dan Daniel terpegun di sudut kamar. Mereka masih terkejut dengan apa yang terjadi.

Seungcheol mendekat dan mengelap tangis Minhyun, " Akan aku usahakan Minhyun.. Berhenti menyakiti dirimu sendiri.. "

" Kau tidak mengerti Cheol!! Ini terlalu sakit!! "

Dan Minhyun benar, dia tidak mengerti.

Apa yang Minhyun perbuat sehingga dirinya hancur? Pelbagai kesan luka dan kelar ada di tubuh putihnya.

Semuanya menceritakan peristiwa yang berbeda. Dan penghujung ceritanya adalah tangisan.

" Bawa dia kepadaku Cheol.. Kau bilang kalian teman baik, kenapa hanya dirimu yang pulang? Di mana Jonghyun? "

Seungcheol memeluk erat tubuh kurus Minhyun, " Aku berjanji Minhyun... Jadi kuatkan dirimu.. Aku akan ada di sini setiap kali kau menangis.."

Wonwoo memandang wajah pria asing di sudut kamar, " Kalian temannya Minhyun Hyung? "

Daniel mengiyakan dan Wonwoo mengajak mereka ke taman. Mingyu juga ada bersamanya.

Daniel mengelap air matanya setelah mendengar cerita Mingyu, ternyata Minhyun menderita selama ini.

" Di mana Jonghyun sshi? "

" Kami masih mencarinya.. Mustahil untuk aku katakan tubuhnya hancur kerna ledakan bom.. Aku bahkan sudah bingung mau mencari di mana.. Ini sudah genap 1 tahun dia hilang.. "

" Apa Minhyun menderita depressi sejak lama? "

Wonwoo memandang wajah Youngmin dan mengeluh kecil, " Iya.. Dia hanya bertahan kerna hatinya masih setia.. Dia percaya bahawa Jonghyun Hyung akan pulang.. "

Perbualan mereka terganggu dengan suara tempikan dari Vernon.

" Hyung!! Pihak ketenteraan Switzerland sudah menemukan mayat Jonghyun Hyung!! "

" Mwo?! Kau tidak bercanda Chwe Vernon?! "

" Kau sudah katakan kepada Seungcheol Hyung? "

Vernon mengangguk dan menyeret pergi dua Hyung kesayangannya.

" Sampai ketemu lagi!! "

Suasana rumah agam milik Minhyun bersama Jonghyun mencengkam jiwa. Hanya tangis yang ada di sana.

Minhyun yang memakai jas hitam menyentuh wajah pria kesayangannya. Jonghyun tenang di dalam keranda bahkan senyumannya masih utuh.

" Jjuya.. Kau pulang akhirnya.. Ini hadiah terindah untuk ulang tahunku kali ini.. "

Tiada kesan luka di tubuh Jonghyun, dia masih utuh kerna tertimbus di dalam salju di kaki Gunung Alps.

Minki dan Aron memeluk pacar masing masing, tidak mampu menahan kesedihan melihat wajah Jonghyun.

" Minki ahh.. Bisa bantu aku? "

Minki mendekati Minhyun, " Katakan apa dia Minhyun? "

" Ambilkan foto USGku di kamar.. Jonghyun harus tahu dia memiliki malaikat kecil.. "

Foto USG di tangan Minki berpindah tangan dan kini berada di dalam genggaman Jonghyun.

" Jjuya.. Itu malaikat kecil kita.. Maaf, aku gagal menjaganya.. Sekarang kau bisa menjaganya bukan? Bilang kepadanya, aku memohon maaf kerna cuai.. "

Seungcheol memeluk tubuh Minhyun, " Min.. Berhenti Min.. Jonghyun sudah pulang.. Namun dia sakit Min.. Sejuk kerna tertimbus salju, kita akan menghantarnya ke surga nae? "

Keranda Jonghyun akhirnya tertutup dan di bawa ke area pemakaman milik tentera.

Wonwoo, Mingyu dan Vernon turut membantu di dalam proses tersebut. Memberikan penghormatan terakhir untuk ketua unit tentera Kompeni Harimau sebelum dilepaskan ke alam lain.

Kedengaran suara General Na membaca kalimat penghargaan di atas jasa Jonghyun selama dia berkhidmat bersama tentera.

Leftenan I bernama Kwon Hyunbin mendekati Minhyun bersama satu kotak berwarna putih.

" Minhyun sshi.. Di dalam kotak ini adalah barangan terakhir yang ditemukan bersama mendiang Leftenan Kim.. Terima kasih kerna sudah merelakan dia bertugas bersama kami.. "

Akhirnya Minhyun rebah, kenyataan memukulnya dengan telak. Benar, Kim Jonghyun sudah meninggal.

Terlihat tag nama tenteranya bersama barang peribadi serta sepucuk surat. Tag bernombor 120315 adalah nombor pendaftarannya.

Semua sahabat Minhyun berada di rumahnya dan Seungcheol akan membaca surat terakhir Jonghyun. Masih lekat dengan kesan darah dan dinginnya salju.

Letter for my Queen

" Minyeo ahh.. Jika kau menerima surat ini, itu artinya aku sudah pergi Min..

Apa pun yang terjadi, terima kasih kerna pernah menjadi milikku dan memberikan aku kenangan indah.. Hiduplah dengan baik dan cari penggantiku..

Maaf kerna melukaimu, tapi aku ingin kau selamat di saat aku tiada. Itu adalah alasan utama kenapa aku menjadi tentera Minyeo ahh..

Ijinkan aku untuk terus mengingatimu dan kau harus belajar melupakan aku dan terus melangkah ke depan.. Carilah penggantiku dan hidup dengan baik.. "

Tersayang : Leftenan Kim

End Of Letter

Suasana di ruang tamu tersebut dingin dan hanya terdengar esakan kecil.

" Jjuya... Aku merinduimu.. "

.

.

.

.

.

.

.

.

Minhyun terlihat seperti boneka hidup, ylenol dan obat depressi dan insomnia menemani kehidupan sehariannya. Bukan hanya itu, darah, pisau serta tangisan turut menemaninya.

Jujur, Minhyun tersakiti dan dia ingin mengakhirinya semua saat ini. Musim dingin mulai mengetuk kehidupan sehariannya.

Jika dulu dia menyukai musim dingin kerna salju itu indah dan dia punyai malaikat untuk menghangatkannya.

Namun kini, musim dingin terlihat menyedihkan dan sepi. Saljunya terlihat buruk dan menyakitkan.

Minhyun melihat hamparan salju putih di rumahnya dan mulai bergumam halus. Lagu yang diciptakan oleh dia dan Jonghyun saat dingin tiba.

YLenoL - NU'EST W

In the wind that grazes my fingertips

I can feel your presence from that day

I'm just

Lonely lonely lonely

I'm a little lonely without you, the person I like

The path I take to see you is a little empty

But tomorrow I'll see you,

that helps fills the emptiness

If I get a little closer,

I'm sure you'll be standing there

I'll be able to see you

after the sun sets and rises again

sonkkeut seuchineun barame danneun

geunare neol neukkimyeo

I'm just

Lonely lonely lonely

joahaneun neo eopseoseo jom werowo

neol boreo ganeun giri heojeonhagin hae jom

neol bol su itneun naeiri chaewojugin hae tto

jogeumman deo dagagamyeon

jeo kkeuten nega seo itgetji

haega jigo dashi tteul ttaejjeumen bol su itgetji

Minhyun hanyut di dalam fikirannya saat semuanya mulai berputar ke masa lalu. Dia merindukan suasana hangat tersebut.

Tanpa sedar, dia melangkah ke arah kamar mandi. Ada Jonghyun yang menantinya di sana. Sedang tersenyum indah.

Minhyun membuka baju atasnya hanya menyisakan celana pendek putih.

Tab mandi mulai dipenuhi dengan air dingin dan pil tidur. Dia ingin tidur, dan bangun saat mimpinya selesai.

Jonghyun mengajaknya masuk ke dalam tab mandi dan Minhyun mengiyakannya.

Dalam waktu tidak lebih dari lima menit, jernihnya air terganti dengan pekatnya darah. Kesan kelaran terlihat jelas di pergelangan tangannya.

Dan tubuh rapuh itu mulai melemah, semakin tenggelam di dalam dinginnya air dan akhirnya tenggelam sepenuhnya.

Menyisakan buih buih kecil tanda nyawanya semakin pendek dan dia semakin dekat bersama Jonghyun.

Buih terakhir timbul dan pecah, dan lantai kamar mandi tersebut akhirnya digenangi air darah. Malaikat terluka tersebut akhirnya pergi di musim dingin.

Dia bahagia, akhirnya dia dan Jonghyun akan menyatu bersama malaikat kecil mereka.

Di sebalik kebahagiaan Minhyun, terlihat duka di wajah orang yang mengenali mereka.

Aron dan Seungcheol telat tiba di rumah Minhyun dan akhirnya mereka menemukan jasad Minhyun yang terapung di dalam tab mandi.

Tubuh Minhyun dingin dan terlihat pucat namun wajahnya tersenyum. Seungcheol menjerit, enggan menerima kematian Minhyun.

Pemakaman Minhyun dijalankan dan sejujurnya Minki tersenyum. Dia adalah insan yang paling dekat dengan Minhyun.

" Minhyun ahh.. Penderitaanmu sudah berakhir, jadi aku mohon Minyeo.. Senyumlah di sana dan jaga dirimu dengan baik.. Tiada lagi ylenol atau apa pun untuk menghalangimu.. Titip salamku kepada Jonghyun.. "

Jonghyun menggenggam erat jemari Minhyun, " Ayo.. Mereka sudah mengikhlaskan kita.. Kini hanya ada aku, dirimu dan Seonho di antara kita.. "

Minhyun mengangguk kecil dan akhirnya dia lenyap. " Terima kasih ylenol.. Kau melindungiku untuk terus kuat sehingga Jjuya pulang.. "

YLenoL

.

.

.

.

.

.

KKEUT

READ AND REVIEW